You are on page 1of 6

High Quality Products

Menjadi toko grosir nasional pertama yang mendapatkan sertifikasi organik (Business)
• Menjual produk organik sesuai dengan standar USDA (Departemen Pertanian
AS)
Pada tahun 2003 Whole Foods terpilih menjadi toko grosir nasional pertama yang
mendapatkan “sertifikasi organik” dari Quality Assurance International, sebuah
organisasi sertifikasi independen. Hal ini sesuai dengan standar peraturan baru
Departemen Pertanian AS (USDA) yang menetapkan empat kategori makanan dengan
bahan organik, dengan berbagai tingkat dari kemurnian organik.
1. 100 persen produk organik: produk tersebut keseluruhannya tumbuh secara
organik, yang artinya produk tersebut telah tumbuh tanpa menggunakan
pestisida sintetis atau pupuk dari limbah, bukan subjek radiasi dan bukan
rekayasa genetika atau penyuntikan organism bioteknologi, hormon
pertumbuhan atau antibiotik, produk yang 100 persen organik mendapatkan
segel sertifikasi organik USDA berwarna hijau.

2. Produk Organik: Produk tersebut, biasanya diproses harus memiliki paling sedikit
95 persen bahan organik bersertifikat. Ini juga bisa mendapatkan segel sertifikasi
organik USDA berwarna hijau.

3. Terbuat dari bahan organik: Produk tersebut harus memiliki 70 persen bahan
organik bersertifikat. Produk tersebut dapat dilabel terbuat dari bahan organik
tapi tidak mendapatkan segel sertifikasi organik USDA berwarna hijau.

Semua produk lainnya dengan bahan organik: Produk yang kurang dari 70
persen bahan organik tidak dapat menggunakan kata “organik” didepan
paket/kemasan, tapi bahan-bahan organik dapat tercantum di antara bahan-
bahan lain dibagian kurang menonjol dikemasan.
Merk dan produk bervariasi dari toko ke toko (Functional)
• Union Square Store di Manhattan menyajikan makanan-makanan yang biasa
ditemui di New York, barang-barang musiman dari pasar petani terdekat, dan
item-item eksotis lainnya.
Premium products (Operating)
• Para buyer membeli produk secara langsung ke para pemasok
• Memiliki daftar bahan makanan yang dianggap tidak dapat diterima dalam
produk makanannya.
Beberapa faktor yang telah mengubah penjualan makanan organik, dalam pasar yang
sempit, menjadi segmen pertumbuhan yang paling cepat dalam penjualan makanan di
Amerika Serikat adalah:
 Pola makan sehat pada masyarakat menjadi lebih terdidik tentang makanan,
nutrisi, dan kebiasan makan. Diantara itu semua, yang paling tertarik dalam
makanan organik adalah karena penuaan, orang kaya khawatir tentang
kesehatan dan makanan yang baik untuk mereka.

 Peningkatan perhatian konsumen terhadap kemurnian dan keamanan makanan


disebabkan oleh adanya sisa pestisida, hormon pertumbuhan, bahan buatan, zat
kimia, dan bahan rekayasa genetika.

 Tren kesehatan atau kesadaran kesehatan, di antara masyarakat dari berbagai


usia dan golongan.

 Pertumbuhan kepercayaan bahwa pertanian organik memiliki efek lingkungan


yang positif, khususnya berkontribusi dalam kesehatan tanah dan air dan
kelangsungan praktek pertanian.

Harga makanan organik yang lebih tinggi adalah halangan utama untuk
kebanyakan konsumen dalam mencoba atau menggunakan makanan organik. 75
persen dari partisipasi survey Whole Foods tahun 2005 mempercayai makanan organik
terlalu mahal. Alasan lain untuk tidak mengkonsumsi makanan organik adalah
ketersediaan dan kesetiaan pada merek makanan non organik.

Profit and Growth


Membuka 10 sampai 15 toko diarea metropolitan tiap tahun dan Relokasi dan renovasi
• Membuka toko baru diarea dengan traffic sales yang lebih tinggi
• Mengakuisisi toko-toko kecil yang berlokasi diarea-area yang diinginkan
• Memindahkan toko-toko yang kecil ke area yang lebih besar dengan fasilitas-
fasilitas yang lebih baik (contoh: area parkir yang lebih luas)
• Memiliki model yang dikembangkan internal perusahaan untuk menganalisa
pangsa pasar yang potensial.

Sejak menjadi perusahaan publik ditahun 1991, Whole Foods Market menghasilkan
keuntungan setiap tahun kecuali pada tahun 2000, dimana perusahaan menderita rugi
sebesar $8,5 juta (net loss). Kerugian ini terjadi karena keputusan divestasi pada bisnis
suplemengizi dan karena kerugian yang dialami oleh dua perusahaan terafiliasi–dot-
com enterprise) –dimana Whole Foods memiliki minority interest. Laba bersih
perusahaan meningkat 17,6 persen dari tahun fiskal 2003 hingga 2007 (compound
average rate) kecuali penurunanlaba bersih pada tahun 2007 sebesar $21,1 juta dari
tahun 2006; sejak etelah itu, dividen meningkat beberapa kali. Perusahaan mulai
membayar dividen empat kali per tahun masing-masing sebesar $0,20 terhitung mulai
kuarter pertama 2008; pembayaran dividen tersebut menyebabkan pengeluaran kas
sekitar $28 juta setiap kuarter.
Bisnis Whole Foods menghasilkan arus kas dari hasil operasi sebagai berikut:
Year Cash Flow
2005 $410,8 juta
2006 $452,7 juta
2007 $398,6 juta

Sebagian besar belanja modal (capital expenditure) perusahaan digunakan untuk


mendanai pengembangan atau akuisisi toko baru dan akuisisi properti serta
perlengkapan untuk toko yang sudah ada. Total belanja modal Whole Foods adalah
sebagai berikut:
New Store Remodelling and Total Belanja
Year
Development Other Addition Modal
2005 $207,8 juta $116,3 juta $324,1 juta
2006 $208,6 juta $131,6 juta $340,2 juta
2007 $389,3 juta $140,3 juta $529,7 juta

Untuk tahun fiskal 2008, Whole Foods memprediksikan belanja modal berkisar di antara
$575 juta hingga $625 juta, 65 hingga 70 persen terkait dengan pembukaan toko baru
ditahun 2008 dan seterusnya, dan sekitar 7 hingga 8 persen terkait dengan remodeling
toko Wild Oats. Whole Foods mengambil pinjaman jangka panjang sebesar lebih dari
$700 juta dan melakukan negosiasi $250 juta line of credit dengan bank untuk
membiayai akuisisi Wild Oats dan pembukaan toko baru (fast-paced opening).
Salah satu kultur yang dimiliki oleh Whole Foods adalah luas toko yang berada antara
45,000 sampai 60,000 kaki persegi. Selain itu, sudah menjadi kebiasaan Whole Foods
setiap tahun untuk tidak hanya membuka toko-toko baru, tetapi juga merelokasi
beberapa tokonya yang lebih kecil ke tempat-tempat yang lebih besar dengan visibilitas
dan fasilitas parkir yang lebih baik dapat dilihat bahwa pada tahun 1991, jumlah toko
yang dimiliki Whole Foods hanya 10, namun 10 tahun kemudian yaitu tahun 2001,
jumlah toko Whole Foods telah meningkat pesat menjadi 126 toko. Data terakhir pada
tahun 2007, Whole Foods memiliki 276 toko di Amerika Serikat.
Salah satu strategi yang diambil oleh Whole Foods adalah dengan membuka
toko didaerah kelas atas dari pusat perkotaan sebuah kota metropolitan, salah satunya
yaitu didaerah perumahan real estate. Mayoritas toko berada dilokasi-lokasi dengan lalu
lintas perbelanjaan yang tinggi. Whole Foods bahkan mengembangkan sebuah model
untuk menganalisa pasar yang potensial berdasarkan tingkat pendidikan, kepadatan
penduduk dan tingkat pendapatan. Konsultan Whole Foods nantinya akan melakukan
studi secara komprehensif atas lokasi yang dipilih dan mengembangkan proyeksi
pendapatan untuk beberapa tahun mendatang.

Strategi pemasaran: menerima kritik dan saran konsumen dan mengandalkan metode
word-of-mouth sehingga para konsumen dapat menjadi advokat untuk WholeFoods
• Mengedepankan customer service dan menjamin pengalaman yang
mengesankan bagi para pelanggan tiap mereka berbelanja.
• Para karyawan didorong untuk mengadopsi gaya hidup yang sehat sehingga
bisa memberikan konsultasi kepada para konsumen
Konsep strategi merchandising yang dimiliki Whole Foods adalah untuk menciptakan
suatu atmosfir toko yang mengundang dan interaktif yang dapat mengubah proses
perbelanjaan untuk makanan menjadi suatu pengalaman yangmenyenangkan dan
mengesankan. Whole Foods ingin konsumen memandang tokonya menjadi “tempat
ketiga” (selain rumah dan kantor) dimana mereka bisa berkumpul, belajar dan
berinteraksi dan diwaktu yang bersamaan menikmati pengalaman berbelanja dan
makan yang menarik.
Mayoritas toko memiliki koki yang memasak didapur yang terbuka, pos-pos
makanan siap saji, departemen “Whole Body” yang terdiri dari item-item perawatan
pribadi dan kosmetik natural, salad bar, area makan, bagian makanan gourmet dari
seluruh dunia, kartu-kartu resep diakhir lorong, dan bahkan beberapa toko menawarkan
valet parking, home delivery dan fasilitas pijat. Salah satu contoh adalah toko di Austin
yang menjadi tujuan wisata Texas. Toko ini memiliki tata letak dengan village-style,
enam restoran mini, sebuah juice bar, sederet anggur pilihan, sebuah Candy Island
dengan lollipop dan popcorn balls yang handmade dan on-the-spot cooking.
Whole Foods mendapatkan nilai yang sangat tinggi dari ahli merchandising dan
para konsumennya. Manajemen terus-menerus bereksperimen dengan konsep
merchandising yang baru untuk menjaga tiap toko fresh dan menarik untuk para
konsumen. Mereka mencoba mengambil ide terbaik dari tiap toko dan menerapkannya
pada seluruh toko lain. Keterampilan merchandising Whole Foods dikatakan sebagai
faktor utama keberhasilan Whole Foods dalam memikat konsumen kembali dari waktu
ke waktu. Salah satu tindakannya adalah memasang papan customer comment dan
adanya “Take Action” centers untuk para konsumen yang membutuhkan informasi
seputar topik tertentu.
Menekan harga dengan memusatkan divisi pembelian.
• Tanggung jawab untuk melakukan pembelian tersebut berada di tingkat nasional
dan regional untuk menempatkan perusahaan pada posisi yang baik untuk
melakukan negosiasi mengenai potongan harga (diskon) dengan vendor dan
distributor besar.
Mendukung kemajuan produsen local
• Menjalankan program Local Producer Loan, yaitu pemberian pinjaman kepada
produsen lokal berskala kecil dengan bunga pinjaman yang rendah.

Pada tahun 2007, Whole Foods membuat program pinjaman untuk para produsen lokal,
Local Producers Loan Program, yang memberikan bunga pinjaman yang rendah untuk
produsen makanan skala kecil dan yang sedang berkembang.
Buyer Whole Foods membeli sebagian besar barang yang dijual ditoko-toko Whole
Foods dari pemasok dan vendor lokal, regional, dan nasional. Tanggung jawab untuk
melakukan pembelian tersebut berada di tingkat nasional dan regional untuk
menempatkan perusahaan pada posisi yang baik untuk melakukan negosiasi mengenai
potongan harga (diskon) dengan vendor dan distributor besar. Whole Foods Market
merupakan account terbesar bagi banyak pemasok makanan alami dan organik. United
Natural Foods merupakan pemasok terbesar Whole Foods, sekitar 24 persen dari total
belanja Whole Foods berasal dari pembelian dari United Natural Foods pada tahun
fiskal 2007; United merupakan pemasok terbesar Whole Foods dalam pembelian dry
grocery dan frozen food. Manajer toko dan manajer regional memiliki discretionary
authority untuk memasok dari petani organik lokal dan para pemasok yang memenuhi
standar kualitas perusahaan. Pada tahun 2007 hingga 2008, buyer Whole Foods mulai
menekankan untuk membeli secara langsung dari produsen dan pabrikan.
Whole Foods memiliki dua pusat pengadaan produk yang memfasilitasi
pembelian dan pendistribusian mayoritas produk yang dijual oleh Whole Foods. Namun,
jika memungkinkan, pegawai toko lokal memasok produk dari petani organik lokal
sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk mempromosikan dan mendukung
pertanian organik. Dua anak perusahaan, Pigeon Cove yang mengolah makanan laut
yang berlokasi di Massachusetts, dan Select Fish yang juga mengolah makanan laut
dan berlokasi di West Coast, menyediakan sebagian dari permintaan makanan laut dari
Whole Foods. Fasilitas pendistribusian makanan laut tingkat regional belum lama ini
didirikan di Atlanta.
Whole Foods menjalankan sembilan pusat distribusi regional untuk memasok
toko-toko milik Whole Foods. Sembilan bake house regional dan lima commissary
kitchen memasok toko-toko di regionalnya dengan berbagai makanan jadi. Sebuah
pusat operasi pembuatan kopi memasok toko-toko Whole Foods dengan kopi merek
Allegro miliki Whole Foods.