You are on page 1of 7

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

ACARA I
“PENGAMATAN FASE MITOSIS”

NAMA : FLORIANA JIJIANA JAWA TOBIN


NIM : 1506050089

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2017
I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sel merupakan unit terkecil makhluk hidup. Di dalam sel telah ditemukan seluruh ciri
kehidupan, salah satunya adalah ciri reproduksi atau perkembangbiakan. Sel mampu
memperbanyak diri dengan cara membelah diri. Pembelahan sel meurpakan proses yang
berkaitan dengan pertumbuhan, perkembangan, perbaikan sel yang rusak dan
perkembangbiakan (Falahudin, 2014).
Daur sel adalah urutan lengkap proses yang terjadi di dalam sel sehingga sebuah sel
akan memproduksi dirinya sendiri. Pada organisme uniseluler, reproduksi sel akan
membentuk keturunan yang serupa dengan sel induknya. Pada organisme multiseluler,
reproduksi sel akan menyediakan bahan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan
perbaikan. Dalam reproduksi sel bahan gen (ADN) di dalam sel akan terbagi secara adil
(Nugroho, 2004).
Pada organisme prokariotik seperti bakteri, reproduksi sel terjadi secara fusi binary
(pembelahan biner) dengan urutan pertama akan dibentuk dua duplikat dari molekul
ADN sirkuler, kemudian ADN tersebut akan menempel pada membran plasma.
Pertumbuhan membran plasma akan memisahkan dua kromosom duplikat. Tahap
berikutnya sel akan mencapai volume dua kali sel semula, membran akan melekuk di
antara kromosom, dan dinding sel akan terbentuk sehingga dihasilkan dua sel anakan
(Nugroho, 2004).
Pada organisme eukariotik ada beberapa macam pembelahan yang dikenal, yaitu
pembelahan secara mitosis dan pembelahan sel meiosis. Pembelahan sel secara mitosis
dapat diamati pada titik tumbuh akar bawang merah dengan menggunakan pewarnaan
yang sesuai dengan zatnya untuk diamati kromosom -komosom yang sedang membelah.
Pembelahan sel meiosis dapat diamati pada waktu proses pembentukkan sel kelamin
(Falahudin, 2014).
Pembelahan mitosis terjadi empat tahapan yaitu profase, metafase, anafase dan
telofase. Masing-masing tahapan mempunyai ciri-ciri yang berbeda. Untuk mengamati
tiap tahapan mitosis maka diadakan praktikum ini dengan menggunakan mikroskop,
preparat pembelahan mitosis profase, preparat pembelahan mitosis metafase, preparat
pembelahan mitosis anafase dan preparat pembelahan mitosis telofase.
Proses pembelahan mitosis terjadi pada semua sel tubuh organisme multiseluler,
kecuali pada jaringan yang menghasilkan sel gamet. Proses pembelahan satu sel zigot
menjadi sel tubuh yang banyak jumlahnya terjadi secara mitosis. Pada tumbuhan, mitosis
terjadi pada titik-titik tumbuh, misalnya ujung batang, ujung akar, dan kambium.
Mitosis adalah salah satu contoh dari pembelahan secara tak langsung. Pembelahan
sel secara tak langsung adalah pembelahan sel melalui tahapan-tahapan tertentu.
Tahapan-tahapan pembelahan itu ditandai dengan penampakan yang berbeda-beda dari
kromosom yang dikandungnya. Pada waktu sel sedang membelah diri, terjadi proses
pembagian kromosom di dalamnya. Tingkah laku kromosom selama sel membelah
dibedakan menjadi fase-fase pembelahan sel.
Mitosis adalah peristiwa yang terjadi di dalam sel, yang merupakan bagian yang
sangat kecil penyusun makhluk hidup. Mitosois terjadi di dalam sel yang letaknya jauh di
dalam tubuh makhluk hidup. Waktu terjadinya mitosis juga tidak bisa ditentukan dengan
tepat. Oleh karena hal-hal tersebut, peristiwa mitosis dalam sel makhluk hidup menjadi
sulit untuk diamati secara langsung. Gambaran tentang tahapan-tahapan mitosispun
selama ini hanya dapat kita ketahui melalui ilustrasi dan gambar dari referensi. Jarang ada
buku yang memuat foto asli dari pengamatan lewat mikroskop. Karena hal itulah,
praktikum ini dilakukan untuk mengamati secara langsung tahapan-tahapan mitosis yang
Nampak, khususnya pada ujung akar Allium cepa di bawah mikroskop.

2. Tujuan
Mengamati fase mitosis pada maristem apikal akar bawang

II. BAHAN DAN ALAT

Bahan : Ujung akar bawang (Allium sp..), larutan carnoy (campuran alkohol absolut dengan
asam asetat glasial sebesar 3:1), larutan HCl 1 M, larutan pewarna acetocarmine 0,5% (0,5 g
carmine dilarutkan dalam 45% asam asetat glacial). Asam glasial 45% dibuat dengan
penambahan 55 mL aquadest ke dalam 45 mL asam asetat glacial. Alat: Mikroskop binokular,
gelas penutup, gelas objek, tusuk gigi, silet, dan Bunsen.

III. PROSEDUR KERJA

1. Fiksasi
a. Umbi Allium sp. ditumbuhkan dalam media air selama 4–5 hari.
b. Akar yang muncul dipotong ujungnya sepanjang + 3 mm.
c. Pemotongan ujung akar dilakukan pada pagi hari (pukul 09.00–10.00) saat sel
sedang giat membelah.
d. Potongan ujung akar (1 mm) dimasukkan ke dalam larutan fiksatif Carnoy
selama 15–20 menit atau diberi 2 tetes larutan HCl 1M dan diamkan selama 3-4
menit

2. Pengecetan kromosom
a. Potongan ujung akar yang telah difiksasi diempatkan pada gelas objek dan
dikeringkan dikeringkan dengan kertas tissue
b. Ujung akar pada gelas objek ditetesi larutan acetocarmine 0,5% sebanyak 1-2 tetes
dan dipanaskan di atas api bunsen (jangan sampai mendidih karena dapat merusak
kromosom)
c. kemudian potongan ujung akar tersebut ditetesi dengan aquades dan dikeringkan
d. ujung akar ditutupi dengan gelas penutup kemudian ditekan dengan ibu jari secara
perlahan-lahan atau dengan menggunakan ujung pensil (squash method) sehingga
terlihat satu lapisan sel

3. Pengamatan
a. Preparat diamati di bawah mikroskop diawali dengan perbesaran lemah sampai
perbesaran kuat
b. Amati semua fase pembelahan mulai bagian ujung (fase awal) sampai di bagian
pangkal untuk mengamati fase berikutnya dari pembelahan sel
c. Amati juga bentuk dan jumlah kromosomnya

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Hasil Pengamatan

Bawang merah (Allium cepa) Bawang putih (Allium sativum)

2. Pembahasan
Dari hasil pengamatan diatas dapat dibahas :
Praktikum ini mengamati proses mitosis pada tumbuhan bawang merah dan bawang
putih. Pembelahan mitosis merupakan proses yang menghasilkan dua sel anak yang identik.
Pada pembelahan mitosis ini mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui
pembelahan inti secara berturut-turut, jumlah kromosom ini tetap pada setiap spesies,
kromosom antara jenis tanaman berbeda antara yang satu dan yang lainya.baik dari
bentuk,jumlah dan panjangnya. pada sel akar bawang merah dan akar bawang putih sendiri
yang terbentuk berisi 16 kromosom. Mitosis sendiri hanya terjadi pada bagian makhluk hidup
yang masih tumbuh,yaitu pada jaringan embrional, pada tumbuhan mitosis terjadi pada ujung
akar, ujung batang dan lingkaran kambium.
Peralatan yang paling penting dipakai adalah mikroskop yang digunakan untuk
mengamati ujung akar bawang (Allium cepa) yang sudah dipotong, sedangkan bahan yang
digunakan dalam praktikum kali ini yaitu ujung akar bawang merah dan akar bawang putih,
HCl 1 N yang digunakan untuk melunakkan akar bawang merah tersebut, Pemberian HCl ini
dapat memperjelas batas tudung akar dengan sel-sel diatasnya, tudung akar akan terlihat
lebih putih dibandingkan bagian lain dari akar bawang merah (Allium cepa), serta terlihat
runcing, pemberian HCl ini juga dapat melunakkan dinding sel sehingga memudahkan dalam
memotong. akar Bawang yang dibawa di praktikum ini terlihat sudah tumbuh akar yang
cukup panjang. Pemotongan ujung akar bawang seharusnya dilakukan sebelum praktikum
dimulai, namun hal ini tidak dilakukan. Pemotongan ujung akar bawang merah baru
dilakukan ketika jam praktikum yang selanjutnya di Dengan dipotongnya akar bawang pada
jam praktikum tersebut diharapkan potongan akar yang mengandung banyak sel-sel yang
sedang melakukan aktivitas mitosis.
Selama pembelahan mitosis, sel akan tumbuh menduplikasi genomnya, memisahkan
kromosom yang telah berduplikasi ke kutub-kutub sel yang berlawanan dan membagi
sitoplasma sehingga terbentuklah sel anakan .Mitosis terjadi dalam 5 fase yaitu interfase,
profase, metefase, anafase, dan telofase. lama waktu yang digunakan untuk menyelesaikan
fase-fase tersebut sangat beragam tergantung pada tipe sel, spesies dan suhu.
Dari hasil pengamatan yang sudah dilakukan dapat dilihat bahwa Dalam praktikum
mitosis kali ini belum di peroleh hasil pengamatan yang maksimal dikarenakan ujung akar
bawang yang akan di amati belu di fiksasi pada dini hari dan pemotongannya dilakuhkan
pada saat akan praktikum (pukul 9-10 pagi). Sehingga kesalahan prosedural di atas
mengakibatkan mitosis pada ujung akar bawang kurang maksimal. dan juga, mikroskop yang
di gunakan kotor sehingga hasil pengamatanya jelek atau tidak dapat terlihat dengan jelas
tahap-tahap pembelahan. dan hanya dapat dilihat bentuk penampang melintang dari akar
bawang merah dan akar bawang putih.
V. KESIMPULAN
Tahap atau fase pembelahan mitosis ada 5 yaitu interfase, profase, metafase, anafase, dan
telofase.dan dari hasil pengamatan tidak terlihat fase mitosis pada meristem apical akar
bawang, karena terjadi kesalahan dalam proses pembuatannya.
DAFTAR PUSTAKA

Andersoon. 2014. Cell Division and the cell cycle. University of Albert : America. (on-line).
http:///Biologic Sel. Excellence on meiosis. Histo.story. Akses tanggal 10 juni 2017
pukul 15.00 WIB.
Bawa, Wayan. 1988. Dasar-Dasar Biologi Sel. Jakarta : Depdikbud.
Campbell, Neil A. 1999. Biologi jilid 1 edisi kelima. Erlangga: Jakarta.
Crowder, L.V. 1988. Genetika Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Elrod, Susan. 2007. Teori Dan Soal-Sol Gentika Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga.
Goodenough, A. 1984. Probabilitas Variabel Random dan Proses Statist. Yogyakarta :Gadjah
Mada Unversity Press.
John W,Kimball. 1998. Biologi Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Kimball J.W. 1998. Biologi. Erlangga: Jakarta.
Nasir, Muhammad dkk. 1993. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Yogyakarta: Depdikbud.