SURVEY MINAT SISWA SLTP NEGERI DAN SWASTA KECAMATAN BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES TERHADAP EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI

TAHUN AJARAN 2004/2005

SKRIPSI Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh: Nama NIM Jurusan : HARNANTO : 6124982169 : Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas : Ilmu Keolahragaan

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

SARI
Harnanto.2006. “Survei Minat Siswa SLTP Negeri dan Swasta Kecamatan Bantarkawang Kabupaten Brebes terhadap ekstrakulikuler Bola Voli Tahun Pelajaran 2004/2005. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat siswa SLTP Negeri dan swasta Kecamatan Bantarkawang Kabupaten Brebes terhadap ekstrakulikuler bola voli tahun pelajaran 2004/2005 meliputi beberapa aspek (1) Untuk pengembangan dan keterampilan permainan bola voli. (2) Untuk pencapaian kebugaran (3) Mencari teman. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SLTP Negeri dan Swasta kecamatan Bantarkawang Kabupaten Brebes tahun 2004/2005 yang berjumlah 2935 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik purposive sampel sebanyak 281 siswa dan diambil 4 sekolah SLTP Kecamatan Bantarkawang Kabupaten Brebers tahun 2004/2005. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Data yang diperoleh diolah dengan dianalisis statistik teknik prosentase atau disebut prosentages correction. Dari hasil analisis bahwa minat terhadap ekstrakulkuler bola voli mencapai 46,62 %. Aspek untuk pengembangan dan ketrampilan permainan bola voli 55,87 %, sedangkan aspek untuk mencari teman 35,89 % aspek kebugaran sebesar 71,89 % jadi dapat disimpulkan bahwa minat siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawang terhadap ekstrakulikuler bola voli dalam kategori sedang. Bertolak dari hasil penelitian, maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: 1) perlu adanya pemasalan yang rutin untuk memilih bibit-bibit yang memiliki bakat untuk nantinya dibina agar menjadi atlet bola voli yang berprestasi tinggi baik ditingkat wilayah, nasional ataupun Internasional, 2) untuk guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan agar lebih memotivasi siswanya untuk giat berlatih dalam mengikuti ekstrakurikuler, agar nantinya tidak hanya untuk mencari teman atau untuk kebugaran saja tetapi lebih termotivasi karena ingin berprestasi, 3) untuk para guru SLTP hendaknya mampu menyampaikan materi dengan metode-metode yang menarik dan mudah diterima agar siswa tidak merasa kesulitan dalam menerima materi sehingga siswa tidak merasa bosan selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli.

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan sidang panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang pada : Hari : Selasa Tanggal : 28 Pebruari 2006

Ketua

Sekretaris

Drs. Sutardji, MS NIP. 130523506

Drs. Sulaiman, M.Pd NIP. 131813670

Dewan Penguji :

1. Drs. Sulaiman, M.Pd (Ketua) NIP : 131813670

2. DR. Tandiyo Rahayu, M.Pd (Anggota) NIP : 131404316

3. Drs. Hermawan Pamot R, M.Pd (Anggota) NIP : 131961216

iii

SARI
Harnanto.2006. “Survei Minat Siswa SLTP Negeri dan Swasta Kecamatan Bantarkawang Kabupaten Brebes terhadap ekstrakulikuler Bola Voli Tahun Pelajaran 2004/2005. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat siswa SLTP Negeri dan swasta Kecamatan Bantarkawang Kabupaten Brebes terhadap ekstrakulikuler bola voli tahun pelajaran 2004/2005 meliputi beberapa aspek (1) Untuk pengembangan dan keterampilan permainan bola voli. (2) Untuk pencapaian kebugaran (3) Mencari teman. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SLTP Negeri dan Swasta kecamatan Bantarkawang Kabupaten Brebes tahun 2004/2005 yang berjumlah 2935 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik purposive sampel sebanyak 281 siswa dan diambil 4 sekolah SLTP Kecamatan Bantarkawang Kabupaten Brebers tahun 2004/2005. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Data yang diperoleh diolah dengan dianalisis statistik teknik prosentase atau disebut prosentages correction. Dari hasil analisis bahwa minat terhadap ekstrakulkuler bola voli mencapai 46,62 %. Aspek untuk pengembangan dan ketrampilan permainan bola voli 55,87 %, sedangkan aspek untuk mencari teman 35,89 % aspek kebugaran sebesar 71,89 % jadi dapat disimpulkan bahwa minat siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawang terhadap ekstrakulikuler bola voli dalam kategori sedang. Bertolak dari hasil penelitian, maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: 1) perlu adanya pemasalan yang rutin untuk memilih bibit-bibit yang memiliki bakat untuk nantinya dibina agar menjadi atlet bola voli yang berprestasi tinggi baik ditingkat wilayah, nasional ataupun Internasional, 2) untuk guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan agar lebih memotivasi siswanya untuk giat berlatih dalam mengikuti ekstrakurikuler, agar nantinya tidak hanya untuk mencari teman atau untuk kebugaran saja tetapi lebih termotivasi karena ingin berprestasi, 3) untuk para guru SLTP hendaknya mampu menyampaikan materi dengan metode-metode yang menarik dan mudah diterima agar siswa tidak merasa kesulitan dalam menerima materi sehingga siswa tidak merasa bosan selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli.

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO Menurut sastrawan Romawi Vergilius “Labor Omniavin Cit Impobus”, yang artinya kerja penuh ketekunan pasti dapat mengalahkan segala rintangan (Engkos Kosasih). Kerja keras adalah kumpulan dari hal-hal yang telah kau kerjakan saat seharusnya kau kerjakan (John Maxwell).

PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan sebagai

ungkapan rasa terimakasih kepada : 1. Bapak dan Ibuku atas doa dan kasih sayangnya yang selalu mengalir. 2. Buat Kakak dan teteh yang selalu menyayangi aku. 3. Temen-temen mendukungku yang selalu

v

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat dan HidayahNya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Keberhasilan dalam penyelesaian skripsi ini juga atas bantuan dari berbagai pihak, dengan rasa rendah hati saya sampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada : 1. Pembimbing I Ibu Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd dan Pembimbing II Bapak Drs. Hermawan Pamot Raharjo, M.Pd atas petunjuk dan bimbingan dalam penyelesaian skripsi ini. 2. Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. 3. Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Negeri Semarang. 4. Kepala Depdiknas Kecamatan Bantarkawung, atas ijin penelitian. 5. Kepala sekolah SLTP/MTs Kecamatan Bantarkawung yang telah memberi kemudahan dalam penelitian ini. 6. Teman-temanku dan berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga segala amal baik dari semua pihak, mendapat imbalan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Akhirnya penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, diharapkan adanya saran kritik dari semua pihak dan bermanfaat bagi pembaca. Semarang, September 2005

Penulis

vi

DAFTAR ISI
JUDUL ............................................................................................................ SARI ................................................................................................................ HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................................. KATA PENGANTAR .................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................... DAFTAR TABEL ........................................................................................... DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 3.1 Latar Belakang .............................................................................. 3.2 Permasalahan ................................................................................ 3.3 Penegasan Istilah ......................................................................... 3.4 Tujuan Penelitian .......................................................................... BAB II LANDASAN TEORI ......................................................................... 2.1 Pengertian Minat ........................................................................... 2.2 Prestasi Bola Voli ......................................................................... 2.3 Fungsi Motivasi ............................................................................ 2.4 Minat Dalam Melakukan Olah Raga Bola Voli ........................... 2.5 Tinjauan Tentang Ekstrakurikuler Bola Voli ............................... BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................ 3.1 Populasi ........................................................................................ 3.2 Sampel .......................................................................................... 3.3 Cara Pemilihan Sampel ................................................................ 3.4 Variabel ........................................................................................ 3.5 Pengumpulan Data ........................................................................ 3.6 Analisis Data ................................................................................. 3.7 Langkah Penelitian ....................................................................... i ii iii iv v vi viii ix x 1 1 4 4 6 7 7 11 14 14 15 18 18 19 20 21 21 24 26

vii

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................ 4.1 Hasil Penelitian ............................................................................. 4.2 Pembahasan .................................................................................. BAB V SIMPULAN DAN SARAN ............................................................... 5.1 Simpulan ....................................................................................... 5.2 Saran ............................................................................................. DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN...............................................................................

33 33 39 42 42 42 43 44

viii

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1. Akativitas Prestasi Belajar SLTP Kecamatan Bantarkawung Cabang Bola Voli................................................................................................... 2. Daftar SLTP di Kecamatan Bantarkawung Tahun Pelajaran 2004/2005 ..... 3. Kisi-kisi Kuisioner Minat Siswa SLTP dan MTs Kecamatan 23 26 30 34 35 36 38 3 19

Bantarkawung Kabupaten Brebes terhadap Ekstrakurikuler Bola Voli ... 4. Penentuan Kriteria Minat........................................................................... 5. Rekapitulasi Hail Uji Coba Angket Penelitian .......................................... 6. Skoring Minat terhadap Ekstrakurikuler Bola Voli ................................... 7. Skoring Minat untuk Pengembangan dan Ketrampilan Bola Voli ............ 8. Skoring Minat untuk Pencapaian Kebugaran ........................................... 9. Aspek Mencari Teman...............................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman 34

1. Minat Terhadap Kegiatan Ekstrakurikuler Bola Voli .............................. 2. Pengembangan Ketrampilan dalam Ekstrakurikuler Bola Voli pada SLTP di Kecamatan Bantarkawung ..................................................................... 3. Pencapaian Kebugaran saat Melakukan Ekstrakurikuler Bola Voli .......... 4. Minat Mencari Teman dalam Ekstrakurikuler Bola Voli pada SLTP di Kecamatan Bantarkawung .........................................................................

35 37

38

x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman 44 50 61 73 86 92 93 94 98 99 100

1. Angket Penelitian .................................................................................... 2. Aspek Minat untuk Pengembangan dan Ketrampilan ............................... 3. Aspek Minat Pencapaian Kebugaran ......................................................... 4. Aspek Minat Mencari Teman .................................................................... 5. Analisis Deskriptif Prosentase Proses........................................................ 6. SK Pembimbing ....................................................................................

7. Surat Ijin Penelitain ................................................................................... 8. Surat Keterangan Sekolah.......................................................................... 9. Surat Keterangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. ............................. 10. Surat Keterangan Badan Perencanaan Pembagunan Daerah. .................... 11. Surat Keterangan Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat...

xi

40 46 52 58 64 70 76 82 88 94 100 40 46 52 58 64 70 76 82 88 94 100

41 47 53 59 65 71 77 83 89 95 101 41 47 53 59 65 71 77 83 89 95 101

42 48 54 60 66 72 78 84 90 96 102 42 48 54 60 66 72 78 84 90 96 102

43 49 55 61 67 73 79 85 91 97 103 43 49 55 61 67 73 79 85 91 97 103

44 50 56 62 68 74 80 86 92 98 104 44 50 56 62 68 74 80 86 92 98 104

45 51 57 63 69 75 81 87 93 99 105 45 51 57 63 69 75 81 87 93 99 105

xii

xiii

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah Permainan bola voli sudah berkembang menjadi cabang olahraga yang

sangat digemari dan menurut para ahli saat ini bola voli tercatat sebagai olahraga yang menempati urutan ke dua yang paling digemari didunia. Permainan bola voli ini dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, dari anak-anak sampai orang tua, laki-laki maupun perempuan, masyarakat kota sampai pada masyarakat desa. Pada awalnya ide dasar permainan bola voli adalah memasukan bola ke daerah lawan melewati suatu rintangan berupa tali atau net dan berusaha memenangkan permainan dengan mematikan bola di daerah lawan. Memvoli artinya memainkan atau memantulkan bola sebelum bola jatuh atau bola sebelum menyentuh lantai. Sebagai aturan dasar, boleh dipantulkan dengan bagian badan, pinggang ke atas. Pada dasarnya permainan bola voli ini adalah permainan tim atau regu, meskipun sekarang sudah mulai dikembangkan permainan bola voli dua lawan dua dan satu lawan satu yang lebih mengarah kepada tujuan rekreasi seperti voli pantai yang mulai berkembang akhir-akhir ini. Aturan dasar lainnya, bola boleh dimainkan atau dipantulkan dengan temannya secara bergantian tiga kali berturut-turut sebelum disebrangkan ke daerah lawan. Tujuan bermain yang berawal dari tujuan yang bersifat rekreatif untuk mengisi waktu luang atau sebagai selingan setelah lelah bekerja, kemudian berkembang ke arah tujuan-tujuan yang lain seperti tujuan mencapai prestasi yang

1

2

tinggi, meningkatkan prestise diri, mengharumkan nama daerah bangsa dan negara. Selain tujuan-tujuan tersebut banyak orang berolahraga khususnya bermain voli untuk memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani atau kesehatan. Salah satu modal dasar untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam satu cabang olahraga adalah memiliki bibit yang berbakat sesuai dengan tuntutan dan spesifikasi masing-masing cabang olahraga itu. Di negara-negara yang sudah maju dalam olahraga, latihan-latihan untuk menuju prestasi yang tinggi sudah dilakukan sedini mungkin, sejak anak berumur muda sudah mengikuti programprogram yang teratur dan meningkat secara bertahap dalam jangka panjang. Dari data atlet tingkat dunia dalam berbagai cabang olahraga, mereka memerlukan latihan yang teratur berkisar antara 8 – 12 tahun baru dapat mencapai prestasi puncak. Oleh sebab itu untuk berprestasi dalam cabang olahraga bola voli, mutlak harus dimulai sejak umur muda. Selain yang telah disebutkan di atas minat individu adalah faktor yang sangat penting dalam pencapaian prestasi yang optimal, karena apabila individu tersebut tidak ada minat untuk menekuni salah satu cabang olahraga dalam hal ini adalah bola voli, maka hasilnya tidak akan maksimal karena ada rasa keterpaksaan untuk menggeluti cabang olahraga tersebut. Untuk itu minat seseorang untuk berkeinginan menekuni cabang olahraga agar menjadi atlet yang berpresati haruslah minat yang dating dari individu tersebut tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

3

Di Kecamatan Bantarkawung bola voli merupakan olahraga yang paling memasyarakat dan populer dari olahraga yang lainnya. Apalagi di SLTP di Kecamatan Bantarkawung ekstrakurikuler yang berjalan dan diekstrakan paling banyak adalah ekstrakurikuler bola voli., karena hampir semua SLTP di Kecamatan Bantarkawung memliki lapangan bola voli, sehingga sekolah di Kecamatan Bantarkawung secara keseluruhan menyelenggarakan ekstrakurikuler bola voli. Tabel 1. Aktivitas/Prestasi Pelajar SLTP Kecamatan Bantarkawung Cabang Bola Voli

Tahun 2001 2002 2003 2004 2005

Kegiatan Tingkat Karasidenan Tingkat Kabupaten Tingkat Kabupaten Tingkat Karasidenan POPDA

Keterangan Juara II Juara II Juara I Juara I -

Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka alasan pemilihan judul penelitian ini adalah : 1) Permainan bola voli adalah olahraga yang sangat digemari dan menempati urutan ke dua yang paling digemari di Kecamatan Bantarkawung. 2) Olahraga bola voli selain utuk rekreasi, juga untuk prestasi tinggi, prestise diri, dan dapat mengharumkan nama daerah, bangsa dan negara. 3) Untuk mencapai prestasi yang tinggi harus memiliki bibit yang berbakat dan latihan dari mulai umur muda atau sedini mungkin.

4

4) Bakat tanpa minat tidak akan menghasilkan atlet yang dapat berprestai tinggi.

1.2

Permasalahan Suatu penelitian tidak terlepas dari permasalahan, sehingga perlu kiranya

masalah tersebut diteliti, dianalisis dan dipecahkan. Setelah diketahui dan dipahami latar belakang masalahnya, maka permasalahan yang diajukan adalah : Bagaimana minat siswa SLTP negeri dan swasta di Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes terhadap ekstrakurikuler bola voli, yang meliputi aspek :

(1) minat untuk pengembangan dan keterampilan permainan bola voli; (2) minat untuk pencapaian kebugaran; (3) minat untuk mencari teman.

1.3

Penegasan Istilah Agar didapatkan gambaran yang jelas dan terarah pada tujuan penelitian,

ada beberapa istilah yang perlu ditegaskan, yaitu sebagai berikut : 1.3.1 Minat Istilah minat dalam kamus besar Indonesia diartikan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan. Minat adalah kecenderungan seseorang untuk memilih melakukan suatu kegiatan tertentu diantara sejumlah kegiatan lain yang berbeda (Sapariah dkk, 1982: 10). Minat merupakan kecenderungan afektif seseorang untuk membuat pilihan aktivitas, kondisi-kondisi individual dapat merubah minat seseorang.

5

Sehingga dapat dikatakan minat itu tidak stabil sifatnya (Muhaimin, 1994: 4) dan minat adalah kecenderungan seseorang untuk memilih dan melakukan suatu kegiatan tertentu diantara sejumlah kegiatan lain yang tersedia (Whiterington, 1991: 135). Sesuai dengan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa minat adalah fungsi kejiwaan atau sambutan yang sadar untuk tertarik terhadap suatu obyek baik berupa benda atau yang lain. Selain itu minat dapat timbul karena ada gaya tarik dari luar dan juga datang dari hati sanubari. Minat yang besar terhadap suatu hal merupakan modal yang besar untuk mencapai tujuan yang diminati dalam hal ini olahraga terutama bola voli. 1.3.2 Siswa SLTP Siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebes yang khususnya dari ke empat sekolah adalah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola voli. Siswa di SLTP yang ada di Kecamatan Bantarkawung sangat antusias dalam mengikuti ekstrakurikuler bola voli, ini terbukti dengan jumlah peserta tiap sekolah yang lumayan banyak. 1.3.3 Ekstrakurikuler Bola Voli Keterbatasan jam pelajaran di sekolah untuk pendidikan jasmani dan olahraga, maka perlu adanya ekstrakurikuler untuk mencetak atlet olahraga yang berprestasi. Melihat kenyataan, bahwa usia sekolah adalah masa yang paling banyak anak melakukan gerak, termasuk bermain. Oleh karena itu harus diperhatikan, agar gerak bermain itu sedapat mungkin diarahkan untuk pembinaan bakat dan minatnya (Kosasih, 1993:5).

6

Beberapa ahli mengemukakan pendapat bahwa seorang anak usia sekolah dapat dibina prestasi olahraganya untuk prestasi optimal. Heinz Fallak telah membuat suatu daftar terinci mengenai usia dan perbedaan dalam tahap-tahap latihan, untuk proses latihan yang berlangsung beberapa tahun, bagi olahragawan anak usia sekolah. Prof. Macek telah membuat suatu daftar pada umur seberapa sebaiknya anak usia sekolah mulai berlatih dalam cabang-cabang olahraga tertentu. Tentunya yang dimaksud oleh Prof. Macek adalah latihan yang dimulai dengan intensif di luar kegiatan sekolah yaitu ekstrakurikuler. Lain halnya dengan para guru pendidikan jasmani dan olahraga yang memberikan pelajaran di sekolah yang tentunya sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan (Kosasih, 1993:6).

1.4 Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa SLTP negeri dan swasta di Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2004/2005 terhadap ekstrakurikuler permainan bola voli.

7

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Minat Minat adalah kecenderungan seseorang untuk memilih melakukan suatu kegiatan tertentu diantara sejumlah kegiatan lain yang berbeda (Sapariah dkk, 1982: 10). Minat dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu gairah, keinginan. (W.J.S. Purwadarminta, 1976:225). Minat merupakan kecenderungan afektif seseorang untuk membuat pilihan aktivitas, kondisi-kondisi individual dapat merubah minat seseorang. Sehingga dapat dikatakan minat itu tidak stabil sifatnya (Muhaimin, 1994: 4) dan minat adalah kecenderungan seseorang untuk memilih dan melakukan suatu kegiatan tertentu diantara sejumlah kegiatan lain yang tersedia (Whiterington, 1991: 135). Sesuai dengan pengertian diatas maka dapat kesimpulan bahwa minat adalah fungsi kejiwaan atau sambutan yang sadar untuk tertarik terhadap suatu obyek baik berupa benda atau yang lain. Selain itu minat dapat timbul karena ada gaya tarik dari luar dan juga datang dari hati sanubari. Minat yang besar terhadap suatu hal merupakan modal yang besar untuk mencapai tujuan yang diminati dalam hal ini olahraga terutama bola voli.

7

8

2.1.1 Ciri-ciri Minat Menurut pendapat dari Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (1998:156) ada beberapa ciri-ciri minat yang dapat didefinisikan, antara lain: (1) cara mengikuti aktivitas olahraga; (2) serius tidaknya dalam mengikuti aktifitas olahraga. Siswa yang berminat melakukan aktifitas olahraga seperti olahraga bola voli, sepak bola, bulu tangkis, bola basket dan olahraga lainnya tidak akan mengenal lelah dan dapat menikmati kegiatan tersebut, bahkan dengan sendirinya ia berlatih sendiri tanpa ada yang membimbing. Siswa yang berminat terhadap ektrakurikuler bola voli misalnya ia akan memiliki harapan atau cita-cita dari kegiatan tadi dalam konteks dengan cara melakukannya secara sungguh-sungguh dengan saling mendukung seperti: orang tua, teman, dan orang yang ada disekitarnya. Selain itu sarana dan prasaran sangatlah penting dalam mendukung minat tersebut. Dorongan yang ada pada diri individu, menggambarkan perlunya perlakuan yang luas, sehingga ciri-ciri terlihat lebih terinci dan jelas sesuai dengan faktor usia. Oleh karena itu ciri-ciri dan minat anak akan menjadi pedoman penyelenggara program aktifitas olahraga dan yang arahnya akan lebih dikategorikan kepada hasil latihan berupa: psikomotor, afektif, kognitif, dan domain yang lain. Dengan adanya penggunaan pedoman maka pandangan dan pengembangan program akan sesuai dengan ketepatan masa berlatih dalam melakukan aktifitas olahraga. Kemudian diharapkan akan muncul dalam pikiran, bahwa pada umumnya siswa memiliki ragam tentang pengertian sehat secara rohani dan sehat secara jasmani yang perlu diperhatikan.

9

2.1.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Totok Santoso dalam Muhaimin (1994: 10) mengemukakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat seorang anak antara lain: 2.1.2.1Motivasi dan cita-cita Kata motif diartikan sebagai daya upaya untuk mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat diartikan sebagai daya penggerak dalam diri dan dari subyek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu untuk pencapaian tujuan. Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya yang telah menjadi aktif. Motif akan menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama apabila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak. Menurut Jack H. Liewellyn dan A. Blucker (1989:53) ada dua macam motivasi, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, juga dalam bukunya dalam pendidikan macam-macam motivasi dibedakan menjadi dua macam yaitu: motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik (Suedah Siraj, dkk, 1996:14). Kedua motivasi di atas antara lain: 1) Motivasi Intrinsik Konsep motivasi intrinsik dikaitkan dengan tenaga seseorang yang disalurkan kearah pencapaian tujuan tertentu (Saidah Siraj dkk, 1996:15). Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi yang tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu dengan kata lain bahwa motivasi intrinsic adalah motivasi yang timbul dari dalam individu itu sendiri, individu bertingkah laku karena mendapat dorongan dari dalam individu itu sendiri

10

tanpa ada dorongan dari luar. Sehingga apabila anak bermain atau melakukan aktivitas olahraga itu didasari oleh keinginannya dan dari dalam diri sendiri (Basuki, 1997:13). 2) Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik dorongan yang berasal dari luar individu yang menjadi penyebab individu itu berprestasi (Basuki, 1997:14). Motivasi ekstrinsik berkaitan sekali dengan pendapat tentang pengukuhan. Pengukuhan adalah proses apabila stimulus pristiwa luar yang disebabkan oleh suatu respon yang akan menyebabkan respon itu meningkat (Saidah Siraj dkk, 1998:14). Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang menyebabkan individu bertingkah laku karena ada dorongan atau rangsangan dari luar individu tersebut. 2.1.2.2Keluarga Keluarga dalam hal ini berperan dalam pemberian dorongan kepada anak untuk melakukan olahraga, apabila dalam sebuah keluarga ada dukungan kepada anaknya dan memberi fasilitas untuk melakukan olahraga maka minat anak untuk melakukan olahraga akan semakin besar. Artinya anak tersebut akan sangat termotivasi dari keluarga tersebut. Apabila dari pihak keluarga tidak ada dukungan sama sekali terhadap aktivitas olahraga, maka anak tersebut semakin turun atau bahkan akan hilang minatnya untuk melakukan olahraga.

11

2.2

Prestasi Bola Voli Salah satu modal dasar untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam satu

cabang olahraga adalah memiliki bibit yang berbakat sesuai dengan tuntutan dan spesifikasi masing-masing cabang olahraga itu. Di negara-negara yang sudah maju dalam olahraga, latihan-latihan untuk menuju prestasi yang tinggi sudah dilakukan sedini mungkin, sejak anak berumur muda sudah mengikuti programprogram yang teratur dan meningkat secara bertahap dalam jangka panjang. 2.2.1 Pengertian bibit dalam permainan bola voli Yang dimaksud dengan bibit dalam permainan bola voli adalah anak yang masih muda, berumur sekitar 9 sampai dengan 13 tahun dan mempunyai potensi (bakat) yang tinggi untuk dikembangkan menjadi seorang pemain bola voli yang berprestasi (Yunus, 1992:11). 2.2.2 Syarat-syarat Bibit Pemain Bola Voli yang Baik 2.2.2.1 Syarat-syarat fisik 1) Kesehatan fisik yang baik, merupakan syarat utama agar seorang anak mampu menerima beban dalam latihan, alat-alat dalam (jantung, paru-paru dan lain-lainnya) tidak mengalami gangguan. 2) Tidak memiliki cacat fisik yang dapat mengganggu dalam proses peningkatan keterampilan. 3) Mempunyai potensi untuk tumbuh mencapai postur badan yang tinggi, sekurang-kurangnya 165 cm untuk putrid dan 180 untuk putra.

12

4) Memliliki

potensi

unsur-unsur

fisik

yang

tinggi

untuk

dikembangkan menjadi seorang pemain yang baik: kecepatan, power, stamina, koordinasi, kelentukan, kelincahan (Suharno, 1982:8). 5) Secara fisiologi memiliki serabut otot putih lebih banyak dari serabut otot merah. 2.2.2.2 Syarat-syarat non fisik 1) Memiliki sikap mental dan kepribadian yang baik antara lain: ketekunan, kerjasama, keberanian, semangat juang, kejujuran dan lain-lain. 2) Memiliki tingkat kecerdasan yang cukup, yang merupakan factor bawaan (bakat), dapat pula diukur dengan tes IQ., dan dapat dikembangkan melalui pendidikan pemberian gizi yang baik dan pengalaman. 3) Motivasi, menurut sudibyo (1988:23) “Motif adalah sumber penggerak dan pendorong yang bersifat dinamik dapat dipengaruhi, merupakan deterimanya sikap dan pendorong suatu tindakan terarah pada tujuan tertentu untuk mendapatkan kepuasan atau hal-hal yang tidak menyenagkan, baik doidasari atau tidak didasari dan ada hubungannya dengan aspek kognitif. 2.2.3 Mencari Bibit Pemain Bola Voli Untuk mendapatkan calon-calon pemain yang berbakat, harus diadakan tes potensi olahraga untuk mengetahui apakah seorang anak mempunyai bakat atau tidak adalam olahraga tertentu. Salah satu tes bakat olahraga khususnya

13

yang diterapkan oleh FPOK IKIP Yogyakarta” tahun 1989/1990. dan tahun 1991/1992 yang merupakan battery test. Salah satu battery test adalah untuk mengukur bakat bibit pemain bola voli yang terdiri dari tiga item test yaitu: (1) tes koordinasi; (2) tes loncat tegak; (3) tes lari 600 meter. Bagi anak yang sudah pernah mendapat pelajaran dan latihan permainan bola voli, terutama bagi anak yang sudah duduk di sekolah menengah pertama perlu ditambah tes keterampilan teknik dasar bola voli atau observasi melalui pertandingan-pertandingan. Tempat pencarian bibit terutama di SD, SMP dan club-club yang membina anak-anak dari tingkat pemula. Dalam mencari bibit perlu pula melihat latar belakang orang tua/keluarga, apakah anak berasal dari lingkungan keluarga yang menyenangi olahraga atau tidak, latar belakang sosial ekonomi yang juga merupakan faktor pendukung utama dalam usaha pencapaian prestasi. 2.2.4 Penentuan minat Dalam penentuan minat ada beberapa macam, diantaranya: a. Minat yang diekspresikan seseorang dapat mengungkapkan minat atau pilihannya dengan kata-kata tertentu. b. Minat yang diwujudkan seseorang dapat mengungkapkan minat bukan melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan atau perbuatan ikut berperan aktif dalam suatu aktifitas. c. Minat yang investasikan seseorang dalam penilaian minat dapat diukur dengan jawaban terhadap berbagai pertanyaan tertentu atau secara

14

berurutan. Pilihan untuk kelompok aktifitas tertentu, susunan pertanyaan ini disebut investasi minat (Muhaimin, 1994: 10).

2.3

Fungsi Motivasi Untuk pencarian karier yang diharapkan perlu adanya motivasi. Makin

besar motivasi yang diberikan, maka kemungkinan akan semakin besar pula karier seseorang untuk lebih maju. Jadi motivasi sangat penting dan berpengaruh terhadap karier seseorang. Menurut Sardiman (1992: 85), ada 3 fungsi motivasi antara lain: 2.3.1 Sebagai dorongan seseorang untuk berbuat. Jadi motivasi merupakan motor penggerak yang melepaskan energi. 2.3.2 Sebagai penentu arah perbuatan, yaitu penentuan perbuatan-perbuatan yang hendak dicapai. 2.3.3 Sebagai penyeleksi perbuatan dalam penentuan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna pencapaian tujuan.

2.4

Minat dalam Melakukan Olahraga Bola Voli Menurt Heckhausen motivasi dalam olahraga bervariasi antar individu

yang satu dengan individu yang lain. Karena kebutuhan dan kepentingan yang disebabkan oleh perbedaan perkembangan umurnya, minat, pekerjaan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Motivasi bagi anak-anak, remaja, dewasa dan para orang tua yang tidak mempersiapkan diri untuk kepentingan antara lain: 1) Untuk dapat bersenang-senang dan mendapat kegembiraan; 2) Untuk

15

pelepasan ketegangan secara psikis; 3) Untuk mendapatkan pengalaman estetika; 4) Untuk dapat berhubungan dengan orang lain atau pencarian teman; 5) Untuk kepentingan kebanggaan kelompok; 6) Untuk pemeliharaan kesehatan badan; 7) Untuk kebutuhan praktis sesuai dengan pekerjaannya (Soegiyanto KS, 1997: 12). Sedangkan menurut Singer, meskipun anak yang satu berbeda dengan yang lain, namun Michael Passer, seorang psikolog olahraga di kalangan pemuda atas hasil penelitiannya menunjukkan adanya indikasi utama yang dapat menumbuhkan minat anak-anak yang berpartisipasi kegiatan olahraga yaitu: 1) Untuk pengembangan ketrampilan dan kemampuan; 2) Untuk berhubungan dengan orang lain dan mencari teman; 3) Untuk pencapaian kesuksesan dan pengakuan; 4) Untuk latihan pencapaian kebugaran; 5) Untuk penyaluran energi; 6) Untuk mendapatkan pengalaman penuh tantangan dan menggembirakan (Soegiyanto KS, 1997: 13).

2.5

Tinjauan tentang Ekstrakulikuler Bola Voli Beberapa ahli mengemukakan pendapat bahwa seorang anak usia sekolah

dapat dibina prestasi olahraganya untuk prestasi optimal. Heinz Fallak telah membuat suatu daftar terinci mengenai usia dan perbedaan dalam tahap-tahap latihan, untuk proses latihan yang berlangsung beberapa tahun, bagi olahragawan anak usia sekolah. Prof. Macek telah membuat suatu daftar pada umur beberapa sebaiknya anak usia sekolah mulai berlatih dalam cabang-cabang olahraga tertentu.Tentunya yang dimaksud oleh Prof. Macek adalah latihan yang dimulai

16

dengan intensif di luar kegiatan sekolah yaitu ekstrakurikuler. Lain halnya dengan para guru pendidikan jasmani dan olahraga yang memberikan pelajaran di sekolah yang tentunya sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan (Kosasih, 1993:6). Oleh sebab itu sangatlah penting pembinaan olahraga pada usia sekolah untuk menciptakan atlet yang berprestasi baik ditingkat Nasional maupun Intenasional. Ekstrakulikuler bola voli merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah, yang bertujuan untuk pembinaan prestasi bola voli yang ada di sekolah. Selain itu ekstrakulikuler merupakan kegiatan yang sangat positif untuk mengembangakan keterampilan peserta didik agar mempunyai keterampilan dan prestasi yan tinggi, dan sebagai wadah siswa agar terhindar dari kegiatan-kegiatan yang negatif. Maraknya obat-obatan terlarang yang biasa disebut Narkoba sangatlah memprihatinkan baik dikota-kota besar maupun didaerah. Untuk itu dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat mempersempit ruang gerak dari berkembangnya obat-obatan terlarang dengan kegiatan-kegiatan yang positif seperti halnya ekstrakurikuler bola voli. Ekstrakulikuler bertujuan untuk mencetak pemain-pemain bola voli yang dapat diandalkan agar nantinya memenuhi pemain-pemain yang punya prestasi, baik di tingkat daerah maupun Nasional. Untuk itu perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang pembinaan prestasi bola voli di Kecamatan Bantarkawung pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sebagai gambaran dari sarana prasarana yang ada di SLTP baik negeri maupun swasta diKecamatan Bantarkawung.

17

Jumlah sekolah SLTP/MTs yang ada eskstrakulikuler bola voli di Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes berjumlah 8 sekolah,

diantaranya: 1) SLTP Muhammadiyah Buaran; 2) MTs Nurul Huda Pangebatan; 3) MTs N Bangbayang; 4) MTs N Bantarkawung; 5) SLTP Ma’arif NU 4 Bantarkawung; 6) SLTP Bustanul Ulum Bantarkawung; 7) SLTP N 1 Bantarkawng; 8) SLTP N 2 Bantarkawung.

18

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Metode adalah pengetahuan tentang berbagai macam cara kerja yang disesuaikan dengan obyek studi ilmu yang bersangkutan, dimana mutlak diperlukan dalam pelaksanan penelitian. Metode penelitian sebagaimana dikenal sekarang ini adalah berbentuk garis yang cermat dan syarat yang benar,

maksudnya penjagaan agar pengetahuan yang dicapai dari suatu penelitian dapat termuat nilai ilmiah yang setinggi-tingginya. Penggunaan metodologi penelitian harus terarah kepada tujuan penelitian, tidak berbelit-belit dan mudah dipahami, agar hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Penggunaan metodologi penelitian juga harus dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

3.1

Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila ingin meneliti

semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitian merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitian juga disebut studi populasi atau studi sensus (Suharsimi Arikunto, 1998: 115). Pengertian tersebut dikandung maksud bahwa populasi adalah seluruh individu yang akan dijadikan obyek penelitian dan keseluruhan dari individu itu paling tidak punya sifat yang sama.

18

19

Berdasarkan pengertian di atas, maka populasi dalam penelitian ini adalah siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebess tahun pelajaran 2004/2005 yang berjumlah 2935 dari 9 SLTP di Kecamatan Bantarkawung.

Tabel 2. Daftar SLTP di Kecamatan Bantar Kawung Tahun Pelajaran 2004/2005 Nama Sekolah SLTP Negeri 1 Bantarkawung SLTP Negeri 2 Bantarkawung SLTP Muhammadiyah Pangebatan SLTP Bustanul Ulum Buaran SLTP Ma'arif Bantarkawung MTs N Bantarkawung MTs N Bangbayang MTs Nurul Huda Pangebatan MTs Tarbiyatul Athfal Pangerasan Jumlah Total Peserta Estra Putra 377 179 137 191 65 186 157 59 125 1476 Putri 352 116 179 222 41 214 168 36 131 1459 729 295 316 413 106 400 325 95 256 2935 Jumlah

3.2

Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti

(Arikunto, 1997: 117). Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel purposive atau sampel bertujuan. Pengambilan sampel dengan teknik bertujuan ini cukup baik, karena sesuai dengan karakteristik yang diperlukan untuk kepentingan peneliti (Arikunto, 1997: 128). Dalam hal ini peneliti mencari data yang diperlukan menurut pertimbangan atau mengambil

20

manfaat dari semua keterangan dalam kategori yang telah terperinci, dan pengambilan sampelnya ditentukan oleh peneliti sampai merasa cukup. Jadi peneliti mencari data jumlah SLTP baik negeri dan swasta dan jumlah siswa yang ada di Kecamatan Bantarkawung, tetapi yang ditetapkan menjadi sampel penelitian ini adalah siswa yang mengikuti ekstrakulikuler bola voli dari empat SLTP, antara lain: 1) SLTP N 1 Bantarkawung; 2) MTs N Bantarkawung; 3) SLTP Ma’arif Bantarkawung; dan 4) MTs Nurul Huda Pangebatan yang merupakan sekolah yang banyak siswanya. Disamping itu juga mengambil beberapa sekolah yang siswanya sedikit sebagai imbangan. Jadi keempat SLTP tersebut dianggap sudah mewakili dari SLTP negeri maupun swasta yang ada di Kecamatan Bantarkawung, dan disesuaikan dengan keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat diambil sampel yang besar dan jauh. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 281 dari 4 SLTP yaitu SLTP Bantarkwung 1, MTs.N Bantarkawung, SLTP Ma’arif 4 Bantarkawung dan MTs. Nurul Huda Pangebatan.

3.3

Cara Pemilihan Sampel Cara pemilihan sample yang digunakan adalah Purposive Sampel yaitu

hanya dipilih 4 sekolah yang dianggap dapat mewakili SLTP baik negeri maupun swasta yang ada di Kecamatan Bantarkawung Brebes tahun pelajaran 2004/2005. Sampel secara purposive ini dilihat dari segi keadaan dan jumlah sekolah yang menjadi sample.

21

3.4

Variabel Istilah variabel merupakan istilah yang tidak pernah ketinggalan dalam

setiap jenis penelitian. F.N. Kerlinger (xxxxx)

menyebut variabel sebagai

sebuah konsep seperti halnya laki-laki dalam konsep jenis kelamin, insaf dalam konsep kesadaran. Sutrisno Hadi mendefinisikan variabel sebagai gejala yang bervariasi misalnya jenis kelamin, karena jenis kelamin mempunyai variasi, yaitu laki-laki dan perempuan (Arikunto, 1998: 87). Variabel dalam penelitian ini adalah minat siswa SLTP/MTs Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2004/2005.

3.5

Pengumpulan Data Data adalah komponen terpenting sebagai penentu terhadap hasil atau

tidaknya suatu penelitian. Oleh sebab itu metode pengumpulan data harus dilakukan seteliti mungkin. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu : 3.5.1 Metode Dokumenter

Metode dokumenter digunakan untuk didapatkan informasi mengenai daftar nama siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung tahun pelajaran 2004/2005 baik yang mengikuti ekstrakurkuler bola voli maupun tidak. 3.5.2 Metode Angket Untuk didapatkan data, banyak sekali cara yang dapat ditempuh. Namun demikian agar data dapat terkumpul sesuai dengan tujuan penelitian,

22

maka harus digunakan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berpedoman pada tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui minat siswa SLTP Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2004/2005 terhadap ekstrakurikuler bola voli, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik angket. Metode angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk diperolehnya informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 1997:140). Tujuan dari pembuatan angket adalah untuk (1) diperoleh informasi yang relevan dengan tujuan survey; (2) diperoleh informasi dengan reliabilitas dan validitas setinggi mungkin. Jadi dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa angket adalah suatu daftar yang berisikan serangkaian pertanyaan tentang gejala yang akan diselidiki. Adapun angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) dipandang dari cara menjawab adalah digunakan angket tertutup, yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memlilih sesuai dengan pribadinya; (2) dipandang dari jawaban yang diberikan adalah digunakan angket langsung, yaitu responden langsung menjawab tentang pribadinya sendiri; (3) dipandang dari bentuknya adalah penggunaan angket check list, sebuah daftar, dimana responden tinggal mengimbuhkan tanda check atau silang pada jawaban yang sesuai (Arikunto, 1997:140-141).

23

Adapun yang dijadikan alasan penggunaan metode angket langsung adalah sebagai berikut: (1) bahwa subyek adalah orang yang paling tahu dengan dirinya; (2) bahwa apa yang dinyatakan benar dan dapat dipercaya; (3) bahwa interprestasi subyek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah sama dengan apa yang dimaksud dalam penelitian. Sedangkan alasan penggunaan type pilihan ganda antara lain: (1) item pilihan ganda pada umumnya lebih menarik bagi responden bila dibandingkan dengan tipe yang lain; (2) responden lebih mudah untuk menjawabnya tanpa ada kesulitan; (3) menghemat waktu; (4) baik untuk menyelidiki fakta-fakta subyektif maupun fakta-fakta obyektif. Adapun pertanyaan yang ada dalam angket ini digunakan untuk diperoleh data tentang minat siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebes tahun pelajaran 2004/2005 terhadap ekstrakurikuler bola voli. Tabel 3 Kisi-kisi Kuesioner Minat Siswa SLTP/MTs Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes terhadap Ekstrakulikuler Bola Voli No Aspek-Aspek Indikator No. Pertanyaan 1-8 9-13 14-18 19-21 22-25 26-31 32-34 35-37

1. Untuk pengembangan 1. Perhatian orang tua dan keterampilan 2. Fasilitas latihan 3. Intensitas latihan

permainan bola voli 2. Untuk kebugaran

pencapaian 1. Menderita suatu penyakit 2. Pemenuhan gizi 3. Menjaga kesehatan

3. Mencari teman

1. Berhubungan dengan orang lain 2. Mendapatkan teman bermain

24

3.6

Analisis Data Analisis data atau pengolahan data merupakan satu langkah penting

dlam suatu penelitian. Dalam pelaksanaan penelitian ada dua bentuk analisis data berdasarkan jenis data, bahwa apabila data telah terkumpul, maka dapat dikualifikasikan menjadi dua kelompok data, yaitu data kualitatif digunakan pada data non statistik dan data kuantitatif digunakan pada analisis statistik (Arikunto, 1998:245). Dalam penelitian, data yang digunakan adalah data yang berbentuk angka-angka hasil perhitungan atau pengukuran (Arikunto, 1998:245). Dari uraiaian di atas, maka alasan penggunaan metode analisis statistik adalah karena data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data-data kuantitatif, yaitu merupakan angka-angka. Data yang dianalisis di sini adalah data hasil jawaban pengisian angket siswa SLTP yang mengikuti

ekstrakurikuler bola voli di Kecamatan Bantarkawung Brebes Tahun Pelajaran 2004/2005 berjumlah 281 siswa. Data yang telah terkumpul dilakukan kegiatan-kegiatan pendahuluan dari analisis kuantitatif yang meliputi:

3.6.1 Editing Editing yaitu suatu proses yang dilakukan setelah semua angket terkumpul secara keseluruhan, kemudian dilihat apakah jawaban-jawaban dalam angket tersebut terisi semua atau belum.

25

3.6.2 Penentuan Nilai (Skorring) Yaitu kegiatan berupa pemberian nilai atau skor pada jawaban-jawaban dalam daftar pertanyaan untuk diperoleh data kuantitatif yang kemudian dianalisis dengan tujuan untuk diketahui keadaan atau kategori dari tiap-tiap aspek atau variabel. Pemberian skor atau nilai dari tiap-tiap jawaban dari responden dilakukan dengan berpedoman sebagai berikut: (1) untuk jawaban a mendapat skor 4; (2) untuk jawaban b mendapat skor 3; (3) untuk jawaban c mendapat skor 2; (4) untuk jawaban d mendapat skor 1. Penggunaan analisis data statistik ini dengan pertimbangan-

pertimbangan bahwa dengan penggunaan analisis ini maka akan lebih efektif dalam pengerjaan dan bentuknya lebih sederhana, sehingga mudah diketahui orang lain yang membutuhkan. Analisis yang dipergunakan adalah dengan penggunaan persen (%) atau disebut procentages correction. Rumus diskriptif prosentase adalah sebagai berikut: Jumlah skor jawaban R NP = ------------------------------------- X 100 % Jumlah skor ideal (SM) Dimana : NP R SM 100 = Nilai persen yang dicari atau diharapkan = Skor mentah yang diperoleh = Skor maksimum ideal dari tes = Bilangan tetap (Ngalim Purwanto, 1990:102).

26

Untuk mengetahui status yang dipresentasikan dalam kalimat yang bersifat kualitatif dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Menentukan mean ideal dan standar deviasi ideal dengan menggunakan rumus : Mh =
SkorMaksimal + SkorMinimal 2 SkorMaksimal − SkorMinimal 6

SD

=

Keterangan : Mh SD = Mean hipotetik = Standar deviasi Interprestasi kategori kemandirian berdasarkan tabel kriteria yang disusun sebagai berikut : Tabel 4 Penentuan Kriteria Minat Rumus Interval Skor (Mi + 1.5 Sdi) - (Mi + 3.0 Sdi) (Mi + 0.5 Sdi) - (Mi + 1.5 Sdi) (Mi - 0.5 Sdi) - (Mi + 0.5 Sdi) (Mi - 1.5 Sdi) - (Mi - 0.5 Sdi) (Mi - 3.0 Sdi) - (Mi - 1.5 Sdi) Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

3.7

Langkah Penelitian

3.7.1 Tahap Persiapan
Beberapa tahap persiapan sebelum pengambilan adata antara lain:

27

3.7.1.1 Penyusunan Instrumen Penelitian
Langkah-langkah penyusunan instrumen dalam penelitian ini adalah pembatasan materi yang digunakan untuk penyusunan instrumen yang

mengacu kepada ruang lingkup minat siswa SLTP baik negeri maupun swasta di Kecamatan Bantarkawung Brebes terhadap ekstrakurikuler bola voli tahun pelajaran 2004/2005. Dalam tahap ini angket yang telah disusun akan diungkap beberapa aspek, antara lain: (1) Minat untuk pengembangan dan keterampilan permainan bola voli; (2) Minat untuk pencapaian kebugaran; (3) Minat untuk mencari teman. Selanjutnya masing-masing aspek dijabarkan jadi indikator-indikator dengan perincian sebagai berikut: 1) Aspek Minat Untuk Pengembangan dan Keterampilan Permainan Bola Voli Aspek minat untuk pengembangan dan keterampilan permainan bola voli terdiri dari 3 indikator, yaitu : (1) perhatian orang tua; (2) fasilitas latihan; dan (3) intensitas latihan. 2) Aspek minat untuk pencapaian kebugaran Aspek minat untuk pencapaian kebugaran terdiri dari 3 indokator, yaitu : (1) menderita suatu penyakit; (2) pemenuhan gizi; dan (3) menjaga kesehatan. 3) Aspek minat untuk mencari teman Aspek minat untuk mencari teman terdiri dari 2 indikator, yaitu : (1) berhubungan dengan orang lain; dan (2) mendapatkan teman bermain.

28

3.7.1.2 Uji Coba Instrumen Penelitian
Untuk penyempurnaan penelitian, maka instrumen penelitian tersebut perlu diuji cobakan, dengan tujuan untuk diketahui apakah instrumen penelitian tersebut dapat digunakan untuk pengambilan data atau tidak. Instrumen yang baik adalah instrumen yang dapat terpenuhinya syarat validitas dan reliabilitas yang baik. Uji coba instrumen dilakukan pada siswa di SMP Teuku Umar Semarang. Uji instrumen tersebut adalah sebagai berikut: 3.7.1.2.1 Reliabilitas Reliabilitas instrumen menunjukkan pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 1997: 170). Reliabilitas menunjukkan bahwa suatu instrumen cukup dapat

dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen sudah baik. Instrumen yang dapat dipercaya adalah instrumen yang reliable sehingga menghasilkan yang dapat dipercaya juga. Secara garis besar ada dua jenis reliabilitas, yaitu reliabilitas eksternal dan reliabilitas internal. Reliabilitas ekstrenal diperoleh dengan cara mengolah hasil pengetesan yang berbeda baik dari instrumen yang berbeda ataupun yang sama. Sedangkan reliabilitas internal diperoleh dengan cara menganalisis data suatu pengetesan. Dalam pengujian reliabilitas banyak cara yang dapat digunakan, dalam penelitian ini untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan dengan rumus Spearman Brown, yaitu:

29

r11 = dimana:

2rxy 1 + rxy

r11 = reliabilitas instrumen rxy = koefisien korelasi Harga r11 diperoleh dengan rumus diatas dikonsultasikan dengan harga rtabel dengan taraf signifikan 5%. Uji coba instrumen peneltian ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu: 1) Tahap persiapan Setelah penyusunan angket, maka peneliti menentukan responden yang akan digunakan dalam uji coba angket sebanyak 30 responden yang terdiri dari siswa-siswi SMP Teuku Umar Semarang. Dalam pengujian ini responden yang digunakan adalah 30 siswa yang berasal dari SMP Teuku Umar Semarang. 2) Tahap pelaksanaan uji coba Setelah diketahui responden yang akan digunakan untuk uji coba, kemudian angket tersebut dibagikan dan langsung diisi sesuai dengan petunjuk pengisian dan dibimbing langsung oleh peneliti. Setelah angket diisi lalu dikumpulkan kembali, selanjutnya angket tersebut dianalisis dengan penggunaan rumus Spearman Brown.

30

Tabel 5. Rekapitulasi Hasil Hasil Uji Coba Angket Penelitian

No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

r hitung 0,647 0,629 0,246 0,471 0,355 0,520 0,473 0,844 0,467 0,475 0,455 0,517 0,335 0,576 0,619 0,609 0,431 0,452 0,402 0,662 0,412 0,391 0,576 0,421 0,586 0,647 0,409

r tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361

Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Berdasarkan hasil uji coba angket pada tabel di atas menunjukan bahwa dari 37 butir angket yang diuji cobakan terdapat 27 butir angket yang valid karena memiliki harga rxy > rtabel . 3.7.1.2.2 Uji Validitas Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variable yang diteliti secara tepat (Arikunto, 1991:36).

31

Untuk pengukuran validitas instrumen digunakan pengukuran validitas logis yaitu penentuan validitas angket dengan penggunaan dari pakar atau ahli dalam bidang tersebut dan teori-teori pembuatan angket. Hal ini sesuai dengan pendapat Suharsimi Arikunto yang menyatakan bahwa, validitas logis adalah validitas yang diperoleh melalui cara-cara yang benar, sehingga menurut logika akan dicapai suatu tingkat validitas yang dikehendaki. (Arikunto, 1991:137). Instrumen dalam penelitian ini dibuat berdasarkan pada aspek-aspek atau factor-faktor tentang minat siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebes terhadap ekstrakurikuler bola voli tahun pelajaran 2004/2005 adalah sebagai berikut: (1) Minat untuk pengembangan dan keterampilan permainan bola voli; (2) Minat untuk pencapaian kebugaran; dan (3) Minat untuk mencari teman. Dari ketiga aspek atau faktor-faktor minat siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebes terhadap ekstrakurikuler bola voli tahun pelajaran 2004/2005 sudah terpenuhi syarat untuk pengukuran apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti, dengan kata lain bahwa instrumen tersebut sudah valid.

3.7.2

Tahap Pelaksanaan
Setelah pengujian angket dan telah dapat terpenuhi syarat reliabilitas

dan validitas, kemudian angket tersebut dibagikan kepada sampel atau responden yang dalam hal ini adalah siswa-siswi SLTP baik negeri maupun

32

swasta di Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes yang diwakili oleh empat sekolah, antara lain: (1) SLTP 01 Bantarkawung; (2) MTs.N Bantarkawung; (3) SLTP Ma’arif Bantarkawung; dan (4) MTs. Nurul Huda Pangebatan. Tahap pelaksanaan penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yaitu: 3.7.2.1 Pengisian Angket Pelaksanaan pengisian angket dilakukan dengan cara berkunjung tiaptiap sekolah yang digunakan sampel penelitian sebanyak 4 SLTP. Sebelum pengisian angket siswa diberi penjelasan terlebih dahulu tentang tata cara pengisian angket. Kemudian angket tersebut dibagikan kepada siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Selanjutnya siswa mengisi angket tersebut dengan bimbingan peneliti.

3.7.2.2 Pengembalian Angket Pengembalian angket dilakukan setelah
pengisian angket pada saat itu juga kepada siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian. Setelah terkumpulnya data penelitian secara keseluruhan, anket tersebut dicek dan ternyata dapat terkumpul tanpa ada yang rusak atau tidak diisi.

33

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
Pengolahan data hasil penelitian yang diberikan oleh responden terhadap pertanyaan-pertanyaan yang tertuang dalam angket tentang minat siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung terhadap ekstrakurikuler bola voli tahun pelajaran 2004/2005 berupa data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka atau bilangan-bilangan. Kemudian data yang bersifat kuantitatif, yang berwujud angka-angka hasil perhitungan dari jawaban responden terhadap pertanyaan tentang minat siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung menggunakan terhadap analisis ekstrakurikuler data disajikan bola dengan voli, cara dihitung dengan dan

dijumlahkan

dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan dan diperoleh prosentase. Hasil prosentase tersebut kemudian ditafsirkan dengan kalimat yang bersifat kualitataif. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam memahami hasil akhir dalam mengkualifikasikan hasil penelitian tersebut. Hasil penelitian yang diperoleh dari jawaban responden, dari data yang terkumpul diperoleh skor minat sebesar 69,1 berada pada rentang skor 65 – 80 dan termasuk kategori sedang ditinjau dari pernyataan masing-masing responden diperoleh hasil seperti disajikan dalam tabel 6 dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini.

33

34

Tabel 6. Skoring Minat Terhadap Ekstrakurikuler Bola Voli Rumus Interval Skor 72,5 + 1.50 14.5 - 72.5 + 3.00 14.5 72,5 + 0.50 14.5 - 72.5 + 1.50 14.5 72,5 - 0.50 14.5 - 72.5 + 0.50 14.5 72,5 - 1.50 14.5 - 72.5 - 0.50 14.5 72,5 - 3.00 14.5 - 72.5 - 1.50 14.5 Interval Skor 94 - 116 80 - 94 65 - 80 51 - 65 29 - 51 Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

Gambar 1. Minat terhadap Ekstrakurikuler Bola voli
50 40 30 20 10 0
2,49% 17,08% 46,62% 33,81%

0,00%

Sangat Tinggi

Tinggi

Sedang

Rendah

Sangat Rendah

Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas 46,62% responden yang memiliki minat terhadap ekstrakurikuler bola voli dalam kategori sedang, 17,08% dalam kategori tinggi, 33,81 dalam kategori rendah, 2,48% dalam kategori sangat tinggi, dan 0% dalam kategori sangat rendah. Gambaran minat terhadap ekstrakurikuler bola voli pada SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebes dari masing-masing aspek yaitu aspek minat untuk pengembangan dab ketrampilan bola voli, aspek minat untuk pencapaian kebugaran, dan aspek minat untuk mencari teman dapat disajikan sebagai berikut :

35

4.12 Pengembangan ketrampilan Berdasarkan hasil penelitian pada lampiran diperoleh rata-rata skor pengembangan ketrampilan sebesar 28,9% berada pada rentang skor 27 – 38 dan termasuk dalam kategori sedang. Dilihat dari aspek pengembangan ketrampilan masing-masing responden dalam ekstrakurikuler bola voli diperoleh hasil seperti terangkum dalam tabel 7 dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2 berikut. Tabel 7. Skoring Minat untuk pengembangan dan keterampilan bola voli Rumus Interval Skor 32.5 + 1.50 10.8 - 32.5 + 3.00 10.8 32.5 + 0.50 10.8 - 32.5 + 1.50 10.8 32.5 - 0.50 10.8 32.5 - 1.50 10.8 32.5 - 3.00 10.8 - 32.5 + 0.50 10.8 - 32.5 - 0.50 10.8 - 32.5 - 1.50 10.8 Interval Skor 49 - 65 38 - 49 27 - 38 16 - 27 0.1 - 16 Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

Gambar 2. Pengembangan Keterampilan dalam Ekstrakurikuler Bola Voli pada SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebes
55,87%

60 50 40 30 20 10 0

33,08%

0,00%

6,05%

0,00%

Sangat Tinggi

Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

36

Berdasarkan hasil penelitian pada gambar 2 di atas terdapat 55,87% responden yang memiliki minat untuk pengembangan keterampilan bola voli dalam kategori sedang, 38,08% dalam kategori rendah, 6,05% dalam kategori tinggi, 0% dalam kategori sangat rendah dan 0% dalam kategori sangat tinggi. Dengan demikian menunjukkan bahwa pengembangan ketrampilan pada

ekstrakurikuler bola voli pada SLTP di Kecamatan Bantarkaeung tersebut sebagian adalah sedang. 4.1.3 Aspek Pencapaian Kebugaran Berdasarkan hasil penelitian pada lampiran diperoleh rata-rata skor pencapaian kebugaran dalam kegiatan ekstrakurikuler bola voli sebesar 25,9 berada pada rentan skor 21 – 29 dan termasuk kategori sedang. Dilihat dari aspek pencapaian kebugaran dari masing-masing responden dalam melakukan kegiatan ekstrakurikuler bola voli diperoleh hasil seperti terangkum dalam grafik 3 berikut. Tabel 8. Skoring Minat untuk pencapaian kebugaran Rumus Interval Skor 25 + 1.50 8.3 - 25 + 3.00 8.3 25 + 0.50 8.3 - 25 + 1.50 8.3 25 - 0.50 8.3 25 + 0.50 8.3 Interval Skor 37.5 - 50 29 - 37.5 21 - 29 13 - 21 0.1 - 13 Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

25 - 1.50 8.3 - 25 - 0.50 8.3 25 - 3.00 8.3 - 25 - 1.50 8.3

37

Gambar 3. Pencapaian Kebugaran saat Melakukan Ekstrakurikuler Bola Voli
71,89%

80 60 40 20 0
0,00% 22,7%

5,34%

0,00%

Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat Tinggi Rendah

Berdasarkan gambar 3 di atas terdapat 71,889% yang minat untuk pencapaian kebugaran dalam ekstrakurikuler bola voli dalam kategori sedang, 22,77% termasuk dalam kategori tinggi, 5,34% termasuk dalam kategori rendah, 0% termasuk dalam kategori sangat rendah dan 0% termasuk dalam kategori sangat tinggi. Dengan demikian menunjukkan bahwa aspek minat untuk pencapaian kebugaran dalam melakukan ekstrakurikuler bolavoli pada SLTP di Kecamatan Bantarkawung adalah sedang. 4.14 Aspek Mencari Teman Berdasarkan hasil penelitian pada lampiran xxxxxx diperoleh rata-rata skor mencari teman dalam kegiatan ekstrakurikuler bola voli sebesar 15,2 berada apada rentan skor 14 – 17 dan termasuk kategori sedang. Dilihat dri aspek mencari teman dari masing-masing responden dalam melakukan kegiatan ekstrakueikuler bola voli diperoleh hasil seperti terangkum dalam grafik 4 berikut.

38

Tabel 9. Aspek mencari teman Rumus Interval Skor 15 + 1.50 3 - 15 + 3.00 3 15 + 0.50 3 - 15 + 1.50 3 15 - 0.50 3 15 - 1.50 3 15 - 3.00 3 15 + 0.50 3 15 - 0.50 3 15 - 1.50 3 Interval Skor 20 - 24 17 - 20 14 - 17 11 - 14 6 - 11 Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

Gambar 4. Minat Mencari Teman dalam Ekstrakurikuler Bola Voli pada SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebes
35,94% 26,33% 19,57% 12,11% 6,05%

40 35 30 25 20 15 10 5 0

Sangat Tinggi

Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Berdasarkan grafik 4 di atas terdapat 35,94% termasuk dalam kategori sangat rendah. Dengan demikian menunjukkan bahwa spek minat untuk mencari teman dalam melakukan ekstrakurikuler bola voli pada SLTP di Kecamatan Bantarkawung adalah sedang.

39

4.2 Pembahasan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebes terhadap ekstrakurikuler bola voli tahun pelajaran 2004/2005 masuk dalam kategori sedang. Hal ini ditunjukkan dari minat siswa pada aspek pengembangan ketrampilan bola voli yang telah masuk dalam kategori sedang, aspek minat untuk encapaian kebugaran yang telah masuk dalam kategori sedang, dan aspek minat untuk mencari teman yang juga masuk dalam kategori sedang. Hasil perhitungan yang terungkap dari survey minat siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebes terhadap ekstrakurikuler bola voli tahun pelajaran 2004/2005 mengenai aspek minat untuk pengembangan ketrampilan dari seluruh responden mencapai prosentase sebesar 55,87% dan teramasuk kategori sedang, ini disebabkan behwa ekstrajurikuler bola voli adalah ekstrakurikuler yang banyak diikuti dan ada di setiap SLTP Hasil perhitugan yang terungkap dari aspek pencapaian kebugaran diperoleh prosentase 71,89% dan termasuk dalam kategori sedang, ini disebabkan bahwa siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler agar memiliki badan yang sehat dan bugar dan pola makan yang sehat sesuai dengan peraturan atau kaidah seharusnya. Hasil perhitungan yang terungkap dari aspek mencari teman diperoleh prosentase 35,94% dan termasuk dalam kategori sedang, hal ini disebabkan banyak siswa yang dalam mengikuti ekstrakurikuler bola voli hanya sekedar ingin mencari teman dan bertemu dengan teman-teman yang lain.

40

Jadi dari hasil jawaban responden yang mengikuti ekstrakurikuler bola voli pada SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebres tentang minat terhadap ekstrakurikuler bola voli tahun pelajaran 2004/2005 ternyata termasuk dalam kategori sedang. Minat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler bola voli ternyata tidak hanya untuk pengembanagan keterampilan bola voli saja, melainkan sebagai ajang untuk memiliki tingkat kebugaran yang diinginkan serta sebagai ajang untuk mencari teman baru melalui ekstrakurikuler bola voli. Ini terbukti dari hasil prosentase jawaban responden yang kesemuanya termasuk dalam kategori sedang.

41

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1

Simpulan
Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah pembuktian

tentang minat siswa SLTP baik negeri maupun swasta di Kecamatan Bantarkawung Brebes terhadap ekstrakurkuler bola voli tahun pelajaran 2004/2005, adalah sebagai berikut: Minat siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung Brebes terhadap ekstrakurikuler bola voli tahun pelajaran 2004/2005 adalah sedang hal ini ditunjukkan dari sebagian besa siswa SLTP di Kecamatan Bantarkawung

(46,62%) yang cukup berminat dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli tersebut. Ditinjau dari tiap-tiap aspek minat menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SLTP memiliki minat terhadap ekstrakulikuler dalam kategori sedang.

5.2

Saran
Sesuai dengan hasil penelitian tersebut di atas penulis mengajukan

saran-saran sebagai berikut: 1) Perlu adanya pemasalan yang rutin untuk memilih bibit-bibit yang memiliki bakat untuk nantinya dibina agar menjadi atlet bola voli yang berprestasi tinggi baik ditingkat wilayah, nasional ataupun Internasional.

42

42

2)

Untuk guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan agar lebih memotivasi siswanya untuk giat berlatih dalam mengikuti ekstrakurikuler, agar nantinya tidak hanya untuk mencari teman atau untuk kebugaran saja tetapi lebih termotivasi karena ingin berprestasi.

3)

Untuk para guru SLTP hendaknya mampu menyampaikan materi dengan metode-metode yang menarik dan mudah diterima agar siswa tidak merasa kesulitan dalam menerima materi sehingga siswa tidak merasa bosan selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli.

43

DAFTAR PUSTAKA

Anton M. Moeliono dkk, 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka. Engkos Kosasih. 1993. Materi Pendidikan Jasmani untuk SMA. Depdikbud. Masri Singarimbun. 1993. Metode Penelitian suatu Survey. Jakarta: LP3ES. Muhaimin. 1994. Korelasi Minat Belajar Pendidikan Jasmani terhadap hasil Belajar Pendidikan Jasmani. IKIP Semarang. Nana Sudjana, 1995. Teknologi Pengajaran. Bandung. C.V. Sinar Baru. Ngalim Purwanto. 1990. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung. Remaja Karya. Saparinah. 1982. Psikologi Olahraga Buku Tuntunan. Jakarta: Depdikbud. Suharsimi Arikunto, 1991. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta. PT. Rineka Cipta ________________, 1993. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta. PT. Rineka Cipta ________________, 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta. PT. Rineka Cipta ________________, 1997. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta. PT. Rineka Cipta ________________, 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta. PT. Rineka Cipta

44

Sutrisno Hadi. 1979. Statistik. Yogyakarta: Andi Offset. ___________. 1989. Metodologi Research. Yogyakarta. Andi Offset. Whiteringten HC. 1991. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Ilmu. Yunus. 1992. Olahraga Pilihan Bola Voli. Jakarta: DEPDIKBUD.

45

46

Lampiran 1.

ANGKET PENELITIAN
I. IDENTITAS
Nama responden Kelas SLTP Jenis kelamin Tanggal penelitian : ………………………………………………….. : ……………………………....………………….. : ………………………………………………….. : L/P : .............................................................................

II. PETUNJUK PENGISIAN
2.1 Bacalah pertanyaan-pertanyaan pada lembar berikut ini dan jawablah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 2.2 Jawablah setiap butir pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang (X) pada pilihan a, b, c atau d sesuai dengan keadaan kamu yang sebenarnya.

III. PERTANYAAN-PERTANYAAN
1. Apakah kedua orang tua kamu menyuruh kamu untuk mengikuti ekstrakurikuler bola voli di sekolah: a. b. Selalu Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

2. Apakah kedua orang tua kamu suka menanyakan tentang kegiatan ekstrakurikuler bola voli di sekolah: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

47

3. Apabila orang tua kamu tidak sempat mendampingi, apakah menyuruh orang lain (kakak, saudara) untuk mendampingi pada saat pertandingan: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

4. Pernahkah orang tua kamu menakonsultasi dengan guru ekstrakurikuler, tentang kemajuan bermain bola voli kamu: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

5. Apakah orang tua kamu mengatur waktu latihan, belajar dan bermain kepada kamu: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

6. Apabila sudah waktunya mengikuti ekstrakurikuler bola voli, tetapi kamu masih bermain-main, biasanya orang tua kamu akan: a. Selalu mengingatkan b. Sering mengingatkan c. Kadang-kadang mengingatkan d. Tidak pernah mengingatkan

7. Apakah orang tua kamu memberi nasehat kepada kamu agar rajin mengikuti ekstrakurikuler bola voli: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

8. Berapa perbandingan bola voli yang digunakan dalam latihan ekstrakurikuler bola voli dibandingkan dengan jumlah peserta: a. Bola satu untuk dua orang b. Bola satu untuk empat orang c. Bola satu untuk enam orang d. Bola satu untuk 8 orang/lebih

48

9. Berapa jumlah lapangan bola voli yang ada di sekolah kamu: a. 3 b. 2 c. 1 d. Tidak punya

10. Menurut kamu, bagaimana kondisi lapangan bola voli yang biasa digunakan untuk latihan ekstrakurikuler bola voli: a. Bagus b. Kurang bagus c. Agak jelek d. Jelek

11. Apakah kamu menambah jadwal latihan di luar jadwal yang telah ditentukan: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

12. Jika pada nomor 16 ada penambahan jadwal latihan, berapa kali kamu menambah jadwal latihan mandiri: a. 4 kali b. 3 kali c. 2 kali d. 1 kali

13. Di mana kamu menambah jadwal latihan di luar ekstrakurikuler bola voli di sekolah kamu: a. Di club bola voli b. Di kampung/desa c. Latihan bersama beberapa teman d. Latihan sendiri di halaman rumah

14. Selama kamu mengikuti ekstrakurikuler bola voli, pernahkah kamu mengalami gangguan terhadap kesehatan (seperti: batuk-batuk, sesak nafas, flu dll): a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

49

15. Setelah aktif mengikuti ekstrakurikuler bola voli, apakah kamu merasakan badannya bugar (fit) : a. Selalu b. Sering 16. Apakah waktu makan kamu teratur: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

17. Apakah kamu telah memenuhi kebutuhan gizi untuk menu makanan kamu (4 sehat 5 sempurna): a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

18. Apabila ada latihan berat/fisik apakah kamu menambah suplemen/tambahan gizi: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

19. Setelah kamu mengikuti ekstrakurikuler bola voli, apakah kesehatan kamu menjadi terjaga: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

20. Setelah kamu mengikuti ekstrakurikuler bola voli, apakah badan kamu merasa bugar/fit sepanjang hari: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

50

21. Jam berapa kamu istirahat/tidur di malam hari: a. 9 malam b. 10 malam c. 11 malam d. 12 malam ke atas

22. Apakah kamu menyempatkan diri untuk istirahat/tidur siang: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

23. Berapa kali kamu makan dalam satu hari: a. 3 kali/lebih b. 3 kali c. 2 kali d. 1 kali

24. Dalam setiap kali latihan ekstrakurikuler bola voli apakah kamu manfaatkan untuk berbincang-bincang atau mengobrol dengan teman kamu yang lain: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

25. Dalam mengikuti latihan ekstrakurikuler bola voli, apakah kamu suka bergaul dengan orang lain: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

26. Dengan mengikuti ekstrakurikuler bola voli, apakah kamu berharap dapat berhubungan dengan orang lain/teman latihan: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

51

27. Dengan mengikuti ekstrakurikuler bola voli, apakah kamu berharap mendapatkan teman bermain atau kenalan baru: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

28. Dengan mengikuti ekstrakurikuler bola voli, apakah mendapatkan teman atau kenalan baru: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

29. Apabila ada pertandingan di luar sekolah, apakah kamu mendapatkan teman atau kenalan baru: a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak pernah

52

Lampiran
PENENTUAN KRITERIA PADA ANALISIS DESKRIPTIF Minat Terhadap Ekstrakurikuler Bola Voli Jumlah skor maksimal = 29 x 4 = 116 Jumlah skor minimal = 29 x 1 = 29 Mean ideal =

116 + 29 = 72.5 2

Mean ideal 72,5 + 1.50 72,5 + 0.50 72,5 - 0.50 72,5 - 1.50 72,5 - 3.00

=

116 − 29 = 14,5 6
94 80 65 51 29 Interval Skor - 116 - 94 - 80 - 65 - 51 Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

Rumus Interval Skor 14.5 - 72.5 + 3.00 14.5 14.5 - 72.5 + 1.50 14.5 14.5 - 72.5 + 0.50 14.5 14.5 - 72.5 - 0.50 14.5 14.5 - 72.5 - 1.50 14.5

Minat untuk pengembangan dan keterampilan bola voli Jumlah skor maksimal = 13 x 4 = 52 Jumlah skor minimal = 13 x 1 = 13 Mean ideal =

52 + 13 = 32.5 2 52 − 13 = 10.8 6

Mean ideal 32.5 + 1.50 32.5 + 0.50 32.5 - 0.50 32.5 - 1.50 32.5 - 3.00

=

Rumus Interval Skor 10.8 - 32.5 + 3.00 10.8 10.8 - 32.5 + 1.50 10.8 10.8 - 32.5 + 0.50 10.8 10.8 - 32.5 - 0.50 10.8 10.8 - 32.5 - 1.50 10.8

49 38 27 16 0.1

Interval Skor - 65 - 49 - 38 - 27 - 16

Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

Minat untuk pencapaian kebugaran Jumlah skor maksimal = 10 x 4 = 40 Jumlah skor minimal = 10 x 1 = 10 Mean ideal =

40 + 10 = 25 2 40 − 10 = 8.3 6
Interval Skor 37.5 - 50 29 - 37.5 21 - 29 13 - 21 0.1 - 13 Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

Mean ideal 25 + 1.50 25 + 0.50 25 - 0.50 25 - 1.50 25 - 3.00

=

Rumus Interval Skor 8.3 - 25 + 3.00 8.3 8.3 - 25 + 1.50 8.3 8.3 - 25 + 0.50 8.3 8.3 - 25 - 0.50 8.3 8.3 - 25 - 1.50 8.3

Aspek mencari teman

53

Jumlah skor maksimal Jumlah skor minimal Mean ideal

= 6 x 4 = 24 =6x1 =6 =

24 + 6 = 15 2 24 − 6 =3 6
20 17 14 11 6 Interval Skor - 24 - 20 - 17 - 14 - 11 Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

Mean ideal 15 + 1.50 15 + 0.50 15 - 0.50 15 - 1.50 15 - 3.00 3 3 3 3 3

=

Rumus Interval Skor - 15 + 3.00 3 - 15 + 1.50 3 - 15 + 0.50 3 - 15 - 0.50 3 - 15 - 1.50 3

54

Lampiran 3
ANALISIS DESKRIPTIF PROSENTASE PROSES No. Resp. 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 040 041 042 043 044 045 046 047 048 049 Pengembangan dan Keterampilan Bola Voli 46 46 22 26 26 27 28 26 29 28 31 27 28 28 35 37 36 34 30 25 28 28 30 32 32 32 25 30 29 28 21 25 18 32 30 30 32 31 28 23 24 19 21 29 29 36 30 34 30 Pencapaian Kebugaran Mencari Teman Total

55

050 051 052 053 054 055 056 057 058 059 060 061 062 063 064 065 066 067 068 069 070 071 072 073 074 075 076 077 078 079 080 081 082 083 084 085 086 087 088 089 090 091 092 093 094 095 096 097 098 099 100 101 102 103 104

25 29 23 39 26 27 36 35 23 34 33 31 25 30 28 26 20 33 24 31 21 22 25 27 25 29 23 24 22 29 34 21 24 31 25 27 23 28 28 24 24 29 27 25 19 21 33 20 31 25 23 25 20 28 29

56

105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159

25 27 28 24 21 26 24 32 28 23 36 19 21 19 22 21 18 19 17 21 38 29 21 21 26 23 25 26 22 23 26 24 21 31 33 27 29 20 30 29 34 22 20 30 34 25 37 23 24 30 26 31 26 26 25

57

160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214

23 31 31 29 29 29 29 29 18 23 26 32 36 30 27 26 23 31 16 23 26 27 26 27 36 24 22 23 35 29 33 31 25 26 27 30 29 31 39 34 29 35 33 36

58

215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270

59

271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful