You are on page 1of 11

Definisi Epistemologi, Ontologi, dan Aksiologi

Definisi Epistemologi, Ontologi, dan Aksiologi

1. Epistemologi

Berasal dari kata Yunani, Episteme dan Logos. Episteme artinya adalah pengetahuan. Logos artinya teori.
Epistemologi adalah sebuah kajian yang mempelajari asal mula, atau sumber, struktur dan metode pengetahuan.
Epistemologi berusaha menjawab bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa
ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus di perhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang
benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara atau tehnik atau sarana apa yang
membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?

2. Ontologi

Ontologi adalah analisis tentang objek materi dari ilmu pengetahuan, yaitu hal-hal atau benda-benda empiris.
Ontologis membahas tentang apa yang ingin diketahui. Ontologi menganalisa tentang objek apa yang diteliti
ilmu? Bagaimana wujud yang sebenar-benarnya dari objek tersebut? bagaimana hubungan antara objek tadi
dengan daya tangkap manusia (misalnya: berpikir, merasa dan mengindera) yang menghasilkan pengetahuan?.

3. Aksiologi

 Aksiologi membahas tentang manfaat yang diperoleh manusia dari pengetahuan yang didapatkannya.
Aksiologi ilmu terdiri dari nilai-nilai yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap
kebenaran atau kenyataan seperti yang dijumpai dalam kehidupan, yang menjelajahi berbagai kawasan,
seperti kawasan sosial, kawasan simbolik ataupun fisik material (Koento, 2003: 13).
 Definisi Kattsoff (2004: 319), aksiologi sebagai ilmu pengetahuan yang menyelediki hakekat nilai
yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan.
 Scheleer dan Langeveld (Wiramihardja, 2006: 155-157)

-Scheleer mengontraskan aksiologi dengan praxeology, yaitu suatu teori dasar tentang
tindakan tetapi lebih sering dikontraskan dengan deontology, yaitu suatu teori mengenai
tindakan baik secara moral.

-Langeveld berpendapat bahwa aksiologi terdiri atas dua hal utama: etika dan estetika.
Etika merupakan bagian filsafat nilai dan penilaian yang membicarakan perilaku orang,
sedangkan estetika adalah bagian filsafat tentang nilai dan penilaian yang memandang
karya manusia dari sudut indah dan jelek.

Aksiologi menjawab, untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara
penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan

media massa memilih dan memilahnya berdasarkan kategori tertentu. much as a caleidoscope filters and shapes it (David H.bahwa peristiwa x adalah penting. belakangan ini mereka menemukan cukup bukti bahwa para penyunting dan penyiar memainkan peranan yang penting dalam membentuk realitas sosial kita.media agenda . media tidak menentukan what to think. tetapi lebih pada apa yang ada di gambaran benak mereka. Aksiologi Teori Agenda Setting pertama dikemukakan oleh Walter Lippman (1965) pada konsep “The World Outside and the Picture in our head”. Segi Ontologi Teori ini mengkaji bagaimana media massa mampu mempengaruhi pikiran-pikiran audiensnya. Teori ini berdiri atas asumsi bahwa media atau pers does not reflect reality.pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral? Teori Agenda Setting dalam tiga perspektif: Epistemologi.policy agenda Segi Epistemologi Teori ini berasal dari kajian di saat seorang Walter Lippman berpikir mengenai pentingnya sebuah ”picture in our head”. Di sinilah kemudian media massa mengambil peran dalam mengkomstruksi ”gambaran” melalui outline-outline sajian mereka. Pada teori ini. tetapi what to think about. Heaver.dan khalayak menerima . Bagaimana media massa menciptakan gambaran-gambaran di dalam pikiran kita. . 1981). Ontologi. Lippman menangkap bahwa publik tidak merespon isu yang aktual di lingkungan mereka.public agenda . yaitu: . but rether filters and shapes it. mampu menjadi sebuah agenda publik yang kekuatannya akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang akan muncul. Dari sekian peristiwa dan kenyataan sosial yang terjadi. di mana dari apa yang disajikan oleh media massa. Mereka mengatakan antara lain walaupun para ilmuwan yang meneliti perilaku manusia belum menemukan kekuatan media seperti yang disinyalir oleh pandangan masyarakat yang konvensional. dan para pembuat kebijakan harus mengetahui gambaran-gambaran ini.penelitian empiris teori ini dilakukan Mc Combs dan Shaw ketika mereka meniliti pemilihan presiden tahun 1972. dan menyampaikan kepada khalayak . ketika mereka melaksanakan tugas keseharian mereka dalam menonjolkan berita. Dalam teori ini ada 3 tahapan utama.

Communication Theories: perspective. Selain itu. 7th edition. .tripod. 2001. dll) akan mampu mempengaruhi orang untuk berpikir isu-isu apa saja yang ada di dekat mereka. Segi Aksiologi Dalam bukunya. Tim Dosen Filsafat Ilmu.com/2006/08/04/televisi-dan-pemirsa-buatan/ http://jurnal. Sehigga media massa sebagai filter dari segala isu dengan outline yang mereka sajikan dapat mengkonstruksi sebuah gambaran yang benar di dalam publiknya.wordpress. frekuensi. 2003.ac.com/2007/01/11/teori-agenda-setting/ http://jurnal. visualisasi.ac. mengkonstruksi maknanya.id/~rhiza/mystudents/syahir/filsafat-ilmu.bl.Berkaitan dengan apa yang dirasakan orang melalui media massa.pdf Dennis Mc Quail .ac. Filsafat Ilmu. yang menjadi mereka pedulikan. Stephen W. Erlangga: Jakarta. Hal 391-321.id/wp-content/uploads/2007/01/BLCOM-v2-n1-artikel6-januari2007. and contexts. teori ini dapat bermanfaat untuk memudahkan pengambil kebijakan untuk menetapkan kebijakan yang akan diterapkan. Littlejohn menjelaskan bahwa Agenda Setting ini berfungsi dalam menetapkan isu yang menonjol dan gambaran-gambaran di dalam pikiran audiensnya. Teori ini mempunyai nilai yang baik manakala media massa dapat menjalankan fungsinya sebagai sebuha sarana informasi edukasi dengan benar. Miller.id/wp-content/uploads/2007/11/blcom%20hadiono%20sept%202007. McGraw.unhas.Wadsworth: USA. Hal 257-264. process. Teori Komunikasi Massa : Suatu Pengantar. edisi kedua.pdf http://tengkudhaniiqbal. http://kecoaxus. di mana sajian media massa dengan segala sesuatunya (struktur pesan/pemberitaan. Dalam fungsinya ini. Theories of Human Communication.html http://oliviadwiayu. dari teori ini. Katherine.wordpress. maka menegaskan pentingnya peran media massa dalam kehidupan sebuah sistem dalam sebuah negara atau pemerintahan.Hill:USA.com/filsafat/pengfil. sehingga para pembuat kebijakan harus menyadari hal ini untuk menentukan kebijakan yang akan dipilih dan diterapkan. Liberty: Yogyakarta.bl. Littlejoh. 2002.htm http://www.

2.Metode Induktif. Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan linkup pengetahuan. Dalam pembahasan kali ini saya akan membahas beberapa point diantaranya adalah : Pengertian Epistemologi. Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Metode Kontemplatif.estetika dan ilmu pengetahuan 3. Agar mahasiswa paham tentang definisi-definisi cabang ilmu filsafat dalam makalah ini 2.ontologi dan epistemologi . Didalam ontologi banyak sekali yang berpendapat tentang definisi ontologi intu sendiri.1. Tujuan Dalam penulisan makalah ini saya mempunyai tujuan : 1. Metode Dialektis Dan untuk lebih jelasnya penulis telah memaparkan ini dan penjelasan yang sangat akurat dalam bab yang telah disediakan di bawah ini. Agar mahasiswa dapat menumbuhkan kebesaran jiwa di dalam etetika. DEFINISI AKSIOLOGI. Pengertian Aksiologi . pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Agar mahasiswa dapat mempunyai pegangan hidup dalam berfilsafat BAB II 2. Metode Positivisme. aksiologi.1. 1. Pembahasan aksiologi menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu.Metode Deduktif. LatarBelakang Cabang-cabang Ilmu filsafat banyak sekali di antaranya yang ada dalam pembahasan makalah ini adalah.ONTOLOGI DAN EPISTEMOLOGI BAB I 1.

sistematis dan mendasar tentang ajaran- ajaran dan pandangan-pandangan moral. yaitu etika dan estetika. Sedangkan logos yang berarti ilmu. wejangan dan adat istiadat . keadilan dan sebagianya. Di situ dipersoalkan mengenai masalah kebaikan. adat. Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu. bukan sebaliknya malahan menimbulkan bencana. Jadi Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan. Menurut John Sinclair.Suriasumantri mengartika aksiologi sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.2. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Etika sendiri dalam buku Etika Dasar yang ditulis oleh Franz Magnis Suseno diartikan sebagai pemikiran kritis. Aksiologi adalah ilmu yang membicarakan tentang tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. sedangkan nilai itu sendiri adalah sesuatu yang berharga. yang diidamkan oleh setiap insan. ada dua penilain yang umum digunakan. Etika adalah cabang filsafat yang membahas secara kritis dan sistematis masalah-masalah moral. 2. Artinya pada tahap-tahap tertentu kadang ilmu harus disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan moral suatu masyarakat. Etika merupakan salah-satu cabang filsafat tertua.Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Penilaian Dalam Aksiologi Dalam aksiologi. Setidaknya ia telah menjadi pembahasan menarik sejak masa Sokrates dan para kaum shopis. Isi dari pandangan-pandangan moral ini sebagaimana telah dijelaskan di atas adalah norma-norma. dan sebenarnya ilmu pengetahuan itu tidak ada yang sia-sia kalau kita bisa memanfaatkannya dan tentunya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan di jalan yang baik pula. axios yang berarti sesuai atau wajar. sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama. Kajian etika lebih fokus pada prilaku. Jujun S. sosial dan agama. Karena akhir-akhir ini banyak sekali yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih itu dimanfaatkan di jalan yang tidak benar. dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik. norma dan adat istiadat manusia. Ilmu tidak bebas nilai. Pembahasan aksiologi menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu. keutamaan.

Berbeda dengan norma itu sendiri. Filsafat sebagai metodologi dalam memecahkan masalah. baik itu ilmu umum maupun ilmu agama.2. maka batu itu masalah. bukan pada subjek yang melakukan penilaian. Nilai kegunaan ilmu. Jika seseorang hendak ikut membentuk dunia atau ikut mendukung suatu ide yang membentuk suatu dunia. 2. Dalam hidup ini kita menghadapi banyak masalah. Filsafat dalam posisi yang kedua ini semua teori ajarannya diterima kebenaranya dan dilaksanakan dalam kehidupan. tapi kadang-kadang bersifat subjektif. 3. yaitu: 1. setiap keluar dari pintu itu kaki kita tersandung.1. Bila cara yang digunakan amat sederhana maka biasanya masalah tidak terselesaikan secara tuntas. atau sistem politik. Filsafat sebagai kumpulan teori digunakan memahami dan mereaksi dunia pemikiran. atau hendak menentang suatu sistem kebudayaan atau sistem ekonomi. manusia. Tujuan dari etika adalah agar manusia mengetahi dan mampu mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan. Inilah kegunaan mempelajari teori-teori filsafat ilmu. melainkan sebuah pemikiran yang kritis dan mendasar. kita dapat memulainya dengan melihat filsafat sebagai tiga hal. Kegunaan Aksiologi Terhadap Tujuan Ilmu Pengetahuan Berkenaan dengan nilai guna ilmu. maka sebaiknya mempelajari teori-teori filsafatnya. Kebenaran tidak . Kehidupan akan dijalani lebih enak bila masalah masalah itu dapat diselesaikan. untuk mengetahui kegunaan filsafat ilmu atau untuk apa filsafat ilmu itu digunakan. tak dapat dibantah lagi bahwa kedua ilmu itu sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia. mulai dari cara yang sederhana sampai yang paling rumit. 2.2. etika tidak menghasilkan suatu kebaikan atau perintah dan larangan.penyelesaian yang detail itu biasanya dapat mengungkap semua masalah yang berkembang dalam kehidupan manusia.2. Kaitan Aksiologi Dengan Filsafat Ilmu Nilai itu bersifat objektif. Filsafat ilmu sebagai pandangan hidup gunanya ialah untuk petunjuk dalam menjalani kehidupan. 2. Bila ada batui didepan pintu. Tolak ukur suatu gagasan berada pada objeknya. Filsafat sebagai pandangan hidup. Ada banyak cara menyelesaikan masalah. Dikatakan objektif jika nilai- nilai tidak tergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai. dengan ilmu sesorang dapat mengubah wajah dunia.

Seorang ilmuan haruslah bebas dalam menentukan topik penelitiannya. bebas melakukan eksperimen-eksperimen. yaitu untuk memberi kekuasaan pada manusia atas alam melalui peyelidikan ilmiah. terutama pada alam dan kemungkinan perubahan. Seorang ilmuan harus melihat realitas empiris dengan mengesampingkan kesadaran yang bersifat idiologis. Salah satu faktor yang membedakan antara peryataan ilmiah dengan anggapan umum ialah terletak pada objektifitasnya. Sebaliknya. seperti perasaan yang akan mengasah kepada suka atau tidak suka. Dengan demikian nilai subjektif selalu memperhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia. pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki.Pengertian Epistemologi Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan linkup pengetahuan. tergantung pada kebenaran pada pendapat individu melainkan pada objektivitas fakta. senang atau tidak senang. Metode ernpiris yang tela:n dibuka oleh Aristoteles mendapat sambutan yang besar pada Zaman Renaisans dengan tokoh utamanya Francis Bacon (1561-1626). pengetahuan tidak akan mengalami . Nilai objektif hanya menjadi tujuan utamanya. Mula-mula manusia percaya bahwa dengan kekuasaan pengenalannya ia dapat mencapai realitas sebagaimana adanya para filosof pra Sokrates. Ketika seorang ilmuan bekerja dia hanya tertuju kepada proses kerja ilmiah dan tujuannya agar penelitiannya be rhasil dengan baik. yaitu filosof pertama di alam tradisi Barat. apabila subjek berperan dalam memberi penilaian. Bagaimana dengan objektivitas ilmu? Sudah menjadi ketentuan umum dan diterima oleh berbagai kalangan bahwa ilmu harus bersifat objektif. tidak memberikan perhatian pada cabang filsafat ini sebab mereka memusatkan perhatian. agama dan budaya. dia tidak mau terikat pada nilai subjektif . Karena itu usaha yang ia lakukan pertama kali adalah menegaskan tujuan pengetahuan. mam.3. 2. Menurutnya. Dua di antara karya- karyanya yang menonjol adalah The Advancement of Learning dan Novum Organum (organum baru). Fisafat Bacon mempunyai peran penting dalam metode Irrduksi dan sistematis menurut dasar filsafatnya sepenuhnya bersifat praktis. kesadaran manusia menjadi tolak ukur penilaian. nilai menjadi subjektif. sehingga mereka kerap dijuluki filosof alam.

Pengetahuan dan kuasa manusia satu sama lain. 2. penjelasan. disebut induktif bila bertolak dari pernyataan tunggal seperti gambaran mengenai hasil pengamatan dan penelitian orang sampai pada pernyataan pernyataan universal. ilmu- ilrnu empiris ditandai oleh metode induktif.3.perkembangan. 2. Bacon meganggap logika lebih cocok untuk melestarikan kesalahan dan kesesatan yang ada ketimbang mengejar menentukan kebenaran.2 Metode Deduktif Deduksi adalah suatu metode yang menyimpan bahwa data-data empirik diolah lebih lanjut dalam suatu sistem pernyataan yang harus ada dalam metode deduktif ialah adanya perbandingan logis antara kesimpulan-kesimpulan itu sendiri. Dia menyampingkan segala uraian persoalan di luar yang ada . dan pembuktian.3. hal ini karena ilmu-imu pengetahuan berdaya guna dalam mencapai hasilnya. Bahkan. Umat manusia ingin menguasai alam tetapi menurut Bacon. Sikap khas Bacon mengenai ciri dan tugas filsafat tampak paling mencolok dalam Novum Organum. Manusia perlu mengenalnya terlebih dahuku dan untuk mengetahui alam diperlukan observasi. dan tidak akan bermakna kecuali ia mernpunyai kekuatan yang dapat membantu meraih kehidupan yang lebih baik. keinginan itu tidak tercapai sampai pada zamannya hidup. Ada bentuk logis teori itu dengan tujuan apakah teori tersebut mempunyai sifat empiris atau ilmiah. sementara logika tidak dapat digunakan untuk mendirikan dan membangun ilmu pengetanuan.3. agar dapat taat pada alam. Pengetahuan. Metode Positivisme Metode ini dikeluarkan oleh August Comte.1 Metode Induktif Induksi yaitu suatu metode yang menyimpulkan pernyataan pernyataan hasil observasi dalam suatu pernyataan yang lebih umum dan menurut suatu pandangan yang luas diterima. Metode ini berpangkal dari apa yang diketahui yang faktual yang positif. menurutnya alam tidak dapat dikuasai kecuali dengan jalan menaatinya.3. ada perbandingan dengan teori-teori lain dan ada pengujian teori dengan jalan rnenerapkan secara empiris kesimpulan-kesimpulan yang bisa ditarik dari teori tersebut. 2.

Ini adalah penyelidikan berada di begitu banyak seperti sedang.5 Metode Dialektis Dalam filsafat.3. atau menjadi makhluk sejauh mereka ada-dan tidak sejauh. dan dibagi menurut persamaan dan perbedaan .-logia: ilmu. ia menolak metafisika yang diketahui positif. terkait di dalam hirarki. Tradisional terdaftar sebagai bagian dari cabang utama filsafat yang dikenal sebagai metafisika. ontologi berkaitan dengan pertanyaan mengenai apa yang ada entitas atau dapat dikatakan ada. sebagai fakta oleh karena itu. misalnya. 2. dialektika mula-mula berarti metode tanya jaujab untuk mencapai kejernihan filsafat. Kini dialekta berarti tahap logika. Namun Pidato mengartikannya diskusi logika. Metode ini diajarkan oleh Socrates. penelitian. ὄντος genitive: "menjadi" (partisip netral dari εἶναι: "menjadi")dan-λογία. juga analisis sistematik tentang ide-ide untuk mencapai apa yang terkandung dalam dan metode peraturan. sehingga objek yang dihasilkanpun akan berbeda-beda seharusnya dikembangkan suatu kemampuan akal yang disebut dengan intuisi. teori) adalah studi filosofis tentang hakikat ini. Ikhtisar Ontologi. eksistensi atau kenyataan seperti itu. yang mengajarkan kaidah-kaidah dan metode-metode penuturan. fakta-fakta tertentu yang diperoleh tentang mereka atau properti tertentu yang berhubungan dengan mereka.4 Metode Kontemplatif Metode ini mengatakan adanya keterbatasan indera dan manusia untuk memperoleh pengetahuan. dalam filsafat analitik. adalah segala yang nampak dan segala efode ini dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan diatasi kepada bidang gejala-gejala saja. dan bagaimana badan tersebut dapat dikelompokkan. PENGERTIAN ONTOLOGI Ontologi (dari ὄν Yunani.3. juga analisis sistematika tentang ide mencapai apa yang terkandung dalam pandangannya. .4. 2. 2. serta menjadi kategori dasar dan hubungan mereka. menyangkut menentukan apakah beberapa kategori yang sangat penting dan bertanya dalam apa arti item dalam kategori tersebut dapat dikatakan "menjadi".

terutama dari sekolah Plato. atau. ontologi menjadi dasar untuk banyak cabang filsafat Menurut Suriasumantri (1985). apakah itu ada dalam dan dari dirinya sendiri atau hanya 'datang bersama' oleh kecelakaan 4. Untuk Aristoteles ada empat dimensi ontologis yang berbeda: 1. kausalitas. merasa. dan geometri mengacu pada koleksi dari jenis yang spesifik intelektual . bukannya merujuk pada suatu entitas. Ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui. seberapa jauh kita ingin tahu. waktu. pikiran. mengacu pada koleksi peristiwa mental yang dialami oleh seseorang. kebahagiaan. energi. Telaah ontologis akan menjawab pertanyaan-pertanyaan : a) apakah obyek ilmu yang akan ditelaah. menurut kebenaran atau kesalahan (misalnya emas palsu. dan Tuhan. filsuf lain berpendapat bahwa kata benda tidak selalu entitas nama. dan apa kategori hasil. tetapi beberapa memberikan semacam singkatan untuk referensi untuk koleksi baik benda atau peristiwa. Dalam pandangan yang terakhir. gerakan (energi) atau jadi kehadiran (Buku Metafisika Theta). Ketika seseorang berlaku proses ini untuk kata benda seperti elektron. dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan. masyarakat yang mengacu pada kumpulan orang-orang dengan beberapa karakteristik bersama. mengapa. b) bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut. tetapi ontologi apapun harus memberi penjelasan tentang kata-kata yang mengacu kepada badan usaha. uang palsu) 3. ruang. kebenaran. sesuai dengan potensinya. Beberapa filsuf. berpendapat bahwa semua kata benda (termasuk kata benda abstrak) mengacu kepada badan ada. kontrak. Menurut Soetriono & Hanafie (2007) Ontologi yaitu merupakan azas dalam menerapkan batas atau ruang lingkup wujud yang menjadi obyek penelaahan (obyek ontologis atau obyek formal dari pengetahuan) serta penafsiran tentang hakikat realita (metafisika) dari obyek ontologi atau obyek formal tersebut . Aktivitas Di antara kutub realisme dan nominalisme. dengan kata lain suatu pengkajian mengenai teori tentang “ada”. ada juga berbagai posisi lain. dan c) bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir. menurut berbagai kategori atau cara menangani yang sedang seperti itu 2. yang tidak.

yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan itu tunggal atau jamak? 2. seperti misalnya daun yang memiliki warna kehijauan. dan dapat merupakan landasan ilmu yang menanyakan apa yang dikaji oleh pengetahuan dan biasanya berkaitan dengan alam kenyataan dan keberadaan. bunga mawar yang berbau harum. studi filosofis untuk menentukan sifat nyata yang asli (real nature) dari suatu benda untuk menentukan arti . hal ada ?  Apakah golongan-golongan dari hal yang ada ?  Apakah sifat dasar kenyataan dan hal ada ?  Apakah cara-cara yang berbeda dalam mana entitas dari kategori-kategori logis yang berlainan (misalnya objek-objek fisis. yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan (realitas) tersebut memiliki kualitas tertentu. Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis. (Filosofi ini didefinisikan oleh Aristoteles abad ke-4 SM) Hakekat kenyataan atau realitas memang bisa didekati ontologi dengan dua macam sudut pandang: 1. Menurut Pandangan The Liang Gie Ontologi adalah bagian dari filsafat dasar yang mengungkap makna dari sebuah eksistensi yang pembahasannya meliputi persoalan-persoalan :  Apakah artinya ada. kuantitatif. pengertian universal. abstraksi dan bilangan) dapat dikatakan ada ? Menurut Ensiklopedi Britannica Yang juga diangkat dari Konsepsi Aristoteles Ontologi Yaitu teori atau studi tentang being / wujud seperti karakteristik dasar dari seluruh realitas. struktur dan prinsip benda tersebut. . Ontologi sinonim dengan metafisika yaitu. Kualitatif.