You are on page 1of 21

“Upaya Peningkatan Kemampuan Berbicara Terhadap Permainan

Kata Berangkai Pada Siswa Kelas IV SDN Genengan 02
KecamatanKawedanan Kabupaten Magetan
Tahun Pelajaran 2012/2013”

oleh :

Lusiana Elok Pratiwi

09141133/7D/PGSD

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

IKIP PGRI MADIUN

2013

KATA PENGANTAR

Tiada kata yang lebih mulia selain mengucap puji syukur kehadirat Allah

SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia – Nya, sehingga penulis dapat

menyelesaikan penyusuna skripsi yang berjudul “Upaya Peningkatan Permainan

Kata Berangkai Terhadap Kemampuan Berbicara Siswa Kelas IV SDN Genengan

02 Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013.”

Sholawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi

Muhammad SAW beserta keluarganya, keturunanya, sahabat serta siapa saja

yang selalu mengikuti sunah tauladannya.

Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini tidak

terlepas dari dorongan, bantuan, dan bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu

penulis menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada:

1. Bapak Dr.H. Parji, M.Pd, selaku rektor di IKIP PGRI Madiun.

2. Bapak Drs. Vitalis Djarot Sumarwoto,M.Pd, selaku Dekan Fakultas Ilmu

Pendidikan.

3. Bapak Drs.H.Ibadullah Malawi, M.Pd, selaku Ketua Program Studi

Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

4. Bapak Drs. Edy selaku dosen yang selalu membimbing dengan penuh

kesabaran, walaupun beliau sibuk namun tetap bertanggung jawab dan

professional dalam membimbing dan mengarahkan penulis sampai penullisan

skripsi ini terselesaikan.

5. Bapak Suwasto, S.Pd, selaku kepala sekolah serta bapak dan ibu guru SDN

Genengan 02 Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.

6. Teman-teman PGSD 7D yang selalu membantu, bekerjasama dan sumbang

saran dalam penyelesaian proposal ini.

Amin. untuk itu penulis tetap mengharapkan kritik dan saran untuk kebaikan penulisan ini. Penulis menyadari proposal ini masih jauh dari sempurna. Januari 2013 Penulis Penulis . Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Madiun.

................................................................. iv BAB I PENDAHULUAN... 5 D................................................. Setting.. 13 BAB III METODOLOGI PENELITIAN....................................... 15 B................................................... Hipotesis Tindakan............. Lokasi dan Subyek Penelitian............................................ 5 C..... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................ 21 D.... 20 C........................ Rumusan Masalah .............................................................................................................................................................................................................. Identifikasi Masalah........ Kajian Teori....... Pengertian Kerterampilan Berbicara............... i KATA PENGANTAR....... Pengumpulan Data ............ 5 E. Analisis Data ............................... 10 D................ Tujuan Penelitian ........................................................................................................................................................................................................... Kerangka Berpikir..................... Tujuan keterampilan berbicara .............................................................................. Obyek Tindakan ................ 9 C........................................ 7 B... Manfaat Penelitian................................................................................................................................................ Latar Belakang Masalah....................................................... 15 A...................... 24 ..... 1 A......................................... 13 F................................ 1 B................... 22 DAFTAR PUSTAKA ............................................ ii DAFTAR ISI.................................................... 6 BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN ... Jenis – jenis Berbicara..... 7 A.............. 11 E.....................................................................................................

Menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah. Slamet (2008:123) kesulitan dalam berbicara. Keterampilan berbahasa muncul secara beruntutan. seperti halnya kesulitan dalam menyimak. Seperti kita ketahui. Latar belakang Masalah Peran pendidikan sangat penting bagi masyarakat demi menciptakan kemajuan pendidikan. merupakan catur tunggal (Henry Guntur Tarigan.siswa dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan jika . pembaharuan pendidikan di indonesia perlu terus dilakukan untuk menciptakan dunia pendidikan yang adaptif terhadap perubahan jaman. Oleh karena itu pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan suatu bangsa. Salah satu faktor yang menimbulkan kesulitan dalam berbicara adalah yang datang dari teman berbicara. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan suatu kesatuan. mula-mula pada masa kecil kita menyimak bahasa. kedamaian. Untuk mencapainya. Kemajuan negara Indonesia dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik. disebabkan oleh beberapa faktor. kemudian berbicara. keterbukaan dan demokratis. Y. sesudah itu membaca dan menulis. Menurut St. dalam setiap kegiatan berbicara teman bicara menafsirkan makna pembicaraan agar komunikasi dapat berlangsung terus sampai pembicaraan tercapai. BAB I PENDAHULUAN A. 2008:1). dengan adanya berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan diharapkan dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia Indonesia. kecerdasan. Apabila teman bicara tidak dapat menangkap makna pembicaraan maka komunikasi terputus atau dengan kata lain tujuan komunikasi tidak tercapai.

kritis dan kreatif. . karena saat ini guru lebih menekankan pembelajaran yang hanya mengacu pada buku pegangan guru dan lembar kerja siswa yang sudah saja. 1997:3. menjelaskan contoh soal.tidak ada bagian-bagiannya yang berkontradiksi dan kesemuanya itu didasarkan pada pendekatan terpilih. Teknik harus sejalan dengan metode dan serasi dengan pendekatan.5) pendekatan adalah seperangkat asumsi korelatif yang menangani hakikat bahasa. mendengarkan. guru menjelaskan konsep secara informatif. Teknik merupakan suatu muslihat. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam keterampilan berbicara. tertib. metode dan teknik pembelajaran yang dipakai.terampil berbicara. pengajaran bahasa dan pembelajaran bahasa. Pemilihan model pembelajaran ini harus mampu mengembangkan kemampuan siswa dalam berfikir logis. Metode merupakan rencana keseluruhan penyajian bahan bahasa secara rapi. Selama ini keterampilan berbicara siswa belum mendapatkan hasil yang maksimal seperti yang diharapkan. Oleh karena itu dapat dikembangkan suatu model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa khususnya pada mata pelajaran bahasa indonesia Agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. hanya mencatat. Guru merupakan pusat kegiatan sedangkan siswa selama kegiatan cenderung pasif. Dengan demikian pengalaman belajar yang telah mereka miliki tidak berkembang. tidak lepas dari pendekatan. metode dan teknik sangat berhubungan erat dengan keterampilan berbicara. Menurut Tarigan (dalam Djago Tarigan. mengerjakan tugas dari guru. dan memberikan soal – soal latihan. Pada kenyataannya saat ini model pembelajaran masih sangat jarang di terapkan dalam KBM di kelas. Pendekatan. tipu daya dalam menyajikan suatu bahan. Dalam kegiatan pembelajaran.

lupa. Mengingat pelajaran bahasa indonesia yang sangat penting untuk pendidikan. malas. dari penerapan kata berangkai ini diharapkan siswa mampu mengasah otak mereka untuk berfikir secara luas yang kaitannya dengan materi yang disampaikan oleh guru bidang study karena kata berangkai ini dapat diterapkan dalam berbagai macam mata pelajaran pada siswa sekolah dasar. Keadaan tersebut. Keaktifan siswa untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR) masih kurang. hal ini disebabkan karena mereka tidak berani kepada guru. berinteraksi dengan guru. Sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa. dan takut . beberapa siswa mengatakan tidak mengerjakan PR karena tidak bisa mengerjakan. enggan. Ada beberapa siswa yang kurang antusias mengikuti pelajaran dikarenakannya tidak adanya motifasi belajar dari diri mereka. takut salah dan hanya bertanya kepada teman. maka guru diharapkan mampu menerapkan pembelajaran sedemikian rupa agar dalam pelaksanaan pembelajaran siswa mampu mengeluarkan pendapat dan juga melatih siswa berbicara secara sepontan dalam pelajaran bahasa indonesia kelas IV yang harapannya siswa mampu mendapatkan hal – hal baru yang menjadikan pelajaran mereka lebih berbeda dari teknik – teknik pembelajaran lain. sehingga dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertukar pendapat. dan lain sebagainya. Di dalam pengajaran ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengajaran . bila di diamkan siswa akan mengalami kesulitan dalam mempelajari dan memehami konsep- konsep berikutnya.menurut seorang siswa. perlu dikembangkan suatu pembelajaran yang tepat. bekerjasama dengan teman. malu untuk bertanya. Mereka memilih diam jika ada suatu hal yang belum mereka mengeti atau pahami daripada mereka harus bertanya kepada guru yang mengajar. menggunakan maupun mengingat kembali materi yang di ajarkan. Siswa tersebut masih pasif.

diantaranya adalah kesiapan mental siswa. Rumusan Masalah . Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai kompetensi tertentu adalah dengan penilaian yang diperoleh melalui permainan kata berangkai yang diambil dari siswa kelas IV SDN Genengan 02 Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. Dari uraian di atas. maka dilakukan penelitian dengan judul “ Upaya Peningkatan Permainan Kata Berangkai Terhadap Kemampuan Berbicara Siswa Kelas IV SDN Genengan 02 Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013. C. guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau mengutarakan pendapatnya. serta penilaian sebagai umpan balik pengajaran. dapat di identifikasikan masalah sebagai berikut : 1. Minat siswa dalam berbicara rendah sebab kebanyakan anak cenderung takut. ragu dan malu ketika harus berbicara dan menyampaikan gagasan. Untuk itu diperlukan suatu cara untuk memotivasi siswa agar lebih semangat dalam belajar dan bisa mencapai ketuntasan belajar.” B. 2. Identifikasi Masalah Dari latar belakang masalah yang dikembangkan di atas. sehingga siswa tidak terbiasa berbicara dan keterampilan berbicara siswa akan terabaikan. Selama pembelajaran. sarana dan prasarana.

Manfaat Praktis a. Kawedanan Kab. Kawedanan Kab. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini. tujuan yang hendak dicapai adalah sebagai berikut: • “Untuk meningkatkan permainan kata berangkai terhadap kemampuan berbicara siswa kelas IV SDN Genengan 02 Kec. Manfaat Teoretis Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan. E. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013”. Bagi Guru . Berdasarkan latar belakang masalah yang dijabarkan di atas. selanjutnya dapat ditentukan rumusan penelitian sebagai berikut: • Apakah dengan penggunaan permainan kata berangkai dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas IV SDN Genengan 02 Kec. 2. Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013? D. khususnya teori berbicara.

Bagi Sekolah Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dan bahan kajian penelitian lebih lanjut. b. Bagi Siswa Hasil penelitian dapat memberikan pengalaman dalam melatih kemampuan berbicara siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi atau masukan bagi guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk melatih kemampuan siswa dalam berbicara khususnya dengan penggunaan permainan kata berangkai sebagai sumber belajar. c. .

Kata Berangkai 1. ketermpilan bahasa yang melibatkan proses berbahasa secara keseluruhan. 2. Mereka dibiarkan berfantasi secara bebas dan mengembangkan pemikirannya. BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Prosedur atau Cara Bermain . termasuk menciptakan suatu kata – kata baru dalam keterampilan berbahasa. Tujuan Kata Berangkai Games ini bertujuan untuk melatih keterampilan berbicara dengan menagajak siswa membuat kata – kata baru yang berkaitan dengan materi dari guru. 3. Permainan ini dapat digunakan kapan saja selama program pembelajaran. Deskripsi kata berangkai Games ini merupakan permainan berkelompok yang mengajak para peserta membuat kata – kata baru yang berkaitan dengan kata yang telah disusun.

fasilitator meminta peserta membacakan kata – kata berangkainya dan jika mungkin menerangkan mengapa mereka memilih dan menyusun kata – kata itu. Demikian seterusnya sampai memiliki “asosiasi bebas” sejumlah empat sampai lima kata. fasilitator menerangkan bahwa dalam permainan ini para peserta akan diberikan kata – kata tertentu dan diminta menulis kata benda. peserta dapat menuliskan “tulang”. . “menggonggong”. c. “menggigit”. binatang dan lain – lain yang keluar dari pemikirannya. Setelah menerangkan urutan permainan. Fasilitator menerangkan bahwa saat kata diberikan. Fasilitator kemudian membacakan kata yang lain dan peserta berfikir untuk menuliskan kata – kata yang berkaitan dengannya. b.a. “menyalak”. e. pribadi. fasilitator membacakan satu kata dari daftar kata yang ada dan mempersilahkan peserta memikirkan selama dua menit untuk menuliskan kata – kata ysng berkaitan dengan kata tersebut. d. Ketika para peserta telah menuliskan reaksinya terhadap kata terakhir yang diberikan. Sebagai contoh: jika kata yang diberikan pertama adalah “anjing”. Sambil membagikan sebuah pensil dan secarik kertas kepada setiap peserta. dan seterusnya. peserta diminta menulis kata sebanyak-banyaknya yang ada hubungannya dengan kata yang diberikan. gagasan. Perlu ditegaskan bahwa permainan ini hanyalah sekedar permainan bukan merupakan suatu tes psikologis.

Slamet (2009:35) keterampilan berbicara merupakan keterampilan yang mekanistik. pemilihan kata. kalimat dan intonasinya. semakin dikuasai dan terampil seseorang dalam berbicara. Tidak ada orang yang terampil berbicara tanpa melalui proses berlatih. pengontrolan gerak-gerik tubuh. Tujuan keterampilan berbicara . Dapat kita sadari sedalam-dalamnya bahwa tugas kita sehari-hari banyak dipengaruhi oleh keterampilan berbicara dan kita banyak menyita waktu hanya untuk berbicara. Dalam belajar dan berlatih berbicara seorang perlu dilatih pelafalan.Y. Itulah sebabnya dalam pengajaran berbahasa selalu dimulai dari pengajaran mendengar dan berbicara. dapat dikatakan bahwa gejolak dan kesibukan dunia sangat dipengaruhi oleh kesibukan-kesibukan manusia berbicara. pengendalian diri. Keterampilan berbicara bukan sekedar diperlukan sewaktu-waktu. Itulah sebabnya maka sejak kanak-kanak orang selalu dilatih berbahasa atau berbicara sebaik-baiknya. pengucapan. f. penggunaan bahasa yang baik dan benar. B. Belum lagi kita bayangkan bagaimana tugas seorang guru. pengontrolan suara. melainkan keperluan berkomunikasi sepanjang masa. dan pengaturan atau pengorganisasian ide. Pengertian Kerterampilan Berbicara Keterampilan berbahasa lisan itu sebagai dasar keterampilan berkomunikasi. Semakin banyak berlatih.menyimpulkan kegiatan ini dengan memberikan penjelasan singkat tentang bagaimana pengaruh tentang kemampuan menyusun pemikiran dengan kegiatan – kegiatan profesional. Menurut St. C. Fasilitator dapat .

d. Meyakinkan : pembicara berusaha mempengaruhi keyakinan atau sikap mental/ intelektual kepada para pendengar. Menstimuli . Sedangkan menurut Djago Tarigan dalam Slamet (2008:37) menyatakan bahwa tujuan berbicara meliputi: 1. Berbuat/bertindak : pembicara menghendaki tindakan atau reaksi fisik dari para pendengar dengan keterbangkitannya emosi. Menurut Gorys Keraf dalam Slamet (2008:37) tujuan berbicara adalah sebagai berikut: a. serta menunjukkan rasa hormat dan pengabdian. e. dengan harapan agar pendengar mengetahui tentang suatu hal. Memberitahukan : pembicara berusaha menguraikan atau menyampaikan sesuatu kepada pendengar. menghibur para pendengar agar terlepas dari kerutinan yang dialami oleh pendengar. program pengajaran keterampilan berbicara harus mampu memberikan kesempatan kepada setiap individu mencapai tujuan yang diharapkan. Menghibur 2. membangkitkan kegairahan. Menyenangkan : pembicara bermaksud menggembirakan. b. Menginformasikan 3. c. Mendorong : pembicara untuk member semangat. Iskandarwassid dan Dadang Sunendar (2008:242-243) menyatakan bahwa.

Meyakinkan 5. dibedakan menjadi: a) Tidak resmi (informal) meliputi: 1) Kelompok studi (study groups) 2) Kelompok pembuat kebijaksanaan (policy making groups) b) Resmi (formal) meliputi: 1) Konferensi 2) Diskusi panel 3) Simposium . Berbicara di depan umum (public speaking) meliputi: 1. menggerakkan D. Diskusi kelompok (group discussion). Berbicara untuk meyakinkan (persuasive speaking) 4. Berbicara untuk kekeluargaan (felloship speaking) 3. Jenis – jenis Berbicara Menurut Henry Guntur (1984: 22-23) jenis – jenis berbicara ada dua yaitu : a. 4. Berbicara pada konferensi (conference speaking) meliputi: 1. Berbicara untuk merundingkan (deliberative speaking) b. Berbicara untuk melaporkan (informative speaking) 2.

Berbicara mendadak 2. dan menginformasikan 2. Debat Menurut Puji Santoso ( 2008:6. 2. Prosedur parlementer (parliamentary prosedure) 3.38) jenis. Berbicara antarpribadi 2. Berbicara berdasarkan hafalan 4. Berbicara berdasarkan cara penyampaiannya 1. Berbicara dalam kelompok kecil 3. Berbicara informal c. Berbicara berdasarkan catatan 3. Bicara menghibur 3. melaporkan. meyakinkan atau menggerakkan b. Berbicara dalam kelompok besar . Berbicara berdasarkan jumlah pendengarnya 1. Berbicara memberitahukan. Berbicara formal 2. Berbicara berdasarkan naskah d. mengajak.356. Berbicara membujuk. Berbicara berdasarkan tujuannya 1. Berbicara berdasarkan situasinya 1.jenis berbicara yaitu: a.

inovasi tersebut adalah permainan kata berangkai. ketermpilan bahasa yang melibatkan proses berbahasa secara keseluruhan. Untuk meningkatkan kemampuan berbicara perlu digunakan suatu inovasi baru. dapat disimpulkan bahwa . ragu dan malu ketika harus berbicara dan menyampaikan gagasan. 2010: 90). Hipotesis Tindakan Hipotesis adalah suatu jawaban bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Andrews. setiap kelompok harus bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya. Selama pembelajaran. Sedangkan menurut Setyosari (2012: 110) hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian. Kecamatan Kawedanan. yang kebenarannya masih perlu diuji secara empiris. termasuk menciptakan suatu kata – kata baru dalam keterampilan berbahasa. Untuk itu. Tuuan permainan ini adalah untuk melatih keterampilan berbicara dengan menagajak siswa membuat kata – kata baru yang berkaitan dengan materi dari guru. sehingga siswa tidak terbiasa berbicara dan keterampilan berbicara siswa akan terabaikan. guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau mengutarakan pendapatnya. Berdasarkan kedua pendapat tentang pengertian hipotesis. Kerangka Berpikir Masalah – masalah yang ada setelah melakukan penelitian di SDN Genengan II.E. et al dalam Sangadji dan Sopiah. F. Kabupaten Magetan adalah kemampuan berbicara siswa masih rendah dikarenakan anak cenderung takut.

BAB III . Berdasarkan kerangka berpikir di atas. maka penulis merumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: Ada peningkatan permainan kata berangkai terhadap kemampuan berbicara siswa kelas IV SDN Genengan 02 Kec. yang tingkat kebenaranya masih lemah sehingga masih perlu diuji secara empiris melalui data yang terkumpul.hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian. Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013. Kawedanan Kab.

(2009:26) mengemukakan bahwa penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas “Penelitian tindakan kelas merupakan suatu proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut. Rancangan Penelitian Wina Sanjaya. tahap pengamatan. tahap pelaksanaan. (2006:16) mengemukakan bahwa dalam penelitian tindakan kelas terdapat empat tahapan.1 Model tahapan penelitian tindakan kelas Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan . Suharsimi Arikunto. Gb 3. Obyek Tindakan 1. yaitu tahap perencanaan. dan refleksi. METODE PENELITIAN A.

guru sebagai pelaksana tindakan harus mengacu pada program yang telah dipersiapkan dan disepakati c. PTK dilakukan secara berpasangan atau kolaborasi. Perncanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan ? Agar lebih jelas penulis maka harus diperhatikan hal – hal berikut ini: a. di mana. Tahap pengamatan (observing) . Pihak pertama melakukan tindakan dan pihak kedua yang mengamati proses jalannya tindakan b. oleh siapa. (2006: 17) Dalam tahap ini dijelaskan tentang apa. mengapa. Selama melaksanakan tindakan. Tahap perencanaa (planning) Menurut Suharsimi Arikunto. Tahap pelaksanaan (acting) Tahap pelaksanaan merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan. dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. kapan.

kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan SIKLUS I 1. format penilaian. 2. e. Menentukan pokok bahasan. Menyusun silabus dan RPP. Kegiatan pengamatan dilakukan oleh pengamat atau observer d. Refleksi (reflecting ) Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Mempersiapkan instrumen untuk menganalisis data seperti : soal – soal IPS.. Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di kelas. pedoman penilain. d. b. Kegiatan refleksi dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan. c. Tahap Perencanaan (planning) Tahap perencanaan (planning) meliputi sebagai berikut : a. Tahap Pelaksanaan (actuating) Pertemuan I a Kegiatan awal 1) Guru membuka pelajaran (memberi salam dan presensi) 2) Guru memberikan apersepsi (melakukan tanya jawab berkaitan dengan materi yang akan diajarkan) . (2006:19) Tahap pengamatan berjalan bersamaan dengan saat pelaksanaan tindakan. Menurut Suharsimi Arikunto. Melakukan observasi ke sekolah yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian.