You are on page 1of 12

1.

1 Konsep dasar Asuhan Kehamilan
1.1.2 Philosofi asuhan kehamilan

Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value yang

dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok (Pearson & Vaughan, 1986
cit. Bryar, 1995:17). Filosofi asuhan kehamilan menggambarkan keyakinan yang dianut oleh
bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini dalam memberikan asuhan kebidanan
pada klien selama masa kehamilan. Dalam filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa
keyakinan yang akan mewarnai asuhan itu.

1. Kehamilan merupakan proses yang alamiah. Perubahan-perubahan yang terjadi pada
wanita selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya,
asuhan yang diberikan pun adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus
memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari tindakan-tindakan yang
bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya.

2. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care)
Sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang
sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan
kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi lebih
percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan (Enkin, 2000).

3. Pelayanan yang terpusat pada wanita (women centered) serta keluarga (family centered)
Wanita (ibu) menjadi pusat asuhan kebidanan dalam arti bahwa asuhan yang diberikan harus
berdasarkan pada kebutuhan ibu, bukan kebutuhan dan kepentingan bidan. Asuhan yang
diberikan hendaknya tidak hanya melibatkan ibu hamil saja melainkan juga keluarganya, dan
itu sangat penting bagi ibu sebab keluarga menjadi bagian integral/tak terpisahkan dari ibu
hamil. Sikap, perilaku, dan kebiasaan ibu hamil sangat dipengaruhi oleh keluarga. Kondisi
yang dialami oleh ibu hamil juga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Selain itu,
keluarga juga merupakan unit sosial yang terdekat dan dapat memberikan dukungan yang
kuat bagi anggotanya. (Lowdermilk, Perry, Bobak, 2000). Dalam hal pengambilan keputusan
haruslah merupakan kesepakatan bersama antara ibu, keluarganya, dan bidan, dengan ibu
sebagai penentu utama dalam proses pengambilan keputusan. Ibu mempunyai hak untuk
memilih dan memutuskan kepada siapa dan dimana ia akan memperoleh pelayanan
kebidanannya.

4. Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil untuk berpartisipasi dan memperoleh
pengetahuan/pengalaman yang berhubungan dengan kehamilannya. Tenaga profesional
kesehatan tidak mungkin terus menerus mendampingi dan merawat ibu hamil, karenanya ibu
hamil perlu mendapat informasi dan pengalaman agar dapat merawat diri sendiri secara
benar. Perempuan harus diberdayakan untuk mampu mengambil keputusan tentang kesehatan
diri dan keluarganya melalui tindakan KIE dan konseling yang dilakukan bidan.

Menghitung usia kehamilan dari hari perkiraan lahir (HPL). 4. Konsep asuhan kebidanan. WHO. perilaku ibu dalam mencari penolong persalinan akan mempengaruhi kesehatan ibu dan janin yang dilahirkan. Bidan harus mempertahankan kesehatan ibu dan janin serta mencegah komplikasi pada saat kehamilan dan persalinan sebagai satu kesatuan yang utuh. 5. Jakarta. W. Mengkaji status nutrisi dan hubungan dengan pertumbuhan janin. 2001. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan.Pusdiknakes.tanda bahaya dan bagaimana menghubungi bidan. Saifudin. Melakukan pmeriksaan abdomen termasuk tinggi fundus uteri (TFU) atau posisi atau presentasi dan penurunan bagian terendah janin. 3. 6. 2001 . Panduan praktis pelayanan maternal dan neonatal. . Memberikan penyuluhan tanda. Varney midwifery.html: 1. 2. Melaksanakan pemeriksaan fisik secara sistematis dan lengkap. Jakarta. bidan harus memberikan pelayanan secara komprehensif atau menyeluruh.1997 . Jakarta. 2.WHO. 1. Buku asuhan antenatal. 8.blogspot. Proses kelahiran meliputi kejadian fisik.1.Varney. keluarga dan masyarakat.2002.2001 5. gravidarum tingkat 1. http://bidanshop. Seorang bidan harus memahami bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses yang alamiah dan fisiologis.com/2010/04/konsep-dasar-asuhan-kehamilan. Kehamilan merupakan pengalaman yang sangat bermakna bagi perempuan. walau tidak dipungkiri dalam beberapa kasus mungkin terjadi komplikasi sejak awal karena kondisi tertentu/ komplikasi tersebut terjadi kemudian.Pusdiknakes. Jakarta. Menilai keadaan janin selama kehamilan termasuk denyut jantung janin dengan feteskop dan gerakan janin dengan palpasi.Neil. 9.3 Lingkup asuhan kehamilan Dalam memberikan asuhan pada ibu hamil. Melakukan penatalaksanaan kehamilan dengan anemia. JHPIEGO. abdul bari dkk. preeklamsia ringan. abortus imminens. meliputi: 1.JHPIEGO. Perilaku ibu selama masa kehamilannya akan mempengaruhi kehamilannya. Melakukan penilaian pelviks dan struktur panggul. 7. Dian Rakyat. Mengumpulkan data riwayat kesehatan dan kehamilan serta menganalisis tiap kunjungan atau tiap pemeriksaan ibu hamil. hipernemisis. 3.R. . 4. psikososial dan kultural.

4. harus membantu ibu yang melahirkan daripada untuk mencoba mengontrol . Prinsip pokok asuhan kehamilan Prinsip-prinsip pokok asuhan antenatal konsisten dengan dan didukung oleh prinsip- prinsip asuhan kebidanan. dan ISK (Infeksi Saluran Kencing). Mengkaji berat badan ibu dan hubungannya dengan komplikasi. adalah yang paling sesuai untuk kebanyakan ibu selama kehamilan dan kelahiran. Orientasi pada ibu secara komprehensif Ibu dipandang sebagai makhluk individu maupun makluk sosial yang mempunyai kebutuhan. kelainan konggenital. 12. Pemberdayaan : Ibu dan keluarga mempunyai kebijaksanaan dan seringkali tau kapan mereka akan melahirkan. 3. Vaginitis. Jika kita bersikap negatif atau kritis.10. nyeri epigastrium karena hipertensi. kematian janin. 11. Sebagai bidan. Membantu ibu dalam meciptakan proses fisiologis 5. PEB. Hal ini juga dapat mempengaruhi lamanya waktu persalinan. (www. Kita. kelahiran dan menjadi orang tua. DM (Diabetes Melitus). kehamilan ganda. kelainan letak janin. kita membantu dan melindungi proses kelahiran tersebut. pertumbuhan janin tidak adekuat.com) 1. Sebagai bidan kita percaya bahwa model asuhan kebidanan yang membantu dan melindungi proses kelahiran normal. hal ini akan mempengaruhi si ibu. Keyakinan dan kemampuan ibu untuk melahirkan dan merawat bayi bisa ditingkatkan atau dihilangkan oleh orang yang memberikan asuhan padanya dan oleh lingkungan dimana ia melahirkan. hasil laboratorium abnormal. Memberikan bimbingan persiapan persalinan. pendarahan pervaginam. Memberikan imunisasi TT (Titanus Toxoid) 14. persangkaan polihiramnion (air ketuban yang berlebih).1. Menjaga kerahasiaan ibu / privasi 4.m3yapindo. Menginditifikasi penyimpangan kehamilan normal dan penanganannya termasuk rujukan tepat waktu pada kurang gizi. alami dan sehat. sakit kepala berat dan menetap gangguan pandangan. Menjelaskan dan mendemonstrasikan cara mengurangi ketidak nyamanan dalam kehamilan. 13. Lima prinsip-prinsip utama asuhan kebidanan adalah : 1. Kelahiran adalah proses yang normal : Kehamilan dan kelahiran biasanya merupakan proses yang normal. infeksi ibu hamil seperti IMS. sebagai bidan. oedem (pembekakan karena berisi cairan pada kaki). 2. ketuban pecah sebelum waktunya.

Kita harus menghormati bahwa ibu adalah faktor utama dan penolong persalinan adalah faktor pembantu selama proses kelahiran. berfokus pada klien dan sayang ibu berdasarkan bukti ilmiah sekarang ini adalah tanggung jawab semua bidan. 9. obat atau prosedur dapat membahayakan bagi ibu dan bayinya. Pengobatan pada kehamilan. Misalnya prosedur-prosedur yang keuntungannya tidak mempunyai bukti termasuk episiotomi rutin pada primipara. Jakarta.com/2010/04/konsep-dasar-asuhan-kehamilan. psikologis.2002. Buku asuhan antenatal.1997 . obat-obatan dan tes. 6.html: 1. seperti halnya juga penanganan komplikasi harus dilakukan berdasarkan suatu bukti. Praktek asuhan maternitas harus dilakukan berdasarkan kebutuhan ibu dan bayinya. Bidan yang terampil harus tau kapan harus melakukan sesuatu. .persalinannya. enema dan pengisapan pada semua bayi baru lahir. Kita harus tau dan menjelaskan informasi yang akurat tentang resiko dan keuntungan semua prosedur.JHPIEGO. Menghormati kesehatan fisik. Menghormati praktik adat Dalam memberikan asuhan seorang bidan harus menghargai praktik adat yang dilakukan trutama praktik adat yang mendukung proses asuhan. kelahiran dan pasca persalinan. kelahiran atau periode pasca persalinan dengan tes-tes ”rutin”.WHO. 2001 . Memberikan informasi dan konseling yang cukup Ibu dan keluarga memerlukan informasi sehingga mereka dapat membuat suatu keputusan.blogspot. Panduan praktis pelayanan maternal dan neonatal. spiritual dan sosial ibu. Jakarta. http://bidanshop. 11. abdul bari dkk. Kita juga harus membantu ibu dalam membuat suatu pilihan tentang apa yang terbaik untuk diri dan bayinya berdasarkan nilai dan kepercayaannya (termasuk kepercayaan-kepercayaan budaya dan agama) 7. bukan atas kebutuhan penolong persalinan. Asuhan yang berkualitas tinggi.Pusdiknakes. 10. 2. Asuhan selama kehamilan. Saifudin. Usaha promosi dan preventive Asuhan yang diberikan penekananya dalam fokus utamanya adalah usama promotive (peningkatan kesehatan) dan preventive (pencegahan). 8. Varney midwifery.Varney. 3. Jangan Membahayakan : Intervensi haruslah tidak dilaksanakan secara rutin kecuali terdapat indikasi-indikasi yang spesifik. Tanggung Jawab : Setiap penolong persalinan harus bertanggung jawab terhadap kualitas asuhan yang ia berikan.

90 % ibu-ibu yang diidentifikasi ”beresiko” tidak mengalami komplikasi.com/2009/07/sejarah-asuhan-kehamilan. bidan dan dokter banyak menggunakan waktu selama kunjungan antenatal untuk penilaian resiko berdasarkan riwayat medis dan obstetri serta temuan-temuan fisik yang lalu. Misalnya seorang ibu yang tingginya kurang dari 139 cm mungkin akan melahirkan bayi seberat 2500 gram tanpa masalah. W. pertolongan persalinan. Banyak ibu-ibu yang digolongkan ”beresiko tinggi” yang tidak mengalami komplikasi apapun. 1. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Sejarah asuhan kehamilan Metode tradisional asuhan kehamilan sudah dihasilkan dan telah sukses sejak tahun 1940 sampai sekarang. Kebanyakan ibu-ibu yang mengalami komplikasi tidak mempunyai faktor resiko dan digolongkan ke dalam kelompok ”beresiko rendah”. Jakarta.Pusdiknakes. Jakarta.1. JHPIEGO. Studi ini menemukan bahwa 71 % ibu yang mengalami partus macet tidak digolongkan ke dalam kelompok beresiko sebelumnya. di bawah penelitian yang seksama. seorang ibu yang mempunyai riwayat tidak begitu berarti. dengan menggunakan berbagai macam metode. Sekarang kita telah mengetahui bahwa penilaian resiko tidak mencegah kesakitan dan kematian maternal dan perinatal. Mengapa penilaian resiko tidak lagi digunakan? Ia tidak lagi dipergunakan karena setiap ibu hamil akan menghadapi resiko komplikasi dan harus mempunyai jangkauan kepada asuhan kesehatan maternal yang berkualitas. ibu yang mana yang akan mempunyai masalah selama persalinan. Bidan terlahir sebagai wanita yang terpercaya dalam mendampingi ibu-ibu yang melahirkan. formula dan skala untuk melakukan penapisan ”resiko” diteliti. Dalam suatu studi di Zaire.4. Tujuan dari penilaian resiko ini adalah untuk mengidentifikasi ibu yang beresiko tinggi dan merujuk ibu-ibu ini untuk mendapatkan asuhan yang khusus. kehamilan normal dan persalinan yang tidak berkomplikasi mungkin saja mengalami perdarahan pasca persalinan. klinik bersalin atau di masyarakat. Penilaian resiko juga tidak menjamin perkiraan. Tempat pelayanan asuhan kebidanan. kementrian kesehatan. Demikian juga. Namun pengembangan selanjutnya sekitar tahun 1959 setelah diadakan Kursus Tambahan Bidan (KTB) oleh bagian KIA. Melalui asuhan antenatal di harapkan bidan dapat berkontribusi dalam melindungi hak reproduksi dan hak asasi manusia dengan cara mengurangi angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan. WHO. pemeliharaan ibu nifas dan perawatan neonatus. 2001. Pada awalnya ruang lingkup tugas bidan masih terbatas pada pengawasan kehamilan. Dian Rakyat.2001 5.R.5. Sebagai tambahan. Konsep asuhan kebidanan. puskesmas.Neil. baik yang bersifat tugas mandiri dan kalaborasi adalah di rumah sakit. Sejarah menunjukkan bahwa kebidanan merupakan salah satu profesi tertua sejak adanya peradaban manusia. ruang lingkup tugas bidan tidak saja berorientasi pada pelayanan kebidanan di rumah sakit melainkan juga mengemban tugas pelayanan kesehatan di masyarakat. Hampir tidak mungkin memperkirakan ibu hamil yang mana yang akan menghadapi komplikasi yang akan mengancam keselamatan jiwa secara akurat.(http://bidanayin. Suatu contoh seorang ibu yang beresiko .html) Dimasa yang lalu.blogspot.

blogspot. 3) Mengembangkan persiapan persalinan serta kesiapan menghadapi komplikasi. Tujuan asuhan kehamilan 1) Mempromosikan dan menjaga kesehatan fisik serta mental ibu dan dengan pendidikan. psikologis. kebersihan diri dan proses kelahiran bayi.1997. melahirkan dengan selamat ibu dan bayi dengan trauma seminimal mungkin 7) Peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuhkembang secara normal.Pusdiknakes. G2 P1 tanpa faktor resiko dan persalinan normal yang melahirkan bayi 3 kg dan mengalami perdarahan 1000 cc karena atonia uteri.2001 5.6. Panduan praktis pelayanan maternal dan neonatal. W. Jakarta. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. 2) Mendeteksi dan melakukan penatalaksanaan komplikasi medis. (http://kti-akbid. 2001 .m3yapindo.Neil.com) 5) Memantau kemajuan kehamilan dan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi 6) Mempersiapkan persalinan cukup bulan. Sebenarnya bidan memiliki peran penting dalam mencegah dan atau menangani setiap kondisi yang mengancam jiwa ini melalui beberapa intervensi yang merupakan komponen penting dalam ANC seperti: mengukur tekanan darah. 3. Buku asuhan antenatal.com/2011/03/makalah-asuhan-kehamilan. WHO.1.7. Konsep asuhan kebidanan.2002.bedah atau obstetrik selama kehamilan. nutrisi. mendeteksi tanda-tanda awal perdarahan/infeksi. abdul bari dkk.Varney.rendah adalah berumur 24 tahun. infeksi dan eklampsia.1.Pusdiknakes. . 1.html: 1.WHO. memeriksa kadar proteinuria.com/2010/04/konsep-dasar-asuhan-kehamilan. dan merawat anak secara fisik. Jakarta. Varney midwifery. Saifudin. Jakarta.000 kelahiran hidup dengan penyebab utama adalah perdarahan. Refocusing asuhan kehamilan Hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 1995 menunjukkan angka kematian ibu sebesar 373 per 100.html) 1. JHPIEGO. 4) Membantu menyiapkan ibu untuk menyusui dengan sukses. Namun ternyata banyak komponen ANC yang rutin dilaksanakan tersebut tidak efektif untuk menurunkan angka kematian maternal dan perinatal. 2. (www. menjalankan nifas secara normal. Dian Rakyat. http://bidanshop. dan sosial.R.blogspot. 2001. 4.JHPIEGO. Jakarta. maupun deteksi & penanganan awal terhadap anemia.

ukuran pelvik.) pada setiap kunjungan. · Banyak ibu yang digolongkan dalam kelompok resiko tinggi tidak pernah mengalami komplikasi. transportasi. komunikasi. v Hasil-hasil penelitian yang dikaji oleh WHO (Maternal Neonatal Health) yaitu: · Pendekatan resiko mempunyai bila prediksi yang buruk karena kita tidak bisa membedakan ibu yang akan mengalami komplikasi dan yang tidak. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian asuhan khusus pada ibu yang tergolong dalam kategori resiko tinggi terbukti tidak dapat mengurangi komplikasi yang terjadi (Enkin. Pelajaran yang dapat diambil dari pendekatan resiko:adalah bahwa setiap ibu hamil beresiko mengalami komplikasi yang sangat tidak bisa diprediksi sehinggasetiap ibu hamil harus mempunyai akses asuhan kehamilan dan persalinan yang berkualitas. posisi & presentasi janin di bawah usia 36 minggu dsb) yang memperkirakan kategori resiko ibu. 3. Jika setiap bumil sudah mempersiapkan diri sebelum terjadi komplikasi maka waktu penyelamatan jiwa tidak akan banyak terbuang untuk membuat keputusan. dana kegawatdaruratan. donor darah. 2. mencari transportasi. yaitu: Penolong yang terampil/terlatih harus selalu tersedia untuk: : 1. keuangan. Karenanya. Membantu setiap ibu hamil &keluarganya membuat perencanaa persalinan petugas kesehatan yang terampil. menentukan orang yang akan membuat keputusan. tempat bersalin. donor darah. dsb.v Fokus lama ANC: 1. · Memberikan keamanan palsu sebab banyak ibu yang tergolong kelompok resiko rendah mengalami komplikasi tetapi tidak pernah diberitahu bagaimana cara mengetahui dan apa yang dapat dilakukannya. edema kaki. . v Isi Refocusing ANC. sementara mereka telah memakai sumber daya yang cukup mahal dan jarang didapat. dan 90% ibu yang diidentifikasi sebagai beresiko tinggi tidak pernah mengalami komplikasi. 2000 : 22). BB. Penolong persalinan yang terampil menjamin asuhan normal yang aman sehingga mencegah komplikasi yang mengancam jiwa serta dapat segera mengenali masalah dan merespon dengan tepat. perlengkapan esensial untuk ibu-bayi). biaya. Hasil studi di Kasango (Zaire) membuktikan bahwa 71% ibu yang mengalami partus macet tidak terprediksi sebelumnya. Pengajaran /pendidikan kesehatan yang ditujukan untuk mencegah resiko/komplikasi. nutrisi yang baik selama hamil. fokus ANC perlu diperbarui (refocused) agarasuhan kehamilan lebih efektif dan dapat dijangkau oleh setiap wanita hamil.Membantu setiap bumil & keluarganya mempersiapkan diri menghadapi komplikasi (deteksi dini. 2. Mengumpulkan data dalam upaya mengidentifikasi ibu yang beresiko tinggi dan merujuknya untuk mendapatkan asuhan khusus. Temuan-temuan fisik (TB.

8. IUFD. Melakukan skrining/penapisan kondisi-kondisi yang memerlukan persalinan RS (riwayat SC. Standard mencerminkan norma. Ibu yang memerlukan kelahiran operatif akan sudah mempunyai jangkauan pada penolong yang terampil dan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan. 8. suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur. keputusan yang kurang tepat. dsb). Standar Asuhan Kehamilan Sebagai profesional bidan. Identifikasi ibu hamil Bidan melakukan kunjungan rumah dengan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu. Mendeteksi dan menangani komplikasi (preeklamsia.Memberikan Imunisasi Tetanus Toxoid untuk mencegah kematian BBL karena tetanus. dan letak/presentasi abnormal setelah 36 minggu. · Suplementasi yodium. Umumnya anemia ringan yang terjadi pada bumil adalah anemia defisiensi zat besi & asam folat. · Suplementasi vitamin A 1. Ibu yang sudah tahu kalau ia mempunyai kondisi yang memerlukan kelahiran di RS akan berada di RS saat persalinan. anemia berat. . Penerapan standard pelayanan akan sekaligus melindungi masyarakat karena penilaian terhadap proses dan hasil pelayanan dapat dilakukan atas dasar yang jelas. Standar 3.Memberikan suplementasi zat besi & asam folat. Terdapat 6 standar dalam standar pelayanan antenatal seperti sebagai berikut: 1.1. dalam melaksanakan prakteknya harus sesuai dengan standard pelayanan kebidanan yang berlaku. tuberkulosis. atau hambatan dalam hal jangkauan akan dapat dicegah. perdarahan pervaginam. 4. 6. malaria. Untuk populasi tertentu: · Profilaksis cacing tambang (penanganan presumtif) untuk menurunkan insidens anemia berat. penyakit menular seksual. sehingga kematian karena penundaan keputusan. Mendeteksi kehamilan ganda setelah usia kehamilan 28 minggu. dsb) 5. 7.3. pengetahuan dan tingkat kinerja yang telah disepakati oleh profesi. Kelalaian dalam praktek terjadi bila pelayanan yang diberikan tidak memenuhi standard dan terbukti membahayakan. · Pencegahan/ terapi preventif malaria untuk menurunkan resiko terkena malaria di daerah endemik. .

disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk. suami serta keluarganya pada trimester ketiga. Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini. seta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya. Mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. mereka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya. Standar 4: Pemeriksaan dan pemantauan antenatal Bidan memberikan sedikitnya 4 x pelayanan antenatal. serta bila umur kehamilan bertambah. bila tiba tiba terjadi keadaan gawat darurat. Tipe Pelayanan Asuhan Kehamilan 1. nasehat dan penyuluhan kesehtan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas. (Standard Pelayanan Kebidanan. penemuan. IBI. 5.2. Rujukan ditujukan pada sistem pelayanan kesehatan yang lebih tinggi. hipertensi. penanganan dan / atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Obstetrician and Gynecological Care .9.1. Independent Midwive/ BPS Center pelayanan kebidanan berada pada bidan. untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik. 2. Standar 8: Persiapan Persalinan Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil. Standar 5: Palpasi Abdominal Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan plapasi untuk memperkirakan usia kehamilan. 6. 2002) 1. kurang gizi. Standar 6: pengelolaan anemia pada kehamilan Bidan melakukan tindakan pencegahan. memberikan pelayanan imunisasi. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. khususnya anemia. Sistem rujukan dilakukan apabila ditemukan komplikasi atau resiko tinggi kehamilan. Dimana bidan memberikan asuhan kebidanan secara normal dan asuhan kebidanan “bisa diberikan” dalam wewenang dan batas yang jelas. 3. PMS/ infeksi HIV. Pemeriksaan meliputi anamnesa dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangsung normal. bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. memeriksa posisi. Ruang lingkup dan wewenang asuhan sesuai dengan kepmenkes 900/ 2002. Bidan juga harus mengenal kehamilan risti/ kelainan. Standar 7: Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda tanda serta gejala preeklamsia lainnya. 4. Bila ditemukan kelainan.

Wanita hamil berhak mendapat informasi yang akan dilakukan atasnya m. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan yang tersedia. 5. Wanita hamil berhak mendapat informasi terapi alternatif sehingga dapat mengurangi atau meniadakan kebutuhan akan obat dan intervensi obstetri c.1.Center pelayanan kebidanan berada pada SPOG. Hospital Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG. Wanita hamil berhak mendapat informasi efek tindakan yang akan dilakukan baik pada ibu & janin g. Pasien kebidanan berhak memperoleh informasi tentang siapa yang akan menjadi pendampingnya selama persalinan dan kualifikasi orang tersebut e. Rujukan dilakukan pada system yang lebih tinggi. Rujukuan dilakukan pada tingkat yang lebih tinggi dan mempunyai kelengkapan sesuai dengan yang diharapkan. Pasien kebidanan berhak untuk merawat bayinya sendiri bila bayinya normal d. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan kebidanan yang tersedia. 4. Wanita hamil berhak mendapat informasi sebelum/bila diantisipasi akan dilakukan SC j. Wanita hamil berhak mendapat penjelasan oleh tenaga kesehatan yang memberikan asuhan tentang efek-efek potensial langsung/tidak langsung dari penggunaan obat atau tindakan selama masa kehamilan. Pasien kebidanan berhak memperoleh catatan perincian biaya RS/tindakan atas dirinya. Wanita hamil berhak untuk ditemani selama masa-masa yang menegangkan pada saat kehamilan & persalinan h. Hak – Hak Wanita Hamil a. Rumah Bersalin Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG sebagai konsultant. i. Wanita hamil berhak mendapat informasi tentang merk obat dan reaksi yang akan ditimbulkan atau reaksi obat yang pernah dialaminya k. akurat dan dapat dipertanggungjawabkan f. Public Health Center/ Puskemas Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan dokter umum. persalinan. 3. Pasien kebidanan berhak memperoleh/memiliki catatan medis dirinya serta bayinya dengan lengkap.10. Kelahiran atau menyusui b. Rujukan ditujukan pada rumah sakit yang lebih tinggi tipenya. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi. 1. Wanita hamil berhak memilih konsultasi medik untuk memilih posisi yang persalinan yang dapat menurunkan stress . Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi sesuai dengan pelayanan yang tersedia. Wanita hamil berhak mengetahui nama-nama yang memberikan obat-obat atau melakukan prosedur tindakan l. Rujukan ditujukan pada system pelayanan yang lebih tinggi.

tingginya angka kematian ibu dan perinatal. Tenaga Profesional Asuhan Kehamilan Tenaga profesional adalah seseorang yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang tertentu yang diakui oleh pemerintah dan lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Dalam bidang kesehatan masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan sumber .Memelihara kerjasama yang baik dengan staf kesehatan dan rumah sakit Pendukung 6. 4.ahli kebidanan.Memberikan pelayanan sebagai tenaga terlatih.Menerima tanggung jawab untuk mengambil keputusan dan konsekuensi dari keputusan tersebut 4. Pada umumnya bidan memberikan pelayanan kesehatan kepada wanita yang beresiko rendah meliputi pendidikan asuhan bayi baru lahir. dan peningkatan sumber daya manusia. Issu Terkini Dalam Asuhan Kehamilan Mengahadapi pembangunan jangka panjang tahap II.1. 1. Peran Dan Tanggung Jawab Bidan Dalam Asuhan Kehamilan Peran Bidan : 1.dokter umum. infeksi hepatitis B. disamping itu dihadapi perubahan pola penyakit dalam bentuk infeksi STD serta AIDS. meningkatkan akses dan mutu asuhan kesehatan.Meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat.Hal ini merupakan asuhan primer rutin.Meningkatkan penerimaan gerakan KB. keterampilan dan wewenangnya dalam praktek kliniknya 3.Mengenali batas-batas pengetahuan. Dalam pemberian asuhan antenatal tidak hanya dilakukan oleh bidan tetapi dilakukan oleh tenaga profesional lainnya seperti : dokter.berkomunikasi dengan petugas yang lain dengan rasa hormat dan martabat 5.1.Meningakatkan sistem rujukan. serta penyakit degeneratif.11.Menjaga agar pengetahuanya tetap up-to date.Bekerjasama dengan masyarakat dimana ia berperaktek. 1.12.dan dukun terlatih. Tanggung jawab Bidan : 1.dokter perawatan bidan. 3. yaitu : upaya mengentaskan kemiskinan. terdapat tiga issu nasional . 1. 2.13.asuahan antenatal.KB di beberapa negara.Memberikan “ dukun beranak” 5. keterampilan dan kemahirannya agar bertambah luas serta mencakup semua aspek dari peran seoarang bidan 2. terus mengembangkan pengetahuan.1.

Evidance Baset Dalam Praktek Antenatal 1. mendekap.Menganjurkan agar jangan menyunat bayi baru lahir jika bukan karna kewajiban agama. . termasuk mereka yang bayinya sakit dan kurang bulan agar mengelus.Mengajarkan petugas pemberi asuhan dalam metode meringankan rasa nyeri tanpa penggunaan obat-obatan 4. 1. sebagai issu sentral pembangunan peranan bidan khususnya menurunkan angaka kematian dan kesakitan ibu dan perinatal sangat penting terutama didaerah pedesaan.1.daya manusia. nilai dan adat istiadat yang dianut ibu. memberi asi dan mengasuh bayinya sendiri.Memberikan informasi kepada publik mengenai praktek-praktek tersebut termasuk intervensi-intervensi dan hasil asuhannya 2. 5.Mendorong semua ibu ( keluarganya ). 3.Memberi asuhan yang sifatnya peka dan responsif bertalian dengan kepercayaan.14.