You are on page 1of 11

Vitamin C untuk benih

Jurnal Akuakultur ikan kerapu
Indonesia, macan (2007)
6(1): 43–53 Available : http://journal.ipb.ac.id/index.php/jai 43
http://jurnalakuakulturindonesia.ipb.ac.id
Bulan Ke-2

PENAMBAHAN VITAMIN C DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN
IMUNITAS BENIH IKAN KERAPU MACAN, Epinephelus fuscoguttatus
TERHADAP INFEKSI VIRAL NERVOUS NECROSIS

Addition of Vitamin C on Diet to Improve Immunity on Tiger Grouper,
Epinephelus fuscoguttatus to Infection Viral Nervous Necrosis

F. Johnny, K. Mahardika, I.N.A. Giri & D. Roza
Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol PO BOX 140 – Singaraja 81101 – Bali
Telepon : 0362 92278 – Faksimili : 0362 92272 E-mail : frisjravael@yahoo.com

ABSTRACT

An attempt with a purpose to improve the fish seed immunity tiger grouper, Epinephelus fuscoguttatus
to infection viral nervous necrosis (VNN) with addition of vitamin C have been done in Gondol Research
Institute for Mariculture, Bali. Fish seed tiger grouper counted 400 fishes with wight between 35-55 disperse
gram into 4 polycarbonate tanks volume of 1000 litres with density of 100 fish/tank. Each tank is equipped
with flow-through water system and aeration. Experimental diets were formulated to have the same nutrients
content except of vitamin C stable form (L-ascorbyl-2-Phosphate-Magnesium) with different dose, that is 0;
300; 600; 1.200 mg/kg diet was added to each formula. Experimental diets were prepared as dry pellet using
freeze dryer Fish fed experimental diets twice everyday during 60 day. After 20, 40, and 60 days after
treatment test to challange with VNN. Perception of test fish immunities parameter done to phagocytic activity
(PA), make of phagocytic index (PI) and lysozyme activity (LA). Attempt result indicated that addition of
vitamin C in diet dose between 600-1,200 mg/kg after 60 treatment day yield highest survival rate, PA and LA
compared to other treatments.

Keywords: Immunity, tiger grouper, viral nervous necrosis, vitamin C

ABSTRAK

Suatu percobaan dengan tujuan meningkatkan imunitas benih ikan kerapu macan, Epinephelus
fuscoguttatus terhadap infeksi viral nervous necrosis (VNN) dengan penambahan vitamin C telah dilakukan di
Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol, Bali. Benih ikan kerapu macan sebanyak 400 ekor
dengan bobot antara 35-55 gram ditebar ke dalam 4 buah bak polikarbonat volume 1000 liter dengan
kepadatan 100 ekor/bak, menggunakan sistem air laut mengalir dan diaerasi. Ikan diberi pakan percobaan 2
kali sehari dan dipelihara selama 60 hari. Formulasi pakan percobaan diatur mempunyai kandungan nutrien
yang sama kecuali kandungan vitamin C. Pada formula pakan ditambahkan vitamin C bentuk stabil (L-
ascorbyl-2-Phosphate-Magnesium) dengan dosis berbeda, yaitu 0; 300; 600; 1.200 mg/kg pakan. Pakan dibuat
dalam bentuk pelet dan dikeringkan menggunakan “freeze dryer”. Setelah 20, 40, dan 60 hari setelah perlakuan
dilakukan uji tantang dengan VNN. Pengamatan parameter imunitas ikan uji dilakukan terhadap aktivitas
fagositik (PA), indeks fagositik (PI) dan aktivitas lisosim (LA). Hasil percobaan menunjukkan bahwa
penambahan vitamin C dalam pakan dosis antara 600-1.200 mg/kg setelah 60 hari perlakuan menghasilkan
sintasan, PA dan LA tertinggi.

Kata kunci: Imunitas, kerapu macan, viral nervous necrosis, vitamin C

PENDAHULUAN Diduga salah satu penyebab kematian adalah
adanya infeksi penyakit, terutama infeksi
Dalam upaya produksi benih ikan kerapu viral nervous necrosis (VNN). Infeksi virus
macan, Epinephelus fuscoguttatus di terhadap ikan kerapu di Indonesia telah
hatchery Balai Besar Riset Perikanan ditemukan dan akibat serangan penyakit
Budidaya Laut Gondol masih mengalami tersebut menimbulkan mortalitas yang tinggi
kendala dengan adanya kematian benih. pada semua stadia. Di Bali Utara infeksi virus

2002). kerapu lumpur. Roza et al.. 2002). Sandnes.. 1991). Cromileptes menurut umurnya. dikeluarkan atas bantuan vitamin C dalam Zafran et al.. budidaya ikan kerapu bebek. dan 1200 mg/kg pakan. Dalam percobaan Ikan uji di laboratorium. 1977. meningkatkan imunitas benih ikan kerapu Imunostimulan merupakan sekelompok macan terhadap infeksi VNN dengan senyawa biologi dan sintetis yang dapat penambahan vitamin C dalam pakan.. Penambahan vitamin C dalam 4 bulan akan terlihat ikan berdiam di dasar. Banyak zat yang penting ikan kerapu bebek (Koesharyani et al. (2002) melaporkan bahwa 1994. Dalam biasanya 3-5 hari setelah adanya gejala klinis laporan lainnya.2 ± 2. Epinephelus kadang-kadang menyentak seperti tanpa fuscoguttatus juga dapat meningkatkan kontrol serta nafsu makan menurun drastis. 2000) dan sampai sekarang virus pertahanan tubuh dari pencegahan infeksi ini merupakan salah satu kendala utama pada patogen (Lagler et al. Johnny et al. dan pembesaran kerapu bebek (Nakai et al.. 2001. 2002. terutama pada pembenihan vitamin C. vitamin C mempunyai phosphate-Magnesium)... 2002. 2003. meningkatkan respon imun non-spesifik ikan 2005). Johnny et al.. vitamin C memperlihatkan keterlibatannya dalam proses pelepasan zat Dalam percobaan ini ikan uji yang kebal oleh sel kebal. Halver. Gondol telah infeksi yang sangat merugikan usaha dilakukan beberapa percobaan menggunakan budidaya laut. terutama untuk pertumbuhan... vitamin C digunakan adalah benih ikan kerapu macan. Johnny.. Pada hewan. 1998) digunakan adalah pakan dalam bentuk pelet maupun in-aktif vaksin (Roza et al. vitamin C berpengaruh terhadap Gejala ikan yang terserang virus ini berbeda hemositologi ikan kerapu bebek. Roza et al.44 F. 1997.N. Sebelum dilakukan . merupakan suatu kebutuhan yang harus ada Epinephelus fuscoguttatus dengan bobot rata- untuk produksi interferon dan komponen rata 45. 2003).. pemeliharaan keseimbangan alami oleh kulit beserta jaringan lainnya. 1996. 1989. Upaya pencegahan lainnya adalah dengan Pakan Uji cara vaksinasi baik menggunakan Dalam percobaan ini pakan yang rekombinan vaksin (Watanabe et al. Komposisi pakan uji disajikan pada Vitamin C (asam askorbat) merupakan Tabel 1 dengan dosis vitamin C yang salah satu bahan yang sering digunakan berbeda. 1998. Johnny dan Roza. 2003. Rukyani et VNN (Mahardika et al. K. 1998. 1999. Perlakuan tanpa kemampuan untuk mempercepat reaksi vitamin C sebagai kontrol. bentuk stabil yaitu APM (L-ascorbyl-2- Selain itu..A. Giri & D.. Pakan uji yang digunakan sebanyak dalam pencegahan penyakit ikan. 2004. Roza VNN dilaporkan menginfeksi larva dan juvenil komplemen. gerakannya lemah dan benih ikan kerapu macan. 2001. Vitamin C yang digunakan dalam dan mempercepat proses penyembuhan luka. 2002) dan Tujuan penelitian ini adalah untuk vitamin C (Johnny et al. dan perlakuan kelompok hidroksilasi dengan formulasi vitamin C masing-masing dengan dosis 300. meningkatkan tanggap kebal spesifik dan non-spesifik (Zafran et al. Mahardika. kolagen yang sangat penting untuk 600... Mori et al.. 2005). BAHAN DAN METODE 2004. 2005). vitamin C dapat ikan akan mati (Roza et al.82 gram. pada umur 45 hari sampai altivelis. 2002. kering. Di Balai Besar Riset VNN merupakan salah satu penyakit Perikanan Budidaya Laut. vitamin C 4 perlakuan berisikan nutrisi esensial dan dalam tubuh ikan berperan mengurangi stress vitamin C. I. Pada ikan kerapu VNN ini di hatcheri adalah dengan cara macan dilaporkan pula bahwa pemberian meningkatkan respon imun non-spesifik ikan vitamin C dalam pakan pellet dapat tersebut dengan menggunakan meningkatkan respon imun terhadap infeksi imunostimulan (Secombes. 2004). ketahanan ikan (Giri et al. Johnny et al. pakan selain mempengaruhi pertumbuhan berenang terbalik. Epinephelus coioides Salah satu upaya pencegahan infeksi (Johnny et al. al. 2005).. 2004.

. Pada hari ke-20. Jepang) dengan B.200 mg vitamin C/kg pakan steril volume 2. 300 mg vitamin C/kg pakan kandungan minyak cengkeh dosis 0.2 ml/l.19 1.19 1.000 rpm selama 30 menit.08 6.12 20.08 Minyak ikan 8 8 8 8 Mineral Mix 2. disentrifugasi dengan kecepatan 75% dan diaerasi.03 0.5 cc dengan jarum no.09 20.0 3. disaring dengan membran filter ukuran 0. Pakan diberikan (microtube). Pengamatan dilakukan 3.08 6. Supernatan selama 10 hari terhadap gejala klinis.00 CMC 3.45 sintasan dan respon imun non-spesifik. µm.5 Vitamin Mix (tanpa vit. C) 1. C. Tabel 1.0 0. otaknya.08 6. dilanjutkan dengan penggantian air pH 7. Perlakuan Terhadap ikan uji masing-masing 100 Koleksi leukosit dan pemisahan plasma ekor diberi perlakuan pakan pelet kering Darah ikan uji diambil dari vena anterior dengan penambahan vitamin C pada dosis setelah terlebih dahulu ikan uji dipingsankan berbeda. uji tantang dan respon imun non-sepsifik 1993).06 20.19 1. 40. digerus dan ditambahkan 200 ml pembersihan bak dilakukan satu kali pada larutan 10 mM phosphate buffer saline (PBS) pagi hari.0 3. Ikan yang telah diuji tantang dipelihara pada bak Dari ikan yang positif terinfeksi VNN polikarbonat volume 100 L dengan secara alami dan buatan (deteksi dengan kepadatan 10 ekor/bak.10H2O . 600 mg vitamin C/kg pakan Sampel darah disedot dengan spuit plastik D. 1. dan 60 pemeliharaan masing-masing ikan sebanyak 30 ekor/perlakuan dilakukan uji Inokulum VNN tantang dengan penyuntikan VNN.5 2. yaitu : dengan menggunakan bahan pembius FA- A.06 0.Vitamin C untuk benih ikan kerapu macan 45 pengujian ikan dikondisikan dengan pakan air mengalir dan diaerasi.5 2. pemeliharaan menggunakan pada kecepatan 12.000 rpm selama 5 menit. Komposisi pakan uji (g/kg pakan) dengan level vitamin C berbeda untuk benih ikan kerapu macan PERLAKUAN BAHAN A B C D Kasein 15 15 15 15 Tepung Ikan 35 35 35 35 Tepun hati cumi 9 9 9 9 Tepung rebon 6.2. pelet.0 3. 18 yang didalamnya telah berisikan Heparin Selanjutnya ikan dipelihara dalam bak (Sigma) sebagai antikoagulan. mikro disedot dengan tabung kapiler plastik.5 2.19 Vitamin C (APM) * 0. 0 mg vitamin C/kg pakan (kontrol) 100 (Tanabe Seiyaku.000 L dengan darah disimpan dalam tabung mikro kepadatan 100 ekor/bak. pembersihan bak dilakukan satu kali sehari ditutup dengan lilin lebah dan disentrifusi pada pagi hari.0 Vitamin C yang digunakan adalah L-ascorbyl-2-Phosphate-Magnesium dengan rumus kimia (C6H6O9P)2Mg3. Koleksi darah pada tabung dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Ikan diberi pakan PCR) diambil bagian organ mata dan dua kali pada pagi dan sore hari. adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Selanjutnya polikarbonat volume 1.012 Dekstrin 20. dikoleksi dan digunakan sebagai Rancangan percobaan yang digunakan untuk inokulum untuk uji tantang (Arimoto et al.

gejala klinis mulai terlihat lysodeikticus (Sigma) pada cawan petri.000 rpm selama 5 menit. Zymosan A sebanyak 50 l dilarutkan dalam larutan 10 ml PBS. 40 dan 60 hari pemberian vitamin May-Gruenwald’s Solution Modified dan C dalam pakan dengan dosis yang berbeda Giemsa Solution 3%. benih ikan kerapu macan.200 mg/kg PA (%) = ------------------.46 F. dan kontrol (6. Cawan petri tersebut 6. dosis 300 mg/kg pakan (20%). sedangkan untuk (23. fuscoguttatus diuji tantang dengan VNN dibuatkan preparat ulas tipis. pada hari ke-60 setelah perlakuan diperoleh Untuk uji PA dan PI menggunakan pada penambahan vitamin C dengan dosis modifikasi dari metoda Siwicki & Anderson 600 dan 1. plasma ini siap Aktivitas lisosism (LA) diamati dengan digunakan untuk uji aktivitas lisosim. Klontz (1997).05).x 100% pakan (20%). I. Plasma baru.200 mg/kg pakan (30%).67%). Johnny. dan Uji aktivitas fagositik (PA) dan indeks dilakukan penghitungan dengan rumus : fagositik (PI) Untuk uji dibutuhkan bahan enzim Diameter zona plasma darah uji LA (cm) = --------------------------------------- Zymosan A (Sigma) yang berasal dari Diameter zona kontrol Saccharomyces cerevisiae. Pengamatan aktivitas disajikan pada Gambar 1.33%).200 mg/kg pakan (33. dosis 300 mg/kg pakan Total Leukosit (16. diikuti (1993) dan Ellis (1993).67%). dimasukkan kedalam tabung mikro. dan siap digunakan untuk uji darah sebanyak 10 l dimasukkan ke dalam 2 fagositosis. . Secara statistik hasil sintasan Uji aktivitas lisosim (LA) setelah diuji tantang dengan VNN terhadap benih ikan kerapu macan yang dalam Metoda yang digunakan adalah pakannya ditambahkan vitamin C tidak modifikasi dari metoda Rowley (1993) dan berbeda nyata (P>0. darah dipisahkan ke tabung mikro baru kemudian diinkubasi pada suhu 25 0C. diikuti dosis 1. diwarnai dengan setelah 20.33%).A. Epinephelus Selanjutnya diteteskan pada kaca slide. leukosit sumuran diameter 40 mm sebanyak tiga dikoleksi dan disimpan pada tabung mikro sumuran dengan menggunakan pipet. Pengamatan dilakukan selama 3 hari. diikuti dosis 600 mg/kg Jumlah fagositosis yang dihitung adalah pakan (30%). HASIL DAN PEMBAHASAN Lima puluh l leukosit dicampur dengan Zymosan A. kemudian plasma didiamkan selama 10 menit pada suhu kamar. dan kontrol (3. Giri & D. diaduk rata dengan mikro pipet Sintasan (%) yang diperoleh setelah dan disimpan pada suhu 25 0C selama 1 jam. Sedangkan Zymosan A adalah sejumlah Zymosan A yang nilai sintasan tertinggi setelah uji tantang III berada dalam sel fagosit. dengan mikropipet. dosis 300 mg/kg pakan sebanyak 100 sel fagosit. dan kontrol (6.67%). mengukur diameter zona yang terbentuk. Sebelumnya disiapkan media Selama pengamatan setelah diuji tantang agar yang mengandung Micrococcus dengan VNN. K. fagositik (PA) dan indeks fagositik (PI) Pada Gambar 1 diperoleh hasil sintasan dilakukan dibawah mikroskop menggunakan setelah diuji tantang I dengan VNN pada hari rumus : ke-20 perlakuan yaitu sintasan tertinggi pada penambahan vitamin C dosis 600 mg/kg Fagositosis pakan (30%). perlakuan diperoleh nilai tertinggi pada Jumlah Fagosit penambahan vitamin C dosis 1.33%). sumuran. Mahardika. Sintasan Jumlah Zymosan A setelah uji tantang II pada hari ke-40 setelah PI = -------------------------. sedangkan satu sumuran sisa Sisa koleksi darah pada tabung mikro dimasukkan 10 l Chicken egg white lysozyme disentrifusi dengan minisentrifusi kecepatan (Sigma) sebagai kontrol. Roza Tabung kapiler dipotong dengan gunting Pada cawan petri yang berisi agar dibuat pada batas leukosit dengan eritrosit.N.

penambahan vitamin C dosis 1. nilai (13%). hari perlakuan) adalah pada penambahan bahkan ada ikan yang mati dengan mendadak vitamin C dosis 1. (2005) melaporkan biokimianya mempunyai pengaruh untuk bahwa penambahan kombinasi 1.5%).. 20 hari perlakuan) dengan penambahan Pada hari ke-4 dan ke-4 ikan vitamin C dosis 1.Vitamin C untuk benih ikan kerapu macan 47 35 33.00 ab 20. dosis dengan tubuh miring atau satu sisi 300 mg/kg pakan. Secara statistik nilai tantang I (hari ke-20) sampai uji tantang III persentase PA tidak berbeda nyata (P>0.200 mg/kg pakan (13%) memperlihatkan gejala klinis diam di dasar diikuti dosis 600 mg/kg pakan (12%). Johnny & Roza. memberikan nilai PA (21%) lebih tinggi Hasil persentase aktivitas fagositik (PA) dibandingkan hanya dengan penambahan yang diperoleh setelah penambahan vitamin 1. termasuk ikan dan fungsi coioides Johnny et al. Roza et al.05) Gambar 1.00 a 30.200 Vitamin C (mg/kg pakan) Uji Tantang I Uji Tantang II Uji Tantang III Setiap nilai yang diikuti dengan huruf yang sama menunjukkan tidak beda nyata (P>0.33 a 30. Nilai menghadap ke atas. dosis 300 mg/kg pakan (12%). Sintasan (%) benih ikan kerapu macan. dan kontrol (9%).67 ab 15 10 6. Penambahan vitamin C dalam pakan pakan (15%).00 a 30. Gejala diikuti dosis 600 mg/kg pakan (12%).. yang diperlihatkan oleh benih ikan kerapu Setelah uji tantang III (setelah 60 hari bebek. Hal ini nampaknya sesuai Dalam percobaan ini terlihat bahwa dengan pernyataan Verlhac et al. dosis klinis yang terlihat sama dengan gejala klinis 300 mg/kg pakan (11%).33 b 5 0 0 300 600 1.00 ab 20 16.200 mg/kg pakan (13%). dan kontrol (10%).00 a 30 25 23. (hari ke-60). nilai PA tertinggi pada uji tantang I (setelah 2.200 mg/kg 2005). diikuti dosis 600 mg/kg pakan berpengaruh terhadap ketahanan ikan. untuk menstimulasi tanggap kebal beberapa Pada benih ikan kerapu lumpur.33 ab 20. tanpa memperlihatkan gejala klinis. seperti penurunan nafsu makan pada hari ke. Epinephelus fuscoguttatus dengan penambahan vitamin C dalam pakan pelet dengan dosis yang berbeda.000 mg meningkatkan daya tanggap kebal non.00 a 30. 2004. Mulai hari ke-5 benih PA tertinggi pada uji tantang II (setelah 40 ikan sudah ada yang mengalami kematian. Epinephelus hewan. .5%) dan C dalam pakan pada Gambar 2 menghasilkan kontrol (9. (1998) penambahan vitamin C dalam pakan bahwa vitamin C mempunyai kemampuan berpengaruh positif terhadap daya tahan ikan.000 mg vitamin C/kg pakan (18. dan sintasan terlihat meningkat mulai dari uji kontrol (11%).67 b 3. Cromileptes altivelis (Koesharyani et perlakuan) nilai PA tertinggi pada al.67 b 6. vitamin C + 1 mL bakterin/kg pakan sepesifik dan spesifik secara optimal.05). 2001.

65 1.05) Gambar 3.6 1.6 a 1. K. I.5 a 1. Persentase aktivitas fagositik (PA) leukosit benih ikan kerapu macan.4 0 300 600 1. Johnny.5 a 1. Roza 16 15 b 14 13 ab 13 a 13 a 12 ab 12 a 12 a 12 11 a 11 a 11 a 10 a 10 9a 8 6 4 2 0 0 300 600 1.75 1.A.200 Vitamin C (mg/kg pakan) Uji Tantang I Uji Tantang II Uji Tantang III Setiap nilai yang diikuti dengan huruf yang sama menunjukkan tidak beda nyata (P>0.48 F.N. Epinephelus fuscoguttatus dengan penambahan vitamin C dalam pakan pelet dengan dosis yang berbeda.200 Vitamin C (mg/kg pakan) Uji Tantang I Uji Tantang II Uji Tantang III Setiap nilai yang diikuti dengan huruf yang sama menunjukkan tidak beda nyata (P>0.7 1.6 a 1.6 a 1.45 1.5 a 1.5 a 1.05) Gambar 2. .6 ab 1.6 a 1. Mahardika. Nilai indeks fagositik (PI) leukosit benih ikan kerapu macan.5 a 1.5 1.5 a 1. Giri & D.7 b 1. Epinephelus fuscoguttatus dengan penambahan vitamin C dalam pakan pelet dengan dosis yang berbeda. 1.55 1.

Nilai PI tertinggi non-spesifik. menghasilkan nilai LA tertinggi pada uji Nilai indeks fagositik (PI) yang tantang I (20 hari perlakuan) dengan diperoleh pada Gambar 3 setelah uji tantang I penambahan vitamin C dosis 600 mg/kg (20 hari perlakuan) tertinggi dengan 2. .5).7). Makrofag dan penambahan kombinasi vitamin C dapat hidup lama.0 0. adalah pada penambahan vitamin C dosis granulosit (neutrofil).0 b 2. komplemen.9 b 1. Sel-sel tersebut menggunakan benih ikan kerapu lumpur.5 a 1.0 0 300 600 1. Secombes.0 b 2. dengan melibatkan sel setelah uji tantang II (40 hari perlakuan) mononuklier (monosit dan makrofag).6) diikuti dosis 300 dan fagositosis dalam suatu sistim kekebalan 600 mg/kg pakan (1. 2005). Epinephelus fuscoguttatus dengan penambahan vitamin C dalam pakan pelet dengan dosis yang berbeda. interferon dan PI (1.6).200 mg/kg kegiatan sel-sel fagosit untuk melakukan pakan dan kontrol (1. 2002). diikuti dosis 600 mempunyai kemampuan intrisik untuk mg/kg pakan (1.05). kontribusi dalam sistim kekebalan non.000 mg vitamin C granul dan melepas berbagai bahan. Diameter cakram aktivitas lisosim (LA) plasma benih ikan kerapu macan. penambahan vitamin C dosis 1.7 a 1.2 b 2. 1996. dan kontrol (1. mempunyai beberapa dengan imunostimulan (1.1 cb 2.1 b 2.6 (Johnny et al.5).Vitamin C untuk benih ikan kerapu macan 49 Aktivitas fagositik (PA) adalah suatu penambahan vitamin C dosis 1. 1993. 1987. Tizard.5 1. Monosit ditemukan dalam sirkulasi. PI tidak berbeda nyata (P>0. vitamin C dalam pakan (Gambar 4) Baratawidjaja.000 mg vitamin C/kg pakan) seterusnya hidup dalam jaringan. dosis 300 mg/kg pakan mengikat mikroorganisme secara langsung. Setelah uji tantang III (60 Fagositosis yang efektif pada invasi kuman hari perlakuan) nilai PI tertinggi pada dini akan dapat mencegah timbulnya infeksi. dan limfosit.8) lebih baik dibanding kontrol sebesar sitokin yang semuanya memberikan 1.0 a 1. tetapi dalam jumlah yang lebih kurang Pada percobaan lainnya dengan dibanding neutrofil. (LA) yang diperoleh setelah penambahan 1988. sel fagosit juga berinteraksi pakan dan kontrol (1.0 1.6). bermigrasi ke jaringan dan disana epinephelus coioides penambahan vitamin C berdiferensiasi menjadi makrofag yang dalam pakan (1.5).7 a 1.05) Gambar 4.5 2.5 0. Secara statistik nilai spesifik.9 ab 2. antara + 1 mL bakterin/kg pakan) memberikan nilai lain lisosim. Nilai diameter cakram aktivitas lisosim spesifik dan spesifik (Post.200 mg/kg Dalam kerjanya.200 Vitamin C (mg/kg pakan) Uji Tantang I Uji Tantang II Uji Tantang III Setiap nilai yang diikuti dengan huruf yang sama menunjukkan tidak beda nyata (P>0. Stoskopf.200 mg/kg pakan (1. diikuti dosis 300 dan dengan komplemen dan sistim kekebalan 600 mg/kg pakan (1. Fagosit 1.3 c 2.

T. San Diego. halaman 32- 101. Mahardika. Dalam Stolen et al..9 sebesar 13 – 15% dan aktivitas lisosim (LA) cm).A. M. J. Setelah uji tantang III (60 hari perlakuan) nilai LA tertinggi penambahan vitamin C dosis 1. 2002).9 cm) dan kontrol (1. J. Epinephelus coioides berpengaruh terhadap respon imun non. F. banyak membantu penelitian ini.E. J. sintasan tertinggi diperoleh pada penambahan 1. (2005) melaporkan bahwa penambahan vitamin C dan kombinasi vitamin C dengan imunostimulan pada benih DAFTAR PUSTAKA ikan kerapu lumpur. Kebutuhan vitamin C sitoplasmanya dan lisosim serum mungkin untuk pertumbuhan dan meningkatkan berasal dari leukosit-leukosit tersebut. Halver. Johnny et al. ketahan benih kerapu macan. Academic KESIMPULAN Press. diikuti Edisi Kelima.5 cm).2 cm.05).000 mg vitamin C (1. pertahanan yang penting terhadap patogen mikrobik. I. dan kontrol (1. Secara Putu Suarjana dan Slamet Haryanto selaku statistik nilai diameter cakram LA tidak Teknisi Laboratorium Patologi yang telah berbeda nyata (P>0. F. Furusawa (1993). Lisosim mempunyai aktivitas biologi sebagai Epinephelus fuscoguttatus. penambahan 1. Balai Penerbit FK-UI. N. 1996. 2003.. USA. lisis osmotik (Ellis. Fish Disease. 461 – virus irido pada hari ke-60 setelah perlakuan. Techniques in Fish Immunology-1.0 – 2. dan kontrol (1. Benih ikan kerapu pada uji tantang II (40 hari perlakuan) adalah macan yang distimulir dengan vitamin C pada penambahan vitamin C dosis 600 mg/kg lebih tahan terhadap infeksi viral nervous pakan (2. dan sel menjadi sensitif terhadap TA. dosis 300 mg/kg pakan Terimakasih diucapkan kepada saudara (1. Lisosim adalah enzim hidrolitik yang Ellis. ikan mengandung lisosim dalam Marzuqi. Johnny.000 mg vitamin C/kg pakan Jakarta.000 mg vitamin C + dan I. Roza pakan (2. K.7%). Imunologi Dasar bakterin/kg pakan (76. (Editor) Fish Nutrition. Muroga spesifik. 1993. Nakai. K. Neutrofil dan monosit dari ikan. The Vitamin.. halaman: ada di dalam lendir. Fair Haven. D. diikuti dosis 600 mg/kg necrosis (VNN). Baratawidjaja. Mori. A.. Pathogenicity of 1 mL bakterin memberikan nilai LA lebih the causative agent of viral nervous tinggi (2 cm) dibandingkan penambahan necrosis disease in striped jack. hilangnya Perikanan Budidaya Laut Gondol-Bali struktur. . K. Sos Kemungkinan zat ini memberikan daya Publications. Koesharyani. Arimoto. K. 2002. Respon ikan kerapu bebek.3%) dan kontrol (48. Halaman: 133-143. dosis 300 mg/kg pakan (1. pelet dengan dosis antara 600 – 1.N. I.G. Setelah dilakukan uji tantang dengan Schneider). 1993. Giri. K. NJ 07760. Giri & D.3%). K. Penambahan vitamin C dalam pakan Johnny. Penambahan 1. pakan dapat meningkatkan sintasan sampai 2001. 2003.200 UCAPAN TERIMAKASIH mg/kg pakan (2. 16. fagositik dari pelbagai spesies ikan. serum dan sel-sel 101-103.200 mg/kg 30%.9 cm).200 mg/kg Tridjoko.7 cm). Johnny. Inc. Lysozyme assays.3 Pseudocaranx dentex (Bloch and cm)..E. Second Edition. (Editor). Dalam Halver.A.E. Giri dan Suwirya.. pakan (2 cm).000 mg vitamin C + 1 mL Baratawidjaja. Suwirya dan M. Laporan mukopeptidase yang menghidrolisa Hasil Penelitian Balai Besar Riset peptidoglikan dinding sel bakteri.N. 457 hal.A. I. 469. dan kontrol (1. Nilai LA tertinggi sebesar 2.5 cm). meningkatkan aktifitas fagositik (PA) pakan (2 cm).50 F. (68. 1.3 cm). Roza.2 cm). diikuti dosis 600 mg/kg pakan (2 cm). Yano. California. 1989.1 cm) diikuti dosis 1.

Loka Penelitian Perikanan iridovirus melalui manajemen lingkungan. terhadap perubahan hemositologi ikan Techniques in Fish Immunology. Prosiding Epinephelus moara and tiger puffer Seminar Nasional Perikanan Indonesia. Bardach. Manual for Fish kerapu lumpur. F. Johnny. 176-194. Roza dan I. Mushiake dan M. 1999. Roza. Control measures for viral nervous Jurnal Aquaculture Indonesia. F. Fish Pathology. Cromileptes altivelis. Hatai imunostimulan pada produksi benih ikan dan T.S. Gondol untuk meningkatkan sistim kebal ikan Research Station for Coastal Fisheries. dan D.. (Editor). 1977.A. F. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. Fish Hematology. Stolen. K. T. Nguyen. Hal. D.A. Lagler. 2004. 2005. . Koesharyani. 2002. G. Epinephelus coioides Disease Diagnosis II. Koesharyani. N.. terhadap kekebalan benih ikan kerapu Outbreaks of viral nervous necrosis in bebek. Smith. Prijono. halaman: 121-131. Zafran. Pengaruh Nakai. Epinephelus 12 hal. 1997. 2005. vaksin viral nervous necrosis (VNN) Muroga. K.E.M. Giri. Zafran dan K. Peningkatan bebek. F. imunostimulan peptidoglycan melalui Hal. Marine Fish and Crustaceans Diseases in 2005. 5 hal. Cromileptes altivelis. 14 halaman. Zelikoff. SOS kerapu bebek. Rowley.. Nishizawa.. (29):211-212. 49 p. terhadap kekebalan benih ikan kerapu lumpur. Dalam: J. 7(4):52-56. Laporan Hasil CRIFI and Japan International Penelitian Balai Besar Riset Perikanan Cooperation Agency.. Nakai (Editor). 5(2): 109-115. K. Passino. A. F. Gondolbali. New York-London. Publications. 3(1):27-34. Mahardika.F. John penyuntikan imunostimulan Willey and Sons. F. Pengaruh D. 1994. Fish Pathologi. Inc. benih ikan kerapu macan. peptidoglikan terhadap peningkatan tanggap kebal non-spesifik ikan kerapu Mori. Miller dan Johnny. penggunaan imunostimulan dan vaksin. 21-22 September 2005. J. F.. Arimoto.R.. 1998. Volume necrosis in striped jack. Sugama.. Pantai Gondol-Bali. K. Takifugu rubripes. T. K.Vitamin C untuk benih ikan kerapu macan 51 Cromileptes altivelis terhadap STP Jakarta. Johnny dan D. Laporan Teknis Proyek Johnny. M. Klontz. Zafran dan A. 2002. Respon ikan kerapu dan A. D. 2001. Roza. K. Aquaculture Indonesia. Arimoto dan Otsuki.T. Gondolbali.. macan. A.A. Yuasa.L.W. H. Budidaya Laut. Peningkatan imunitas Perikanan Budidaya Laut. terhadap infeksi virus irido. Johnny. imunostimulan peptidoglycan melalui Epinephelus coioides terhadap infeksi suntikan. T. D. Johnny. Cromileptes altivelis.D.F. Epinephelus Fuscoguttatus. tanggap kebal non-spesifik ikan kerapu macan. Dalam K. Epinephelus fuscoguttatus. Pengaruh Riset Perikanan Budidaya Laut penyuntikan imunostimulan Gondolbali. Zafran. J. Zafran Tridjoko. peptidoglikan terhadap peningkatan 506 pp.. K. 2004. Kaattari dan S. Mahardika. R. Laporan Penelitian. Johnny dan Johnny.C. I. 2004. K. I. Ichtiology. Roza. Laporan Penelitian Balai Besar Riset Roza. fuscoguttatus dengan aplikasi vitamin C dalam pakan. Johnny. Roza. T. Mahardika. Roza. Zafran. Roza. 2004. F. pakan pelet.R. D. Fletcher. Laporan Hasil Penelitian BBRPBL (tidak dipublikasikan). 21-28. 33(4):443-444. T. Prijono. Pengaruh vitamin C dalam pakan S. F. Aplikasi vitamin C dan Indonesia. dan D. dan D.

Immunomodulation by dietary vitamin c and glucan in Roza. Studies on vitamin C in Academic Press. 2003. 1988. A. 33 (4):445-446. Cellulae Defences 1.. Roza. Humoral Defense. Yoshimizu dan Y.D. 1996. The Nonspecific (Editor). Ezura. Peningkatan respon kebal non-spesifik pada ikan lele dumbo Yano. The Fish Immune System: Organism. C. 10 No.. Collection. dan Richards. (8):409- kerapu bebek. Techniques in Fish Immunology. A. 1997. F. Silvia. Peningkatan imunitas yuwana ikan kerapu bebek. Immune System. F. . K. The Nonspecific Immune (Clarias sp. Academic Press. separation 32pp. dan Tridjoko. S. Nakanishi (Editor). Cromileptes Immunostimulation in fish : Measures altivelis oleh infeksi viral nervous the effects of stimulants by serological necrosis (VNN).. Iwama dan T. 1999. Jurnal Perikanan. 1993. A. K. K. Penggunaan Pensylvania. Sunarto dan Pathology. halaman: 113-136.P. 2(1):1. Control strategy for viral nervous necrosis of barfin flounder. 1996. Fish Rukyani. 664 halaman. Roza Rowley. Proyek Riset Perikanan Budidaya Laut The immune response of rainbow trout Gondol. 497 hal. 9. W. D.B. K. dan Tridjoko. 1993.. Zafran Environment. Dalam G. Laporan Hasil and immunological methods. 15 halaman. juvenil kerapu bebek. J. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol.. 140. M. Sos Publications.K... Pengaruh lama perendaman dalam terhadap ketahanan Siwicki.A.. NJ halaman: 63-95. Zafran Saunders Company. D. Course in Poland. 102-111. Nakanishi 10. Suzuki.) dengan pemberian System. 1993. J. Pathogen and Environment. Stoskopf. K. T. An introduction to veterinary terhadap infeksi viral nervous necrosis immunology. Cromileptes altivelis Tizard. 2004. Thompson.J. Nishizawa. A. Dalam Stolen et al.C. Secombes. terhadap infeksi viral nervous necrosis (VNN) dengan cara vaksinasi melalui Watanabe. Johnny. Lilley.195-210. 1998. F. JPPI. dan Anderson. A. 8(1): Suzuki. F.. Mahardika. M. D.N. Hal. Johnny. Cromileptes altivelis 424. perendaman. Pathogen and Roza. Johnny dan Tridjoko. Fish Medicine.1 Tahun Verlhac. Schuep 2004. Norwey : Dept.A.. and identification of fish leukocytes.H. Giri & D. USA. imunostimulan pada pemeliharaan larva dan benih ikan kerapu bebek. V.K. Mahardika.H. rainbow trout (Oncorhynchus mykiss). Hal. A.52 F. Surabaya. Fish & Roza. 143-153. of Bergen. Chen. Philadelphia. 2005. R. Universitas (VNN) dengan cara vaksinasi melalui Airlangga. 2002. (Editor). Shellfish Immunology. perendaman. Dalam G. Fisheries and marine Biology : Univ. Penelitian DIP 2002 Balai Besar Riset International Workshop and Training Perikanan Budidaya Laut Gondol. Peningkatan imunitas juvenil ikan Fish & Shellfish Immunology. fish Nutrition. T. 2003... Cromileptes altivelis. 1998. Iwana dan T. T. W. Obach. USA. Hal. Sandnes. I. J. D. Gabadan. dan R. Johnny dan Tridjoko. The Fish Immune System: Organism. S. K. Mahardika. 07760. Johnny. I. Laporan Teknis Adams. 1991. 61-70. Fair Haven.. 39-59 (Oncorhynchus mykiss) against Aphanomyces invadans.. E. USA.F. D.. Taukhid. halaman 106- imunostimulan ( -glucan). Terjemahan. Hole.

E.S. Yuasa. 1998. Cromileptes altivelis larvae and Sudrajat.I. F. Koesharyani.N. I. I. Dalam A. Johnny (Editor) Seminar Teknologi Perikanan dan K. juveniles in Indonesia. segar. Koesharyani. Z. halaman 165-168. 35(2):95-96. Sugama. K. Johnny. Hatai. K. A. Fish Pathology. Giri. F. altivelis) dengan penambahan vitamin Mahardika dan K. Purnomo. Azwar dan I.6. sintasan ikan kerapu tikus (Cromileptes Zafran. Roza. 2000. Denpasar 6-7 Agustus 1998. D.A. Peningkatan Pantai. . 2000. Heruwati.Vitamin C untuk benih ikan kerapu macan 53 Zafran. Viral dan imunostimulan ke dalam pakan nervous necrosis in humpback grouper.