You are on page 1of 13

Sistem Syaraf dan Sistem Reproduksi Pada Ikan Patin (Pangasius sp) dan Ikan

Nila (Oreochromis niloticus)
Untuk Meenuhi Salah Satu Tugas Pembuatan Makalah Mata Kuliah Fisiologi Hewan
Air

Oleh

Agus Wibowo
Abdul Latief Jati Gumilang
Fahri Dwi Cahyo
Iqbal Ogara

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
JURUSAN PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2018

Kata Pengantar Segala puji bagi Allah SWT. Semoga dengan ditulisnya makalah ini dapat menjadi manfaat bagi para pebaca. Penulis . Penulis sadar bahwa dalam penulisan makalah ini tidak akan pernah luput dari segala kesalahan dan kekhilafan. yang berkat segala rahmat dan karunianya telah memberikan kami kemampuan untuk menulis makalah yang kami beri judul “Sistem Syaraf dan Sistem Reproduksi Pada Ikan Patin (Pangasius sp) dan Ikan Nila (Oreocromis niloticus)” ini menjadi makalah yang utuh. Penulis mengucapkan terimakasih. Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada segala pihak yang telah banyak mendukung kami dalam proses penulisan makalah ini.

. usus dan anus. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin dan tempat ingatan dan kecerdasan (khusus vertebrata tingkat tinggi). dan otak. I. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. jantung. Pembentukan potensial aksi merupakan cara yang dilakukan sel syaraf dalam memindahkan informasi. insang. dan otot serta kelenjar sebagai efektor. yang bekerja dengan cara menghasilkan potensial aksi dan menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya. Syaraf adalah organ yang paling dulu dibentuk dari lapisan terluar (exoderm) yang berfungsi sebagai penghubung. mulut. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. Otak merupakan salah satu organ yang sangat penting fungsinya bagi ikan. Neuron merupakan sel fungsional pada membra syaraf. embrane. lambung renang.1. Dengan otak ikan dapat menerima rangsangan dari lingkungan melalui organ perasa (sense organ) yaitu otak dan sumsum tulang belakang yang melalui impuls ke otak atau kelenjar. Sehingga struktur anatomi mulut erat kaitannya dengan cara mendapatkan makanan. Bersamaan dengan pembentukan organ-organ lainnya. PENDAHULUAN 1. Organ otak ini dibentuk pada saat ikan masih embrio sedangkan organ-organ lainnya dibentuk kemudian. Unit terkecil system syaraf adalah sel syaraf atau neuron. lambung. Latar Belakang Ikan merupakan hewan vertebrata (hewan bertulang belakang) memiliki beberapa organ dalam antara lain : otak. otak berkembang menjadi lebih sempurna terlebih dahulu. dibantu oleh organ indra sebagai reseptor. medulla spinalis. Sistem saraf pada ikan mempunyai tiga macam peranan vital. mengatur agar kerja sekalian membra dalam tubuh bersesuaian. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. hati.

adalah suatu proses alamiah dalam rangka pengelakan spesies. Reproduksi pada ikan seperti halnya pada mahluk hidup lainnya. Beberapa jenis ikan bahkan melakukan perjalanan ruaya yang jauh untuk memijah. Reproduksi adalah suatu proses makhluk hidup dalam usaha pengabdian spesies dan proses pemunculan spesies dengan ciri atau sifat yang merupakan kombinasi perubahan genetik. Manfaat dari praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu untuk mengetahui serta memahami system syaraf dan system reproduksi pada ikan. Untuk mengetahui dan dan lebih memahami system syaraf dan system reproduksi pada ikan maka praktikum ini perlu dilakukan. Pemijahan yang tepat tempat dan tepat waktu untuk kepastian keberhasilan reproduksi terkait erat dengan peran sistem endoktrin.2. 1. Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengamati organ-organ pada system syaraf dan system reproduksi ikan Patin (Pangasius sp) serta ikan Nila (Oreochromis niloticus). serta organ dan fungsinya yang terdapat pada masing-masing system ikan tersebut . Disini organ- organ yang terkait dengan proses reproduksi sangat berperan. Ikan mengembangkan berbagai strategi reproduksi untuk mencapai keberhasilan reproduksi. Perubahan lingkungan akan memberikan efek yang berbeda pada spesies ikan yang berbeda. Hal ini berhubungan dengan kondisi lingkungan perairan tempat hunian ikan.

Menurut Manda et. Sedangkan pada sistem reproduksi. al (2011) otak pada ikan terbungkus oleh kotak otak terletak di daerah kepala. al. syaraf cranial dan organ sensori (Manda et. Bagian-bagian otak ikan yaitu medulla spinalis (sumsum tulang belakang). 2008). Sistem saraf pusat terdiri otak dan medulla spinalis. meliputi syaraf spinal. PEMBAHASAN Sistem saraf dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf periferi. 2011). Sistem saraf pada ikan dapat dibagi menjadi dua yaitu sistem cerebro spinal dan sistem autonomik. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. medula oblongata. Bagian-bagian yang nampak adalah berupa organ genital seperti gonat. sinus urogenitalis dan porus urogenitalis (Lina. karena otak merupakan organ yang lunak dan lembut. epiphyse (kelenjar). Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. Kotak otak berperan sebagai pelindung otak. cerebellum (otak kecil). . cerebrum di depannya terdapat lobusol foktorices yang memberi syaraf ke hidung yaitu nevus olfaktorious (Surahdi. 2009). mesecephalon ( lobus opticus) sebagai tonjolan yang bulat. II. mencakup otak dan spinal cord serta bagian perifer. Otak yang terdapat dalam tengkorak kepala dibedakan menjadi cerebellum (otak kecil) dan cerebrum (otak besar). 2011). sistem ini akan nampak dengan cara mengangkat bagian-bagian pada sistem digestoria. Sistem cerebro spinal terdiri dari bagian pusat. mempengaruhi otot polos dan kelenjar (Renta.

diencephalon. 2005). Terdapat siripnya bersinar/mengkilap dengan dilapisi membrane yang licin. sirip berfungsi menjaga kesetabilan ikan dan mengatur pergerakannya (Lytle. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon. Otak Otak terdapat pada susunan saraf pusat. metencephalon dan myelencephalon. Ikan tilapia tertentu yang biasa memberikan perhatian dan perlindungan terhadap . Gambar 5. Saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory (saraf cranial I). 1. System urogenitalia. dan lubang urogenital. Bagian otak  Telencephalon Otak bagian depan yang dibentuk oleh serebral hemisfer dan rhinecephalon sebagai pusat hal-hal yang berhubungan dengan pembauan. mesencephalon. otak bagian depan menjadi lebih berkembang. namun jantung lubangnya terpisah antara lubang geniotal dengan lubang urinnya. Bagian ventral terdapat anus. Pada ikan NIla betina memiliki satu lubang urogenital. Pada ikan yang mengutamakan pembauan untuk mencari mangsanya.

Beberapa ikan hiu (Squaliformes) pun ada yang tidak berpigmen pada daerah kepala tersebut. yaitu epifise (organ pineal) di sebelah belakang dan parafise (organ parapineal) disebelah depannya. Tectum opticum merupakan organ koordinator yang melayani rangsang penglihatan. Sedang tegmentum merupakan pusat sel-sel motoris. dinding otak yang terdapat di atas badan pineal menjadi transparan dan kulit kepala yang ada di atasnya tidak mempunyai pigmen. Mesencephalon pada ikan relatif besar dan berfungsi sebagai pusat penglihatan. setelah telencephalonnya dirusak menjadi bersifat tidak acuh terhadap anakanaknya. Dengan demikian cahaya yang sampai di kepala ikan ini akan mengenai badan pineal. Ikan Betta splendens akan kehilangan tingkah laku seksnya akibat pengrusakan telencephalon. tetapi badan pinealnya kurang berkembang bila diibandingkan dengan Cyclostomata. Pada Cyclostomata. menerima serabut aferent dari retina. Pada mesencephalon terdapat bagian menonjol yang disebut Cerebellum.anaknya. bagian dorsalnya epithalamus dan bagian lateralnya dinamakan thalamus. Epithalamus adalah bagian yang nampak pada dorsal dari otak.  Diencephalon Terletak pada bagian belakang telencephalon. Bayangan yang terjadi pada retina mata akan dipetakan pada tectum opticum. Lobus opticus terdiri dari tectum opticum di bagian atas tegmentum di bagian bawah. di kepalanya terdapat daerah yang tidak berpigmen dan atap cranial yang transparan di atas lxxx diencephalon. Struktur yang paling nyata ialah dua tonjolan dorsal yang tunggal. Bagian ventral dari dienchephalon adalah hypothalamus.  Mesencephalon Otak bagian tengah pada semua vertebrata memiliki atap berupa sepasang lobus opticus yang bertindak sebagai pusat refleks penglihatan. Ikan-ikan yang mempunyai kulit kepala transparan umumnya hidup di daerah yang agak dalam dan termasuk yang suka beruaya vertikal. memiliki fungsi utama yaitu . Ikan yang bersifat fototaksis positif. Keduanya tumbuhsebagai evaginasi dari diencephalons embrio. Dan sebaliknya ikan yang bersifat fototaksis negatif pada kepalanya terdapat jaringan yang menghalangi cahaya.

Pada ikan bertulang sejati cerebellum terbagi atas dua bagian besar. Alat reproduksi ikan 1. medulla oblongata membesar. mengatur tegangan otot dan daya orientasi terhadap ruang. a. dengan medula oblongata sebagai komponen utamanya. Di medulla Pada Pada ikan clupea pallasi.mengatur kesetimbangan tubuh dalam air. Beberapa jenis ikan yang memiliki cerebellum relatif besar.  Myelencephalon Bagian otak paling belakang (posterior). mugil cephalus dan Trachiurus. Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan rangsangan keluar melalui saraf cranial. Ovarium . Saraf cranial III-X keluar dari medulla oblongata. yaitu valvula cerebelli dan corpus cerebelli yang besarnya tergantung spesiesnya. System reproduksi Gambar 6. utamanya ikan yang menghasilkan listrik (mormyridae) dan ikan perenang cepat (mackerel dan tuna). dibagian ini terdapat organ yang dinamakan cristae cerebelli yang diduga saraf ini ada hubungannya dengan kecendrungan ikan untuk berkelompok.

Ukuran dan perkembangannya pada rongga tubuh bervariasi dengan tingkat kematangannya. sinar matahari. oviduct (Mullerian duct) dengan corong masuk (ostium tubes abdominalis) di ujung terletak di bagian depan rongga tubuh. Acipenceriformes dan bowfin. Ovarium terdiri dari oogonia dan jaringan penunjang atau stroma. Sebagian besar pada waktu masih muda warna keputih-putihan dan menjadi kekuning-kuningan pada saat matang. Pada ovarium terdapat oosit pada berbagai stadia tergantung pada tipe reproduksinya (Nagahama dalam Hoar. yaitu oosit besar yang matang. Keadaan yang demikian ditemukan pada ikan dipnoi. Pada kelompok Teleost terdapat sepasang ovarium yang memanjang dan kompak. di samping itu ada oosit yang sangat kecil tanpa kuning telur. Menurut Harder tipe reproduksi dibagi menjadi a) tipe sinkronisasi total dimana oosit berkembang pada stadia yang sama. Telur melewati oviduct menuju cloaca dan keluar melalui lubang genital. Pada chondrichtyes yang ovipar. bagian belakang oviduct mmbesar menjadi suatu uterus temapt penyimpanan anak ikan selama perkembangan embrioniknya. Pada umumnya ikan-ikan di perairan alami akan memijah pada awal musim hujan atau pada akhir xcv musim hujan. Pada chondrichtyes. dan c) tipe asinkronisasi dimana ovarium terdiri dari berbagai tingkat stadia oosit. Tipe ini biasanya terdapat pada spesies ikan yang memijah hanya sekali dalam setahun. Mereka tergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan mesovaria. bagian depan jaringan oviduct dimodifikasi menjadi kelenjar cangkang (shellgland). b) tipe sinkronisasi kelompok dengan dua stadia. tumbuhan dan adanya ikan jantan. sedangkan pada ovivipar dan vivipar. Faktor eksternal meliputi curah hujan. Pada keadaan matang . Faktor internal meliputi kondisi tubuh dan adanya hormone reproduksi (Redding & Reynaldo. di bawah atau di samping gelembung renang (jika ada. Adapun faktor internal yaitu tersedianya hormon steroid dan gonadotropin baik dalam bentuk hormon Gonadotropin I (GtH I) dan Gonadotropin II (GtH II) dalam jumlah yang cukup dalam tubuh untuk memacu kematangan gonad . Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fungsi reproduksi pada spesies ikan terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. suhu. karena pada saat itu akan terjadi suatu perubahan lingkungan atau kondisi perairan yang dapat merangsang ikan-ikan untuk berpijah. ovarium bisa mencapai 70 % dari berat tubuhnya.

mata dan hidung. Ukuran dan warna gonad bervariasi tergantung pada tingkat kematangannya dengan berat bisa mencapai 12% atau lebih dari bobot tubuhnya. Testes ini bergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan mesorchium. Faktor lingkungan merupakan stimuli yang dapat ditangkap oleh alat indera ikan seperti kulit. Pada sisi seminal vesicle dan atau kantung sperma hanya terdapat pada beberapa ikan. Kebanyakan testes berwarna putih kekuningan dan halus. urogenital sinus. tersebut tidak mencukupi dalam tubuh maka perkembangan oosit dalam ovarium terganggu bahkan akan berhenti dan mengalami atresia. Hormon Gonadotropic ini melalui aliran darah akan menuju ke gonad.diikuti ovulasi serta pemijahan. Informasi berasal dari lingkungan sampai di otak melalui reseptor yang terdapat pada masing-masing organ sensori. Pembentukan spermatozoa dari spermatid di dalam testes disebut spermatogenesis. spermatozoa yang berasal dari testes terlebih dahulu melewati vasa efferentia. Sebaliknya bilamana salah satu atau kedua hormon. xcvi seminal vesicle. pada umumnya berpasangan. Lamprey dan Hagfishes mempunyai testes tunggal. Pada chodrichtyhes. epididymis. vasa defferentia. Selanjutnya melalui ujungujung saraf akan diteruskan ke hipotalamus untuk mengeluarkan Gonadotropic releasing Hormon (GnRH) yang dapat merangsang kelenjar hipofisa anterior untuk memproduksi hormone Gonadotropic (GtH). 2. Spermatocyte sekunder membelah . kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. kemudian akan merangsang pertumbuhan gonad yang selain mendorong pertumbuhan oosit juga untuk memproduksi hormone steroid yang merupakan mediator langsung untuk pemijahan. di bawah atau di samping gelembung gas (jika ada). Testes Testes (gonad jantan) bersifat internal dan bentuknya longitudinal. Proses ini meliputi poliferasi spermatogenia melalui pembelahan mitosis yang berulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. seringkali gonad yang satu lebih besar dari pada yang lainnya. Mereka tersusun dari folikel-folikel tempat spermatozoa berkembang. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). dan urogenital papilla pada Chondrichthyes.

Untuk menjamin terjadinya fertilisasi. tetapi juga berbeda dalam bentuknya.menjadi spermatid. Spermatozoa ditambah sekresi dari saluran sperma membentuk air mani (milt) yang dikeluarkan pada waktu memijah. Proses metamorfose spermatid sering dinamakan ``spermatogenesis``. Spermatozoa yang tidak aktif dan tidak bergerak sampai sekresi sperma berjumpa dengan sel telur dalam fertilisasi. Spermatozoa yang dihasilkan oleh jenis ikan yang berbeda. secara umum mereka hidup lebih lama pada suhu yang rendah dari pada suhu tinggi. yang mengadakan metamorfose menjadi gamet yang ``motile`` (dapat bergerak) dan punya potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa. bukan saja berbeda dalam hereditasnya. setiap ikan jantan menghasilkan banyak sekali spermatozoa yang ukurannya begitu kecil sehingga dalam satu tetes mani bisa ditemukan lebih kurang satu juta spermatozoa. Jika sperma diletakkan pada air. . Jangka waktu hidup spermatozoa bergantung kepada spesies dan kepada substrat tempat mereka diletakkan. Kemungkinan hidup sel sperma juga dipengaruhi oleh suhu. maka jangka waktunya lebih pendek dari pada bila terletak dalam tubuh hewan betina.

testes pada ikan terdapat di dalam tubuh. warna mulai dari transparan sampai kuning emas atau abu-abu. jumlah sepasang menggantung disepanjang mesenteris pada bagian atas rongga tubuh. diencephalon. Kesimpulan Otak terdapat pada susunan saraf pusat. . Ovary pada ikan terdaat di dalam rongga tubuh. Sistem reproduksi ikan terdiri atas alat-alat kelamin dan alat-alat pengeluaran. metencephalon dan myelencephalon. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon. mesencephalon. bentuknya sangat bergantung padarongga tubuh yang tersedia. tetapi pada umumnya berbentuk memanjang.1. PENUTUP 3. III.warnanya bervariasi mulai dari transparan sampai warna putih susu.

Linneaus. 2005. Influence of different water temperature on intensive growth performance of nile tilapia (Oreochromis niloticus. Lytle. Jurnal Perikanan Budidaya. Rome: FAO Kyte. S. Vol 4: 100. FAO Species Identification Guide for Fishery Purposes. 2009. The Living Marine Resources of Western Central Pasific Vol. Lina.106 .5. 2011. 2008. Effect Intensitas Cahaya Terhadap Kepekaan Sistem Syaraf Pengelihatan Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus). DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Vol.60 : 227-231 Omamura.135 Suhardi. 2011 . Ahmad. Vol. Jounal of Aquaculture dan Fisheries. Vol 12 : 120. Renta.35 : 235-242 Manda. P. Identifield of Neuron System in Pangasius sp Towards Differents of Salinity. Growth curves of nile tilapia (Oreochromis niloticus) strains cultivated at different surfactant. H. 1758) in recirculating aquaculture system.