You are on page 1of 9

Bayi Tabung dalam Pandangan Islam

(Athfaalul Anaabib)
Posted on May 29, 2013 by hanifaahsa
Standard

A. Pengertian Bayi Tabung

Bayi tabung merupakan terjemahan dari artificial insemination. Artificial artinya buatan
atau tiruan, sedangkan insemination berasal dari bahasa latin “inseminatus” yang artinya
pemasukan atau penyimpanan. Bayi tabung atau dalam bahasa kedokteran disebut In Vitro
Fertilization (IVF) adalah suatu upaya memperoleh kehamilan dengan jalan mempertemukan sel
sperma dan sel telur dalam suatu wadah khusus tanpa melalui senggama (sexual intercourse).
Pada kondisi normal, pertemuan ini berlangsung di dalam saluran tuba.

Pada mulanya program ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak
mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopi istrinya mengalami
kerusakan permanen. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini
diterapkan pada pasien yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak
memungkinkan untuk memperoleh keturunan.

Sebelum menjelaskan mengenai hukum bayi tabung dalam pandangan islam, alangkah
baiknya kita mengetahui terlebih dahulu proses terjadinya bayi tabung.

B. Proses Bayi Tabung

Bayi tabung merupakan pilihan terakhir bagi mereka yang ingin mendapatkan keturunan
namun sampai saat ini belum juga mendapatkan kehamilan. Di bawah ini akan dijelaskan proses
dalam pembuatan bayi tabung :

a. Perjuangan Sperma Menembus Sel Telur

Langkah pertama dalam proses pembuatan bayi tabung ini diperlukan adanya sperma. Untuk mendapatkan kehamilan. c. wanita akan melepaskan satu atau dua sel telur. Injeksi . Perkembangan Sel telur Selama masa subur. b. satu sel sperma harus bersaing dengan sel sperma yang lain. Sel Sperma yang kemudian berhasil untuk menerobos sel telur merupakan sel sperma dengan kualitas terbaik saat itu. Sel telur tersebut akan berjalan melewati saluran telur dan kemudian bertemu dengan sel sperma pada kehamilan yang normal.

f. d. Proses injeksi ini dapat mengakibatkan adanya efek samping. Pada proses ini pasien disuntikkan hormon untuk menambah jumlah produksi sel telur. Perangsangan berlangsung 5 – 6 minggu sampai sel telur dianggap cukup matang dan siap dibuahi. Pelepasan Sel telur Setelah hormon penambah jumlah produksi sel telur bekerja maka sel telur siap untuk dikumpulkan. Sperma yang dibekukan disimpan dalam nitrogen cair yang dicairkan secara hati-hati oleh para tenaga medis. Sperma beku Sebelumnya suami akan menitipkan sperma kepada laboratorium dan kemudian dibekukan untuk menanti saat ovulasi. Menciptakan Embrio . Dokter bedah menggunakan laparoskop untuk memindahkan sel-sel telur tersebut untuk digunakan pada proses bayi tabung (IVF) berikutnya. e. Dokter kemudian memilih sel telur terbaik dengan melakukan seleksi. dokter akan mengumpulkan sel telur sebanyak-banyaknya.Dalam IVF.

Embrio ini kemudian akan membelah seiring dengan waktu. yang diharapkan mencapai stage perkembangan yang benar. Pada sel sperma dan sel telur yang terbukti sehat. maka akan dilakukan teknik ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection). akan sangat mudah bagi dokter untuk menyatukan keduanya dalam sebuah piring lab. Embrio Berumur 2 hari Setelah sel telur dipertemukan dengan sel sperma. akan dihasilkan sel telur yang telah dibuahi (disebut dengan nama embrio). Pemindahan Embrio . Pada teknik ICSI ini dokter akan menyuntikkan satu sperma hidup ke dalam sel telur. Embrio ini memiliki 4 sel. dokter akan menyatukan sperma dan ovum yang telah dipilih sebelumnya. Dalam menciptakan embrio ini. g. Namun bila sperma tidak sehat sehingga tidak dapat berenang untuk membuahi sel telur. h.

Jika tidak dikeluarkan bisa menggangu fungsi tubuh yang lain. merupakan komplikasi dari proses stimulasi perkembangan telur dimana banyak folikel yang dihasilkan sehingga terjadi akumulasi cairan di perut. Risiko dalam Pelaksanaan Proses Bayi Tabung Sebelum memutuskan melakukan proses bayi tabung. diantaranya : 1. Selanjutnya embrio tumbuh dan berkembang seperti layaknya kehamilan biasa sehingga kehadiran bakal janin dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG seperti tampak pada gambar diatas. Dokter kemudian memilih 3 embrio terbaik untuk ditransfer yang diinjeksikan ke sistem reproduksi pasien (rahim ibu). Yang tentu saja resiko melahirkannya lebih tinggi dibandingkan hanya satu bayi. . i. Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS). 2. Tidak jarang bayinya bisa masuk ICU karena prematur. Implanted fetus Setelah embrio memiliki 4 – 8 sel. ada baiknya para pasangan suami istri memikirkan risiko yang akan selama pelaksanaannya. Kehamilan kembar. bukan merupakan rahasia lagi kalau proses bayi tabung bisa menghasilkan lebih dari satu bayi. Cairan bisa sampai ke rongga dada dan yang paling parah harus masuk rumah sakit karena cairan harus dikeluarkan dengan membuat lubang dibagian perut. C. embrio akan dipindahkan kedalam rahim wanita dan kemudian menempel pada rahim.

Tingkat keguguran kehamilan bayi tabung sekitar 20%. kemungkinan terjadi sekitar 5%. . Sedangkan para ulama melarang penggunaan teknologi bayi tabung dari pasangan suami-istri yang dititipkan di rahim perempuan lain dan itu hukumnya haram. suami istri tidak berhasil memperoleh anak. peternakan. agar dapat diperoleh kesimpulan hukum yang benar-benar proporsional dan mendasar. karena dengan cara pembuahan alami. Dua tahun sejak ditemukannya teknologi ini. Asal keadaan suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak. biologi. Kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik. Resiko pendarahan pada saat pengambilan sel telur (Ovum Pick Up). Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehklan melakukan hal-hal yang terlarang”. Namun. sebab ini termasuk ikhtiar yang berdasarkan kaidah-kaidah agama. dalam menyelesaikan masalah ini hendak dikaji menurut Hukum Islam dengan menggunakan metode ijtihad yang lazimnya dipakai oleh para ahli ijtihad (mujtahidin). Oleh karena itu.  Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwany pada tanggal 13 Juni 1979 menetapkan 4 keputusan terkait masalah bayi tabung. karena tidak terdapat hukumnya secara spesifik di dalam Al- Qur’an dan As-Sunnah bahkan dalam kajian fiqih klasik sekalipun. sangat jarang terjadi. para ulama di Tanah Air telah menetapkan fatwa tentang bayi tabung/inseminasi buatan. 5. resiko pendarahan bisa terjadi yang tentunya membutuhkan perawatan lebih lanjut. diantaranya : 1. Bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami-istri yang sah hukumnya mubah (boleh). D. dan sebaliknya). kajian masalah mengenai bayi tabung ini sebaiknya menggunakan pendekatan multi disipliner oleh para ulama dan cendikiawan muslim dari berbagai disiplin ilmu yang relevan. Karena prosedurnya menggunakan jarum khusus yang dimasukkan ke dalam rahim. Ini memang bisa juga terjadi pada kehamilan normal. 2. agar dapat ditemukan hukumnya yang sesuai dengan prinsip dan jiwa Al-Qur’an dan As-Sunnah yang merupakan sumber pokok hukum Islam. 3. hukum. Bayi Tabung dalam Pandangan Islam Masalah bayi tabung (Athfaalul Anaabib) ini menurut pandangan Islam termasuk masalah kontemporer ijtihadiah. karena dikemudian hari hal itu akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya. Keguguran. 4. Misalnya menggunakan ahli kedokteran. agama dan etika. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqih ‫ت‬ ُ ْ‫ا َ ْل َحا َجةُ ت َ ِن ْْز ُل َم ْن ِزلَةَ الض َُّر ْو َر ِة َوالض َُّر ْو َرةُ تُبِ ْي ُح ا ْل َمح‬ ِ ‫ظ ْو َرا‬ “Hajat (kebutuhan yang sangat penting) diperlakukan seperti dalam keadaan terpaksa.

Hal itu didasarkan pada sebuah hadist yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA. Apabila sperma yang ditabung tersebut milik suami-istri. Bayi Tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah. diantaranya : 1. 4. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. “Tidak ada dosa yang lebih besar setelah syirik dalam pandangan Allah SWT. Berikut ini dalil-dalil syar’i yang dapat menjadi landasan hukum untuk mengharamkan inseminasi buatan dengan donor. Yogyakarta pada tahun 1981. maka hukum bayi tabung menjadi mubah (boleh). Mani Muhtaram adalah mani yang keluar/dikeluarkan dengan cara yang tidak dilarang oleh syara’. Bayi Tabung yang sperma dan ovumnya tak berasal dari pasangan suami-istri yang sah hal tersebut juga hukumnya haram.  Nahdlatul Ulama (NU) juga telah menetapkan fatwa terkait masalah dalam Forum Munas di Kaliurang. Surat At-Tin ayat 4 : . “Seandainya seorang lelaki berusaha mengeluarkan spermanya (dengan beronani) dengan tangan istrinya. maka bayi tabung hukumnya haram.” 2. statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis diluar pernikahan yang sah alias perzinahan. ialah sebagai berikut: Surat Al-Isra ayat 70 : َ ‫ض ْلنَا ُه ْم‬ ٍ ِ‫علَ ٰى َكث‬ ‫ير ِم َّم ْن‬ ِ ‫َولَقَ ْد ك ََّر ْمنَا بَنِي آ َد َم َو َح َم ْلنَاهُ ْم فِي ا ْلبَ ِ ِّر َوا ْلبَحْ ِر َو َر َز ْقنَا ُه ْم ِمنَ ال َّط ِيِّبَا‬ َّ َ‫ت َوف‬ ً ‫َخلَ ْقنَا ت َ ْف ِض‬ ‫يل‬ “Dan sesungguhnya telah Kami meliakan anak-anak Adam. dibandingkan dengan perbuatan seorang lelaki yang meletakkan spermanya (berzina) didalam rahim perempuan yang tidak halal baginya. Kami angkat mereka di daratan dan di lautan. para ulama NU mengutip dasar hukum dari Kifayatul Akhyar II/113. Sebab. maka hukumnya juga haram. serta dimasukkan ke dalam rahim istri sendiri. Apabila mani yang ditabung atau dimasukkan kedalam rahim wanita tersebut ternyata bukan mani suami-istri yang sah. Alasannya. karena istri memang tempat atau wahana yang diperbolehkan untuk bersenang-senang. Apabila mani yang ditabung itu mani suami-istri yang sah dan cara mengeluarkannya termasuk muhtaram. Terkait mani yang dikeluarkan secara muhtaram.3.” 3. maka hal tersebut diperbolehkan. hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik baik kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam hal kewarisan. Ada 3 keputusan yang ditetapkan ulama NU terkait masalah Bayi Tabung. Rasulullah SAW bersabda. tetapi cara mengeluarkannya tidak muhtaram.

kemudian dicangkokkan ke dalam rahim wanita lain yang bersedia mengandung persemaian benih mereka tersebut.  Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari sepasang suami istri.blogdokter. Sebaliknya. Sebaliknya inseminasi buatan dengan donor itu pada hakikatnya merendahkan harkat manusia (human dignity) sejajar dengan hewan yang diinseminasi. Dan Tuhan sendiri berkenan memuliakan manusia.php?ditail=17 .  Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari seorang suami dan istrinya.baliroyalhospital.html http://www. dengan syarat sperma dan ovum diperoleh dari pasangan suami-istri yang sah kemudian sel hasil pembuahan tersebut dimasukan kembali kedalam rahim isteri yang sah. ada beberapa hal yang membuat pelaksanaan bayi tabung menjadi haram yaitu:  Sperma yang diambil dari pihak laki-laki disemaikan kepada indung telur pihak wanita yang bukan istrinya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya. Referensi : Al-Qur’an Hadits http://www.net/2010/03/21/bayi-tabung/ http://www.  Sperma dan indung telur yang disemaikan berasal dari lelaki dan wanita lain kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si istri.id/halaman_layanan. Kesimpulan Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil yaitu pelaksanaan bayi tabung dalam pandangan Islam hukumnya mubah (boleh). Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan/keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Tuhan lainnya.anehdidunia. E. ‫يم‬ َ ْ‫سانَ فِي أَح‬ ٍ ‫س ِن ت َ ْق ِو‬ ِ ْ ‫لَقَ ْد َخلَ ْقنَا‬ َ ‫اْل ْن‬ “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.  Indung telur yang diambil dari pihak wanita disemaikan kepada sperma yang diambil dari pihak lelaki yang bukan suaminya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si wanita.  Sperma yang diambil berasal dari sperma suami yang telah meninggal dunia. kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya yang lain.com/2012/07/proses-terjadinya-bayi-tabung.co. maka sudah seharusnya manusia bisa menghormati martabatnya sendiri dan juga menghormati martabat sesama manusia.

http://www.net/program-bayi-tabung-dan-risikonya-241.html Filed under Uncategorized | Leave a comment .dokteranak.