You are on page 1of 2

Teori dasar

Obat mata adalah tetes mata, salap mata, pencuci mata dan beberapa bentuk pemakaian yang
khusus serta inserte sebagai bentuk depo, yang ditentukan untuk digunakan pada mata utuh
atau terluka. Obat mata digunakan untuk menghasilkan efek diagnostik dan terapetik lokal,
dan yang lain untuk merealisasikan kerja farmakologis, yang terjadi setelah berlangsungnya
penetrasi bahan obat dalam jaringan yang umumnya terdapat disekitar mata. Pada umumnya
bersifat isotonis dan isohidris. Obat mata ini pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga macam:
a. Obat cuci mata (collyria)
b. Obat tetes mata (guttae opthalmicae)
c. Salep mata
Pada dasarnya sebagai obat mata biasanya dipakai :
1. Bahan-bahan yang bersifat antiseptika (dapat memusnahkan kuman-kuman pada
selaput lender mata), misalnya asam borat, protargol, kloramfenikol, basitrasina, dan
sebagainya.
2. Bahan-bahan yang bersifat mengecutkan selaput lender mata (adstringentia), misalnya
seng sulfat.
Pembuatan tetes mata pada dasarnya dilakukan pada kondisi kerja aseptik dimana
penggunaan air yang sempurna serta material wadah dan penutup yang diproses dulu dengan
anti bakterial menjadi sangat penting artinya (Voight, 1995). Tetes mata kloramfenikol adalah
larutan steril kloramfenikol. Mengandung kloramfenikol, C11H12Cl2N2O5, tidak kurang dari
90,0% dan tidak lebih dari 130,0% dar jumlah yang tertera pada etiket (Anonim, 1995).
Faktor-faktor dibawah ini sangat penting dalam sediaan larutan mata :
1. Ketelitian dan kebersihan dalam penyiapan larutan;
2. Sterilitas akhir dari collyrium dan kehadiran bahan antimikroba yang efektif untuk
menghambat pertumbuhan dari banyak mikroorganisme selama penggunaan dari sediaan;
3. Isotonisitas dari larutan
4. pH yang pantas dalam pembawa untuk menghasilkan stabilitas yang optimum
Untuk pembuatan obat mata ini perlu diperhatikan mengenai kebersihannya, pH yang stabil,
dan mempunyai tekanan osmose yang sama dengan tekanan osmose darah. Pada pembuatan
obat cuci mata tak perlu disterilkan, sedangkan pada pembuatan obat tetes mata harus
disterilkan. (Anief, 2000)

Guttae Ophthalmicae

Larutan Boraks – Asam Borat (pH = 6. Howard C. Steril 2. dilarutkan obatnya secara aseptis. Sedapat mungkin isohidris 3.Tetes mata adalah sediaan steril berupa larutan atau suspense yang digunakan dengan cara meneteskan obat pada selaput lender mata di sekitar kelopak mata dan bola mata.9% (Ansel. Pelarut yang sering digunakan adalah : 1. Larutan NaCl 0. dan menggunakan penambahan zat pengawet dan botol atau wadah yang steril. Aquadestillata 5. maka sterilitas dicapai dengan menggunakan pelarut steril. Isotonis dan pH yang dikehendaki diperoleh dengan menggunakan pelarut yang cocok. Larutan basa lemah Boraks – Asam Borat (pH = 8) 4. 1989) . Sedapat mungkin isotonis Bila obatnya tidak tahan pemanasan. Tetes mata harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan yaitu : 1. Larutan 2% Asam Borat (pH = 5) 2.5) 3.