You are on page 1of 103

BAB I

CONNECTED

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang

secara sengaja m engaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun

antar mata pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu peserta didik akan memperoleh

pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelaj aran menjadi bermakna

bagi peserta didik.

Jika dibandingkan dalam konsep konvensional, maka pembelajaran terpadu

tampak lebih menekankan keterlibatan peserta didik dalam belajar, sehingga peserta

didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran untuk pembuatan keputusan. Setiap

1

peserta didik memerlukan bekal pengetahuan dan kecakapan agar dapat hidup di

masyarakat dan bakal ini diharapkan diperoleh melalui pengalaman belajar di sekolah.

Oleh karena itu pengalaman belajar di sekolah sedapat mungkin memberikan bekal

peserta didik dalam mencapai kecakapan untuk berkarya. Kecakapan ini disebut

kecakapan hidup yang cakupannya lebih luas dibanding hanya sekedar keterampilan.

Ditinjau dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik, dan unit

tematisnya, menurut Robin Fogarty (1991) terdapat sepuluh cara atau model dalam

merencanakan pembelajaran terpadu. Kesepuluh cara atau model tersebut adalah: (1)

fragmented, (2) connected, (3) nested, (4) sequenced, (5) shared, (6) webbed, (7)

threaded, (8) integrated, (9) immersed, dan (10) networked.

Kesepuluh cara ini di klasifikasikan kedalam 3 jenis, yakni pengintegrasian

kurikulum di dalam satu disiplin ilmu, pengintegrasian kurikum beberapa disiplin

ilmu, dan pengintegrasian kurikulum di dalam dan beberapa disiplin ilmu.

2

Di dalam makalah ini dibahas mengenai ke sepuluh model pembelajaran

terpadu yang merupakan pembelajaran yang menghubungkan satu konsep dengan

konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain,

bahkan ide-ide yang dipelajari pada satu semester dengan ide-ide yang dipelajari pada

semester berikutnya dalam satu bidang studi.

1.2. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud Model Pembelajaran Keterhubungan (Connected)?

2. Apa saja Kelebihan Model Pembelajaran Keterhubungan (Connected)?

3. Apa saja Kekurangan Model Pembelajaran Keterhubungan (Connected)?

4. Bagaimana langkah-langkah sintaks Model Pembelajaran Keterhubungan?

5. Bagaimana contoh aplikasi model pembelajaran Keterhubungan (Connected) di SD?

3

TUJUAN PENULISAN 1. Untuk mengetahui kekurangan Model Pembelajaran Keterhubungan (Connected) 4.3. Untuk mengetahui contoh aplikasi Model Pembelajaran Keterhubungan (Connected) di SD 4 . Untuk mengetahui langkah-langkah sintaks Model Pembelajaran Keterhubungan (Connected) 5.1. Untuk mengetahui kelebihan Model Pembelajaran Keterhubungan (Connected) 3. Untuk mengetahui pengertian Model Pembelajaran Keterhubungan (Connected) 2.

connecting a skill to relatied skill.1. or even one semester’s ideas to the next”. Pengertian Model Keterhubungan (Connected) Model Keterhubungan ini lahir dari adanya gagasan bahwa sebenarnya dalam setiap mata pelajaran berisi konten yang berkaitan antara topik dengan topik. Pengertian tersebut menunjukkankan bahwa fokus model connected 5 . Satu mata pelajaran dapat memfokuskan sub-sub yang saling berkaitan. Pembelajaran terpadu model keterhubungan (connected model) menurut Fogarty adalah : “model focuses on making explicit connections with each subject area.2. connecting one concept to another. connecting one day’s work to the next. connecting one topic to the next. konsep dengan konsep dapat dikaitkan secara eksplisit.

Bila kita memandang konsep koneksi ini. keterkaitan antar konsep. satu keterampilan dengan keterampilan yang lain. Sehingga akan terjadi serangkaian materi satu menjadi prasarat materi berikutnya atau satu materi 6 . satu konsep ke konsep yang lain. Pada pembelajaran model ini kunci utamanya adalah adanya satu usaha sadar untuk menghubungkan bidang kajian dalam satu disiplin ilmu. Model pembelajaran ini menyajikan hubungan yang eksplisit di dalam suatu mata pelajaran yaitu menghubungkan satu topik dengan topik yang lain. satu tugas ke satu tugas yang berikutnya. rincian dari satu disiplin ilmu terfokus kepada bagian-bagian yang sebenarnya saling berhubungan. keterkaitan antar topik. mengaitkan tugas pada hari ini dengan selanjutnya bahkan ide-ide yang dipelajari pada satu semester dengan ide-ide yang dipelajari pada semester berikutnya dalam satu bidang studi.adalah pada keterkaitan dalam seluruh bidang. keterkaitan antar keterampilan.

Kelebihan Model Keterhubungan (Connected) Kelebihan dari model pembelajaran ini adalah peserta didik memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang suatu konsep sehingga transfer pengetahuan akan sangat mudah karena konsep-konsep pokok dikembangkan terus-menerus. atau materi satu menjadi prasarat atau berhubungan sehingga apa yang dipelajari menjadikan belajar yang bermakna. Sebagai catatan kaitan antar konsep. mendukung materi berikutnya. atau tema terjadi hanya pada satu mata pelajaran. topik. 2. satu topik dengan topik yang lain.2. tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan tugas yang dilakukan pada hari berikutnya. 7 . satu keterampilan dengan keteramilan yag lain. bahkna ide-ide yang dipelajari pada satu semester berikutnya dalam satu bidang studi. Model Connected adalah model pembelajaran terpadu yang secara sengaja diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep yang lain.

instrumental input. dan environmental input. lingkungan yang berpengaruh pada kegiatan pembelajaran adalah ketersediaan sarana 8 .Secara umum proses pembelajaran sebagai suatu sistem dipengaruhi oleh tiga faktor masukan. maksudnya kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan sangat dipengaruhi oleh pemahaman dan pengetahuan guru tentang pembelajaran terpadu model connected maupun pengalaman mengajar guru. minat dan motivasi merupakan faktor peserta didik yang akan berpengaruh pada kegiatan pembelajaran. Demikian halnya dengan pembelajaran terpadu connected. yaitu raw input. Selanjutnya kemampuan. berdasarkan pada undang-undang. Dalam enviromental input. sikap. SKL. peraturan pemerintah. dan SKKD) maka guru mengembangkan model pembelajaran. peraturan menteri (Kurikulum. Raw input terdiri dari guru dan peserta didik. Instrumental input merupakan acuan dalam pengembangan pembelajaran terpadu model connected. maka sistem itu dapat digunakan.

Bagi Guru a. tingkatan. 1. Guru dapat melihat gambaran yg menyeluh dan kemampuan atau indikator yg digabungkan sehingga kegiatan siswa lebih terarah untuk mencapai kemampuan tersebut. prasarana dan dukungan dari masyarakat baik moral maupun material (Nurrudin Hidayat.Contoh: · Guru menghubungkan/menggabungkan konsep matematika tentang uang dengan konsep jual beli. Beberapa kelebihan dari model terhubung (connected) adalah sebagai berikut : 1. b. rasio. Guru dapat menghubungkan ide-ide dlm satu disiplin ilmu. untung rugi. dan pecahan dengan uang. simpan pinjam. dan bunga. dan sebagainya dari pemaduan pembelajaran. 2009:18). pembagian.Bagi Siswa 9 . · Guru menghubungkan konsep pecahan dengan desimal.

Menghubungkan ide-ide dalam suatu bidang studi sangat memungkinkan bagi peserta didik untuk mengkaji. sehingga terjadilah proses internalisasi. anak akan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan dan peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan pedalaman. tinjauan. Dampak positif dari mengaitkan ide-ide dalam satu bidang studi adalah peserta didik memperoleh gambaran yang luas sebagaimana suatu bidang studi yang terfokus pada suatu aspek tertentu. memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap. 10 . d. Peserta didik dapat mengembangkan konsep-konsep kunci secara terus menerus. memperbaiki. c. serta mengasimilasi ide-ide secara terus menerus sehingga memudahkan untuk terjadinya proses transfer ide-ide dalam memecahkan masalah. b. mengkonseptualisasi.a. Adanya hubungan antar ide-ide dalam satu mata pelajaran.

Hadisubroto, dalam Trianto mengemukakan keunggulan model

keterhubungan (connected). Keunggulan dari model ini adalah :

1. Dengan adanya hubungan atau kaitan antara gagasan di dalam satu bidang studi,

peserta didik-peserta didik mempunyai gambaran yang lebih komprehensif dari

beberapa aspek tertentu mereka pelajari secara lebih mendalam

2. Konsep-konsep kunci dikembangkan dengan waktu yang cukup sehingga lebih dapat

dicerna oleh peserta didik.

3. Kaitan-kaitan dengan sejumlah sasaran di dalam satu bidang studi memungkinkan

peserta didik untuk dapat mengkonseptualisasi kembali dan megasimilasi gagasan

secara bertahap

4. Pembelajaran terpadu model keterhubungan tidak mengganggu kurikulum yang

sedang berlaku.

11

2.3. Kekurangan Model Keterhubungan (Connected)

Di samping mempunyai kelebihan, model terhubung ini juga mempunyai

kekurangan sebagai berikut :

1. Bagi Guru

a. tidak mendorong guru untuk bekerja secara tim, sehingga isi dari pelajaran tetap

saja terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep serta ide-ide antar bidang studi,

b. memadukan ide-ide dalam satu bidang studi, maka usaha untuk mengembangkan

keterhubungan antar bidang studi menjadi terabaikan.

c. model ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum

menggabungkan bidang-bidang pengembangan/mata pelajaran lain.

2. Bagi Siswa

a. Bagi siswa yang mempunyai kemampuan yang rendah, maka akan

sedikit

12

kesulitan dalam mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi

ide-ide secara terus menerus.

b. Dalam mengolah suatu pengetahuan, tidak jarang siswa merasa

kesulitan untuk memadukan topik-topik, konsep-konsep, maupun ide-ide dalam satu

mata pelajaran, walaupun guru sudah berusaha memadukannya sesuai dengan

karakteristik disiplin ilmu.

2.4 Langkah-Langkah (Sintaks) Pembelajaran Terpadu Model Keterhubungan

(Connected)

Model ini digunakan sebagai permulaan kurikulum terpadu. Guru merasa

percaya diri mencari keterhubungan dalam mata pelajaran mereka (jika guru bidang

studi). Mereka menjadi mau mengadaptasikan hubungan ide-ide dalam mata pelajaran

yang menyeberang. Pembuatan keterhubungan juga diselesaikan secara kolaborasi

dalam pertemuan guru (departement meeting) dalam hal ini dalam kegiatan Kelompok

13

1. menentukan tujuan pembelajaran umum b. yaitu tahap perencanaan. Karena dalam pembelajaran terpadu. Tahap Perencanaan : a. tahap pelaksanaan. menentukan tujuan pembelajaran khusus 2. Pada dasarnya langkah-langkah pembelajaran terpadu model keterhubungan mengikuti tahap-tahap pembelajaran yang sudah biasa. dan tahap evaluasi. Guru dapat memulai model ini sebelum memasuki keterpaduan yang lebih kompleks. Langkah-langkah yang ditempuh oleh guru : a. menyampaikan konsep pendukung yang harus dikuasai siswa (materi prasyarat) 14 . sintaks pembelajaran terpadu bersifat fleksibel dan luwes. Dengan demikian. sintaks model pembelajaran ini bisa direduksi dari berbagai model pembelajaran. Oleh karena itu. sintaksnya dapat diakomodasi dari berbagai model pembelajaran. Kerja Guru (KKG) yang dapat terjadi lebih famillier.

evaluasi proses . meliputi : a. diskusi secara klasikal 4. kegiatan proses c. Evaluasi. dengan membagi kelas kedalam beberapa kelompok b. meliputi : a. menyampaikan alat dan bahan yang akan digunakan / dibutuhkan e.b. menyampaikan konsep-konsep yang hendak dikuasai oleh siswa c. menyampaikan keterampilan proses yang dapat dikembangkan d. pengelolaan kelas. berupa : · ketepatan hasil pengamatan 15 . Tahap Pelaksanaan. menyampaikan pertanyaan kunci 3. kegiatan pencatatan data d.

· evaluasi psikomotor : kemampuan penguasaan siswa terhadap penggunaan alat ukur.· ketepatan dalam penyusunan alat dan bahan · ketepatan siswa saat menganalisis data b. 16 . evaluasi produk : · penguasaan siswa terhadap konsep-konsep / materi sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan.

selain itu proses pembelajaran terpadu model connected akan memotivasi guru untuk lebih kreatif. karena respon dari siswa yang penuh kreasi dan bervariasi. Selain itu.1 Kesimpulan Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat diterapkan pada kelas tinggi adalah model connected.3. kaitan dalam mdel connected dapat diadakan secara spontan atau direncanakan terlebih dahulu. Proses pembelajaran terpadu model connected dapat dijadikan salah satu alterntif pada pembelajaran IPS dikelas tiggi.dengan kaitan yang bermakna ini berarti pembelajaran akan lebih efektif. Dengan menerapkan pembelajarn terpadu model connected akan dapat meninkatkan efisiensi waktu pembelajaran. guru akan melakukan inovasi-inovasi dalam pengembangan pembelajaran selanjutnya. pembelajaran terpadu yang paling sederhana adalah model keterhubungan. 17 .

melaksanakan pembelajaran terpadu dalam berbagai mata pelajaran baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi.3. 18 .2. Model pembelajaran Connected ini sangat cocok sebagai langkah awal belajar menggunakan Pembelajaran Terpadu dalam pembelajaran di kelas. Saran Dari kesimpulan diatas penulis menyarankan agar guru.

1 Defenisi Model Webbed Model Webbed merupakan model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema sebagai dasar pembelajaran. Trianto (2014:41) menyatakan Pembelajaran terpadu model webbed adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan tematik. Model jaring laba.laba (Webbed) adalah model Pembelajaran Terpadu yang implementasinya menggunakan pendekatan tematik. Jadi dapat disimpulkan. cakupannya harus luas dan memberi bekal bagi siswa untuk belajar lebih lanjut. Misalnya. Tema sentral dapat diambil dari kehidupan sehari-hari yang menarik dan menantang kehidupan siswa untuk memicu minat belajar siswa. Lingkungan. Denga demikian pengembangan model ini diawali dengan mengambil suatu tema tertentu. Tema bisa ditentukan dengan negosiasi antara guru dengan 19 . Tema ini ditentukan guru bersama siswa maupun guru lain. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menentukan tema-tema tertentu. Dari tema ini dikembangkan menjadi sub-sub tema dengan memperhatikan kaitan antar bidang studi. Model pembelajaran ini memadukan multi displin ilmu atau berbagai mata pelajaran yang diikat oleh satu tema (Fogarty. Menurut Padmono. BAB II WEBBED 1. 1991).

siswa. tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran.laba terimplementasi melalui pendekatan tematik sebagai pemandu bahan dan kegiatan pembelajaran. tetapi dapat pula dengan cara diskusi sesama guru. Dalam hubungan ini. Jadi model webbed atau jaring laba. Dari sub-sub tema ini dikembangkan aktivitas belajar yang dilakukan oleh siswa. akan sangat membantu siswa. Setelah tema disepakati. karena sesuai dengan tahap perkembangan siswa yang masih melihat segala sesuatu dengan satu kesatuan (holistic). baik dalam mata p Model webbed ini menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). 20 . Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Pendekatan ini adalah model pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang cenderung dapat disampailan melalui beberapa bidang study lain. Oleh karena itu guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang berkesan agar belajar siswa lebih bermakna. Selain itu dengan penerapan pembelajaran terpadu model webbed yang menggunakan pendekatan tematik disekolah dasar. kemudian dikembangkan sub-sub temanya dengan memperhatikan kaitan dengan bidang-bidang studi lainnya.

1.1. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata/konkrit sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran: Menyajikan konsep- konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran.1 Karakteristik Model Pembelajaran Webbed Model pembelajaran webbed memiliki beberapa karakteristik yaitu: 1. 4. 21 . sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu dengan menberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakuakan aktivitas belajar. Berpusat pada siswa: Pendekatan ini lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Pemisahan mata pelajaran yang tidak begitu jelas: Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. Hal ini deperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi sehari-hari. 3. 2. Memberi pengalaman langsung: Dengan pengalaman langsung. Dengan demikian siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh.

Menentukan tema (bisa diperoleh dari hasil diskusi antar guru. Bersifat Fleksibel: Guru dapat mengkaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lain. Menentukan tujuan/kompetensi dasar dari beberapa mata pelajaran yang dapat dicapai melalui tema yang dipilih. 2. maka guru perlu memikirkan apa yang dapat membantu peserta didik dalam tema tersebut untuk memahami konsep-konsep yang ada.2 Langkah. bahkan mengkaitkan mata pelajaran dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan sekolah dimana meraka berada 1. Misalnya. Kompetensi Dasar ini bisa diletakkan/ditulis di jaring-jaring tema sesuai mata pelajaran yang ditentukan. Tema ditulis di bagian tengah jaring.Langkah Pembelajaran Langkah-langkah pembelajaran yang dapat diterapkan dengan menggunakan Model Jaring Laba-laba (Webbed ) : 1. 22 . 5. diskusi dengan peserta didik atau berdasarkan ketetapan sekolah atau ketentuan yang lain). apabila tema cuaca yang dipilih.

5. Hal ini dilakukan agar peserta didik memiliki pengetahuan awal yang akan meningkatkan rasa ingin tahu mereka sehingga peserta didik terdorong untuk mengajukan banyak pertanyaan terhadap materi yang sedang dibahas. Mendesain pembelajaran dan kegiatan yang dapat mengkaitkan tema dengan kompetensi (pengetahuan. Kegiatan awal yang dapat dilakukan. Menghubungkan semua kegiatan yang telah dilakukan agar peserta didik dapat melihat dari berbagai aspek sehingga memperoleh pemahaman yang baik. keterampilan dan sikap) yang ingin dicapai. Kegiatan yang dapat dilakukan misalnya. 6. mendatangkan nara sumber untuk memberi informasi tentang cuaca atau melihat papan pajangan hasil pekerjaan 23 . Setelah satu minggu berjalan. Memilih kegiatan awal untuk memperkenalkan tema secara keseluruhan. misalnya guru membacakan buku tentang cuaca atau mengajak peserta didik untuk menonton film tentang cuaca. peserta didik menghitungnya dan mengambil kesimpulan tentang cuaca dari data yang ada. Contoh kegiatan sepertipeserta didik ditugaskan untuk mengamati cuaca selama satu minggu. setiap hari peserta didik mengambil gambar yang sudah disiapkan sesuai dengan keadaan cuaca misalnya cuaca mendung.3. 4. cerah atau berawan.

faktor motivasi siswa juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa. Di bawah ini disajikan contoh pajangan hasil karya peserta didik pada tema cuaca. peserta didik untuk dibahas bersama. 2.3 Keunggulan Model Webbed Keunggulan model Jaring Laba-laba antara lain faktor motivasi berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat peserta didik. Kelebihan Model Webbed antara lain : 1. 1. Model ini memudahkan perencanaan kerja tim untuk mengembangkan tema kesemua bidang isi pelajaran. Keuntungan pendekatan jaring laba-laba untuk mengintegrasikan kurikulum adalah faktor motivasi sebagai hasil bentuk seleksi tema yang menarik perhatian paling besar. 24 . Model webbed atau jaring laba-laba relative lebih mudah dilakukan guru yang belum berpengalaman mengajar. Adanya faktor motivasi yang dihasilkan dari penyeleksi tema yang diminati. 3. Mereka dapat dengan mudah melihat bagaimana kegiatan dan ide yang berbeda dapat saling berhubungan dan memiliki kemudahan untuk lintas semester.

Siswa dapat dengan mudah melihat bagaimana kegiatan yang berbeda dan ide yang berbeda dapat saling berhubungan 1. keterampilan atau sikap yang akan diintegrasikan. Perlu ada keseimbangan antara kegiatan dan pengembangan materi pelajaran. Tema yang ditetapkan memberi kesempatan kepada guru untuk menemukan konsep. 4. Model Jaring Laba-laba ini menggunakan pendekatan tematik untuk mengintegrasikan beberapa pelajaran. 5.4 Kelemahan Model Webbed Kelemahan model ini antara lain kecenderungan untuk mengambil tema sangat dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi peserta didik. Memberi kemudahan bagi siswa dalam melihat kegiatan-kegiatan yang saling terikat. Selain itu seringkali guru terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan. 25 . Adapun Kelemahan lainnya antara lain: 1. Langkah yang sulit dalam pembeajaran terpadu model webbed adalah menyeleksi tema.

Dalam pembelajaran guru lebih fokus pada kegiatan. IPA26 . 3. sehingga kurang bermanfaat bagi siswa. sehingga hal ini hanya berguna secara artifisial dalam perencanaan kurikulum. Memerlukan keseimbangan antara kegiatan dan pengembangan materi pelajaran.2. 4. Adanya kecenderungan dalam merumuskan suatu tema yang dangkal. dari pada pengembangan konsep.

Model Jaring (webbed) REFERENSI 27 . BINA IPS TEMA MTK SBDP Gambar 1.

Jakarta. PT. BAB III MODEL INTEGRATED 28 .Model Pembelajaran. 2012. Suyonom M. PT. Remaja Rosdakarya Offset.Prof. Model. Belajar dan Pembelajaran.Pd dan Drs. Rajagrapindo Persada. Dr. Bandung.S.Pd. M. M. Dr. Hariyanto. Rusman. 2017.

2006: 5). 2011: 1. dkk. pengetahuan.5).5). maka pengertian pembelajaran terpadu dapat dilihat sebagai: (1) suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai mata pelajaran yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling serta dalam rentang kemampuan dan perkembangan anak. 2011: 1. Fokus perhatian pembelajaran terpadu terletak pada proses yang ditempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk-bentuk keterampilan yang harus dikembangkannya (Aminuddin dalam Hernawan.5). Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan 29 . Perolehan keutuhan belajar.. dan (3) merakit atau menghubungkan sejumlah konsep dalam beberapa mata pelajaran yang berbeda. (2) suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara serempak (simultan). 1. dengan harapan siswa akan belajar dengan lebih baik dan bermakna (Hernawan. Berdasarkan hal tersebut.1 Pengertian Model Integrated Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna pada siswa. 2011: 1. serta kebulatan pandangan tentang kehidupan dan dunia nyata hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran terpadu (William dalam Sa’ud. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran terpadu. siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami (Hernawan.

yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Dalam pembelajaran terpadu anak akan memahami konsep-konsep yang dipelajari itu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah dipahami untuk memberikan pengalaman yang bermakna pada siswa. Dari beberapa kutipan di atas disimpulkan bahwa pembelajaran terpadu adalah suatu pembelajaran yang menekankan keterlibatan siswa dalam belajar sehingga membuat anak aktif terlibat dalam proses pembelajaran tersebut. 30 .

Menurut Depdikbud (dalam Trianto. holistik. (4) menyajikan konsep dari berbagai bidang studi 31 . pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa karakteristik atau ciri-ciri yaitu.7) sebagai suatu proses. (2) memberikan pengalaman langsung pada siswa (direct experiences). Sedangkan menurut Hernawan (2011: 1. (3) pemisahan antara mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. bermakna. dan aktif. pembelajaran terpadu memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) berpusat pada siswa (student centered). otentik. Gambar 1 model integrated A. 2011: 61). Karakteristik Model Pembelajaran Integrated Penerapan pembelajaran terpadu disekolah dasar bisa disebut sebagai suatu upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan.

aktif.blogspot. Selanjutnya karakteristik pembelajaran menurut Karli dalam Shalih (http://elshalih. (7) holistik. (5) bersifat luwes (fleksibel).com: 2003) pembelajaran terpadu memiliki beberapa macam karakteristik. (2) memberi pengalaman langsung pada anak. (5) bersifat luwes. (4) lebih menekankan kebermaknaan dan pembentukan pemahaman.2 Langkah-Langkah Pembelajaran Integrated 32 .com: 2007) karakteristik pembelajaran terpadu sebagai berikut: (1) pembelajaran berpusat pada anak.dalam suatu proses pembelajaran. (3) pemisahan antara bidang studi tidak begitu jelas. (9) otentik. (3) sarat dengan muatan saling keterkaitan. dan (5) lebih mengutamakan proses daripada hasil. berpusat pada anak. dan (10) aktif. bermakna. kompasiana. 1. (4) menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam suatu proses pembelajaran. (6) hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang holistik. Dengan demikian pembelajaran terpadu melibatkan siswa langsung dalam proses pembelajarannya karena pembelajaran yang diperoleh merupakan pengalaman langsung oleh siswa. yaitu: (1) berpusat pada anak (studend center). otentik. sehingga batasan antar mata pelajaran tidak begitu jelas. (8) bermakna. (2) belajar melalui proses pengalaman langsung. Sedangkan menurut Kunandar (dalam http://edukasi. dan (6) hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.

Sedangkan menurut Hadisubroto (Trianto. 33 . Tahap Perencanaan Pembelajaran a) Menentukan materi pelajaran dan jenis keterampilan yang akan dipadukan. dan menentukan evaluasi. standar kompetensi. 2011: 63). 2011: 63 ). Langkah-langkah pembelajaran terpadu bersifat luwes dan fleksibel artinya sintaks dalam pembelajaran terpadu dapat diakomodasikan dari berbagai model pembelajaran yang dikenal dengan istilah setting atau merekonstruksi. yaitu: 1. b) Memilih kajian materi. Trianto (2011: 64-65) berpendapat bahwa dalam merancang pembelajaran terpadu terdapat tiga langkah yang harus dilakukan. dalam merancang pembelajaran setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan yaitu menentukan tujuan. Pada dasarnya langkah-langkah pembelajaran terpadu mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap model pembelajaran yang meliputi tiga tahap yaitu tahap perencanaan. dan indikator. menyusun skenario pembelajaran. c) Menentukan subketerampilan yang dipadukan. Karakteristik mata pelajaran menjadi pijakan untuk kegiatan awal ini. Langkah ini akan mengarahkan guru untuk menentukan subketerampilan yang dapat diintegrasikan dalam suatu pembelajaran. tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi (Prabowo dalam Trianto. kompetensi dasar. menentukan materi atau media.

dan degree. e) Menentukan langkah-langkah pembelajaran. d) Merumuskan indikator hasil belajar. keterampilan sosial. Langkah ini diperlukan sebagai strategi guru untuk mengintegrasikan setiap subketerampilan yang telah dipilih pada setiap langkah pembelajaran 2. Peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran memungkinkan siswa menjadi pebelajar sendiri. audience. 34 . yang masing-masing terdiri dari sub-sub keterampilan. Berdasarkan kompetensi dasar dan subketerampilan yang telah dipilih dirumuskan indikator. Setiap indikator dirumuskan menurut kaidah penulisan yang meliputi. b) Pemberian tanggung jawab individu dan kelompok harus jelas dalam setiap tugas yang menuntut adanya kerja sama kelompok.Secara umum keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai meliputi keterampilan berpikir. Tahap Pelaksanaan Trianto (2011: 65) mengemukakan prinsip-prinsip utama dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu meliputi: a) Guru hendaknya tidak menjadi single actor yang mendominasi dalam kegiatan pembelajaran. dan keterampilan mengorganisasi. behaviour. condition.

yaitu (1) Tahap perencanaan pembelajaran. Tahap Evaluasi Tahap evaluasi dapat berupa evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. (2) Pelaksanaan. 1. yaitu menentukan jenis materi dan jenis keterampilan yang akan dipadukan. indikator dan hasil belajar. dan pencapaian tujuan yang akan dicapai. hendaknya meperhatikan prinsip evaluasi pembelajaran terpadu yaitu: a) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengevaluasi diri di samping bentuk evaluasi lain. 2011: 66). Kelebihan 35 . kegiatan pencatatan data. 3. kegiatan proses. yaitu pengelolaan kelas. serta diskusi.3 Kelebihan dan Kekurangan Model Integrated Model integrated juga memiliki kelebihan dan kekurangan. hasil dan psikomotor. yaitu evaluasi proses. Tahap evaluasi menurut Depdiknas (dalam Trianto. Langkah-langkah pembelajaran terpadu meliputi tiga tahap. sebagai berikut: a.c) Guru perlu akomodatif terhadap ide-ide yang terkadang sama sekali tidak terpikirkan dalam proses perencanaan. dan (3) Tahap evaluasi. menentukan kompetensi dasar. b) Guru perlu mengajak para siswa untuk mengevaluasi perolehan belajar. kriteria keberhasilan.

Memudahkan siswa untuk mengarahkan keterkaitan dan keterhubungan diantara berbagai materi atau bahan ajar 2. Dalam tipe ini guru tidak perlu mengulang kembali materi yang tumpang tindih sehingga tercapailah efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Tipe terintegrasi juga memberikan perhatian pada berbagai bidang yang penting dalam satu saat. Satu pelajaran dapat mencakup banyak dimensi. keterampilan sosial dan ide-ide penemuan lain. b. Model ini sangat sulit diterapkan secara penuh 36 . Adanya kemungkinan pemahaman antar bidang studi. Mampu membangun motivasi 4. Memungkinkan pemahaman antar bahan ajar dan memberikan penghargaan terhadap pengetahuan dan keahlian 3. Kelemahan 1. sehingga siswa menjadi kaya akan pengetahuan dari apa yang telah diajarkan guru melalui model integrated 6. strategi berfikir. karena dengan memfokuskan pada isi pelajaran. tipe ini tidak memerlukan penambahan waktu untuk bekerja dengan guru lain. sehingga pembelajaran semakin diperkaya dan berkembang 5. satu pelajaran dapat mencakup banyak dimansi. 1.

Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. dan keterampilan yang memadai 3. Pengintegrasian kurikulum dengan konsep-konsep dari masing-masing bidang studi menuntut adanya sumber belajar yang beraneka ragam REFRENSI Forgaty R. 4. Jakarta: Bumi Aksara 37 . Inc. The Mindful School: How to Integrate the Curricula. Model ini membutuhkan guru yang terampil. baik dalam perencanaannya maupun pelaksanaannya 5. dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Trianto. 1991. sikap. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep. Palatine. Tipe ini memerlukan tim antar bidang studi. 2. Trianto. baik dalam menyusun perencanaan maupun pelaksanaan. percaya diri dan menguasai konsep. Illinois: IRI / Skylight Publising. Model ini menghendaki tim antar mata pelajaran atau antar materi bahan ajar yang terkadang sulit dilakukan. Model Pembelajaran Terpadu: dalam Teori dan Praktek. Strategi. 2012. 2007.

1 Pengertian Model Nested Model Sarang (Nested) adalah model pembelajaran terpadu yang target utamanya adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan keterampilan mengorganisasi. Artinya memadukan aspek kognitif. afektif dan 38 . BAB IV MODEL NESTED 1.

Dengan menggabungkan atau merangkaikan kemampuan-kemampuan tertentu pada ketiga cakupan tersebut akan lebih mudah mengintegrasikan konsep- konsep dan sikap melalui aktivitas yang telah terstruktur Pembelajaran terpadu model Nested adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan kurikulum di dalam satu disiplin ilmu secara khusus meletakkan fokus pengintegrasian pada sejumlah keterampilan belajar yang ingin dilatihkan oleh seorang guru kepada siswanya dalam suatu unit pembelajaran untuk ketercapaian materi pelajaran (content). Menurut Udin Syaefudin Sa’ud model Nested merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep ketrampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran. keterampilan sosial (social skill). Misalnya pada satuan jam tertentu seorang guru memfokuskan kegiatan pembelajaran 39 . Model ini masih memfokuskan keterpaduan beberapa aspek pada kemudian dilengkapi dengan aspek keterampilan lain. Keterampilan-keterampilan belajar itu meliputi keterampilan bepikir (thingking skill). sikap dan komunikasi. dan keterampilan mengorganisasi (organizing skill) Fogarty (1991: 23). model ini dapat digunakan bila guru mempunyai tujuan selain menanamkan konsep suatu materi tetapi juga aspek keterampilan lainnya menjadi suatu kesatuan.psikomotorik serta memadukan keterampilan proses.

pada pemahaman tata bentuk kata. dan ungkapan dengan saran pembuahan ketrampilan dalam mengembangkan daya imajinasi. makna kata. daya berpikir logis. menentukan cirri bentuk dan makna kata-kata dalam puisi.2 Karakteristik Pembelajaran Terpadu Tipe Nested (Tersarang) 40 . membuat ungkapan dan menulis puisi Gambar model Nested 1.

Hal ini akan berdampak kepada kebermaknaan dari materi yang dipelajari. Bermakna Pengkajian suatu fenomena dari berbagai macam aspek seperti yang dijelaskan di atas. Holistic Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena dari segala sisi. Menurut Depdikbud (1996:3) pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa karakteristik atau cirri-ciri. c. yaitu a. b. Otentik 41 . Pada gilirannya nanti. memungkinkan terbentuknya semacam jalinan antar konsep-konsep yang berhubungan yang disebut skemata. Siswa mampu menerapkan perolehan belajarnya untuk memecahkan masalah-masalah yang muncul di dalam kehidupannya. hal ini akan membuat siswa menjadi lebih arif dan bijaksana di dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada di depan mereka.

maupun emosianal guna tercapainya hasil belajar yang optimal dengan mempertimbangkan hasrat. Guru lebih banyak bersifat sebagai fasilitator dan katalisator. minat.Mereka memahami dari hasil belajarnya sendiri. Guru memberikan bimbingan kearah mana yang dilalui dan memberikan fasilitas seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan tersebut. hokum pemantulan cahaya diperoleh siswa melalui kegiatan eksperimen. Seperti yang dicontohkan Fogarty (1991:28) untuk jenis 42 . dan kemampuan siswa sehingga mereka termotivasi untuk terus menerus belajar. sedang siswa bertindak sebagai actor pencari informasi dan pengetahuan. mental. bukan sekedar pemberitahuan guru.Misalnya. Sedangkan menurut Trianto. d. Pembelajaran terpadu juga memungkinkan siswa memahami secara langsung prinsip dan konsep yang ingin dipelajarinya melalui kegiatan belajar secara langsung. Aktif Pembelajaran terpadu menekankan keaktifan siswa dalam pembelajaran baik secara fisik. intelektual. Karakteristik mata pelajaran menjadi pijakan untuk sebuah kegiatan awal.Informasi dan pengetauhuan yang diperoleh sifatnya menjadi lebih otentik.

standar kompetensi. dan indikator. kompetensi dasar. 1) Tahap Perencanaan a Menentukan jenis mata pelajaran dan jenis keterampilan yang dipadukan. Karakteristik mata pelajaran menjadi pijakan untuk kegiatan awal. 43 . dan tahap evaluasi.3 Langkah – langkah model pembelajaran berbentuk sarang/kumpulan (nested) Pada dasarnya langkah-langkah pembelajaran terpadu tipe nested (tersarang) mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap pembelajaran terpadu yang meliputi tiga tahap yaitu tahap perencanaan. Sedangkan untuk mata pelajaran sains dan matematika dapat dipadukan keterampilan berpikir dan keterampilan mengorganisir.mata pelajaran sosial dan bahasa dapat dipadukan keterampilan berpikir (thingking skill) dengan keterampilan sosial (social skill). Sedangkan untuk pelajaran sains dan matematika dapat dipadukan keterampilan berfikir (thingking skill) dan keterampilan mengorganisir (organizing skill) (2012: 45). 1. tahap pelaksanaan. b Memilih kajian materi. Seperti contoh yang diberikan Fogary (1991:28) untuk jenis mata pelajaran sosial dan bahasa dapt dipadukan keterampilan berpikir dengan keterampilan sosial.

baehaviour. Peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran memungkinkan siswa menjadi pelajar mandiri 44 . d Merumuskan tujuan pembelajaran khusus (indikator) Berdasarkan kompetensi dasar dan sub kterampilan yang telah dipilih dirumuskan tujuan pembelajaran khusus (indikator).Langkah ini akan mengarahkan guru untuk menentukan sub keterampilan dari masing- masing keterampilan yang dapat diintegrasikan dalam suatu unit pembelajaran. c Menentukan sub keterampilan yang dipadukan Secara umum katerampilan-keterampilan yang harus dikuasai ada tiga. prinsip-prinsip pelaksanaan pembelajaran terpadu. audience. condition dan degree. (2) keterampilan sosial. e Menentukan langkah-langkah pembelajaran Langkah ini diperlukan sebagai strategi guru untuk mengintegrasikan setiap sub keterampilan yang telah dipilih pada setiap langkah pembelajaran. Setiap indikator dirumuskan berdasarkan kaidah penulisan tujuan pembelajaran khusus (indicator) yang meliputi. meliputi : a Guru hendaknya tidak menjadi single actor yang mendominasi dalam kegiatan pembelajaran. dan (3) keterampilan mengorganisasi. 2) Tahap Pelaksanaan Dalam Depdiknas (1996:6). yaitu: (1) keterampilan berpikir.

3) Tahap Evaluasi Tahap evaluasi dapat berupa evaluasi proses pembelajaran dan evaaluasi hasil pembelajaran. a Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan evaluasi diri di samping bentuk evaluasi lainnya b Guru perlu mengajak para siswa untuk mengevaluasi perolehan belajar yang telah dicapai berdasarkan criteria keberhasilan pencapaian tujuan yang akan dicapai. Tahap pelaksanaan pembelajaran mengikuti skenario langkah-langkah pembelajaran. Tahap evaluasi menurut Depdiknas (1996:6) hendaknya memperhatikan prinsip evaluasi pembelajaran terpadu. 45 . Oleh karena itu. guru harus memahami model-model pebelajaran terpadu dengan baik. tidak ada model pembelajaran tunggal yang cocok untuk suatu topic dalam pembelajaran terpadu.b Pemberian tanggung jawab individu dan kelompok harus jelas dalam setiap tugas yang menuntut adanya kerja sama kelompok c Guru perlu akomodatif terhadap ide-ide yang terkadang sama sekali tidak terpikirkan dalam proses perencanaan. menurut Muchlas (2002:7). Artinya dalam satu tatap muka dipadukan beberapa model pembelajaran.

Setiap mata pelajaran mempunyai dimensi ganda yang berguna kelak untuk kehidupan siswa mendatang. c. strategi berfikir. jika dilakukan secara tergesa-gesa dan kurang cermat maka penggabungan beberapa materi dan aspek keterampilan dapat mengacaukan pola pikir siswa. Pembelajaran dapat mencakup banyak dimensi dengan memfokuskan pada isi pelajaran. Kelemahan model pembelajaran berbentuk sarang/kumpulan (Nested) Kelemahan model ini adalah dalam hal perencanaan. Memberikan perhatian pada berbagai bidang penting dalam satu saat sehingga tidak memerlukan penambahan waktu sehingga guru dapat memadukan kurikulum secara luas.1. Pada mulanya tujuan utama 46 . Guru dapat memadukan beberapa ketrampilan sekaligus dalam pembelajaran satu mata pelajaran. keterampilan sosial dan ide lain yang ditemukan d. Pembelajaran semakin berkembang dan diperkaya dengan menjaring dan mengumpulkan sejumlah tujuan dalam pengalaman belajar siswa. b.4 Kelebihan model pembelajaran berbentuk sarang/kumpoulan (Nested) kemampuan siswa lebih diperkaya lagi karena selain memperdalam materi juga aspek keterampilan seperti berfikir dan mengorganisasi. a.

Model nested ini muncul dari kealamiahannya. Menjaga tujuan isi tetap pada tempatnya. Dengan mengumpulkan dua. Model nested ini sangat cocok digunakan guru yang mencoba menanamkan keterampilan berpikir dan keterampilan kooperatif dalam latihan-latihan mereka. tetapi akhirnya bergeser prioritasnya pada keterampilan. 47 . akan meningkatkan pengalaman belajar secara keseluruhan.pengajaran adalah penekanan pada materi. atau empat target belajar dalam satu latihan mungkin membingungkan siswa jika pengumpulan ini tidak dilakukan secara hati-hati.Prioritas konseptual dari latihan mungkin menjadi tidak jelas karena siswa diarahkan untuk melakukan banyak tugas belajar pada waktu yang bersamaan. tiga. sementara menambahkan fokus berpikir dan keterampilan sosial.

2012. 1991. The Mindful School: How to Integrate the Curricula. Trianto. 2007.Forgaty R. dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara 48 . Model Pembelajaran Terpadu: dalam Teori dan Praktek. Trianto. Strategi. Inc. Palatine. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. Illinois: IRI / Skylight Publising.

Pada umumnya meliputi empat bidang akademis besar yaitu: Matematika. Sains. keterampilan dan nilai.1 Defenisi Model Fragmented Model fragmented Yaitu model pembelajaran tradisional yang terpisah secara mata pelajaran atau model tradisional yang memisahkan secara diskrit masing-masing mata pelajaran. dan Seni Murni. Sains. BAB V FRAGMENTED 1. dan Ilmu Sosial. baik konsep. pemahaman suatu kajian. Dalam kurikulum 49 . Sosial. misalnya pada satu catur wulan. Bahasa. Keterpaduan model ini harus tercapai ketika satu satuan waktu telah ditempuh. Keterpaduan pada model fragmented terjadi jika siswa telah menyelesaikan seluruh runtutan kajian atau materi pelajaran yang pada akhirnya seluruh satuan-satuan konsep itu mencapai keutuhan. Pengelompokkan yang lain dari disiplin tersebut menggunakan kategori Ilmu Sastra.

misahkan mata pelajaran dalam satu konsep ilmu pengetahuan. hubungan antara keduanya adalah implisit. ekonomi ( dalam IPS).standar. Seperti mata pelajaran ilmu kimia. ekonomi. bidang studi ini diajarkan secara sendiri – sendiri. Model pembelajaran Fragmented merupakan model yang sama dengan pembelajaran tradisional yang memisah. di mana pada saat itu pembelajaran di SD mata pelajaran yng diberikan dari mulai Kelas 1 sampai dengan Kelas 6 semuanya terpisah. Jadi dapat disimpulkan bahwa Model Fragmented adalah suatu pembelajaran tematik terpadu yang memisahkan. kimia atau mata pelajaran IPS yang terdiri dari Sejarah. Matematika. Pelaksanaan pembelajar fragmented ini kita jumpai pada saat kita menggunakan Kurikulum 1975. Ketika mungkin terdapat tumpang tindih dalam ilmu fisika dan kimia. geografi. geografi. yang didekati melalui kurikulum (Forgaty. 1991). Model ini mengajarkan ilmu. fisika.pisah. 50 .ilmu tersebut secara terpisah. Misalnya Mata pelajaran IPA yang terdiri dari Fisika. tidak ada usaha untuk menghubungkan atau memadukannya. Psikologi. Setiap bidang studi tampak sebagai suatu kesatuan dalam bidang studi itu sendiri. biologi (dalam IPA) dan sejarah.misahka pelajaran ilmu atas beberapa mata pelajaran.pisah tanpa danya usaha mengkaitkan atau memadukan. tidak eksplisit.

Tahap Perencanaan a. Menyampaikan alat dan bahan yang akan digunakan / dibutuhkan. (materi prasyarat b.Langkah Model Fragmented Sementara itu. d. Langkah-Langkah yang ditempuh guru a. Menyampaikan keterampilan proses yang dapat dikembangkan.2 Langkah. 1. Menyampaikan konsep-konsep yang hendak dikuasai peserta didik c. Yang dipisah. 51 . menurut Prabowo dalam Trianto. langkah-langkah pembelajaran terpadu dan model penggalan (Fragmented) adalah sebagai berikut: 1.pisahkan dalam satu konsep atau payung mata pelajaran tersebut.sosiologi. Menentukan Kompetensi Dasar b. Menyampaikan konsep pendukung yang harus dikuasai peserta didik. Menentukan Indikator Menentukan Tujuan Pembelajaran 2.

d. e. Evaluasi Produk . berupa : . Menyampaikan pertanyaan kunci. Tahap Pelaksanaan. Penguasaan peserta didik terhadap konsep-konsep / materi sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan. Kegiatan proses. b. Evaluasi Proses. meliputi a. Ketepatan peserta didik saat menganalisis data. Kegiatan pencatatan data. Pengelolaan kelas dengan membangi kelas kedalam beberapa kelompok. Tahap Evaluasi. Ketepatan dalam menyusun alat dan bahan . b. c. Diskusi secara klasikal 4. Ketepatan hasil pengamatan . meliputi : a. Evaluasi Psikomotor 52 . c. 3.

dan kerja sama.3 Manfaat Model Fragmented Model fragmented ini bermanfaat untuk kelas yang besar dengan populasi yang luas di mana variasi perkualiahan memberikan spektrum subjek yang dapat memenuhi minat – minat khusus. . Model ini paling tepat diterapkan di tingkat universitas yang mana mengambil jalur studi khusus yang memerlukan pengetahuan tinggi untuk penginstruksian. 53 . yang dapat membuat persiapan dengan lebih terfokus. Lalu murid akan lebih mengenal alur dari berita tersebut dan berkonsentrasi dengan baik pada saat mendengarkan berita tersebut. sebagai berikut: 1. 1. pelatihan. pendampingan. Kemampuan penguasaan peserta didik terhadap penggunaan alat ukur 1. Model ini juga bermanfaat bagi guru.4 Aplikasi Model ”Fragmented” pada Pembelajaran Adapun aplikasi yang diterapkan seorang guru pada model pembelajaran fragmented antara lain. Seorang guru Bahasa akan menugaskan muridnya untuk menonoton berita sebagai pekerjaan rumah. Juga merupakan model yang baik bagi guru yang ingin membuat prioritas kurikuler.

Adanya kejelasan dan pandangan yang terpisah dalam suatu mata pelajaran. 1. 3. 4. 4. Guru Matematika akan melakukan permulaan pembelajaran dengan teorema- teorema agar murid dapat menguasai suatu bab dengan baik. Sehingga akan ada kepercayaan dari murid kepada guru bahwa ia adalah seseorang yang ahli pada bidangnya. Guru menyiapkan pembelajaran sebagai seorang ahli dalam bidangnya yang menggali bidang studi secara luas dan mendalam. 3. kemurnian suatu disiplin ilmu sangat tampak. Kekurangan model pembelajaran terpadu “fragmanted” 54 . Guru IPS akan mendaftarkan topik-topik terkini yang terjadi pada masyarakat yang akan membantu siswa dalam penelitiannya. Guru dapat dengan mudah menentukan prioritas dari bidang – bidang studinya.5 Kelebihan Model Pembelajaran Terpadu ”Fragmanted” 2. Model tradisional ini memberikan wawasan yang jelas untuk setiap disiplin. Seorang guru IPA akan menugaskan siswa untuk membaca sistem periodik unsur pada satu minggu agar siswa dapat menggali lebih dalam pada bab ini. 5.2.

konsep – konsep. 2. keterampilan – keterampilan.1. tidak diperjelas bagi pelajar dan transfer of learning pada situasi yang baru hampir tidak terjadi. Pelajar kehilangan sumber-sumbernya sendiri untuk membuat hubungan atau memadukan konsep – konsep yang mirip sehingga siswa dibiarkan dengan sumbernya sendiri untuk membuat koneksi atau mengintegrasikan konsep – konsep yang serupa. 3. Selain itu. Membiarkan siswa tanpa kendali dalam membuat hubungan baik inter dan antar disiplin ilmu dalam mencari beberapa penelitian akhir dalam transfer belajar yang lebih jelas. Siswa dengan mudah terjebak dalam timbunan tugas yang tiada akhir meskipun setiap guru memberi jumlah tugas yang rasional akan tetapi feel komulatitifnya akan berlimpah bagi siswa Bentuk model pembelajaran fragmented dapat dilukiskan pada gambar berikut: 55 .

Model Fragmented REFERENSI 56 .Gambar 1.

Jakarta. Model. Remaja Rosdakarya Offset. PENGERTIAN MODEL SQUANCED 57 . 2012. M. (2012) pembelajaran terpadu model fragmented. Rusman.Pd dan Drs. Belajar dan Pembelajaran. Hariyanto.1. PT. M. Prof. PT. Nurdin. Dr. Tersedia Online: http:/ahmadnurdin. Suyonom M.com/2012/06/ pembelajaran-terpadu -model –fragmented. 2017.Model Pembelajaran. Dr.html BAB VI SQUANCED 1. A. Bandung.Pd. Rajagrapindo Persada.S.

memahami. Model Sequenced merupakan model paduan topik. (2) rangkaian. Isi cerita dalam roman sejarah misalnya.materi yang bercirikan sama dan terkait agar lebih menyeluruh dan utuh. Dengan mengurutkan topik yang akan diajarkan. Dengan demikian. guru dapat mengatur ulang urutan topik sehingga unit-unit yang mirip dapat bersinggungan satu sama lain. pembahasannya secara paralel atau dalam jam yang sama dapat dipadukan pembelajarannya pada lokasi jam yang sama. atau (3) rentetan. Pada intinya. siswa mudah menerima. Dengan artikulasi yang terbatas lintas/antar disiplin ilmu. Pembelajaran terpadu merupakan pembelajaran yang ditempuh dengan cara mengajarkan yang secara material memiliki kesamaan materi dan keterkaitan antara keduanya. Kata sequence dalam bahasa Indonesia. Dua disiplin ilmu yang berhubungan dapat diurutkan sehingga isi materi pelajaran dari keduanya dapat diajarkan secara paralel. menyimpan dan memproduksi sserta menghayati makna yang terkandung dalam dua 58 . satu subjek mengusung yang lainnya dan sebaliknya. sehingga model sequenced dapat diartikan sebagai model urutan/rangkaian. berarti: (1) urutan.topik antar mata pelajaran yang berbeda secara paralel. Keterpaduan ini ditempuh dalam upaya untuk mengutuhkan atau menyatukan materi. kegiatan masing-masing displin ilmu ini dapat saling meningkatkan satu sama lain.

Penerapan model ini secara metodologis lebih praktis dan hemat. materi secara bertahap. Bentuk model sequenced sebagaimana gambar berikut: 59 .mata pelajaran tersebut. Untuk itu. penggabungan dalam penyampaian materi dapat ditempuh dengan cara mengatur sedemikian rupa waktu.

MODEL SEQUENCED adalah model pembelajaran terpadu yang menekankan pada urutan karena adanya persamaan – persamaan konsep. sementara salah satu konsep tersebut tetap diajarkan secara terpisah. (2) model shared. walaupun mata pelajarannya berbeda. Kelima model ini disusun dari yang agak sederhana hingga yang rumit dalam lebih dari satu mata pelajaran. tetapi siswa mendapat keuntungan dari isi yang terkait. Misalnya: seorang guru bahasa Indonesia membahas tentang novel berlatar belakang 60 . dan (5) model integrated. Guru dan partner mencoba untuk menyamakan isi kurikulum yang berbeda guna membuat pemahaman yang lebih baik bagi siswa yang belajar dari keduanya. Penekanan khusus tetap pada domain bidang study. (3) model webbed (4) model threaded. Kelima model itu ialah (1) model sequenced seperti yang akan kita bahas. Pada model ini kedua disiplin tetap murni. Dalam hal ini model Sequence membelajarkan beberapa konsep yang hampir sama diajarkan secara bersamaan (konsepnya). Hal itu dilakukan dengan cara mengatur ulang beberapa topik dan diurutkan agar dapat serupa satu sama lain. Gambar 2: Bentuk Sequenced Model sequenced adalah salah satu dari lima model pembelajaran terpadu di dalam lintas beberapa mata pelajaran yang paling sederhana.

Dengan dibuat suatu urutan yang saling bersinggungan antara satu pelajaran dengan pelajaran yang lain. dua atau lebih guru dapat saling menyusun urutan konsep pelajaran yang akan diajarkan. 2.2 CIRI-CIRI MODEL SEQUENCED 1. 1. Dalam hal ini dapat disimpulkan konsep – konsep yang sama dalam mata pelajaran bahasa indonesia dengan mata pelajaran sejarah diajarkan secara bersamaan. yang akan diajarkan pada siswa.3 PENDAPAT DARI PARA AHLI MENGENAI MODEL SEQUENCED 61 . kemudian memadukan dengan urutan konsep yang telah dibuat oleh guru yang lain terhadap pelajaran yang diasuhnya. sejarah perjuangan yang menggambarkan suatu masa di jaman lampau. Menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam suatu proses pembelajaran. 3. meskipun keduanya termasuk mata pelajaran yang berbeda. akan membantu siswa lebih mudah memahami terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Dengan demikian. Berpusat pada anak. sementara guru sejarah juga mengajarkan masa perjuangan yang sama di zaman lampau yang di bahas oleh guru bahasa indonesia. Siswa lebih mudah mendapatkan pemahaman konsep yang sama walaupun dalam mata pelajaran yang berbeda. 1. Guru bidang studi melakukan kerjasama dengan partner untuk mengurutkan isi konsep – konsep yang sama.

4 KEUNTUNGAN MODEL SEQUENCED. mempererat hubungan antar guru mata pelajaran yang berbeda 6. 3. 2. menambah kreatif guru untuk menganalisis urutan suatu pokok bahasan. beberapa konsep yang hampir sama di ajarkan secara bersamaan terpararel sehingga akan menjadi persinggungan isi materi. pembelajaran akan lebih masuk akal dan bermakna bagi siswa apabila guru mengatur urutan konsep – konsep yang berkaitan. tidak sekedar mengikuti urutan dibuku. guru harus memiliki otonomi adalah dalam membuat kurikulum. 1. 1. dibutuhkannya kompromi dari beberapa guru mata pelajaran yang berbeda untuk membentuk model. KELEMAHAN MODEL SEQUENCED 1. 62 . membantu siswa mempermudah pemahaman materi yang disampaikan guru. Pendapat dari John bahwa. 5. dalam mata pelajaran yang berbeda. John Adams pernah berkata “ buku pelajaran bukan pedoman satu – satunya dalam melakukan proses pembalajaran”Akan tetapi proses pembalajaran saat ini guru lebih sering mengikuti format dan tata letak teks pada buku pelajaran. aktivitas pada suatu pelajaran akan meningkatkan pelajaran yang lainnya. guru dapat membuat prioritas kurikuler. 2. 4.

Fragmented Pemaduan yang hanya terbatas pada satu mata pelajaran saja 2. Nested Pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran 4. untuk membuat urutan sesuai dengan apa yang terjadi terakhir membutuhkan kolaborasi dan flexibilitas dari semua orang yang terlibat. Connected Harus menata butir – butir pembelajaran dan proses pembelajarannya secara terpadu 3. Sequenced Model pemaduan topik – topik antar mata pelajaran yang berbeda secara 63 . Perbedaan Model Sequenced dengan model Pembelajaran Terpadu yang Lainnya Model No.3. Keterangan PembelajaranTerpadu 1.

paralel 5. 8. Integrated Pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda. 6. Threaded Model pemaduan bentuk keterampilan. 9. tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Immersed Dirancang untuk membantu siswa 64 . Bentuk threaded ini berfokus pada apa yang disebut meta-curriculum. 7. Shared Bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya “overlapping” konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Webbed Tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran.

mulai membuat daftar isi kurikuler secara terpisah. kemudian tim ini mencoba untuk mengurutkan isi yang terpisah tersebut 65 . Networked Model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi. guru harus bekerja dengan seorang partner. maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi.5 KAPAN MODEL SEQUENCED DAPAT DIGUNAKAN? Model sequenced ini berguna pada tahap awal proses integrasi yang mengunakan dua bidang disiplin yang mudah dikaitkan dengan yang lainnya. dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya 10. kondisi. bentuk pemecahan masalah. maupun konteks yang berbeda-beda 1.

Pada jenjang SD. Jadi dapat disimpulkan model sequenced dapat digunakan di SD namun penggunannya memerlukan seorang partner (team teaching).6 APAKAH MODEL SEQUENCED DAPAT DITERAPKAN DI SEKOLAH DASAR? Pembelajaran terpadu model sequenced masih jarang digunakan oleh para guru dilapangan karena berbagai alasan. fisika & kimia dapat bekerjasama. 1. sehingga keduanya dapat cocok. Mereka mencoba menyamakan isi kurikulum yang berbeda guna membuat pemahaman yang lebih baik bagi siswa yang belajar dari keduanya (mata pelajaran). misalnya belum pahamnya merancang pembelajaran terpadu. Jadi dapat disimpulkan bahwa model Sequenced ini dapat digunakan saat terdapat konsep – konsep yang sama pada mata pelajaran yang berbeda. guru kelas masih memungkinkan bekerja sendiri sedangkan pada model sequenced guru harus bekerja dengan seorang patner dalam mata pelajaran berbeda. Di SMP atau SMA misalnya saja guru-guru biologi. Model pembelajaran terpadu yang paling umum di gunakan di tingkat SD adalah model webbed atau jaring laba-laba yang dikenal dengan pembelajaran tematik 66 . namun kemunkinan di lapangan masih sulit untuk melakukan team teaching dan berkolaborasi.

KESIMPULAN 67 .

Kelebihan dari model sequenced diantaranya : beberapa konsep yang hampir sama diajarkan secara bersamaan. Illinois: Skylight Publishing 68 . model pembelajaran sequenced mempunyai kelebihan dan kekurangan. mempererat hubungan antar guru mata pelajaran yang berbeda dan efektivitas pada satu pelajaran akan meningkatkan pelajaran yang lainnya. dan di dalam tiap topik/subtopik terkandung ide pokok yang relevan dengan tujuan . Seperti hal nya model – model pembelajaran yang lain. Daftar Pustaka Robin Fogarty. Model pembelajaran sequenced susunan bahan ajar yang terdiri atas topik/subtopik. membantu siswa mempermudah pemahaman terhadap materi yang disampaikan oleh guru. guru dapat membuat prioritas kurikuler. Bahwa kurikulum dan pembelajaran ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan. How to Integrate the Curricula. 1991. menambah kreatif guru untuk menganalisis urutan suatu pokok bahasan.

1 Model Irisan (Shared) 69 . BAB VII MODEL IRISAN 1.

guru perlu mepelajari dua ilmuu berdasarkan hubungan konsep.unyuk menggunakan model pembelajaran terpadu tipe shared dari gabungan kurikulum. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. 1991:44-46). Pembelajaran pada model ini ditempuh berdasarkan kenyataan bahwa terdapat suatu kemampuan yang pencapaiannya harus diwujudkan melalui dua mata pelajaran. (Fogarty. Pembelajaran terpadu merupakan suatu aplikasi salah satu strategi pembelajaran berdasarkan pendekatan kurikulum terpadu yang bertujuan untuk menciptakan atau membuat proses pembelajaran secara relevan dan bermakna bagi anak (Atkinson. yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. dan keterampilan yang sama. 2000:4). kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. sikap. 1989:9 dalam Ahmad). Model pembelajaran terpadu tipe Shared didasarkan pada ide-ide pembagian yang berasal dari dalam ilmu tersebut. SQ merupakan kecerdasan tertinggi kita (zohar dan Marshall. 70 . Model pembelajaran terpadu tipe irisan (shared) didasarkan pada ide-ide pembagian yang berasal dari dalam ilmu tersebut.

Menurut Pratiwi (2013) model shared adalah suatu pendekatan belajar mengajar yang menggabungkan dua mata pelajaran dengan melihat konsep.Widodo (2012). sikap dan ketrampilan yang sama. sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa Model Irisan (shared) adalah model pembelajaran terpadu yang merupakan gabungan atau keterpaduan antara dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalam perencanaan atau pengajarannya menciptakan satu focus pada konsep. sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa. 71 . Penggabungan antara konsep pembelajaran. Penggabungan antara konsep pelajaran. keterampilan serta sikap. keterampilan dan sikap yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dipayungi dalam satu tema. keterampilan dan sikap yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dipayungi dalam satu tema.

sikap. 1. Memiliki disiplin komplementer Langkah-langkah penyususnan Model Shared  Guru menentukan dua disiplin ilmu yang yang dapat difokuskan pada konsep.2 Karakteristik Model Irisan (shared) Model irisan mempunyai beberapa karakteristik yang menjadi ciri khas pembelajaran terpadu diantaranya sebagai berikut : 1. sikap. dan keterampilan yang sama. 2. Memadukan dua disiplin ilmu yang memiliki konsep. dapat bertumpang tindih dengan butir pembelajaran matematika dan ipa yang disejajarkan dalam ilmu pengetahuan.Contoh : menggabungkan 2 mata pelajaran atau lebih dalam satu tema. Pembelajaran Pkn misalnya. 72 . dan ketrampilan yang sama.

kegiatan atau informasi yang dapat mendorong belajar siswa untuk memberikan pengalaman bagi siswa tersebut. d. 1. Dalam hal menstransfer konsep secara lebih dalam. Meningkatkan aktifitas belajar siswa. c.  Guru memilih konsep. kerja sama dalam kelompok dan menyelesaikan tugas. Siswa lebih bersemangat belajar karena siswa merasa lebih akrab dengan guru. Guru dapat meletakkan kegiatan mereka bersam untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa. Guru menentukan tema dari dua disiplin ilmu yang telah dipilih.3 Kelebihan dan Kelemahan Model Irisan (shared) Kelebihan model Irisan a. merespon pertanyaan guru.mengajukan pertanyaan. melalui keaktifan mendengarkan penjelasan guru. siswa menjadi lebih mudah melakukannya. e. 73 . Dengan menggabungkan disiplin ilmu serupa saling tumpang tindih akan memungkinkan mempelajari konsep yang lebih dalam. melakukan pengamatan. b.

untuk menemukan konsep kurikulum yang timpang tindih diperlukan dialog dan percakapan yang mendalam b. Referensi 74 . Antar dua disiplin ilmu memerlukan komitmen pasangan untuk bekerjasama dalam fase awal. Pembelajaran terpadu model irisan bukan merupakan satu-satunya pendekatan yang paling tepat sebagai upaya meningkatkan kreativitas belajar siswa. Kekurangan Model Irisan a. Sulitnya mencari patner yang dapat saling percaya dalam bekerja untuk menciptakan waktu yang bersifat fleksibel dan kompromi c. karena model pembelajaran terpaduu harus disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Rineka Cipta. http://www. SQ Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan. J).html Zohar. Ian (Pengantar Rakhmat. Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta. Dahar & Marshall.Bandung.com/2015/09/defenisi-kurikulum-model-shared.1 Pengertian Model Threaded 75 . 2000. Suharsimi.Mizan. BAB VIII MODEL THREADED 1.eurekapendidikan.Arikunto. 2013.

(Fauziah Desrini) Gambar model Threaded 76 . dan proses membuat berbagai macam dugaan di laboratorium IPA. Misalnya. Atau satu kemampuan meta kurikulum pembentukannya melalui sejumlah mata pelajaran. perkiraan (prediction) adalah suatu ketrampilan yang digunakan untuk memperkirakan sesuatu yang ada pada bidang ilmu matematika. atau mengantisipasi peristiwa yang ada dalam sebuah novel. Ketrampilan ini pada intinya akan dihubungkan melalui isi standar kurikulum yang ada . Artinya model ini adalah model integrasi yang diorientasikan pada metacurriculum yang sangat penting dan berkaitan yang ada pada semua mata pelajaran. Materi kurikulum dari berbagai mata pelajaran terfokus untuk mengembangkan salah satu kemampuan tersebut. memperkirakan peristiwa masa sekarang. Strategi mencari kesepakatan juga digunakan untuk menyelesaikan konflik dalam segala situasi permasalahan. Model Threaded adalah model bersambungan atau model integrasi yang memfokus pada metakurikulum yang merupakan jantung dari semua pokok bahasan.

1.2 Langkah-langkah Pembelajaran Terpadu Model Threaded

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam menyusun langkah-langkah pembelajaran
terpadu model Threaded yakni :
1. Menetapkan keterampilan yang diuntaikan dalam pembelajaran ketrampilan
2. Memilih mata pelajaran yang cocok untuk dipadukan dengan model ini
3. Mencocokkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang dapat diuntaikan
4. Merumuskan indikator pembelajaran secara terpadu
5. Menetapkan ketrampilan berpikir yang akan diuntaikan

1.3 Kelebihan Model Threaded

77

Manfaat dari model Threaded ini akan berjalan seiring dengan manfaat adanya
metakurikulum. Metakurikulum adalah semacam kesadaran dan kontrol atas
ketrampilan dan strategi pemikiran, serta pembelajaran yang melebihi bahan
pembahasan. Para guru akan lebih menekankan pada aspek perilaku metakognitif
sehingga siswa akan belajar bagaimana seharusnya mereka belajar. Dengan membuat
siswa sadar akan proses pembelajaran yang mereka lakukan maka transfer masa depan
akan mudah dilakukan. Yang paling utama untuk diingat bahwa model integrasi yang
ada tak akan berdiri sendiri sebagai satu disiplin ilmu murni, tetapi siswa akan belajar
mendapatkan manfaat dari jenis pemikiran hebat yang intinya adalah pemindahan
ketrampilan hidup.

Kekurangan Model Threaded
Kekurangan atau kelemahan model Threaded ini masih diperlukan adanya
tambahan kurikulum “lainnya”. Hubungan isi atau makna dalam lintas bidang studi
sama sekali tak ditujukan dengan jelas/gamblang. Permukaan metakurikulum tetapi
mata pelajaran tetap statis. Hubungan antara dan diantara berbagai pokok kajian
materi sama sekali tidak ditekankan. Juga, dalam rangka menyusupkan metakurikulum
melalui isi, semua guru memerlukan suatu pemahaman ketrampilan dan strateginya

78

DAFTAR PUSTAKA

79

How To Integrate The Curricula. 80 . Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. Robin.Inc Trianto. Model Pembelajaran Terpadu: dalam Teori dan Praktek. Amerika Serikat : IRI/ Skylight Publishing. 1991. 2007.Fogarty.

81 . Menurut Piaget seseorang yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah pada usia 15 tahun sehingga model ini cocok jika dikembangkan di tingkat mahasiswa. Tipe pembelajaran immersed ini dikembangkan untuk siswa atau mahasiswa yang sudah memiliki tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi (Firgati.1 Model Immersed Model immersed merupakan model pembelajaran terpadu yang memadukan kebutuhan para siswa/mahasiswa sehingga mereka mampu mempelajari sesuatu dari minat dan pengalaman mereka sendiri (Eko. Pada model pembelajaran model immersed tema yang dikembangkan dalam pembelajaran terpadu merupakan suatu tema yang didasari atas minat dari seseorang.1991:86). Kemudian minat itu dikembangkan pada berbagai Kompetensi dasar. 2013). Sehingga langkah yang dikembangkan dalam model pembelajaran tipe immersed seorang pendidik harus menganalisis semua kompetensi dasar dalam kurikulum tertentu kemudian dituangkan pada suatu idea tau gagasan yang lebih diminati. BAB IX MODEL IMMERSED 1.

Menurut Suprayekti (2003. yang dipadukan dengan berbagai keterampilan. 86). Pembelajaran terpadu tipe immersed merupakan pembelajaran yang dirancang agar setiap individu dapat memadukan semua data dari beberapa bidang ilmu dan menghasilkan pemikiran sesuai bidang minatnya. 1. Pada pembelajaran terpadu tipe ini. dan sikap kerja yang baik dari pebelajar immersed (Fogarti. Para siswa menyaring sendiri seluruh konsep yang dipelajarinya menurut sudut pandang mereka sendiri dan meleburkan atau membenamkan diri mereka dalam pengalaman melalui kegiatan yang dijalaninya. variasi materi pembelajaran. Tipe ini tidak mengharuskan sebuah perancangan yang rumit. konsep.2 Karakteristik dan Langkah-langkah Model Immersed 2. 1991. maka tim pengajar harus dapat memfasilitasi proses perpaduan dengan memperhitungkan materi pembelajaran yang luas. Tipe ini dapat berlangsung secara otomatis karena proses perpaduan terjadi secara internal dalam diri pebelajar. akan tetapi sekali tipe ini dipakai. 69) arti harfiah dari kata immersed adalah pencelupan atau pembenaman. Pembelajaran immersed ini memerlukan kemampuan berpikir yang tinggi pada anak. Karakteristik Pembelajaran Terpadu Model Immersed 82 . seluruh mata pelajaran merupakan bagian dari sudut pandang keahlian para siswa secara individu.

Karena itu guru dituntut agar 83 . Prinsip penggalian tema  Tema hendaknya tidak terlalu luas.  Tema harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis anak. b.  Tema yang dikembangkan harus mewadahi sebagian besar minat anak. maksudnya ialah tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya. namun dengan mudah dapat digunakan untuk memadukan beberapa mata pelajaran. yakni dampak pengiring yang penting bagi perilaku secara sadar belum tersentuh oleh guru dalam KBM. Guru perlu mengajak siswa untuk mengevaluasi pencapaian belajar berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan. Prinsip reaksi. d.  Tema yang dipilih hendaknya juga mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar.  Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar. Prinsip evaluasi. Prinsip-prinsip Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed a.  Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat (asas relevansi). Prinsip pengelolaan KBM c. yakni memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan evaluasi sendiri (self evaluation/ self assessment) disamping bentuk evaluasi lainnya.  Tema harus bermakna.

yaitu perencanaan. pelaksanaan. 4). dan evaluasi (Prabowo 2006. 1. Pembelajarn terpadu memungkinkan hal ini dan guru hendaknya menemukan kiat-kiat untuk memunculkan ke permukaan hal-hal yang ingin dicapai melalui dampak pengiring.  Guru perlu mengakomodasi ide-ide yang muncul yang sama sekali tidak terpikirkan dalam perencanaan.3 Langkah-langkah Pembelajaran Terpadu Model Immersed Pada dasarnya langkah-langkah pembelajaran terpadu tipe immersed mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap pembelajaran terpadu yang meliputi tiga tahap.  Guru hendaknya jangan menjadi aktor tunggal (single actor) yang mendominasi pembicaraan dalam proses pembelajaran. mampu merencanakan pembelajaran sehingga tercapai secara tuntas tujuan-tujuan pembelajaran.  Pemberian tanggung jawab individu ke kelompok harus jelas dalam setiap tugas yang menuntut adanya kerja sama kelompok. 84 .  Guru harus bereaksi terhadap aksi siswa dalam semua peristiwa serta tidak mengarahkan ke aspek yang sempit melainkan ke suatu kesatuan yang utuh dan bermakna.

Memilih kajian materi. 85 . a. Dalam Depdiknas (1996. terdiri dari : 2. 32) tidak ada model pembelajaran tunggal yang cocok untuk suatu topik dalam pembelajaran terpadu. tahap-tahap tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. dan (4) menentukan evaluasi. Tahap perencanaan. standar kompetensi. Tahap evaluasi. kompetensi dasar dan indikator. dalam merancang pembelajaran terpadu setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut: (1) menentukan tujuan. Menurut Hadisubroto (2000. b. 32) hendaknya memperhatikan prinsip evaluasi pembelajaran terpadu. (2) menentukan materi/media. Langkah ini akan mengarahkan guru untuk menentukan sub-keterampilan dari masing-masing keterampilan dalam satu unit pelajaran. 6) prinsip-prinsip pelaksanaan pembelajaran terpadu meliputi: 3. Tahap ini dapat berupa evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. (3) menyusun scenario KBM. Tahap ini meliputi skenario langkah-langkah pembelajaran. Secara rinci. 2). 2006. Tahap Pelaksanaan. Menurut Samani (dalam Lutfiana. Menentukan jenis mata pelajaran yang dipadukan. 2006. Tahap evaluasi sebagaimana termuat pada Depdiknas (dalam Lutfiana.

Menentukan sub-keterampilan yang dipadukan. behaviour.3Kelebihan dan Kelemahan Model Immersed Kelebihan dari Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed Terdapat beberapa kelebihan dari pembelajaran terpadu tipe immersed yakni sebagai berikut: 86 . dirumuskan indikator. Berdasarkan kompetensi dasar dan sub- keterampilan yang telah dipilih. c. Merumuskan indikator hasil belajar. Menentukan langkah-langkah pembelajaran. keterampilan sosial (social skill). dan keterampilan mengorganisasi (organizing skill) yang masing-masing terdiri atas sub-sub keterampilan. condition. Setiap indikator dirumuskan berdasarkan kaidah penulisan yang meliputi: audience. 1. dan degree. Secara umum. d. keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai meliputi keterampilan berpikir (thinking skill). Langkah ini diperlukan sebagai strategi guru untuk memadukan setiap sub-keterampilan yang telah dipilih pada setiap langkah pembelajaran. e.

memperbaiki. 87 . Membenamkan ide-ide beberapa bidang studi memungkinkan siswa mengkaji. Dampak positif dari membenamkan ide-ide dari beberapa bidang studi adalah siswa dapat memadukan semua data dari setiap bidang ilmu dan menghasilkan pemikiran sesuai dengan minatnya. Agar dimensi sudut pandang siswa menjadi lebih dalam. 2. serta mengasimilasi ide-ide secara terus menerus sehingga memudahkan terjadinya proses transfer ide-ide bidang studi tersebut. Penyaringan semua gagasan melalui cara pandang tunggal yang sempit dapat menimbulkan terlalu prematur atau terlalu tajamnya sebuah fokus. 2. diperlukan pengalaman dan pengetahuan yang luas. Keadaan ini tentu cukup sulit dipenuhi oleh siswa pada jenjang pendidikan dasar. mengkonseptualisasi. 1. Siswa mengembangkan konsep-konsep kunci secara terus menerus sehingga terjadi proses internalisasi. 3. Kelemahan Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed Beberapa kelemahan yang mungkin dijumpai pada pembelajaran terpadu tipe immersed diantaranya adalah: 1.

3. tidak perlu terburu-buru untuk mengkhususkannya. keluasan wawasan pemikiran siswa merupakan hal semestinya ditekankan. Pada jenjang pendidikan dasar. menekankan pada penggabungan pengetahuan pada beberapa bidang studi berbeda untuk membahas suatu masalah khusus. Keadaan ini berpotensi untuk mempersempit cakupan pemikiran siswa terhadap bidang-bidang studi tertentu. 88 . 4. Model pembelajaran terpadu tipe immersed.

Program Studi Sains. Skylight Publishing. Illinois.. R. The Mindful School: How to Integrate The Curicula. Makalah Komprehensif Universitas Negeri Surabaya. PPS Unesa. 89 .. Implementasi Pembelajaran Kimia Pokok Bahasan Minyak Bumi Berorientasi Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed. Lutfiana. F. A.Referensi Fogarty. 1991. Surabaya. 2006.

materi yang disampaikan dijelaskan berdasarkan tema dan subtema. Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan. dan menemukan konsep serta prinsip secara holistic dan otentik. BAB X MODEL NETWORK 1. Model pembelajaran ini pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secaraa individual maupun kelompok aktif untuk mencari. 1995:615). mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai SMA. Pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai aspek dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tematik. 90 . menggali.1 PENGERTIAN PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran Terpadu merupakan model pembelajaran yang mencoba untuk memadukan beberapa pokok bahasan (Beane. Untuk mencapai aspek perkembangan anak dengan optimal.

Pembelajaran terpadu diawali dari suatu pokok bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lainnya. 1998). dimana konsep tertentu dikaitkan dengan konsep lain yang telah direncanakan. Aliran progresivisme memandang pendidikan yang mengutamakan penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak (student centered). Pembelajaran terpadu menunjukkan bahwa model pembelajaran terpadu sejalan dengan beberapa aliran modern yaitu termasuk dalam aliran pendidikan progresivisme. Oneill. Jika dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Dengan adanya pemaduan ini. sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada guru (teacher centered) dan pada bahan ajar. maka anak akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran lebih bermakna (meaningfull) bagi siswa. serta untuk membuat anak lebih efektif dalam memecahkan berbagai problem yang disajikan dalam konteks pengalaman (experience) pada umumnya (Willian F. 1981). baik dalam satu bidang atau lebih dan dengan beragam pengalaman belajar agar pembelajaran menjadi lebih bermakna (Hardisubroto. Tujuan utama sekolah adalah untuk meningkatkan kecerdasan praktis. maka pembelajaran terpadu tampak lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam 91 .

(6) webbed. belajar. menurut seorang ahli yang bernama Robin Fogarty (1991) terdapat sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu. 1. berdasarkan desain kurikulum terpadu yang direncanakan. sehingga siswa tampak aktif terlibat dalam proses pembelajaran untuk pembuatan keputusan (decision making) (Sukayati 2004:4). orangtua atau guru yang dianggap ahli olehnya. Kesepuluh cara atau model tersebut adalah: (1) fragmented.2 PENGERTIAN NETWORKED MODEL Model networked adalah model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data. Oleh karena itu. (3) nested. dan unit tematisnya. topik. (7) threaded. (5) shared. (9) immersed. internet. (4) sequenced. atau teman. dan (10) networked. pembelajaran terpadu merupakan salah satu pendekatan yang digunakan di dalam pembelajaran yang menekankan pada perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran secara holistik. saluran radio. TV. Ditinjau dari cara memadukan konsep. (2) connected. Siswa memperluas wawasan belajarnya sendiri artinya siswa termotivasi 92 . kakak. Sumber dapat berupa buku bacaan. atau lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang disukainya atau yang diminatinya sehingga siswa secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber. (8) integrated. keterangan. keterampilan.

kondisi. maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi. Menurut pandangan Robin Fogarty ( 1991 ) Networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandalkan kemungkinan pengubahan konsepsi. Sebagai contoh yaitu seorang arsitek ketika mengadaptasi sebuah program ia bekerja sama dengan ahli teknik pemrograman. bentuk pemecahan masalah.belajar karena rasa ingin tahunya yang besar dalam dirinya. Seorang peserta didik membuat jaringan dengan orang lain baik dalam bidang yang mereka tekuni maupun di luar bidang tersebut dan mereka menghubungkan ide- 93 . maupun konteks yang berbeda – beda. dan ahli interior desain. Ia bekerja secara lintas bidang dan bekerjasama dengan keahlian pelajar lain untuk memperoleh keterampilan yang sempurna. Networked model merupakan rancangan kurikulum yang berfilosofi. Jika dilaksanakan dalam pembelajaran akan memberikan bekal kepada siswa untuk mampu memfilter (memilih) seluruh kegiatan belajar melalui kacamata keahlian dan kemampuan membuat hubungan internal dan mampu memandu ke jaringan kerja eksternal dari para ahli di lapangan atau bidang-bidang terkait. Belajar disikapi sebagi proses yang berlangsung secara terus – menerus karena adanya hubungan timbale balik antara pemahaman dan kenyataan yang dihadapi siswa.

Model ini digambarkan seperti sebuah bangun prisma yaitu merupakan sebuah bangun yang apabila dilihat dapat menciptakan berbagai dimensi dan arah fokus. tidak seperti di model sebelumnya. Model ini. Model networked dalam model pembelajaran terpadu merupakan sumber masukan eksternal yang berkelanjutan. pelajar mengarahkan proses integrasi melalui ruang pemilihan jaringan yang mereka butuhkan. Lee). Dalam pencarian pengetahuannya. Model networked. Peserta didik menyaring semua yang mereka pelajari melalui kajian para ahli dan membuat koneksi internal yang mengarah ke jaringan eksternal ahli di bidang terkait. Hanya pembelajar sendiri yang mengetahui seluk-beluk dan dimensi bidang mereka. Jaringan profesional peserta didik biasanya tumbuh di arah yang jelas dan kadang-kadang tidak begitu jelas. dan ide-ide ekstrapolasi atau ide yang halus. peserta didik dapat menargetkan sumber daya yang diperlukan.ide baru ke dalam ide-ide lama secara kontinu atau terus-menerus. berkembang dan tumbuh sebagai kebutuhan tambahan yang dapat mendorong 94 . peserta didik bergantung pada jaringan ini sebagai sumber informasi utama dan mereka harus menyaring melalui sudut pandang mereka sendiri sesuai dengan keahlian dan minat yang mereka miliki. (Robert E.Pendidikan seorang manusia tidak pernah selesai sampai ia mati. seperti model yang lain. model ini seterusnya akan memberikan ide-ide baru.

1. Bayangkan seorang anak kelas lima yang telah memiliki minat di Indiana sejak hari anak itu bermain koboi dan Indian. jika mereka mengadaptasi teknologi CAD / CAM untuk desain. Semangat untuk pengetahuan Indian membawa dia membaca buku-buku sejarah dan non fiksi dengan baik.3 TERLIHAT SEPERTI APA MODEL PEMBELAJARAN NETWORKED ? Model networked dipandang secara terbatas memperpanjang dimulai sejak sekolah dasar. mereka disewa untuk mewakili menggali kemampuan siswa dalam menggambar. pelajar tersebut menjumpai orang dari sejumlah bidang seperti: seorang antropolog. Keluarganya. Sebagai hasil dari ini “perkemahan” musim panas ini. sadar ketertarikan anaknya dengan orang Indian. arkeolog. kemudian mereka mendengar dan menggali tentang arkeologis yang mendukung anak-anak untuk benar- benar menggali dan berpartisipasi sebagai bagian dari peserta program liburan musim panas yang ditawarkan oleh sebuah perguruan tinggi lokal. 95 . seperti yang dia lakukan secara tradisional dengan para desainer interior. jaringan dengan teknik pemrograman dan memperluas pengetahuan dasar yang mereka miliki. mahasiswa seni rupa. dan ilustrator. Contoh: arsitek. peserta didik ke arah yang baru. ahli geologi.

Pendekatan pembelajaran terintegrasi ini sangat pro-aktif dan alami. Ketertarikan secara alami yang dimilikinya telah menyebabkan dia untuk belajar dari orang lain di bidang yang menawarkan berbagai tingkat pengetahuan dan wawasan yang memperluas jangkauan belajarnya. Model ini terdengar seperti jaringan berita yang menarik yang tersaji dalam gambar dan cerita yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Meskipun ide-ide yang beragam mungkin tidak datang sekaligus. 1. Model networked ini mirip dengan sinyal satelit yang bertebaran dan menerima sinyal dari berbagai arah. pelajar pada model jaringan ini terbuka untuk menerima beberapa input sebagai komponen yang berbeda yang disaring dan diurutkan sesuai kebutuhan seorang pelajar.5 KELEBIHAN MODEL NETWORKED Kelebihan dari model jaringan ini sangat beragam. 96 . 1. dengan model ini peserta didik memulai pencarian dan mengikuti jalan yang baru dia temukan dengan kemampuanya sendiri.4 TERDENGAR SEPERTI APA MODEL PEMBELAJARAN NETWORKED ? Model networked ini terdengar seperti tiga atau empat arah konferensi yang memberikan berbagai jalan eksplorasi dan penjelasan. Jaringan yang dimiliki peserta didik ini sudah mulai terbentuk.

Manfaat kadang tidak lagi seimbang dengan harga yang harus dibayar. 1. ketrampilan atau konsep-konsep baru. Nilai tambahan dari model jaringan ini bagaimanapun tidak bisa dipaksakan pada peserta didik melainkan harus muncul dari dalam diri masing-masing peserta didik. 97 . Kelemahan lain adalah bahwa model jaringan. Sangat mudah untuk mendapatkan sisi acak ke dalam salah satu ide disampingnya. mentor memberikandan memberikan layanan yang diperlukan untuk mendukung tingkat pembelajaran yang lebih tinggi. Pada model networked ini peserta didik terstimulasi oleh informasi. tapi tiba-tiba menjadi sebaliknya. atau konsep yang diberikan di sepanjang proses pembelajaran. dapat menyebarkan minat yang terlalu tipis dan dan tidak terkonsentrasi atau memecah perhatian peserta didik sehingga upaya- upaya pengajaran yang dilakukan menjadi tidak efektif. Ini juga mungkin untuk mendapatkan di dalam pemikiran kita. Namun.6 KELEMAHAN MODEL NETWORKED Kelemahan dari model jaringan sangat dipahami oleh mereka yang telah mengembangkan beragam kepentingan tenaga dari cintanya. jika diambil untuk perbedaan-perbedaan besar. keterampilan. Sebuah jalan tertentu tampaknya mengundang dan berguna. Peserta didik dirangsang dengan informasi yang relevan.

tanpa sengaja hal ini mendorong peserta didik menemukan kedalaman pengetahuan baru disuatu bidang atau sebenarnya mengarah ke penciptaan bidang yang lebih khusus. Tutor atau mentor sering menyarankan model jaringan untuk memperluas cakrawala para pelajar atau memberikan perspektif yang diperlukan. seorang ahli psikolog kognitif dan seorang programmer komputer. Sebagai jaringan berkembang.7 PENGGUNAAN MODEL NETWORKED Model ini.1. dalam bidang genetika yang telah mengembangkan sebuah penemuan baru yang dikenal sebagai rekayasa genetik. model jaringan sering memindahkan tanggung jawab integrasinya lebih berat kepada pelajar daripada seorang desainer pembelajarannya. koneksi atau suatu hubungan terkadang muncul secara kebetulan di sepanjang proses pembelajaran. Salah satu contoh seperti di era modern sekarang. Tapi sebagai seorang kandidat doktor di 98 . Bertahun-tahun kemudian para pemikir di sekolah pascasarjana membicarakan kepada dua ahli model jaringan. Sebagai contoh ketika Fogarty menganggap dirinya sebagai pustakawan yang memiliki ketrampilan ilmu perpustakaan. Namun. Seringkali. seperti model yang tersamar. Ini berlangsung dari lapangan yang merupakan hasil dari pengembangan model jaringan seorang pelajar yang berbakat dengan pelajar lainnya yang mendalami keahliannya tersebut. itu adalah model yang sesuai untuk menyajikan motivasi kepada peserta didik.

dengan scripting “berbicara keras dengan pemantauan” pada sebuah mata pelajaran. ini akan mulai masuk akal.bidang kecerdasan buatan. Fogarty akan membutuhkan rincian eksplisit tentang bagaimana kita membuat hubungan/koneksi di otak manusia dimulai dari anda. 99 . Selain itu. KESIMPULAN Model networked merupakan rancangan kurikulum yang berfilosofi bila dilaksanakan dalam pembelajaran akan memberikan bekal kepada siswa mampu memfilter (memilih) seluruh kegiatan belajar melalui kacamata keahlian dan kemampuan membuat hubungan internal dan mampu memandu ke jaringan kerja eksternal dari para ahli di lapangan atau bidang-bidang terkait. 2. Apa yang kita ketahui tentang cara kerja otak dapat direpresentasikan dalam diagram ini. dia perlu membuat jaringan dengan orang lain di bidang yang sangat teknis. tetapi keacakan dalam prosedur dapat diprogram didalamnya. Saya mencari sebuah program untuk membantu mensimulasikan pencarian kognitif untuk informasi. Sulit untuk menduplikasi hubungan pengetahuan yang dibuat oleh otak manusia. Jika kita menempatkan pemikiran kita bersama.1. Fogarty berpikir kita akan dapat melihat pola hubungan sebuah keputusan.

Bayangkan seorang anak kelas lima yang telah memiliki minat di Indiana sejak hari anak itu bermain koboi dan Indian. Model networked dipandang secara terbatas memperpanjang dimulai sejak sekolah dasar. Sebuah metode tertentu tampaknya mengundang dan berguna. jika dibawa ke ekstrem. 100 . Model ini terdengar seperti jaringan berita yang menarik yang tersaji dalam gambar dan cerita yang berasal dari seluruh penjuru dunia. dengan model ini peserta didik memulai pencarian dan mengikuti jalan yang baru dia temukan dengan kemampuanya sendiri. Manfaat kadang tidak lagi seimbang dengan harga yang harus dibayar. dapat menyebarkan minat yang terlalu tipis dan dan tidak terkonsentrasi atau memecah perhatian peserta didik sehingga upaya-upaya pengajaran yang dilakukan menjadi tidak efektif. Kelebihan dari model jaringan ini salah satunya pendekatan pembelajaran terintegrasi ini sangat pro-aktif dan alami. Semangat untuk pengetahuan Indian membawa dia membaca buku-buku sejarah dan non fiksi dengan baik. tapi kadang menjadi sebaliknya. Tutor atau mentor sering menyarankan penggunaan model jaringan untuk memperluas cakrawala para pelajar atau memberikan perspektif yang diperlukan. Kelemahannya adalah bahwa model jaringan. Model networked ini mirip dengan sinyal satelit yang bertebaran dan menerima sinyal dari berbagai arah.

2 SARAN Sebelum mengembangkan kurikulum sebaiknya kita mengembangkan hasil-hasil belajar. menuntut adanya kreativitas dan inovasi guru dalam pengembangan pembelajaran. mampu mengembangkan komunikasi dan interaksi inter dan antar personal baik dengan teman maupun musuh. Pengembangan kurikulum sebaiknya mencakup ranah kognitif. afektif dan psikomotorik. bertotal dan dikembangkan dari kurikulum yang sudah terpadu. 101 . Pelaksanaan model pembelajaran terpadu di sekolah harusnya didukung dengan kemampuan dan kesiapan guru yang optimal serta media pembelajaran yang memadai.2. Pemerolehan hasil belajar pada dasarnya adalah bagaimana menyiapkan peserta didik menjadi individu yang kreatif dan kritis dengan mendasarkan pada keberanian.

Padmono.kompasiana.IRI/Skylight Publishing.http://m. Akses pada 21 Maret 2013 Pukul 20:07:06 102 . Y.com/post/edukasi/2010/pembelajaran-terpadu-atau- kurikulum-terpadu-1/. Inc.The Mindful School How to Integrate the Curricula. Sinar Baru Algesindo : Bandung.Palatine. Illinois. DAFTAR PUSTAKA Fogarty.1988.Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Dr. Pembelajaran Terpadu atau Kurikulum Terpadu (1). Robin.1991. Nana. Sudjana.

103 .