You are on page 1of 6

LAPORAN PENDAHULUAN

ANSIETAS

A. Definisi
Menurut Lynn S. Bickley (2009) “ kecemasan merupakan reaksi yang sering
terjadi pada keadaan sakit, pengobatan, dan sistem perawatan kesehatan itu
sendiri, bagi sebagian klien kecemasan merupakan saringan terhadap persepsi dan
reaksi mereka, bagi sebagian lainnya kecemasan dapat menjadi bagian dari sakit
yang dideritanya.”
Kecemasan adalah ketegangan, rasa tidak aman dan kekawatiran yang timbul
karena dirasakan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan tetapi sumbernya
sebagian besar tidak diketahui dan berasal dari dalam (DepKes RI, 1990).
Kecemasan dapat didefininisikan suatu keadaan perasaan keprihatinan, rasa
gelisah, ketidak tentuan, atau takut dari kenyataan atau persepsi ancaman sumber
aktual yang tidak diketahui atau dikenal (Stuart and Sundeens, 1998).

Rentang Respon Kecemasan (Stuart & Sundeen, 1990).

Kecemasan (ansietas) diklasifikasikan menjadi tiga tingkat, yaitu:
1. Kecemasan Ringan
Ansietas ringan adalah perasaan bahwa ada sesuatu yang berbeda dan
membutuhkan perhatian khusus. Stimulasi sensori meningkat dan membantu
individu memfokuskan perhatian untuk belajar, bertindak, menyelesaikan
masalah, merasakan, dan melindungi dirinya sendiri. Ansietas ringan

1

berhubungan dengan ketegangan akan peristiwa kehidupan sehari-hari. flight atau freeze. Ibunya mengatakan bahwa berat badannya turun banyak tanpa ia berupaya menurunkannya. 3. atau menjadi beku atau tidak dapat melakukan sesuatu. 2 . Kecemasan Sedang Ansietas sedang merupakan perasaan yang mengganggu bahwa ada sesuatu yang benar-benar berbeda. 2. Etiologi 1. B. ia memperlihatkan respon takut dan distres. Kecemasan Berat Ansietas berat dialami ketika individu yakin bahwa ada sesuatu yang berbeda dan ada ancaman. tetap ditempat dan berjuang. semua pemikiran rasional berhenti dan individu tersebut mengalami respon fight. panik berat. individu lebih memfokuskan pada hal yang penting saat itu dan mengesampingkan hal yang lain. Ketegangan dalam kehidupan tersebut dapat berupa : . yakni kebutuhan untuk pergi secepatnya. individu menjadi gugup atau agitasi. yang dapat memicu terjadinya kecemasan berkaitan dengan krisis yang dialami individu baik krisis perkembangan atau situasional.Peristiwa Traumatik. Pada tingkat ini lahan persepsi melebar dan individu akan berhati-hati dan waspada. 2005). Pada tingkat ini lahan persepsi terhadap lingkungan menurun. seorang wanita mengunjungi ibunya untuk pertama kali dalam beberapa bulan dan merasa bahwa ada sesuatu yang sangat berbeda. Faktor Predisposisi Stressor predisposisi adalah semua ketegangan dalam kehidupan yang dapat menyebabkan timbulnya kecemasan (Suliswati. Ketika individu mencapai tingkat tertinggi ansietas. Misalnya.

Faktor presipitasi Stresor presipitasi adalah semua ketegangan dalam kehidupan yang dapat mencetuskan timbulnya kecemasan (Suliswati.Konflik Emosional.Gangguan fisik akan menimbulkan kecemasan karena merupakan ancaman terhadap integritas fisik yang dapat mempengaruhi konsep diri individu. 2. regulasi suhu tubuh. . . Konflik antara id dan superego atau antara keinginan dan kenyataan dapat menimbulkan kecemasan pada individu.Medikasi yang dapat memicu terjadinya kecemasan adalah pengobatan yang mengandung benzodiazepin. perubahan biologis normal (misalnya : hamil). yaitu : a. . . 2005). 3 . . Ancaman terhadap integritas fisik.Frustasi akan menimbulkan rasa ketidakberdayaan untuk mengambil keputusan yang berdampak terhadap ego. .Konsep diri terganggu akan menimbulkan ketidakmampuan individu berpikir secara realitas sehingga akan menimbulkan kecemasan.Pola mekanisme koping keluarga atau pola keluarga menangani stress akan mempengaruhi individu dalam berespon terhadap konflik yang dialami karena pola mekanisme koping individu banyak dipelajari dalam keluarga. karena benzodiazepine dapat menekan neurotransmiter gamma amino butyric acid (GABA) yang mengontrol aktivitas neuron di otak yang bertanggung jawab menghasilkan kecemasan. Stressor presipitasi kecemasan dikelompokkan menjadi dua bagian. Ketegangan yang mengancam integritas fisik yang meliputi :  Sumber Internal. meliputi kegagalan mekanisme fisiologis sistem imun. yang dialami individu dan tidak terselesaikan dengan baik. .Riwayat gangguan kecemasan dalam keluarga akan mempengaruhi respons individu dalam berespons terhadap konflik dan mengatasi kecemasannya.

Tremor. Neuromuskular Refleks Meningkat. Terengah-Engah c. Kardiovaskular Palpitasi. Pembengkakan Pada Tenggorokan.  Sumber Eksternal. tidak mampu menerima rangsang luar. sosial budaya. Pernafasan Napas Cepat. Berkeringat. C. Insomnia. Kulit Wajah Kemerahan. penyesuaian terhadap peran baru. Gatal. Mual. b. Kelemahan Umum. Gelisah. Rasa Panas Pada Kulit 2. Denyut Nadi Cepat b. Napas Pendek. Kaki Goyah. polutan lingkungan. Berbagai ancaman terhadap integritas fisik juga dapat mengancam harga diri. Respon Fisik a. meliputi paparan terhadap infeksi virus dan bakteri. tekanan kelompok. kekurangan nutrisi. Diare/Konstipasi. Respons Kognitif Lapang persepsi menyempit. Wajah Tegang. Jantung Bedebar. Manifestasi Klinik 1. Gastrointestinal Anoreksia. perceraian. berfokus pada apa yang menjadi perhatiannya. Napas Dangkal. Ancaman terhadap harga diri meliputi sumber internal dan eksternal :  Sumber Internal : kesulitan dalam berhubungan interpersonal di rumah dan tempat kerja. Rasa Tidak Nyaman Pd Abdomen e. Tekanan Pada Dada . kecelakaan. tidak adekuatnya tempat tinggal. Traktur Urinarius Sering Berkemih Dan Tidak Dapat Menahan Kencing f. Tekanan Darah Meninggi.  Sumber Eksternal : kehilangan orang yang dicintai. 4 . Gerakan Yang Janggal d. perubahan status pekerjaan.

takut. Psikoterapi Psikoterapi diberikan tergantung dari kebutuhan individu. 3. distressed. Terapi psikofarmaka Terapi psikofarmaka yang sering dipakai adalah obat anti cemas (anxiolytic). psikososial dan psikoreligius. buspirone HCl. fokus pada diri sendiri. sukacita berlebihan. prihatin D. gugup. yaitu seperti diazepam. ketidakberdayaan meningkat secara menetap. bromazepam. Respons Perilaku Gerakan tersentak-sentak. Terapi Somatik Gejala atau keluhan fisik (somatik) sering dijumpai sebagai gejala ikutan atau akibat dari kecemasan yang bekerpanjangan. iritabel. Untuk menghilangkan keluhan-keluhan somatik (fisik) itu dapat diberikan obat- obatan yang ditujukan pada organ tubuh yang bersangkutan. lorazepam. kekhawatiran meningkat. dengan cara :  Makan makanan yang berigizi dan seimbang  Tidur yang cukup  Olahraga yang teratur  Tidak merokok dan tidak minum minuman keras 2. perasaan tidak aman 4. kesedihan mendalam. Penatalaksanaan Menurut Hawari (2008) penatalaksanaan ansietas pada tahap pencegahaan dan terapi memerlukan suatu metode pendekatan yang bersifat holistik. khawatir. Upaya meningkatkan kekebalan terhadap stress. bicara berlebihan dan cepat. Selengkpanya seperti pada uraian berikut : 1. antara lain 5 . 3. meprobamate dan alprazolam. 4. Respons Emosi Menyesal. perasaan tidak adekuat. yaitu mencangkup fisik (somatik). clobazam. ketidakpastian. psikologik atau psikiatrik. ketakutan.

6 .Psikoterapi Re-Edukatif .Psikoterapi Re-Konstruktif .Psikoterapi Suportif . Terapi Psikoreligius Untuk meningkatkan keimanan seseorang yang erat hubungannya dengan kekebalan dan daya tahan dalam menghadapi berbagai problem kehidupan yang merupakan stressor psikososial.Psikoterapi Kognitif Psikoterapi Psikodinamik .Psikoterapi Keluarga 5. .