You are on page 1of 19

i

MAKALAH PARASITOLOGI “Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli” Disusun Oleh : KELOMPOK 1 TINGKAT IIA Ayu Puspita Fitriani P07234016004 Husnul Lail P07234016013 Monica Pudji Astuti P07234016017 Nabila Arista Ningrum P07234016019 Nur Masyitah P07234016025 Putri Diyah Utami P07234016027 Serli Melinda P07234016034 Wiwin Hariyani P07234016038 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KALIMANTAN TIMUR PRODI D-III ANALIS KESEHATAN TAHUN 2017/2018 ii .

penulis dapat menyusun makalah tentang “Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli”. sehingga makalah ini dapat terselesaikan oleh penyusun. khususnya penyusun untuk menambah wawasan. Penyusun makalah ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Samarinda. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT karena rahmat dan karunia Nya. Penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Hal yang paling mendasar yang mendorong kami menyusun makalah ini adalah tugas dari mata kuliah Kimia Air untuk mencapai nilai yang memenuhi syarat. 23 Oktober 2017 Penulis DAFTAR ISI iii . agar dapat menjadi bahan pertimbangan dan perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

........................................................................................................................................................................... Pengobatan .............................................................................................................. Morfologi ......................................................................................... Penularan... 13 DAFTAR PUSTAKA .............................................. 11 I................................. iii DAFTAR ISI ...... 12 BAB III PENUTUP .................................... 2 BAB II ISI .......... 4 B........................................ Tujuan ...... 8 D............. 1 A............................................. Definisi ................................................................................... 9 G.................................................................................................................................................................................................................................................... Rumusan Masalah ......... Cara Pencegahan ....................................................................... 13 A.................................................................................................................... 4 A................................. Gejala Klinis ...................... iv iv .................. 8 E... 10 H.................................... 4 C..... Latar Belakang.. 13 B...... 2 C... Reproduksi .....................................................................KATA PENGANTAR ............................... Saran ......... Kesimpulan ... Patologi ........................ Epidemiologi .......................... 9 F....... iii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 1 B...................................................................................

Mastigophora. sedangkan Ciliata aktif bergerak dengan menggunakan cilia. sistem pernapasan. Latar Belakang Filum Protozoa mempunyai tubuh yang hanya terdiri dari satu sel namun sudah memiliki fungsi lengkap makhluk hidup. Untuk membedakan genus-genus dari ordo Amoebida struktur inti masing-masing 1 . alat pencernaan makanan. sebagai organ untuk bergerak (lokomotif) dan sebagai organ yang berfungsi untuk mengenal lingkungannya (sensoris). Mastigophora bergerak menggunakan flagel. Demikian juga halnya dinding pembungkus parasit (kista) yang berfungsi untuk melindungi diri berasal dari ektoplasma. Organ pencernaan makanan misalnya mulut. Rhizopoda adalah protozoa yang bergerak dengan pseudopodi. Sporozoa adalah kelompok protozoa yang tidak mempunyai alat gerak. BAB I PENDAHULUAN A. Struktur sitoplasma terdiri dari ektoplasma yang terdapat di bagian luar dan endoplasma yang merupakan bagian dalam sitoplasma. Sisa-sisa metabolisme dibuang melalui vakuol kontraktil yang terbentuk dari bagian ektoplasma. Entamoeba gingivalis. Spesies-spesies anggota kelas Rhizopoda yang penting (baik yang patogen maupun yang tidak patogen) adalah Entamoeba histolytica. Protozoa mempunyai alat reproduksi. Kelas Rhizopoda adalah golongan protozoa yang pergerakannya menggunakan kaki semu (pseudopodi) sebagai alat gerak. Ciliata dan Sporozoa. Iodamoeba butschlii dan spesies Dientamoeba fragilis. sitostom dan sitofaring juga terbentuk dari struktur ektoplasma. Alat gerak protozoa yang berasal dari ektoplasma dapat berbentuk sebagai flagel. Protozoa dapat dikelompokkan berdasar atas perbedaan alat geraknya menjadi Rhizopoda. Sel Protozoa mempunyai struktur yanng terdiri dari sitoplasma dan inti. Endolimax nana. organ ekskresi dan organ-organ untuk keperluan hidup lainnya. Ektoplasma merupakan jaringan hialin yang berfungsi untuk mempertahankan diri (protektif). Entamoeba coli. silia atau pseudopodi.

Genus Dientamoeba memiliki dua inti dengan kariosom yang terdiri dari enam butir kromatin. Untuk mengetahui definisi dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli. 4. Untuk mengetahui bagaimana morfologi dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli. Bagaimana cara penularan dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli? 5. Bagaimana cara pengobatan dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli? 8. Rumusan Masalah 1. Apa definisi dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli? 2. Bagaimana epidemiologi dari Entamoeba hystolytica dan Entamoeba coli? 9. Untuk mengetahui bagaimana cara penularan dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli. Endolimax mempunyai kariosom yang bentuknya tidak teratur dan terletak di tepi inti. 5. Tujuan 1. 3. Bagaimana patologi dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli? 6. Bagaimana morfologi dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli? 3. Bagaimana cara pencegahan dari Entamoeba hystolytica dan Entamoeba coli? C. Untuk mengetahui bagaimana cara reproduksi dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli. ssedangkan anak inti atau kariosom yang padat terletak di tengah atau di tepi inti. 2. Bagaimana gejala klinis dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli? 7. di kelilingi oleh butiran-butiran bulat. Untuk mengetahui bagaimana patologi dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli. genus harus diperhatikan. Bagaimana cara reproduksi dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli? 4. B. 2 . Genus Entamoeba mempunyai selaput inti yang dibatasi butir kromatin. Iodamoeba memiliki kariosom yang khas bentuknya dan besar ukurannya.

Untuk mengetahui bagaimana epidemiologi dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli. Untuk mengetahui gejala klinis dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli. 9.6. 3 . 7. Bagaimana cara pencegahan dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli. Untuk mengetahui bagaimana cara pengobatan dari Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli. 8.

Entamoeba histolytica selalu bergerak menggunakan pseudopodi. Entamoeba histolytica mempunyai karriosom yang tampak seperti titik kecil yang terletak sentral dan dikelilingi daerah terang (hallo) yang jelas. Sel darah merah. Dalam siklus hidupnya Entamoeba coli memiliki kemiripan dengan siklus hidup Entamoeba histolytica hanya saja tanpa adanya penjalaran ekstraintestinal. aktif mencari makanan. namun parasit ini sering dijumpai pada infeksi Entamoeba hystolitica pada penderita amebiasis. Entamoeba coli tidak patogen bagi manusia. Pemeriksaan mikroskopis pada sediaan tinja segar tanpa warna sukar menemukan inti parasite. Sitoplasma trofozoid terdiri dari ektoplasma yang jernih. sel leukosit dan sisa-sisa jaringan sering ditemukan berada didalam endoplasma. B. sehingga pada waktu hidup bentuk tropozoid selalu berubah-ubah. dan bersifat invasif karena mampu memasuki organ dan jaringan tubuh lainnya. Entamoeba coli adalah amuba yang bentuknya mirip Entamoeba histolytica. Dimana parasit ini bersifat asimptomatis. yaitu bentuk tropozoid. bentuk kista dan bentuk prakista. Bentuk tropozoid Entamoeba histolytica mempunyai ukuran sekitar 18 mikron sampai 40 mikron. sedangkan endoplasmanya berbutir-butir (granuler). 4 . dapat tumbuh dan berkembang biak. Morfologi Entamoeba histolytica Protozoa usus ini termasuk kelas Rhizopoda yang bergerak menggunakan pseudopodi atau kaki semut terdapat tiga bentuk Entamoeba histolytica. BAB II ISI A. Trofozoit mempunyai inti yang berbentuk bulat berukuran antara 4 sampai 6 mikron. Inti parasite ini mempunyai selaput tipis yang dibatasi oleh butir-butir kromatin yang halus dan rata. Tropozoid adalah bentuk parasite yang aktif bergerak. Definisi Entamoeba histolytica adalah parasit penyebab penyakit amubiasis pada manusia yang dapat menyerang usus (intestinal amoebiasis) dan organ-organ selain usus (ekstra-intestinal amoebiasis).

Gambar 2. mempunyai dinding dari hialin. Didalam sitoplasma kista pada stadium awal terdapat 1-4 badan kromatoid (chromatoid body). Jika kista amoeba berukuran kurang dari 10 mikron ditemukan didalam tinja. dan kista magnaform yang berukuran lebih besar (antara 10-15 mikron). Berdasarkan ukurannya terdapat 2 jenis kista amoeba.1 Tropozoit Entamoeba histolytica Kista berbentuk bulat. dan tidak aktif bergerak. Juga terdapat masa glikogen yang pada pewarnaan dengan iodin akan berwarna cokelat tua. Jika kista sudah matang akan ditemukan 4 buah inti (quadrinucleate cyst ) namun tidak diijumpai badan kromatoid maupun masa glikogen. 5 . kemungkinan kista amoeba tersebut adalah Entamoeba hartmani yang tidak patogen bagi manusia. yaitu kista minutaform yang kecil ukurannya (antara 6-9 mikron).

b. inti parasite dan badan kromatoid tampak berwarna hitam dengan sitoplasma yang berwarna kebiru- biruan atau kelabu.b. Pada pemeriksaan dibawah mikroskop garam faali untuk pengencer tinja Entamoeba histolytica masih dalam keadaan hidup tanpa trofozoit bergerak aktif dengan gerakan-gerakan pseudopodi yang cepat. sedangkan badan kromatoid yang berbentuk batang mudah dikenal. Pada pewarnaan tinja menggunakan lugol parasite tampak berwarna kuning sampai coklat muda. Entamoeba histolytica tampak halus dengan badan kromatoit yang tidak berwarna dan masa glikogen yang berwarna coklat tua. sedangkan masa glikogen tidak berwarna. sedangkan inti dan struktur inti pakista sesuai dengan inti dan struktur inti tropozoid. tetapi didalam sitoplasma tampak eritrosit yang bewarna hijau kekuningan kista terlihat bulat dengan dinding yang tipis dan halus. a.2 a. Dengan pewarnaan iron-hematoxylin.c Kista Entamoeba histolytica Prekista merupakan bentuk peralihan antara stadium kista dan stadium tropozoid bentuk stadium prakista agak lonjong atau bulat. Inti terlihat dengan jelas dengan kariosom terletak ditengah-tengah inti. 6 . Didalam sitoplasma masa grikogen sukar dilihat. dan mempunyai pseudopodi yang tumpul. c. berukuran antara 10- 20 mikron. Dalam endoplasma prakista tidak ditemukan eritrosit maupu sisa-sisa makanan. Gambar 2. Inti parasite sukar dilihat.

Bentuk kista bulat atau lonjong berukuran 15 – 22 mikron. Pseudopodium lebar. Prekista c. dibentuk perlahan .Entamoeba coli Amoeba ini hidup sebagai komensal di rongga usus besar. Butir – butir kroatinparifer juga kasar dan letaknya tidak merata. mengandung bateri dan sisa makanan. Bentuk ini tidak dapat dibedakan dari bentuk minuta E. Kista matang yang berinti 8 biasanya tidak lagi mengandung vakuol glikogen dan benda kromatoid. Morfologinya mirip dengan E. Dalam daur hidupnya terdapat bentuk vegetative dan bentuk kista. hanya tampak bila pseudopodium dibentuk. Dinding kista tebal. cara berkembangbiaknya dengan belah pasang. dengan kariosom kasar dan biasanya letaknya eksentrik. berbentuk lonjong atau bulat. Bentuk ini mempunyai sebuah inti entamoeba. Dalam tinja biasanya kista berinti 2 atau 8. Infeksi terjadi dengan menelan kista matang. Kista Entamoeba coli 7 .Tropozoita b.lahan sehingga pergerakannya lambat.histolytica. Endoplasma bervakuol.3 a.30 mikron. Kista yang berinti 2 mempuunyai vakuola glikogen yang besar dan benda kromatid yang halus dengan ujung runcing seperti jarum. tidak mengandung sel darah merah. b c a a a Gambar 2. Ektoplasma tidak nyata. bewarna hitam.histolytica bentuk trofozoid berukuran 15 . Bentuk trofozoid biasanya dtemukan dalam tinja lembek atau cair.

Berdasar pada asal penderitanya. Serangga misalnya lalat dan lipas (family blattidae ) yang membawa tinja penderita atau karier yang mengandung kista infektif amuba Gambar 4. pada contact carrier penderita berasal dari orang yang sebelumnya tidak pernah menderita amubiasis. enkistasi. Penularan Infeksi terjadi dengan masuknya kista infektif melalui mulut. sedangkan convalescent carrier adalah karier yang terjadi sesudah seseorang menderita amubiasis. dan multiplikasi. Pada proses ekskistasi. Proses enkistasi yang berlangsung beberapa jam terjadi didalam lumen usus. Pada proses ekskistasi terjadi transformasi dari bentuk kista ke bentuk trofozoit yang dimulai pada saat kista berada di dalam usus. Di laboratorium penularan dapat terjadi karena tertelan kista infektif amuba yang berasal dari hewan coba primate. Padda proses ini bentuk trofozoit berubah menjadi bentuk kista. Inti sel mula-mula membelah diri. D. lalu berkembang menjadi 8 trofozoit.C. Pada proses multiplikasi yang hanya terjadi pada bentuk trofozoit. 8 . Reproduksi Entamoeba histolytica Proses reproduksi Entamoeba histolytica berlangsung melalui tiga tahap yaitu ekskistasi. reproduksi terjadi dengan cara belah diri sederhana (simple binary fission ).1 skema penularan juga dapat mencemari makanan atau minuman. diikuti pembelahan diri struktur sitoplasma lainnya. karier amubiasis dapat dibedakan menjadi contact carrier dan convalescent carrier . Bersama makanan atau minuman yang tercemar tinja penderita atau karier amubias. satu kista infektif yang berinti empat tumbuh menjadi 8 amubula.

Patologi Didalam tubuh manusia adalah hospes definitif utamanya. Keadaan ini mungkin berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu setelah itu menghilang dengan sendirinya atau berubah menjadi amebiasis kronis.  Amebiasis kronis dan amebiasis tanpa gejala Pada amebiasis kronis dapat terjadi diare atau diselingi konstipasi. Beberapa pasien tetap tidak menunjukkan gejala. Infeksi terjadi secara per oral.1 Parasit Entamoeba menyebabkan penyakit F. Bentuk infektif yang dapat ditularkan adalah bentuk kista berinti empat yang tahan terhadap asam lambung. Sering terjadi dispepsi dan astenia. Gambar 5. Gejala Klinis  Disentri ameba akut Gejalanya berupa berak encer yang disertai lendir dan darah. dengan masuknya kista infektif. Kadang- kadang terjadi tenesmus. daur hidup parasit ini dapat terjadi dengan lengkap. 9 . Kista dapat dijumpai pada feces. Nyeri yang tidak jelas pada daerah abdomen. Trofozoid dapat ditemukan pada tinja dalam stadium akut. manusia dapat terinfeksi.E. Sebagai komplikasi dapat terjdi ameboma. Bersama makanan dan minuman yang tercemar tinja penderita atau tinja karier amuboiasis. Sebagai komplikasi dapat terjadi pendarahan usus atau kadang-kadang terjadi perforasi.

Bila ada abses hati mka ruang abses tampak jelas setelah diinjeksi dengan udara. sedangkan untuk anak di bawah 8 tahun.  Amebiasis usus Dapat didiagnosa dengan menemukan trofozoid atau kista dalam tinja. Pengobatan  Emetin hidroklorida Obat ini berkhasiat terhadap bentuk histolitika. 1972) Pemeriksaan radiologi dapat memberikan gambaran yang mirip colitis ulseratif bila ada ulserasi hebat dalam usus besar. 10 mg sehari.  Amebiasis hati Ini dapat muncul sebagai hepatitis amebik dengan rasa nyeri pada hipokondrium kanan yang disertai dengan demam ringan. Pemberian emetin ini hanya efektif bila diberikan secara perenteral.histolytica mungkin tidak dijumpai pada tinja.  Amebiasis ekstraintestinal Kista atau trofozoid dari E. Pemeriksaan aglutinasi lateks daan pemeriksaan antbodi fluoresen. zat “radio opaque” atau dengan angiografi. demam mulai dari ringan sampai demam tnggi. dosis 10 . Nanah jenis “achovy saus” (kental bewarna merah kecoklatan) dapat diperoleh dengan aspirasi abses. Pada ameboma akan terlihat filling defect. Dosis maksimum untuk orang dewasa adalah 65 mg sehari. terutama terhadap otot jantung. oleh karena itu dilakukan 4 peeriksaan serologi yaitu berupa: difusi sel. Kristal Charcot-leyden yang berasal dari sel eosinofil sering ada pada amebiasis usus. biasanya disertai basal pleuritis dengan efusi pleura. Lama pengobatan 4 sampai 6 hari. Bila ada kelainan hati. Pemeriksaan tersebut menjadi posiif diatas 90% pada kasus amebiasis hepar (Ambrose-Thomas dan Truong. Toksisitasnya relative tinggi. Pada orang tua dan orang yang sakit berat. hemaglutinasi tak langsung. G. karena pada pemberian secara oral absorpsinya tidak sempurna. Jika ada SDM dalam siitoplasma trofozoid maka dapat dipastikan ada ulkus pada usus besar. Leukositas dan LED meninggkat. Pada abses hati terjadi hepatomegali. nyeri tekan yang jelas di daerah hati.

Dehidroemetin relative kurang toksik dibandingkan dengan emetin dan dapat diberikan secara oral. antara lain mual. Prevalensi E. Efek samping dan efek toksiknya bersifat ringan. karena efektif terhadap bentuk histolika dan bentuk kista. muntah dan pusing.histolytica di berbagai daerah di Indonesia berkisar antara 10-18%. muntah. H. a. Dosis untuk orang dewasa adalah 1 gram selama 2 hari. Dosis yang dianjurkan adalan 25mg/kg bb/hari selama 5 hari. Amebiasis ditularkan oleh 11 .  Metronidazol (Nitromidazol) Metronidazol merupakan obat pilihan. Mesir. Perbandingan berbagai macam amebiasis di Indonesia adalah sebagai berikut : amebiasis kolon banyak ditemukan. mual.l. diberikan selama 4 smpai 6 hari. Dosis maksimum adalah 0. kemudian 500 mg sehari selama 2 sampai 3 minggu. Di RRC. diare. Paramomisin bekerja langsung pada ameba. sakit kepala. harus dikurangi.  Klorokuin Obat ini merupakan amebisid jaringan. berkhasiat bentuk histolitika. Pemberian emetin tidak dianjurkan pada wanita hamil. Epidemiologi Di Indonesia. Emetin dan dehidroemetin efektif untuk pengobatan abses hati (amebiasis hati). sedangkan amebiasis paru. Dosis untuk orang dewasa adalah 2 gram sehari selama 3 hari berturut-turut. kulit dan vagina jarang dan amebiasis otak lebih jarang lagi dijumpai. di Eropa Utara 5-20%. India.1 gram sehari. Frekuensi infeksi E. dan negeri Belanda berkisar antara 10. di Eropa Selatan 20-51% dan di Amerika Serikat 20%. Obat ini juga efektif terhadap amebiasis hati. pada penderita dengan gangguan jantung dan ginjal. Histolytica diukur dengan jumlah pengandung kista.  Antibiotic Tetrasiklin dan eritromisin bekerja secara baik langsung sebagai amebisid dengan mempengaruhi flora usus. Efek sampingnya ringan. diberikan secara terbagi. amebiasis hati hanya kadang- kadang ditemukan.1-11. diberikan secara terbagi.5%. amebiasis kolon banyak ditemukan dalam keadaan endemic.

I. mencuci sayuran sampai bersih atau memasaknya sebelum dimakan. Cara Pencegahan Pencegahan penyakit amebiasis terutama ditujukan kepada kebersihan perorangan (personal hygiene) dan kebersihan lingkungan (environmental hygiene). buang air di jamban. membuang sampah di tempat sampah yang ditutup untuk menghindari lalat. Pengandung kista biasanya sehat tetapi ia memegang peranan penting untuk penyebaran penyakit. karena tinjanya merupakan sumber infeksi. tidak menggunakan tinja manusia untuk pupuk. pengandung kista. Kebersihan lingkungan meliputi : memasak air sampai mendidih sebelum diminum. Kebersihan perorangan antara lain adalah mencuci tangan dengan bersih sesudah mencuci anus dan sebelum makan. menutup dengan baik makanan yang dihidangkan untuk menghindari kontaminasi oleh lalat dan lipas. 12 .

B. Patologi Klinis E. Morfologi E. Golongan rhizopoda ini bergerak dengan menggunakan kaki semu (pseupodia). suhu tubuh meningkat. Entamoeba hystolytica hidup dalam usus besar.coli tidak patogen. namun diarenya tidak terlalu sering. 13 . Entamoeba yang sering ada sebagai parasit komensal di saluran pencernaan manusia. coli memiliki bentuk trofozoit dan kista. tersebut mempunyai dua bentuk. Entamoeba coli merupakan spesies non-patogenik. Serta setelah mendapatkan materi dari makalah ini maka sebaiknya segera dilakukan praktikum agar mahasiswa lebih memahami dan mampu mempraktikkannya. Diagnosis Menemukan bentuk trofozoit atau bentuk kista dalam tinja. Kaki semu ini sebenarnya merupakan perluasan protoplasma sehingga dapat bergerak di suatu permukaan dan menelan partikel-partikel makanan kemudian masuk dalam vakuola yang akan dicerna dalam vakuola. serta diare yang mengandung darah dan bercampur lendir. Parasit yang berbentuk tidak bergerak tidak menimbulkan gejala. yaitu bentuk yang bergerak dan bentuk yang tidak bergerak. sedangkan bentuk yang bergerak bila menyerang dinding usus penderita dapat menyebabkan mulas. Daur Hidup Morfologi dan daur hidupnya sama dengan Entamoeba histolytica. Kesimpulan Amoeba merupakan salah satu anggota Rhizopoda yang terkenal. perut kembung. tetapi penting dipelajari untuk membedakan dengan E.histolytica. Reproduksi :secara vegetatif yaitu dengan membelah diri. Saran Kami menyarankan kepada pembaca untuk mencari referensi lain agar lebih menambah wawasan. BAB III PENUTUP A.

D. Atlas Parasitologi Kedokteran.Path.M. Jakarta: FK UI Zaman.M &H.B. 2009.. MS.S.T.R.2011. DAFTAR PUSTAKA Prof..Fiqar D. Suhintam drh. DTM&H. Jakarta: Hipokrates.1992.Atlas Parasitologi Kedokteran Edisi Kedua.. Jakarta:EGC iv .B. Prof.Sc.Buku Ajar Parasitologi Kedokteran (Handbook of Medical Parasitology). 1997. Dr. Dr.PhD. Pusarawati. Surabaya: Sagung Seto. Soedarto.C. dkk.Parasitologi Kedokteran Edisi Kedua. Pinardi MPH&TM. Hardjaja. F.

5 .