You are on page 1of 64

PROFIL KUA KALIORI

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan bagian dari struktur Kementerian agama, bertugas
menyelenggarakan sebagian tugas umum pemerintahan dan pembangunan di bidang agama. KUA
merupakan bagian paling bawah dari struktur Kementerian agama yang berhubungan langsung
dengan masyarakat dalam satu wilayah kecamatan, sebagaimana ditegaskan dalam Keputusan
Menteri Agama Nomor 517 Tahun 2001 bahwa Kantor Urusan Agama bertugas melaksanakan
sebagian tugas Kantor Kementerian agama Kabupaten/Kabupaten di bidang Urusan Agama Islam di
wilayah kecamatan.
Perkantoran terkait erat dengan manajemen yang baik, demikian pula Kantor Urusan Agama
yang juga harus menerapkan prinsip dasar manajemen, diantaranya:

1. Planning: Yaitu adanya proses pemikiran dan penentuan secara matang dari berbagai hal yang
akan dikerjakan hari ini dan hari mendatang dalam rangka pencapaian tujuan akhir yang telah
direncanakan
2. Organizing: Yaitu proses pengelompokan orang-orang, sarana-prasarana, tugas dan
tanggungjawab serta wewenang, sehingga tercapai tujuan organisasi yang dapat digerakkan
sebagai satu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
3. Actuating: Yaitu proses berjalannya sebuah tanggungjawab dan kewenangan yang harus
dilaksanakan dalam pelayanan sehari-hari
4. Controlling: Yaitu proses pengamatan dari seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar
supaya pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah
digariskan

Ke-empat prinsip tersebut harus dijalankan dalam sebuah organisasi termasuk Kantor Urusan Agama
karena dengan manajemen yang baik dan benar maka apa yang menjadi tugas-tugas pokoknya akan
dapat dilaksanakan sesuai harapan.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Kaliori adalah merupakan institusi pemerintah di bawah
Kementerian Agama Kabupaten Rembang yang mempunyai tugas dan fungsi untuk melaksanakan
sebagian tugas dan fungsi pemerintah di bidang pembangunan agama di Kecamatan, khususnya di
bidang urusan agama Islam. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, maka KUA Kec. Kaliori
merencanakan berbagai program kegiatan yang dituangkan dalam rencana program strategis. Hal itu
dimaksudkan agar tugas dan fungsi yang embannya dapat dicapai dengan hasil yang baik.
Dari hal tersebut maka KUA Kec. Kaliori menyusun profil tahun ini sebagai bahan acuan untuk
mendapatkan data yang valid sekaligus sebagai bahan evaluasi, referensi data dan laporan hasil
pencapaian kerja dan kinerja KUA Kecamatan Kaliori, sebagai wujud pertanggungjawaban dalam
pelaksanaan tugas-tugasnya.
Disusunnya profil Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang ini
mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut:
1. Dalam rangka memberikan gambaran dan informasi serta referensi secara garis besar dari seluruh
kegiatan yang telah dilaksanakan oleh KUA Kec. Kaliori
2. Sebagai bahan penilaian dan kajian serta evaluasi terhadap program kerja KUA Kec. Kaliori tentang
program yang telah dilaksanakan maupun yang belum
3. Sebagai laporan hasil pencapaian kerja dan kinerja KUA Kec. Kaliori, sebagai wujud
pertanggungjawaban dalam pelaksanaan tugas-tugas KUA.
Untuk itu, sebagai laporan atas hasil kinerja yang dapat dicapai oleh KUA Kec. Kaliori, maka
dibuatlah laporan akuntabilitas kinerja yang akan dipaparkan dalam laporan ini.

B. DASAR HUKUM
Dasar hukum yang menjadi acuan pelaksanaan tugas KUA diantaranya adalah:
1. Undang-undang RI No. 22 Tahun 1946 tentang Pencatatan NTR.
2. Undang-undang RI No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
3. Undang-undang RI No. 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat
4. Undang-undang RI No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.
5. Undang-Undang RI No. 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.
6. Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU 1/1974.
7. Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2000 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak yang
berlaku di Dep. Agama.
8. Keputusan Menteri Agama No. 18 tahun 1975, Jo. Instruksi Menteri Agama nomor 1 tahun 1975
tentang Susunan Organisasi Kementerian agama.
9. Keputusan Menteri Agama No. 3 Tahun 1999 tentang Pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah.
10. Keputusan Menteri Agama No. 517 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi Kantor Urusan Agama
Kecamatan.
11. Keputusan Menteri Agama Nomor 373 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi Kantor Urusan
Agama Kecamatan
12. Keputusan Menteri Agama No. 168 Tahun 2000 tentang Pedoman Perbaikan Pelayanan Masyarakat di
Lingkungan Dep. Agama.
13. Keputusan Menteri Agama Nomor 517 Tahun 2001 yang menegaskan bahwa Kantor Urusan Agama
bertugas melaksanakan sebagian tugas dari Kantor Kementerian agama kabupaten/kabupaten di
bidang dUrusan Agama Islamdi wilayah kecamatan.
14. Keputusan Menteri Agama Nomor 298 tahun 2003 tentang Pencatatan Nikah
15. Keputusan Menteri Agama Nomor 11 tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah.
16. Peraturan Menteri Agama No. 30 Tahun 2005 tentang Wali Hakim.
17. Peraturan Menteri Agama No. 11 Tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah.
18. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. PER/62/M. PAM/6/2005 tentang Jabatan
Fungsional Penghulu dan Angka Kreditnya.
19. Peraturan Bersama Menteri Agama dan Kepala BKN No. 20 Tahun 2005 dan No. 14-A Tahun 2005
tentang Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penghulu dan Angka Kreditnya.
20. Surat Edaran Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji No:
DJ.1/Pw.01/1487/2005 tentang Petunjuk Pengisian Formulir NR.
21. Instruksi Menteri Agama RI Nomor 01 Tahun 2000 tentang pelaksanaan Keputusan Menteri Agama
Nomor 168 Tahun 2000 tentang Pedoman Perbaikan Pelayanan Masyarakat.
22. Dan beberapa peraturan perundang-undangan yang lain.
C. Kedudukan, Tugas dan Fungsi KUA
Sebagai realisasi terhadap Keputusan Presiden Republik Indonesia, No. 44 dan 45 tahun 1974
khususnya untuk Kementerian agama, maka diterbitkan Keputusan Menteri Agama No. 18 tahun 1975,
Jo. Instruksi Menteri Agama nomor 1 tahun 1975 tentang Susunan Organisasi Kementerian agama.
Dalam Keputusan Menteri Agama tersebut, pada pasal 717 menyebutkan bahwa Kantor
Urusan Agama di Kecamatan mempunyai tugas untuk melaksanakan sebagian tugas Kantor
Kementerian agama di Kabupaten/kota yaitu melakukan sebagian tugas pembangunan di bidang
agama dalam wilayah Kecamatan di bidang Urusan Agama Islam.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, pada pasal 718 disebutkan fungsi KUA sebagai berikut;
1. Menyelenggarakan statistik dokumentasi.
2. Menyelenggarakan surat-menyurat, mengurus surat, kearsipan, pengetikan dan rumah tangga Kantor
Urusan Agama.
3. Melaksanakan pencatatan Nikah dan Rujuk bagi masyarakat setempat yang beragama Islam,
pembinaan kemasjidan, ZIS, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial, kependudukan dan pembinaan
keluarga sakinah, penanganan lintas sektoral, penyelenggaraan manasik haji dan pusat informasi haji
tingkat kecamatan, pembinaan produk halal, hisab rukyat dan kemitraan umat sesuai dengan
kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam dan berdasarkan aturan yang
berlaku.
Dalam perkembangan selanjutnya guna menjaga eksistensi KUA Kecamatan, maka diterbitkan
Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 517 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi Kantor Urusan
Agama Kecamatan, dimana Kantor Urusan Agama (KUA) berkedudukan di wilayah Kecamatan dan
bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Kementerian agama Kabupaten/Kabupaten yang
dikoordinasi oleh Kepala Seksi Urusan Agama Islam/Bimas Islam/Bimas dan Kelembagaan Agama
Islam dan dipimpin oleh seorang Kepala, yang tugas pokoknya melaksanakan sebagian tugas Kantor
Kementerian agama Kabupaten/Kabupaten di bidang Urusan Agama Islam dalam wilayah Kecamatan.
Dengan demikian, eksistensi KUA Kecamatan sebagai institusi pemerintah dapat diakui
keberadaannya, karena memiliki landasan hukum yang kuat dan merupakan bagian dari struktur
pemerintahan di tingkat Kecamatan.
Dalam hubungannya dengan tugas pokok dan fungsi KUA, maka KUA Kecamatan Kaliori
dalam mengelola tugasnya di bidang keagamaan dan bidang lain yang mempunyai hubungan dengan
bidang tugasnya, mempunyai jalur vertikal wilayah dengan Dep. Agama Kabupaten Rembang, Kanwil
Dep. Agama Prop. Jawa Timur dan Dep. Agama Pusat, serta jalur horizontal yaitu semua kantor
instansi di tingkat Kecamatan.
Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori terletak pada ruas jalan utama pantura pulau Jawa
yang berkedudukan di Jl. Raya Kaliori-Rembang No. 34 Km. 12 Rembang dan masuk dalam wilayah
desa Tambakagung Kec. Kaliori, Kode Pos 59252 Telp. 0295 5504468 /0812280333333 e'-
mail:kuakaliori@jateng.kemenag.go.id. Letak ini sangat strategis karena mudah dijangkau dengan
kendaraan dan angkutan umum. Kantor ini juga berdekatan dan termasuk dalam satu komplek dengan
Kantor Kecamatan Kaliori serta kantor dinas instansi yang lain sehingga memudahkan dalam
pengurusan persuratan, mempercepat koordinasi dan pengurusan administrasi serta hubungan lintas
sektoral dan lain sebagainya.
Di era reformasi dan transparansi seperti sekarang ini muncul sebuah paradigma dan tuntutan
baru dari masyarakat tentang pelaksanaan tugas KUA sebagai pelayan public yang mengarah pada
perbaikan dan penyempurnaan pelayanan yang lazim dikenal dengan istilah pelayanan prima. Dalam
hal perbaikan dan penyempurnaan pelayanan ini telah disikapi dan disambut baik pemerintah dan
didukung oleh seluruh pimpinan dan segenap jajaran dilingkungan Kementerian Agama dengan
senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan dalam melaksanakan tugas.
KUA Kec. Kaliori merupakan unit pelaksana dari Kantor Kementerian agama Kab. Rembang
yang ada di daerah/wilayah Kec. Kaliori, yang mana segala kegiatan disesuaikan dengan situasi dan
kondisi di Wilayah Kec. Kaliori. KUA Kec. Kaliori secara struktural dan fungsional merupakan bagian
dari instrument pemerintah yang dalam melaksanakan tugasnya tidak lepas dari kerja sama dan
koordinasi dengan instansi terkait yang ada di wilayah Kecamatan.
D. Sejarah Perkembangan dan Pembagian Wilayah Administrasi KUA
1. Sekilas Sejarah dan Perkembangan KUA Kaliori
Warga Kecamatan Kaliori merupakan warga yang agamis dan mayoritas beragama Islam,
sehingga sebagian dari praktek kehidupan masyarakat menggunakan hukum Islam. Praktek ini telah
terjadi sejak Islam masuk di wilayah Kaliori. Berlakunya hukum perkawinan Islam bagi pemeluknya
mengakibatkan munculnya lembaga yang mengatur bidang perkawinan Islam ini sehingga proses
pernikahan tidak terjadi secara liar. Sedangkan yang mengatur perkawinan di desa-desa pada saat itu
adalah modin sebagai pemuka agama setempat. Namun tentu saja pengaturan ini tidaklah seperti
jaman sekarang karena pada saat itu belum dilakukan pencatatan.
Setelah Indonesia merdeka dan lahir UU No. 22 Th. 1946 tentang Pencatatan Nikah, Talak dan
Rujuk untuk wilayah Jawa dan Madura, kemudian disusul dengan lahirnya UU No. 32 Tahun 1954
tentang pembelakuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 untuk wilayah Luar Jawa dan Madura,
sehingga setelah berlakunya Undang-Undang tersebut maka praktis hukum perkawinan produk Hindia
Belanda tidak berlaku lagi dan undang-undang yang berlaku bagi seluruh warga Negara Indonesia baik
yang beragama Islam maupun non Islam, warga pribumi maupun warga keturunan adalah UU No. 22
Tahun 1946 itu. Lalu UU No. 22 Tahun 1946 ini disempurnakan lagi dengan UU No. 1 Tahun 1974
tentang Perkawinan, yang semakin mengukuhkan eksistensi lembaga pencatatan nikah di masing-
masing wilayah kecamatan yaitu pada Kantor Urusan Agama Kecamatan.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaliori yang dahulu bernama Balai Nikah Kecamatan
Kaliori dengan gedung yang menempati tanah wakaf dan bersebelahan dengan bangunan Masjid Ar-
Rohman Ds. Tambakagung, namun ketika masjid tersebut direnovasi dan diperluas pada tahun 2001,
maka kantor KUA Kaliori mulai berpindah-pindah, diantaranya:
11 Oktober 2003 : menempati gedung PKK Kec. Kaliori
17 Juli 2004 : menyewa rumah Bp. Drs. Yunani Ds. Tambakagung
01 Desember 2004 : pembangunan gedung KUA Kaliori
01 Agustus 2005 : menempati gedung KUA Kaliori yang baru
Meskipun sering berberpindah-pindah kantor, namun Register Nikah (Akta Nikah) yang ada
dan tersimpan dengan rapi sampai sekarang mulai tahun 1948. Dengan telah dibangunnya gedung
KUA Kaliori dan telah menempati gedung sendiri, maka kualitas dan kuantitas pelayanan kepada
masyarakat terus berusaha untuk ditingkatkan. Gedung KUA berdiri diatas lahan tanah seluas 720 M2
dengan Luas Bangunan 142 M2 dan Luas Halaman 578 M2 sedangkan status tanahnya adalah tanah
Negara (Pinjam Pakai tanah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang).
Dari tahun ketahun sejak berdirinya, KUA Kecamatan Kaliori mengalami peningkatan frekwensi
pernikahan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan penduduk. KUA Kec. Kaliori terus
berkembang, apalagi seiring terbitnya KMA 477 Tahun 2004 tentang Pencatatan Nikah dan Peraturan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/62/M.PAN/6/2005 tentang Jabatan Fungsional
Penghulu dan Angka Kreditnya, maka KUA Kec. Kaliori melaksanakan restrukturisasi sesuai acuan
peraturan tersebut dengan struktur organisasi yang dipimpin oleh seorang Kepala, satu orang tenaga
fungsional penghulu dan dibantu dua tenaga tata usaha dengan kualifikasi pendidikan dan persyaratan
lain yang sesuai dengan standar tugasnya masing-masing.
Disamping itu, guna memaksimalkan tugas pokok dan fungsi KUA Kecamatan, maka masing-
masing pegawai KUA Kecamatan Kaliori memiliki bidang tugas masing-masing yang terintegrasikan
dalam suatu prinsip memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat secara maksimal,
sehingga dengan demikian diharapkan KUA Kec. Kaliori sebagai salah satu ujung tombak Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Rembang dapat menjalankan tupoksinya dengan baik dan
memuaskan.
Disamping pembenahan kedalam, di bidang fisik KUA Kec. Kaliori juga mengalami beberapa
kali penambahan sarana dan prasarana, yaitu :
2007 : pembangunan tempat parkir, pavingisasi dan taman ( tahap1)
2008 : Pembangunan Musholla KUA
2009 : Pembangunan Aula dan Taman (tahap 2)
Pembangunan dan penambahan sarana prasarana yang dilakukan oleh Drs. H. Musthofa, MH
selaku Kepala KUA Kaliori periode Juli 2006-Oktober 2010, sehingga saat ini gedung KUA Kaliori
tampak anggun dan megah.
Heteroginitas penduduk yang tinggi dengan kondisi ekonomi mayoritas menengah kebawah
ditambah lagi dengan adanya satu daerah rawan, benar-benar merupakan suatu tantangan yang tidak
ringan bagi Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori untuk mampu memberikan pembinaan dan
bimbingan kepada masyarakat untuk sadar dan menjalankan kehidupan ke arah jalan yang benar yang
diridloi oleh Allah SWT. Karenanya, KUA Kec. Kaliori sebagai institusi pemerintah yang mengemban
amanat untuk melakukan pembangunan di bidang agama secara aktif selalu memberikan informasi
yang benar dan menyejukkan kepada masyarakat sehingga diperlukan personel KUA yang mempunyai
daya intelektual yang memadai dan nilai moral yang baik.
Mengingat tingginya tantangan dan kompleksitas problem yang dihadapi baik oleh pemerintah
maupun masyarakat di wilayah Kecamatan Kaliori, yang salah satu unsur analisisnya dapat terlihat dari
jumlah nikah-rujuk rata-rata setahun mencapai 320 peristiwa pada tahun 2009 dan jumlah talak-cerai
mencapai 20 peristiwa pertahun atau sekitar 6,25 % dan pada tahun 2010 ini peristiwa nikah rujuk
mencapai 400 peristiwa dan jumlah talak-cerai mencapai 40 peristiwa pertahun atau sekitar 9,98 %.
Disamping itu kondisi sosio-ekonomi dan kultural masyarakatnya yang dinamik-heterogen
dengan campuran masyarakat pesisir pantai pedesaan dengan masyarakat pedesaan ala
petani/pekebun dengan tingkat kepadatan penduduk yaitu berpenduduk 39.031 jiwa, maka Kantor
Kementerian agama Kabupaten Rembang dalam menugaskan pegawainya untuk berdinas di KUA
Kecamatan Kaliori selalu mendasarkan pada kompetensi dan kapabilitas agar didapatkan personel
KUA Kecamatan Kaliori yang mempunyai kualifikasi yang handal dan mampu memberikan perubahan
pada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan Tupoksi KUA Kec. Kaliori dapat berjalan dengan baik
dan memuaskan.
Disamping itu, guna menunjang kenyamanan dan kepuasan pelayanan, maka KUA Kec. Kaliori
juga menyediakan berbagai ruangan, yaitu: halaman parkir dan taman yang asri, ruang tunggu yang
nyaman, ruang Kepala KUA, ruang BP4, Balai Nikah, ruang Staff yang sekaligus merupakan Ruang
Pelayanan, ruang Arsip/Komputer, Gudang, ruang, Aula Pertemuan dan Pembinaan, Gudang,
Bangunan Mushalla dan Kamar Mandi/WC.
Disetiap ruangan dilengkapi dengan berbagai sarana-prasarana pendukung guna
mempercepat akses dan memberikan pelayanan yang cepat dan memuaskan, yaitu; Dua Unit
Komputer beserta printernya, Satu buah Laptop untuk program SIMKUA, satu set sofa, satu almari
arsip Register Nikah, Satu rak arsip, Satu Lemari Perpustakaan, 3 buah almari arsip, 8 buah meja kerja
beserta kursinya, kursi tamu untuk pelayanan dan satu set meja dan kursi sidang untuk prosesi
pernikahan di Balai Nikah serta meja dan kursi untuk pertemuan dan pembinaan di Aula, Pesawat
Telepon, Tape Recorder, Kompor Gas dan Tabung Gas LPG, Kipas Angin, dan beberapa fasilitas lain
yang mendukungnya.
Pada tahun 2010 pelayanan yang diberikan oleh KUA Kec. Kaliori dapat dirasakan
memuaskan oleh masyarakat. Paradigma dilayani berubah menjadi melayani merupakan suatu
paradigma kinerja yang harus dikedepankan oleh KUA Kec. Kaliori, indikasi yang dapat dilihat antara
lain penyelesaian pendaftaran pernikahan dan surat-surat yang berkaitan dengan pernikahan dapat
diselesaikan dengan cepat dan baik sesuai dengan standar waktu yang telah ditentukan.
Semua perasaan yang dirasakan oleh masyarakat tersebut tentu saja bukan tanpa suatu
usaha dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, namun berkat usaha yang sungguh-
sungguh dalam mereformasi sistem birokrasi yang selama ini dinilai berbelit-belit dan memakan waktu
yang panjang dengan;
a) Mendelegasikan setiap tugas pelayanan pada masyarakat kepada masing-masing pegawai.
b) Membuat jadwal pernikahan berikut petugasnya secara periodik setiap hari, sehingga tidak terjadi
penumpukan pelayanan nikah pada salah satu petugas saja.
c) Membekali penghulu dan pegawai wawasan tugasnya masing-masing berikut aspek hukum dan
prosedur hukumnya.
d) Kepala KUA selalu memonitoring setiap hari dan memberikan arahan terhadap beban tugas yang
diberikan kepada setiap pegawai.
e) Setiap pegawai diberikan kewajiban untuk berupaya memberikan kemudahan dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat sepanjang seluruh persyaratan administratifnya telah dipenuhi
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Kondisi Geografis KUA Kaliori
Letak geografis suatu wilayah mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap kebijakan
dan program kerja yang harus direncanakan dan dilaksanakan oleh seorang decision maker atau
pejabat yang memimpin dalam suatu wilayah tersebut, karena itu al-Qur’an menjelaskan bahwa Allah
menciptakan manusia terdiri dari bersuku-suku dan berbangsa-bangsa bukan tanpa maksud dan
tujuan, tetapi itu semua mengandung suatu nilai transformasi, edukasi dan akulturasi yang diharapkan
suatu wilayah tertentu dapat menggali potensi yang lebih baik dari wilayah lain demi terciptanya
kemajuan dalam suatu wilayah tersebut.
Oleh karena itu, dilihat dari segi geografisnya KUA Kec. Kaliori terletak di Wilayah Pantura di
arah barat Kabupaten Rembang yang berada di dalam satu komplek perkantoran Kecamatan Kaliori
dengan jarak kurang lebih 12 KM dari pusat ibukota kabupaten.
Kecamatan Kaliori merupakan salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Rembang yang
terletak di wilayah pesisir pantai utara Pulau Jawa dengan karakteristik wilayah pantai dengan medan
yang datar yang terdiri dari perkampungan penduduk, perkebunan, perkaliori dan areal pertambakan
dan pantai.
Adapun batas-batas wilayah Kec. Kaliori ini adalah sebagai berikut:
Sebelah Barat : Kec. Batangan Kab. Pati
Sebelah timur : Kec. Rembang Kab. Rembang
Sebelah Utara : Laut Jawa
Sebelah selatan : Kec. Sumber Kab. Rembang
Adapun wilayah Kecamatan Kaliori terbagi ke dalam 23 desa, yaitu:
1
E. Uraian Tugas (Job Description) Pegawai KUA Kec. Kaliori
Dalam merespon tuntutan masyarakat, KUA diharapkan mampu bekerja secara efektif, efisien,
professional dan amanah. Profil Kepala KUA sebagai manajer harus mampu tampil sebagai sosok
yang kharismatik dan berwibawa sehingga mampu mengorganisir orang-orang yang menjadi bawahan.
Dan begitu pula bawahan sebagai anak buah harus mampu tampil professional sesuai bidang yang
dibebankan. Dengan demikian maka akan tercapai satu keseimbangan dan keterpaduan yang akan
menjadi satu kesatuan gerak menuju satu tujuan yaitu pelayanan prima kepada masyarakat.
Hal yang tidak kalah penting dalam pencapaian sebuah tujuan adalah kemampuan para
pegawai yang dimotori oleh kepala KUA dalam mengenal masyarakat dengan adat dan kebiasaan
yang ada karena tugas pokok Kantor Urusan Agama adalah memberikan pelayanan kepada
masyarakat dibidang pembangunan keagamaan. Hal ini dikarenakan disetiap daerah mempunyai
karakteristik tersendiri yang tentu cara menghadapinya akan menjadi berbeda-beda. Hal tersebut
dilatarbelakangi oleh banyak hal, diantaranya tingkat pendidikan, jenis mata pencaharian, tingkat status
sosial, ekonomi dan kualitas kadar keberagamaan dan lain sebagainya.
Dalam bidang pelayanan pernikahan dan rujuk, KUA Kecamatan Kaliori dibantu oleh 27
Anggota Pembantu Pencatat Nikah (P3N) yang tersebar di 23 wilayah desa se-Kecamatan Kaliori.
Karena terdapat beberapa desa yang mempunyai wilayah yang luas dan jarak yang agak jauh, maka
ada beberapa desa yang memiliki lebih dari satu P3N.
Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori didukung oleh 4 pegawai yang terdiri dari 1 (satu)
orang Kepala dan 1 (satu) orang Penghulu serta 2 (dua) orang Staf. Semuanya berstatus Pegawai
Negeri Sipil dan dapat bekerja dalam bidang yang menjadi tugas dan wewenang KUA. Berikut ini
klasifikasi pegawai ;

Data Pegawai Menurut Jenis Kelamin
JENIS KELAMIN
NO JENIS Laki-Laki Perempuan JUMLAH KET
1 Kepala KUA 1 - 1 PNS
2 Penghulu 1 - 1 PNS
3 Staff 1 1 2 PNS
Jumlah 3 1 4
Data Pegawai Berdasarkan Kualifikasi Pendidikan

STATUS KUALIFIKASI PENDIDIKAN
NO KEPEGAWAIAN <=SLTA <=D3 S1 S2 JUMLAH

1 PNS 2 - 2 - 4
2 CPNS - - - - -
3 PTT - - - - -
Jumlah 2 - 2 - 4

Data Pegawai Berdasarkan jenjang Golongan/Kepangkatan

STATUS Pangkat/Gol
NO JUMLAH
KEPEGAWAIAN <=Gol. Gol. IIIb Gol. IIIc >=Gol.
IIId
IIIa
1 Kepala KUA - - 1 - 1
2 Penghulu - 1 - - 1
3 Staff - 2 - - 2
Jumlah - 3 1 - 4

Tugas pokok dari Kepala KUA adalah sebagaimana yang ditegaskan dalam KMA Nomor 517
Tahun 2001 yaitu melaksanakan sebagian tugas dari Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kabupaten dibidang Urusan Agama Islam. Dari penjabaran tersebut maka seorang kepala
KUA mempunyai tugas sebagai berikut:
a) Menyelenggarakan Statistik dan dokumentasi
b) Menyelenggarakan surat menyurat, pengurusan surat, kearsipan, pengetikan dan rumah tangga
Kantor Urusan Agama
c) Mengurus dan membina kemasjidan, zakat wakaf, ibadah sosial, kependudukan dan pembinaan
keluarga sakinah. Hal ini sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bimas
Islam dan Penyelenggara Haji
Dalam menjalankan fungsinya tersebut seorang kepala KUA Kec. Kaliori dibantu oleh
beberapa staf yang masing-masing diserahi tugas pada bidang tertentu. Sebagai Pembina dari para
staf KUA yang menjadi bawahannya, kepala KUA Kec. Kaliori memposisikan diri sebagai leader
berusaha agar masing-masing staf tidak hanya mampu menangani datu bidang masalah saja akan
tetapi juga mampu menangani bidang masalah lain yang menjadi tugas staf yang lain pula.
Kepala KUA senantiasa mengadakan koordinasi dengan para pegawai yang lain demi
kelancaran pelaksanaan tugas secara maksimal. Begitu pula dengan institusi yang lain baik itu instansi
pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan LSM dengan harapan akan tercipta suatu kerjasama yang
sinergis dan saling melengkapi dalam membina, memajukan dan meningkatkan pembangunan
masyarakat disegala bidang serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat disekitarnya.

Adapun uraian tugas (Job Desription) masing-masing pegawai adalah sebagai berikut:

1. Jabatan : Kepala KUA
Kec. Kaliori
Nama : Sunarto CH, S.HI
NIP :
196010031982031003
Pangkat/Gol. Ruang : Penata / IIIc
Satuan Kerja : Kan. Kemenag.
Kab. Rembang

Tugas dan Tanggung Jawabnya :
a. Sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaliori
1. Memimpin pelaksanaan tugas di lingkungan KUA Kecamatan Kaliori
2. Menyusun, merumuskan sasaran, program, kebijakan pimpinan dan rencana kegiatan rincian kegiatan
KUA Kec. Kaliori
3. Membagi tugas dan menentukan penanggung jawab kegiatan, Merencanakan, menggerakkan
mengkoordinasikan dan mengarahkan serta Mengevaluasi pelaksanaan TUPOKSI KUA
4. Melaksanakan penyelenggaraan teknis administrasi, tata usaha dan rumah tangga KUA Kec. Kaliori,
bimbingan dan pelayanan NR, pembinaan kemasjidan, zawaibsos dan baitul maal, pengembangan
keluarga sakinah dan kependudukan serta pembinaan Terhadap Badan Semi Resmi
5. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan tugas dan Memantau pelaksanaan tugas bawahan.
6. Menanggapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul di bidang urusan agama Islam.
7. Melakukan Pembinaan Secara Rutin Terhadap Peran Pembantu PPN Dalam Membantu
Melaksanakan Tugas KUA
8. Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas KUA.
9. Melaksanakan tugas koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dan lembaga-lembaga
keagamaan yang erat hubungannya dengan pelaksanaan tugas.
10. Mengadakan Pembinaan Dan Melakukan Kerjasama Dengan Ormas Islam Yang Ada Di Wilayah Kec.
Kaliori
11. Melakukan Pembenahan Secara Fisik Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Kondisi Balai Nikah Maupun
Tata Ruang Kantor
12. Menelaah dan memecahkan masalah pelaksanaan tugas KUA Kec. Kaliori
13. Menilai dan mengoreksi laporan / hasil kerja bawahan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan
tugas bawahan
14. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan
15. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada Kepala Kandep. Agama Kabupaten Rembang

b. Sebagai Petugas Pencatat Nikah / PPN
1. Menerima pemberitahuan kehendak nikah dan rujuk.
2. Memeriksa, meneliti keabsahan berkas persyaratan nikah dan rujuk calon mempelai dan walinya dan
mengumumkan melalui media.
3. Memimpin pelaksanaan akad nikah/rujuk dan menetapkan legalitas hukumnya serta menanda tangani
Akte Nikahnya.
4. Memantau dan mengevaluasi kegiatan kepenghuluan.
5. Bertindak sebagai Wali Hakim.
6. Mencatat peristiwa talak dan cerai setelah menerima Keputusan dari Pengadilan Agama.
7. Mengirim pemberitahuan nikah ke Panitera Pengadilan Agama/ Penghulu/ KUA yang mengeluarkan
Akta Cerai.
8. Bertanggungjawab atas pelaksanaan administrasi dan penyimpanan blanko NTCR.
9. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan perkawinan, kemasjidan, zakat, wakaf, ibsos, labelisasi
produk pangan halal dan kemitraan umat.

c. Sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW)
1. Menerima pemberitahuan kehendak ikrar wakaf.
2. Mengesahkan Nadzir, baik Nadzir kelompok, perorangan maupun yang berbadan hukum.
3. Menerima pelaksanaan Ikrar Wakaf.
4. Membuat Akta Ikrar Wakaf (AIW) maupun Pengganti Akta Ikrar Wakaf (APAIW).
5. Membantu sepenuhnya dalam upaya penyelesaian pensertifikatan tanah wakaf.
6. Menginventarisasi data tanah wakaf, baik yang sudah bersertifikat maupun masih dalam proses di
BPN Kabupaten Rembang.
7. Ikut membantu penyelesaian bila terjadi masalah yang berkaitan dengan pensertifikatan tanah wakaf.

d. Sebagai Ketua/Penanggungjawab/Pengelola/Kuasa Pengguna Dana DIPA dan Dana Operasional
1. Bertanggungjawab atas penggunaan keuangan atau penerimaan dan penyetoran keuangan dengan
petunjuk yang ada.
2. Bertanggungjawab atas laporan SPJ yang ada.
3. Berusaha melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai peraturan atau petunjuk yang ada.

e. Kepala KUA Sebagai Pemuka Agama di wilayah Kecamatan
Kepala KUA Kec. Kaliori selain menjalankan tugasnya dalam kegiatan intern perkantoran juga
bertindak sebagai pemuka agama di wilayah Kec. Kaliori. Sebagai seorang pemuka agama maka
kepala KUA Kec. Kaliori haruslah senantiasa:
1. Mampu menjadi teladan bagi pegawai KUA dan Masyarakat Kaliori dalam hal peningkatan kualitas dan
kuantitas pelaksanaan ibadah serta akhlaqul karimah.
2. Selalu berusaha berdakwah kepada masyarakat Kaliori dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar serta
mensukseskan program pemerintah.
3. Selalu menjaga norma hukum dan norma agama ditempat kerja dengan meningkatkan kualitas dan
kuantitas peribadatan baik ibadah wajib maupun sunnah, diantaranya dengan cara menggalakkan
sholat dhuha, shalat dzuhur berjamaah, maupun peningkatan kinerja dengan menggalakkan displin
kerja, membudayakan sikap ramah dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat yang
membutuhkan. Demikian juga dalam lingkup kehidupan keluarga dan rumah tangga, kepala KUA
diharapkan mampu menjadi imam bagi anggota keluarga yang dipimpinnya, mampu membina
keluarganya sehingga tercapai keluarga yang bahagia dan sejahtera, dan dapat mewujudkan sakinah
yang akan menjadi contoh bagi para bawahan dan masyarakat pada umumnya.
4. Selalu berupaya menjadi seorang pemimpin yang dapat dijadikan contoh dan panutan khususnya bagi
pegawai di kantor dalam hal akhlaqul karimah. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai yang
dipimpinnya bisa membawa diri ketika menghadapi masyarakat di kantor yang membutuhkan
pelayanan prima dan untuk menghadapi masyarakat ketika berbaur di masyarakat sehingga citra
Kementerian agama akan terjaga di mata masyarakat.
5. Selalu berusaha untuk peka terhadap perubahan dan dinamika yang terjadi di masyarakat serta
terhadap tuntutan perubahan jaman dan kecanggihan teknologi.
6. Kepala KUA juga memposisikan dirinya sebagai mufti ditingkat wilayah kecamatan sehingga mampu
menjawab dan memberi solusi tentang masalah keagamaan, mampu mengembangkan kehidupan
keagamaan, meningkatkan pengamalan keagamaan dan pembangunan dibidang keagaman.
Disamping itu mengembangkan istitusi keagamaan, badan kependidikan dan pengajaran agama Islam
sehingga kepala KUA menjadi tokoh yang memberi contoh dan teladan baik bagi masyarakat.
7. Berusaha menciptakan Tri Kerukunan Umat Beragama dengan cara bersama-sama dengan aparat
dan Muspika yang lain menciptakan kondisi yang kondusif, aman, tenteram dan damai di masyarakat.
Selain itu dalam setiap kesempatan juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga
keharmonisan, ketentraman dan persaudaraan antar anggota masyarakat serta untuk selalu taat
kepada pemerintah selaku ulil amri.

f. Kepala KUA Sebagai Pemuka Masyarakat
Sebagai salah satu orang yang ditokohkan oleh masyarakat di wilayah Kec. Kaliori, Kepala
KUA Kec. Kaliori juga turut berperan menjadi stabilisator, motivator dan fasilitator bagi pembangunan di
masyarakat. Selain itu juga dituntut untuk dapat berperan sebagai dinamisator di tengah-tengah
masyarakat, sehingga proses pembangunan baik fisik maupun non fisik dapat berjalan dengan baik
sesuai dengan program yang dicanangkan pemerintah. Kepala KUA berusaha mengayomi masyarakat,
membimbing masyarakat, dan mampu memposisikan dirinya sebagai contoh dan teladan yang baik
bagi masyarakat serta mampu memberikan solusi terhadap problematika yang terjadi di masyarakat.

g. Kepala KUA Sebagai Abdi Masyarakat
Adanya pemahaman dan doktrin yang telah tertanam bahwa Pegawai Negeri Sipil selain
sebagai Abdi Negara dan juga sekaligus merupakan abdi masyarakat, maka Kepala KUA Kec. Kaliori
berusaha semaksimal mungkin untuk memposisikan dirinya menjadi abdi dan pelayan yang baik bagi
masyarakat dan Negara, yang harus melayani kebutuhan masyarakat dengan mutu dan kualitas
pelayanan prima. Hal ini telah dilaksanakan dengan cara:
1. Memberikan bimbingan dan pelayanan kepada masyarakat muslim agar mampu melaksanakan ajaran
agama Islam dengan baik dan benar serta dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas ibadahnya.
Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mampu mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran agama dalam
kehidupan berkeluarga, ber-masyarakat dan bernegara.
2. Selalu berusaha membangun, mempertahankan dan meningkatkan citra Kementerian agama dan
KUA, baik ketika dalam posisi sebagai pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan abdi masyarakat.
Hal ini dimaksudkan agar KUA menjadi lembaga yang disegani oleh masyarakat.
3. Selalu berusaha memberikan bimbingan kepada masyarakat agar bersikap hati-hati dan kritis terhadap
terjadinya perkembangan sehingga tidak terjebak dalam fanatisme kelompok, permusuhan antar
sesama elemen masyarakat serta menghilangkan sikap acuh-tak acuh terhadap kelompok lain.
Kepala KUA Kecamatan Kaliori dalam kerja dan kinerjanya tidak hanya bertanggungjawab
mengenai masalah perkawinan, perwakafan, LPTQ, BKM dan kegiatan lain yang menjadi bidang tugas
KUA saja akan tetapi juga berperan aktif dalam bidang lain yang merupakan kegiatan lintas sektoral
dengan bekerja sama dengan pihak lain yang terkait baik dinas instansi maupun dengan muspika
untuk membangun masyarakat dan mensukseskan pembangunan.
Pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan fisik mental yang terangkum dalam
pembangunan ideologi, sosial budaya, ekonomi, kesehatan, keamanan, pendidikan dan bidang lain
yang tidak mungkin hanya ditangani oleh satu instansi saja tetapi harus membutuhkan kerjasama yang
baik antar instansi yang terkait. Untuk hal itu, maka Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori turut
membangun masyarakat dan berperan aktif dalam kegiatan lintas sektoral. Langkah yang dilakukan
diantaranya:
 Turut ambil bagian bersama dengan Camat dan muspika serta dinas instansi lain dalam
mensukseskan pembangunan dan membangun masyarakat.
 Mengikuti dan menghadiri kegiatan-kegiatan lintas sektoral di tingkat kecamatan yang
diselenggarakan oleh instansi/pihak terkait
 Berperan aktif dalam kegiatan lintas sektoral serta meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak
dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan di wilayah Kecamatan Kaliori.
 Saling bertukar informasi dan data yang dibutuhkan untuk mendapatkan data yang valid, actual dan
lengkap.
 Memberikan bantuan berupa ceramah keagamaan, petugas do’a dan bantuan lain dibidang
keagamaan kepada dinas/instansi dan unsure lain di wilayah kecamatan kaliori baik secara materi
maupun non materi.

2. Jabatan : Penghulu
Pertama
Nama : H. Nur Khamid, S.
HI
NIP :
197810212005011002
Pangkat/Gol. Ruang : Penata Muda Tk.
I/ IIIb
Satuan Kerja : Kantor Kemenag
Kab. Rembang

a. Sebagai Petugas Tata Usaha

1. Melayani kebutuhan pimpinan/atasan yang berkaitan dengan tugas kantor.

2. Membantu penyelesaian rekomendasi nikah, mahram haji dan ikrar masuk Islam.

3. Melayani kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan surat menyurat KUA.
4. Menjalin hubungan baik dengan atasan, instansi vertical dan institusi lainnya.

5. Menyiapkan dan membuat laporan tahunan dan bulanan

6. Melaksanakan kegiatan lintas sektoral.

7. Membuat Data Haji Se Kecamatan Kaliori

8. Memberikan Informasi Haji Kepada Para Calon Jamaah Haji

9. Memberikan Pelayanan Yang Berkaitan Dengan Semua Proses Persiapan Pelaksanaan Ibadah Haji

Di Kecamatan Kaliori.

10. Melakukan kerjasama dengan IPHI kecamatan dalam pelaksanaan manasik haji.

11. Melayani masyarakat yang memerlukan informasi tentang ZIS
12. Melayani muzakki yang akan memberikan dana melalui BAZ Kecamatan
13. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan.

14. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.

b. Sebagai Penghulu

1. Membantu Kepala KUA/Penghulu dalam menyusun rencana kerja tahunan dan operasional kegiatan

kepenghuluan.

2. Melakukan pendaftaran dan meneliti kelengkapan administrasi pendaftaran kehendak nikah/rujuk,

memeriksa calon pengantin dan membuat materi pengumumam peristiwa NR serta mempublikasikan

melalui media..

3. Mengolah dan memverifikasi data calon pengantin serta berkas-berkas persyaratan NR serta

Pemantauan pelanggaran ketentuan nikah rujuk

4. Menyiapkan bukti pendaftaran nikah/rujuk.

5. Memimpin pelaksanaan akad nikah/rujuk melalui proses menguji kebenaran syarat dan rukun

nikah/rujuk dan menetapkan legalitas akad nikah/rujuk.

6. Menerima dan melaksanakan taukil wali nikah / tauliyah wali hakim.

7. Memberikan khutbah / nasehat nikah/rujuk.

8. Memberikan penasehatan dan pembinaan kepada catin dan pasca nikah dan pembinaan keluarga

sakinah.

9. Membuat jadwal pelaksanaan nikah dan rujuk baik yang dilaksanakan di kantor, di luar kantor pada

jam kerja maupun di luar kantor di luar jam kerja.

10. Memberi nomor pada Akta (Register) Nikah

11. Memasukkan data base peristiwa NTCR dalam sistem jaringan SIMKUA

12. Membentuk kader, melatih dan memberikan konseling pada pembina dan kelompok keluarga sakinah.

13. Memantau dan mengevaluasi kegiatan kepenghuluan.

14. Membantu Kepala KUA/Penghulu dalam mengawasi dan mencatat NR baik yang dilaksanakan di

kantor maupun di luar kantor, serta melaksanakan Wali Hakim atas perintah Kepala KUA.

15. Mengolah dan menganalisis tanggapan masyarakat terhadap pengumuman peristiwa NR.

16. Mengumpulkan data kasus pernikahan.
17. Memberikan pembinaan pada satgas keluarga sakinah tingkat desa dan Keluarga Pra Sakinah,

Sakinah I, II dan III.

18. Mencatat peristiwa talak dan cerai setelah menerima Putusan dari Pengadilan Agama.

19. Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan dan penyuluhan di bidang produk

pangan halal, labelisasi halal, pengaturan arah kiblat dan kemitraan umm serta Hisab Rukyat

20. Memprogram penggunaan teknologi informasi, komputerisasi sistem data base NTCR pada program

SIMKUA dan komputerisasi surat menyurat.

21. Memelihara dan mengamankan komputer berikut program dan data-datanya.

22. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan

23. Melaporkan proses dan hasil pelaksanaan tugas

3. Jabatan : Petugas Tata
Usaha (Staff)
Nama : Sri Kurniyati
NIP :
197010151989122001
Pangkat/Gol. Ruang : Penata Muda Tk.
I/ IIIb
Satuan Kerja : Kantor Kemenag
kab. Rembang
Tugas dan Kewajibannya:
a) Melayani kebutuhan pimpinan/atasan yang berkaitan dengan tugas kantor.
b) Melayani kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan surat menyurat dan legalisir.
c) Mengadministrasikan, menyimpan dan membuat laporan blanko-blanko NTCR dalam buku BS-1 dan
BS-2
d) Memelihara kebersihan dan keamanan kantor beserta lingkungannya.
e) Menggali dan menverifikasi data-data keagamaan serta melaporkan setiap semester.
f) Membantu pelaksanaan kegiatan pembinaan dan penyuluhan di bidang kemasjidan, zakat dan ibadah
sosial.
g) Memelihara dan menganalisis kebutuhan sarana-prasarana di tiap-tiap ruangan.
h) Melaksanakan tugas yang berkaitan dengan surat menyurat baik surat keluar maupun surat masuk,
Menerima, meneruskan dan mengarsipkan surat-surat, Melayani permintaan surat-surat berupa
rekomendasi nikah, duplikat surat nikah, legalisir, surat keterangan masuk islam, dll
i) Mencatat kegiatan yang berhubungan dengan tata usaha dan kerumahtanggaan, Mengumpulkan dan
menyimpan data ketatausahaan dan kerumah tanggaan
j) Mengadministrasi kegiatan lintas sektoral
k) Mengarsip segala jenis surat-surat dinas
l) Membuat ekspedisi pengambilan surat nikah
m) Pendistribusian blangko NR
n) Mengerjakan buku stok penerimaan blangko- nikah dan rujuk
o) Mendata badan semi resmi kecamatan, Membuat laporan seputar kegiatan semua badan semi resmi
kecamatan
p) Mengadministrasi kegiatan lintas sektoral
q) Membuat catatan hasil kegiatan lintas sektoral membuat daftar hadir (absensi pegawai)
r) Mempersiapkan perangkat kerja KUA
s) Menata Buku Perpustakaan Verja, Membuat rencana kerja kepala KUA, Membuat data inventaris
kantor
t) Menginventarisasi data kegiatan ibadah sosial
u) Membuat rencana kerja kepala KUA
v) Menyimpan/mengarsipkan surat-surat penting: edaran, juklak, instruksi, peraturan-peraturan, SK,
Surat Tugas, brosur dan majalah.
w) Melaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan
x) Melaporakan proses dan hasil pelaksanaan tugas
4. Jabatan : Petugas Tata
Usaha (Staff)
Nama : Eddy Muaris
NIP :
196012071981031004
Pangkat/gol. Ruang : Penata Muda Tk. I
/ IIIb
Satuan Kerja : Kantor
Kementerian Agama Kab. Rembang
a. Sebagai Petugas Tata Usaha

1. Mengadministrasikan kegiatan KUA.

2. Melayani kebutuhan pimpinan/atasan yang berkaitan dengan tugas kantor

3. Melayani kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan surat menyurat KUA.

4. Melaksanakan segala kegiatan yang berkaitan dengan Kemasjidan, Zakat Wakaf Ibadah Sosial dan

baitul Maal
5. Mencatat, mengagenda serta melaksanakan administrasi kegiatan yang berhubungan dengan

kemasjidan, zakat, wakaf, ibadah sosial dan baitul maal
6. Mengumpulkan dan menyimpan data kemasjidan, zakat, wakaf, ibadah sosial dan baitul maal.

7. Membantu pelaksanaan administrasi perwakafan dengan mengklasifikasi dan mengarsipkan data

tanah wakaf berikut penggunaannya.
8. Melayani proses pendaftaran sertifikasi tanah wakaf
9. Melayani pembukuan ikrar wakaf, akta ikrar wakaf bagi wakif dan nadzir
10. Melakukan sosialisasi tentang perwakafan

11. Membuat laporan rekapitulasi perkembangan sertifikasi tanah wakaf secara rutin kepada Kepala

Kankemenag Kabupaten Rembang Cq Gara Zakat Wakaf
12. Membuat data directori wakaf

13. Membantu menyelesaikan sengketa tanah wakaf.

14. Membantu melaksanakan bimbingan dan penyuluhan bidang kemasjidan, zakat dan ibadah sosial.

15. Membantu menyiapkan bahan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di bidang

kemasjidan, zakat dan ibadah sosial
16. Melakukan pendataan masjid dan musholla/langgar

17. Membentuk badan kesejahteraan masjid tingkat kecamatan

18. Melakukan kerjasama dengan BKM Kecamatan untuk mengadakan pembinaan organisasi dan

manajemen kemasjidan
19. Membuat laporan tempat-tempat ibadah dan pemeluk agama

20. Menjalin hubungan baik dengan atasan, instansi vertikal dan institusi lainnya.

21. Membantu penyelesaian rekomendasi nikah, pengajian, mahram haji dan ikrar masuk Islam.

22. Memelihara kebersihan dan keamanan Kantor beserta lingkungannya.

b. Sebagai Bendaharawan

1. Menerima, mengeluarkan dan membukukan dana DIPA NR dan operasional sesuai dengan pos

penggunaan masing- masing.

2. Membuat laporan penerimaan dan penggunaan dana DIPA NR dan operasional setiap bulan.

3. Membantu Kepala KUA membuat PO anggaran penerimaan dan penggunaan dana DIPA NR dan

operasional.

4. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan PNBP dan DIPA

5. Menerima Titipan Uang Pendaftaran Pernikahan dari Catin untuk kemudian Setor PNBP NR Ke Kantor

BRI

6. Mengadministrasi keuangan BPIH untuk operasional manasik haji

7. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan BPIH
8. Menerima pengajuan dana dari UPZ ke BAZ Kecamatan Kaliori
9. Melakukan pembukuan keuangan ZIS secara Rutin

10. Membuat laporan rekapitulasi perolehan ZIS Melalui BAZ secara berkala

11. Melaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan

12. Melaporkan proses dan hasil pelaksanaan tugas
BAB II
RENCANA STRATEGIK TAHUN 2010

A. RENCANA STRATEGIK

Dengan adanya pembagian tugas sebagaimana tersebut, maka Program Kerja Tahun 2010

KUA Kec. Kaliori secara umum telah dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, baik yang berkaitan

dengan pelaksanaan tugas internal maupun hal-hal lain yang bersifat eksternal.

Untuk itu perlu dipaparkan dalam laporan ini berbagai perencanaan strategis tahun 2010 yang

dapat dilaksanakan oleh KUA Kec. Kaliori sesuai dengan fungsinya sebagaimana yang diatur dalam

KMA No. 18 tahun 1975 pasal 718, jo Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 517 Tahun 2001

tentang Penataan Organisasi Kantor Urusan Agama Kecamatan dan kebutuhan internal, sebagai

berikut ;

1. Motto
Dalam hal pelayanan dan melayani masyarakat, KUA Kaliori mempunyai Motto pelayanan yaitu:
--------------- MELAYANI DENGAN "P R I M A" ---------------
P : Profesional
R : Ramah
I : Ikhlas
M : Memuaskan
A : Akuntabel

2. Visi
Adapun Visi KUA Kaliori dalam melaksanakan tugasnya untuk melayani masyarakat adalah " PRIMA
dalam pelayanan dan santun membimbing umat Islam bersendikan akhlaqul karimah"
3. Misi
Dengan visi KUA Kec. Kaliori yang demikian luas penjabarannya, maka diperlukan suatu
kerangka konseptual yang sistematis dan tersinerginakan diantara berbagai komponen yang hendak
dicapai dalam visi tersebut. Kerangka konseptual tersebut terimplementasikan dalam suatu misi KUA
Kecamatan Kaliori, yaitu
- Peningkatan pelayanan di bidang Lintas sektoral dan kemitraan umat
- Peningkatan pelayanan di bidang Organisasi dan tata laksana
- Peningkatan pelayanan di bidang Teknis administrasi nikah rujuk
- Peningkatan pelayanan di bidang Teknis administrasi kemasjidan
- Peningkatan pelayanan di bidang Teknis administrasi ZIS dan wakaf
- Peningkatan pelayanan di bidang Teknis administrasi kependudukan dan keluarga sakinah.
- Peningkatan pelayanan di bidang Produk halal
- Peningkatan pelayanan di bidang Informasi madrasah, ponpes, haji dan umroh

Untuk mewujudkan misi tersebut, maka KUA Kaliori senantiasa meningkatkan kinerja dan
pelayanan melalui:
 Melaksanakan kegiatan statistik, dokumentasi dan pengembangan sistem administrasi dan pelayanan
publik.
 Meningkatkan pelayanan prima dan profesional dalam pencatatan nikah dan rujuk.
 Meningkatkan pembinaan keluarga sakinah dan pemberdayaan masyarakat.
 Mengembangkan manajemen dan pendayagunaan masjid, zakat, wakaf, baitul mal dan ibadah sosial.
 Meningkatkan pelayanan dan pembinaan produk pangan halal, kemitraan ummat dan hisab rukyat.
 Membina dan memberdayakan jama’ah haji
4. Tujuan dan Sasaran
a. T u j u a n
1) Mewujudkan sistem administrasi, dokumentasi dan pelayanan Public yang baik dan akuntabel.
2) Menciptakan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat dalam pencatatan nikah dan rujuk.
3) Mewujudkan keluarga yang harmonis, bahagian dan sejahtera serta terwujudnya kemandirian keluarga.
4) Mewujudkan pembinaan sistem pengelolaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan visos yang profesional
dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan ummat.
5) Meningkatkan pemahaman masyarakat dalam bidang pangan halal dan kehidupan ummat beragama.
6) Meningkatkan pelayanan haji yang memuaskan dan berkualitas sehingga terwujud jama’ah haji yang
mandiri.

b. S a s a r a n
1) Mengadakan peningkatan sistem administrasi, dokumentasi dan pelayanan publik.
2) Meningkatkan kualitas SDM dan pelayanan publik dalam pencatatan nikah dan rujuk.
3) Meningkatkan pembinaan dan koalitas keluarga sakinah sehingga terwujud kemandirian keluarga.
4) Meningkatkan pembinaan sistem pengelolaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial yang
profesional dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan ummat.
5) Mewujudkan pemahaman masyarakat dalam bidang pangan halal dan kehidupan ummat beragama.
6) Mewujudkan pelayanan haji yang memuaskan dan berkualitas sehingga terwujud jama’ah haji yang
mandiri.
Untuk mencapai tujuan dan saran tersebut, maka ditentukan kebijakan dan program sebagaimana
dipaparkan dibawah :
a. K e b i j a k a n
1) Menyiapkan SDM, sarana dan prasarana yang memadai.
2) Meningkatkan SDM dan sistem pelayanan nikah dan rujuk.
3) Meningkatkan pembinaan dan kualitas keluarga sakinah yang mandiri.
4) Meningkatkan kualitas pembinaan pengelolaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibsos yang
profesional dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan ummat.
5) Mewujudkan pemahaman masyarakat dalam bidang pangan halal dan kehidupan ummat beragama.
6) Mewujudkan pelayanan haji yang memuaskan dan berkualitas sehingga tercipta jama’ah haji yang
mandiri.
b. Program
1) Program peningkatan kualitas SDM dan pengadaan sarana dan prasarana yang memadai.
2) Program peningkatan SDM dan sistem pelayanan publik dalam pencatatan nikah dan rujuk.
3) Program peningkatan pembinaan keluarga sakinah dan pemberdayaan kemandirian masyarakat.
4) Program peningkatan pembinaan pengelolaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibsos yang
profesional dan produktif.
5) Program peningkatan kualitas pemahaman masyarakat dalam bidang pangan halal dan kehidupan
ummat beragama.
6) Program pembinaan dan pemberdayaan jama’ah haji.

B. RENCANA KERJA
Dalam rencana kinerja dibawah akan dipaparkan program dan kegiatan sebagai acuan
rencana kinerja serta indikator keberhasilan sebagai indikasi atau faktor pengukur rencana kinerja
tersebut dapat tercapai atau tidak atau setidaknya gambaran tingkat capaian dari rencana kinerja
tersebut.
1. Program dan Kegiatan
a. Program peningkatan kualitas SDM dan pengadaan sarana dan prasarana yang memadai.
Kegiatan :
1) Melaksanakan pembinaan kepada seluruh pegawai, penghulu, staf dan pembantu PPN dan Perawat
Jenazah Putri
2) Mengikuti pembinaan yang dilaksanakan oleh Kan. Kemenag Kabupaten Rembang, Kanwil Depag.
Prop. Jateng dan Balai Diklat Keagamaan Jateng.
3) Melaksanakan penataan dokumen nikah dan rujuk.
4) Pengadaan ATK dan foto copy.
5) Pengadaan inventaris kantor.
6) Melaksanakan penambahan, pembenahan, pemeliharaan, perbaikan, rehabilitasi kantor dan
inventaris.
7) Memberikan belanja operasional lainnya.
8) Melaksanakan kegiatan lintas sektoral.

b. Program peningkatan SDM dan sistem pelayanan publik dalam pencatatan nikah dan rujuk.
Kegiatan :
1) Melaksanakan kegiatan pemberdayaan potensi SDM KUA dengan berpartisipasi dalam pelatihan,
diklat, kajian ilmiah, seminar dll.
2) Mengadakan pembinaan kepada masyarakat secara berkesinambungan dalam pencatatan nikah dan
rujuk.
3) Memberikan pelayanan penasehatan dan bimbingan kepada masyarakat terhadap problematika
pencatatan nikah dan rujuknya.

c. Program peningkatan pembinaan keluarga sakinah dan pemberdayaan kemandirian
masyarakat.
Kegiatan :
1) Memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang keluarga sakinah bagi calon
pengantin dan pasca nikah.
2) Membentuk dan mengefektifkan kinerja organisasi satuan tugas (satgas) keluarga sakinah di tingkat
Kecamatan dan Kelurahan.
3) Memberikan pelayanan konseling, penasehatan dan bimbingan kepada keluarga yang bermasalah.
d. Program peningkatan pembinaan pengelolaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah
sosial (ibsos).
Kegiatan :
1) Memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam pengelolaan masjid, zakat, wakaf,
baitul maal dan ibadah sosial (ibsos).
2) Mengikutsertakan pengelola masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial (ibsos) dalam
pelatihan, sosialisasi dll.
3) Mengadakan koordinasi dengan pengelola masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial (ibsos).
4) Memberikan uang transport petugas yang menghadiri kegiatan bidang kemasjidan, zakat, wakaf, baitul
maal dan ibadah sosial (ibsos).

e. Program peningkatan kualitas pemahaman masyarakat dalam bidang pangan halal, hisab rukyat
dan kemitraan ummat.
Kegiatan :
1) Mengadakan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam labelisasi halal, hisab rukyat dan
kemitraan ummat.
2) Mengadakan verifikasi dan pengukuran arah kiblat tempat ibadah islam dan makam di wilayah
kecamatan Kaliori.
3) Mengadakan silaturrahim ulama’-umaro’.
4) Memandu dan memberikan arahan dalam pengukuran arah kiblat, labelisasi halal dan kemitraan
ummat.
5) Memberikan uang transport kepada petugas labelisasi halal, pengukuran arah kiblat dan kemitraan
ummat.

f. Program pembinaan dan pemberdayaan jama’ah haji.
Kegiatan :
1) Mengadakan bimbingan manasik haji.
2) Menyediakan pelayanan informasi ibadah haji.
3) Bersama dengan IPHI, Organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat melakukan Pembinaan dan
pemberdayaan pada anggota IPHI kecamatan untuk berperan serta dalam pembangunan masyarakat
2. Indikator Keberhasilan
a. Terwujudnya sistem administrasi, dokumentasi dan pelayanan publik yang baik dan akuntabel.
b. Terwujudnya kualitas SDM dan pelayanan dalam pencatatan nikah dan rujuk yang baik dan
memuaskan.
c. Terwujudnya pembinaan dan keluarga sakinah yang mandiri.
d. Terwujudnya pembinaan pengelolaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial (ibsos) yang
profesional dan produktif.
e. Terciptanya pemahaman masyarakat dalam bidang pangan halal, hisab rukyat dan kehidupan ummat
beragama yang lebih baik, luas dan moderat.
f. Tercapainya pelayanan haji yang memuaskan dan berkualitas sehingga terwujud jama’ah haji yang
mandiri.

No PROGRAM KERJA SASARAN/HASIL YANG DICAPAI
1 Pengumpulan & pelaporan Dapat dihimpun dan diolah data-data berupa:
data - Data model 1A – 1B
- Data Model F1-F17
- Data Kependudukan
- Data Pemeluk Agama
- Data Pembantu PPN
- Data Kepegawaian
- Data NTCR
- Data Jidzawaibsos
- Data lainnya

2 Pengumpulan&pengolahan Terkumpulnya seluruh peraturan perundang-undangan
dokumentasi peraturan/UU yang berkenan tugas-tugas KUA Kecamatan

Meningkatnya kualitas dan profesionalisme kerja dan
3 Peningkatan Kualitas SDM kinerja pegawai KUA serta tertatanya administrasi PPN,
Penghulu dan Pembantu PPN

Pengelolaan administrasi NR dan Tata persuratan
4 Meningkatkan tertib kantor yang sesuai dengan ketentuan serta
administrasi komputerisasi data dan laporan berbasis penggunaan
teknologi informasi

- Meningkatkan kesejahteraan asnaf
5 Optimalisasi penerimaan- Pengumpulan, pengelolaan, pendistribusian dan
ZIS&Wakaf, sosialisasi ZIS pendayagunaan ZIS secara efektif dan efisien
dan Wakaf - Terdatanya tanah wakaf
- Pengusulan sertifikasi tanah wakaf
- Pengusulan bantuan sertifikasi tanah wakaf
- Terselesaikannya masalah perwakafan di masyarakat
- Meningkatnya kualitas pengelolaan dan manajemen
wakaf di masyarakat
- Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berwakaf
baik dari segi kualitas maupun kuantitas

- Terdatanya jumlah penduduk agama Islam
- Terdatanya jumlah masjid, musholla & langgar
- Menyelenggarakan penyuluhan agama Islam di
masyarakat
6 Penerangan Agama Islam - Meningkatnya kesadaran beragama dan kualitas
keagamaan di masyarakat
- Meningkatnya kualitas dan kuantitas ibadah sosial di
masyarakat

- Terdatanya tempat penyelenggaraan (sekolah)
pendidikan Islam dan siswa-siswi , pengajar pendidikan
Islam (TPQ, ponpes, madin, dll)
- Menyelenggarakan penyuluhan dibidang pendidikan
7 Pendidikan Agama Islam agama Islam di masyarakat
- Meningkatnya kualitas pendidikan Islam di masyarakat

- Penentuan arah kiblat dan koreksi arah kiblat untuk
semua tempat ibadah Islam diwilayah Kecamatan
Kaliori.
- Sertifikasi arah kiblat semua tempat ibadah Islam di
wilayah Kecamatan Kaliori
- Pembinaan hisab rukyat mengenai penentuan awal
8 Hisab Rukyat ramadhan dan penentuan tanggal 1 syawal
- Pembinaan hisab rukyat mengenai pembuatan dan
penentuan penanggalan berdasar system kalender
hijriyah
- Pembinaan hisab rukyat mengenai penentuan waktu
shalat

- Adanya inventarisasi produk halal.
- Terlaksananya sosialisasi pencantuman label halal
kepada produsen
- Terlaksananya sosialisasi pentingnya penggunaan dan
konsumsi label halal kepada masyarakat dalam
mengkonsumsi produk
- Terlaksananya Pelatihan penyembelihan hewan halal
9. Sertifikasi Produk Halal - Keluarnya sertifikasi produk halal dari lembaga yang
berwenang (LPPOM-MUI)

- Terlaksananya pelatihan peningkatan kualitas
pembantu PPN
- Terdatanya Modin Putri di desa-desa wilayah kec.
Kaliori
- Terlaksananya pelatihan perawatan jenazah oleh modin
putri

10. Peningkatan Kualitas
Pembantu PPN dan Modin
/Perawat Jenazah Putri
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA

A. PENGUKURAN KINERJA
1. Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK)
Berdasarkan formulir pengukuran kinerja kegiatan tahun 2010 KUA Kec. Kaliori, maka dapat
diuraikan pencapaian rencana tingkat capaian kinerja kegiatan sebagai berikut :
a. Program peningkatan kualitas SDM dan pengadaan sarana dan prasarana yang memadai.
 Pencapaian rencana tingkat capaian kinerja kegiatan :
1) Melaksanakan pembinaan kepada penghulu, staf dan pembantu penghulu telah dapat direalisasikan
dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan
outcomes 100 %.
2) Mengikuti pembinaan yang dilaksanakan oleh Kandepag Kabupaten Rembang, Kanwil Depag. Prop.
Jateng dan Balai Diklat Keagamaan Jateng telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana
tingkat capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
3) Melaksanakan penataan dokumen nikah dan rujuk telah dapat direalisasikan dengan pencapaian
rencana tingkat capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
4) Mengadakan pengadaan ATK dan foto copy telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana
tingkat capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
5) Mengadakan pengadaan inventaris kantor telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana
tingkat capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
6) Melaksanakan pemeliharaan, perbaikan kantor dan inventaris telah dapat direalisasikan dengan
pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes
100 %.
7) Memberikan belanja operasional lainnya telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat
capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
8) Melaksanakan kegiatan lintas sektoral telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat
capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.

b. Program peningkatan SDM dan sistem pelayanan publik dalam pencatatan nikah dan rujuk.
 Pencapaian rencana tingkat capaian kinerja kegiatan :
1) Melaksanakan kegiatan pemberdayaan potensi SDM KUA dengan berpartisipasi dalam pelatihan,
kajian ilmiah, seminar dll, telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian
kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
2) Mengadakan pembinaan kepada masyarakat secara berkesinambungan dalam pencatatan nikah dan
rujuk telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator: input
100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
3) Memberikan pelayanan penasehatan dan bimbingan kepada masyarakat atas problematika
pencatatan nikah dan rujuknya telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian
kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.

c. Program peningkatan pembinaan keluarga sakinah dan pemberdayaan kemandirian masyarakat.
 Pencapaian rencana tingkat capaian kinerja kegiatan :
1) Memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang keluarga sakinah bagi calon
pengantin dan pasca nikah telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian
kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
2) Membentuk satuan tugas (satgas) keluarga sakinah di tingkat Kecamatan dan Kelurahan telah dapat
direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs
100 % dan outcomes 100 %.
3) Memberikan pelayanan penasehatan dan bimbingan kepada keluarga yang bermasalah telah dapat
direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs
100 % dan outcomes 100 %.

d. Program peningkatan pembinaan pengelolaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial
(ibsos).
 Pencapaian rencana tingkat capaian kinerja kegiatan :
1) Memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam pengelolaan masjid, zakat, wakaf,
baitul maal dan ibadah sosial (ibsos) telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat
capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
2) Mengikutsertakan pengelola masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial (ibsos) dalam
pelatihan, sosialisasi dll telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian
kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
3) Mengadakan koordinasi dengan pengelola masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial (ibsos)
telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator: input 100
%, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
4) Memberikan uang transport petugas yang menghadiri kegiatan bidang kemasjidan, zakat, wakaf, baitul
maal dan ibadah sosial (ibsos) telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian
kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.

e. Program peningkatan kualitas pemahaman masyarakat dalam bidang pangan halal, hisab rukyat dan
kemitraan ummat
 Pencapaian rencana tingkat capaian kinerja kegiatan :
1) Mengadakan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam labelisasi halal, hisab rukyat dan
kemitraan ummat telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok
indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
2) Mengadakan verifikasi dan pengukuran arah kiblat tempat ibadah islam dan makam di wilayah
kecamatan Kaliori telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok
indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
3) Mengadakan silaturrahim ulama’-umaro’ telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana
tingkat capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
4) Memandu dan memberikan arahan dalam pengukuran arah kiblat, labelisasi halal dan kemitraan
ummat telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator:
input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
5) Memberikan uang transport kepada petugas labelisasi halal, pengukuran arah kiblat dan kemitraan
ummat telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator:
input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.

f. Program pembinaan dan pemberdayaan jama’ah haji.
 Pencapaian rencana tingkat capaian kinerja kegiatan :
1) Mengadakan bimbingan manasik haji telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat
capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
2) Menyediakan pelayanan informasi ibadah haji telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana
tingkat capaian kelompok indikator: input 100 %, outputs 100 % dan outcomes 100 %.
3) Bersama dengan IPHI, Organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat melakukan Pembinaan dan
pemberdayaan pada anggota IPHI kecamatan untuk berperan serta dalam pembangunan masyarakat
telah dapat direalisasikan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator: input 100
%, outputs 100 % dan outcomes 100 %.

2. Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS)
Berdasarkan formulir pengukuran pencapaian sasaran KUA Kec. Kaliori tahun 2010, maka
dapat diuraikan sebagai berikut :
a) Mengadakan peningkatan sistem administrasi, dokumentasi dan pelayanan publik telah dapat
dilaksanakan dengan baik dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator outputs 100
% dan outcomes 100 %.
b) Meningkatkan kualitas SDM dan pelayanan publik dalam pencatatan nikah dan rujuk telah dapat
dilaksanakan dengan baik dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator outputs 100
% dan outcomes 90 %.
c) Meningkatkan pembinaan dan kualitas keluarga sakinah sehingga terwujud kemandirian keluarga
telah dapat dilaksanakan dengan baik dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator
outputs 90 % dan outcomes 83,33 %.
d) Meningkatkan pembinaan sistem pengelolaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan visos yang
profesional dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan ummat telah dapat dilaksanakan dengan
baik dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator outputs 90 % dan outcomes 90
%.
e) Mewujudkan pemahaman masyarakat dalam bidang pangan halal dan kehidupan ummat beragama telah dapat dilaksanakan dengan baik
dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator outputs 90 % dan outcomes 90 %.
f) Mewujudkan pelayanan haji yang memuaskan dan berkualitas sehingga terwujud jama’ah haji yang mandiri telah dapat dilaksanakan dengan
baik dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator outputs 90 % dan outcomes 90 %.

B. EVALUASI KINERJA
Untuk lebih memacu kinerja sekaligus memberi contoh nyata dalam pelayanan kepada
masyarakat, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang selalu memberikan
bimbingan, arahan dan contoh nyata kepada para karyawannya dengan berpedoman kepada
Keputusan Menteri Agama RI Nomor 168 tahun 2000 tentang Pedoman Perbaikan Pelayanan
Masyarakat di Lingkungan Kementerian agama dan Instruksi Menteri Agama RI Nomor 1 tahun 2000
tentang Pelaksanaan KMA Nomor 168 Tahun 2000 serta berpedoman kepada Instruksi Menteri Agama
RI Nomor 4 Tahun 1998 tanggal 27 Agustus 1998 tentang Peningkatan Efisiensi dan Upaya Perbaikan
Pelayanan Kepada Masyarakat.
Maka Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang merespon dengan lebih
meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan melakukan pembenahan, perbaikan, penyempurnaan
dan langkah-langkah nyata lain yang sifatnya memberikan pelayanan publik secara prima. Hal itu juga
dimaksudkan dalam rangka mendukung pelaksanaan peningkatan pelayanan publik. Untuk itu, guna
mengetahui sejauhmana kinerja KUA Kec. Kaliori dapat dipaparkan dalam evaluasi kinerja berikut.
1. Peningkatan Kualitas SDM dan Sarana Prasarana
Era teknologi informasi yang semakin canggih seluruh personil KUA Kecamatan Kaliori dituntut
untuk dapat menguasi tekhnologi informasi tersebut, dengan mewajibkan seluruh personel dapat
mengoperasikan komputer. Oleh karena itu pembinaan dan peningkatan kualitas SDM dititikberatkan
pada bidang tersebut dan perbaikan pelayanan pada masyarakat.
Kegiatan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang tercatat dan terarsip
dalam dokumentasi dan statistik mulai dari surat keluar, surat masuk, pendaftaran dan pelaksanaan
nikah dan rujuk, laporan cerai talak dan cerai gugat dari Pengadilan Agama dan surat-surat lainnya
yang berhubungan dengan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori baik dari Kementerian agama
atau Departemen dan Instansi lainnya.
Agar tertata rapi dan tidak mudah hilang dan untuk memudahkan maka dilakukan penjilidan
terutama yang berkaitan dengan tugas yang paling pokok bagi KUA kecamatan Kaliori yaitu :
a) Penataan model NB ( berkas pemeriksaan nikah) + model-model blanko lainnya yang berkaitan
dengan administrasi persyaratan pernikahan.
b) Penataan model N (Akta Nikah/Register Nikah).
c) Penataan model NC (Pemgumuman Nikah).
d) Penataan sibir model NA (Sibir Kutipan Akta Nikah/Surat Nikah).
e) Penataan model T (cerai talak) dan model C (cerai gugat) serta
f) Penataan AIW / APAIW beserta sertifikat BPN bagi tanah wakaf yang telah tuntas.
g) Dokumentasi-dokumentasi penting lainnya.
Selain didokumentasikan dalam bentuk fisik seperti penjabaran diatas, juga disimpan dalam
file-file komputer.
Untuk memudahkan dalam pelayanan kepada masyarakat, Kantor Urusan Agama Kecamatan
Kaliori menjalankan program yang namanya SIKUA/SIMKAH ONLINE yang dapat mengakses data-
data keseluruh KUA kecamatan se-Kabupaten Rembang termasuk Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Rembang maupun ke Kantor Wilayah Kementerian agama Provinsi Jawa Timur mulai dari
proses pendaftaran nikah sampai proses akhir, proses rujuk, proses pembuatan Duplikat Kutipan Akta
Nikah, proses pembuatan pengumuman nikah dan pengiriman laporan baik triwulan maupun tahunan
secara online.
Adapun guna menunjang kerja sistem manajemen dan administrasi kantor yang berbasis
kinerja dan komputerisasi sistem administrasi, maka dilakukan revitalisasi personil untuk meningkatkan
kemampuan, kecakapan dan kecepatan dalam melaksanakan kegiatan administratif, mengambil
tindakan solutif dan cepat dalam melaksanakan berbagai kegiatan kedinasan.
Di bidang prasarana yang dilaksanakan oleh KUA Kec. Kaliori adalah dengan menambah
sarana prasarana pendukung, diantaranya; musholla, aula, taman, laptop dan lain sebagainya. Selain
itu juga selalu menjaga dan memelihara inventaris-inventaris yang sudah ada sebelumnya, sedangkan
Rehabilitasi yang dilakukan adalah pengecatan dinding kantor.
Pegawai merupakan salah satu unsur penting yang keberadaannya sangat vital dalam hal
keberhasilan sebuah program. Yang dimaksud disini adalah pegawai yang mampu menjadi sumber
daya manusia (man power) yang memiliki semangat dan kemampuan dalam berbagi bidang yang
menjadi tugas Kantor Urusan Agama. Untuk membentuk ini semua, kepala Kantor Urusan Agama
Kecamatan Kaliori berusaha secara kontinyu mengadakan evaluasi terhadap kinerja para pegawainya
sehingga terbentuk pegawai yang cakap dalam menjalankan tugasnya, prima melayani masyarakat.

2. Peningkatan Kualitas System Pelayanan
Kecamatan Kaliori merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Rembang yang mempunyai
jumlah peristiwa nikah dan rujuk yang tiap tahunnya berkisar antara 350 sampai dengan 400, dimana
untuk tahun 2010 jumlah nikah sebanyak 401 peristiwa dan rujuk tidak ada peristiwanya, sedangkan
jumlah petugas pelaksana pernikahan yang ada di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori hanya 1
orang Penghulu dan 1 orang Kepala KUA, akan tetapi dengan sistem perencanaan kerja dan
penjadwalan pelaksanaan nikah dan rujuk sehingga semaksimal mungkin dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat dalam bidang nikah dan rujuk sesuai dengan peraturan perundangan
yang berlaku.
Pembinaan, bimbingan dan sosialisasi peraturan perundangan yang masih berlaku maupun
yang baru, terus dilakukan secara intens, gradual dan insidentil kepada penghulu, staf dan pembantu
PPN baik melalui kegiatan internal maupun eksternal yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Rembang, Kanwil Kemenag. Prop Jateng maupun Balai Diklat Depag Prop. Jateng
ataupun melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh organisasi keagamaan ataupun organisasi
kemasyarakatan dengan mengikuti seminar, sarasehan, lokakarya dan kegiatan sejenisnya, yang
meliputi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pernikahan, kepenghuluan, keluarga
sakinah, kemasjidan, produk halal, kemitraan umat, ibadah sosial, wakaf, zakat, infaq dan shadaqah.
Hal ini dilakukan agar para karyawan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori dan
masyarakat di wilayah Kecamatan Kaliori memiliki pemahaman yang sama terhadap peraturan
perundangan yang berlaku, sehingga tercipta sinkronisasi pemahaman antara karyawan KUA dan
masyarakat di wilayah Kecamatan Kaliori, sehingga tercapai apa yang diharapkan oleh pemerintah dan
masyarakat.
Disamping itu, guna memberikan pemahaman kepada masyarakat secara komprehenshif dan
berkesinambungan, maka KUA Kec. Kaliori selalu memberikan pembinaan dan penyuluhan serta
memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memanfaatkan wahana advokasi dan konseling
yang selalu dibuka oleh KUA Kec. Kaliori untuk menyelesaikan dan memberikan arahan terhadap
berbagai problematika berumah tangga.
Upaya lain untuk meningkatkan wawasan karyawan dan masyarakat, Kantor Urusan Agama
kecamatan Kaliori menyediakan perpustakaan yang buku-bukunya meliputi peraturan perundangan,
pengetahuan agama dan pengetahuan umum, buletin dan majalah keluarga.
Guna menunjang memberikan pelayanan yang cepat dan memuaskan, maka KUA Kec. Kaliori
juga menerapkan sistem informasi manejemen dengan program SIMKUA. Program tersebut bertujuan
memberikan informasi tentang peristiwa nikah, rujuk, cerai dan talak, terutama peristiwa nikah dan
rujuk, sehingga ketika ada pendaftaran dan peristiwa nikah dientry dalam sistem tersebut, maka
pengguna komputer dapat mengetahui legalitas perkawinan seseorang dengan cepat. Dengan
program tersebut pembuatan materi pengumuman peristiwa nikah, Duplikat Kutipan Akta Nikah dan
laporan bulanan dan tahunan dapat dengan langsung diketahui dan dicetak sesuai kebutuhan.
Adapun guna menertibkan pelaksanaan pernikahan agar tidak terjadi tumpang tindih
pelaksanaannya, maka sistem manajemennya dikelola dengan metode mengadministrasikan setiap
pendaftaran yang masuk dalam buku pendaftaran, diteruskan pencatatannya dalam buku jadwal
pelaksanaan pernikahan dan kemudian dicatat dalam buku kendali pelaksanaan nikah sebelum ditulis
dalam Register Nikah, sehingga setiap ada problem dapat dideteksi dini dan dicarikan solusinya secara
cepat. Dengan demikian, maka pelayanan pernikahan diharapkan dapat diberikan oleh KUA Kec.
Kaliori secara cepat, tepat dan mempunyai legalitas hukum yang pasti.
Dalam bidang tata usaha merupakan kegiatan rutin sehari-hari yang meliputi kegiatan tata
persuratan dinas, diantaranya:
a. Menerima, mengolah dan menindaklanjuti surat dari atasan maupun, dinas lain maupun dari
masyarakat serta menatanya secara teratur dan dinamis
b. Mengagenda & mengarsip surat masuk dan keluar secara berkesinambungan.
c. Menghimpun peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas pokok KUA
d. Membuat laporan tugas kepada kepala Kantor Kementerian agama Kabupaten Rembang secara tepat
waktu, baik laporan bulanan, triwulan, semesteran maupun tahunan.
Sedangkan dalam hal penyelenggaraan administrasi Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori
dibagi menjadi tiga hal yaitu:
a. Administrasi Nikah, Rujuk, Talak, dan Cerai
Administrasi nikah meliputi pendaftaran kehendak nikah, pemeriksaan berkas, pengumuman
kehendak nikah, pencatatan dalam buku akta nikah dan penyalinan dalam buku kutipan akta nikah.
Sedangkan pencatatan rujuk belum pernah dilaksanakan karena selama ini belum pernah terjadi
peristiwa rujuk di KUA Kecamatan Kaliori. Demikian juga catatan poligami dipisahkan tersendiri untuk
memudahkan administrasi.
Dalam hal pencatatan peristiwa cerai, pengadiministrasiannya dilakukan dengan cara mencatat
peristiwa cerai yang telah ada putusan pengadilan yang memiliki hukum tetap (in kracht) ke dalam
buku model T. Demikian juga untuk pencatatan peristiwa talak, pengadiministrasiannya dilakukan
dengan cara mencatat peristiwa talak yang telah mendapatkan penetapan pengadilan yang memiliki
hukum tetap (in kracht) ke dalam buku model T sebagaimana keduanya telah diatur dalam PMA nomor
2 tahun 1990.
b. Administrasi Keuangan
Administrasi keuangan KUA terdiri dari keuangan biaya nikah sejumlah Rp. 30.000,-/peristiwa N
yang merupakan biaya nikah yang masuk dalam penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) yang harus
disetorkan kepada kas Negara dan juga keuangan yang bersumber dari DIPA.
c. Administrasi Zawaibsos
Administrasi zakat yang juga menyangkut infaq dan shadaqah dilakukan oleh badan amil zakat
yang telah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Camat Kaliori, baik mulai dari proses pengumpulan,
pengelolaan dan sampai kepada pendistribusiannya.
Administrasi wakaf ini meliputi pengarsipan ikrar wakaf, akta ikrar wakaf, pengesahan nadzir dan
sertifikat yang telah selesai diurus di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Semuanya dapat dihimpun
dalam satu daftar sehingga dapat diketahui jumlah tanah wakaf yang belum ikrar wakaf, yang telah
ikrar wakaf namun belum selesai proses pensertifikatannya maupun yang telah selesai
pensertifikatannya. Dari daftar ini dapat diketahui jumlah tanah yang dijadikan sebagai sarana
kemaslahatan umum beserta ukuran luasnya.
Yang dimaksud dengan ibadah sosial dalam hal ini adalah ibadah yang bersifat sosial keharta-
bendaan yang dalam prakteknya melibatkan masyarakat sebagai penerima seperti ibadah qurban dan
santunan yatim piatu yang dilakukan sebagian masyarakat pada wilayah desa tertentu.

Administrasi perkantoran pada KUA Kaliori meliputi pengadministrasian seluruh rangkain
bidang yang menjadi tugas pokok KUA dengan tujuan agar tercipta tertib administrasi. Dengan adanya
tertib administrasi, maka akan tercipta kepastian hukum pada peristiwa nikah dan hal lain yang menjadi
bidang garapan KUA Kecamatan Kaliori seperti wakaf dan lain sebagainya.
Hal tersebut dikarenakan administrasi merupakan satu-satunya bukti autentik tentang
terjadinya sebuah peristiwa dalam ruang lingkup tugas KUA. Oleh karenanya KUA Kaliori berupaya
melakukan pengamanan administrasi dan menatanya agar memudahkan dalam pelayanan terhadap
masyarakat.
Secara lengkap bentuk administrasi perkantoran di KUA Kec. Kaliori adalah sebagai berikut:
a) Administrasi yang menjadi tanggungjawab KUA pada bidang NTCR berdasarkan KMA Nomor 11
tahun 2007 adalah yang berhubungan dengan pendaftaran nikah, pemeriksaan catin pada lembar
model NB, pengumuman kehendak nikah pada lembar NC, pengawasan nikah dan pencatatan nikah
pada lembar N, penerbitan kutipan akta nikah model NA, pencatatan pendaftaran cerai dan talak dari
hasil penetapan Pengadilan Agama yang mempunyai kekuatan hukum tetap pada buku model T dan
C, penasehatan perkawinan, pelayanan duplikat buku nikah, legalisir buku nikah.
b) Sedangkan administrasi pada bidang perwakafan meliputi:
 Benda beserta barang buktinya yang akan diwakafkan dan tujuan wakaf. Jika ditemukan tidak ada
permasalahan, maka akan diadakan ikrar wakaf
 Ikrar wakaf oleh wakif kepada nadzir (Blangko W1) yang disaksikan oleh dua orang saksi dihadapan
PPAIW
 Menerbitkan surat pengesahan nadzir (model W5)
 Menerbitkan akta ikrar wakaf (model W2)
 Membantu mengurus sertifikat wakaf ke BPN
Jika semua telah selesai, kua mengarsip semua surat dan dokumen mulai dari W1, W2, W5 dan foto
copy sertifikat yang telah selesai diurus. Dengan demikian sakan diketahui kapan saja tentang sebuah
lokasi tempat ibadah apakah telah diwakafkan secara resmi atau belum.
c) Administrasi KUA yang lain adalah yang berhubungan dengan kegiatan semi resmi seperti BP4, LPTQ
dan lain sebagainya.

3. Peningkatan Pembinaan Keluarga Sakinah
Upaya Kantor Urusan Agama Kec. Kaliori untuk melaksanakan pembinaan dan bimbingan
keluarga sakinah dilakukan kepada :
a) Calon pengantin (Pranikah)
b) Pembinaan keluarga sakinah (Pasca nikah)
c) Konseling dan penyuluhan pada masyarakat umum.
Adapun materi-materi yang diberikan kepada peserta pembinaan dan bimbingan keluarga
sakinah adalah :
a) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.
b) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU 1/1974 tentang Perkawinan.
c) Kompilasi Hukum Islam.
d) Fiqih Munakahat.
e) Fiqih Ibadah.
f) Fiqih Mu’amalah
g) Perkawinan ditinjau dari segi kesehatan fisik, mental dan spiritual.
h) Dan materi-materi lain yang berkaitan dengan pembentukan keluarga sakinah.
Pembinaan dan bimbingan keluarga sakinah dilakukan dengan beberapa tehnik :
a) Mengundang masyarakat ke Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori.
b) Bekerjasama dengan instansi lain.
c) Mengirim calon manten dan pasangan yang sudah menikah pada kegiatan pembinaan dan bimbingan
yang diadakan oleh Kantor Kementerian agama baik tingkat Kabupaten, tingkat Wilayah ataupun yang
diadakan oleh instansi lain (BKKBN).
d) Mengadakan pembinaan dan bimbingan dari rumah kerumah serta
e) Memberikan wawasan kepada masyarakat umum dalam khutbah jum’at, khutbah nikah maupun acara
lain yang memungkinkan.
Disamping, sosialisasi, pembinaan dan penyuluhan yang diberikan secara langsung kepada
masyarakat, KUA Kec. Kaliori juga membentuk Satuan Petugas (Satgas) dan Kader Pembina Keluarga
Sakinah di tiap-tiap desa. Hal itu dimaksudkan agar pembinaan secara berjenjang dan berkelompok
dapat dilaksanakan secara maksimal sehingga berimplikasi pada percepatan kualitas keluarga sakinah
di masing-masing wilayah Kelurahan. Setiap Satgas dan Kader pembina keluarga sakinah dibekali
pengetahuan dan pengalaman yang memadai dengan diikutkan dalam berbagai kegiatan pelatihan,
orientasi, seminar dan workshop yang diadakan oleh Kementerian agama maupun lembaga perguruan
tinggi.
Disamping itu, guna memaksimalkan terwujudnya keluarga sakinah yang mandiri, maka KUA
Kec. Kaliori juga memberikan advokasi dan konseling baik kepada masyarakat secara umum maupun
masyarakat yang sedang bermasalah. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menyelesaikan
permasalahannya secara mandiri dan kembali rukun menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Keluarga yang bahagia dan kekal sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun
1974 atau sering disebut keluarga sakinah mawaddah wa rahmah sebagaimana dinyatakan dalam KHI
merupakan dambaan dari setiap pasangan suami istri sehingga setiap akan berusaha untuk mencapai
hal tersebut. Namun untuk mencapainya tidak mudah Karena dibutuhkan pemahaman akan posisi,
fungsi dan kewajiban masing-masing pihak. Kadang dalam sebuah keluarga terjadi konflik
berkepanjangan tanpa mengetahui solusinya.
Setiap catin yang hendak melaksanakan pernikahan secara intensif dan rutin dilakukan kursus
kilat calon pengantin yang merupakan kegiatan memberikan penyuluhan tentang pengenalan,
pembinaan, bimbingan, konseling dan penasehatan perkawinan dan keluarga sakinah pra-pernikahan
pada semua catin yang melakukan pendaftaran nikah.
Untuk hal tersebut maka KUA Kecamatan Kaliori mengambil langkah dan upaya untuk
membantu keluarga yang mempunyai masalah seperti itu dengan langkah-langkah:
a) Menyelenggarakan penasehatan pra nikah ketika para catin mendaftarkan diri di KUA Kecamatan
Kaliori. Hal ini dimaksudkan agar para catin mempunyai bekal yang cukup dan meningkatkan
pemahaman mereka terhadap pernikahan dan selukbeluknya.
b) Memberikan jasa konsultasi dan bimbingan terhadap pasangan suami istri yang mempunyai masalah
dalam perkawinan maupun yang membutuhkan konseling perkawinan serta mereka yang akan
mengajukan cerai dan berusaha mencegah terjadinya perceraian.
c) Bekerjasama dengan petugas paramedis dan penyuluh PLKB Kecamatan Kaliori untuk senantiasa
memberikan penyuluhan dan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi remaja. Ini dikhususkan
kepada para catin yang akan menikah.
Dibidang keluarga sakinah, KUA Kecamatan Kaliori melakukan langkah sebagai berikut:
a) Membentuk SATGAS Keluarga Sakinah Tk. Kecamatan.
b) Mengadakan pendataan Keluarga Sakinah di setiap desa melalui P3N.
c) Menetapkan desa binaan keluarga sakinah yaitu desa Tunggulsari
Cita-cita untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah dan rahmah sebagaimana disebut
dalam KHI atau untuk mewujudkan keluarga yang kekal dan bahagia sebagaimana disebutkan dalam
undang-undang perkawinan nomor 1 tahun 1974 merupakan dambaan setiap orang. Namun untuk
menuju kearah tujuan mulia tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dicapai karena dalam menjalani
kehidupan perkawinan banyak sekali rintangan yang bisa berujung pada perselisihan yang akhirnya
dapat menghapuskan gambaran cita-cita yang diinginkan tersebut.
Atas dasar inilah maka dibentuklah badan penasehatan, pembinaan dan pelestarian
perkawinan yang bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan tentang selukbeluk pernikahan dan
segala permasalahannya serta bertujuan untuk menjadi wadah bagi tempat meminta nasehat,
bimbingan dan mediator/konselor bagi pasangan yang memerlukan konseling perkawinan.
Dalam mewujudkan tujuan mulia tersebut BP4 Kecamatan Kaliori melakukan langkah-langkah
sebagai berikut:
a) Menyelenggarakan penasehatan pada catin ketika mereka melakukan pendaftaran kehendak nikah di
KUA atau dalam masa tenggang 10 hari sebelum pernikahan. Ini dimaksudkan agar mereka betul-betul
mempunyai kesiapan, pemahaman tentang perkawinan beserta kewajiban dan tanggungjawab yang
melekat sebagai suami istri. Disamping itu juga diberikan pengertian tentang segala permasalahan
yang kerap kali timbul dalam sebuah perkawinan
b) Senantiasa membuka kesempatan kepada siapa saja untuk berkonsultasi tentang bunga rampai dan
permasalahan perkawinan atau konsultasi dan penasehatan ketika terjadi konflik dalam rumah tangga.
c) Senantiasa meningkatkan kemampuan dan profesionalisme bagi korp penasehat dalam
mengidentifikasi, memberikan layanan konsultasi dan bimbingan serta penasehatan dan sekaligus
kemampuan mencari solusi/pemecahan masalah pernikahan.
d) Pembenahan administrasi pernikahan
e) Menunjuk dan membina desa binaan keluarga sakinah dengan membentuk satgas desa binaan
keluarga sakinah dan kader motivator keluarga sakinah

4. Peningkatan Pembinaan Kepenghuluan dan NR
Perkawinan merupakan bidang terbesar diantara bidang-bidang yang ditangani KUA Kec.
Kaliori. Bidang ini merupakan wilayah kerja penghulu. Dalam menangani masalah yang berkaitan
dengan bidang munakahat harus memenuhi dua unsur hukum sekaligus yaitu hukum Negara
(perundang-undangan) dan hukum agama Islam. UU No.1 tahun 1974 tentang perkawinan yang dalam
pelaksanaannya diatur dalam PP no 9 tahun 1975, PMA no 02 tahun 1990, KMA no 477 tahun 2004,
KMA No. 11 tahun 2006, Kompilasi hukum Islam sebagai aturan pendamping telah menentukan azas
pernikahan sebagai berikut:
a) Tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang kekal dan bahagia
b) Sahnya perkawinan bilamana dilaksanakan sesuai dengan agama masing-masing dan aturan
perundang-undangan yang berlaku
c) Perkawinan harus dicatat oleh lembaga yang berwenang
d) Perkawinan di Indonesia menganut azas monogamy
e) Azas mempersulit perceraian
f) Suami dan istri mempunyai kedudukan yang seimbang
Mengacu pada pada ke-enam prinsip dasar tersebut maka KUA Kecamatan Kaliori mengambil
langkah sebagai berikut:
a) Agar pasangan suami istri dapat bahagia dan kekal ketika akan menikah diberikan bekal pembinaan
mental catin dengan tujuan agar para catin siap menghadapi berbagai hal yang akan terjadi dalam
sebuah perkawinan/rumah tangga, baik hal yang menyenangkan yang patut disyukuri maupun hal yang
tidak menyenangkan yang menuntut kesabaran sehingga suami istri bisa qonaah menjaga
kelangsungan dan keutuhan rumah tangga dan perkawinan mereka.
b) Tidak melaksanakan pengawasan dan pencatatan perkawinan bagi pasangan yang beda agama
bahkan untuk salah satu pasangan yang baru masuk Islam ketika merencanakan pernikahan, sebelum
pernikahan terjadi selalu dihimbau agar banyak belajar agama Islam muali dari aqidah, muamalah,
ibadah dan lain sebagainya. Hal itu dimaksudkan agar muallaf tersebut tidak menjadikan pernikahan
dan agama sebagai kedok untuk niat yang tidak baik (hanya untuk bisa menikah dengan orang yang
disukai) lalu kembali ke agama yang lama. Juga diberikan pengertian bahwa bila salah satu dari
pasangan suami istri tersebut yang murtad maka dengan sendirinya pernikahan akan fasiq.
c) KUA Kaliori menolak untuk menikahkan sirri (tidak dicatat/hanya menggunakan hukum agama dan
mengesampingkan aturan undang-undang) dan selalu menghimbau kepada masyarakat untuk
menghindari nikah sirri dengan berbagai kekurangan, kelemahan dan kibat negatif yang timbul
daripadanya. Sosialisasi tentang pentingnya legalitas dalam sebuah perkawinan yang dibuktikan
dengan adanya buku kutipan nikah model NA yang digunakan sebagai bukti akta otentik yang
mempunyai kekuatan hukum yang kuat sebagai pembuktian atas terjadinya peristiwa pernikahan yang
sesuai dengan hukum agama dan hukum Negara. Karena ini terkait erat dengan pernasaban, kewalian
anak, waris dan lain sebagainya.
d) KUA Kaliori menolak poligami hanya dengan berbekal istri tua pada selembar kertas bermaterai 6000
atau kertas segel tanpa ada ijin dari Pengadilan Agama.
e) Dalam kaitannya dengan bimbingan dan penasehatan perkawinan KUA Kaliori senantiasa berusaha
untuk memberikan pengertian kepada pasangan suami istri yang sedang mengalami konflik rumah
tangga. Dalam hal ini KUA melalui BP4 bertindak sebagai konselor perkawinan dengan memberikan
pertimbangan, nasehat dan saran kepada pasangan yang membutuhkan layanan konseling
perkawinan mereka.
f) Ketika pasangan memasuki fase pra menikah maupun fase pasca pernikahan, KUA Kecamatan Kaliori
berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pengertian, pemahaman dan wawasan yang luas
tentang pernikahan dan bunga rampainya dengan mengutamakan nasehat tentang pemenuhan
kewajiban masing-masing pihak dan keseimbangan kedudukan masing-masing pihak dalam
rumahtangga. Tidak hanya itu, setiap penasehatan suscatin pranikah, catin selalu diberikan buletin
klinik sakinah secara gratis.
Hal tersebut diatas merupakan tugas kepenghuluan yang ada di KUA Kecamatan Kaliori yang
telah berjalan dengan baik. Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dan kinerja
dari pada Pembantu PPN dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, maka diadakan
pertemuan untuk mengkoordinasikan dan melakukan pembinaan kepada semua Pembantu PPN se-
Kecamatan Kaliori yang diadakan sebulan sekali pada tanggal 7 setiap bulannya. Dalam kesempatan
tersebut juga sekaligus menerima informasi penting yang berkaitan dari hasil rakor Kepala KUA se-
Kabupaten Rembang, yang dilaksanakan pada tanggal 8 setiap bulannya.
Dalam hal administrasi yang berkaitan dengan pelayan prima kepada masyarakat maka
Penyerahan Buku Kutipan Akta Nikah (Model NA) kepada pengantin diberikan langsung setelah akad
nikah selesai dilaksanakan. Begitu pula dalam hal pencatatan peristiwa nikah dalam Buku Akta Nikah
(Model N) dilakukan segera setelah akad nikah selesai dilaksanakan. Dalam hal waktu pelayanan
nikah kepada masyarakat, KUA Kecamatan Kaliori berusaha untuk melayani pelaksanaan nikah diluar
kantor secara tepat waktu sesuai dengan keinginan atau kehendak masyarakat.
Arsipasi Model N.1, N.2,N.3, N.4, N.B serta persyaratan lain sebagai bukti penunjang dilakukan
secara teratur dan dinamis, antara lain foto copy akta kelahiran, bukti duda/janda dan
sebagainya, begitu pula ekspedisi pengambilan buku Model NA juga ditata dengan baik. Kasi Urais
selaku pejabat yang berwenang membina kegiatan kepenghuluan di KUA dan sesuai dengan pasal 1
PMA No. 2 tahun 1990 yang menyatakan bahwa setiap minimal 3 (tiga) bulan sekali melakukan
pemeriksaan administrasi NTCR di KUA serta melakukan pengawasan atas pelaksanaan tugas
kepenghuluan.

5. Peningkatan Pembinaan Ibadah Sosial
a. Wakaf
Di bidang perwakafan dilakukan dengan pendataan tanah wakaf di wilayah kecamatan Kaliori
adalah merupakah langkah awal yang dilakukan oleh Kantor Urusan Agama kecamatan Kaliori untuk
mengetahui berapa jumlah tanah wakaf yang berada di wilayah Kecamatan Kaliori, dengan memilah-
milah beberapa yang sudah ber-AIW, ber APAIW, yang belum ber-AIW, yang sudah sertifakat dan
yang belum bersertifikat.
Kemudian setelah mengetahui data tanah wakaf, KUA Kec. Kaliori selalu memberikan
penerangan dan bimbingan kepada masyarakat yang tanah wakafnya belum ber-AIW dan yang belum
bersertifikat dan membantu mereka mengurusnya hingga selesai.
Yang dimaksud perwakafan disini adalah perwakafan tanah milik, karena yang terjadi di
Kecamatan Kaliori hanyalah perwakafan model ini. Tanah wakaf ini harus dijaga kelestariannya karena
merupakan asset yang dimiliki oleh umat Islam yang dapat dijadikan sebagai tempat mendirikan
bangunan yang akan digunakan sebagai media ibadah dan dakwah. Kuantitas dan kesadaran
masyarakat Kaliori untuk mau ber-wakaf (mewakafkan tanah milik pribadi mereka) maupun untuk
menjamin kepastian hukum tanah wakaf yang ada di masyarakat semakin tahun semakin meningkat.
Namun kampanye dan sosialisasi tentang kesadaran berwakaf dan untuk memperjelas status
tanah wakaf tersebut juga selalu dilaksanakan karena masih banyak asset tanah wakaf yang belum
diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk mengurus ikrar wakaf maupun pensertifikatan tanah
wakaf guna menjamin kepastian hukum, jaminan keamanan dan eksistensi obyek wakaf .
Untuk kelestarian dan kepastian hukum masalah tanah wakaf ini KUA Kec. Kaliori menempuh
langkah sebagai berikut:

1. Penataan administrasi tanah wakaf mulai dari ikrar wakaf, akta ikrar wakaf,
pengesahan nadzir dan membuat direktori wakaf.
2. Mengadakan sosialisasi perundang-undangan yang mengatur masalah wakaf kepada
masyarakat dengan tujuan agar perwakafan tidak hanya dilakukan secara lesan yang
berakibat kurang jelasnya kepastian hukum atas tanah tersebut namun juga ikrar
wakaf dilakukan secara tertulis dihadapan PPAIW dengan bukti akta ikrar wakaf yang
kemudian dilanjutkan dengan pensertifikatan tanah wakaf.
3. Membantu pengurusan sertifikat tanah wakaf di BPN bersama dengan Gara ZAWA
Kandepag Kab. Rembang.
4. Memantau pemanfaatan tanah wakaf apakah sesuai dengan tujuan wakaf atau tidak.

Demi keselamatan harta wakaf di wilayah Kecamatan Kaliori Kantor Urusan Agama Kecamatan
Kaliori melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengadakan penyuluhan tentang pentingnya pengamanan harta wakaf melalui sertifikasi tanah wakaf
setiap ada konferensi Kepala Desa.
2. Melayani dan mempermudah bagi warga yang berniat untuk sertifikasi tanah wakaf (program jemput
bola).
Perwakafan tanah milik merupakan salah satu asset umat Islam yang keberadaannya sangat
mendukung berbagai kegiatan keagamaan, karena semua kegiatan tersebut membutuhkan tempat
resmi yang tidak terganggu keberadaan statusnya. Dalam pelaksanaan ikrar wakaf, pihak-pihak yang
berkaitan dengan ikrar wakaf seperti wakif, 2 orang saksi, nadzir (ketua, sekretaris, bendahara, 2 orang
anggota) diminta menghadap kepada kepala KUA secara langsung selaku PPAIW di KUA.
Adapun jika memungkinkan pelaksanaan ikrar wakaf bertempat di tempat ibadah atau tempat
pendidikan sebagai obyek wakaf dengan dihadiri dan disaksikan oleh masyarakat setempat sehingga
mereka bisa turut menyaksikan ikrar wakaf tersebut karena suatu saat kelak masyarakatlah yang akan
menjadi saksi kuat bahwa benar telah terjadi ikrar wakaf dari wakif kepada nadzir dihadapan PPAIW.
Model ikrar wakaf seperti tersebut diatas disosialisasikan dan dibudayakan kepada masyarakat
agar mereka termotivasi untuk berwakaf dan sekaligus sebagai upaya untuk syiar Islam.
Selain tradisi ini juga bertujuan untuk memberikan kesadaran hukum kepada masyarakat, bahwa
tanah yang telah diwakafkan hendaknya dilegalisasi dihadapan PPAIW dan untuk selanjutnya diproses
sertifikat wakafnya agar kemudian hari tidak timbul masalah yan bisa mengakibatkan pencabutan
wakaf karena tidak da bukti otentik secara sah menurut hukum dan undang-undang bahwa tanah
tersebut telah diwakafkan.
Upaya sosialisasi wakaf tersebut kami laksanakan dengan cara berkoordinasi dengan kepala
desa se-Kecamatan Kaliori dan menugaskan kepada pembantu PPN untuk membantu pelayanan
perwakafan.
b. Kemasjidan
Dalam rangka mengupayakan pengelolaan masjid, langgar ataupun musholla yang professional
di wilayah Kecamatan Kaliori, Kantor Urusan Agama kecamatan Kaliori melakukan pembinaan dan
mengirim ta’mir masjid, pengurus langar dan pengurus musholla serta remaja masjid untuk mengikuti
kegiatan yang berkaitan dengan keta’miran baik yang dilaksanakan oleh Dewan Masjid Indonesia
(DMI) Kabupaten Rembang maupun yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian agama.
Disamping mengirim para pengelola masjid, langgar dan mushalla, KUA Kec. Kaliori juga
mengkoordinasikan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kemasjidan dan lembaga dakwah.
Dengan demikian, diharapkan usaha yang dilakukan oleh takmir masjid maupun lembaga dakwah
dalam memberikan bimbingan dan pencerahan kepada ummat dapat berjalan searah sehingga
mempunyai efektifitas yang tinggi untuk mengarahkan ummat melaksanakan kehidupan dunia sesuai
dengan aturan yang digariskan oleh Allah SWT dan Rasulnya.
Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat berjamaah saja akan tetapi juga dapat
dijadikan tempat pembinaan keagamaan bagi kaum muslimin dan kegiatan lain yang bersifat
keagamaan serta pengembangan kualitas hidup umat islam. Pengisian masjid dengan berbagi
kegiatan keagamaan adalah dalam upaya memakmurkan masjid, syiar Islam dan dakwah islamiyah
sehingga kaum muslimin dapat beribadah dan bermasyarakat dengan benar dalam suasana pergaulan
yang berlandaskan akhlaqul karimah. Hal ini semua akan dapat terjadi ketika manajemen masjid
dikelola secara bagus.
Hal lain yang tak kalah penting adalah status hukum atas tanah masjid dan tempat ibadah lain
yang jelas sehingga tidak diganggu dan digugat pihak tertentu, dipegang oleh pengurus yang orang-
orangnya mempunyai semangat berjuang tanpa pamrih dan ahli dalam menyusun program kerja.
Melihat hal-hal tersebut diatas, maka KUA Kec. Kaliori melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Membentuk kepengurusan Dewan masjid tingkat Kecamatan Kaliori
2. Sertifikasi Arah kiblat pada tempat ibadah islam yaitu masjid, musholla, langgar
3. Berupaya menertibkan organisasi dan administrasi kemasjidan dengan memberi bimbingan serta
pembinaan kepada para pengurus masjid, langgar dan musholla.
4. Menghimbau kepada pengurus masjid agar membuat program dakwah, sosial dan pendidikan
sehingga masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat berjamaah saja. Disamping itu juga
melakukan pembinaan dan pengembangan organisasi kemasjidan.
5. Mengupayakan setiap tanah yang didirikan masjid, langgar atau musholla berstatus tanah bersertifikat
wakaf.
6. Mengupayakan masjid mampu membentuk kader penerus yang menggantikan generasi tua sehingga
kemakmuran masjid dapat terjaga
7. Mempersiapkan salah satu masjid untuk mengikuti lomba kemasjidan
8. Membantu mengurus kelancaran permohonan bantuan pembangunan rehabilitasi masjid, langgar dan
musholla
9. Melakukan pembagian nazca khutbah jum'at untuk bulan ramadhan 1431 H disemua masjid di wilayah
Kaliori.
Kepala KUA Kecamatan Kaliori merupakan ketua BKM yang mempunyai tanggungjawab agar
masjid dapat berfungsi sebagai tempat ibadah dan juga sebagai tempat pembinaan dan
pengembangan umat Islam agar kualitas dan kuantitas ibadah umat Islam serta kualitas kehidupan
umat Islam lebih meningkat. Intinya, masjid juga digunakan sebagai tempat dakwah umat Islam
sehingga masjid dapat melahirkan masyarakat Islam yang benar-benar berkualitas Islam kaffah yang
paham dan mampu mengamalkan ajaran Islam. Dengan hal ini maka diharapkan syiar Islam akan
nampak dan terwujud.
Untuk mencapai tujuan ini maka kepala KUA Kecamatan Kaliori mengambil langkah sebagai
berikut:
1. Mengupayakan masjid dipegang oleh pengurus yang benar-benar amanah dalam menjalankan
pengabdian dan amanah yang dibebankan kepadanya, pandai menyusun program dan mampu
menjalankan program tersebut dengan baik, mempunyai semangat ikhlas untuk berjuang dijalan Allah.
2. Mengupayakan masjid mempunyai administrasi yang baik dengan membantu pembentukan dan
penyempurnaan pengurus masjid
3. Mengupayakan untuk mengefektifkan dakwah di masjid
4. Mengupayakan tersedianya perpustakaan masjid dengan buku-buku yang lengkap dan memadai yang
dapat dimanfaatkan oleh pengunjung, masyarakat dan jamaah.
5. Membina, meningkatkan & mengembangkan tempat ibadah serta meningkatkan penghayatan dan
pengamalan ajaran Islam.

c. ZIS (Zakat, Infaq, dan Shadaqah)
Adapun dibidang ZIS dan ibadah sosial adalah dengan mengadakan pembinaan dan pendataan
terhadap keberadaan Badan Amil Zakat di wilayah Kecamatan Kaliori. Menghimpun infaq atau
shadaqah dari para karyawan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori, Memberikan penerangan
kepada masyarakat tentang zakat, infaq dan shodaqah dengan harapan dapat memberdayakan
keluarga terbelakang sehingga kehidupan mereka dapat sejajar dengan yang lain, baik secara ekonomi
ataupun lainnya.
Sejak tahun 2007 s/d 2010 KUA Kec. Kaliori ditunjuk oleh BAZDA Kabupaten Rembang untuk
ikut membantu penyaluran distribusi zakat untuk dibagikan kepada para mustahiq di wilayah
Kecamatan Kaliori. Dan sejak tahun 2009 s/d 2010 ini, KUA Kec. Kaliori diberikan amanah oleh LP2A
Kabupaten Rembang untuk mendayagunakan dana bergulir untuk program modal kerja pada Desa
Karangsekar sebagai Desa Binaan LP2A KUA Kec. Kaliori, dan hingga saat ini telah berjalan dengan
lancar.
Adapun guna menjaga ibadah ummat agar sesuai dengan ajaran agama dan tidak dipengaruhi
oleh ajaran sesat, maka disamping selalu memberikan penyuluhan agama, KUA Kec. Kaliori juga
secara aktif merespon berbagai keluhan masyarakat yang dirasakan ada gerakan atau kegiatan yang
dianggap melanggar ajaran Islam.
Zakat merupakan ibadah maliyah yang di syariatkan Allah agar harta tidak hanya dinikmati oleh
para aghniya’ saja akan tetapi juga bermanfaat bagi kaum dhuafa’ dalam rangka meningkatkan kualitas
hidupnya. Di Indonesia dalam hal pelaksanaan ibadah ini diatur oleh UU No. 38 tahun 1999. Lahirnya
UU ini dimaksudkan agar umat Islam semakin sadar akan kewajibannya dan pelaksanaannya dapat
sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam rangka peningkatan penanganan zakat infaq dan shadaqah di Kec. Kaliori, KUA
mengambil langkah sebagai berikut:
1. Bekerjasama dengan Muspika, Kepala Desa dan Pembantu PPN dalam mensosialisasikan undang-
undang Nomor 38 tahun 1999 kepada masyarakat muslim di Kec. Kaliori serta berupaya meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk mengeluarkan ZIS yang tidak hanya terpaku pada zakat fitrah saja akan
tetapi juga berkembang ke zakat maal dan bentuk zakat lainnya.
2. Menghimbau kepada para aghniya’ melalui para ustadz, kyai agar melaksanakan kewajibannya
mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah melalui pengajian, majelis ta’lim maupun mimbar jum’at.
3. Memohon kepada camat Kaliori agar mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk
mengeluarkan infaq di bulan ramadhan.
4. Membentuk dan mengaktifkan Badan Amil Zakat periode 2007-2010 sebagai lembaga semi resmi.
5. Meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mendistribusikan zakat
mulai dari pengumpulan sampai dengan pendayagunaan dan pengawasan pelaksanaan zakat yang
tepat sasaran.
6. Memantau dan mengevaluasi perolehan zakat, infaq dan shadaqah
7. Mengembangkan pentasarufan ZIS untuk pengembangan ekonomi dalam rangka pengentasan
kemiskinan.
8. Pendataan fakir dan miskin di wilayah Kec. Kaliori dan Melaporkan data mustahiq dan muzakki.
d. Ibadah haji
Ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan pembuktian konsistensi dari tindaklanjut ritual
yang telah dilaksanakan di tanah suci. Kegiatan ibadah haji adalah ibadah yang tidak hanya selesai
setelah melakukan haji dan umroh di haramain saja akan tetapi juga membutuhkan tindaklanjut dari
para hujjah untuk selalu memelihara ke-mabrur-an haji. Sehingga para hujjah dituntut untuk lebih peka
terhadap masalah sosial yang ada dilingkungannya sendiri-sendiri secara khusus dan lingkungan
masyarakat yang lebih besar pada umumnya. Demikian juga masyarakat dan instansi pemerintah yang
berkompeten juga diharapkan mampu memberdayakan mereka.
Dalam hal ini KUA Kaliori melakukan pembinaan mulai dari tahap sosialisasi peningkatan
kesadaran untuk berhaji dan berumroh kepada masyarakat agar ibadah haji dilaksanakan sejak muda,
pemberian informasi haji yang benar, lengkap, akurat, komprehensif dan kontinyu. Selanjutnya
melaksanakan bimbingan pemantapan manasik haji pada calon jamaah haji dari wilayah kecamatan
kaliori dan kecamatan sumber. Mengadakan acara ziarah haji baik ketika sebelum keberangkatan dan
sesudah kepulangan, selain itu juga melaksanakan upacara pelepasan dan pemberangkatan calon
jamaah haji serta pemulangan jamaah haji. Pelayanan juga diberikan kepada jamaah haji melalui
pengumpulan dan pengambilan kopor haji. Kemudian data lengkap untuk mendata para hujjah yang
tersebar di wilayah Kaliori.
Sejak tahun 2007 KUA Kec. Kaliori diberikan kepercayaan oleh Kan. Kemenag. Kabupaten
Rembang untuk melaksanakan kegiatan pembinaan pemantapan manasik haji untuk wilayah kec.
Sumber dan Kaliori. Pada tahun 2010 ini KUA Kec. Kaliori diberi amanat untuk memberikan bimbingan
manasik haji kepada 35 orang calon jama’ah haji. Oleh karena itu amanat tersebut telah dilaksanakan
dengan baik oleh KUA Kec. Kaliori dengan nara sumber dan kepanitian yang melibatkan seluruh
potensi SDM KUA Kec. Kaliori dan dibantu oleh beberapa pengurus Ormas Islam maupun dari IPHI
Kec. Kaliori Rembang.
Guna menyempurnakan maksud kegiatan tersebut, maka KUA Kec. Kaliori selalu membuka
pintu untuk memberikan informasi, arahan dan bimbingan yang bersifat personal maupun kelompok
kepada para calon jama’ah haji maupun pasca haji, agar masyarakat dapat melaksanakan kegiatan
ibadah hajinya di tanah suci Makkah dengan baik, lancar, mandiri dan paham atas hikmah hajinya
serta berdaya dan bermanfaat setelah mereka kembali ke tanah air Indonesia.
Langkah yang telah dilakukan KUA Kaliori dalam rangka pembinaan haji kepada masyarakat
dan jamaah haji antara lain:
1. Bekerjasama dengan IPHI Kec. Kaliori, KUA melaksanakan bimbingan manasik haji kepada para calon
jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci.
2. Berusaha memberikan informasi terhadap masyarakat tentang seluk-beluk per-haji-an.
3. Melakukan pendataan terhadap para jamaah haji yang telah melaksanakan ibadah haji
4. Melakukan koordinasi dengan IPHI dan Kecamatan Kaliori untuk melaksanakan kegiatan
pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji, serta pengumpulan dan pengambilan kopor haji.
5. Pembinaan dilaksanakan dengan cara senantiasa Turut aktif ikut dan berperan serta dalam pengajian
rutin IPHI
6. Ikut mensupport terhadap pembangunan gedung IPHI kecamatan Kaliori yang pada tanggal 22
Oktober 2010 telah selesai dibangun dan diresmikan penggunaannya secara resmi.

e. Kegiatan Ibadah Sosial lainnya
KUA Kaliori senantiasa secara aktif selalu mendorong kesadaran masyarakat untuk
meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan ibadah mereka dan kegiatan sosial kemasyarakatan
demi kemajuan pembangunan masyarakat. Misalnya saja pada kegiatan pelaksanaan ibadah qurban,
pengajian umum dan majelis ta’lim, peringatan hari besar keagamaan, kependidikan islam, seni
budaya islam dan lain sebagainya. Pengamalan dan peningkatan pengetahuan dan pemahaman
agama kepada masyarakat merupakan hal yang penting dalam agama karena Islam akan nampak
sebagai rahmatan lil ‘alamin ketika umatnya memahami dan mengamalkan Islam secara sempurna /
Kaffah. Berhubungan dengan hal tersebut maka KUA Kecamatan Kaliori mengambil langkah sebagai
berikut:
1. Mengefektifkan para penyuluh agama Islam non PNS / Penyuluh agama Islam honorer yang ada di
Kecamatan Kaliori.
2. Melakukan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan para ustadz, kyai dan tokoh agama serta para
penyuluh honorer di wilayah Kecamatan Kaliori sehingga penyuluhan agama Islam bisa berjalan
maksimal dan diterima oleh masyarakat.
3. Melakukan koordinasi dengan lembaga dakwah dan ormas Islam di wilayah Kecamatan Kaliori.
4. Mengisi pengajian di instansi terkait, disaat diadakan rakor dinas Instansi tingkat Kecamatan Kaliori
satu bulan sekali.
5. Meningkatkan dan menggairahkan pelaksanaan ibadah sosial di masyarakat.
6. Menunjuk dan memilih desa binaan LP2A serta melakukan pembinaan terhadap desa binaan (qoriyah
toyyibah)
7. Mengisi khotbah Jum’at di masjid Ar-rohman Kaliori setiap Jum’at Pon. Termasuk melibatkan para
Pembantu PPN yang dipandang mampu.
8. Mengisi acara selapanan setiap malam jum'at pon di Musholla Al-Barokah KUA Kaliori
Sebagai lembaga yang bertugas untuk mengembangkan tilawatil qur’an, Kantor Urusan Agama
Kecamatan Kaliori telah melakukan upaya dalam rangka membentuk umat Islam yang mampu
membaca al-qur’an secara fasih dan benar, maka telah dilakukan upaya-upaya sebagai berikut:
1. Membentuk dan mengefektifkan kepengurusan Badko TPQ tingkat kecamatan Kaliori yang merupakan
wadah koordinasi antar TPQ se Kecamatan Kaliori serta mengirim ustadz/ustadzah untuk mengikuti
pembinaan di tingkat kabupaten Rembang.
2. Menyelenggarakan seleksi MTQ di tingkat Kecamatan Kaliori dengan mengadakan MTQ Tk.
Kecamatan dalam rangka HUT RI Ke 64 tahun 2010.
3. Mengirimkan kafilah untuk mengikuti MTQ tingkat kabupaten Rembang dengan Mengirimkan peserta
Qori’/Qori’ah untuk mengikuti MTQ di tingkat Kabupaten.
4. Sesuai dengan penunjukan Kantor Kementerian agama Kab. Rembang, mengirimkan peserta MTQ
yang menjadi utusan dari Kab. Rembang untuk mengikuti MTQ tingkat propinsi.
5. Membentuk dan mengefektifkan kepengurusan Jam'iyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) kecamatan Kaliori
6. Mengadakan bimbingan TPQ di desa-desa sewilayah Kecamatan Kaliori dan melakukan pendataan
TPQ setiap 6 bulan sekali.
7. Membina pengelola pelatihan pengembangan tilawatil qur’an di wilayah kecamatan kaliori.
8. Mengadakan latihan qiro'at di musholla Al-Barokah KUA Kaliori hari sabtu setiap dua minggu sekali
(minggu ke 2 dan ke 4) pada setiap bulannya.
Hari besar Islam merupakan momen yang tepat untuk melakukan syiar Islam karena akan
mudah untuk diingat, dipahami dan merupakan dakwah yang mudah untuk menyentuh kesadaran
keberagamaan masyarakat. Adapun langkah yang dilakukan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori
adalah:
1. Penyelenggaraan peringatan tahun baru Islam (muharraman) dengan gerakan santuni anak yatim
piatu.
2. Menghadiri dan memberikan sambutan pengarahan pada acara PHBI yang diadakan di desa-desa.
3. Bantuan masjid Karangsekar Rp.5.000.000,- dari Prop. Jateng
4. Membuat desa binaan LP2A yaitu desa Karangsekar.
5. Memberikan pinjaman lunak kepada duafa’ di desa Karangsekar.
6. Rukuhisasi, membagikan rukuh di masjid dan mushola
7. Penyelenggaraan kegiatan halal bihalal tingkat kecamatan
8. Bekerja sama dengan badko TPQ kecamatan dan LPTQ kecamatan mengadakan lomba tilawah dan
murottal tingkat kecamatan kaliori.
Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat dibidang ibadah sosial agama,
maka KUA Kaliori telah melakukan terobosan dengan cara memberdayakan dan meningkatkan kualitas
perawat jenazah/modin putri dengan cara pendataan, pembentukan kepengurusan paguyuban dan
pelatihan kepada perawat jenazah putri/modin putri. Adapun langkah yang telah dilakukan oleh KUA
Kaliori adalah:
1. Pendataan modin/perawat jenazah putri di semua desa se-wilayah kecamatan Kaliori.
2. Pembentukan kepengurusan paguyuban perawat jenazah putri dan mengusulkannya untuk diterbitkan
SK dan perolehan tunjangan oleh Pemda Kabupaten Rembang
3. Mengadakan Pelatihan merawat jenazah bagi modin putri se-kec. Kaliori
4. Mengadakan pertemuan rutin setiap 3 bulan sekali untuk sharing, inventarisasi problem, memecahkan
masalah, peningkatan kualitas, pengajian dan arisan untuk mempererat silaturrahmi perawat jenazah
putri se-kecamatan Kaliori.

6. Peningkatan Pembinaan Produk Halal
Dalam bidang produk halal dan kemitraan umat strategi yang dibangun oleh KUA Kec. Kaliori
adalah dengan mensosialisasikan kepada para Pembantu Penghulu, para modin dan tokoh
masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Kaliori. Hal itu dengan harapan para Pembantu Penghulu,
Modin dan tokoh masyarakat dapat menyampaikannya kepada masyarakatnya masing-masing.
Disamping itu, Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaliori juga memberikan pembinaan kepada
pedagang kaki lima tentang produk halal, serta mengirim Tokoh Masyarakat untuk mengikuti Orientasi
atau seminar tentang kemitraan umat yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian agama Kabupaten
Rembang atau yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian agama Provinsi Jawa Tengah. Hal
yang telah dilaksanakan oleh KUA Kaliori diantaranya:
a) Pembagian naskah khotbah jum'at mengenai produk halal, makanan halal dan penyembelihan halal
diseluruh masjid di wilayah kec. Kaliori.
b) Sosialisasi warung kejujuran dan halal di kantin dinas instansi dan sekolah-sekolah di wilayah kec.
Kaliori
c) Pendataan rumah makan dan tempat sembelihan hewan (Rumah Potong Hewan/RPH) serta penjual
daging/ayam potong di pasar-pasar di wilayah kec. Kaliori
d) Sosialisasi dan penyuluhan kepada penjual ayam potong/daging konsumsi di pasar-pasar di wilayah
kec. Kaliori mengenai sembelihan halal
e) Sosialisasi produk halal, makanan halal dan pencantuman serta pengurusan label halal kepada
warung makan dan industri makanan/produk makanan di wilayah Kaliori.

7. Peningkatan Pembinaan Hisab Rukyat dan Kemitraan Umat
Guna menjaga keharmonisan dan kerukunan hidup dalam masyarakat yang heterogen, di
tahun 2010 ini KUA Kec. Kaliori bekerja sama dengan instansi terkait mengadakan forum silaturrahim
yang diselenggarakan setiap bulan yaitu pada pertemuan antar instansi dan rakor kades se-kec. Kaliori
atau pada saat halal bi halal dan acara-acara tertentu yang telah disepakati bersama. Dalam forum
tersebut semua tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuka ormas diundang secara bersama,
berdialog, sharing dan bersama-sama memikirkan kemajuan wilayah Kecamatan Kaliori.
Begitu pula guna memberikan rasa aman dan kemantapan kepada masyarakat dalam
mengkonsumsi produk pangan dan penentuan arah kiblat untuk menjalankan ibadah sholat, maka KUA
Kec. Kaliori selalu memberikan bimbingan, arahan dan penyuluhan kepada masyarakat secara intens
baik melalui forum formal maupun non formal disela-sela pertemuan sehabis melaksanakan kegiatan
pencatatan nikah.
Sedangkan kegiatan hisab rukyat dan kemitraan umat yang telah dilakukan oleh KUA Kaliori
diantaranya yaitu:
a) Optimalisasi Kinerja Tim Pengukuran arah kiblat tingkat Kecamatan Kaliori
b) Melakukan pengukuran dan verifikasi arah kiblat di semua maqam/kuburan yang ada di desa-desa di
wilayah Kecamatan Kaliori
c) Melakukan pengadaan dan pemasangan plangisasi verifikasi arah kiblat makam di seluruh desa di
wilayah kec. Kaliori.
d) Melakukan pengukuran arah kiblat di semua tempat ibadah Islam di wilayah Kecamatan Kaliori
e) Pembagian Jadwal waktu shalat dan imsakiyah untuk seluruh tempat ibadah islam di wilayah kec.
Kaliori
f) Melakukan sosialisasi tentang penyeragaman waktu sholat dan jadwal imsakiyah pada tempat ibadah
Islam di wilayah Kecamatan Kaliori.
g) Melakukan pelayanan pengukuran arah kiblat pada rumah masyarakat dan tempat ibadah.

C. ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA

1. Aspek Kinerja
Secara global kinerja yang dilaksanakan oleh KUA Kec. Kaliori sangat baik. Hal itu dapat dilihat
dari pelayanan kepada masyarakat dalam pencatatan nikah dan rujuk serta surat-menyurat cukup
memuaskan dan secara kuantitatif dapat melampaui target yang ditentukan yaitu sekitar 114 % yaitu,
dari peristiwa pencatatan nikah sebanyak 401 peristiwa nikah tercapai dari target 350 peristiwa nikah
dan rujuk untuk tahun 2010.
Dalam bidang lain, KUA Kec. Kaliori juga telah melaksanakan fungsi pembinaan dan
penyuluhan kepada masyarakat, sehingga terjadi kemajuan dalam pengelolaan masjid dan data
perkembangan masjid, terbentuknya desa binaan baik pada satgas keluarga sakinah, desa binaan
LP2A maupun pemberdayaan ekonomi ummat, bertambahnya jumlah tanah wakaf, terwujudnya
kelurga sakinah, serta terjalinnya hubungan yang harmonis dengan semua unsur masyarakat dan
institusi pemerintah terkait.

2. Aspek Keuangan
Sumber dana pelaksanaan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh KUA Kec. Kaliori berasal
dari dana DIPA NR dan dana operasional sebesar Rp. 1.000.000,- dari Kementerian Agama pusat
yang diterimakan setiap bulan serta sumber lain yang sah dan sumber dana yang berasal dari
swadaya.
Sumber dana tersebut alokasi penggunaanya antara lain untuk peningkatan pelayanan kepada
masyarakat, peningkatan dan penambahan sarana dan prasarana, kebutuhan alat tulis kantor, rapat-
rapat, sarana dan prasarana kantor dan lain-lain.
Bab IV
PENUTUP

A. Keberhasilan
Keberhasilan yang telah dicapai oleh KUA Kaliori diantaranya adalah :
1. Meningkatnya kualitas sistem administrasi, dokumentasi dan pelayanan publik.
2. Meningkatnya kualitas SDM KUA Kec. Kaliori dan pelayanan kepada masyarakat dalam pencatatan
nikah dan rujuk.
3. Meningkatnya kualitas pembinaan keluarga sakinah.
4. Adanya peningkatan pembinaan sistem pengelolaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibsos.
5. Adanya peningkatan pembinaan dan pemahaman masyarakat dalam bidang pangan halal, hisab
rukyat dan kemitraan ummat.
6. Meningkatnya kualitas pelayanan dan pemberdayaan haji.
Adapun faktor keberhasilan tersebut disebabkan karena ;
1. Adanya pembagian tugas yang jelas dan dibagi menurut kemampuan dan jumlah pegawai.
2. Adanya kerjasama dan pembinaan yang rutin terhadap semua pegawai dan pembantu PPN se Kec.
Kaliori.
3. Adanya kerja sama yang harmonis dengan semua unsur masyarakat.
4. Terciptanya aplikasi sistem kerja sama (team work) dengan baik dan saling membantu sesamanya.

B. Hambatan / Masalah
Beberapa hambatan atau masalah di KUA Kec. Kaliori adalah sebagai berikut :
1. Masih adanya kecenderungan masyarakat yang berpikiran sempit dan sulit untuk diajak berpikir maju,
sehingga perlu peningkatan penyuluhan kepada masyarakat secara intensif. Hal itu disebabkan karena
heterogenitas pemahaman masyarakat terhadap ajaran agama dan secara mayoritas masyarakat Kec.
Kaliori masih berada pada tingkat pendidikan SLTP ke bawah.
2. Rendahnya anggaran dana yang diberikan kepada KUA Kec. Kaliori dibanding beban tugasnya,
sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak mendapatkan pos anggaran dana.
3. Rendahnya alat penunjang berupa sarana dan prasarana yang diberikan oleh pemerintah.
4. Perlu adanya kesempatan yang diberikan kepada pegawai KUA untuk mendapatkan pendidikan yang
lebih tinggi, seperti pendidikan pasca sarjana untuk menunjang tugas kepala KUA atau penghulu yang
memangku jabatan struktural atau fungsional.
5. Belum adanya cetak biru program jangka pendek menengah dan panjang yang gradual, simultan dan
tepat sasaran dari seluruh stake holder sehingga program-program yang dibuat bisa berdaya guna.
C. Solusi dan Pemecahan Masalah
Tugas pegawai adalah melaksanakan beban pekerjaannya dengan sebaik baiknya dengan
memaksimalkan sumberdaya yang ada dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Adanya hambatan
dan permalasahan dalam melaksanakan tugas tidak lantas menjadikan alasan untuk mengeluh,
bermalas-masalan dan berputus asa akan tetapi justru digunakan sebagai pemacu semangat untuk
menunjukkan kinerja dan prestasi yang sesungguhnya. Beberapa hambatan atau masalah di KUA
Kec. Kaliori yang ada disikapi dengan cara sebagai berikut :
1. Memberikan pemahaman dan peningkatan mutu penasehatan kepada masyarakat secara
berkesinambungan dan sistematis
2. Menggunakan anggaran dana sesuai dengan posnya dan program prioritas guna menunjang
tercapainya visi dan misi KUA Kec. Kaliori.
3. Berupaya menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana yang ada serta melengkapi secara
bertahap sesuai dengan kebutuhan dan anggaran dana yang tersedia.
4. Mengupayakan semua SDM KUA Kec. Kaliori berpartisipasi dalam pendidikan non formal, baik melalui
pelatihan, diklat, seminar, workshop, sosialisasi peraturan atau kebijakan pemerintah yang baru.
5. Membuat dan melaksanakan cetak biru program jangka pendek menengah dan panjang secara
konsisten dan komprehensif sebagai upaya mewujudkan pelayanan Kementerian agama yang
profesional, bersih dan transparan.

d. Penutup
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT atas limpahan nikmat, taufiq
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat melaksanakan amanat yang diberikan, khususnya dalam
melaksanakan tugas pelayanan di KUA Kec. Kaliori. Sebagai bagian dari pertanggungjawaban tugas
tersebut, maka kami telah membuat laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Tentu saja dalam
menjalankan tugas dan membuat laporan pertanggung jawaban ini masih jauh dari kesempurnaan,
maka kami memerlukan bimbingan dan pembinaan dari berbgai pihak yang berkompeten sehingga
laporan ini menjadi lebih baik.
Dari paparan materi yang kami deskripsikan tentang profil KUA Kaliori dapat kami simpulkan
bahwa tugas yang dibebankan pada KUA begitu banyak, komplek dan menuntut profesionalisme dan
kesungguhan dalam mengemban amanah tugas yang dibebankan. Namun karena terbatasnya SDM,
peralatan dan sarana-prasarana penunjang yang ada ditambah dengan luasnya medan wilayah tugas
maka kemampuan untuk memperoleh data keagamaan, peningkatan kualitas kehidupan beragama dan
lain sebagainya terasa masih kurang dan terdapat kekurangan disana-sini.
Hendaknya perlu diambil langkah konkret dari para pengambil kebijakan dan pemimpin vertical
serta pemegang jabatan institusi yang lebih tinggi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM
dengan banyak mengadakan pelatihan dan workshop yang berkaitan dengan bidang tugas KUA.
Peningkatan dana operasional kantor maupun dana penunjang & pendukung operasional kantor serta
kegiatan kedinasan dan lintas sektoral lainnya hendaknya terus ditambah secara signifikan untuk
mengcover, menunjang serta meningkatkan dan mendukung kinerja dan kualitas kerja para pegawai
sehingga memperoleh hasil yang lebih baik dan lebih meningkat. Koordinasi dan peningkatan
kerjasama lintas sektoral antar departemen, lembaga dan institusi lain hendaknya lebih ditingkatkan
sehingga bisa lebih memajukan dan memperlancar tugas-tugas institusional.
Demikian sekilas tentang profil KUA Kec. Kaliori Kab. Rembang dimana profil ini merupakan
gambaran dari kinerja kepala dan segenap karyawannya yang didukung oleh semua pihak. Kami
menyadari bahwa dalam kinerja tentu masih sangat banyak kekurangan yang ditemui disana-sini akan
tetapi kami secara berlapanghati terbuka dalam menerima kritik membangun dengan tujuan untuk lebih
dapat meningkatkan kualitas kinerja kami sehingga KUA Kec. Kaliori bisa lebih baik.
Dari profil yang singkat dan sederhana ini kami berharap agar pembaca mendapatkan
informasi yang positif tentang KUA Kec. Kaliori. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan profil ini. Akhirnya kami terus berharap kepada Allah
untuk senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kami sehingga kami bisa bekerja dan
menjalankan amanah yang embankan kepada kami sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara dengan
baik.
LAMPIRAN–LAMPIRAN

Diposting oleh KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN KALIORI di 23.43
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Arsip Blog
 ▼ 2011 (7)
o ▼ Maret (7)
 INFO HAJI
 ARTIKEL
 DATA CATIN 2010
 KISAH TELADAN
 PROFIL KUA KALIORI
 BUNGA RAMPAI
 LEMBAR HADITS

Pengikut
Mengenai Saya
KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN KALIORI
Lihat profil lengkapku

Follow by Email