You are on page 1of 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Proses dan Pengendalian
Pengendalian proses banyak sekali digunakan pada industri dan menjaga

konsistensi produk produksi massal seperti proses pada pengilangan minyak,

pembuatan kertas, bahan kimia, pembangkit listrik, dan lainnya. Pengendalian

proses mengutamakan otomasi sehingga hanya diperlukan sedikit personel untuk

mengoperasikan proses yang kompleks.

Sebagai contoh adalah sistem pengaturan temperatur ruangan agar temperatur

ruangan terjaga konstan setiap saat, misalnya pada 20 °C. Pada kasus ini,

temperatur disebut sebagai variabel terkendali. Selain itu, karena temperatur

diukur oleh suatu termometer dan digunakan untuk menentukan kerja pengendali

(apakah ruangan perlu didinginkan atau tidak), temperatur juga

merupakan variabel input. Temperatur yang diinginkan (20 °C) adalah setpoint.

Keadaan dari pendingin (misalnya laju keluaran udara pendingin)

dinamakan variabel termanipulasi karena merupakan variabel yang terkena aksi

pengendalian.

Pabrik kimia merupakan susunan/rangkaian berbagai unit pengolahan yang

terintegrasi satu sama lain secara sistematik dan rasional. Tujuan pengoperasian

pabrik secara keseluruhan adalah mengubah (mengonversi) bahan baku menjadi

produk yang lebih bernilai guna. Dalam pengoperasiannya pabrik akan selalu

dan menghasilkan serangkaian output analog maupun digital. perlu digunakan sistem pengendalian yang lebih kompleks daripada PLC. Atau bisa kita simpulkan juga Proses dalam kata pengendalian proses dan industri proses menunjuk pada cara perubahan materi atau energi untuk memperoleh produk akhir. Alat ini digunakan untuk membaca input analog maupun digital. Contohnya. Output dari PLC akan memperbesar atau memperkecil aliran keluaran udara pendingin bergantung pada kebutuhan. pabrik harus terus mempertimbangkan aspek keteknikan. temperatur ruangan menjadi input bagi PLC. melakukan serangkaian program logika. Contoh dari sistem ini adalah Distributed Control System (DCS) atau sistem SCADA. . temperatur reaktor kimia harus dikendalikan untuk menjaga keluaran produk. Pengendalian proses adalah disiplin rekayasa yang melibatkan mekanisme dan algoritma untuk mengendalikan keluaran dari suatu proses dengan hasil yang diinginkan. Selama beroperasi.mengalami gangguan (disturbance) dari lingkungan eksternal. dan kondisi sosial agar tidak terlalu signifikan terpengaruh oleh perubahan-perubahan eksternal tersebut. Pernyataan-pernyataan logis akan membandingkan setpoint dengan masukan nilai temperatur dan menentukan apakah perlu dilakukan penambahan atau pengurangan pendinginan untuk menjaga temperatur agar tetap konstan. Untuk suatu sistem pengendalian yang kompleks. Alat pengendalian yang umum digunakan adalah Programmable Logic Controller (PLC). Pada kasus sistem pengaturan temperatur. keekonomisan.

pengendalian secara manual . Gambar 1. Pengendalian proses adalah cara memperoleh keadaan proses agar sesuai dengan yang diinginkan .Mengendalikan (kata kerja) adalah “memperoleh” keadaan yang diinginkan dengan cara mengatur variabel tertentu dalam sistem. Sebagai prosesor adalah otak pemakai. yang akan mengevaluasi apakah temperature air sudah sesuai dengan keperluannya. Sebagai proses adalah pemanasan air dengan sumber kalor dari steam. Sebagai sistem control dan final control elemen adalah tangan kiri pemakai dan kran steam. dimana semua sistem dioperasikan oleh manusia secara manual. 2. Jadi langkah sederhana ini telah mencakup semua langkah dalam sistem instrumentasi dan kontrol pada industri proses yang dilakukan secara manual. 3. 4. Gambar 1. 1. Sebagai alat ukur adalah tangan kanan pemakai.1 menunjukkan bagaimana seseorang ingin memperoleh temperature air yang sesuai dengan keinginanya.1.

tetapi dilakukan secara simultan. pemprosesan data dan pengontrolan berbagai besaran fisika atau kimia tidak dilakukan secara terpisah.2. Pengaturan temperature air secara pneumatic Dalam perkembangan yang terakhir ini gambar 1. sistem kontrol dan final control elemennya dilakukan oleh sistem pneumatik dan katup pengontrol (control valve). temperature yang dikehendaki (set point temperature) dapat ditentukan sebagai suatu acuan.Pada perkembangannya pada gambar 1. Juga berdasarkan kemampuannya dalam melakukan pemantauan dan pengolahan data. langkah pengukuran.3. sedangkan alat ukur temperature dilakukan oleh sensor pressure thermometer.2. Hal ini memerlukan suatu processor yang dapat mengkoordinasi hasil pengukuran dan tindak lanjut berdasarkan pilihan algoritma yang dapat digunakan dalam mengkoordinasi langkah sistem instrumentasi. Gambar 1. . Dalam sistem ini. selanjutnya mengeluarkan hasil pengolahan untuk memicu final control element pada proses.

2. 1. Gambar 1. Sistem Instrumentasi berbasis computer 1.3.1 Keamanan (safety) Dalam kelompok ini.2 Peranan Pengendalian Proses Peranan pengendalian proses dalam pabrik kimia mecakup tiga kelompok yaitu keamanan (safety). dan perlindungan lingkungan. (a) Keselamatan Manusia Sistem pengendalian bertugas menjaga keselamatan kerja. kehandalan operasi (operability). perlindungan peralatan. Beberapa sistem proses di pabrik memiliki kondisi operasi yang berbahaya bagi . keamanan meliputi: keselamatan manusia. dan keuntungan eknomi (profitability).

Jika menara pembakar tidak mampu menangani. Kebocoran gas. Peralatan industri biasanya mahal dan sulit diperoleh. Proses industri dapat menghasilkan bahan berbahaya bagi lingkungan. gas terpaksa dibuang ke atmosfer melalui pressure safety valve untuk menghindari kondisi ekstrem yang membahayakan peralatan dan manusia. cairan. (c) Perlindungan Lingkungan Sistem pengendalian bertugas mempertahankan batas aman pencemaran. Kondisi operasi pada suhu dan tekanan tinggi dengan bahan kimia berbahaya sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan. Sistem ini selain melindungi peralatan juga melindungi manusia dari kecelakaan. Gas-gas yang berbahaya dan mudah terbakar disalurkan ke menara pembakar (flare).sistem dapat melakukan penghentian (automatic shutdown) dan penguncian darurat (automatic emergency interlock) sehingga kegagalan satu peralatan tidak menjalar ke peralatan lain. . (b) Perlindungan Peralatan Sistem pengendalian bertugas mempertahankan batas aman operasi. Perlengkapan sistem alarm dan safety valve dapat memperkecil kemungkinan kecelakaan akibat kondisi ekstrem terlampaui. Jika terjadi kondisi darurat. keselamatan manusia. atau padatan beracun dan yang merusak lingkungan perlu dihindari.

Sistem pengendalian proses harus mampu menekan pengaruh gangguan sehingga dapat mempertahankan kondisi operasi yang mantap (steady operation) dalam batas operasional (operational constraint). 1.2. Ini mengandung arti kuantitas dan kualitas produk utama (yield) maksimum dengan biaya produksi minimum. minimum konsentrasi. Sehingga rata-rata kualitas produk lebih jauh dari spesifikasi agar tidak ada produk yang keluar batas.2. pengendalian proses mampu memperkecil keragaman kualitas dan produktivitas. Kehandalan Operasi (operability) Kehandalan operasi meliputi ketahanan terhadap gangguan produktivitas dan kualitas produk. Dengan perkataan lain. Sebaliknya dengan pengendalian proses yang baik. Jika terjadi penyimpangan dari spesifikasi akan menurunkan nilai jual produk.1. akan memperkecil keuntungan. spesifikasi produk dengan batas maksimum pengotor. Pada proses tanpa pengendalian keragaman produk lebih besar. maksimum viskositas. Pengendalian proses bekerja untuk menghasilkan kualitas produk sedekat mungkin dengan batas spesifikasi agar keuntungan maksimum. Misalnya. Proses yang tidak aman dengan kondisi operasi tidak optimal. Kualitas dan produktivitas sesuai spesifikasi dengan tingkat keragaman (variability) sekecil mungkin. Oleh sebab itu sistem pengendalian bertujuan menghasilkan kondisi operasi optimum.2. Kuantitas dan kualitas (atau spesifikasi) produk ditetapkan oleh permintaan pasar. produk . minimum ketebalan.3 Keuntungan Ekonomi (profitability) Keuntungan ekonomi menjadi tujuan akhir dari proses produksi.

Mempertahankan kondisi tetap mantap dalam batas operasional (operational constraint) sehingga produktivitas dan kualitas produk terjaga  Keuntungan (profitability): proses berjalan optimum dengan keuntungan maksimum.4 Peranan pengendalian dalam industri proses. Dapat disimpulkan bahwa peranan proses pengendalian dalam proses dalam bidang teknik kimia  Keamanan (safety).  Kehandalan operasi (operability). Menjaga dan mempertahankan batas aman keselamatan kerja. Batas spefisikasi Batas spefisikasi Keuntungan Rata-rata produk Keuntungan Rata-rata produk Waktu Waktu Gambar 1. lebih seragam. . sehingga rata-rata kualitas produk bisa lebih dekat dengan batas spesifikasi. dan pencemaran. operasi.

. parafin dingin masuk penukar panas dan dipanaskan oleh aliran air panas. Pada proses pemanasan. Berbeda dengan ketiganya.3 PRINSIP PENGENDALIAN PROSES Langkah pertama dalam memahami pengendalian proses dapat dimulai dengan mempelajari contoh proses pemanasan dalam alat penukar panas seperti dilukiskan pada gambar 1. Perubahan pada beban bersifat sebagai gangguan beban (load disturbance) atau variabel gangguan beban. atau variabel keluaran (output variable) sistem proses. (b) suhu parafin masuk. parafin dingin menjadi panas karena terjadi perpindahan panas dari aliran air panas ke paraffin dingin. (d) suhu air panas. Sedangkan laju alir air panas yang digunakan sebagai pengendali suhu disebut sebagai variabel pengendali atau termanipulasi (manipulated variable). perubahan suhu air panas bersifat sebagai gangguan murni (bukan beban proses) karena bertindak sebagai pemanas.1. Laju dan suhu aliran parafin masuk serta kehilangan panas bersifat membebani proses. Oleh sebab itu suhu parafin keluar disebut sebagai nilai proses (process value). Dengan kata lain. Ke lima besaran itu sebagai variabel masukan sistem proses yaitu besaran yang mempengaruhi variabel keluaran (suhu paraffin keluar). Suhu parafin keluar menunjukkan hasil kerja proses pemanasan. Tujuan proses adalah memanaskan aliran parafin hingga suhu tertentu. (c) laju alir air panas. dan (e) kehilangan panas ke lingkungan. variabel proses (process variable). Proses ini dipengaruhi oleh: (a) laju aliran parafin masuk. suhu paraffin keluar dipengaruhi oleh ke lima besaran tersebut.2. sehingga disebut beban proses.

dan/atau kehilangan panas. Bila suhu parafin keluar lebih rendah dibanding suhu yang diinginkan. Dan sebaliknya. Mekanisme pengendalian dimulai dengan mengukur suhu paraffin keluar. Ini dilakukan karena adanya gangguan yang berupa perubahan suhu aliran air panas. Hasil pengukuran dibandingkan dengan nilai yang diinginkan (setpoint). laju aliran air panas diperkecil. Minyak Keluar Air Panas Masuk Air pan Air Panas Keluar Minyak Masuk Gambar 1. maka laju aliran air panas diperbesar. Suhu parafin keluar disebut juga sebagai variabel terkendali (controlled variable) karena nilainya dikendalikan. suhu parafin masuk.5 Proses pemanasan minyak dalam penukar panas .Pengendalian proses bertujuan menjaga suhu parafin keluar (variabel proses) pada nilai yang diinginkan (setpoint). laju aliran parafin masuk. Mekanisme demikian disebut pengendalian umpan balik (feedback control). Berdasar perbedaan keduanya ditentukan tindakan apa yang akan dilakukan.

Kehilangan panas ( Beban). Gambar Diagram blok sistem proses pemanasan minyak. Suhu paraffin masuk. Suhu air panas (gangguan ). Penukar Suhu Minyak Keluar panas Laju alir paraffin masuk.Laju alir air panas (Manipulated variable). .

Pengendalian Umpan Balik (feedback control) 2. Pengendalian Umpan Maju .2.1 . BAB II SISTEM PENGENDALIAN 2.

BAB 3 ALAT UKUR (FLOW. pressure. sering kali sukar dilaksanakan. Pemilihan dapat lebih sederhana bilamana semua kondisi operasi (service condition) yang dipersyaratkan diketahui. beberapa kondisi operasi dan stream characteristic harus diketahui untuk aplikasi pengukuran aliran (flow) dibanding untuk peralatan pengukuran tekanan (pressure). Pemilihan jenis alat ukur yang sesuai dan terbaik untuk mengukur suatu variable proses. PRESSURE & TEMPERATURE) Alat ukur (measuring device) adalah alat yang berada di lapangan (field) untuk mengukur variable proses seperti flow.2. laju . Sebagai contoh. Oleh karena itu sangat penting untuk mendaftar semua informasi yang berhubungan dengan pemilihan alat ukur yang dimaksud. Pengukuran Aliran Fluida (Flow Measurements) Pengukuran aliran fluida adalah sangat penting di dalam suatu industri proses seperti kilang minyak (refinery). Pada industri proses seperti ini. Kuantitas yang ditentukan antara lain . level dan temperature. baik didalam saluran yang tertutup (pipe) maupun saluran terbuka (open channel). Pada industri proses output data dari alat ukur akan ditransmisikan ke ruangan control (control room) untuk diproses lebih lanjut dalam kaitannya dengan sistem kontrol. Beberapa pengukuran memerlukan lebih informasi dibanding dengan yang lain. bahkan seorang engineer yang berpengalaman dan sudah mempunyai metoda pemilihan akan mengalami demikian. LEVEL. memerlukan penentuan kuantitas dari suatu fluida (liquid. pembangkit listrik (power plant) dan industri kimia (petrochemical). gas atau steam) yang mengalir melalui suatu titik pengukuran. 3.

Differential Pressure : Orifice. laju aliran massa (mass flow rate). Beberapa jenis flowmeter yang sering digunakan di dalam industri proses dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Pitot Tube (Averaging). Venturi Tube. kondisi berpotensi meledak (explosive conditions) serta pada lokasi laboratorium dan lapangan (field). Variable Area: Rotameter 3.Magnetic 9.aliran volume (volume flow rate).Vortex. interaksi sensor dan fluida melalui penggunaan teknik komputasi (computation techniques). Pengembangan flowmeter ini melalui tahapan yang luas mencakup pengembangan flow sensor. Flow Nozzle . .Thermal 6.Target 7. Pitot Tube. transducers dan hubungannya dengan unit pemprosesan sinyal (signal processing units). serta penilaian dari keseluruhan sistem di bawah kondisi ideal. kecepatan aliran (flow velocity). Positive Displacement: Oscillating Piston 4. kasar (harsh). Turbine 5. kondisi gangguan (disturbed).Ultrasonic 8. 2. Instrumen untuk melakukan pengukuran kuantitas aliran fluida ini disebut flowmeter.Coriolis 10.

baik oleh pegangan . Contoh akrab lainnya termasuk katup kontrol gas di kompor. namun paling umum yang digunakan Akibatnya muncul pengertian control valve = elemen pengendali akhir. Control valve hanyalah salah satu elemen pengendali akhir (final element control). menutup. sebagai hasil akhir sistem pengendalian. pegas atau piston yang pada gilirannya mengaktifkan katup secara otomatis. seperti keran untuk air. Katup memainkan peran penting dalam aplikasi industri mulai dari transportasi air minum juga untuk mengontrol pengapian di mesin roket. mengarahkan atau mengontrol aliran dari suatu cairan (gas. suhu dll. electrical contactor . Valve (Katup) dapat dioperasikan secara manual. cairan. Control valve bertugas melakukan langkah koreksi terhadap variabel termanipulasi. Selain dapat dioperasikan secara manual katup juga dapat dioperasikan secara otomatis dengan menggunakan prinsip perubahan aliran tekanan. Perubahan2 ini dapat mempengaruhi diafragma.: Valve (Katup) adalah sebuah perangkat yang mengatur. paling nyata adalah pada pipa air. katup kecil yang dipasang di kamar mandi dan masih banyak lagi. tuas pedal dan lain-lain. padatan terfluidisasi) dengan membuka. Elemen pengendali akhir lain adalah heating element. atau menutup sebagian dari jalan alirannya. Valve (katup) dalam kehidupan sehari-hari.

LEVEL. B A B I I I MEASURING DEVIC ES (FLOW. PRESSURE & TEMPERATURE) .