You are on page 1of 3

Nama Kelompok

:
1. Dheryka Agustin (P1337420616030)
2. Muhammad Sulkhan Hakim (P1337420616048)
3. Evi Lailiya (P1337420616051)

Pengertian bioetik
Bioetik adalah cabang etik yang mengkaji masalah etika dalam dunia kesehatan/medis
(pelayanan kesehatan,penelitian kesehatan dll ) sering disebut etika medis atau
etikabiomedik.Bioetik lebih berfokus pada dilema yang menyangkut perawatan kesehatan
modern, aplikasi teori etik dan prinsip etik terhadap masalah-masalah pelayanan kesehatan.

Pendekatan Bioetika
Etika keperawatan mengacu pada bioetik yang terdiri dari 3 pendekatan, yaitu :

a. Pendekatan Teleologik

Pendekatan teleologik adalah suatu doktrin yang menjelaskan fenomena dan akibatnya, dimana
seseorang yang melakukan pendekatan terhadap etika dihadapkan pada konsekuensi dan
keputusan – keputusan etis. Secara singkat, pendekatan tersebut mengemukakan tentang hal – hal
yang berkaitan dengan the end justifies the ineans ( pada akhirnya, yang membenarkan secara
hukum tindakan atau keputusan yang diambil untuk kepentingan medis ).

b. Pendekatan Deontologik
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini
baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan
pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Pendekatan deontologi
berarti juga aturan atau prinsip. Prinsip-prinsip tersebut antara lain autonomy, informed consent,
alokasi sumber-sumber, dan euthanasia.Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah
kewajiban.Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga
salah satu teori etika yang terpenting.

c. Pendekatan Intiutionism
Pendekatan ini menyatakan pandangan atau sifat manusia dalam mengetahui hal yang benar dan
salah. Hal tersebut terlepas dari pemikiran rasional atau irasionalnya suatu keadaan.

Borody. karena tujuan dan akibatnya suatu tindakan bisa sangat bergantung pada situasi khusus tertentu. 1984. sementara model-model lain dikembangkan berdasarkan proses pemecahan masalah seperti yang diajarkan di pendidikan keperawatan (Bergman. 1973. Jika seseorang diberi tugas dan melaksanakannya sesuai dengan tugas maka itu dianggap benar.it. Kewajiban seseorang yang memiliki dan mempecayai agamanya.dan harus segara diberi tahukan kepada pasien dan keluarganya tentang penyakit yang diderita pasien. 1985). Jameton. 2. Dan dengan berat hati perawat mengatakan hal itu. sedang dikatakan salah jika tidak melaksanakan tugas. Seorang perawat sudah tentu mengetahui bahwa menyakiti pasien merupakan tindakan yang tidak benar. 1981). dimana seorang pasien didiagnosa kanker darah putih (leukemia) stadium akhir. Kasus Pendekatan Bioetika Pendekatan Teleologik Contoh Kasus : 1. 2. Beberapa kerangka disusun berdasarkan posisi falsafah praktik keperawatan (Benjamin dan Curtis. Hal tersebut tidak perlu diajarkan lagi kepada perawat karena sudah mengacu pada etika dari seorang perawat yang diyakini dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dilakukan. menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. 1980). Pendekatan Intiutionism Contoh Kasus : 1. 1986. Seorang perawat dihadapkan pada kondisi yang su. 1987. Tindakan ini baik untuk moral dan kemanusiaan tetapi dari aspek hukum tindakan ini melanggar hukum sehingga pendekatan teleologi lebih bersifat situasional. agar pasien dan keluarganya bisa mengambil tindakan selanjutnya. dapat memberikan pertolongan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya demi keselamatan pasien. Kerangka Proses Pemecahan Masalah Dilema Etik Beberapa kerangka model pembuatan keputusan etis keperawatan dikembangkan dengan mengacu pada kerangka pembuatan kepurusan etika medis (murphy dan murphy. Aroskar. Thompson dan Thompson. Curtin. Pendekatan Deontologik Contoh Kasus : 1. Seorang perawat yang harus menghadapi kasus kebidanan karena tidak ada bidan dan jarak untuk rujukan terlalu jauh. 3. Seorang anak mencuri untuk membeli obat ibunya yang sedang sakit. 1976. Berikut ini merupakan contoh kerangka model pembuatan keputusan: Model Jameton yang ditulis oleh Fry: . maka orang tersebut harus beribadah.

identifikasi konflik-konflik nilai bila ada Tahap 7. Evaluasi hasil dari keputusan/tindakan Model keputusan bioetis ( Thompson & Thompson) keputusan bioetik . Mengumpulkan informasi tambahan untuk mengklasifikasi situasi. keputusan yang diperlukan. komponen etis dan petunjuk individual. identifikasi rentang tindakan dan hasil yang diharapkan Tahap 9. Mengidentifikasi posisi moral dari petunjuk individual yang terkait. Mengidentifikasi Issue etik.Tentukan tindakan dan laksanakan Tahap 10. ketahui atau bedakan posisi pribadi dan posisi moral profesional Tahap 5. Menentukan posisi moral pribadi dan professional. Identifikasi posisi moral dan keunikan individu yang berlainan Tahap 6. Tahap 1. tinjau ulang situasi yang dihadapi Tahap 2. identifikasi aspek etis dari masalah yang dihadapi Tahap 4. Meninjau situasi untuk menentukan masalah kesehatan. Mengidentifikasi konflik nilai yang ada . kumpulkan informasi tambahan Tahap 3. gali siapa yang harus membuat keputusan Tahap 8.