You are on page 1of 25

TUGAS KEPERAWATAN MATERNITAS II

“Asuhan Keperawatan Ibu Hamil dengan Penyakit pada Masa Kehamilan”

Kelompok 6 :

Cici Paramida

Gita Miftania

Lulu Ilmaknun

Rahmawati

Tuti Alawiyah

STIKES BANI SALEH PROGRAM STUDI NERS

BEKASI 2018
Visi Misi Prodi Ners

Visi

Menjadi program studi profesi ners yang menghasilkan perawatn yang islami, profesional dan
unggul di bidang Home Care pada tahun 2025.

Misi

1. Menyelenggarakan kegiatan pengajaran dibidang keperawatan yang bernilai islami,


profesional dan unggul di bidang Home Care
2. Menyelenggarakan penelitian di bidang keperawatan yang bernilai islami dan berkualitas
3. Menyelenggarakan pengabdian masyarakat di bidang keperawatan yang bernilai islami
dan berkualitas
4. Mengembangkan kurikulum di bidang keperawatan sesuai dengan prediksi kebutuhan
pasar kerja
5. Mengembangkan kemitraan dengan berbagai institusi pengguna baik nasional dan
internasional dalam rangka memperluas pasar kerja
6. Mengembangkan sarana dan prasarana yang berkualitas sesuai kebutuhan di lingkungan
program studi ilmu keperawatan.
Kata Pengantar

Segala puja hanya bagi Allah yang Maha Pengasi lagi Maha Penyayang. Berkat
limpahan karunia nikmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang bertajuk “Asuhan
Keperawatan Ibu Hamil dengan Penyakit pada Masa Kehamilan” dengan lancar. Penyusunan
makalah ini dalam rangka memenuhi tugas maternitas II yang diampu oleh Ibu Ns. Sunirah,
S. Kep, M. Kep.

Dalam proses penyusunannya tak lepas dari bantuan, arahan dan masukan dari berbagai
pihak. Untuk itu kami ucapkan banyak terima kasih atas segala partisipasinya dalam
menyelesaikan makalah ini.

Meski demikian, penulis menyadari masih banyak sekali kekurangan dan kekeliruan di
dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tanda baca, tata bahasa maupun isi. Sehingga
penulis secara terbuka menerima segala kritik dan saran positif dari pembaca.

Demikian apa yang dapat kami sampaikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat
untuk teman-teman semua umumnya, dan untuk kami sendiri khususnya.

Bekasi, 09 maret 2018

penulis
Daftar Isi

Visi Misi Prodi Ners ........................................................................................................ I

Kata Pengantar ............................................................................................................. II

Daftar Isi ...................................................................................................................... III

BAB I PEMBAHASAN .............................................................................................. 01

A. Konsep Kehamilan Dalam Keperawatan Maternitas ................................. 01


B. Konsep Kehamilan Dalam Islam ............................................................... 03
C. Konsep Penyakit Pada Masa Kehamilan ................................................... 04
D. Asuhan Keperawatan ................................................................................. 09
E. Jurnal ............................................................................................................. -

BAB II KESIMPULAN .............................................................................................. 20

A. Kesimpulan ................................................................................................ 20
B. Saran ........................................................................................................... 20

Daftar Pustaka ............................................................................................................ IV


BAB I PENDAHULUAN

A. Konsep Kehamilan Dalam Keperawatan Maternitas


1. Konsep dasar kehamilan

Konsepsi atau biasa disebut fertilisasi terjadi ketika inti sel sperma dari laki-laki
memasuki inti sel ovum dari perempuan (chapman & durham, 2010). Ovum yang
sudah dibuahi (dinamakan zigot) memerlukan waktu 6-8 hari untuk berjalan
kedalam uterus . perjalanannya disepanjang tuba falopi dibantu oleh kerja peristaltik
tuba, gerakan mendorong zigot yang dilakukan oleh silia pada dinding tuba dan
cairan yang dihasilkan oleh epitalium bersilia. Sekitar 10 hari setelah terjadi
fertilisasi, zigot berkembang menjadi blastokist dan akan menanamkan dirinya
dalam endometrium. Implantasi / penanaman /nidasi biasanya terjadi pada pars
superior korpus uteri (bagian atas badan uterus).

Adaptasi fisiologis pada ibu hamil

a. Sistem reproduksi payudara


Kehamilan aterm menyebabkan peningkatan jumlah estrogen dan progesteron,
mulanya diproduksi oleh korpus luteum dan kemudian plasenta, meningkatnya
aliran darah ke payudara, prolaktin meningkat, yang diproduksi oleh pituitary
anterior.
Tanda klinik dan gejala yang dapat muncul pada payudara antara lain
ketegangan, perasaan penuh, dan peningkatan berat payudara sampai 400 gram.
Selain itu ibu juga dapat merasakan pembesaran payudara, puting susu, areola,
dan folikel montgomery (kelenjar kecil yang mengelilingi puting susu). Ibu
akan memiliki striae, karena penegangan kulit payudara untuk mengakomodasi
pembesaran jaringan payudara. Pada permukaan payudara akan tampak vena
karena meningkatnya aliran darah. Memproduksi kolostrum, sekresi ciran yang
berwarna kuning yang kaya akan antibodi, yang mulai diproduksi pada akhir
minggu 16 kehamilan (chapman & durham, 2010)
b. Sistem reproduksi uterus
Uterus dibagi menjadi 3 bagian yaitu fundus (bagian atas), isthmus (bagian
bawah), serviks (bagian paling bawah), sering disebut sebagai leher rahim.
Peningkatan jumlah estrogen dalam progesteron, sehingga menyebabkan
pembesaran uterus untuk mengakomodasi perkembangan janin dan plasenta.
Keadaan Ph vagina berubah menjadi asam, dan terjadi hipertropia
(pembesaran)pada dinding uterus (chapman & durham, 2010)
c. Vagina dan vulva
Pada vagina dan vulva terjadi peningkatan vaskularisasi menghasilkan warna
ungu kebiru-biruan pada mukosa vagina dan serviks (chadwick sign).
Leukorrhea adalah lendir putih kental, cairan yang kental dan banyak ini terjadi
karena respon rangsangan servic oleh progesteron dan estrogen. Kondisi ph
sekresi vagina berkisar 3,5-6 selama kehamilan. Ph vagina yang asam dapat
menghambat pertumbuhan bakteri namun candida albicans dapat tumbuh pada
ph asam ini. Hal ini yang menyebabkan ibu hamil beresiko terjadi candidiasis.
d. Sistem kardiovaskuler
Hemodelusi (volume darah meningkat 40-50%, volume plasma meningkat,
hemoglobin menurun) atau anemia fisiologis kehamilan. Peningkatan volume
darah darah mengakibatkan peningkatan curah jantung sehingga jantung
memompa dengan kuat dan terjadi sedikit dilatasi.
e. Sistem respirasi
Peningkatan konsumsi oksigen 15-20%, gejala dan klinis yang timbul berupa
peningkatan tidal volume 30-40% dan dispnea.
f. Sistem perkemihan
Peningkatan level progesteron menyebabkan relaksasi otot polos. Gejala dan
tanda klinis yang timbul beruba dilatasi renal pelvis dan ureter sehingga
meningkatkan resiko infeks tinggi saluran kemih (isk), penurunan tonus bladder
disertai peningkatan kapasitas bladder sehingga frekuensi berkemih meningkat
dan terjadi inkontinensia. Edema sering terjadi karena penurunan aliran renal
(aliran darah ke ginjal) pada trimester ketiga.
g. Sistem gastrointestinal / pencernaan
Peningkatan human chorionic gonadotropin (HCG) dan perubahan metabolisme
karbohidrat dapat menyebabkan mual muntah pada trimester 1. Peningkatan
progesteron menyebabkan penurunan tonus otot dan memperlambat proses
digestif sehingga menyebabkan konstipasi dan pengosongan lambung menjadi
lambat. Perubahan mengecap dan membaui sehingga menyebabkan mual.
h. Sistem muskuloskletal
Peningkatan ekstrogen menyebabkan pengingkatan elastisitas dan relaksasi
ligament sehingga menimbulkan gejala nyeri sendi. Sedangkan peregangan otot
abdomen karena pembesaran uterus menyebabkan diastasis recti.
i. Sistem integument
Peningkatan estrogen dan progesteron merangsang peningkatan penyimpanan
melanin sehingga menyebabkan linea nigra, cloasma gravidarum, warna areola,
puting susu, pulva menjadi lebih gelap. Striae gravidarum/ stretch marks terjadi
akibat kulit perut, payudara, pantat, teregang sehingga serabut kolagen
mengalami rupture.
j. Sistem endokrin
Peningkatan prolaktin dan iksitosin memfasilitasi laktasi, menstimulasi
kontraksi uterus.

B. Konsep Kehamilan Dalam Islam

1. Ayat Al-Quran Mengenai Kehamilan

“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, sesudah itu
dari segumpal darah, kemudian dilahirkan kamu sebagai seorang anak kemudian (kamu
dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa). Kemudian (dibiarkan
hidup lagi) sampai tua. Diantara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. Kami perbuat
demikian supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahani
(Nya).”

QS. Al-Mu’min: 67

“kami perintahkan kepada manusias upaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya,
ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah
(pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.”

QS. Al-Ahqaf: 15
C. Konsep Penyakit Pada Masa Kehamilan
1. Gangguan Kardiovaskuler Pada Ibu Hamil
Penyakit jantung menyerang sekitar 1% dari semua wanita yang hamil.
Keadaan ini biasanya disebabkan oleh kerusakan jantung yang terjadi akibat demam
rematik atau (yang kini sering dijumpai) akibat penyakit jantung kongenital.
Penyakit jantung dibagi menjadi empat kelompok (I sampai IV) menurut
kondisi pasien yang aktif tanpa timbulnya gejala. Kehamilan memberikan beban
tambahan bagi jantung dan hampir selalu menyebabkan wanita tersebut digolongkan
ke dalam klasifikasi berisiko tinggi.
Komplikasi serius dapat terjadi akibat peningkatan beban kerja jantung yang
sudah lemah atau sakit untuk memenuhi kebutuhan saat hamil, kecuali jika dilakukan
tindakan pencegahan. Kegagalan jantung dapat terjadi pada ibu, dan bayi yang
dikandungnya akan menghadapi bahaya hipoksia intrauteri, retardasi pertumbuhan
janin, persalinan prematur serta asfiksia waktu lahir.

Kehamilan

Dasar penanganan medis dan keperawatan bagi wanita hamil yang menderita
penyakit jantung adalah mengurangi segala macam stres tambahan yang menambah
beban kerja jantung, upaya ini dilakukan untuk menjamin oksigenasi yang
memuaskan pada janin dan mencegah agar keadaan janin tidak semakin buruk.
Wanita hamil yang menderita penyakit jantung harus diperiksa dua minggu sekali
(bukan sebulan sekali seperti pada ibu hamil yang normal) selama kehamilan dini, dan
kemudian seminggu sekali sejak usia kehamilan 28 minggu; dengan pemeriksaan
yang lebih sering, setiap tanda kegagalan jantung dini dapat diketahui begitu tanda
tersebut muncul. Pasien jantung yang hamil harus memperoleh tambahan istirahat di
siang hari di samping tidur selama 9 jam di malam hari. Rencana semua kegiatan yang
diperbolehkan harus disusun secara rinci, dan rencana ini dapat disesuaikan kembali
dengan pekerjaan dan kesehatan pasien setiap kali pasien ini memeriksakan dirinya.
Bantuan tambahan dirumah harus dipertimbangkan khususnya jika dalam keluarga
tersebut terdapat anak-anak yang masih kecil.
Jika pasien tidak bisa istirahat dengan baik dirumah, ia harus dirawat dirumah
sakit. Usia kehamilan antara 28 dan 34 minggu merupakan saat dimana terdapat stres
fisik yang paling besar sehingga diperlukan pengobatan atau penyesuaian pengobatan
dengan obat-obat jantung (misalnya, digitalis).
Faktor-faktor penting dalam perawatan antenatal wanita hamil yang menderita
penyakit jantung adalah :
 Mencegah atau memperbaiki anemia
 Mencegah infeksi dengan menghindari orang lain (pengunjung, kerumunan
orang, dll) dan segera mengobati infeksi, termasuk infeksi yang ringan sekalipun.
 Membatasi kenaikan berat badan, menghindari berat badan berlebih yang dapat
menambah beban kerja jantung; penanganan diet mencakup pembatasan natrium
untuk mencegah retensi cairan yang berlebihan.
 Observasi yang cermat dan terus-menerus untuk mengenali kondisi jantung yang
memburuk serta mendeteksi setiap komplikasi lainnya.

Persalinan

Persalinan dan melahirkan akan meningkatkan stres pada ibu maupun janinnya.
Observasi terus-menerus (pemantauan) merupakan tindakan yang paling penting.
Intervensi (seperti melahirkan dengan bantuan forseps) diperlukan kalau respons
maternal atau fetal terhadap kontraksi rahim menunjukkan tanda-tanda awal
kekurangan oksigen. Obat-obat analgesik biasanya diberikan oleh dokter ahli anastesi;
analgesia epidural sering dilakukan dalam kondisi ini.

Sesudah Melahirkan

Sesudah plasenta dilahirkan dan uterus berkontraksi, darah yang memasok


plasenta akan diarahkan kembali ke dalam sirkulasi maternal normal. Kejadian ini
secara mendadak memberikan tambahan darah sebanyak kurang-lebih 500 ml ke
dalam sirkulasi darah maternal sehingga pasien harus diobservasi dengan cermat
untuk segera mengenali kegagalan jantung yang terjadi. Sesudah 24 jam, bahaya
kegagalan jantung biasanya sudah berlalu karena pada saat ini akan terjadi diuresis
fisiologis sebagai akibat dari lahirnya plasenta yang menghasilkan estrogen.
Periode postnatal selanjutnya biasanya berlangsung normal dan tanpa
komplikasi. Jika penyakit jantung yang dideritanya berat, pasien dianjurkan untuk
tidak menyusui sendiri bayinya.

2. Gangguan Diabetes Melitus Pada Ibu Hamil


Diabetes secara klinis tampak jelas dan sudah ada sebelumnya dapat tidak
terkendali selama kehamilan. Karena wanita hamil biasanya termasuk kelompok usia
muda, maka diabetes yang di deritanya cenderung merupakan diabetes tipe juvenil
(bukan tipe diabetes yang lebih ringan awitannya pada usia dewasa).
Diabetes gestasional merupakan diabetes temporer yang timbul akibat
perubahan metabolisme karbohidrat selama kehamilan. Akibat yang ditimbulkan oleh
bentuk diabetes ini bisa sama beratnya seperti yang terjadi pada diabetes yang sudah
ada sebelumnya.
Semua wanita hamil harus menjalani tes urin yang rutin pada setiap kali
kunjungan prenatal untuk mendektsi glikosuria. Tes yang positif merupakan indikasi
untuk pemeriksaan toleransi glukosa (GTT). GTT kini dilakukan sebagai
pemeriksaan rutin pada banyak rumah sakit di australia bagi wanita hamil dengan
usia kehamilan 32 minggu.

a. Pengaruh Diabetes Pada Ibu


Pasien diabetes yang hamil cenderung terjangkit infeksi, khususnya
infeksi vaginal, saluran kemih dan infeksi nifas. Kesembuhan luka pada pasien
diabetes terjadi dengan lambat , dan pada 25% kehamilan dengan diabetes
terdapat pre-eklampsia. Diabetes yang sudah ada sebelumnya dan terkendali
dengan baik dapat berubah menjadi diabetes yang tidak stabil pada kehamilan.
Baik diabetes yang sudah ada sebelumnya maupun diabetes gestasional dapat
bertambah berat dan sulit dikendalikan.

b. Pengaruh Diabetes Pada Janin


Glukosa akan menembus plasenta dan pada diabetes maternal yang tidak
terkontrol, janin dapat mengalami hiperglikemia. Keadaan ini meningkatkan
sekresi insulin fetal yang selajutnya akan membuat janin tumbuh smenjadi besar
secara abnormal. Polihidramnios (kehamilan dengan cairan amnion yang
berlebihan ) sering dijumpai , dan insidensi malformasi dua atau tiga kali lebih
tinggi pada ibu-ibu yang menderita diabetes. Induksi persalinan mungkin
diperlukan sebelum kehamilan aterm untuk mencegah penyulit dalam persalinan
atau polihidramnios yang dapat menyebabkan persalinan prematur atau ketuban
pecah dini; pada kedua kasus ini, bayi menghadapi resiko akibat imaturitas.
Sesudah dilahirkan, bayi cenderung mengalami hipoglikemia dan keadaan ini
paling besar kemungkinannya untuk terjadi dalam waktu 2 hingga 4 jam setelah
lahir.

3. Gangguan Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil


Hiperemesis diartikan sebagai muntah yang terjadi secara berlebihan selama
kehamilan. Penyebabnya yang pasti tidak diketahui, tetapi kemungkinan hiperemesis
terjadi akibat over-reaksi terhadap hormon korionik gonadotropin atau terhadap
peningkatan kadar estrogen. Keadaan ini lebih sering ditemukan pada kehamilan
pertama dan pada ibu hamil dengan kadar HCG yang lebih tinggi daripada kadar
yang normal seperti pada kehamilan kembar serta mola hidatidosa. Faktor-faktor
psikiatrik dan emosional (seperti respons yang negatif terhadap kehamilan serta
hubungan keluarga yang tidak harmonis) acapkali, tetapi tidak selalu, berkaitan
dengan hiperemesis.
Bahaya hiperemesis mencakup dehidrasi, gangguan keseimbangan cairan serta
elektrolit, penurunan berat badan, ketosis dan pada kasus-kasus yang ekstrim,
oliguria serta ikterus.
Penatalaksanaanya mencakup perawatan dirumah sakit, tirah-baring,
pemberian cairan lewat infus dan pencatatan balans cairan (asupan serta keluar
cairan) yaang cermat. Pasien hiperemesis dapat makan makanan kering dalam jumlah
sedikit tapi sering (misalnya 6 kali sehari) dan minum cairan jernih (air putih, teh
atau cairan yang mengandung karbohidrat seperti sirup, teh manis) 1 jam sebelum
makan. Vitamin, khususnya B Kompleks, C dan K dapat diberikan lewat penyuntikan
intravena atau intramuskular. Obat-obat antiemetik dan sadiatif yang ringan kadang-
kadang diberikan oleh dokter.
Pasien hiperemesis harus dirawat diruangan yang suasananya tenang dan
berventilasi baik; kalau mungkin, pasien dirawat dahulu dikamar yang isinya hanya
untuk satu orang (single room). Keadaan ini harus dijelaskan kepada pasien dan
keluarganya sehingga kerjasama mereka dapat diharapkan. Kadang-kadang
diperlukan pembatasan tamu atau pengunjung sampai gejala muntah-muntahnya
sudah berhenti. Rujukan pada bagian pastoral, psikolog atau pekerjaan sosial
mungkin diperlukan.
D. Asuhan Keperawatan
Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus
A. Pengkajian
1. RKD ( riwayat kesehatan dahulu )
a. Riwayat diabetes
b. Riwayat anak lahir besar.
2. RKK ( riwayat kesehatan keluraga )
a. Adanya keluarga yang menderita DM
3. RKS ( riwayat kesehatan sekarang )
a. Ditemui adanya tanda-tanda DM, seperti polidipsi, polifagi, poliuri, dll
4. Saluran urinarius
Dapat mengalami poliuria, infeksi saluran kemih (ISK), nefropati makanan
dan cairan, polidipsia, polifagia, mual, muntah serta penurunan berat badan.
5. Keamanan
Intregritas kulit lengan, paha dapat berubah karena injeksi insulin yang sering
terdapat kerusakan penglihatan atau/retinopati, serta riwayat gejala-gejala
infeksi dan/positif terhadap infeksi perkemihan dan vagina.
6. Status kebidanan
Tinggi fundus mungkin lebih tinggi atau rendah dari normal terhadap usia
gestasi (hidramnion, ketidaktepatan pertumbhan janin); riwayat neonatus besar
terhadap usia gestasi (LGA); hidramion; anomali kongenital; dan kematian
jani yang tidak jelas penyebabnya.
7. Sosial Ekonomi
Masalah faktor sosial ekonomi dapat meningkatkan resiko komplikasi,
ketidakadekuatan, atau kurangnya sistem pendukung yang bertanggung jawab.
8. Pemeriksaan diagnostik
Hemoglobin glukosa (HbAlc) kadar glukosa serum acak, kadar keton urine,
protein urine dan kreatinin (24jam), tes fungsi teorid hemoglobin hematrokrit,
kadar estriol, tes toleransi glukosa, albumin glukosa, elektrodigram, kultur
vagina, tes nonstres(NST), utra sonografi, contration stress test (CST),
oxytocyn chalenge test ( OCT ), amniosistesis, serta kreteria profil biofisik.
B. Diagnosis keperawatan
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan
ketidakmampuan mencerna dengan tepat.
2. Resiko tinggi cedera janin yang berhubungan peningkatan kadar glukosa
marternal sebagai perubahan pada sirkulasi.

C. Intervensi keperawatan
1. Diagnosis 1: perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan
dengan ketidakmampuan mencerna dan menggunakan nutrien dengan tepat.

Hasil yang diharapkan:


a. Nutrisi ibu akan meningkatkan 24 - 30 lb pada masa prenatal atau yang
tepat berat badan sebelum kehamilan.
b. Ibu akan mempertahankan glukosa darah puasa antara 60 sampai 100 mg dl
1jam prapartum tidak lebih 140 mg/dl`
c. Ibu akan sering menggungkapkan tentang aturan individu dan kebutuhan
pemantauan diri.

Rencana Intervensi:
a. Kaji masukan kalori dan pola makan dalam 24jam.
Rasional : membantu dalam mengevaluasi pemahaman ibu tentang diet
dan/atau pentinganya menaati aturan diet.
b. Tinjau ulang pentingnya makan kudapan yang teratur bila menggunakan
insulin.
Rasional : makan sedikit dan sering menghindari hiperglikemia
postprandial dan ketosis puasa/kelaparan.
c. Bila terjadi hipoglikemia asimtomatik, atasi dengan segelas susu sebanyak
8 oz dan ulangi tiap 15 menit bila kadar glukosa serum tetap di bawah 70
mg dl.
Rasional : mual dan muntah dapat mengakibatkan defisiensi karbohidrat
yang dapat menimbulkan metabolisme lemak dan terjadi ketosis.
2. Diagnosis 2 : Risiko cedera janin yang berhubungan dengan peningkatan kadar
glukosa maternal akibat perubahan pada sirkulasi.

Hasil yang diterapkan:


Ibu akan menunjukkan reaksi NST secara normal dan exytocin challenge test
dan atau test stres kontraksi negatif.

Rencana intervensi:
1. Tentukan klasifikasi white terhadap diabetes, jelaskan klasifikasi serta
makna pada ibu dan pasangan
Rasional : janin kurang beresiko bila klasifikasi white adalah A,B, dan C
dengan klasifikasi D atau di atas akan mengalami masalah ginjal atau
komplikasi masalah lainnya.
2. Kaji kontrol diabetik sebelum konsepsi.
Rasional : kontrol ketat sebelum konsepsi membantu resiko mortalilitas
janin dan anomali kongenital.
3. Kaji gerakan janin dan DJJ setiap kunjungan sesuai indikasi. Anjurkan
untuk mencatatnya mulai usia gestasi 18 minggu dan setiap hari mulai
minggu ke 34.
Rasional : terjadinya insufiensi plasenta dan ketosis maternal mungkin
secara negatif akan mempengaruhi gerakan janin dan DJJ.
4. Pantau adanya hipertensi dalam kehamilan ( edema, proteinuria, dan
peningkatan TD)
Rasional : bermanfaat untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan abnormal.
5. Berikan informasi tentang efek diabetes yang mungkin pada pertumbuhan
dan perkembangan janin.
Rasional : kira-kira 12-13 dari diabetes menjadi gangguan hipertensi karna
perubahan kardiovaskular berkenaan dengan diabetes.
Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Dengan Penyakit Jantung

A. Pengkajian
Pengkajian pada ibu hamil dengan penyakit jantung adalah :

Anamnesis
 Riwayat kesehatan pribadi dan keluarga : penyakit dengan signifikansi
kardiovaskular, termasuk penyakit jantung bawaan, infeksi streptokokus,
demam rematik, penyakit jantung katup, endokarditis, gagal jantung kongestip,
angina dan infark miokard.
 Faktor yang meningkatkan beban jantung
- Anemia
- Infeksi
- Edema
 Gejala dekompensasi jantung (lihat tanda komplikasi potensial : dekompensasi
jantung
 Obat saat ini
 Penyebab stres saat ini

Pemeriksaan fisik

 Periksa
- Jumlah dan pola edema
- Tanda vital
- Jumlah dan pola kenaikan berat badan

 Amati tanda dekompensasi jantung (lihat tanda komplikasi potensial :


dekompensasi jantung )
 Tinjau hasil pemeriksaan laboratorium dan diaganosis
- Pemeriksaan darah dan urinealisis lengkap ( hitung darah lengkap dan
kimia darah)
- Lakukan ekg pada awal, atau sebelum, kehamilan
- Lakukan ekokardiogram dan osimetri bila diperlukan
B. Diagnosis Keperawatan
1. Diagnosis 1 : Intoleransi terhadap aktivitas berhubungan dengan efek kehamilan
pada wanita dengan penyakit jantung rematik dengan stenosis katup mitral.

Hasil yang diharapkan :


Wanita dapat menyatakan rencananya untuk mengubah gaya hidup selama
kehamilan untuk mengurangi resiko dekompensasi jantung.

Intervensi Keperawatan
- Membantu pasien mengidentifikasi faktor yang mengurangi intoleransi
aktivitas dan mencari tahu seberapa besar keterbatasan untuk menerapkan
dasar evaluasi.
- Membantu wanita mengembangkan program khusus untuk aktivitas dan
istirahat, dengan mempertimbangkan lingkungan kerja dan tempat tinggal,
juga dukungan keluarga dan teman, untuk menjaga curah jantung yang
cukup.
- Menfedukasi wanita untuk memantau respons fisiologis terhadap aktivitas
(contoh: denyut nadi, frekuensi napas) dan mengurangi aktivitas yang
menybabkan kelelahan atau nyeri untuk menjaga curah jantung yang cukup
dan mencegah cedera pada janin.
- Meminta keluarga dan teman pasien untuk membantunya dalam aktivitas
dan memberikan dukungan dalam melakukan perannya dan aktivitas
perawatan mandiri yang terlalu berat untuk meningkatkan kemungkinan
kepatuhan terhadap keterbatasan aktivitas.
- Menyarankan pasien untuk membuat catatan aktivitas yang di dalamnya
terdapat aktivitas, waktu, durasi, intensitas dan respons fisiologis untuk
mengevaluasi efektivitas dan kepatuhan terhadap program.
- Mendiskusikan berbagai aktivitas pengalihan yang bisa dilakukan untuk
mengurangi kemungkinan bosan saat istirahat.
2. Diagnosa 2 : Risiko penatalaksanaan yang tidak efektif berhubungan dengan
kehamilan pertama dan persepsi wanita bahwa kondisinya baik.

Hasil yang diharapkan :


Pasien berpartisipasi dalam rejimen terapi yang efektif untuk kehamilan dengan
penyulit penyakit jantung.

Intervensi Keperawatan
- Mengidentifikasi faktor, seperti pengetahuan yang cukup mengenai efek
jantung terhadap kehamilan, yang akan menghambat pasien untuk
berpartisipasi dalam rejimen terapinya untuk meningkatkan intervensi dini
seperti edukasi mengenai pentingnya beristirahat.
- Mengedukasi pasien dan keluarganya mengenai faktor seperti kurangnya
istirahat atau tidak meminum obat yang dapat memberikan efek buruk
terhadap kehamilan untuk memberikan informasi dan meningkatkan rasa
kontrol akan situasi tersebut.
- Mengidentifikasi sumber di komunitas yang memberikan perasaan
berbagai akan pengalaman yang sama.
- Menyemangati pasien untuk menyatakan rencananya untuk melaksanakan
rejimen perawatan untuk mengevaluasi efek edukasi.

3. Diagnosa 3 : Menurunnya curah jantung berhubungan dengan peningkatan


volumes sirkulasi sekunder terhadap kehamilan dan penyakit jantung.

Hasil yang diharapkan :


Pasien akan menunjukkan tanda curah jantung yang adekuat (nadi dan tekanan
darah normal; suara napas dan bunyi jantung normal; warna dan turgor kulit
normal; capilarry refill normal; urine normal; tidak ada tanda edema)
Intervensi Keperawatan
- Tanamkan ulang pentingnya aktivitas dan beristirahat dalam mencegah
komplikasi jantung.
- Tanamkan ulang pentingnya kunjungan yang sering ke dokter untuk
mendapatkan pemantauan yang adekuat terhadap kehabilan yang berisiko
tinggi.
- Edukasi wanita dan keluarganya mengenaitanda dekompensasi jantung
untuk memberi informasi kapan harus menghubungi tenaga kesehatan.
- Edukasi pasien untuk berbaring miring untuk meningkatkan aliran darah
uteroplasenta dan menaikkan kaki ketika duduk untuk meningkatkan aliran
balik vena.
- Pantau asupan dan keluarnya cairan dan periksa adanya edema untuk
mengkaji komplikasi terhadap ginjal atau masalah aliran balik vena.
- Pantau djj dan aktivitas janin dan lakukan NST sesuai indikasi untuk
mengkaji keadaan janin dan mendeteksi insufisiensi uteroplasenta.

Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum


A. Pengkajian
1. Data riwayat kesehatan
a. Riwayat kesehatan sekarang
Pada riwayat kesehatan sekarang terdapat keluhan yang dirasakan oleh ibu
sesuai dengan gejala-gejala pada hiperemesis gravidarum, yaitu: mual dan
mutah dan terus menerus, merasa lemah dan kelelahan, merasa haus dan
terasa asam dimulut, serta konstipasi dan demam. Selanjutnya dapat juga
ditemukan berat badan yang menurun. Turgor kulit yang buruk dan
gangguan elektrolit. Terjadi oliguria, takikardia, mata cekung, dan ikterus.
b. Riwayat kesehatan dahulu
 Kemungkinan ibu pernah mengalami hiperemesis gravidarum
sebelumnya.
 Kemungkinan ibu pernah mengalami penyakit yang berhubungan
dengan saluran pencernaan yang menyebabkan mual muntah.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Kemungkinan adanya riwayat kehamilan ganda pada keluarga.
2. Data fisik biologis
Data yang dapat ditemukan kepada ibu dengan hiperemesis gravidarum adalah
mamae yang membengkak, hiperpigmentasi pada areola mamae, terdapat
kloasma gravidarum, mukosa memberan dan bibir kering, turgor kulit buruk,
mata cekung, dan sedikit ikterik, ibu tampak pucat dan lemah, takikardi,
hipotensi, serta pusing dan kehilangan kesadaran.
3. Riwayat menstruasi
a. Kemungkinan menarkhe usia 12-14 tahun .
b. 28-30 hari.
c. Lamanya 5-7 hari.
d. Banyaknya 2-3 kali ganti duk/hari.
e. Kemungkinan ada keluhan waktu haid seperti nyeri, sakit kepala, dan
muntah.
4. Riwayat perkawinan
Kemungkinan terjadi pada perkawinan usia muda.
5. Riwayat kehamilan dan persalinan
a. Hamil muda : ibu pusing, mual dan muntah, serta tidak ada nafsu makan.
b. Hamil tua : pemeriksaan umum terhadap ibu mengenai kenaikan berat badan,
tekanan darah, dan tingkat kesadaran.
6. Data psikologi
Riwayat fisiologi sangat penting dikaji agar dapat diketahui keadaan jiwa ibu
sehubungan dengan perilaku terhadap kehamilan. Keadaan jiwa ibu yang labil,
mudah marah, cemas, takut dan kegagalan persalinan, mudah menangis, sedih,
serta kekecewaan dapat memperberat mual dan mutah. Pola pertahan diri
(koping) yang digunakan ibu bergantung pada pengalamannya terhadap
kehamilan serta dukungan dari keluarga dan perawat.
7. Data sosial ekonomi
Hiperemesis gravidarum bisa terjadi pada semua golongan ekonomi, namun pada
umumnya terjadi pada tingkat ekonomi menengah kebawah. Hal ini diperkirakan
dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki.
8. Data penunjang
Data penunjang didapat dari hasil laboratorium, yaitu pemeriksaan darah dan
urine. Pemeriksaan darah yaitu nilai hemoglobin dan hematorik yang meningkat
menunjukan hemokonsentrasi yang berkaitan dan dehidrasi. Pemeriksaan
urinarilis yaitu urine yang seidikit dan konsentrasi yang tinggi akibat dehirasi,
juga terdapatnya aseton di dalam urine.
B. Diagnosis keperawatan
Dari pengkajian yang telah diuraikan , maka ada beberapa kemungkinan diagnosis
keperawatan yang dapat ditegakkan.
1. Kekurangan cairan dan eletktrolit berbuhungan dengan muntah yang berlebihan
dan pemasukan yang tidak adekuat.
2. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan
mual dan muntah terus-menerus.

C. Intervensi keperawatan
1. Diagnosa 1 : Kekurangan cairan dan elektrolit yang berhubungan dengan
muntah berlebihan dan pemasukan yang tidak adekuat.

Tujuan : kebutuhan cairan dan elektrolit terpenuhi.

Intervensi Keperawatan
a. Istirahatkan ditempat ibu yang nyaman
Rasional : istirahat akan menurunkan kebutuhan energi kerja yang membuat
metabolisme tidak meningkatkan, sehingga tidak merangsang terjadinya
mual dan muntah.
b. Pantau tanda-tanda vital serta tanda-tanda dehidrasi
Rasional : dengan mengobservasi tanda-tanda kekurangan cairan dapat
diketahui sejauh mana keadaan umum dan kekurangan cairan pada ibu.
Tekanan darah turun, suhu meningkat, dan nadi meningkat merupakan
tanda-tanda dehidrasi dan hipovolemia.
c. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian cairan infus
Rasional : pemberian cairan infus dapat mengganti jumlah cairan elektrolit
yang hilang dengan cepat, sehingga dapat mencegah keadaan yang lebih
buruk pada ibu
d. Pantau tetes cairan infus
Rasional : jumlah tetesan infus yang tidak tepat dapat menyebabkan
terjadinya kelebihan dan kekurangan cairan didalam sistem sirkulasi
e. Catat intake dan output
Rasional : dengan mengetahui intake dan ouput cairan diketahui
keseimbangan cairan di dalam tubuh.
f. Setelah 24 jam anjurkan untuk minum tiap jam
Rasional : minum yang sering dapat menambah pemasukan cairan melalui
oral.

2. Diagnosa 2 : Perubahan nutrisi kurang kebutuhan tubuh yang berhubungan


dengan mnutah yang terus-menerus.

Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi.

Intervensi Keperawatan
a. Kaji kebutuhan nutrisi ibu
Rasional : dengan mengetahui kebutuhan nutrisi ibu dapat dinilai sejauh
mana kekurangan nutrisi pada ibu dan menentukan langkah selanjutnya.
b. Observasi tanda-tanda kekurangan nutrisi
Rasional : untuk mengetahui sejauh mana kekurangan nutrisi akibat muntah
yang berlebihan.
c. Setelah 24jam pertama beri makanan dalam porsi kecil tetapi sering
Rasional : makanan dalam porsi kecil dapat mengurangi pemenuhan
lambung dan mengurangi kerja pristaltik usu serta memudahkan proses
penyerapan.
d. Berikan makanan dengan keadaan hangat dan bervariasi Rasional :
makanan yang hangat di harapkan dapat mengurangi rasa mual dan
makanan yang bervariasi untuk menambah nafsu makan, sehingga di
harapkan kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi.
e. Berikan makanan yang tidak berlemak dan berminyak
Rasional : maknanan yang tidak berlemak dan berminyak mengurangi
rangsangan saluran pencernaan, sehingga di harapkan mual dan muntah
berkurang.
f. Anjurkan klien untuk memakan makanan yang kering yang tidak
merangsang pencernaan ( roti kering dan biskuit )
Rasional : makanan kering tidak merangsang pencernaan dan mengurangi
perasaan mual.
g. Berikan ibu motivasi agar mau menghabiskan makanan
Rasional : ibu merasa di perhatikan dan berusaha menghabiskan makananya
h. Timbang berat badan ibu
Rasional : dengan meni bang berat badan dapat di ketahui keseimbangan
berat badan sesuai usia kehamilan dan pengaruh nutrisi.
BAB II PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Penyakit jantung menyerang sekitar 1% dari semua wanita yang hamil. Keadaan ini
biasanya disebabkan oleh kerusakan jantung yang terjadi akibat demam rematik atau
(yang kini sering dijumpai) akibat penyakit jantung kongenital.
2. Kunci kehamilan yang optimal adalah kontrol glukosa ibu yang ketat sebelum
konsepsi, juga selama periode gestasional. oleh karena itu, untuk ibu dengan
diabetes, penekanan utama adalah pada konseling prekonsepsi. Kehamilan dengan
penyulit diabetes masih dianggap berisiko tinggi. lebih baik merencanakan
kehamilan, untuk bekerja sama dengan wanita dan keluarganya sebelum terjadi
konsepsi.
3. Hiperemesis diartikan sebagai muntah yang terjadi secara berlebihan selama
kehamilan. Penyebabnya yang pati tidak diketahui, tetapi kemungkinan hiperemesis
terjadi akibat over-reaksi terhadap hormon korionik gonadotropin atau terhadap
peningkatan kadar estrogen.

B. Saran
Lebih memperhatikan pola hidup sehat, terlebih selama masa kehamilan. Agar
tidak terjadi masalah diwaktu yang akan datang yang menyebabkan gangguan pada janin.
Daftar Pustaka

Farrer, Helen. 2001. Perawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta: EGC

Karjatin, Atin. 2016. Keperawatan Maternitas. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan

Mitayani. 2009. Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta: Salemba Medika

Perry Cashion, Lowdermilk. 2013. Keperawatan Maternitas Edisi 8 Buku 2. Jakarta: Salemba

Medika