You are on page 1of 1

Dewasa ini wilayah laut dan pesisir sudah menjadi pusat pengembangan

perekonomian, yakni seperti kegiatan perikanan, industry pelabuhan dan pelayaran,


pariwisata, pemukiman, dan tempat penampungan limbah dari segenap aktivitas manusia,
baik yang berada di dalam sistem wilayah pesisir maupun yang berada di luarnya (lahan atas
dan laut lepas) (LIPI,2005:29).

Menurut Suripin (2002), yang dimaksud air bersih yaitu air yang aman (sehat) dan baik
untuk diminum, tidak berwarna, tidak berbau, dengan rasa yang segar. Air bersih dalam
kehidupan manusia merupakan salah satu kebutuhan paling esensial, sehingga kita perlu
memenuhinya dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Selain untuk dikonsumsi air
bersih juga dapat dijadikan sebagai salah satu sarana dalam meningkatkan kesejahteraan
hidup melalui upaya peningkatan derajat kesehatan (Sutrisno, 1991:1).
Indeks kebutuhan air di Lombok awalnya mencapai 70 persen, namun di
lapangan saat ini sudah melebihi angka tersebut. Persoalan ini dipicu oleh kerusakan
hutan, penurunan kualitas lingkungan, dan juga belum mempunyai PDAM yang belum
melakukan pengelolaan secara maksimal. (Nasional Republika, 2017). Untuk kebutuhan
pertanian, kondisi air di Lombok masih mencukupi, namun yang menjadi ancaman ada
pada ketersediaan air bersih.
Menurut suarantb.com (2017) Sebanyak 16 desa di NTB masih mengalami
krisis air bersih. Semua desa ini berada di Pulau Lombok khususnya di wilayah selatan
mulai dari Lombok Tengah sampai Lombok Timur. Desa-desa yang mengalami krisis air
bersih ini kerap mengalami kekeringan parah, terutama di musim kemarau. Sehingga
masyarakat di wilayah tersebut terpaksa harus membeli air, atau mengambil air dari jarak
yang cukup jauh dari tempat tinggalnya.