You are on page 1of 4

Portofolio V - Medikolegal

Nama Peserta: dr. Stefani Sri Handayani


Nama Wahana: RSUD Lakipadada Tana Toraja
Topik: TCR GCS15+Hematom Regio Oculi Dextra et Sinistra et causa Trauma Benda
Tumpul
Tanggal (Kasus): 6 Maret 2015
Nama Pasien: Tn G No. RM: 03 26 91
Tanggal Presentasi: Pendamping: dr. Benyamin Massang / dr.
Paris Sampeliling
Tempat Presentasi: RSUD Lakipadada Tana Toraja
Objek Presentasi:
Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa
Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil
Deskripsi:
Pasien laki-laki, 65 tahun, datang ke IRD dengan keluhan luka memar pada kepala dan
daerah sekitar kedua mata. Menurut pengakuan korban, korban dipukul berkali-kali di wajah
dan kepala oleh tetangganya yang saat itu sedang mabuk dengan menggunakan tangan.
Riwayat pingsan tidak ada. Riwayat muntah sebanyak tiga kali.
Pada pemeriksaan fisis didapatkan tanda-tanda vital dalam batas normal. Pada inspeksi
tampak luka memar pada daerah sekitar kedua mata dan benjolan memar pada kepala. Luka
pertama pada daerah kepala sebelah kiri berwarna kemerahan berukuran diameter dua
sentimeter dengan jarak tiga sentimeter diatas puncak telinga. Luka kedua pada daerah mata
kiri berwarna biru keunguan, berukuran empat kali dua sentimeter, dengan jarak satu
sentimeter dari garis tengah wajah. Luka ketiga pada daerah mata kanan berwarna biru
keunguan, berukuran enam kali dua sentimeter, berjarak satu sentimeter dari garis tengah
wajah.
Tujuan: membuat deskripsi luka dan memberikan pertolongan pertama pada luka serta
membuat kesimpulan hasil pemeriksaan dalam bentuk visum et repertum
Bahan Tinjauan Riset Kasus Audit
Bahasan: pustaka
Cara Diskusi Presentasi dan e-mail Pos
Membahas: diskusi

Data Pasien: Nama: Tn G No. Registrasi: 03 26 91


Nama Klinik: RSUD Lakipadada Tana Toraja
Data Utama Untuk Bahan Diskusi:
Diagnosis/Gambaran Klinis:
Pasien laki-laki, 65 tahun, datang ke IRD dengan keluhan luka memar pada kepala dan
daerah sekitar kedua mata. Menurut pengakuan korban, korban dipukul berkali-kali di wajah
dan kepala oleh tetangganya yang saat itu sedang mabuk dengan menggunakan tangan.
Riwayat pingsan tidak ada. Riwayat muntah sebanyak tiga kali.
Riwayat Pengobatan:
Riwayat pengobatan sebelumnya (-).
Riwayat Kesehatan/Penyakit:
Riwayat penyakit lain (-).

1
Portofolio V - Medikolegal

Riwayat Keluarga:
Riwayat penyakit dalam keluarga (-).
Riwayat Pekerjaan/Kebiasaan:
Pasien merupakan pegawai pensiunan
Lain-lain:
Tidak ada.
Daftar Pustaka:
Ilmu Kedokteran Forensik FKUH
Hasil Pembelajaran:
1. Membuat deskripsi luka
2. Memberikan pertolongan pertama pada luka
3. Membuat kesimpulan hasil pemeriksaan dalam bentuk visum et repertum.

2
Portofolio V - Medikolegal

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio


1. Subjektif
Pasien laki-laki, 65 tahun, datang ke IRD dengan keluhan luka memar pada kepala dan
daerah sekitar kedua mata. Menurut pengakuan korban, korban dipukul berkali-kali di
wajah dan kepala oleh tetangganya yang saat itu sedang mabuk dengan menggunakan
tangan. Riwayat pingsan tidak ada. Riwayat muntah sebanyak tiga kali.
2. Objektif
PEMERIKSAAN FISIS
 SP: SS/GC/CM
 GCS = 15
 T = 110/60 mmHg, N = 84 x/menit, P = 24 x/menit, S = 36,70C
 Inspeksi:
 Kepala: tampak luka memar pada daerah sekitar kedua mata dan benjolan memar
pada kepala. Luka pertama pada daerah kepala sebelah kiri berwarna kemerahan
berukuran diameter dua sentimeter dengan jarak tiga sentimeter diatas puncak
telinga. Luka kedua pada daerah mata kiri berwarna biru keunguan, berukuran empat
kali dua sentimeter, dengan jarak satu sentimeter dari garis tengah wajah. Luka
ketiga pada daerah mata kanan berwarna biru keunguan, berukuran enam kali dua
sentimeter, berjarak satu sentimeter dari garis tengah wajah.
 Leher: dalam batas normal
 Thorax: dalam batas normal
 Jantung: dalam batas normal
 Abdomen: dalam batas normal
 Ekstremitas: dalam batas normal
 Genitalia: tidak dilakukan pemeriksaan
 Pemeriksaan fisis neurologis dalam batas normal.
3. Assessment
Kekerasan yang menyebabkan luka dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu :
1) Luka karena kekerasan mekanik (benda tajam, tumpul dan senjata api)
2) Luka karena kekerasan fisik (luka karena arus listrik, petir, suhu tinggi dan suhu
rendah)
3) Luka karena kekerasan kimiawi (asam organik & anorganik, kaustik alkali dan logam
berat)
Kekerasan Benda Tumpul
Benda-benda yang dapat mengakibatkan luka dengan sifat luka seperti ini adalah benda
yang memiliki permukaan tumpul. Luka yang terjadi dapat berupa luka memar (kontusio,
hematom), luka lecet (ekskoriasi, abrasi) dan luka retak, robek atau koyak (vulnus
laceratum).
Luka Memar (Kontusio/Hematom)
Memar adalah cedera yang disebabkan benturan dengan benda tumpul yang
mengakibatkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu karena keluarnya darah dari
kapiler yang rusak ke jaringan sekitarnya, yang terjadi sewaktu orang masih hidup. Pada
luka memar biasanya permukaan kulit utuh, yang mengalami kerusakan adalah jaringan di
bawah kulit. Benturan dengan benda tumpul ini termasuk pukulan dengan tangan, jatuh
pada permukaan yang datar, cedera akibat senjata tumpul.
Letak, bentuk dan luas luka memar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti besarnya
kekerasan, jenis benda penyebab (karet, kayu, besi), kondisi dan jenis jaringan (jaringan
ikat longgar, jaringan lemak), usia, jenis kelamin, corak dan warna kulit, kerapuhan
pembuluh darah, penyakit (hipertensi, penyakit kardiovaskuler, diatesis hemoragik). Bila

3
Portofolio V - Medikolegal

kekerasan benda tumpul yang mengakibatkan luka memar terjadi pada daerah dimana
jaringan ikat longgar, seperti di daerah mata, leher, atau pada orang lanjut usia dan pada
bayi, maka luka memar yang tampak seringkali tidak sebanding dengan kekerasan, dalam
arti memar lebih mudah terjadi dan seringkali lebih luas dan adanya jaringan longgar
tersebut memungkinkan berpindahnya “memar” ke daerah yang lebih rendah karena
pengaruh gravitasi (brill hematoma). Seorang dengan kekurangan vitamin K atau seorang
penderita hemofilia, persentuhan yang ringan dengan benda tumpul dapat menyebabkan
luka memar yang luas.
Salah satu bentuk luka memar yang dapat memberikan informasi mengenai bentuk dari
benda tumpul adalah apa yang dikenal dengan “marginal hemorrhages”, misalnya bila
tubuh korban terlindas ban kendaraan, dimana pada tempat dimana terdapat tekanan justru
tidak menunjukkan kelainan. Perdarahan akan menepi sehingga terbentuk perdarahan tepi
yang bentuknya sesuai dengan bentuk celah antara kedua kembang ban yang berdekatan.
Hal yang sama misalnya bila seseorang dipukul dengan rotan atau benda yang sejenis,
maka akan tampak memar yang memanjang dan sejajar yang membatasi daerah yang tidak
menunjukkan kelainan. Daerah antara kedua memar yang sejajar dapat menggambarkan
ukuran lebar dari alat pemukul yang mengenai tubuh korban.
Hematom antemortem yang timbul beberapa saat sebelum kematian biasanya akan
menunjukkan pembengkakan dan infiltrasi darah dalam jaringan sehingga dapat dibedakan
dari lebam mayat dengan cara melakukan penyayatan kulit. Pada lebam mayat (hipostasis
pascamati) darah akan mengalir keluar dari pembuluh darah yang tersayat sehingga bila
dialiri air, penampang sayatan akan tampak bersih, sedangkan pada hematom penampang
sayatan tetap berwarna merah kehitaman. Pada pembusukan juga terjadi ekstravasasi darah
yang dapat mengacaukan pemeriksaan ini. Selain itu,untuk membedakan luka memar
dengan lebam mayat dapat dilihat dari lokasinya pada tubuh korban, di mana lebam mayat
letaknya pada bagian tubuh yang terendah.
4. Plan
Diagnosis: TCR GCS15+Hematom Regio Oculi Dextra et Sinistra et causa Trauma Benda
Tumpul
Terapi:
 IVFD RL 20 tpm
 Ketolorac 1 ampul/8 jam/iv
 Piracetam 3g/8 jam/iv
Konsultasi: tidak perlu dilakukan konsultasi ke dokter spesialis.
Rujukan: pada kasus ini, tidak perlu dilakukan konsultasi ke dokter spesialis.
Kontrol: kontrol ke poliklinik setelah rawat inap
Prognosis: bonam.

Makale,

Peserta, Pendamping,

dr. Stefani Sri Handayani dr. Benyamin Massang dr. Paris Sampeliling