You are on page 1of 2

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Imunohistokimia merupakan suatu cara pemeriksaan untuk mengukur derajat imunitas atau kadar antibodi atau
antigen dalam sediaan jaringan. Pewarnaan sediaan jaringan menimbulkan ikatan antibodi pada antigen di permukaan atau
didalam sel yang selanjutnya dapat dideteksi dengan cara dilabel dengan enzim,isotop, fluoropore,atau coloidal gel. Untuk
mempelajari morfologi sel, sel dalam jaringan difiksasi kemudian dilokalisasi diantara sel dan divisualisasikan
denganmikroskop elektron atau mikroskop cahaya (Rantam, 2003) Teknik imunohistokimia dapat digunakan
untuk mempelajari distribusi enzim yang spesifik pada struktur sel intak (normal/lengkap),mendeteksikomponen sel, biomak
romolekul seperti protein, karbohidrat (Lehr et al., 1999). Dengan demikian, maka sangat penting sekali untuk memahami
teknik imunohistokimia guna penelitian yang berkaitan dengan pengukuran ekspresi protein, karbohidrat maupun antigen
lain di permukaan maupun di dalam sel.

1.2. Tujuan
Untuk mengetahui proses pelaksanaan metode immunohistokimia

2. TINJAUAN PUSTAKA
Imunohistokimia merupakan proses untuk mendeteksi antigen (protein, karbohidrat, dsb) pada sel dari jaringan
dengan prinsip reaksi antibody yang berikatan terhadap antigen pada jaringan. Nama imunohistokimia diambil dari nama
“immune” yang menunjukkan bahwa prinsip dasar dalam proses ini ialah penggunaan antibody dan “histo” menunjukkan
jaringan secara mikroskopis. Imunohistokimia seringkali digunakan untuk mengukur dan mengidentifikasi karakteristik dari
even seluler seperti proses proliferasi sel, apoptosis sel. Imunohistokimia juga sering digunakan untuk penelitian dasar
dalam rangka mengetahui distribusi dan lokasi biomarker ataupun protein terekspresi pada berbagai macam jaringan pada
tubuh. (Ramos-Vara, 2005). Untuk memvisualisasikan hasil interaksi antara antigen dan antibody dapat dilakukan dengan
berbagai macam cara, dimana cara yang paling sering digunakan ialah dengan konjugasi antibody dengan enzim seperti
peroksidase. Selain itu juga bias digunakan fluorophore seperi fluorescin atau rhodamin. Untuk mempelajari morfologi sel,
sel dalam jaringan difiksasi kemudian dilokalisasi diantara sel dan divisualisasikan dengan mikroskop elektron atau
mikroskop cahaya (Rantam, 2003)
Secara garis besar, untuk metode imunohistokimia, dapat dilakukan dengan metode direct maupun indirect. Dimana
keduanya ditentukan oleh prinsip reaksi antibody yang digunakan, yakni:

Metode Direct

Metode imunohistokimia direct menggunakan antibody primer yang sudah terlabel dan berikatan langsung dengan antigen
target secara langsung

Metode Indirect
Metode imunohistokimia indirect menggunakan antibody primer yang tidak ada labelnya, namun digunakan juga
antibody sekunder yang sudah memiliki label dan akan bereaksi dengan IgG dari antibody primer.