You are on page 1of 6

Hasil

Tabel 1

Dapat dilihat dari tabel bahwa pasien laki-laki dan perempuan mempresentasikan sebuah
presentasi yang sama dalam dua grup. Juga ini dapat ditunjukkan bahwa dua ketiga (62% dan
60%) dari studi dan grup perbandingan di dalam rentang umur dari 25 sampai kurang dari 45
tahun, 44% studi dan 50% perbandingan dari kelompok pasien memiliki persiapan derajat
sekolah, 38% dari studi grup pekerja dibandingkan ke 52% dari grup perbandingan yang
tidak dipekerjakan

Sebagaimana pasien dengan status marital (60% dan 64%) dari studi dan grup perbandingan
dilaporkan bahwa mereka single (96%) dari studi dan 80% dari perbandingan pasien, hidup
dengan keluarga mereka, dengan tambahan, bahwa ada perbedaan statistik yang signifikan
terkait kondisi hidup antaradua grup (P=0.035)

Tabel 2

Dalam hubungan ke umur pasien pada onset penyakit, 42% dari grup studi pasien dan 44%
dari grup komparatif dari 20 sampai kurang dari 25 tahun. Menurut angka dari data pengisian
masuk rumah sakit, 72% dari pasien studi komparatif dicatat 4 atau lebih. 76% dari grup
studi, dan 58% dari konrol grup tinggal di rumah sakit selama kurang dari 3 bulan. Mengacu
pada onset dari auditory halusinasi, 72% dari studi grup dan 86% dari pasien kontrol grup
mulai halusinasi sejak 10 tahun atau lebih

Mengacu pada reaksi pasien kepada halusinasi auditori, sekitar dua ketiga (64%)dari studi
grup memiliki perasaan tak tertolong dan sedih, dan (62%) dari kontrol grup merasa sedih,
sementara satu ketiga (34%) dari mereka merasakan ketakutan, dengan tidak ada perbedaan
yang signifikan diantara dua grup melihat dari reaksi melewati auditory reaks kecuali reaksi
marah (P=0.002)

Tabel 3

Adanya tingkat keparahan dan skor rata-rata dari auditory halusinasi diantara pasien
terpelajar yang terkena schizophrenia. Ini terobservasi bahwa 90% dan 86% studi dan grup
perbandingan mempunyai beberapa auditory halusinasi, dengan skor rata-rata (44.26 +-5.33
dan 43.22 =-6.03 di implementasi pre program.
Di post dengan segera, tingkat keparahan di auditory halusinasi dikurangi ke tingkat moderat
untuk 75.6% dari grup studi dibandingkan ke 64.3% untuk kelompok perbandingan masih
beberapa auditory halusinasi dan rata-rata skor untuk mereka (33.93 +- 3.46 dan 39.14 +-
5.42 dibandingkan dengan pre program. Sementara setelah 2 bulan program , tingkatan
keparahan meningkat ke 80.5% dan 71.8% dari studi dan kelompok grup. Skor rata-rata dari
kelompok studi meningkat dengan sedikit dibandingkan dengan post-program (38.49 +-3.70).
selain itu ada perbedaan yang signifikan ditemukan antara studi dan kelompok perbandingan
setelah program 1 minggu (P=0.0001)

Tabel 4

Ilustrasi skor rata-rata dari kualitas schizopreniia domain hidup (psikososial/vitality) dan
total SqoL diantara pasien schizophrenia yag terpelajar. Ini diobservasi bahwa skor rata-rata
dan standar deviasi dari SqoL domain psikososial dari studi komparatif grup ada ( 14.48 +-
1.85) dan 14.28 +-2.62) tabel juga menyatakan bahwa rata-rata domain vitalitas SQoL dari
studi dan perbandingan grup adalah (8.87+-1.04) dan (8.85 +- 1.16_ pada implementasi pre-
program

Post program dengan segera, domain SQoL psikososial dari studi dan grup perbandingan
lebih berkurang dibandingkan pre program dimana (12.31 +- 1.35) dan (13.81 +-2.25) tabel
juga mengungkapkan bahwa rata-rata domain skor vitalitas SQoL dari studi dan grup
perbandingan berkurang dibandingkan dengan pre program dimana (8.48 +- 0.80) dan (8.85
+- 0.93). dua bulan setelah program, domain psikososial SQoL dari studi dan kelompok
kotrol meningkat sedikit dibandingkan dengan post program ada (12.75 +- 1.14) dan (13.91
+- 2.43) tabel juga mengungkapkan bahwa rata-rata domain vitalitas SQoL daari studi dan
kelompok kontrol dibandingkan dengan imediately post-program ada (8.84 +-0 0.87) dan
(8.69 +- 0.99)

Dari total rata-rata skor dari SQoL diantara pasien schizophrenia yang terpelajar, ada (23.36
+- 2.37) dan (23.13 +- 3.47) untuk kelompok kontrol di pre program. Post-program dengan
segera SQoL dari pasien terpelajar menurun ke (20.79 +-1.77) dibandingkan dengan pre
program dan di dalam kelompok perbandingan berkurang ke (22.40 +-2.87) dibandingkan
dengan pre-program. Dua bulan setelah program, SQoL dari kelompok studi meningkat
sedikit ke (22.60 +- 3.05) dibandingkan dengan post-program segera. Penurunan secara
statistik lebih tinggi di dalam studi daripada pada kelompok perbandingan, dimana berarti
bahwa ada perbedaan statistik yang dengan tinggi dan perbandingan komparatif menurut skor
rata-rata SQoL (P=0.0001)

Tabel 6

Adanya hubungan diantara tingkatan total dari kualitas schizoprenia dari hidup dan
keparahan dari auditory halusinasi diantara pasien schizopherenia yang terpelajar
(experimental dan kelompok perbandingan) satu minggu setelah program. Tabel
menunjukkan bahwa ada hubungan postitf yang signifikan diantara total kualitas hidup dari
schizophrenia dan keparahan auditory halusinasi dan kelompok perbandingan.

Tabel 7

Adanya hubungan diantara tingkatan total kualitas hidup schizophrenia dan keparahan dari
auditory halusinasi diantara pasien schizophrenia yang terpelajar (experimental dan
kelompok perbandingan) dua bulan stelah program. Tabel menunjkan bahwa tidak ada
hubungan diantara kualitas hidup schizophrenia dan keparahan dari auditoryhalusinasi untuk
kelompok studi