You are on page 1of 18

Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma

104 - Jurnal Keolahragaan, Volume 1 – Nomor 2, 2013 104
Antonius Tri Wibowo, Wara Kushartanti

MODIFIKASI PERMAINAN SEPAKBOLA BAGI SISWA SMA PENDERITA ASMA

DEVELOPING VOLLEYBALL LEARNING MODELS FOR STUDENTS OF UPPER CLASS OF
ELEMENTARY SCHOOLS

Antonius Tri Wibowo, Wara Kushartanti
SMA Kolese De Britto Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta
smile.antonius@yahoo.com, wkushartanti@yahoo.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modifikasi permainan sepakbola bagi siswa SMA
penderita asma. Modifikasi permainan sepakbola diharapkan dapat digunakan oleh guru olahraga
dalam pembelajaran di sekolah-sekolah yang memiliki siswa berpenyakit asma dan menjadi alternatif
bagi siswa SMA yang menderita penyakit asma yang tertarik untuk bermain sepakbola. Penelitian
pengembangan ini dilakukan dengan mengadaptasi langkah-langkah penelitian pengembangan
menurut Borg & Gall (1983, p.775) sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi di lapangan, (2)
melakukan analisis terhadap informasi yang telah dikumpulkan, (3) mengembangkan produk awal
(draf awal), (4) validasi ahli dan revisi, (5) uji coba lapangan skala kecil dan revisi, (6) uji coba lapangan
skala besar dan revisi dan (7) pembuatan produk final. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap
siswa SMA Kolese De Britto kelas X dan kelas XI yang menderita sakit asma sebanyak 13 siswa. Uji
coba skala besar dilakukan di tempat yang sama dengan jumlah siswa 13 siswa yang berbeda pada
saat skala kecil yang menderita asma. Hasil penelitian yaitu berupa modifikasi permainan sepakbola
bagi siswa SMA penderita asma dengan perubahan ukuran lapangan, jumlah gawang disertai bentuk
gawang, ukuran bola, jumlah pemain dan aturan bermain. Dari hasil penilaian para ahli, dapat ditarik
kesimpulan bahwa modifikasi permainan sepakbola bagi siswa SMA penderita asma sangat baik dan
efektif sebagai sarana alternatif olahraga bagi penderita asma yang ingin ber- main sepakbola dan
sebagai terapi asma.

Kata kunci: Permainan Sepakbola, Asma

Abstract
The main aims of this study are to create a modified soccer games for Atsmatic highschool
students. The modified game hopefully can be an alternative way for sport teacher to teach soccer for
Asthmatic students and make the student interested in playing it. This study was research and
development type by adapting Borg & Gall’s (1983: 775) procedur of R&D research as follows: (1)
data collection, (2) data analysis, (3) first draft product development, (4) expert validation and
revision, (5) small scale product testing and revision, (6) large scale product testing and revision, and
(7) final product development. Small scale product testing was done in Kolese De Britto Highschool,
with 13 asthmatic students, class X and XI. The results of the study is a modul of modified soccer for
asthmatic Highschool Students. From the expert judgement, it can be seen that the modified soccer game
is good and effective for atsmatic students who want to paly soccer and can be used as theraphy. The
modified game can be an alternative way for sport teacher to teach soccer for asthmatic students and
make the student interested in playing it.

Keywords: soccer, asthma.

lima dari 10 penyebab kesakitan (morbiditas) tor pencetus diantaranya aktivitas fisik dan ber. karena anak akan ter- stres dan tertekan dan akan menyebabkan pe. tingkat keparahan dan frekuen. annya. Manusia ingin berolahraga tetapi takut tektif orang tua terhadap anaknya yang mende- rita asma akan menyebabkan tingkat stress pada dan was-was kalau sakitnya kambuh sehingga menyebabkan serba salah sehingga manusia anak tinggi dan akan sangat berdampak negatif yang memiliki riwayat penyakit akan menjadi pada perkembangan anak. Masa anak. memang berat jika di dalam kehidup. 2013 105 Antonius Tri Wibowo. hal ini tergambar dari data Studi Sur- wheezing (mengi) dan atau batuk dengan vei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di berba- karakteristik sebagai berikut: timbul secara epi.7%-16. Di Indonesia asma ter- individu lainnya. Setiap Padahal untuk anak-anak sampai remaja adalah situasi ketidaksempurnaan yang manusia alami masa berkembang sehingga bagus untuk per- akan dirasakan ketidaknyamanan dalam kehi. perlu nyakitnya tambah parah. itu adalah berkat yang diberikan Tuhan. Banyak persepsi yang berkembang di penyakit asma. Ada berbagai macam dipahami ini sebagai salah satu penyebab tim- penyakit yang bisa mempengaruhi kinerja ma. Palembang. dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. adanya fak. serta adanya riwayat asma asma pada anak disebabkan oleh kurangnya pe- atau atopi lain pada pasien/keluarga. Volume 1 – Nomor 2. pengaruh pada kinerja seseorang dalam bekerja an manusia mengalami ketidaksempurnaan da. Wara Kushartanti Pendahuluan 180.tuk an kesehatan. kembangan si penderita untuk mengembangkan dupan manusia itu. jadi terbatas kegiatan dan aktivitasnya yang jus- ngaruh pada fisik. kalangan masyarakat bahwa aktivitas jasmani Berdasarkan data World Health Orga- (olahraga) akan mengakibatkan kambuhnya pe- nization (WHO). Volume 1 – Nomor 2. jika seorang anak dan lam kehidupan. Peningkatan penderita ngan penyumbatan. menunjukkan prevalensi asma pada anak berki- sinya berbeda-beda antara satu individu dan sar antara 3. Sikap ketakutan dan over pro- dimiliki. seperti ingin beraktivitas karena adanya batasan-batasan dan larangan yang diberikan ketidaksempurnaan fisik jadi kesulitan dalam oleh orang tua kepada anaknya yang menderita beraktivitas. Jakarta.Jurnal Keolahragaan. masuk sepuluh besar penyebab kesakitan dan finisikan asma sebagai kumpulan tanda dan gejala kematian.000 orang setiap tahunnya dan meningkat Menurut World Health Organitation hingga 400. baik ketidaksempurnaan keluar. jika itu seorang pekerja. tidak maksimal dalam semua kegiatannya. Seba. sehingga orang tua yang anaknya nia diperkirakan terus bertambah sebanyak adalah penderita asma akan melarang dengan Jurnal Keolahragaan. sedangkan ngetahuan tentang asma dan tata laksananya. Nelson (1996. Malang dan Denpasar secara berulang. maukah dalam kehidupannya sampai orang tua pun kalau mengidap penyakit mengalami ketidaksempurnaan? pasti jawaban.000 orang pada tahun 2005. bersama-sama dengan Bronkitis dan Emfisema sifat reversible baik secara spontan maupun de. cenderung pada malam 1986 menunjukkan asma menduduki urutan ke- hari/dini hari (noctural). SKRT pada tahun sodik dan atau kronis.11). 2013 .4%. asma tentunya akan terganggu bahkan akan ber- nya tidak. belajar dan sosial si anak penderita karena akan gai manusia beragama tentunya percaya manu. (Prasetya. percintaan. Yogyakarta. bulnya asma yang berkaitan dengan psikologi nusia dalam beraktifitas salah satunya adalah anak. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 105 . dan pekerjaan. kekang sehingga tidak bebas beraktifitas. kesehatan. ingin bekerja tetapi tidak bisa mak- asma terkadang berlebihan. musiman. 2010. (WHO) asma merupakan penyakit kronik ditan- dai dengan serangan sesak nafas dan mengi Semarang. sehingga anak men- simal sehingga manusia tidak dapat berkembang apalagi untuk bekerja keras maka akan berpe. karena takut asmanya kambuh. As- sia diciptakan Tuhan dengan sempurna karena ma yang sering kambuh akan menggangu akti- manusia merupakan citra Tuhan sendiri tetapi vitas anak. tru dapat mengganggu tumbuh kembang anak nyebabkan kambuhnya penyakit yang sudah dengan normal.anak Demikian juga dalam ketidaksempurna. Hasil survei di Medan. jumlah penderita asma di du- nyakit asma. p. kenyataannya banyak manusia yang mengalami orang tua akan melarang anaknya untuk ber- ketidaksempurnaan dalam kehidupannya karena olahraga ataupun kegiatan-kegiatan lainnya. nilai sosial dalam kelompoknya. Penyakit asma dapat mengganggu se- sebab-sebab lain sudah disingkirkan.775) mende. p. dan remaja adalah masa yang penting un. mua manusia dalam aktivitasnya dan tidak Siapakah manusia di dalam kehidupan dipungkiri untuk semua orang dari anak-anak ini jika ditanya. gai provinsi di Indonesia. manusia akan terganggu kehidup. pikiran sehingga akan me. Bandung. pelajar tentunya akan mempengaruhi prestasi ga.

Asma yang terkontrol sejak peneliti menjadi siswa sekolah dan seka- adalah keadaan asma yang tanpa gejala. rita kadang-kadang faktor pencetusnya tidak ter- kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas deteksi. ta di Yogyakarta yang siswanya laki-laki semua. udara serta berbagai kenyamanan yang pada da. Serangan as. di dalam keluarga dan lingkungan bermain Penyakit asma adalah penyakit tidak sampai di lingkungan sekolah pun anak pen- bisa disembuhkan. nimbulkan serangan asma. ra karena serangan yang berkepanjangan dapat an untuk melakukan aktivitas jasmani (olah. luran napas. na. Anak penderita asma dianggap anak yang le- ma timbul bila ada faktor pencetus.ku pendidikan jasmani dan kesehatan di sekolah. ternyata pada akhirnya semakin menyu. dikan jasmani dan kesehatan dalam aktivitas yang penyakit asma belum bisa disembuhkan dengan berat. Wara Kushartanti keras jika anaknya akan melakukan kegiatan. ini juga asma akan sangat sensitif pada situasi di mana terjadi pada waktu mengikuti pelajaran pendi- kualitas udara tidak begitu bagus. artinya individu tertentu dikarenakan jika dalam beraktivitas fisik akan hanya terkena serangan asma bila tercetus oleh kambuh. tetapi dapat dikontrol dan derita asma mendapat perlakuan guru pendi- dikurangi sedemikian rupa sehingga penderita dikan jasmani dan kesehatan sering tidak adil. Apabila tersebut.nentukan khawatir pada keadaan anaknya kalau dalam keberhasilan upaya penyembuhan ba. Kea.laian penyembuhannya.lu terutamanya keadaan udara sangat me. sehingga sering dan bahkan tidak diizin- cetus pada penderita asma biasanya bersifat in.Jurnal Keolahragaan. terlebih bagi hingga tingkat ketegangan meninggi dan akan penderita asma. tempat peneliti mengajar. serangan asma.lajaran mun lebih jauh harus diimbangi dengan perila. Akitivitas olahraga yang rutin terhadap siswa yang memiliki penyakit as. termasuk penderita asma se- daan ini bisa didapat apabila asma diberikan ring menjadi ejekan dimanapun penderita bera- pengobatan yang optimal dan akurat. Meningkatnya polusi penderita asma.kungan. penyakit asma akan mengalami kesulitan dalam dutkan manusia pada situasi yang kurang meng. Semua pandangan tentang pencetus berperan secara bersamaan untuk me- aktivitas jasmani akan menjadi penyebab kam. tidak ada keterbatasan Seorang siswa yang menderita sakit sehingga aktivitas. faktor penyebab tertentu. 2013 106 Antonius Tri Wibowo. Pengobatan asma bertujuan menjadikan Pengalaman beberapa tahun yang lalu keadaan asma terkontrol. menimbulkan kelainan yang menetap pada sa- raga) yang digemarinya sehingga akan berdam. kadang-kadang sulit dihindari. keadaan Munculnya berbagai sistem trasportasi asma terkontrol dapat dicapai. keadaan ini dapat mengakibatkan pak pada kebugaran tubuh anak penderita asma derajat penyakit menjadi lebih berat. tidak ada pemakaian obat-obatan.aikan tersebut. se. bahan cuaca. Diketahui bersama panderita berdampak pada tingkat stress siswa. mah. hal ini mungkin karena beberapa faktor jasmani (olahraga). dengan demikian dan teknologi mesin pabrik pada kenyataannya penderita asma dapat hidup seperti orang nor. Apabila terjadi vitas jasmani akan menyebabkan asmanya kam. Faktor pen. kan mengikuti pelajaran pendidikan jasmani dividu atau spesifik. tidak rang menjadi seorang pendidik di sekolah swas- ada gangguan pada saat tidur. mendapat ejekan. hendaklah diatasi dengan sege- buh dan semua itu akan membuat anak ketakut. tetapi hal ini tidaklah selalu mudah tua kepada anaknya dan sampai seterusnya. Pada beberapa pende- . mi kambuh. stres dan infeksi saluran napas tunya akan terdoktrin di pikirannya bahwa akti. aktivitas belajarnya jika terlalu banyak tugas se- untungkan dari segi kesehatan. yang berpenyakit asma tentunya akan sela.ma dengan bentuk olahraga yang disesu.gi proses belajarnya di sekolah anaknya mengala- penderita asma. mengalami kesulitan dalam mengikuti pe. dan izin tidak mengikuti pelajaran olahraga akan tidak ada kunjungan ke unit gawat darurat. an asma di malam hari.mal telah membawa lingkungan cenderung pada yang berarti terjadi peningkatan kualitas hidup kondisi yang kurang baik. da. Siswa yang memiliki penyakit asma akan hanya mengandalkan medicine treatment. Secara klinis. dapat hidup seperti orang normal. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 106 . penataan asma dilakukan dengan baik. serta kondisi yang relatif kondusif dalam upaya sehingga akan berpengaruh pada peni. Pencegahan serang- buhnya penderita asma berkembang meluas dari an asma yang utama adalah menghindari faktor masyarakat dan secara turun temurun dari orang pencetus. Peneliti melihat siswa atau pelajar di sarnya memanjakan manusia dalam dimensi fi. Bagi orangtua siswa yang memiliki anak dengan karakter asma serta kondisi ling. karena beberapa faktor pencetus seperti peru- hingga anak yang memiliki penyakit asma ten. Volume 1 – Nomor 2. siswa yang memiliki siknya. tidak ada serang.

Di luar jam dalam kelompoknya. dengan asmanya. Sehingga perlu dipahami bahwa de. Namun permainan sepakbola tua kepada anaknya yang menderita asma ter- ini bagi penderita asma adalah sesuatu yang me. olahraga yang dimaksud adalah olahraga hat dan bahkan sebelum melakukan pelajaran yang berat dan berdurasi lama yang akan me- pendidikan jasmani dan kesehatan siswa yang nimbulkan kambuhnya penyakit asma. Anak menjadi terbatas kegi- nakutkan karena siswa-siswa yang mempunyai atannya dan aktivitasnya yang justru dapat penyakit asma terdoktrin dari orang tuanya bah. kembangan sangat bagus untuk perkembangan bola pada saat materi sepakbola dalam pelajaran penderita untuk mengembangkan nilai sosial pendidikan jasmani dan kesehatan. pelajaran pada tahun pelajaran 2011-2012 da- mampuan untuk berprestasi olahraga tetapi ka.Jurnal Keolahragaan. tuk berolahraga khususnya sepakbola ataupun permainan sepakbola adalah olahraga yang se. lam proses belajar mengajar di sekolah SMA De rena guru olahraganya khawatir melihat nanti Britto Yogyakarta yang notabenenya adalah bisa terjadi kambuh asmanya sehingga penderita tempat mengajar peneliti dengan semua siswa- tidak diikutkan dalam permainan bahkan dalam nya laki-laki berjumlah 750 siswa. kadang berlebihan. khususnya sepakbola. jadi untuk inan sepakbola. kegiatan-kegiatan lainnya. pendataan menggunakan angket setiap tahun ma yang sebenarnya mampu dan memiliki ke. Batasan- yang dilakukan di lapangan outdor ataupun batasan dan larangan yang diberikan oleh orang lapangan indoor. siswa untuk mengidolakan sepakbola. maja adalah masa yang penting untuk dapat nyak yang melakukan permainan sepakbola tumbuh dan berkembang dengan baik. ringan. karena takut asmanya lini kehidupan baik di masyarakat kecil ataupun kambuh.1). Di Survei yang dilakukan peneliti dengan sekolah terjadi diskriminasi pada penderita as. ini terlihat suatu bagian dari pendidikan keseluruhan yang pada saat pelajaran olahraga rekreasi bebas sete- mengutamakan aktivitas jasmani dan pembina. rena saat penderita asma mengalami kambuh Olahraga memang sebagai salah satu penyebab asmanya sewaktu melakukan pelajaran olahraga kambuhnya penyakit asma itu persepsi yang siswa yang sakit asma langsung disuruh istira. data itu be- kegiatan olahraga. rahat padahal masih sangat berkeinginan untuk bulkan kambuhnya penyakit asma jika aktivitas bermain tetapi peneliti melarangnya untuk me- jasmani itu dilakukan dengan benar dan sesuai lanjutkan bermain sepakbola karena berkaitan dengan porsi penderita asma. Sikap ketakutan dan over protektif bulnya asma dan persepsi itu diturunkan secara orang tua terhadap anak yang menderita asma Jurnal Keolahragaan. yang memiliki penyakit asma adalah pengge- bahwa pendidikan jasmani dan kesehatan adalah mar olahraga. Olahraga sepakbola ring menjadi bagian kalangan itu. dalam bersosialisasi antarpemain. 2013 . 2013 107 Antonius Tri Wibowo. Padahal dengan perlakuan SMA De Britto ditemukan dari 7 kelas yang seperti di atas justru sebaliknya penderita asma merupakan kelas X yang diajar setiap kelasnya akan semakin menurun derajat kesehatannya terdiri dari 35 siswa dan setiap kelas menyum- dikarenakan penderita tidak pernah melakukan bangkan penderita asma 2-3 siswa. lah selesai materi selalu diadakan permainan an hidup sehat untuk pertumbuhan dan perkem. benar. ini terbukti dari banyaknya sis. sepakbola. p. kelas XII dan peneliti mendata 70 siswa yang percayaan dirinya dengan perlakukan negatif menderita asma dan sebagian besar adalah asma terhadap penderita asma. siswa rubah paradigma tentang pendidikan jasmani. normal. orang tua akan melarang anaknya un- masyarakat menengah bahkan kalangan atas. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 107 . sosial. Volume 1 – Nomor 2. gangguan dengan asmanya sehingga harus isti- ngan berakitivitas jasmani tidak akan menim. dan emosional ikut bermain sepakbola tetapi terkadang tidak yang serasi selaras dan seimbang (Depdikbud sampai selesai karena mengeluh mengalami 1997. Siswa yang memiliki asma selalu bangan jasmani. Volume 1 – Nomor 2. anak-anak yang sedang berada dalam masa per- wa yang suka dan tertarik untuk bermain sepak. mental. Lingkungan merupakan olahraga yang bisa dijadikan media pendidikan termasuk juga mengidolakan perma. Wara Kushartanti Sekilas penderita asma dimanjakan ka. mengganggu tumbuh kembang anak dengan wa aktivitas olahraga akan menyebabkan tim. turun temurun oleh orang tua kepada anak. selain itu secara psikologi lum termasuk siswa yang dari kelas XI dan siswa yang menderita asma akan menurun ke. Sepakbola merupakan olahraga yang Asma yang sering kambuh akan meng- sangat terkenal dan merakyat sehingga di segala gangu aktivitas anak. Sekolah memiliki fasilitas lapangan Seiring kemajuan ilmu pengetahuan sepakbola yang memadai sehingga mendorong dan teknologi para pakar olahraga berusaha me. sakit asma boleh tidak mengikuti pelajaran. Di sekolah tim olahraga sekolah. Masa anak-anak dan re- pelajaran yaitu waktu istirahat siswa-siswa ba.

penelitian. produk). dapat digambarkan sebagai berikut. p. sampai apakah sis- untuk menghasilkan sebuah modifikasi perma.772) menyatakan pene. ti di situ saja peneliti selalu mengamati siswa lum sekolah SMA sehingga modifikasi ini bisa yang memiliki asma pada saat bermain sepak- menjadi alternatif bagi penderita asma yang bola bersama temannya yang tidak menderita tertarik untuk bermain sepakbola. in sepakbola. (7) revisi untuk menyusun produk opera- gejala klinis. tersebut. Wara Kushartanti akan menyebabkan tingkat stres pada anak dan Prosedur Penelitian dan Pengembangan anak yang menderita asma akan sangat mende. Pene- an dengan psikologi anak. (9) revisi produk final. Setelah mendapat (merumuskan tujuan penelitian. dana dan waktu yang diperlukan. Menurut Borg dan Gall (1983. Pengembangan dilakukan berdasarkan salahan yang terjadi sekitar asma. (2) perencanaan 13 siswa yang memiliki asma. p. Peneliti kemudian mencari infor- Produk yang berupa proses dan prosedur yang masi lebih dalam terhadap siswa-siswa pende- ditemukan seperti metode mengajar atau metode rita asma berapa lama mengalami asma. nai asma dari beberapa buku mengenai olahraga difikasi permainan sepakbola bagi penderita untuk penderita asma dan permasalahan-perma- asma). Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 108 . berapa mengorganisir pengajaran. Prosedur pengembangan dalam pene- rita. membuat tanggal 13 Mei 2013 dengan subjek berjumlah kerangka kerja penelitian). (4) uji coba awal (mencobakan draft jek uji coba skala kecil. langkah-langkah yang harus ditempuh kukan mulai bulan Februari sampai bulan Agus. diseminasi dan implementasi produk hasil an skala besar dilakukan terhadap siswa SMA pengembangan. dan film pengajaran. Tidak berhen- karakteristik olahraga untuk asma dan kuriku. (3) mengem- SMA Kolese De Britto dengan jumlah subjek bangkan produk awal (perancangan draft awal 13 siswa penderita asma yang berbeda dari sub. Langkah-langkah tersebut diadaptasi Model Pengembangan menjadi tujuh (7) rancangan prosedur penelitian pengembangan berikut ini: Penelitian yang dilakukan mengguna- kan metode penelitian dan pengembangan atau Pengumpulan Informasi di Lapangan sering disebut (research and development). Uji coba lapangan skala kecil dilaku. prosedur kerja bola kemudian uji coba skala besar ini dilaku. Berdasarkan informasi yang didapat peneliti kemudian menyelidiki perma- . (8) uji coba produk operasional (uji efek- kukan terhadap siswa SMA Kolese De Britto tivitas produk). produk ke wilayah dan subjek yang terbatas). dan berbagai bentuk partisipasi kegi- kan pada hari Rabu tanggal 29 Mei 2013 di atan selama kegiatan penelitian). tempuh. sional dan mengalami kambuh pada saat berma- terial seperti buku teks. baik produk yang berupa objek ma. dan (10) berjumlah 13 siswa. berapa lama siswa Penelitian pengembangan dilakukan kembali sehat setelah asma. sional. perlu dipahami bahwa sebagai salah satu litian ini adalah sesuai dengan langkah-langkah penyebab timbulnya asma adalah yang berkait- penelitian menurut Borg dan Gall (1983).222) dalam melakukan penelitian pengem- Waktu dan Tempat Penelitian bangan. Target/Subjek Penelitian (5) revisi untuk menyusun produk utama (revisi produk berdasarkan hasil uji coba awal). kali mengalami kekambuhan. Sementara uji coba lapang. (6) uji Subjek coba dalam penelitian pengem. ada beberapa langkah yang harus di- Penelitian dan pengembangan ini dila. Peneliti adalah guru olahraga di SMA Borg dan Gall (1983. studi pendahuluan dan pengumpulan data (kaji- kan di SMA Kolese De Britto pada hari Rabu an kepustakaan. Kolese De Britto berjumlah 13 siswa. asma di lapangan. coba lapangan utama (uji coba terhadap produk bangan ini adalah siswa SMA penderita asma hasil revisi ke wilayah dan subjek yang lebih kategori asma ringan berdasarkan pengecekan luas). memperkirakan perbaikan produk modifikasi permainan sepak. (1) tus 2013. Uji coba lapangan skala kecil dila. 2013 108 Antonius Tri Wibowo.Jurnal Keolahragaan. De Britto selalu mendapat ungkapan keluhan litian dan pengembangan merupakan metode siswa SMA Kolese De Britto penderita asma penelitian untuk menghasilkan produk-produk yang melakukan permainan sepakbola konven- pendidikan. litian dan pengembangan dilakukan melalui be- Metode berapa langkah. Selain inan sepakbola bagi siswa SMA penderita asma itu peneliti mencari informasi-informasi menge- ke dalam buku panduan berjudul Asmaball (mo. wa memiliki orang tua penderita asma. pengamatan kelas. Volume 1 – Nomor 2.

M. selain itu yang tak kalah rakan dalam sepakbola yang tidak menyebabkan penting adalah masukan dari siswa-siswa yang kambuhnya penyakit asma. tanggal 29 Mei 2013 di SMA Kolese De Britto an-peraturan permainan. nakan stopwatch tetapi karena jumlah penghi- tas jasmani khususnya pada materi permainan tung hanya 7 orang sehingga pemain yang dihi- sepakbola. (3) Guru olahraga yaitu Christoporus Danang buhan pada saat bermain sepakbola konven. olahraga juga dipertimbangkan sebagai bahan pakbola bagi penderita asma. sepakbola yang bagaimana dimainkan mendapatkan pengesahan dan reabilitas terha- oleh penderita asma di sekolah dan sepakbola dap model modifikasi permainan sepakbola bagi yang bagaimana yang aman untuk penderita penderita asma serta mendapat masukan dari asma. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 109 . Proses yang dilakukan pada tahap uji coba la- Sebelum dilakukan uji coba skala kecil pangan skala besar serupa dengan proses yang dilakukan validasi dari ahli terhadap draf modi- dilakukan pada tahap uji coba skala kecil. melakukan permainan asmaball dijadikan catat- kan modifikasi permainan sepakbola bagi an penting untuk memperbaiki produk. waktu permainan dan peratur. MPH. 2013 . Masukan yang diterima dari para ahli dan guru kut: Dalam mengembangkan produk awal bebe. Berdasarkan hal tersebut. Wara Kushartanti salahan-permasalahan yang dihadapi penderita kesehatan yaitu dr. Volume 1 – Nomor 2. 2013 109 Antonius Tri Wibowo.Jurnal Keolahragaan. dengan jumlah subjek 13 siswa penderita asma Validasi Ahli dan Revisi yang berbeda dari subjek uji coba skala kecil. kan bahwa produk awal tersebut valid dan layak lalui beberapa sumber buku dan informasi dari diujicobakan. Wahyu.Pd. Proses revisi ini terus dila- studi pustaka dan wawancara. Uji Coba Lapangan Skala Kecil dan Revisi lisis terhadap hasil wawancara terhadap siswa Uji coba lapangan skala kecil dilakukan dan guru olahraga dilakukan untuk mengetahui di SMA Kolese De Britto pada hari Rabu tang- kebenaran asumsi peneliti dari kondisi nyata di gal 13 Mei 2013 dengan subjek berjumlah 13 lapangan mengenai permasalahan-permasalahan siswa yang memiliki asma. penderita asma. Pada proses validasi. (b) Analisis ge. Uji coba skala kukan oleh pakar yang di terdiri dari 2 ahli dan kecil ini peneliti menghitung gerakan anaerobik 1 guru olahraga. Herwin. Video Compact Disc (VCD). yang menunjuk- dalam memfokuskan massalah yang dikaji me. Masukan dari para ahli dan guru dan karakteristik pengembangan olahraga se. (c) Mengembang. Uji fikasi permainan sepakbola bagi siswa SMA coba skala besar didokumentasikan dalam ben- penderita asma (ASMABALL). Novita Intan Arovah. Berdasarkan langkah tersebut peneliti Uji Coba Lapangan Skala Besar dan Revisi mengembangkan produk modifikasi permainan Setelah mendapat perbaikan produk sepakbola dengan merubah ukuran lapangan modifikasi permainan sepakbola kemudian uji sepakbola. dilakukan revisi ter- Analisis dilakukan terhadap data hasil hadap produk awal. peneliti mulai yang disusun oleh peneliti. asma yang mengalami kesulitan atau kekam. para ahli materi menilai dan Melakukan Analisis Terhadap Informasi yang memberi masukan terhadap produk awal. para pakar dari draf produk yang dihasilkan.Pd. awal beberapa hal yang dilakukan sebagai beri. coba skala besar ini dilakukan pada hari Rabu jumlah pemain. Analisis terhadap kukan sampai produk awal mencapai batas nilai hasil studi pustaka digunakan untuk pemantapan tertentu yang telah ditetapkan. Volume 1 – Nomor 2. (1) Pakar bidang permainan pemain dengan melakukan pencatatan menggu- Sepakbola yaitu Drs. (2) Pakar nakan stopwatch tetapi karena jumlah penghi- Jurnal Keolahragaan. Uji coba skala kecil yang dihadapi penderita asma dalam melakukan dilakukan dan didokumentasikan dalam bentuk permainan sepakbola konvensional. S. beberapa teman kedokteran yang tentunya lebih berkompetensi dalam hal asma. yang kemudian di Mengembangkan Produk Awal (Draf Model) observasi oleh ahli sepakbola. jumlah gawang dan ukuran gawang. untuk merevisi produk. Telah Dikumpulkan. Dalam mengembangkan produk tung gerakan anaerobiknya hanya 7 pemain. Validasi ini dila- tuk Video Compact Disc (VCD). Uji coba skala kecil membuat suatu produk guna membantu guru ini peneliti menghitung gerakan anaerobik pe- dan siswa untuk mengatasi permasalahan yang main dengan melakukan pencatatan menggu- ditemui dalam pelaksanaan pembelajaran aktivi. ahli kesehatan dan guru olahraga dengan panduan observasi Setelah proses analisis. Sementara ana. Validitas ini tujuannya untuk sional. olahraga ditindaklanjuti dengan melakukan re- rapa langkah sebagai berikut: (a) Analisis tujuan visi produk.

peneliti membuat materi terhadap modifikasi permainan sepak- draf awal produk berupa modifikasi permainan bola bagi penderita asma. (d) penelitan sebagai salah pengguna di lapangan. Volume 1 – Nomor 2. yang digunakan yaitu teknik komunikasi lang- del yang disusun layak untuk diujicobakan di sung dengan menggunakan instrumen wawan- lapangan. cara sebagai alat pengumpul data.Pd. Ke. (e) sebut adalah Dosen Ilmu Keolahragaan di FIK penilaian siswa penderita asma terhadap modi- UNY yaitu Drs. kecil dan skala besar. Draf awal produk divalidasi terlebih pakbola begi penderita asma. dr Novita Intan fikasi permainan sepakbola bagi penderita Arovah. Pewawancara adalah petugas penyakit asma dengan keterangan gejala klinis pengumpul informasi yang diharapkan dapat yang dialami murid yang memiliki penyakit as. kan dapat menjawab semua pertanyaan dengan ngecekkan gejala klinis diketahui bahwa siswa jelas dan lengkap. Dalam tahap uji coba di lapangan pe. p.Jurnal Keolahragaan. Setelah melalui berbagai proses revisi. dan situ- siswa SMA Kolese De Britto yang memiliki asi wawancara. untuk mengetahui hal-hal dari responden.29) menyatakan bahwa wa- observasi kesesuaian dan keefektifan draf model wancara merupakan alat pengumpul data yang yang telah disusun dengan kenyataan di lapang. sehingga akan diketahui apakah mo. Dalam tahap validasi pa- ra ahli/pakar dan praktisi diberikan penilaian Instrumen Pengumpulan Data terhadap draf modifikasi permainan sepakbola Wawancara bagi penderita asma pada siswa SMA (asma- ball) yang telah disusun dengan menggunakan Teknik pengumpulan data pertama skala nilai. M. Sebelum dilak- kuantitatifnya diperoleh dari: (a) penilaian ahli sanakan uji coba di lapangan. Subana ran ahli/pakar serta guru olahraga adalah meng. 2013 110 Antonius Tri Wibowo. tentang uraian penelitian yang biasanya dituang- mudian sesuai dengan tahapan penelitian akan kan dalam bentuk pertanyaan. Pakar ter- ahli materi terhadap guru pelaku uji coba. Dalam penelitian ini dilakukan uji . (c) penilaian ahli dahulu kepada para ahli/pakar permainan sepak- materi terhadap keefektifan modifikasi permain- bola dan pakar kesehatan. Uji Coba Produk (b) data masukan dari ahli dan guru olahraga Desain Uji Coba. Data kualitatif diperoleh dari: (a) data ke- dan dijadikan sebuah modul atau buku. Wawancara digunakan menghasilkan sebuah model yang valid. Jenis Data dilakukan penyusunan dan pembuatan produk akhir atau produk final berupa modifikasi per. (Riduwan. serta guru olahraga an sepakbola bagi penderita asma. yaitu uji coba ska- sepakbola bagi penderita asma pada siswa. terhadap draf modifikasi permainan sepakbola bagi penderita asma. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 110 . Jenis data yang diperoleh dalam pene- mainan sepakbola bagi siswa SMA penderita litian ini adalah data kualitatif dan data kuan- Asma dengan diberi nama Permainan Asmaball titatif. kurangan draf modifikasi permainan sepakbola bagi penderita asma dari ahli dan guru olahraga. menyampaikan pertanyaan dengan jelas. coba permainan di lapangan yaitu uji coba skala hitung gerakan anaerobiknya hanya 10 pemain. (c) data hasil wawancara Desain uji coba dalam penelitian ini seberapa keefektifan dari modifikasi permainan dilakukan sebanyak dua kali. Res- ma kemudian dikonsultasikan oleh dokter yang ponden adalah pemberi informasi yang diharap- sekaligus pembimbing penelitian dan hasil pe. ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi arus Subjek Coba informasi dalam wawancara yaitu: pewawan- Subjek coba dalam penelitian ini adalah cara. cara berhubungan dengan waktu dan tempat bilan data. Danang Wahyu. Akhirnya setelah uji skala luas maka akan sung dari sumbernya. digunakan untuk memperoleh informasi lang- an. melibatkan 13 siswa dan skala besar melibatkan pat masukan dari para ahli materi untuk meng. 13 siswa dan semua subjek siswa SMA Kolese hasilkan produk final. MPH dan Guru Olahraga Christoporus asma. 2007. De Britto yang kebetulan laki-laki semua karena memang sekolah ini khusus untuk laki-laki Pembuatan Produk Final dengan kategori tingkat asma ringan. Herwin. pedoman wawancara. Data la kecil dan uji coba skala besar. responden. (b) penilaian guru sepakbola bagi penderita asma siswa SMA olahraga terhadap modifikasi permainan se- (asmaball). Pedoman wawancara berisi termasuk penderita asma kategori ringan. Untuk uji coba skala kecil Proses revisi produk dilakukan setelah menda. Wara Kushartanti tung hanya 10 orang sehingga pemain yang di.Pd. Situasi wawan- dilaksanakan beberapa tahapan proses pengam. S.

Modifikasi permainan tidak 3 nyaan tersebut meliputi: (1) lama menderita menyimpang jauh dari asma.30). 2013 . Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA nerangkan bahwa wawancara tersebut merupa. Penderita Asma kan sesuatu yang confidential (Nazir. gori yang dimaksud dalam skala penilaian dari kan pegangan agar data yang dikumpulkan tidak ahli dan guru olahraga adalah kategori berskala menyimpang dari massalah yang ingin digali. klasifikasi data. Permainan yang murah dan 4 yang memacu asma. 1. namun hanya berbentuk butir-butir samping dicantumkan kategori sesuai dengan pertanyaan yang perlu disampaikan. dari penelitian. Alat yang bola sudah sesuai dengan unsur-unsur dalam digunakan untuk merekam hasil wawancara skala nilai. Kisi-kisi Klasifikasi Skala Nilai untuk den terpilih untuk diwawancarai. 2007. Kemudian untuk terangan-keterangan dari responden. Supaya memperoleh mengunakan skala empat yaitu apabila pendapat informasi yang tepat. (S) nilainya 3. Wara Kushartanti wawancara (Riduwan. tetapi isinya sama setiap me. menjelaskan mengapa respon. yaitu setuju dan tidak setuju. Kemudahan dalam memain. Peralatan tidak berbahaya 5 dan 6 olahraga refreshing bisa menjadi alternatif bagi dan mudah didapat asma. Volume 1 – Nomor 2. para pakar dan guru memberi- wancara menyusun sendiri kalimat pertanyaan kan tanda cek (√) pada kolom kategori. (3) yang sepakbola sebenarnya dialami pada saat kambuh. Klasi- doman wawancara tidak berbentuk seperangkat fikasi tersebut disusun ke bawah. apabila tidak setu. Tabel 1. Peraturan permainan mudah 2 penderita asma dalam melakukan olahraga khu. skala kecil. asma baru dapat diujicobakan dalam uji coba Wawancara yang dilakukan yaitu wa. Pewa. untuk massal ma. dipahami susnya olahraga sepakbola. wancara bebas terpimpin. Cara penggu- Pewawancara membawa pedoman yang hanya naan skala nilai yaitu. Pe. 2007. Kate- variabel penelitian. cara yaitu: menerangkan kegunaan dan tujuan apabila sangat tidak setuju nilai. (4) olahraga apa 4. dan lengkap ada sangat setuju (SS) maka nilainya 4. sete- lah para ahli menilai bahwa modifikasi sepak- Jurnal Keolahragaan. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 111 . sedangkan ke pertanyaan.200). yang disu. (2) penyebab kambuhnya asma. objektif. an penelitian diklasifikasikan secara rinci men- wancara dalam mewawancarai responden. modifikasi sepakbola bagi penderita adalah handphone. Butir-butir tersebut merupa. 2013 111 Antonius Tri Wibowo. menjelaskan Para Pakar Sepakbola Terhadap Modifikasi institusi yang melaksanakan penelitian. 2011. dalam klasifikasi data dinyatakan setuju maka nyampaikan pertanyaan pada setiap responden. Olahraga bersifat refreshing 7 Skala Nilai (Rating Scale) 7. (5) keseringan kambuh as. (7) 5. jadi gejala-gejala dengan unsur-unsurnya. No Klasifikasi Item Nomor p. sedangkan mengetahui respon dari siswa atau penderita asma responden diharapkan mampu memberikan in- formasi yang dibutuhkan. bilamana muncul gejala merupakan garis besar tentang hal-hal yang atau unsur-unsur seperti yang terdapat dalam ingin ditanyakan (Riduwan. di mana pedoman Di dalam skala nilai. apabila setuju urutan-urutan prosedur dalam memulai wawan. 3. nilainya satu (1) dan apabila dinyatakan tidak Pewawancara harus dapat menggali ke- setuju maka nilainya nol (0).ju nilainya (2). Volume 1 – Nomor 2. 6. submassalah dan urutan kualitas data yang dikumpulkan. p. Butir-butir perta. Skala nilai diguna- kan untuk menilai kelayakan modifikasi perma- inan sepakbola (asmaball) yang dikembangkan sebelum pelaksanaan uji coba skala kecil. dua. (6) perlakukan asma saat berolahraga.29). dan me. Modifikasi permainan tidak 8 menyalahi dari aturan FIFA Instrumen pengumpul data kedua yang digunakan yaitu skala nilai. variabel atau tuju- wawancara digunakan sebagai pegangan pewa.Jurnal Keolahragaan. maksud/tujuan penelitian.nya (1). p. 1 Pertanyaan yang disusun dalam pedo- kan modifikasi permainan man wawancara disesuaikan dengan tujuan sepakbola pelaksanaan wawancara yaitu untuk menggali dan massalah-massalah yang dihadapai siswa 2. Apabila tentang butir-butir tersebut yang redaksionalnya gejala atau unsur-unsur seperti yang terdapat kadang berbeda. antara lain berupa sun berdasarkan massalah.

2013 112 Antonius Tri Wibowo. Volume 1 – Nomor 2. dan sebagainya sewaktu kejadian peratu tersebut berlangsung (Nazir. Wara Kushartanti Tabel 2. yang paling penting ada. Alat ran . kesehatan dan guru dalam pembelajaran di olahraga dikarenakan perbedaan latar belakang sekolah dari ketiganya. 4 kan Tabel 4. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 112 . Teknik observasi merupakan cara all mengumpulkan data yang dilakukan melalui 2. Olahraga refreshing bagi 3 diketahui dengan jelas. Bisa dimainkan massal 6 No Klasifikasi Item Nomor 7. an pertumbuhan. Sebagai media olahraga 2 manfaat.kan Pakar Kesehatan Terhadap Modifikasi pengamat untuk menetapkan subjek pada Permainan Sepakbola bagi Penderita Asma kategori dengan memberikan nomor atau angka No Klasifikasi Item Nomor pada kategori-kategori tersebut (Nazir. 4. Ukuran lapangan bisa di. Mudah bagi siswa pende.175). pengamatan. (c) murah. (b) dapat digunakan untuk rita asma massal. Peraturan permainan tidak 5 tanda bisa dengan pensil maupun bolpoin. dengan pengamatan terdapat ke.vasi yaitu Ke 8 Waktu permainan tidak 8 menggunakan ratting scale. Salah satu olahraga untuk 6 ra pasti dan digunakan secara seragam dan kon- penderita asma yang tertarik sekuen selama pengamatan dilakukan (Nazir.Jurnal Keolahragaan. asma Cara mencatat observasi tidak memu- 2. coretan berbentuk huruf (√) atau asma dilingkari dan bentuk lain yang ditetapkan seca- 6. p. Kemudahan bagi penderita 1 pp. 7 yang dipakai dalam membantu 1. Tugas pencatat (penga- penderita asma mat) yaitu memberi tanda pada kategori di mana 4. 1. terdapat perbedaan antara instrumen obser- 3. Modifikasi bisa diterapkan 3 vasi untuk pakar sepakbola.186).181-185). Kisi-kisi Klasifikasi Skala Nilai untuk Berikut ini dilakukan rekonstruksi ins- Guru Olahraga Terhadap Modifikasi Permainan unsur yang disusun dalam daftar cek adalah No Klasifikasi Item Nomor 1. (e) ber- 2. Peralatan aman bagi siswa 5 Sepakbola Terhadap Modifikasi Permainan asma Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 6. Ke sesuai mungkinan untuk mencatat hal-hal.kan Teknik pengumpulan data ketiga yang perma digunakan yaitu teknik observasi tidak langsung inan dengan instrumen observasi berupa daftar cek asmab (check list). Peralatan mudah didapat. mudah Ratting an terlalu lama dalam Intrumen Observasi melak u. alat yang digunakan untuk memberi 5. Lapangan tidak terlalu besar 8 bagi penderita asma Rekonstruksi Instrumen Observasi untuk Para Ahli Materi Tabel 3. bermain sepakbola 2011. Olahraga intermitten bagi 4 perilaku tersebut cocok ditempatkan dalam sel asma tertentu. Pen- terlalu sulit bagi penderita catat (pengamat) memberikan tanda cek berupa tanda silang. p. 2011. terapkan di sekolah instrumen obser. 7. 1 unsur-unsur yang berkaitan dengan (a) kea- manan modifikasi. Kisi-kisi Klasifikasi Skala Nilai untuk scale adalah sebuah instrumen yang mewajib.lah bagi penderita asma fenomena dapat dicatat dan perilaku dapat 3. perilaku. 2011. Dalam penyusunan instrumen obser- bagi penderita asma vasi. (d) menyenangkan. Sebagai olahraga alternatif 2 nyai standar tertentu. Kisi-kisi Observasi untuk Para Pakar 5.

Wara Kushartanti per.mungkinkan untuk 6 diguna.kan 7.narik dan bersifat 4. Volume 1 – Nomor 2.Jurnal Keolahragaan. Permainan yang bersifat me. 2013 114 Antonius Tri Wibowo. Murah dalam biaya dan bisa digunakan untuk massal 2. Areal lapangan yang me. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 114 . Waktu permainan bersifat memungkinkan 7 masuk toler- ansi intermitten 9 8 .3.mainan dengan peraturan sepakbola 1 3. Keamanan dari peralatan permainan asmaball ini 5.10 4.5 refreshing 6.

Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 113 . 3. 9 pakbola yang telah dibuat efektif atau tidak beri toleransi bagi penderita untuk siswa yang menderita asma. 2 Tabel 6. Berikut pemaparannya kisi-kisi permainan asmaball instrumen: 7. 7 inan sepakbola bagi penderita asma. 10 1 Modifikasi permainan ini ti. Kisi-kisi Observasi untuk Para Pakar Rekontruksi Instrumen untuk Mengobservasi Kesehatan Terhadap Modifikasi Permainan Keefektifan Modifikasi Permainan Sepakbola Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma bagi Penderita Asma. Untuk intru- asma men keefektifan modifikasi ini diisi para ahli 3. Permainan yang bersifat me. 2013 . 7 3. Toleransi waktu permainan 8 dan oleh siswa yang menderita asma atau subjek masuk ke dalam sifat inter. Kemudahan dalam melaku. 5 kan dan tidak berbahaya patkan peralatan permainan 7. 1 di alternatif bagi penderita dak menyebabkan batuk dan asma sesak nafas 2 Modifikasi permainan ini ti. 2013 113 Antonius Tri Wibowo. Peraturan permainan dapat 2. Volume 1 – Nomor 2. Kemudahan dalam melaku. Kisi-kisi Observasi untuk Guru dak menyebabkan lemas dan Olahraga Terhadap Modifikasi Permainan pusing Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 3 Modifikasi ini memotivasi 3 No Klasifikasi Item Nomor untuk berolahrga 1. penelitian. dalam bergerak 5 Peraturan mudah dipahami 5 gi penderita asma pemain 2.Jurnal Keolahragaan. 3 dilaksanakan oleh penderita asma dan tidak menyimpang dari aturan sepakbola 8. No Klasifikasi Item Nomor Rekontruksi instrumen untuk meng- 1. 10 dimainkan di lingkungan se- Jurnal Keolahragaan. Permainan sepakbola bisa 9. Kemudahan dalam menda. Modifikasi peraturan mem. 10 6. karena untuk gi penderita asma mengetahui apakah modifikasi permaianan se- 2. 7 seberat sepakbola konven- sional narik dan bersifat refreshing 9 Gawang memudahkan untuk 9 5. 1 4 Jumlah pemain membantu 4 kan permainan asmaball ba. dikarenakan ahli akan menilai sebe- mitten rapa efektif permainan lewat rekaman video 4. Peraturan permainan dapat 2 Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA dilaksanakan oleh penderita Penderita Asma oleh Siswa asma No Unsur-unsur Observasi Item Nomor 9 Permainan sepakbola menja. menikmati permainan mitten 7 Permainan sebagai alterna. Murah dalam biaya dan bisa 4 sedangkan siswa yang asma adalah orang yang digunakan untuk massal melakukan langsung sendiri modifikasi perma- 5. Kemudahan dalam menda. Kisi-kisi Instrumen untuk patkan peralatan permainan Mengobservasi Keefektifan Modifikasi 8. Murah dalam biaya dan bisa 4 tive olahraga untuk asma digunakan untuk massal 8 Modifikasi permainan tidak 8 4. Volume 1 – Nomor 2. sepakbola memiliki arti penting. sehingga narik dan bersifat refreshing dapat langsung merasakan sendiri kemanfaatan- 6. Toleransi waktu permainan 8 6 Peraturan membuat pemain 6 masuk ke dalam sifat inter. Keamanan peralatan untuk 6 mencetak gol permainan asmaball 10 Peralatan mudah dipersiap. Wara Kushartanti Tabel 5. 1 observasi keefektifan modifikasi permainan kan permainan asmaball ba. 5 Tabel 7. Permainan yang bersifat me. Keamanan peralatan untuk 6 nya bagi siswa.

Wara Kushartanti kolahan Jurnal Keolahragaan. Volume 1 – Nomor 2. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 114 .Jurnal Keolahragaan. 2013 . Volume 1 – Nomor 2. 2013 114 Antonius Tri Wibowo.

Jurnal Keolahragaan. 2 katkan kebugaran jasmani mainan 2 Modifikasi permainan sepak. Dalam hal ini terdapat 2 jenis penilaian. Proses obser. (3) data hasil observasi pa- nyampaikan permainan sepakbola belum sesuai ra ahli materi terhadap keefektifan modifikasi dengan modifikasi permainan sepakbola yang permainan sepakbola dan (4) data hasil obser- disusun. yaitu . 2 3. Guru melaksanakan kegiatan 5 menimbulkan kekambuhan sesuai dengan modifikasi per- 4 Modifikasi permainan sebagai 4 mainan alternatif permainan sepak- Instrumen Penilaian Siswa bola bagi penderita asma 5 Modifikasi permainan bisa 5 Instrumen penilaian siswa adalah for- memotivasi penderita asma mat penilaian yang digunakan guru untuk me- 6 Modifikasi permainan bisa 6 nilai kinerja siswa saat melaksanakan gerakan dimainkan oleh massal dan dalam modifikasi permainan sepakbola bagi refreshing penderita asma. rangan dan masukan terhadap modifikasi per- jelaskan. Hasil observasi terhadap lapangan. Volume 1 – Nomor 2. Kisi-kisi Untuk Mengobservasi Guru Mengobservasi Keefektifan Modifikasi yang Melakukan Uji Coba Permainan Sepakbola oleh Para Ahli Materi Unsur-unsur Untuk No Item Nomor Mengobservasi Guru No Unsur-unsur Observasi It em Nomor 1. guru dalam me. Adapun kisi-kisi bola asma dianggap layak untuk diujicobakan untuk mengobservasi guru pelaksana uji coba dalam skala kecil apabila para ahli materi telah dipaparkan pada tabel berikut ini memberi validasi dan menyatakan bahwa semua item klasifikasi dalam skala nilai dinilai “Setuju dan Tidak Setuju” dengan cara memberi tanda centang (√) pada kolom setuju dan tidak setuju. teri terhadap modifikasi permainan sepakbola mainan pada guru.nerja draf modifikasi permainan sepakbola bagi pen- guru dalam menyampaikan modifikasi pemainan derita asma sebelum pelaksanaan uji coba di sepakbola serta memberi umpan balik bagi lapangan. Hal tersebut dapat terjadi karena pene. 1 1 Dengan modifikasi permainan 1 berikan petunjuk kegiatan sepakbola membantu mening. 2. Di sisi lain. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 115 .vasi nilai hasil penilaian para ahli materi terhadap dapat digunakan sebagai alat evaluasi ki. Kisi-kisi Instrumen untuk Tabel 9. aman untuk penderita asma karena masuk dalam toleransi Teknik Analisis Data intermitten Teknik analisis data yang dilakukan Instrumen untuk Mengobservasi Guru Pelaku dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif Uji Coba kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Format penilaian akan memu- dahkan guru dalam mengevaluasi penampilan 7 Toleransi waktu permainan 7 siswa. bagi penderita asma. Misalnya. boleh jadi modifikasi hadap: (1) data hasil wawancara dengan siswa permainan tidak berlangsung sesuai harapan penderita asma dan guru olahraga (2) data keku- bukan karena kekurangan peneliti dalam men. kinerja guru berguna untuk memberi umpan Draf awal modifikasi permainan sepak- balik bagi guru dan peneliti. namun dikarenakan guru kurang jelas mainan sepakbola bagi penderita asma baik dalam memberi arahan ataupun kurang dalam sebelum uji coba maupun setelah uji coba di memotivasi siswa. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk Hal lain yang perlu diobservasi adalah menganalisis data-data berikut: (1) data skala mengenai guru pelaku uji coba. Guru cukup jelas dalam mem. Guru cukup menguasai per. 2013 115 Antonius Tri Wibowo. Wara Kushartanti Tabel 8. Guru dapat menguasai siswa 3 bola bisa diterapkan di selama kegiatan berlangsung 4. vasi para siswa penderita asma terhadap keefek- liti kurang jelas dalam memberikan penjelasan tifan modifikasi permainan sepakbola. (2) data hasil observasi para ahli ma- peneliti dalam menjelaskan modifikasi per. Guru dapat memotivasi siswa 4 sekolah untuk melakukan kegiatan 3 Modifikasi permainan tidak 3 5. Semen- mengenai modifikasi permainan pada guru yang tara analisis deskriptif kualitatif dilakukan ter- bersangkutan.

diharapkan dari waktu intermitten yaitu diharap- kan anaerobic 2 menit. S. (3) difikasi permainan oleh ahli materi mengguna. 67 ≤ X. dan to- dipaparkan pada tabel di bawah ini. (2) ahli kesehatan yaitu dr. skor (3).00%) kategori Hasil Penelitian dan Pembahasan baik. To. Novita Intan Adapun masukan dari pakar sepakbola Arovah. meliputi: (1) data hasil observasi. Saifudin (2005. Pedoman Konversi Nilai (Saifudin. tal nilai guru olahraga 7 terletak 4. M. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 115 . Untuk observasi draf dan keefektifan mo.dapat skor (2). bola. memenuhi waktu anaeroik seperti yang hingga draf layak untuk dilakukan uji coba. 67 ≤ X. total nilai pakar kesehatan kriteria nilai dan batas-batas. dan (5) data masukan terha- siswa menggunakan skala 4 yaitu “Sangat Setuju dap modifikasi sepakbola untuk asma. melakukan validasi dari draf yang dilakukan Data Kekurangan dan Masukan Ahli Materi para ahli yaitu (1) ahli sepakbola Drs. Pada saat melakukan uji coba skala ditindaklanjuti dengan proses revisi. “Sangat Tidak Setuju (STS)” mendapat skor 1.0σ) 16.tidak gori kurang.33 ≤ X Baik ri cukup.67 ≤X< 33.tal skor mentah menjadi nilai dengan menggunakan nilai pakar sepakbola adalah 7 terletak pada pendekatan PAP. ma- Tabel 10.Jurnal Keolahragaan.109) permainan sepakbola bagi siswa SMA penderita asma memandang baik.67 ≤ X. Sedangkan untuk mainan sepakbola. p. maka dilakukan pengkajian ulang subjek berjumlah 13 siswa yang memiliki asma terhadap model senam Si Buyung yang dapat ringan. Pengkonversian mainan sepakbola bagi siswa SMA penderita nilai dilakukan dengan meng. ka pandangan ahli materi terhadap modifikasi 2005.nya. terlebih dahulu ditentukan interval 4. Volume 1 – Nomor 2. (2) data hasil laian. (3) Guru olahraga SMA De Brit.0σ) ≤X< (µ+1. tidakada adasubjek subjek (0%) (0%) yang yang kate- katego- (µ+1. Data- (SS)” mendapat skor (4). didapatkan data dari ahli materi (pakar sepak- bola bagi penderita asma. Data Observasi Keefektifan Model Formula Batasan Kategori X < (µ-1. Masukan sepakbola bagi penderita asma. peneliti melaku. observasi keefektifan modifikasi sepakbola. ketiga adalah waktu permainan asmaball adalah Jurnal Keolahragaan. Wara Kushartanti hasil penilaian “Ya” diberi skor (1) dan “Tidak kan uji coba lapangan skala kecil di lapangan Setuju “ diberi skor (0). kasi permainan menggunakan dua jenis peni. vasi guru yang melakukan uji coba mengkate- pakbola dibuat maka tahap selanjutnya adalah gorikan baik. dan tiga responden (100. 2013 115 Antonius Tri Wibowo. “Setuju (S)” mendapat data tersebut dipaparkan berikut ini. tidak ada subjek (0%) yang memandang cukup.0σ) ≤ X 33. p.ikuti standar asma ada subjek (0%) yang memandang kurang. Total nilai para ahli semuanya sama yaitu sebesar 5 terletak pada interval 3. kecil siswa tidak mengalami kekambuhan Untuk data hasil observasi para ahli asmanya. Herwin. Pada tahap diperhatikan lagi karena masih terlalu banyak validasi ini para ahli melakukan penilaian terha.67 Kurang Penilaian ahli materi terhadap guru pe- (µ-1. maka Data Validasi Ahli penilaian para ahli materi terhadap hasil obser- Setelah draf modifikasi permainan se. MPH.0σ) X < 16. Uji coba dilaku- yang berpendapat bahwa item klasifikasi tidak kan pada hari Rabu tanggal 13 Mei 2013 de.33 ≤ X. Dari pelaksanaan uji coba skala kecil. Penilaian Acuan Patokan (PAP). yang pertama adalah jumlah pemain tolong to yaitu CH. Data Observasi Model Hasil penilaian terhadap item.33 Cukup laku uji coba. gerakan anak tidak bebas sehingga anak tidak bisa dap draf dan memberi masukan-masukan se. lalu total nilainya dikonversikan para ahli materi terhadap draf modifikasi per- untuk mengetahui kategorinya. data observasi keefektifan dari siswa sebagai kan skala 2 yaitu “Ya” mendapat nilai satu (1) dan pengguna. (4) data kekurangan modifikasi per- “Tidak” mendapat nilai nol (0). “Tidak Setuju (ST)” men.item observasi Tabel di atas menunjukan penilaian dijumlahkan.ngan setuju (0). keefektifan modifi. Volume 1 – Nomor 2. Masukan yang kedua Data Uji Coba Lapangan Skala Kecil pada saat bola throw in dibebaskan waktunya Setelah mendapat validasi para ahli karena permainan ini tidak untuk kompetisi materi terhadap draf awal modifikasi permainan sehingga pemain tidak terburu-buru. Pd.Pd. yang akan adalah 7 terletak pada interval 4. Jika terdapat ahli materi futsal SMA Kolese De Britto. Danang Wahyu. pakar kesehatan dan guru olahraga). materi terhadap modifikasi permainan sepak. 2013 .109) menyatakan dalam menginterpretasikan dan 3 responden (100%) memandang baik.

pemain harus dikurangi sehingga diharapkan Data Observasi Model setiap pemain bisa melakukan gerakan bebas dan setiap pemain diharapkan bisa masuk ke Penilaian para ahli materi terhadap draf kategori waktu intermitten seperti yang direko. dan (2) tidak mengubah modifikasi dengan tidak menggunakan masukan ahli disertai Data Kekurangan dan Masukan Ahli Materi alasannya. rasa senang melakukan permainan yang diajar- mainan tidak terbuang untuk bola keluar dan kan dan ingin melakukannya kembali di luar pelanggaran-pelanggaran. secara penderita asma dan bisa diterapkan di sekolah. maka pandangan ahli materi terhadap berikut yang pertama adalah jumlah pemain modifikasi permainan sepakbola bagi penderita masih terlalu banyak maka dari itu jumlah asma memandang baik. Berdasarkan dari penilaian ahli materi Data Kuesioner Siswa terhadap instrumen observasi. dan total nilai guru olahraga mainan sepakbola bagi siswa SMA penderita 7 terletak 4. ≤ X. Total garan dari setiap pemain masih terlalu banyak nilai pakar sepakbola adalah 10 ter. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 116 . baik.67 ≤ X. dari siswa sebagai pelaku uji coba yaitu masuk. dan disarankan untuk memakai sepatu ket. dan total nilai guru olahraga 10 terletak Masukan dari pakar kesehatan sebagai 6. maka pandangan ahli materi terfadap modifikasi perti dengan pakar kesehatan yaitu disarankan permainan sepakbola bagi penderita asma me- untuk pemain memakai sepatu ket. Masukan dari guru olahraga sama se. nya. Ma- memandang kurang.67 ≤ X. 67 ≤ X. Masukan keempat jam sekolah atau di rumah.67 ≤ X. nilai pakar sepakbola adalah 10 terletak pada pangan yang berlantai akan berbahaya untuk interval 6.rang. Menyikapi kekurangan dan masukan pakar kesehatan adalah 7 terletak pada interval 4. Masukan yang keli. dan 3 responden (100%) memandang baik. Masukan mandang baik. umum memberikan respon yang positif terhadap . tidak ada subjek (0%) yang sukan yang kedua adalah jarak areal penalti ma- memandang cukup. Total nilai pakar sepakbola dekat dengan pemain yang sedang melakukan adalah 7 terletak pada interval 4. bisa dilihat dalam satu babak interval 6. dari para ahli materi terhadap modifikasi per- 67 ≤ X. 4 menit anaerobic 2 menit dan 4 menit aerobic. Masukan yang kedua adalah pemain disarankan dan 3 responden (100%) memandang baik. maka pandangan ahli mate- asma. adalah jarak areal penalti masih terlalu dekat Data Uji Coba Lapangan Skala Besar yaitu hanya 2 meter sehingga bisa mengganggu pemain bertahan untuk melakukan goal kick Penilaian para ahli materi terhadap draf bisa di perluas lagi areal penalti sehingga pema.67 untuk itu diperhatikan jumlah akumulasinya. dan 4 responden (100%) sih terlalu kecil sehingga pemain lawan terlalu memandang baik. adalah 10 terletak pada interval 6.letak pada dalam satu babak.Jurnal Keolahragaan. tidak ada subjek (0%) yang memandang cukup. Wara Kushartanti waktu bersih yang artinya waktu berhenti pada model pembelajaran bolavoli. total nilai pakar kesehatan pemain bisa membuat lecet kaki maka dari itu adalah 10 terletak pada interval 6. To. Data Observasi Keefektifan Model an yang pertama adalah jumlah pemain yang Penilaian para ahli materi terhadap draf masih terlalu banyak karena gerakan pemain modifikasi permainan sepakbola bagi siswa masih tidak bebas karena luas areal lapangan SMA penderita asma ada subjek (0%) yang menjadi sempit karena pemain menumpuk.67 ≤ X. total nilai goal kick. total nilai pakar kesehatan belum tentu terjadi pelanggaran sebanyak itu. bisa digunakan untuk alternatif olahraga bagi jadi sampel pada uji coba skala kecil. para ahli materi sependapat bahwa modifikasi permainan sepak- Data kuesioner untuk siswa menunjuk. tidak ada subjek (0%) yang memandang cukup. bola sudah masuk dalam kategori baik sehingga kan bahwa respon dari peserta didik yang men. Peserta didik me- saat bola keluar lapangan sehingga waktu per. modifikasi permainan sepakbola bagi penderita mendasikan untuk penderita asma yaitu aerobic asma ada subjek (0%) yang memandang kurang. modifikasi permainan sepakbola bagi penderita in penyerang akan ada jarak dengan pemain asma ada subjek (0%) yang memandang ku. yang melakukan goal kick. 2013 116 Antonius Tri Wibowo. ma adalah peraturan tentang akumulasi pelang. yaitu: (1) me- ri terhadap modifikasi permainan sepakbola lakukan perbaikan terhadap kekurangan dengan bagi siswa SMA penderita asma memandang menerima masukan ahli materi disertai alasan. Volume 1 – Nomor 2.67 ≤ X. total nilai guru olahraga 10 terletak 6.67 ≤ X. peneliti melakukan dua hal.tal untuk memakai sepatu ket karena di areal la.

2013 117 Antonius Tri Wibowo. struktur otot setelah melakukan latihan. yang disusun sepakbola bagi penderita asma masuk dalam dalam bentuk buku panduan dan layak untuk kategori baik.Jurnal Keolahragaan. dikarenakan untuk luas lahan yang masih teri maupun guru pendidikan jasmani sekolah kosong sudah sangat kesulitan. jumlah pemain. yaitu: (1) pembel. Sedangkan Pemanasan sederhana seperti pemanas- pakar kesehatan memberi masukan yang per- an pada permainan sepakbola intinya untuk tama dengan selalu menyediakan minuman dan mempersiapkan otot untuk siap melakukan la- masukan yang kedua kalau perlu minum obat tihan. dan (3) re. adalah orang yang memiliki ganguan pada sis- ajaran Bolavoli yang dikembangkan. jumlah gawang benar-benar diterapkan dalam uji skala besar dan ukuran. oleh karena itu untuk memini- visi produk uji coba skala besar. Ahli sepakbola dan guru olahraga se- Hasil Modifikasi Permainan Sepakbola pendapat menilai tidak ada kekurangan dan masukan dalam modifikasi permainan sepakbo. ajaran teknik dasar passing bawah. meter. Gerakannya mulai dari kepala sampai ke asma sebelum berolahraga sehingga pada saat kaki.Daerah lingkaran tengah : 3 meter permainan sepakbola bagi siswa SMA . ukurannya. guru olahraga dan siswa sebagi . yang terdiri dari empat jang 1 meter dan lebar 70 cm dan terbuat dari model permainan (masing-masing meliputi be- pralon. pangan standar. bisa menggunakan gerakan senam Samba. secara yaitu Kabupaten Sleman.Lebar lapangan : 15 meter ahli kesehatan. peneliti ketiga kabupaten-kota di Yogyakarta jadi sampel pada uji coba skala besar. Proses re. Data kuesioner untuk siswa. . Permainan sepakbola asmaball ini me- Bentuk kekurangan dan masukan dari para ahli modifikasi lapangan sepakbola. ataupun di pemukiman masyarakat adanya la- kan dan ingin melakukannya kembali di luar pangan atau tanah kosong dengan ukuran yang jam sekolah atau di rumah. yang dikunjungi di antaranya tempat pendidikan rasa senang melakukan permainan yang diajar. Berdasarkan uji lapangan. Daerah Kota Yogya- umum memberikan respon yang positif terhadap karta. dan Kabupaten Bantul dengan 5 tempat model pembelajaran bolavoli. Pemanasan dan Pendinginan la bagi siswa SMA penderita asma.Panjang lapangan : 25 meter Para ahli materi yang terdiri dari ahli sepakbola. Berikut adalah bentuk lapangan dan berapa bentuk variasi gerak). Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 117 . Modifikasi Permainan Sepakbola Asmaball rangan dan masukan-masukan dari uji skala kecil.Alasan dari penentuan lapangan: penderita asma untuk dijadikan produk final. Jumlah gawang: 4 dengan ukuran pan- sekolah dasar kelas atas. Wara Kushartanti Siswa sebagai pelaku dalam uji coba mayoritas an teknik dasar servis bawah. pada umumnya jadi akan kesulitan jika harus voli ini terdiri dari: (1) revisi draf produk awal. Volume 1 – Nomor 2. dan peraturan per- sehingga hasil yang diinginkan dari para ahli mainan asmaball. bermain tidak kambuh dan selalu menyiapkan Pendinginan sama seperti pendinginan inhaler untuk berjaga-jaga kalau kambuh asma seperti biasanya yang intinya mengembalikan langsung digunakan. dasar pelaku uji coba kemudian dilakukan pro. digunakan. survey dari kan bahwa respon dari peserta didik yang men. Volume 1 – Nomor 2. Setelah mendapat memungkinkan dengan ukuran 25 meter dan 15 penilaian dan masukan. sepakbola dan guru olahraga dapat terpe. malisir kemungkinan kambuhnya asma diperke- silkan model pembelajaran bolavoli untuk anak cil areal lapangan. dan (4) pembel- siswa menyatakan bahwa modifikasi permainan ajaran teknik dasar servis atas. (3) pembelajar- Jurnal Keolahragaan. Peserta didik me. Akhirnya diha. menunjuk. baik dari para ahli ma. Kenyataannya bahwa penderita asma ses-proses revisi terhadap draf model pembel. bermain dengan lapangan konvensional atau la- (2) revisi produk uji coba skala kecil. (2) pembela- jaran teknik dasar passing atas.nuhi. 2013 . Penyempurnaan pada uji skala besar sangat maksimal berdasarkan banyaknya keku. Peneliti menentukan panjang dan lebar Data Kuesioner Siswa lapangan berdasarkan perbandingan dari seper- empat lapangan standar. .Daerah penalti : jarak 5 meter pelaku setuju dengan produk modifikasi . tem pernafasannya berbeda dengan manusia visi terhadap produk model pembelajaran bola.

atau bola futsal. Peraturan permainan dari kan penderita asma dirangsang dan dikondisi. putusan dalam bermain dengan memilih men. kalau terpaksa bisa meter karena menyesuaikan lebar lapangan. Volume 1 – Nomor 2. (c) Waktu permainan: 2 x 10 menit agar tetap harus berpikir dan mengambil ke. (a) di tanah tetapi harus disiram sehingga tidak Dengan lebar gawang 1 meter dan tinggi 70 cm berdebu. (2) Lebar gawang satu lantai atau rumput sintetis. yaitu untuk melatih kekuatan otot-otot perna- masuk suplai O2 pada otak untuk itu dalam fasan dan 2 menit anaerobic yang bertujuan untuk mengadaptasi keadaan kekurangan oksi- dirangsang dan dikondisikan dalam kekurangan gen dalam organ pernafasan. Asmaball ini yaitu: (1) Permainan dimainkan di kan untuk tetap berpikir. oksigen tetap harus berpikir dan mengambil Bola yang digunakan: Bola ukuran 4 keputusan sehingga dengan gawang 4 diharap. Wara Kushartanti Alasan penentuan ukuran gawang dan rintangan dari pemain lawan. 2013 118 Antonius Tri Wibowo. (2) Pemain berjumlah 5 pemain tanpa akan membantu pemain dalam mencetak gol penjaga gawang dan pergantian bebas. (3) Pe- tetapi juga tidak terlalu mudah karena akan ada . dengan waktu istirahat 5 menit. (b) Garis lapang- jumlah gawang: (1) Mengkondisikan pemain an: 8 cm.Jurnal Keolahragaan. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 118 . yang penderita asma kambuh karena mengalami artinya olahraga berselang seling antara aerobik kekurangan O2 pada sitem pernafasan sehingga dan anaerobic. ini dikarenakan adalah olahraga yang bersifat intermittent. Alasannya: olahraga yang disarankan cetak gol pada gawang mana. Dengan waktu 4 menit aerobik suplai O2 keseluruh tubuh akan terganggu ter.

(9) Jika terjadi sebagai salah satu alternatif bagi pembelajaran pelanggaran ringan dimulai dari luar. New York & London: terutama penderita asma yang tertarik untuk Longman. (10) Jarak penjaga pada saat goal bisa digunakan para siswa yang penderita asma kick adalah di luar kotak penalti yaitu 5 meter di lingkungan masyarakat luas. (11) Jarak pemain lawan pada Diseminasi hasil penelitian ini dapat throw in dan saat tendangan sudut 2 meter. 2013 . Bandung: Alfabeta. inan asmaball. (1996). (5) Memulai permainan dari garis asmaball mengenai ukuran lapangan. coba yang lebih luas. sangat baik dan efektif dalam menjadi alter. subjek coba lebih besar dan cakupan tempat uji na untuk rekreasi. Modifikasi Permainan Sepakbola bagi Siswa SMA Penderita Asma 119 Antonius Tri Wibowo. (asmaball) dalam Bab 1 terdapat penjelasan (4) Semua pemain penyerang harus keluar dari tentang seputar asma dan jenis-jenis tingkatan daerah garis 5 meter gawangnya pada saat me. asma. & Gall. Saran (7) Setiap terjadi hands ball dilakukan tendang- an ke arah gawang tanpa ada yang menghalang. fikasi permainan sepakbola bagi siswa SMA Riduwan. Terjemahan Wahab S. dan dalam Disarankan menggunakan sepatu ket. jut perlu dilakukan penelitian yang melibatkan an tidak untuk prestasi melainkan sebagai sara. digunakan untuk pembelajaran pada siswa SMA. (2010). Vol I: permainan sepakbola yang dikembangkan layak Jakarta. ukuran tengah Kick off dari tengah dilakukan dua kali gawang. mainan sepakbola bagi siswa SMA penderita (8) Jika terjadi pelanggaran berat hukum. Simpulan Daftar Pustaka Hasil penilaian para ahli materi ter- Azwar. Wara Kushartanti main boleh mencetak gol di dua gawang lawan. Seputar Massalah yaitu buku dengan judul ASMABALL Modi. Penyusunan skala hadap modifikasi permainan sepakbola bagi psikologi. variabel penelitian. atau dapat juga dila- Untuk membedakan anggota sebaiknya dengan kukan melalui penelitian tindakan kelas ataupun memakai rompi atau seragam yang berbeda eksperimen dengan melibatkan guru SMA un- sehingga sebagai pembeda. asma yang tertarik ingin bermain sepakbola dan kukan penalti. Volume 1 – Nomor 2. sebelum bemain. Budi. kalau di SMA terutama bagi siswa yang menderita pelanggaran 3 kali dalam satu babak akan dila. (13) bentuk pembuatan artikel. Bab 2 terdapat modifikasi permainan nyerang. Pediatric ilmu kesehatan meteri dapat disimpulkan bahwa modifikasi anak. Saran pemanfaatan berdasarkan pene- i. (2007). jumlah pemain dan peraturan perma- sentuh. D. (1983). Yogyakarta: Diva Press. Produk dari penelitian pengembangan Prasetyo. M. disimpulkan bahwa modifikasi permainan sepakbola yang disusun Borg. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. garis atau belakang garis dengan waktu bebas. dari garis penalti. (16) Permain. Saifudin. Di sisi lain. Skala pengukuran variabel- penderita asma.775. (15) Selalu menyediakan air Untuk pengembangan produk lebih lan- minum sehingga tidak dehidrasi. (2005). Walter R. Penerbit EGC.annya asma yang dikembangkan dapat digunakan guru sama seperti handsball. Asma. (6) Memulai permainan dari out dilaku. Educational research. pemain boleh langsung menendang bola litian pengembangan yaitu agar modifikasi per- masuk ke gawang atau passing ke teman satu tim. siswa SMA penderita asma. (an introduction) native bagi penderita asma untuk berolahraga 4th edition. Bab 3 atlet profesional penderita kan seperti futsal dengan bola diletakkan di asma. Di dalam buku modifikasi permainan sepakbola bagi siswa SMA penderita asma Jurnal Keolahragaan. bermain sepakbola. dari penilaian para ahli Nelson WE. (12) dilakukan melalui seminar-seminar. (14) Jangan lupa tuk mengetahui efek nyata dari produk permain- menyediakan inhaler atau meminum obat asma an sepakbola bagi penderita asma. dapat juga dilakukan penelitian serupa dengan sasaran Simpulan dan Saran subjek siswa siswi SMA dan siswa SMP.