You are on page 1of 14

SFAC No.

1 Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises (1978)
Menekankan pada tujuan pelaporan keuangan perusahaan yaitu untuk menyediakan informasi
yang berguna dalam proses pengambilan keputusan bisnis dan ekonomi. Statement ini
merupakan turunan dari Trueblood Report dengan beberapa judgment penilaian yang lebih
berorientasi pada pengguna.

Statement ini mengakui adanya heterogenitas kelompok pengguna eksternal. Meskipun
demikian, statement ini menyatakan bahwa pada umumnya para pengguna eksternal tersebut
mementingkan prediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian aliran kas di masa mendatang.
Oleh karena itu, tujuan pelaporan keuangan perusahaan didefinisikan secara umum dan tidak
menyasar pada kepentingan satu kelompok pengguna saja.

Statement ini berasumsi bahwa pengguna laporan keuangan memiliki kemampuan dalam
membaca informasi yang terdapat didalamnya. Selain itu, statement ini juga menyatakan
pentingnya stewardship untuk menaksir seberapa baik manajemen melaksanakan tugas dan
kewajibannya kepada pemilik dan pihak lain yang berkepentingan. Berikut ini merupakan
beberapa judgment penilaian penting yang dibuat melalui laporan:
1. Manfaat penggunaan informasi lebih besar daripada biaya yang digunakan untuk
menyediakan informasi tersebut.
2. Laporan akuntansi bukan satu- satunya sumber informasi mengenai perusahaan.
3. Accrual accounting sangat berguna dalam menaksir dan memprediksi earning
power dan aliran kas suatu perusahaan.
4. Informasi yang disediakan harus bermanfaat, tapi pengguna membuat keputusan dan
penaksiran mereka sendiri.

Dokumen ini tidak menyatakan statement mana yang harus dipakai dan bagaimana
formatnya. Namun dokumen ini menyatakan bahwa pelaporan keuangan harus menyediakan
informasi mengenai sumber ekonomi perusahaan, kewajiban, dan ekuitas pemilik.

Kaitannya dengan PSAK (PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan “Paragraf 10”)
Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja
keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai
posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian
besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan
keuangan juga menunjukan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber
daya yang dipercayakan kepada mereka. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, laporan
keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi :
a) Aset;
b) Liabilitas;
c) Ekuitas;
d) Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian;
e) Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik; dan
f) Arus kas
Informasi tersebut, beserta informasi lain yang terdapat dalam catatan atas laporan
keuangan, membantu pengguna laporan keuangan dalam memprediksi arus kas masa depan
dan, khusunya, dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas.

Misalnya dalam kasus akuntansi manfaat dana pension. – Feedback Value Menekankan pada konfimasi dan koreksi ekspektasi awal dari para pengambil keputusan. sebuah usaha diarahkan untuk berkonsentrasi pada karakteristik representational faithfulness. besarnya manfaat informasi akuntansi terkait dengan tujuan prediktif dan akuntabilitas. Jika dilihat lebih luas. Sebuah informasi akan relevan bila disajikan tepat waktu sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi pengambilan keputusan. Informasi yang disediakan oleh kualitas ini juga mempengaruhi predictive value. melibatkan konsekuensi ekonomi yang kemudian menimbulkan masalah penilaian (valuation). Statement No. dan menyebarkan informasi. SFAC No. Sedangkan biaya tidak langsung terkait dengan understandability informasi. Biaya langsung informasi terkait dengan kegiatan mengumpulkan. Biaya informasi. Relevance Mampu membuat perbedaan dalam suatu keputusan dengan membantu pengguna untuk memprediksi mengenai outcome dari kejadian masa lalu. Dengan demikian understandability merupakan kualitas penting yang harus dipenuhi. 33 terbukti tidak atau kurang dimengerti oleh pengguna. maka feedback value ini juga berhubungan dengan akuntabilitas. Sering terjadi trade. 2 Qualitative Characteristics of Accounting Information (1980) Istilah karakteristik kualitatif pernah disebutkan dalam APB Statement 4. Masalah lain yaitu terjadinya overload informasi atau kemampuan individu dan pasar dalam menyerap dan menggunakan informasi. – Timeliness Merupakan hambatan bagi kedua aspek diatas. Terdapat kemungkinan terjadi konflik antara predictive value dan feedback value. Misalnya pengungkapan tambahan seperti yang diatur dalam SFAS No. sekarang. yaitu: – Predictive Value Kegunaan input untuk melakukan prediksi seperti arus kas atau earning power. – Neutrality .off antara timeliness dengan komponen lain relevansi. Dengan demikian. Relevansi memiliki dua aspek penting dan satu aspek tambahan. Oleh karena itu. Manfaat informasi akuntansi tercermin pada besarnya manfaat yang diperoleh pengguna untuk mengambil keputusan. sekaligus menjadi hambatan besar. dan neutrality. – Verifiability Tingkat consensus diantara para pengukur (measurer). informasi (misal sesuai segmentasi) yang dipublikasi dapat merugikan perusahaan dalam menghadapi persaingan dalam industry. menyiapkan. Selain itu. representational faithfulness. baik langsung maupun tidak. dan masa depan atau untuk mengkonfirmasi atau mengoreksi ekspektasi. Manfaat informasi haruslah melebihi biaya untuk menyediakannya. – Representational faithfulness Pengukuran harus sesuai dengan fenomena yang akan diukur. Reliability Tersusun dari tiga bagian yaitu: verifiability. Untuk menaksir dimana posisi perusahaan saat ini dan bagaimana manajemen menjalankan fungsinya. Namun yang dibahas di sini merupakan lanjutan dari ASOBAT. 2 ini menempatkan kepentingan pengambil keputusan sebagai pusat perhatian.

dipindahkan. Ruang lingkup statement ini meliputi format dalam menyajikan laporan keuangan. dan nonarticulated) yang dibicarakan lebih lanjut dalam diskusi memorandum. Selain itu. 3 ini menyebutkan tiga pandangan akuntansi keuangan (revenue-expense. atau menerima distribusi sisa jika terjadi likuidasi. Perubahan akan dilakukan secara evolusi atau perlahan. 3 juga mengganti istilah earning menjadi income untuk mengindikasikan comprehensive atau perubahan total dalam net asset yang terjadi selama periode sebagai hasil dari kegiatan operasi perusahaan. Statement No. Keyakinan bahwa proses penetapan kebijakan harus lebih ditekankan pada relevansi dan reliabilitas daripada dampak sebuah standar atau peraturan pada kelompok pengguna secara spesifik atau kepentingan perusahaan itu sendiri. Metode pengakuan biaya termasuk matching revenue. 2. Sedangkan untuk mengakui biaya dan rugi. asset yang digunakan harus telah digunakan atau asset tersebut tidak memiliki manfaat lagi di masa mendatang. statement ini juga menyinggung mengenai earning dan comprehensive income. 3. SFAC No. SFAC No. 4 Objectives of Financial Reporting by Nonbusiness Organizations (1980) Lebih menekankan pada pelaporan keuangan entitas non bisnis yang memiliki karakter sebagai berikut: 1. Earning akan menggantikan dan berbeda dari comprehensive income dengan mengeluarkan efek kumulatif dalam perubahan prinsip akuntansi pada periode sebelumnya. *Kaitannya dengan PSAK (Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan “Paragraf 24-42” ) . write. 4 juga menyatakan bahwa entitas non bisnis tidak memiliki indicator tunggal atas kinerja entitas seperti pengukuran income pada sector profit oriented.off selama periode saat kas dihabiskan atau kewajiban terjadi untuk item biaya dalam jangka waktu yang sangat pendek. Menerima jumlah sumber daya yang signifikan dari penyumbang yang tidak menginginkan imbalan atau proporsi ekonomi atas sumbangan yang diberikan. SFAC No. SFAC No. Statement ini tidak menyebutkan secara spesifik tipe konsep capital maintenance yang digunakan maupun masalah pengakuan (realization) dan pengukuran yang disajikan dalam laporan keuangan. asset-liability. 5 Recognition and Measurement in Financial Statement of Business Enterprises (1984) Statement ini berkaitan dengan isu pengakuan dan pengukuran. Pada paragraph 2 disebutkan bahwa kriteria dan pedoman pengakuan yang terdapat pada statement ini umumnya konsisten dengan praktik yang dilakukan saat ini. 6. Salah satu perhatian khusus SFAC adalah format dan penyajian perubahan ekuitas pemilik yang tidak berasal dari transaksi dengan pemilik. asset yang diterima harus realized or realizable atau revenue tersebut sudah dihasilkan (earned). atau prosedur sistematik rasional yang lain. SFAC ini juga mengatur mengenai kriteria pengakuan dimana untuk mengakui atau mencatat revenue dan gain. SFAC No. 3 Elements of Financial Statements of Business Enterprises (1980) Mendefinisikan 10 elemen laporan keuangan yang akan diamandemen oleh SFAC No. Tidak ada hak kepemilikan yang dapat dijual. Tujuan utama operasinya bukan untuk menyediakan barang dan jasa demi mendapatkan profit. SFAC menyatakan bahwa disclosure (pengungkapan) yang disajikan terpisah dari laporan keuangan akan sama efektifnya bila ia disajikan bersamaan dengan laporan keuangan.

dan dapat diperbandingkan. Informasi yang sama juga berperan dalam memberikan penegasan (confirmatory role) terhadap prediksi yang lalu. misalnya. Relavan “Paragraf 26” Agar bermanfaat. kemampuan laporan keuangan untuk membuat prediksi dapat ditingkatkan dengan penampilan informasi tentang transaksi dan peristiwa masa lalu. relavan. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok. menegaskan. dan kemampuan entitas untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo. serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar. hasil evaluasi pengguna di masa lalu. “paragraf 27” Peran informasi dalam peramalan (predictive) dan penegasan (confirmatory) berkaitan satu sama lain. pergerakan harga sekuritas. Untuk maksud ini. Namun demikian. seperti pembayaran dividen dan upah. abnormal dan jarang terjadi diungkapkan secara terpisah. 1. akuntansi. Namun demikian. Misalnya. “Paragraf 24” Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pengguna. informasi kompleks yang seharusnya dimasukan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas pertimbangan bahwa informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pengguna tertentu. Dapat dipahami “Paragraf 25” Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pengguna. atau mengoreksi. “paragraf 28” Informasi posisi keuangan dan kinerja dimasa lalu sering kali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja masa depan dan hal-hal lain yag langsung menarik perhatian pengguna. informasi harus relavan untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam proses pengambilan keputusan. informasi tidak perlu harus dalam bentuk ramalan eksplisit. masa kini ata masa depan. Materialitas . 2. Informasi memiliki kualitas relavan kalau dapat memengaruhi keputusan ekonomi pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu. keandalan. nilai prediktif laporan laba rugi dapat di tingkatkan kalau pos-pos penghasilan atau beban yang tidak biasa. informasi struktur dan besarnya aset yang dimiliki bermanfaat bagi pengguna ketika mereka berusaha mermalkan kemampuan entitas dalam memanfaatkan peluang dan bereaksi terhadap situasi yang merugikan. pengguna diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis. Misalnya. Untuk memiliki nilai pridiktif. yaitu : dapat dipahami. tentang bagaimana struktur keuangan entitas diharapkan tersusun atau tentang hasil dari operasi yang direncanakan.

jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih dipersengketakan. Dapat diperbandingkan “paragraf 39” Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. hakikat informasi saja sudah cukup untuk menentukan relevansinya. Oleh karena itu. Jadi. meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut. pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa . misalnya. Dalam kasus lain. mungkin tidak tepat bagi perusahaan untuk mengakui jumlah seluruh tuntutan tersebut dalam neraca. Materialitas bergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khusus dari kelalaian dalam mencantunkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstament). neraca harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentuk aktiva. “paragraf 33” Agar dapat diandalkan. Dalam beberapa kasus. misalnya jumlah serta kategori persediaan yang sesuai dengan kebutuhan entitas. “paragraf 32” Informasi mungkin relevan tetapi jika hakekat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. kewajiban dan ekuitas perusahaan pada tanggal pelaporan yang memenuhi kriteria pengakuan. kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif. Misalnya. informasi juga harus andal {reliable). Keandalan “paragraf 31” Agar bermanfaat. Misalnya. “paragraf 30” Informasi dipandang material kalau kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna yang diambil atas dasar laporan keuangan. informasi harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan. baik hakikat maupun materialitas dipandang penting. “paragraf 29” Relevansi informasi dipengaruhi oleh hakikat dan materialitasnya. 4. Karenanya. kesalahan material. pelaporan suatu segmen baru dapat memengaruhi penilaian resiko dan peluang yang dihadapi entitas tanpa mempertimbangkan materialitas dari hasil yang dicapai segmen baru tersebut dalam periode pelaporan. materialitas lebih merupakan suatu ambang batas atau titik pemisah dari pada suatu karakteristik kualitatif pokok yang harus dimiliki agar informasi dipandang berguna. Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan. 3. dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan.

Di entitas non profit yang tidak memiliki kepentingan (hak) kepemilikan seperti pada entitas bisnis. 4. Di perusahaan bisnis. antar periode perusahaan yang sama dan untuk perusahaan yang berbeda. . Liabilities (Kewajiban) adalah probabilitas pengorbanan manfaat ekonomi di masa mendatang yang ditimbulkan dari kewajiban entitas tertentu saat ini untuk memindahkan asset atau menyediakan jasa kepada entitas lain di masa mendatang sebagai hasil transaksi atau kejadian masa lalu. Ekuitas atau net asset adalah residual interest pada asset sebuah entitas yang masih tersisa setelah dikurangi kewajibannya. 3 dengan sedikit perubahan pada definisi 10 elemen laporan keuangan sebagai berikut: 1. Aset adalah probabilitas manfaat ekonomi di masa mendatang yang diperoleh atau dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil transaksi atau kejadian masa lalu. net asset dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan ada atau tidaknya donor- imposed restrictions yaitu: permanently restricted. SFAC No. membantu pencapaian daya banding.3 Also Incorporating an Amendment of FASB Concepts Statement No. 2 (1985) Merupakan pengganti dari SFAC No. A Replacement of FASB Concepts Statement No. tapi dapat juga berupa jasa atau kepuasan atau konversi liabilitas (kewajiban) perusahaan. 2. maka perusahaan perlu menyajikan informasi periode sebelumnya dalam laporan keuangan. Para pemakai harus dimungkinkan untuk dapat mengidentifikasi perbedaan kebijakan akuntansi yang diberlakukan untuk transaksi serta peristiwa lain yang sama dalam sebuah perusahaan dari satu periode ke periode dan dalam perusahaan yang berbeda. Investasi Pemilik adalah kenaikan ekuitas entitas bisnis sebagai hasil dari transfer sesuatu yang berharga ke entitas tertentu (perusahaan) dari entitas lain untuk memperoleh atau meningkatkan ekuitas pemilik di perusahaan tersebut. temporarily restricted. Perusahaan juga tidak perlu mempertahankan suatu kebijakan akuntansi kalau ada alternatif lain yang lebih relevan dan lebih andal. Ketaatan pada standar akuntansi keuangan. ekuitas merupakan kepentingan (hak) pemilik. lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk perusahaan tersebut. Perusahaan tidak perlu meneruskankebijakan akuntansi yang tidak lagi selaras dengan karakteristik kualitatif relevansi dan keandalan. “paragraf 42” Berhubung pemakai ingin membandingkan posisi keuangan. termasuk pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh perusahaan. 6 Elements of Financial Statements. 3. kinerja serta perubahan posisi keuangan antar periode. dan unrestricted net asset. “paragraf 40” Implikasi penting dari karakteristik kualitatif dapat diperbandingkan adalah bahwa pemakai harus mendapat informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan perubahan kebijakan serta pengaruh perubahan tersebut. Pemilik pada umumnya menerima asset sebagai investasi. “paragraf 41” Kebutuhan terhadap daya banding jangan dikacaukan dengan keseragaman semata-mata dan tidak seharusnya menjadi hambatan dalam memperkenalkan standar akuntansi keuangan yang lebih baik.

Biaya adalah aliran keluar atau pengurangan asset lain atau pengeluaran yang terkait dengan liabilitas (atau kombinasi keduanya) dari mengantarkan. menyewakan jasa. 5. 9. *Kaitannya dengan PSAK (Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan “Paragraf 47-48” ) “paragraf 47” Laporan Keuangan menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya. SFAC No. 7 lebih menekankan pada isu pengukuran spesifik daripada isu konseptual yang lebih luas. 6. 7 digunakan pada situasi dimana current market value tidak tersedia sehingga harus menggunakan estimasi aliran kas di masa mendatang. Laporan perubahan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca. menyewakan jasa. 7. Distribusi kepada pemilik adalah penurunan ekuita entitas (perusahaan) yang dihasikan dari perpindahan asset. 8. Komprehensif Income adalah perubahan ekuitas entitas bisnis selama satu periode dari transaksi dan kejadian lain dan keadaan yang bersumber bukan dari pemilik. Distribusi kepada pemilik akan mengurangi ekuitas pemilik di perusahaan tersebut. “paragraf 48” Penyajian berbagai unsur ini dalam neraca dan laporan laba rugi memerlukan proses sub-klasifikasi. atau aktivitas lain yang menjadi aktivitas operasi utama perusahaan. Kelompok besar ini merupakan unsur laporan keuangan. SFAC No. penyewaan jasa. . karena itu statement ini dapat dilihat sebagai bagian dari Statement No. Rugi adalah penurunan ekuitas (net asset) yang berasal dari peripheral atau transaksi incidental sebuah entitas dan dari seluruh transaksi lain dan kejadian lain dan keadaan yang mempengaruhi entitas kecuali yang berasal dari revenue atau investasi dari pemilik. kerangka dasar ini tidak mengidentifikasikan unsur laporan perubahan posisi keuangan secara khusus. atau melakukan aktivitas lain yang menjadi aktivitas operasi utama perusahaan. dengan demikian. Sedang unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban.5. Revenues adalah aliran masuk atau kenaikan asset lain pada sebuah entitas atau pelunasan kewajibannya (atau kombinasi dari keduanya) dari mengantarkan atau memproduksi barang. Meliputi seluruh perubahan dalam ekuitas selama satu periode kecuali yang dihasilkan dari investasi dari pemilik dan distribusi kepada pemilik. Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva. aktiva dan kewajiban dapat diklasifikasikan menurut hakekat atau fungsinya dalam bisnis perusahaan dengan maksud untuk menyajikan informasi dengan cara yang paling berguna bagi pemakai untuk tujuan pengambilan keputusan ekonomi. atau pemberian pinjaman dari perusahaan kepada pemilik. Misalnya. Gain adalah kenaikan ekuitas (net asset) dari peripheral atau transaksi insidental sebuah entitas dan dari seluruh transaksi lain dan kejadian lain dan keadaan yang mempengaruhi entitas kecuali yang berasal dari revenue atau investasi dari pemilik. 7 Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting Measurement (2000) Statement No. 10. kewajiban dan ekuitas.

pemberi jaminan. Keandalan (reliable) – Penyajian jujur – Substantansi mengungguli bentuk – Netralitas – Pertimbangan sehat – Kelengkapan 4. penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumberdaya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi. sekarang. Present Value Measurement Poin penting mengenai pengukuran asset adalah pengukuran present value yang digunakan untuk mensimulasi fair value. – Materialitas 3. dan megoreksi hasil evaluasi pengguna masa lalu à prediktif dan konfirmatif. kinerja. Dapat dipahami 2.UNSUR LAPORAN KEUANGAN Untuk melihat posisi keuangan: Aset Sumberdaya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh perusahaan. pemasok dan kreditor usaha lainnya. IAI memuat kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyusunan laporan keuangan bagi para pengguna eksternal. maka aliran kas yang diekspektasi harus menentukan probabilitas aliran kas individu tertimbang. Kewajiban Utang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu. karyawan. Relevan: dapat membantu pengguna mengevaluasi peristiwa masa lalu. Informasi yang disajikan dengan menggunakan asumsi dasar akrual dan kelangsungan usaha. dan masyarakat. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan 1. tapi pada saat mengukur liabilitas tidak dapat demikian. serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Pengukuran asset dan liabilitas sesuai ketentuan SFAC No. maupun masa depan. Sebuah asset dapat dipandang dan dinilai secara terpisah dari entitas perusahaan. terdapat beberapa kendala antara lain: tepat waktu. Ekuitas . Discount rate harus meliputi risiko dan ketidakpastian yang merefleksikan pengukuran pasar terhadap nilai asset. Chapter ini juga mengidentifikasi para pengguna antara lain: investor. IAI CHAPTER 1 Pada chapter ini. dan keseimbangan di antara karakteristik kualitatif. Dapat dibandingkan Untuk memenuhi karakteristik relevan dan andal. Sedangkan ruang lingkup kerangka ini sendiri meliputi: Tujuan Laporan Keuangan Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan. pelanggan. Liability Measurement Poin penting dalam pengukuran liabilitas adalah discount rate harus diikutkan dalam perhitungan credit standing perusahaan. keseimbangan antara biaya dan manfaat. Jika asset tertentu memiliki beberapa kemungkinan aliran kas dalam beberapa tahun. UNSUR. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum. pemerintah. menegaskan. 7 dinilai tidak konsisten.

Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebaai penukar dari kewajiban (obligation). Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan. Untuk melihat hasil kinerja: Penghasilan (Income) Kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan asset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Biaya Historis (Historical Cost) Aset dicatat sebesar pengeluaran kas (atau setara kas) yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) yang diberikan untuk memperoleh untuk asset tersebut pada saat perolehan. Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan modal. Pengakuan Aset Aset diakui dalam neraca apabila besar kemungkinan bahwa manfaat ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan asset tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan modal. 3. Pengakuan Penghasilan Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi apabila kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan kenaikan asset atau penurunan kewajiban telah terjadi dan dapt diukur dengan andal. Pos yang memenuhi definisi suatu unsur harus diakui kalau: 1. Proses ini menyangkut pemilihan dasar pengukuran. Hak residual atas asset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN Pengakuan adalah proses pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi unsur serta kriteria pengakuan dibawah ini dalam neraca maupun laba rugi. Pengakuan Beban Beban diakui dalam laporan laba rugi apabila penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan asset atau kenaikan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. atau dalam keadaan tertentu (misalnya PPh). 2. dan 2. PENGUKURAN LAPORAN KEUANGAN Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan dalam neraca dan laporan laba rugi. dalam jumlah kas (atau setara kas) yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal. Nilai Realisasi (Realizable/ Settlement Cost) . antara lain sebagai berikut: 1. Pengakuan Kewajiban Kewajiban diakui dalam neraca apabila besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban sekarang dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal. Kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan yang mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban (obligation) sekarang. Beban (Expense) Penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya asset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. Biaya Kini (Current Cost) Asset dinilai dalam jumlah kas (atau setara kas) yang seharusnya dibayar bila asset yang sama atau setara asset diperoleh sekarang.

. Kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian. Nilai Sekarang (Present Value) Aset dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal. 4. Kewajiban dinyatakan sebesar arus kas keluar bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang yang diharapkan akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal. yaitu jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal. Aset dinyatakan dalam julah kas (atau setara kas) yang diperoleh sekarang dengan menjual asset dalam pelepasan normal.

IFRS membagi kerangka konseptual pelaporan keuangan kedalam tiga level yaitu. dan dapat menetapkan standar akan suatu hasil dari Akuntansi yang logis. pertama adalahfirst level : basic objective. sekarang FASB dan IASB telah bekerja sama untuk menghasilkan konsep yang dapat diterima secara umum. yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat. serta batas-batas dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan. IASB dan FASB masing-masing memiliki konsep tersendiri. Kerangka konseptual dibutuhkan agar aturan pelaporan keuangan dapat berguna dan tidak mengambang. CHAPTER 2 Kerangka Konseptual (Conceptual Framework) Kerangka konseptual serupa dengan konstitusi yakni suatu system koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan. and disclosure concept. . kedua second level : fundamental concept. sedangkan FASB ada pada pengembangan dokumen itu. Untuk itu pelaporan keuangan memerlukan kerangka konsep sebagai dasar penyusunan laporan keuangan. penyusunan laporan keuangan harus berdasarkan standar dan aturan yang berlaku. measurement. Kerangka konseptual sangat berguna dalam terbentuknya suatu keputusan yang sesuai dengan aturan dan konsep yang terbentuk sebelumnya sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan. Kerangka konseptual juga sangat dibutuhkan dalam Akuntansi karena memungkinkan IASB menerbitkan suatu pernyataan yang lebih berguna dan konsisten dari waktu ke waktu. agar dapat memberikan informasi yang berguna. fungsi. ketiga third level : Recognition. dimana kerangka konseptual IASB tercermin pada dokumennya. Selain itu.

dimana tujuannya ialah menyediakan informasi yang berguna untuk investor yang ada dan yang berpotensial. 3. untuk dapat memenuhi reliabilitas unsur – unsur yang harus dipenuhi antara lain. yang dapat mempengaruhinya ialah : 1. bebas dari kesalahan. 2. nilai konfirmasi. dimana relevan menjelaskan bahwa informasi akuntansi harus dapat mempengaruhi keputusan yang akan diambil. First level : Basic Objective Disini dijelaskan apa sebenarnya tujuan dari pelaporan keuangan. 2. yaitu. Kualitas Primer Kualitas primer terdiri atas relevan dan reliabilitas. serta pemberi pinjaman dalam membuat keputusan terkait perannya sebagai penyedia modal. sedangkan reliabilitas menjelaskan bahwa semua saldo dan penjelasan yang disajikan benar – benar ada dan terjadi. netral. Karakteristik kualitatif terdiri atas dua jenis terkait kegunaanya. 2. Second level : Fundamental Concept  Karakteristik kualitatif informasi akuntansi Karakteristik kualitatif mengidentifikasi alternatif yang menyediakan informasi paling berguna dalam pengambilan keputusan. kreditor. kelengkapan. a. 1. .1. nilai prediktif. kualitas primer dan kualitas sekunder.

Measurement.  Pengakuan pendapatan : pengakuan pendapatan terbagi tiga. biaya yang dikeluarkan untuk membayar auditor menjadi biaya untuk menyusun laporan keuangan.  Pengakuan beban : pengakuan beban diklasifikasikan sebagai biaya produk. yaitu 1. agar dapat menjadikan laporan keuangan lebih berguna. dan biaya periode. Pendapatan 5. Aset 2. seperti bahan baku. misal : nilai aset harus diaudit terlebih dahulu agar nilainya sesuai. yang tidak berhubungan langsung dengan produksi. 2. c. dan fair value. karena dalam penyusunan laporan keuangan terdapat biaya yang dikeluarkan agar menjadi informasi yang berguna. Ekuitas 4. yang berhubungan langsung dengan produksi. sehingga entitas harus lebih selektif dalam menyusun laporan keuangan. Kewajiban 3.  Biaya Banyak orang mengira bahwa informasi akuntansi itu gratis. yaitu biaya penyusunan dan materialitas. Kualitas Sekunder Kualitas sekunder sebenarnya merupakan pelengkap dari kualitas primer. dimana aset dicatat pada saat harga perolehan. Beban 3. and Disclosure Concept a. mereka salah. Prinsip Dasar Akuntansi Umumnya ada empat prinsip dasar akuntansi. Hambatan – Hambatan Dalam menyusun laporan keuangan terdapat hambatan yang terjadi. dan tidak sembarangan. Pengakuan beban. 4. Pengukuran. 3.  Going Concern : asumsi ini menjelaskan bahwa entitas didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan  Monetary Unit : asumsi ini menjelaskan bahwa transaksi yang terjadi harus dapat diukur dengan satuan uang  Periodicity : asumsi ini menjelaskan bahwa laporan keuanga dilaporkan dalam suatu jangka waktu tertentu  Accrual Basic : asumsi ini menjelaskan bahwa segala transaksi yang terjadi harus dicatat saat itu juga b. Pengungkapan penuh  Pengukuran : ada dua jenis pengukuran yaitu cost principle. ketika sebelum produksi. Asumsi Dasar Lima asumsi dasar dalam penyusunan laporan keuangan yang digunakan ialah :  Economic Entity : asumsi ini menjelaskan bahwa kekayaan pemilik harus dipisahkan dengan kekayaan perusahaan. pada saat selesai produksi dan saat menerima uang tunai. Pengakuan pendapatan. Unsur – unsur kualitas sekunder ialah :  Dapat dibandingkan  Dapat diuji  Tepat waktu  Dapat dipahami  Elemen Dasar Dalam laporan keuangan banyak istilah yang digunakan. seperti gaji karyawan.  Pengungkapan penuh : segala sesuatu yang bersangkutan dengan laporan keuangan dan dapat mempengaruhi keputusan harus diungkapkan. Third Level : Recognition.b. istilah berikut yang sering digunakan ialah : 1. yaitu aset dinilai sesuai nilai saat ini yang berlaku. .

Misal : nilai piutang yang tidak dapat ditagih sebesar 60% dari total penjualan. Materialitas Materialitas merupakan salah saji yang terjadi dalam penyusunan laporan keuangan. hal ini tentu saja dapat mempengaruhi pengguna dalam mengambil keputusan. sehingga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. .