You are on page 1of 55

BAB V

Perencanaan Kegiatan Dalam Pelaksanaan Ukm Puskesmas Disusun Berdasarkan
Kebutuhan Sasaran Dan Pihak – Pihak Terkait Untuk Peningkatan Status Kesehatan
Masyarakat

KRITERIA
5.2.2

ELEMEN
DOKUMEN TERKAIT KETERANGAN
PENILAIAN

EP. 1 Hasil Kajian Kebutuhan Masyarakat

Hasil Kajian kebutuhan dan harapan
EP. 2
masyarakat

Hasil Analisis Kajian Kebutuhan dan
EP. 3
harapan masyarakat dan sasaran

EP. 4 RPK Puskesmas

Jadwal pelaksanaan kegiatan apakah
EP. 5
sesuai dengan usulan masyarakat

EP 5.2.2.1

HASIL KAJIAN KEBUTUHAN MASYARAKAT

A. Akses Pelayanan Dan Pembiayaan Kesehatan

sekitar 54 % jarak dari rumah sasaran ke fasilitas kesehatan masih ada yang jauh >
10 km.

B. Kesehatan Ibu Dan Anak ,Kb,Gizi,Dan Imunisasi

Balita yang ditimbang berat badannya di posyandu sebanyak 8 kali dalam setahun
hanya 6.4 %.

C. Surveilans

Dalam 3 bulan terakhir penyakit yang diderita oleh responden yaitu DM 21.9%, batuk
pilek 6.8% dan 6.1 % gatal-gatal

D. Rumah Dan Lingkungan

Sekitar 74 % rumah tangga tidak memliki pembuangn sampah tertutup dan 60 % tidak
memiliki toga.

E. Prilaku Anggota Keluarga

 semua anggota keluarga yang merokok berjumlah 100%
 Yang mencuci tangan tidak pakai sabun sekitar 58 %
 Yang tidak PSN sekitar 58%
 Yang tidak gosok gigi 2x sehari 39 %

F. Lansia

100 % responden menginginkan adanya posyandu lansia

G. Jenis Pelayanan

NO JENIS PELAYANAN BUTUH TIDAK
DIBUTUHKAN

1 Pelayanan Pengobatan Umum 510

2 Pelayanan pengobatan GIGI dan 510
MULUT

3 Pelayanan kesehatan KIA 510

4 Pelayanan KB 510

5 Pelayanan Apotik 510

6 Pelayanan Laboratorium 510

7 Pelayanan Persalinan 24 jam 510

Rencana Tindak Lanjut Dari Hasil Analisis

A. Akses Pelayanan Dan Pembiayaan Kesehatan

No Hasil Analisis Kebutuhan dan RTL
harapan Masyarakat

1. sekitar 54 % jarak dari Masyarakat akan ditindaklanjuti
rumah sasaran ke fasilitas menginginkan adanya
kesehatan masih ada transportasi desa
yang jauh > 10 km.

B. Kesehatan Ibu Dan Anak ,Kb,Gizi,Dan Imunisasi

No Hasil Analisis Kebutuhan dan RTL
harapan Masyarakat

1. Balita yang ditimbang - Penyuluhan dan
berat badannya di bekerja sama dengan
posyandu sebanyak 8 kali LS
dalam setahun hanya 6.4
%.

C. Surveilans

No Hasil Analisis Kebutuhan dan RTL
harapan Masyarakat

1. Dalam 3 bulan terakhir Pengobatan gratis ke Penyuluhan PTM dan
penyakit yang diderita oleh desa sanitasi
responden yaitu :

DM 21.9%,

batuk pilek 6.8% dan

6.1 % gatal-gatal

D. Rumah Dan Lingkungan

No Hasil Analisis Kebutuhan dan RTL
harapan Masyarakat

1. Sekitar 74 % rumah - Penyuluhan kesling
tangga tidak memliki dan batra tentang toga
pembuangn sampah
tertutup dan 60 % tidak
memiliki toga.

E. Prilaku Anggota Keluarga

No Hasil Analisis Kebutuhan dan RTL
harapan Masyarakat

1.  semua anggota -  Penyuluhan
keluarga yang tentang rokok
merokok berjumlah
100%  Penyuluhan
 Yang mencuci tentang CTPS
tangan tidak pakai
sabun sekitar 58 %
 Yang tidak PSN  Penyuluhan
sekitar 58% tentang
 Yang tidak gosok Kesgimul
gigi 2x sehari 39 %

.

.

kurangnya pengetahuan . imunisasi 1. kurangnya pengetahuan 1. Masih adanya pembuangan 1. KB. Surveilans Penyakit yang sering diderita Kurangnya kesadaran Penyuluhan PTM . Rumah dan Lingkungan 1. sebagian masyarakat 2. kurangnya kesadaran ibu penyuluhan tentang manfaat datang menimbang ke posyandu untuk datang ke posyandu posyandu 3. dan gatal gatal 4. masih banyak bayi yang tidak 1. akan dikoordinasikan pembiayaan kesehatan kesehatan masih ada yang jauh adanya alat transportasi kepada linsek dan pihak desa terkait lainnya. Akses pelayanan dan 1. penyuluhan asi eksklusif asi eksklusif ibu tentang asi eksklusif 2. PHBS dan masyarakat dalam 3 bulan masyarakat untuk mengecek bahaya penyakit terakhir adalah DM. 2. dan kontrol kesehatan. Penyuluhan kesling sampah yang tidak tertutup yang membakar sampah tentang pembuangan sampah 2.Masyarakat lebih banyak 1. operasi timbang dan 2. Gizi. akan dilakukan pendataan tidak mau menjadi peserta oleh linsek dan pihak lain BPJS mandiri karena yang terkait serta sosialisasi ekonomi keluarga yang BPJS rendah 2. Kia. batuk pilek.masyarakat menginginkan 1. HASIL KAJIAN ANALISIS KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT PUSKESMAS DOLOK MERAWAN No Kebutuhan dan Harapan Analisis Kajian RTL 1. masih ada balita yang tidak 2. Masih ada keluarga yang tidak memiliki kartu BPJS 2. Jarak rumah ke Fasilitas 1. masih ada keluarga yang tidak 2.

sudah menjadi kebiasaan 1. mencuci tangan tidak pakai dengan air saja 2. 2. kurang peduli 3. penyuluhan tentang PTM hipertensi faktor usia dan penyakit degeneratif dan kesehatan lansia . penyuluhan tentang batra dan toga 5.penyuluhan tentang 6. penyuluhan tentang melakukan aktifitas/olah raga 6. capek. Perilaku anggota keluarga 1.membuang sampah sampah sembarangan 6. karena tidak kotor kesling 4. hanya sekedar mencuci 2.masih ada keluarga yang tidak 5. penyuluhan tentang keluarga yang merokok bahaya rokok 2. penyuluhan PHBS dan minggu 4. kurang peduli terhadap manfaat aktifitas fisik minimal 30 menit kebersihan 6. tidak melakukan PSN dalam 1 3. penyuluhan tentang mandi 2x sehari banyak melakukan kebersihan diri pekerjaan rumah tangga 5. memiliki Toga lebih dari 3 jenis masyarakat tentang toga 2. penyuluhan tentang sabun sanitasi atau kebersihan diri 3. masyarakat menginginkan 1.masih ada keluarga yang tidak 5. Lansia 1. tidak ada posyandu lansia 1. penyakit yang sering di derita oleh lansia adalah rematik. membentuk posyandu adanya posyandu lansia lansia 2. DM. karena sudah 4. penyakit timbul karena 2. masih banyaknya anggota 1.

.

00 s/d Selesai Acara : Hari mutu Puskesmas Dolok Merawan Tempat : Aula Puskesmas Dolok Merawan Demikianlah surat undangan ini kami buat.com Dolok Merawan.197304292005022001 NIP. atas perhatian bapak/ibu kami ucapkan terimakasih. 20993 Email : puskesdolokmerawan@ymail.198507132010012042 . Dolok Merawan PJ.UKM Drg. 14 Februari 2017 Nomor : 02 /UND/ UKM /DMR /II / 2017 Lamp : . PEMERINTAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS DOLOK MERAWAN KECAMATAN DOLOK MERAWAN Dusun II Desa Dolok Merawan. Ka. AMG Nip. UPTD Pusk.Lidya Triayuni Rina Eliana D. Kepada Yth : Hal : Undangan Rapat Seluruh Staf Puskesmas Dolok Merawan di Tempat Dengan Hormat. Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja UPTD uskesmas Dolok Merawan dan untuk meningkatkan mutu pelayanan di UPTD Puskesmas Dolok Merawan maka kami undang bapak / ibu untuk hadir pada : Hari/ tanggal : Rabu / 15 Februari 2017 Pukul : 09.

09. pembahasan pertemuan yang lalu: - 4. NOTULEN RAPAT UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT Tempat penyelenggaraan : Aula Puskesmas Dolok Merawan Waktu hari. Penyampaian Materi d.00 WIB Pimpinan rapat : PJ.  Pembahasan hasil SMD dan kajian kebutuhan dan harapan masyarakat  Penyusunan RUK dan RPK Notulen UKM Esti Widowati . jam : Rabu. 15 Februari 2017.UKM 3. Agenda rapat: a. Diskusi dan Tanya jawab e.tanggal.UKM Peserta rapat : Seluruh Staf Puskesmas Dolok Merawan 1.Dolok Merawan c. Ishoma f. Pembukaan: Rapat dibuka oleh PJ. Penutup 2. kata Sambutan dari PJ. Pembahasan rapat hari ini:  Pembahasan dan sosialisasi alur dan tahapan kegiatan UKM dan jadwal kegiatan dari usulan masyarakat.UKM UPTD Pusk. Pembukaan b.

2.DAFTAR HADIR TERLAMPIR EP 5.2.2 .

.

Pendataan balita gizi 4 4 4 12 (3) buruk 4. 10 115 125 (50. Pemberian PMT bumil 4 4 4 12 (2) KEK 3. A (tidak perlu) B (perlu) C (sangat Jumlah perlu) 1. 11 105 134 (54%) 4 2.0%) 5 No. Pemecahan masalah U S G Jumlah 1. 0 109 141 (56. GIZI NO. Manusia  Pengetahuan masyarakat tentang gizi masih kurang . 10 119 121 (48. Kunjungan bumil KEK 4 4 4 12 (1) 2.8%) 1 4. 3 105 142 (56. Kunjungan rumah bumil KEK Analisis penyebab masalah: a.4%) 6 3.4%) 2 5. Pemantauan 4 3 3 10 (5) pertumbuhan balita BGM 6. 10 99 141 (56. Penyuluhan kadarzi 4 3 2 9 (6) posyandu PENENTUAN PRIORITAS MASALAH 1.4%) 3 6. Penjaringan balita BGM 4 3 3 10 (4) di posyandu untuk deteksi dini balita gizi buruk 5.

Pendataan balita gizi buruk Analisis penyebab masalah a. Meningkatkan penyuluhan gizi b. Sarana Alternatif peecahan masalah a. Sarana  Masih kurangnya alat-alat artropometri bumil Alternatif pemecahan masalah: a. Biaya  Kurangnya pasien untuk datang ke puskesmas c. Pemberian PMT bumil KEK Analisis penyebab masalah a. Lingkungan  Masih adanya wilayah yang jauh dari puskesmas d. Manusia  Masih kurangnya pengetahuan tentang gizi b. Menyarankan agar pasien membuat TOGA 3. Lingkungan  Masih adanya wilayah yang sulit dijangkau . Lingkungan  Masih adanya daerah yang jauh dari jangkauan puskesmas d. Pengusulan tambahan dan kunjungan rumah bumil KEK 2. Metoda  Kunjungan rumah  Pasien jemput sendiri ke bidan e.  Masih adanya mitos tentang pantangan makanan b. Biaya  Kurangnya biaya transpor untuk melacak semua balita BGM c. Metoda  Kunjungan rumah e. Peningkatan penyuluhan gizi b. Manusia  Umumnya ibu balita yang balitanya BGM jarang membawa balita bertimbang  Masih adanya balita gizi buruk yang yang tidak terdata b. Biaya  Kurangnya biaya untuk pemberian PMT bumil KEK  Ekonomi pasien yang masih rendah  Tidak tersedianya uang transport c.

Biaya c. Manusia  Ibu-ibu balita yang anaknya dibawah Garis merah (BGM) jarang dibawa bertimbang  Masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi b. Meningkatkan kerja sama linta sektor 4. Lingkungan  Masih adanya wilayah yang sulit d. Peningkatan penyuluhan gizi tentang manfaat penimbangan d. Sarana 6. Manusia . Metoda  Kunjungan rumah e. Penyuluhan kadarzi posyandu Analisis penyebab masalah a. Metoda  Kunjungan rumah e. Metode  Kunjungan rumah e. Pemantauan pertumbuhan balita BGM Analisis penyebab masalah a. Sarana  TFC untuk mewujudkan balita gizi buruk di tidak aktif Alternatif peecahan masalah c. Manusia  Masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi  Masih kurangnya kesadaran masyarakat menimbang balitanya untuk memantau pertummbuhan b.  Kurangnya dukungan lintas sektor d. Penjaringan balita BGM di posyandu untuk deteksi dini balita gizi buruk Analisis pemecahan masalah a. Biaya  Kurangnya biaya untuk semua posyandu c. Sarana 5. Penempatan satubidan desa di wilayah yang sulit di jangkau fasilitas kesehatan e. Lingkungan  Masih adanya wilayah kerja yang sulit di jangkau d.

Lingkungan  Kurangnya dukungan lintas sektor d. Mreningkatkan penyuluhan kadarzi posyandu b.  Masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang langkah- langkah mencapai keluarga kadarzi b. Pengusulan dana penyuluhan c. Sarana  Masih kurangnya alat-alat bantu untuk penyuluhan kadarzi Alternatif pemecahan masalah a. Biaya  Kurangnya biaya untuk penyuluhan gizi di posyandu c. Metoda Penyuluhan kelompok e. Meningkatkan kerja sama lintas sektor .

Puskesmas Sundatar . Kurangnya pengetahuan Kurangnya promosi dari petugas Melakukan promosi fungsi dan masyarakat tentang fungsi dan kesehatan dan kader posbindu keuntungan melakukan pemeriksaan keuntungan pemeriksaan posbindu dari kader dan petugas posbindu kesehatan 4. Adanya anggapan masyarakat Rendahnya SDM masyarakat Melakukan penyuluhan tentang tentang kurang pentingnya posbindu PTM pada masyarakat melakukan pemeriksaan posbindu PTM Sundatar. HASIL ANALISIS IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN TERHADAP POSBINDU ANALISIS PENYEBAB ALTERNATIF PEMECAHAN NO. Perilaku hidup yang tidak sehat Susahnya mengubah perilaku Melakukan penyuluhan masyarakat dari masyarakat yang sudah menjadi kebiaaan tentang PHBS bagi masyarakat 2. Masih adanya rasa takut pada Rendahnya SDM masyarakat Melakukan penyuluhan tentang masyarakat untuk mengetahui posbindu PTM pada masyarakat penyakit-penyakit tertentu 5. 2016 Ka. MASALAH KET MASALAH MASALAH 1. Masih kurangnya sarana dan Kurangnya dukungan sarana Adanya dukungan sarana dan prasarana untuk melakukan dan prasarana dari dinas prasarana untuk melakukan kegiatan kegiatan posbindu kesehatan setempat posbindu dari dinas kesehatan setempat 3.

TTD Dr. Helvi Yeriza NIP : 198304032009012004 .

Hasil IKH 64% masyarakat Kelas ibu Manusia:  Pelatihan bagi Konsultasikan tentang kelas sangat memerluksan hamil petugas dengan pimpinan  Kurang terkuasanya ibu hamil kelas ibu hamil  Memotivasi puskesmas materi oleh petugas kelurga maupun  Kurang nya motivasi lintas sektoruntuk ibu dan keluarga mengikuti kelas untuk mengikuti kelas ibu ibu  Menganggarkan  Kurangnya partisipasi biaya kelas ibu kader maupun lintas sesuai dengan sektor metode kelas ibu Biaya:  Menyediakan tempat yang lebih  Biaya pelaksanaan memadai . Masalah Alternatif Masalah Alternatif Masalah Identifikasi Masalah Masalah 1. HASIL ANALISIS MASALAH DAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN SASARAN MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN IBU Hasil Prioritas Pemecahan No.

kelas ibu yang masih  Menambah alat kurang memamdai peraga Lingkungan:  Kurang nya par5tisipasi masyarakat sekitar tempat tinggal bumil  Kurang nya akses ke tempat pelaksanaan kelas ibu Metode:  Padatnya waktu pelaksanaan sehingga ibu merasa benar-benar lelah Sarana:  Tempat pelaksanaan yang seadanya .

 Alat peraga yang kurang variatif 2. dengan pimpinan  Kurangnya kesadaran pemasangan pemasangan stiker keluarga dan puskesmas ibu hamil tentang stiker P4K P4K lintas sektor pentingnya stiker P4K  Melibatkan kader  Kurangnya dukungan dalam keluarga dalam pemantauan bumil pengisian stiker P4K  Anggaran  Kurangnya partisipasi kunjungan lebih kader maupun lintas ditingkatkan sektor dalam dalam mendukung pelaksanaan stiker P4K Biaya:  Kurangnya anggaran kunjungan bagi petugas maupun . Hasil IKH 50% masyarakat Pemasangan Manusia:  Penyuluhan Konsultasikan tentang sangat memerlukan stiker P4K kepada ibu.

bidan desa Lingkungan:  Jauhnya akses tempat tinggal ibu hamil dengan tenaga kesehatan Metode:  Jadwal petugas dengan ibu hamil dan keluarga susah disinkronkan Sarana:  Buku KIA tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh ibu hamil .

Hasil IKH 66% masyarakat Pemantauan Manusia:  Penyuluhan Konsultasikan tentang sangan memerlukan bumil resti terhadap keluarga dengan pimpinan  Kurangnya pemantauan pemantauan bumil dan masyarakat puskesmas pengetahuan ibu bumil resti resti  Anggaran tentang kehamilan kunjungan lebih dan resikonya ditingkatkan  Kurangnya peran serta keluarga dalam pemantauan kehamilan Biaya:  Kurannya dukungan biaya dalam pemantauan bumil resti Lingkungan:  Kurangnya pengetahuan dan partisipasimasyarakat dama deteksi ibu .3.

hamil resti Metode:  Susahnya menjadwalkan pertemuan antara tenaga kesehatan dengan keluarga Sarana:  Rumah ibu hamil  Buku KIA  Kohor ibu 4. Hasil IKH 71% masyarakat Kunjungan Manusia:  Penyuluhan Konsultasikan tentang sangan memerlukan nifas resti terhadap keluarga dengan pimpinan  Kurangnya kunjungan kunjungan nifas resti dan masyarakat puskesmas pengetahuan ibu nifas resti  Menganggarkan tentang nifas yan kunjungan ibu beresiko nifas resti  Kurangnya pengetahuan keluarga tentang .

bahaya nifas yang beresiko  Kurangnya kesadaran keluaga tentang untuk selalu akses dengan nakes sewaktu nifas Biaya:  Kurangnya dukungan dana dalam pemantauan bufas resti Lingkungan:  Kurangnya pengetahuan dan partiipasi masyarakat dalam mendeteksi ibu nifas .

Hasil IKH 46% masyarakat Kunjungan Manusia:  Menjalin Konsultasikan tentang DO sangat memerlukan DO K1-K4 hubungan dengan dengan pimpinan  Kurannya kesadaran K1-K4 kunjungan DO K1-K4 kader dan dukun puskesmas ibu hamil tentang dalam menjaring pentingnya ibu hamil keteraturan dalam  Penyuluhan pemeriksaan tentang kehamilan pentingnya . Metode:  Susahnya menjadwalkan pertemuan antara tenaga kesehatan dengan keluarga Sarana:  Ruman ibu nifas  Buku KIA  Kohor ibu 5.

 Kurannya pemeriksaan ibu pengetahuan ibu hamil secara hamil tentang bahaya teratur kehamilan  Kunjungan rumah  Kurang gencarnya terhadap ibu hamil promosi kesehatan ibu hamil oleh nakes Biaya:  Biaya telah memadai tinggal realisasi di lapangan Lingkungan:  Kurangya keadaran keluarga dalam mendukung ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan  Kurangnya dukungan .

lintas sektor dalam mendukung program KIA Metode:  Kurang kencarnya promosi bidan desa tentang pentingnya pemeriksaan bumil secara teratur  Kurangnya partisipasi kader atau dukun dalam melaporkan keberadaan ibu hamil baru Sarana:  Kurang akses bidan terhadap ibu hamil  Kurang aktifnya bidan dalam menguasai .

Hasil IKH 25% masyarakat Pembinaan Manusia:  Pembinaan pada Konsultasikan tentang sangat memerlukan dukun dukun dengan pimpinan  Kurangnya kesadaran pembinaan pembinaan dukun  Melibatkan lintas puskesmas bidan desa untuk dukun program dan lintas menjalin komunikasi sektor dalam dengan dukun penjalinan  Kurangnya kemitraan bidan pengetahuan dukun dan dukun tentang pentingnya  Menganngarkan kemitraan bidan dan dana pembinaan dukun rutin terhadap  Kurangnya kesadaran dukun dukun tentang  Memberikan bahaya-bahaya dari sanksi/peringatan proses persalinan bagi dukun  Dukun merasa lebih bersangkutan senior dari bidan yang tidak mau desa bekerja sama Biaya: dengan tenaga kesehatan  Kurangnya dukungan . kohor 6.

biaya dari anggaran puskesmas Lingkungan:  Kurannya oartisipasi lintas sektor dalam mendukung program kemitraan bidan dan dukun Metode:  Kunjungan/pembinaa n lansung kerumah dukun bersalin 7. Hasil IKH % masyarakat sangan Kespro ke Manusia: Membina hubungan Konsultasikan tentang kespro memerlukan SMP/SMA dengan lintas sektor dengan pimpinan  Kurangnya anak remaja penyuluhan kepro ke (SMP/SMA) puskesmas peringatan tentang SMP/SMA bahayanya seks Menambah jadwal bebas kegiatan penyuluhan  Kurangnya .

pengetahuan siswa ke SMP/SMA tentang kesehatan reproduksi  Kurannya dukungan dan pembinaan keluarga tentang kesehatan reproduksi Biaya:  Minimnya dana untuk penyuluhan kesehatan reproduksi ke SMP/SMA Lingkungan:  Kurangnya pengawasan kelurga dan sekoah terhadapa IPTEK Metode: .

 Jadwal ke SMP/SMA hingga 1x setahun Sarana:  Alat peraga yang kurang Sundatar. Puskesmas Sundatar TTD Dr. 2016 Ka. Helvi Yeriza NIP : 198304032009012004 .

Pemantauan bufas resti 4 4 4 12 5. Pemantauan bumil resti 4 4 4 12 4. Stiker P4K 2 4 4 10 3. Pembinaan dukun 2 3 4 9 7. USG KIA No. Kelas ibu hamil 2 3 4 9 2. Kunjungan rumah bumil (DO 2 4 4 10 K1-K4) 6. Penyuluhan kespro ke 4 3 4 11 SMP/SMA . Prioritas U S G Jumlah 1.

Pelaksanaan BIAS 53. TABEL HASIL ANALISIS DAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN IMUNISASI No. Sweeping imunisasi 40. Kipi 52% masyarakat angat Pengawasan kipi memerlukan pengawasan kipi 3. Hasil Identifikasi Masalah Prioritas Analisis Alternatif Pemecahan penyebab pemecahan masalah (Fish bond) Alternatif masalah 1.8% masyarakat Kunjungan balita Rendahnya Sweeping Penyuluhan sangat yang tidak datang SDM imunisasi tentang imunisasi memerlukankunjungan imunisasi masyarakat pada masyarakat rumah imunisasi tentang dan melakukan (sweeping) imunisasi kerja sama lintas sektor dan lintas program 2.8% masyarakat Pelaksanaan sangat memerlukan BIAS .

pelaksanaan BIAS .

Hasil Analisis Dan Identifikasi Kebutuhan Dan Harapan Sasan/Masyarakat Terhadap Kesling No Hasil Identifikasi Masalah Analisis Pemecahan Keterangan Kebutuhan Dan Penyebab Masalah Harapan 1 2 3 4 5 6 1. Pengawasan 82% Pengetahuan Penyuluhan saran masyarakat masyarakat tentang dan dan depot memerlukan pengawasan pengambilan pengawasan sarana dan sambil sarana dan depot masih secara rutin depot kurang serta melakukan IS 3. Pembinaan kantin 94% Pengetahuan Melakukan sekolah masyarakat tentang kunjungan memerlukan kantin ke setiap untuk sekolah kantin pembinaan sehat masih sekolah dan kantin sehat kurang penyuluhan ke pengelola kantin 4. Kunjungan klinik 93% Keuntungan Melakukan sanitas masyarakat tentang penyuluhan memerlukan kunjungan baik pasien kunjungan klinik sanitasi maupun klinik . Survey jentik 90% Pengetahuan Penyuluhan masyarakat tentang tentang memerlukan survey jentik survey jentik pelaksanaan masih kurang survey jentik 5. Penggunaan 86% Pengetahuan Penyuluhan jamban masyarakat tentang serta sehat/STBM sangat pengunaan membuat memerlukan jamban sehat jamban pengunaan masih kurang percontohan jamban sehat 2.

Pengolahan 84% Pengetahuan Penyuluhan sampah masyarakat tentang dan praktek memerlukan pemamfaatan pengolahan pembinaan dari sampah sampah terhadap masih kurang pengelolaan sampah 8. sanitasi masih kurang klien 6. Penyuluhan 88% Keuntungan Penyuluhan kesehatan masyarakat dari mamfaat memerlukan penyuluhan penyuluhan masih kurang tentang kesehatan . Pengawasan 86% Pengetahuan Kunjungan pengelolaan masyarakat tentang dan makanan memerlukan keamanan penyuluhan pengawasan pangan ke TPM terhadap masih kurang pengawasan pengelolaan makanan 7.

Hasil IKH tentang perlunya 94% masyarakat Pengetahauan masyarakat Penyuluhan tentang Konsultasikan dengan kegiatan penjaringan kusta sangat memerlukan tentang kusta masih kurang kusta pimpinan puskesmas penjaringan kusta 2. Hasil IKH tentang manfaat 88% masyarakat Masih adanya pasien kusta Melakukan kunjungan Konsultasikan dengan kepala dari pelacakan kusta sangat memerlukan yang tidak mau berobat rumah puskesmas pelacakan kusta 4. Hasil Identifikasi Masalah Analisis penyebab Alternatif pemecahan Pemecahan Masalah 1. Hasil IKH tentang perlunya 99% masyarakat Kurangnya pengetahuan Melakukan pemantauan Konsultasikan dengan kepala kegiatan pemanatauan sangat memerlukan masyarakat tentang akibat kecacatan pada puskesmas kecacatan kusta pemanatauan dari penyakit kusta penderita kecacatan kusta . Hasil IKH tentang perlunya 100% masyarakat Pengetahauan masyarakat Penyuluhan tentang Konsultasikan dengan kepala prnyuluhan kusta sangat memerlukan tentang kusta masih kurang kusta puskesmas penyuluhan kusta 3. TABEL HASIL ANALISIS DAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN SASARAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT KUSTA No.

Prioritas U S G Jumlah 1. Kurangnya kesadaran terhadap 4 4 8 16 penyakit kusta . Adanya pasien kusta yang tidak 4 4 8 16 mau berobat 2. Kurangnya pengetahuan pasien 4 4 8 16 tentng kecacatan akibat kusta 3.USG No. Adanya stigma terhadap penyakit 4 4 8 16 kusta 4.

Hasil IKH tentang 99% masyarakat sangat Pengetahauan masyarakat tentang Pemantauan Konsultasikan dengan kepala pemantauan memerlukan pemantauan akibat yang ditimbulkan akibat pengobatan TB puskesmas pengobatan TB paru pengobatan TB paru ketidakseriusan dalam pengobatan TB kurang 3. Hasil Identifikasi Masalah Analisis penyebab Alternatif pemecahan Pemecahan Masalah 1. TABEL HASIL ANALISIS DAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN SASARAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT TB PARU No. Hasil IKH tentang 99% masyarakat sangat Pengetahauan masyarakat tentang Penyuluhan tentang Konsultasikan dengan penjaringan TB paru memerlukan penjaringan TB paru masih kurang TB paru pimpinan puskesmas bagi masyarakat TB paru 2. Hasil IKH tentang 59% masyarakat sangat Pengetahuan tentang penyuluhan Penyuluhan tentang Konsultasikan dengan kepala penyuluhan TB paru memerlukan penyuluhan TB paru pada masyarakat masih TB paru puskesmas TB paru kurang .

Hasil IKH tentang 78% masyarakat Masih adanya pasien TB paru yang Melakukan knjungan Konsultasikan dengan kepala manfaat pelacakan memerlukan pelacakan TB putus obat rumah puskesmas TB paru paru Hasil Analisa Dan Identifikasi Kebutuhan dan Harapan Sasaran Masyarakat Terhadap Upaya Promosi Kesehatan No Hasil Identifikasi Masalah Analisa penyebab Alternatif Pemecahan Masalah Keterangan Kebutuhan dan Harapan 1 Hasil IKH Masyarakat  99 % balita memerlukan  Masyarakat membutuhkan  Pelayanan kesehatan Balita di sangat memerlukan pemantauan pelayanan di posyandu posyandu Posyandu pertumbuhan dan  Pelayanan kesehatan bumil di perkembangan di posyandu posyandu  Pelayanan kesehatan WUS di  70 % Bumil memerlukan posyandu pelayan di posyandu  70 % WUS memrlukan pelayanan di posyandu . Hasil IKH tentang 99% masyarakat sangat Kurangnya pengetahuan PMO Pembinaan kepada Konsultasikan dengan kepala perlunya pembinaan memerlukan pembinaan tentang perannya yang sangat PMO tentang puskesmas kepada PMO kepada PMO berpengaruh terhadap keberhasilan perannya sebagai pengobatan PMO 5.4.

1 SDLB  Pembinaan UKS ke sekolah (TK mengatakan memerlukan pembinaan Usaha dan SD ) memerlukan pembinaan Kesehatan Sekolah UKS  Merubah prilaku masyarakat lebih efektif dan efisiendilakukan terhadap anak usia sekolah 6 Penjaringan kesehatan  80 % masyarakat  Perlunya diketahui secara dini  Penjaringan kesehatan siswa siswa SD mengatakan kondisi kesehatan siswa sekolah dasar memerlukan penjaring sekolah dasar yang baru kesehatan siswa memasuki sekolah sekolah dasar 7 Belum aktifnya  Masyarakat  Respon Masyarakat terhadap  Pembinaan kembali jorong siaga pelaksanaan jorong memerlukan jorong jorong siaga masih kurang .2 Pembinaan prilaku  99 % masyarakat  16 % masyarakat berprilaku  Penyluhan tentang PHBS Hidup Bersih dan memrlukan pembinaan hidup bersih dan sehat  Pembinaan Rumah tanggga Sehat hidup bersih dan sahat  Susahnya merubah prilaku dari berprilaku hidp bersih dan sehat masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat 3 Pembinaan Tanaman  80 % masyarakat  43 % masyarakat memamfaat  Penyuluhan tentang mamfaat Obat Keluarga memerlukan pembinaan kan pekarangan rumah untuk TOGA TOGA penanaman tanaman obat  Pembinaan masyarakat untuk kelurga menanam dan memamfaatkan  Susahnya merubah prilaku TOGA masyarakat 4 Penyuluhan kesehatan  99 % masyarakat  Pengetahuan masyarakat  Penyuluhan dalam gedung sangat memerlukan tentang kesehatan masih meliputi penyuluhan perorangan penyuluhan kesehatan kurang dan penyuluhan kelompok  Penyuluhan luar gedung 5 Pembinaan UKS  99 % masyarakat  3 TK. 16 SD.

siaga siaga  Anggapan Masyarakat bahwa yang dilakukan bukan menjadi kebutuhannya Saat ini  Rendahnya kesadaran masyarakat .

2.4 .EP 5.2.

PEMERINTAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI PUSKESMAS DOLOK MERAWAN ALAMAT : KECAMATAN DOLOK MERAWAN RPK PUSKESMAS DOLOK MERAWAN TAHUN 2017 TAHUN ANGGARAN 2017 Rincian Penghitungan NO URAIAN Volume Satuan JAN FEB MAR APR MEI 3 4 UPAYA KESEHATAN I Upaya Kesehatan Ibu A. Pelayanan Antenatal / ANC 1 Bantuan Transport bagi bidan desa dalam kegiatan Pendataan sasaran terpadu 1 org x 17 desa x 1 kl 17 OH #REF! Bantuan Transport bagi bidan desa dalam kegiatan Pelayanan Antenatal / 2 1 org x 17 desa x 5 kl 85 OH #REF! #REF! Pemeriksaan kehamilan 3 Pelaksanaan Program Perencanaan Pencegahan Persalinan dan Komplikasi (P4K) Bantuan transport bidan desa dalam kegiatan Program Perencanaan Pencegahan 1 org x 17 desa x 3 kl 51 OH #REF! Persalinan dan Komplikasi (P4K) .

Balai Pengobatan Swasta (BPS) dan Klinik Bersalin 30 org x 1 keg x 1 kl 30 OH #REF! Swasta dalam kegiatan pembinaan pelayanan kesehatan ibu Biaya pembelian makan dn minum kegiatan pembinaan pelayanan kesehatan ibu 33 org x 1 keg x 1 kl 33 OH #REF! B Pelayanan Ibu Nifas termasuk KB Bantuan Transport bagi bidan desa dalam kegiatan pelayanan nifas dan KB 1 org x 17 desa x 3 kl 51 OH #REF! II Upaya Kesehatan Neonatus dan Bayi A.4 Pemantauan Ibu Hamil risiko tinggi Bantuan transport bidan desa dalam kegiatan Pemantauan Ibu Hamil risiko tinggi 1 org x 17 desa x 3 kl 51 OH #REF! 5 Pelaksanaan kelas ibu Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dan bidan desa dalam kegiatan 2 org x 17 desa x 4 kl 136 OH #REF! pelaksanaan kelas ibu hamil Biaya makan dan minum dalam kegiatan pelaksanaan kelas ibu hamil 10 org x 17 desa x 4 kl 680 OH #REF! 6 Pelacakan kasus kematian ibu termasuk otopsi verbal Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dalam kegiatan pelacakan kasus 1 org x 17 desa x 1 kl 17 OH kematian ibu dan otopsi verbal 7 Pembinaan pelayanan kesehatan Ibu Bantuan transport bidan desa. Pelayanan Kesehatan Neonatus 1 Pemantauan Kesehatan Neonatus termasuk neonatus Resti Bantuan Transport bagi bidan desa dalam kegiatan pemantauan kesehatan 1 org x 17 desa x 4 kl 68 OH #REF! #REF! neonatus termasuk neonatus risiko tinggi .

1 org x 17 desa x 12 kl 204 OH 1700000 1700000 1700000 1700000 1700000 3 Pemberian PMT Pemulihan / PMT – Penyuluhan Pembelian bahan PMT pemulihan balita gizi buruk 3 kss x 90 HMA 270 HMA #REF! ####### ####### Bantuan Transport bagi bidan desa dalam kegiatan pemantauan balita gizi buruk 1 org x 3 kss x 4 kl 12 OH #REF! #REF! #REF! penerima PMT pemulihan IV Upaya Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja - A. Pelayanan Kesehatan Anak Balita dan Pra sekolah 1 Pemantauan Kesehatan Balita Bantuan Transport bagi petugas kesehatan kegiatan Pemantauan kesehatan balita 2 org x 33 py x 3 kl 198 OH 6600000 2 Surveilance dan pelacakan Gizi Buruk Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dalam kegiatan surveilans gizi dan pelacakan gizi buruk .2 Pemantuan Kesehatan Bayi (Pengukuran pertumbuhan dan perkembangan bayi) Bantuan Transport bagi bidan desa dalam kegiatan pengukuran pertumbuhan dan 1 org x 33 posy x 4 kl 132 OH #REF! perkembangan bayi . 3 Pemberian vitamin A - Bantuan Transport bagi bidan desa dalam pelaksanaan pemberian kapsul vitamin A 1 org x 33 py x 2 kl 66 OH ####### III Upaya Kesehatan Anak Balita dan Pra Sekolah A. Pelayanan kesehatan anak usia sekolah .

000 100. imunisasi dasar lengkap termasuk introduksi vaksin baru 1 pendistribusan sarana dan prasarana pelayanan imunisasi (Vaksin. 1 Pembinaan Usia Sekolah. ADS dan safety box) 2 Pelayanan Imunisasi Termasuk Sweeping Imunisasi dan DOFU (Drop Out Follow Up) Bantuan Transport Petugas kesehatan dalam kegiatan pelayanan imunisasi termasuk 1 org x 17 desa x 4 kl 68 OH ####### #REF! sweeping imunisasi dan DOFU (Drop Out Follow Up) B.000 100.000 100. DPT-HB-Hib. DT. Imunisasi lanjutan.BIAS (Campak.7 DAN 10) Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dan bidan desa dalam kegiatan 2 org x 19 SD x 1 kl 38 OH penjaringan kesehatan anak sekolah dasar (kelas 1) Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dan bidan desa dalam kegiatan 2 org x 4 SMP x 1 kl 8 OH penjaringan kesehatan anak sekolah menengah pertama (kelas 7) Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dan bidan desa dalam kegiatan 2 org x 3 SMA x 1 kl 6 OH penjaringan kesehatan anak sekolah menengah atas (kelas 10) V Imunisasi A. Imunisasi dasar.000 1 prasarana pelayanan imunisasi (Vaksin.Td) dan TT 1 Pelayanan Imunisasi BIAS Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dalam kegiatan BIAS Campak 2 org x 19 SD x 1 kl 38 OH . Campak . UKS / Dokter Kecil Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dalam kegiatan pembinaan Dokter Kecil 2 org x 6 SD x 2 kl 24 OH #REF! 2 Penjaringan peserta didik (KELAS 1. ADS dan safety box) Bantuan transport petugas kesehatan dalam kegiatan pendistribusan sarana dan 1 org x 1 hr x 11 kl 11 OH 100.

Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dalam kegiatan BIAS TD/DT 2 org x 19 SD x 1 kl 38 OH VI Upaya Kesehatan Lanjut Usia Pelayanan kesehatan lanjut usia A 1 Pendataan Pra Lansia dan Lansia Bantuan Transport bagi bidan desa dalam Kegiatan Pendataan pra lansia dan lansia 1 org x 17 desa x 1 kl 17 OH #REF! Bantuan Transport bagi Petugas Kesehatan dalam Kegiatan Pemantauan lansia 2 2 org x 17 desa x 3 kl 102 OH #REF! #REF! #REF! resiko tinggi VII Upaya Kesehatan Lingkungan A Pelayanan Kesehatan Lingkungan Inspeksi Kesehatan Lingkungan untuk tempat-tempat umum.000 Biaya makan dan minum kegiatan pemicuan STBM 15 org x 4 desa x 3 kl 180 OK #REF! #REF! VIII Upaya Promosi Kesehatan 1 Pelayanan Promosi Kesehatan Bantuan Transport kader kesehatan dalam kegiatan penyegaran/refreshing orientasi 5 org x 17 desa x 3 hari 255 OH #REF! kader kesehatan dalam upaya kesehatan secara terpadu .Sarana Air Minum 1 org x 10 desa x 1 kl 10 OH #REF! 2 Pemberdayaan masyarakat melalui pemicuan STBM Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dalam pemicuan STBM 2 org x 4 desa x 3 kl 24 OH 800.000 800. tempat pengelolaan makanan dan sarana air minum 1 Bantuan transport petugas kesehatan dalam kegiatan inspeksi TTU. Tempat Pengelolaan Makanan.

Frambusia. dll) IX Pencegahan dan pengendalian penyakit A Sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya 1 Bantuan transport petugas kesehatan dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pada masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya 1 org x 3 Majelis Taklim x 1 kl 3 OH #REF! B Penemuan dan pencegahan secara aktif Pengambilan dan Pengiriman Spesimen 1 Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dalam kegiatan Pengambilan dan pengiriman spesimen 1 org x 17 desa x 12 kl 204 OH 1700000 1700000 1700000 1700000 1700000 Dolok Merawan. Diare. Januari 2017 Pengelola Keuangan Diketahui oleh. ISPA/Pneumonia. Puskesmas Dolok Merawan . Tiphoid. Kusta. Hepatitis. HIV/AIDS. IMS. Musyawarah Masyarakat Desa 2 Bantuan Transport bagi bidan desa dan kader dalam kegiatan survei mawas diri 2 org x 17 desa x 1 kl 34 OH #REF! Bantuan Transport bagi petugas kesehatan dalam kegiatan pertemuan MMD 2 org x 17 desa x 1 kl 34 OH #REF! Biaya konsumsi kegiatan pertemuan MMD 25 org x 17 desa x 1 kl 425 OH #REF! Penggerakan keluarga/masyarakat untuk mendukung program kesehatan 3 Biaya Honorarium bagi petugas kesehatan dalam kegiatan Penggerakan keluarga / masyarakat untuk mendukung program kesehatan 4520 kk x 1 kl 4520 OB ####### ####### ####### ####### Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (antara lain : TB. Biaya pembelian makan dan minum dalam kegiatan penyegaran/refreshing orientasi 85 org x 1 keg x 3 hari 255 OH #REF! kader kesehatan dalam upaya kesehatan secara terpadu Survei Mawas Diri.

Puskesmas Dolok Merawan ####### drg.Ka.19730429 200502 2 001 NIP. 19810812 200803 2 001 . Lidya Triayuni Mira Fitriana NIP.

5.5 .2.2.EP.