You are on page 1of 80

1

Qashash Al-Thair wa Al-Hayawân fî Al-Quran Al-
Karîm1
Dr. Hamid Ahmad Al-Thahir

Kairo: Dâr Al-Ghad Al-Jadîd
1427 H- 2006 M

Penerjemah: Jejen Musfah dan Ojun Rojun

1
Diterbitkan oleh penerbit Mizan, Bandung, 2009.

2

Daftar Isi
Pengantar Penulis
1. Burung Gagak dan Kedua Anak Adam
2. Unta Saleh
3. Biri-biri dan Ismail a.s.
4. Serigala dan Tujuh Sapi
5. Ikan Paus dan Yunus a.s.
6. Ular, Katak, Belalang, dan Kutu
7. Manna, Salwa, dan Anak Sapi Samiri
8. Sapi Bani Israil
9. Ikan, Musa, dan Khidir a.s.
10. Keledai Bul‘am
11. Semut, Burung Hud Hud, dan Nabi Sulaiman
12. Keledai Nabi ‗Uzair
13. Binatang Ashabul Ukhdud
14. Gajah Abrahah
15. Anjing Ashabul Kahfi

3

PENGANTAR PENULIS

Segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya. Kami
memuji-Nya sebagai orang-orang yang bersyukur. Kami bersyukur pada-Nya sebagai
orang-orang yang memuji. Tuhanku, pada-Mu kami bertawakal, dan pada-Mu kami
kembali. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa
Muhammad hamba-Nya dan Rasul-Nya. Ya Allah, salawat, salam, dan keberkahan
semoga selalu bersama Nabi, keluarga, dan para sahabatnya semua.
Al-Quran Al-Karim kitab Allah. Allah menurunkannya sebagai petunjuk bagi
seluruh alam. Al-Quran berisi petunjuk dan pelajaran. Banyak pelajaran terdapat dalam
kisah-kisah dan peristiwa-peristiwa yang telah diceritakan Al-Quran. Sungguh indah
bahwa beberapa petunjuk dan pelajaran disampaikan melalui lisan binatang dan burung.
Kadang kita berkhayal bahwa mereka tidak mengerti sesuatu, namun kita heran saat
menemukan bahwa beberapa binatang dan burung mengerti pengajaran Tuhannya lebih
baik daripada sebagian Bani Adam.
Inilah hal yang akan tergambar dalam beberapa kisah dalam buku ini, di mana
beberapa karakter burung dan binatang telah tertulis dalam Al-Quran Al-Karim; agar
kita bisa mengambil pelajaran dan petunjuk dari kisah-kisah ini.

4

1. BURUNG GAGAK DAN KEDUA ANAK ADAM

“Allah Swt. berfirman, „Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya
kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan
kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka (Habil) diterima dan dari yang lain
(Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, „Sungguh, aku pasti membunuhmu!‟ Dia
(Habil) berkata, „Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang
bertakwa.‟
„Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk
membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku untuk membunuhmu. Aku takut
kepada Allah, Tuhan seluruh alam.‟
„Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa
(membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan
itulah balasan bagi orang yang zalim.‟ Maka, nafsu (Qabil) mendorongnya untuk
membunuh saudaranya. Kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah
ia termasuk orang yang rugi.
Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk
diperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya mengubur mayat
saudaranya. Qabil berkata, „Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat
seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat mengubur mayat saudaraku ini?! Maka
jadilah dia termasuk orang yang menyesal,‖ (QS Al-Maidah [5]: 27-31).
Adam durhaka pada Tuhan-nya. Adam memakan buah khuldi yang telah Allah
haramkan baginya dan istrinya di surga. Sebagai hukumannya, Adam dan Hawa
diturunkan ke bumi, meninggalkan surga dan beragam kenikmatannya. Hal ini
merupakan kemenangan pertama bagi setan atas Adam dan keturunannya, setelah ia
tercampakkan dari rahmat Allah karena menolak bersujud bersama para malaikat
kepada Adam atas perintah Allah Swt. Namun, Allah menerima taubat Adam dan
Hawa, dan mengampuni dosanya. Bumi merupakan tempat bertaubat, bukan tempat
siksaan. Maka setan merasa sangat sedih menerima kenyataan tersebut. Ia pun
menunggu kesempatan yang tepat untuk menggoda Adam dan keturunannya agar
durhaka kepada Allah.
Kehidupan di dunia ini sangat sulit dan menyakitkan karena sebelumnya Adam
dan Hawa merasakan kenikmatan surga. Di surga keduanya merasa kenyang, tidak lapar
dan haus. Surga tempat istirahat, dan tidak melelahkan. Sebaliknya, hidup di dunia
harus bekerja dengan gigih dan tekun. Bekerja agar mampu membeli makanan dan
minuman. Jika tidak, maka perut akan berbunyi karena lapar, dan hati akan terbakar
karena haus.
Adam dan Hawa dapat melihat dan merasakan kelelahan dan kesakitan tersebut,
maka keduanya sangat sedih karena telah berpisah dengan surga dan beragam
kenikmatannya. Keduanya pun menangis berharap dapat kembali merasakan
kenikmatan dan kesenangan surga. Namun, tidak akan masuk surga kecuali setelah
kematian. Sepasang suami-istri itu pun, Adam dan Hawa, menghadapi kehidupan dunia
yang melelahkan. Adam a.s. berfikir serius: ―Aku dan Hawa hanya berdua, tidak ada
orang ketiga bagi kami, maka untuk siapakah syariat yang telah Allah berikan
kepadaku?‖
Adam ingat janji Allah Swt. bahwa anak dan keturunannya akan bertebaran di
muka bumi ini, maka ia pun menunggu saat kelahiran anak-anaknya tersebut. Waktu

Hal tersebut tidak meresahkan Adam dan Hawa. Habil mengembala ternaknya di ladang yang hijau. sehingga semua anggota keluarganya bisa meminum susunya dan memakan dagingnya. **** Setiap orang akan percaya bahwa pendidikan bagi empat anak yang dilahirkan dalam waktu berdekatan sangat penting sekaligus sangat sulit. Hingga tibalah masanya anak-anak untuk menikah. Adam. Adam merasa senang dan sangat bahagia. Dalam masa hamil tersebut Hawa merasakan kebahagiaan dan juga kesakitan. Bau kematian muncul berkali-kali pada saat itu. Tibalah saat melahirkan setelah sempurna sembilan bulan usia kandungan yang disertai kelemahan dan kepayahan yang dirasakan Hawa selama mengandung tersebut. Namun dengan satu syarat!! Seorang saudara laki-laki tidak boleh menikah dengan saudara perempuannya yang dilahirkan pada kehamilan yang sama. Tidak ada hal yang merusak kebahagiaan hidup keluarga sederhana itu. mencangkul. . Di bumi ini tidak ada yang lain kecuali anak-anak Adam. Syariat itu diharamkan kemudian. memasak. Laki-laki bernama Habil dan perempuan bernama Lubuda. dan Habil menikah dengan si cantik Iqlima. dan menamai anak perempuannya: Iqlima. seakan-akan Hawa melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dan Iqlima mampu menyejukkan bagi mereka yang memandangnya. Manusia bertambah banyak dan berbeda-beda di banyak bangsa. setelah melewati beberapa bulan. Adam memberi nama Qabil untuk anak laki- lakinya. Adam pun memuji Allah Swt. agar kualitas peliharaannya baik. Namun ia menikah dengan saudara perempuan adiknya. Mereka tumbuh dewasa dalam pengawasan ayah mereka. dan membuat pakaian dan penutup kepala dari bulu unta dan bulu kambing. Senyum pun kembali menghampiri Adam dan Hawa. Selamanya. Tidak berlangsung lama. apalagi pada zaman tidak ada seorang pun di muka bumi ini kecuali sosok Ibu dan Ayah yang memiliki empat anak. Hawa. karena dipenuhi kecantikan dan feminim. Syariatpun berubah atas perintah Allah. atas karunia anak tersebut. yang dengan sekuat tenaga menyiapkan segala kebutuhan keluarga kecil mereka. Sementara itu Iqlima dan Lubuda membantu Hawa di rumah. Allah membolehkan seorang saudara laki-laki menikah dengan saudara perempuannya. sedangkan Lubuda tidak secantik Iqlima. Namun jeritan kedua bayi menghilangkan kesakitan dan kepayahannya. Tidak diperbolehkan seorang laki-laki menikah dengan saudara perempuannya. Dengan demikian Qabil menikah dengan Lubuda. Keduanya menjaga hasil kebun. sehingga ia merasa mendekati kematian sebelum anak kembarnya itu lahir. Tidak ada penolong yang lain dalam kesulitan mendidik anak-anak tersebut. Saat itu merupakan masa yang sulit dan mencemaskan. hamillah Hawa.s. Keduanya juga membuat beragam alat untuk beristirahat bagi ketiga laki-laki di rumah itu. sehingga orang tidak akan berpaling jika memandang wajahnya. Allah telah menganugerahi keduanya dua anak kembar: laki-laki dan perempuan. Lahirlah anak kembar itu: laki-laki dan perempuan. Qabil dan Habil bekerja membantu Adam a. Namun Allah Swt. dan kasih sayang Ibu mereka. serta memanennya untuk kebutuhan makan keluarganya dan untuk memberi makan binatang ternak yang dipelihara oleh Habil. Iqlima memiliki paras yang sangat cantik. 5 terus berputar. Sembilan bulan pun tiba. dan bercocok tanam. Hawa hamil lagi. Di perutnya terdapat dua janin bayi lagi yang baru. keduanya mencintai Iqlima dan Lubuda sama besarnya. memberkati Adam dalam merawat kedua anak laki-laki dan kedua anak perempuannya. Qabil memilih menjadi petani. Ini merupakan kehamilan pertama di muka bumi.

‖ Dalam situasi penolakan penuh amarah itu. Adam akan menikahkannya dengan si cantik Iqlima. memberinya minum dan makan. yakni setelah ia melihat kecantikan pada diri Iqlima. Seharusnya ia menikah dengan Habil. semangat.‖ Qabil menjawab: ―Aku tidak akan patuh kecuali pada jiwaku. maka ia menghampiri hati Qabil tanpa sepengetahuannya.‖ Qabil telah tertutup mata hatinya.‖ Saat senyum kebahagiaan mereka belum reda. Aku lebih berhak atas Iqlima dibanding Habil. sehingga kami akan melihat cucu-cucu. Setan pun mulai berbisik: ―Habil. Aku tidak akan pernah menikah dengan Lubuda yang jelek. Api kedengkian hampir saja membakar dan membunuh dirinya. Ia lupa bahwa setiap pekerjaan tidak ada yang mudah dan ringan. Adam yang pengasih tidak terpancing. Dalam pikirannya hanya ada satu tujuan: ―Bagaimana caranya agar ia bisa menikah dengan Iqlima?‖ Inilah mangsa bagi setan.‖ Qabil memandang Iqlima. Iqlima hanya milikku. Sebenarnya Habil juga bersusah payah dalam memelihara ternak. dan menyisakan untukmu Lubuda yang jelek. dan ketamakan di dadanya. Ia hanya halal untuk Habil. Seorang pengembala yang pekerjaannya hanya keluar bersama beberapa kambing dan bersantai di sekitar piaraannya itu.‖ Qabil tergoda oleh rayuan setan. Adam berkata sambil tersenyum: ―Tibalah waktunya menikah bagi anak-anak kami. setan menertawakan sikap Qabil. bahkan ia berkata dengan lembut: ―Qabil…. Ini merupakan perintah Allah. Jadi bukan kehendak diri Habil. dan Habil berhasil memperoleh Iqlima. 6 Adam berniat mengabarkan hal tersebut kepada anak-anaknya. Sementara engkau adalah seorang petani yang bangun pada pagi hari sebelum makhluk yang lain bangun. Habil dengan Iqlima. Lalu engkau hanya mendatapkan Lubuda. Anak itu memiliki tempat yang khusus di hati Adam. Ia pun merasakan letupan api yang menyala-nyala di dalam hati dan dadanya. dan menjaganya dari ancaman serigala. dan penuh dendam: ―Habil tidak akan pernah menikahi Iqlima. Dan kedua anak laki-laki itu merasa bahagia. Ia berjalan sambil menunduk tanpa arah tujuan? Ia hanya berjalan terus. Allah telah mengharamkan Iqlima untukmu. Hanya saja Allah telah menghalalkan baginya menikah dengan Iqlima. Sementara itu di sudut yang jauh. maka ia menyalakan api kedengkian. Kedengkian dan ketamakan telah membutakan Qabil dalam memahami saudaranya. bercocok tanam.‖ Kedua anak perempuan itu tersipu malu. melanggar perintah Allah Swt. Ia lebih mencintai Habil daripada engkau. menaburkan benih. Ia menemukan kecantikan yang teramat sangat pada diri Iqlima. Namun suara kedengkian telah bersemayam dalam hatinya dan semakin bertambah besar . *** Qabil keluar rumah. Setan pun menyalakan lagi api rayuannya: ―Habil. Qabil berkata setengah berteriak. Tidak seorang pun tahu bahwa itu adalah api kedengkian terhadap saudaranya Habil yang tak berdosa. Taatlah pada perintah-Nya. Tidak ada kesulitan baginya untuk merayu Qabil. Engkau bersusah payah mencangkul tanah. dan tidak seorang pun yang tahu. dan memanen hasilnya. Adam pun melanjutkan perkataannya: ―Qabil akan menikah dengan Lubuda.

Kesedihan menyelimuti wajah Adam karena takut rayuan setan telah menguasai anaknya. maka kurban itu akan tetap ada. Ia berbisik: ―Kerjakanlah sesuatu sebelum kau kehilangan pujaan hatimu.‖ katanya pada Habil. dan tidak mendoakannya.‖ Habil lebih kuat dibanding Qabil. dan pecinta memberi kekasihnya sesuatu yang paling berharga. tidak ada yang mendekatinya.‖ ―Aku akan membunuhmu. Dua bersaudara itu berkumpul di tempat yang sama. Tibalah saat yang ditunggu-tunggu. bahwa kurbannya akan diterima. karena rida terhadap keputusan (qadha) yang akan diterimanya dari Allah. baik itu manusia maupun burung. Sedangkan Qabil. 7 sehingga ia berbisik pada dirinya sendiri: ―Aku akan menikahi Iqlima dengan cara apa pun!!‖ Akhirnya Qabil pulang ke rumah dan melihat ayahnya yang sedang menunggu kedatangannya. Habil. Ia selalu menghadirkan rupa si cantik Iqlima dalam pikiran Qabil. Di antara keajaiban itu adalah bahwa ketika seorang hamba berkurban. seperti anak kecil bermain sepak bola. berkurbanlah kepada Allah dengan sesuatu dari hasil kebunmu dan sampaikanlah kurban itu hanya kepada Allah. Qabil. Namun jika Allah menolaknya. bukti bahwa Allah tidak meridai hamba itu dan kurbannya. Habil dan Qabil menunggu waktu untuk mengetahui hasilnya.‖ ―Siapa di antara kalian berdua yang diterima kurbannya. Qabil berharap pada dirinya sendiri. sebagai kurban untuk Tuhannya. dialah suami Iqlima yang cantik jelita. Waktu berlalu terasa sangat lambat. ―Allah menerima amal orang-orang yang bertakwa. Terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Demikian pula Habil menyerahkan kurbannya kepada Allah. Jiwanya dipenuhi dengki terhadap saudaranya. Habil cinta pada Allah. Ia tidak bersusah payah menyiapkan kurban yang baik. Adam berkata: ―Perhatikanlah anakku. Setan membisikinya bahwa Adam mendoakan Habil. bahkan ia berkurban dengan buah dan sayur yang buruk. Allah menghendaki Iqlima untuk Habil. Habil yang baik.‖ Qabil dan Habil menerima tawaran tersebut. maka ia meletakkan kurbannya di atas puncak gunung. Habil menjawab dengan tenang. Keduanya mendaki gunung hingga mencapai puncaknya untuk meletakkan kurban mereka masing-masing. Ia pun bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah. ia telah memilih untuk menikahi Iqlima. untuk diberikannya kepada Tuhan sebagai kurban. menyambar kurban Habil dalam sekejap mata. Jika Allah menerima kurbannya. yaitu yang paling gemuk dan paling kuat. Sedangkan kurban Qabil masih utuh. Ia berkata: . Habil merasa senang dan gembira. padahal ia tak sedikitpun membedakan anak-anaknya. *** Pada zaman dahulu terdapat banyak keajaiban. Setan tidak berhenti merayu Qabil. maka api putih turun dari langit menyambarnya. namun iman mencegahnya untuk melukai dan menjauhi permusuhan. pergi ke gunung membawa binatang peliharannya yang paling baik. Keduanya pun bersiap-siap untuk berkurban kepada Allah. api putih yang besar meluncur seperti panah.

Kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya. setan tertawa riang. . Habil mampu membunuh Qabil atau melindungi dirinya sendiri. dan dosa yang besar adalah membunuh manusia tidak bersalah dan membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan jalan hak. maka ia menolak tipu daya dan bisikan setan. Kemudian burung gagak itu meninggalkannya setelah menguburkannya. Qabil memahami bahwa Allah mengutus burung gagak itu kepadanya agar mengajarkannya cara menguburkan mayat saudaranya.‟ Maka. Lalu ia berjalan dengan wajah nampak kehausan dan penuh kasih. karena ia merupakan orang pertama yang membunuh. sehingga Allah menganugerahinya seorang anak lagi yang bernama Syits. maka jadilah ia termasuk orang yang rugi. dan ia pun meninggal. Saat merasa letih ia pun beristirahat. Sedangkan Qabil menerima balasan yang serupa. Qabil melangkah. celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini. maka engkau akan menjadi penghuni neraka. setelah ia mampu mengeluarkan kedua orang tuanya dari surge. Aku takut kepada Allah. sehingga menjadi kuburan pertama di muka bumi ini. Itulah awal perbuatan dosa di dunia. Burung gagak yang terbunuh jatuh ke bumi. sambil duduk. ia juga mampu membujuk seorang saudara membunuh saudaranya sendiri setelah menanamkan rasa permusuhan di hati Qabil. Kedua kakinya menggali lubang. seperti dua orang yang sedang bergulat. Ia lebih rida mematuhi perintah Allah. awal darah mengalir. bahkan sama dengan membunuh seperenam penduduk bumi—jika manusia membunuh manusia lainnya. darah mengalir.‖ (QS Al-Maidah [5]: 27-31). Adam merasa kehilangan setelah tahu bahwa anaknya terbunuh. namun ia takut kemarahan Allah karena membunuh saudaranya. nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya. Burung gagak yang hidup turun menghampirinya dan meletakkannya di atas tanah. ―Oh. ia dibunuh oleh anaknya sendiri. Air matanya mengalir. lalu menimbunnya dengan tanah. dan itulah balasan bagi orang yang zalim. Ia pun menguburkannya. Qabil memukul kepalanya dari arah belakang. Kesedihannya teramat dalam. seperti jatuhnya Habil. Ia pun menggendong mayat Habil. dan tidak tahu apa yang harus diperbuatnya ketika salah di antara mereka meninggal dunia. Sesungguhnya setiap orang yang terbunuh hingga hari kiamat. Ia pun berucap. aku tidak akan menggerakkan tanganku untuk membunuhmu. dua ekor burung gagak sedang bertarung. lalu menggali lubang untuk saudaranya. Saat Habil sedang tekun dengan pekerjaannya. 8 “‟Sungguh. Pertarungan semakin sengit sehingga salah satu dari burung itu terbunuh. tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. Sedangkan Qabil sudah siap melakukan apa pun demi mendapatkan Iqlima. Di tempat yang jauh dari Qabil. menarik mayat burung itu dan memasukannya ke lubang. sambil berdoa semoga Allah mengampuni Qabil. sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?‖ (QS Al-Maidah [5]: 31). jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku. dan Allah menyiksanya.‟ „Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri. Tuhan seluruh alam. *** Qabil tidak pernah melihat mayat sebelumnya. dosa pembunuhnya dilimpahkan pada Qabil. Qabil meraih batu dan mencari Habil. awal bangkai terbujur. Tiba-tiba ia melihat pemandangan yang langka.

Pelajaran Berharga: 1. burung gagak menjadi guru bagi manusia. dan ketamakan merupakan kunci-kunci setan. . Menafkahkan di jalan Allah harta yang terbaik. Kebencian. 9 Demikianlah. kedengkian. 3. maka seyogyanya tidak taat padanya. Taat terhadap perintah Allah dan menjalankan apa yang diwajibkan-Nya pada kita. 4. 2. Setan merupakan musuh yang nyata bagi manusia.

dan tidak beriman padanya. dan ucapannya yang dapat dipercaya. yang telah mereka kenal akhlak baiknya. daun. dengan mengutus seorang laki-laki dari mereka. Mereka pun berfikir untuk membangun rumah di gunung. Allah bermaksud member petunjuk kepada mereka. UNTA SALEH Kaum ‗Ad hancur setelah kufur terhadap ayat-ayat Allah. Setelah bergulirnya waktu. Saleh selalu menyeru kaumnya. Mereka beriman kepada utusan yang dapat dipercaya itu. berperawakan besar.s. dan menjadikannya sebagai rumah untuknya dan keluarganya. sehingga mereka ingkar pada Allah. dan bangunan rumahnya yang kokoh. ―Mohonlah pada Tuhanmu agar menurunkan bukti kebenaranmu. itulah nama kaumnya. Ia membawa misi agar kaumnya tidak menyembah patung. Saleh menghampiri kaumnya. Di antara mereka ada yang membangun rumah dari pohon. yaitu mereka yang melihat asal-usul yang baik. Setelah berusaha mengingatkan mereka kepada nikmat-nikmat Allah yang telah mereka rasakan. Saleh berkata: ―Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum „Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. memahatnya. namun mereka tetap mendustakannya. semakin bertambah kaumnya mendustakannya. yaitu ‗Ad. kecuali orang-orang yang lemah dari kaumnya. dan umur panjang. Mereka meminta Saleh sesuatu yang aneh.‖ Namun mereka menjawab: ―…mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami? Sungguh. Semakin semangat Saleh berdakwah. melubanginya. maka mereka membangunnya di bagian tempat tinggal mereka. dan menyembahnya seperti yang pernah dilakukan kaum Nuh sebelumnya. tunjukanlah pada mereka sebuah bukti agar mereka percaya. Saleh tidak putus asa dan selalu sabar atas kejahatan kaumnya terhadap dirinya dan pengikutnya. ia pergi mengambil batu besar. kami benar-benar dalam keraguan dan kegelisahan terhadap apa (agama) yang engkau serukan pada kami. Tidak ada Tuhan bagi kalian selain-Nya. Mereka memahat patung. namun hanya menyembah Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. datanglah kaum yang kuat. yang berumur panjang. Allah telah menganugerahkan kaum tersebut kekuatan fisik. Allah mengutus Saleh a.‖ ―Ya Allah. Namun rumah itu hancur sebelum pemiliknya meninggal.‖ (QS Al-A‘raf [7]: 74). [11]: 62). Setelah kehancurannya. mengingatkan mereka pada Allah: ―Wahai kaumku. Tidak ada yang beriman kepada Saleh. yaitu Al-Ahqaf. dan rantingnya. Di antara kaum tersebut ada yang bernama Umar Al-wahid.‖ . Kaum Tsamud. manusia lupa nikmat-nikmat Allah. dan ucapan yang dapat dipercaya dalam diri Saleh. 10 2. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah. kesehatan. sembahlah Allah. sehingga kami percaya pada kerasulanmu. keturunannya yang mulia. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi. Di antara mereka ada yang sangat kuat.‖ (QS Hud. Inilah bukti kekuatan laki-laki kaum Tsamud. kepada mereka.

Ketika semua orang menyaksikannya. sedangkan mereka berdoa pada tuhan mereka agar tidak mengabulkan doa Saleh. Demikianlah. Seorang laki-laki kaum Tsamud yang bernama Jundu‘ bin Amr berkata: ―Saleh.s. dan memisahkan dirinya dengan anak-anaknya. Ketika kambing itu melihat sapi Saleh. dan engkau akan minta bukti pada Tuhanmu. Kemudian. ‗Unaizah pun marah. *** Shunaim bin Harawan menikah dengan seorang perempuan kaya raya bernama Shaduq. beriman padanya. temannya. Saat keduanya memberikan sejumlah uang pada seorang laki-laki untuk membunuh sapi. Shaduq menolak permintaan suaminya. Ia mencari orang-orang untuk membantunya melaksanakan perbuatan dosa ini. air pun naik. Kami akan meminta bukti dari tuhan kami. Sapi itu bukan sembarang sapi. esoknya sapi itu kembali menghampiri sumur. Namun Shaduq mencelanya karena ia seorang kafir. Sapi itu pun kembali ke asalnya. sedangkan yang lainnya tetap dalam kekufuran. Jika engkau mampu kami akan beriman. sehingga mereka mengembalikan anak-anak itu pada Shunaim. Lalu mereka meminum air susu sapi ini hingga kenyang. Pada hari berikutnya giliran mereka yang minum air. Kebencian Shaduq semakin bertambah terhadap Saleh a. yang tidak seperti biasanya. sehingga Saleh marah karenanya. Tidak henti-hentinya mereka menertawakan Saleh yang sedang berdoa pada Tuhannya. ―Kembalikan anak-anakku. Tiba-tiba…batu itu pecah dan keluarlah seekor sapi betina yang sedang hamil tua. sedangkan mereka adalah orang-orang mukmin.‖ Tibalah hari raya itu. ‗Unaizah bint Ghanam. Saleh berkata: ―Unta ini akan minum dalam satu hari. 11 ―Berkumpullah bersama kami pada hari raya. Shaduq membawa anak-anaknya dan menyembunyikan mereka di rumah anak- anak pamannya. Kaum Saleh berkumpul dengan membawa patung-patung mereka. seorang kafir.‖ Kaum Tsamud menyaksikan keajaiban sapi ini dan anaknya. Mereka berdoa pada tuhan mereka. sapi itu bukti yang datang dari sisi Allah. Ia berfikir hal itu perbuatan keji. Ia memiliki seorang teman. namun ia tidak mendapatkan air untuk diminum. Quddar bin Salaf. Jundu‘ dan sebagian kaum Saleh. lalu sapi meminumnya sampai habis. seharusnya Tsamud beriman dengan adanya bukti-bukti tersebut. Maka keduanya meminta pendapat anak-anak paman Shaduq. yaitu meminum air sumur hingga habis. ia merupakan orang yang terpandang di kaumnya. beriman. ia menolaknya. Mereka sepakat bahwa Saleh berdoa pada Tuhannya agar menunjukkan sebuah bukti kerasulan.‖ kata Shunaim.‖ Saleh berdoa pada Tuhannya. Ia mempunyai seekor kambing yang sedang hamil tua. Namun mereka tetap dalam kekufuran dan pembangkangannya. Saat ia telah beriman. setuju terhadap rencana jahat itu. ia mendermakan hartanya untuk Saleh dan orang-orang mukmin. dan kalian minum di hari berikutnya. keluarkanlah dari batu besar ini seekor sapi betina. . maka ia berlari mendahuluinya. Keduanya sama marah terhadap terhadap Saleh dan orang-orang mukmin. Ia setuju untuk membunuh sapi. dan sepakat untuk membunuh sapi itu. karena suaminya mendermakan harta padanya. sapi itu melahirkan anaknya. Namun seorang laki-laki bernama Mushadda‘ bin Mahraj mencintai Shaduq dan ingin memilikinya.

Tanda siksa itu adalah pada hari pertama wajah mereka akan menguning. namun malaikat menghalangi orang-orang itu. Mereka menghampiri sapi dan menyembelihnya. Mereka tinggal di Syam. dan menunggu siksa yang akan mereka terima. Saleh dan orang-orang mukmin pergi meninggalkan negerinya menuju Syam. maka mereka membalsem tubuh mereka. wajah kaum Tsamud menghitam seperti aspal.. Nabi meminta mereka minum dari sumur yang dipakai sapi tempat minumnya. sehingga mereka tidak mengalami apa yang terjadi pada kaum Tsamud sebelumnya. ia kafir. Mereka berbuat kerusakan di bumi. Itulah janji yang pasti ditepati‖. Saat kalian menemukannya. Panah itu mengenai leher sapi. ―Temuilah anak sapi itu. yang memekakkan telinga. pernah melewati negeri kaum Tsamud saat perjalanannya menuju Perang Tabuk. Nabi Muhammad Saw. dan matilah sapi tersebut. Datanglah sebuah teriakan yang keras dari langit (suara yang sangat keras. Kaum Saleh sadar akan dosa yang telah mereka lakukan. Kehancuran pasti terjadi pada kaumnya. Pada hari pertama mereka mendapati wajah mereka menguning. Sedangkan Saleh dan orang-orang mukmin selamat. mereka menemukannya telah masuk ke dalam batu besar.‖ demikian saran Saleh a. Quddar bin Salaf mengeluarkan anak panah dan meletakkannya di busurnya. menunggu hingga sapi keluar. Tidak ada yang tersisa dari mereka. Ia pun berkata pada kaumnya: ―Bersenang-senanglah di rumah kalian selama tiga hari. besar maupun kecil. Nabi dan para sahabat menangis saat memasuki negeri itu. Saleh tinggal di masjid. seperti yang dikatakan Saleh. serta memakan dagingnya.s. Tidak ada yang selamat kecuali seorang perempuan yang terus berlari. tempatnya keluar dulu bersama ibunya. Kemudian siksa akan menghampiri kalian. Tibalah hari ketiga. Mereka menemui Saleh sambil menangis. Saleh tahu bahwa sekarang siksa telah datang pada kaumnya. mereka mencari sapi. Demikian pula pada hari kedua wajah mereka berubah merah. Hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya. dan mengakibatkan manusia mati karena kerasnya).s. menjatuhkan diri mereka di atas tanah. Kaumnya memberi nama masjid itu ―Masjid Saleh. semoga Allah mengampuni dosa kalian. Saat mereka putus asa karena tidak mampu membunuh Saleh. 12 Kemudian keduanya mencari teman lainnya sehingga jumlah mereka menjadi sembilan laki-laki. dan melempar mereka dengan batu. mereka saling mengkafani satu sama lain. ia meninggal saat meminum air. hingga nabi Saleh a. . Quddar dan para sahabatnya berusaha membunuh Saleh a. dan mereka pun mati semuanya. hari kedua wajah mereka akan memerah. sehingga mereka yakin terhadap siksa itu. Mereka beranggapan bahwa Quddar bin Salaf merupakan orang yang paling dirindukan.‖ Saat subuh tiba ia menemui kaumnya. meninggal dunia. Masing-masing mereka memberitahukan perubahan tersebut. Pelajaran Berharga: 1. kepada kaumnya. Saat mereka sedang mencari anak sapi itu. Sebelum meninggal ia sempat menceritakan apa yang terjadi pada kaumnya. dan tidak memeliharanya. setelah ia melenguh dengan keras. sehingga hati mereka copot. maka Nabi meminta mereka memuntahkan air yang telah diminum oleh mereka dan tidak mengadon dengan airnya. dan hari ketiga wajah mereka akan berubah hitam.s. Orang-orang muslim minum dari sumur-sumur negeri itu dan mengadon gandum dengan air ini.

Kemaksiatan akan mengakibatkan siksa yang besar. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 3. Bersyukur atas segala nikmat Allah. . 13 2. dan tidak mengingkarinya. Tidak boleh takabur dengan kekuatan yang Allah telah berikan pada seorang hamba. karena kekuatan Allah amat luas. 4.

Sarah merasakan apa yang ada dalam pikiran Ibrahim. saat ia sudah hamper dekat.‖ kata Raja. dan melihatnya sedang salat. setelah ia berjanji tidak akan menyentuhnya lagi. maka jangan biarkan orang kafir menguasaiku.‖ jawab Sarah. jika engkau mengetahui bahwa aku beriman padamu. Namun Raja mengulanginya lagi untuk ketiga kalinya. dan anak laki-laki saudaranya. dan berdoa kepada Allah Swt. Luth. Raja memberiku Hajar. Hajar.‖ Raja bermaksud menyentuhnya. Irak. Demi Allah. Para pengawal menemui raja dan mengatakan bahwa wanita cantik itu bernama Sarah. dan menjadi istrinya. ―Ini perbuatan Tuhanku. bahwa ia belum bisa melahirkan seorang anak. Kehadiran Ismail menjadikan suasana rumah yang berbeda. Setelah sembilan bulan mengandung. Ibrahim tinggal di Syam. dan memberinya seorang budak perempuan. katakanlah bahwa engkau adalah saudaraku.S. tiba-tiba tangannya lumpuh. Allah memberinya wahyu: ―Aku menjadikan tanah ini bagimu dan keturunanmu‖. Karenanya. ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan untuk Ibrahim. ―Apakah engkau membawa kepadaku seorang perempuan atau setan?‖ Raja mengembalikan Sarah pada Ibrahim. Sarah kembali mendoakannya. Raja Mesir saat itu punya kebiasaan buruk. BIRI-BIRI ISMAIL A. kecuali Sarah anak perempuan pamannya. Ibrahim menikah dengan Hajar yang berkebangsaan Mesir. Maka ia berkata pada Sarah. ia berharap seandainya Allah memberinya seorang anak seperti halnya Hajar. ―Bawalah wanita itu ke hadapanku. Ia menduga bahwa sekarang Hajar akan melebihi dirinya. dan aku menjaga kemaluanku kecuali pada suamiku. ada keriangan dan keceriaan di sana. Tangannya lumpuh lagi. Ibrahim takut raja menyakiti Sarah jika ia tahu bahwa ia adalah istrinya. ―Allah telah melindungiku dari orang zalim. hati Sarah terusik. Ibrahim kembali ke Syam bersama Sarah. ―Berdoalah pada Tuhanmu. Ibrahim sampai di Syam. Sarah kembali berdoa. aku tidak akan pernah melukaimu.: ―Ya Allah. maka ia akan menjadikannya miliknya. .‖ Sarah setuju terhadap saran Ibrahim. kambing dan sapi. kepada utusanmu. Sarah kembali menemui Ibrahim. dan memberinya uang dan hadiah. Setelah keluar dari Babil. Tanya Raja. Tidak ada yang beriman pada Ibrahim. Allah memberinya seorang keturunan yang saleh yang kelak akan memakmurkan bumi setelah Ibrahim. Setelah hamil sembilan bulan Hajar melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan. ―Apa yang terjadi?‖. sedangkan ia kini telah menjadi seorang nenek dan Ibrahim seorang kakek. Istrinya yang cantik itu mempunyai segala hal yang didambakan oleh setiap lelaki. aku tidak akan melukaimu. 14 3. Ibrahim dan Sarah pergi ke Mesir.‖ Sarah mendoakannya. Raja berkata kepada para pengawalnya. datang bersama suaminya. Jika engkau ditanya. hingga akhirnya tibalah masa kemarau yang panjang. bahwa saat ia melihat wanita cantik. ―Ini adalah kebenaran. Ismail. selain aku dan engkau tidak ada yang muslim. maka ia memberikan Hajar pada suaminya untuk dinikahi. kecuali satu hal. namun Raja kembali melakukan perbuatannya. ―Di dunia ini.‖ perintah Raja.‖ kata Sarah.

‖ para Malaikat meyakinkan. Ibrahim meninggalkannya bersama anaknya. semoga mereka bersyukur. ―Apakah Allah memerintahkanmu untuk melakukan hal ini?‖ ―Ya‖. Malaikat berkata pada Sarah.‖ Tanya Ibrahim. aku menempatkan keturunanku di lembah yang tidak ada tanaman di rumah-Mu tanah haram.‖ Tanya Ibrahim heran. dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan. 15 Ibrahim memiliki sifat yang mulia. ―Kalian tidak makan.‖ jawab Ibrahim. ini merupakan sesuatu yang ajaib. ―Jangan takut. ―Kau meninggalkan kami di sini tanpa air dan makanan. Ia menemui keluarganya.‖ timpal Ibrahim. Kemudian Ibrahim pergi menuju Syam. Sarah merasa kurang nyaman dengan kehadiran Hajar. lalu menghidangkan daging anak sapi jantan yang gemuk. Ia tetap diam. ―Assalamu‘alaikum‖. Ibrahim berjalan hingga sampai ke negeri Paran—sekarang Jabal Makkah. . sehingga disebut ―Bapak Dua Tamu‖.‖ Sarah terperanjat: seorang nenek-nenek yang mandul bisa melahirkan. ―Orang yang berputus asa dari rahmat Allah adalah orang yang tersesat. Ibrahim tak menjawab.‖ Allah mencukupi segala kebutuhan Hajar dan bayinya. Ismail. Kami adalah malaikat Allah yang diutus bagi kaum Luth‖. Tuhan kami. yang hidup di gurun pasir yang luas. ia akan mencarinya. Namun mereka tetap tidak menyentuh makanan tersebut. Ibrahim bahagia karenanya: ―Segala puji milik Allah yang telah memberikan Ismail dan Ishaq pada masa tuaku. serta tak ada seorang pun. Pada saat ia sedang duduk di depan rumahnya. dan suaminya seorang kakek-kakek. bahwa jika tidak ada tamu yang mengunjunginya. ―Sebenarnya siapa kalian.‖ tanya Hajar. Allah akan memberkati dan menjadikan keturunannya penuh berkah. Sarah hamil. ―Allah tidak akan menyia-nyiakan kami‖. lalu melahirkan Ishaq. Allah mewahyukan pada Ibrahim untuk mengabulkan permohonan Sarah. jadikanlah hati manusia mencintai mereka. karena sesungguhnya ia tahu bahwa mereka adalah para malaikat. sehingga ia tertawa melihat ketakutan suaminya. dan mempersilahkan para tamu untuk menyantapnya. ―Semoga keselamatan juga menyertai orang-orang yang kami tidak kenal. Hajar masih punya setengah roti dan sekantung air. ―Aku sudah tua. Ia berdoa pada Allah: ―Tuhan kami. ―Kami membawa kabar gembira dengan kehadiran seorang anak yang cerdas. datanglah para lelaki yang berpakaian serba putih. Sesungguhnya Allah Mahamendengar doa‖. ―Kami tidak main-main. Sungguh kami sangat takut pada kalian‖. bagaimana kau bisa menyampaikan kabar gembira ini. maka ia meminta Ibrahim membawanya jauh darinya. janganlah termasuk orang-orang yang berputus asa. pergi bersama Hajar dan Ismail. Sarah memerhatikan kejadian tersebut dari dekat.

Rasa kebapakan Ibrahim muncul. Hajar berseru. ―Menjauhlah dariku. pak tua?‖ ―Kami mau ke bukit‖. ia khawatir air itu akan segera habis. dan Ismail. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab.‖ kata Hajar. Ismail‖. maka mereka menghampiri tempat itu untuk mengetahui apa yang terjadi. Namun sungguh ajaib. Saat Ibrahim bermaksud minum di sumur zam-zam. Ia akan menyembelih anaknya yang baru saja bertemu dengannya setelah bertahun-tahun berpisah. ia berharap bisa menemukan air. hingga sampai ke gunung Marwah. Mereka menikahkannya dengan salah satu perempuan mereka. ―Ayahmu akan membunuhmu. Ismail. Lalu setan menemui Ismail. Ismail hidup di tengah-tengah mereka.‘‖ (QS Al-Shaffât [37]: 102). Ia menyiapkan perbekalan untuk perjalanan dari Syam ke Makkah. ketekunan salat. hingga ia tidak bisa melihat anaknya menangis kehausan. maka ia bangkit menghampirinya untuk berbincang dengan ayahnya. di bawah kedua kaki Ismail terdapat air. Ibrahim membawa tali dan pisau. Ia berjalan sampai jauh dari Ismail. Rombongan pedagang yang sedang lewat melihat seekor burung terbang mengitari gurun—pertanda ada air. ―zum…zum‖. Akhirnya. ―Mungkin saja setan menemuimu dalam mimpi dan menyuruhmu menyembelih anakmu‖. Lalu ia minum. Hajar. namun tidak ada air. Ibrahim berkata pada ayahnya. Allah telah memancarkannya. Hajar naik gunung Shafa.‖ kata Ismail. 16 Air dan roti telah habis. Lalu ia berlari-lari kecil—karena merasa lelah. ―Kalian boleh tinggal di sini…namun kalian tidak berhak atas air ini. dan member minum anaknya dari sumur zam-zam. Saat Ibrahim tidur ia bermimpi menyembelih anaknya—mimpi para nabi merupakan wahyu dari Allah. Kemudian Ismail mengajak Ibrahim ke rumahnya. „Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Ia kembali dan mengira bahwa anaknya telah mati. ―Kau hendak ke mana. dan kenabiannya. itulah tempat yang paling dekat. kekasih Allah (khalîlullâh) yang tidak pernah dilihatnya dalam masa yang lama. ia melihat seorang pemuda di bawah pohon yang sedang meraut anak panah di dekat sumur. namun ia tidak menemukan air. Dan terpenuhilah janji Allah terhadap Ibrahim. ia mengenalinya. ―Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Hajar dan Ismail kehausan. ia adalah seorang ayah disamping sebagai nabi. Mereka minta izin tinggal di tempat ini. dan belajar bahasa Arab. . insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar. wahai musuh Allah‖. Saat Ismail melihatnya. Hajar dan Ismail tinggal bersama kabilah Jurhum. sehingga Ismail memberikan keturunan dari mereka. setelah mereka membawa seluruh keluarga mereka. Iblis menemui keduanya dengan menyamar sebagai seorang laki-laki. Ibrahim dan Ismail sampai di bukit. Mereka melihat air. Ismail. Ibrahim mengenali Iblis. Ibrahim memanggil anaknya. Ibrahim rindu pada anaknya. ―Lakukanlah apa yang Allah perintahkan…karena patuh dan taat pada Allah. Mereka kagum terhadap kejujuran. dan tidak melihat seorang pun.

sedangkan suaraku lemah‖. sebagai tebusan bagi Ismail. Saat ia datang. ―Anakku. ―Bagaimana caranya. *** Tempat Ka‘bah al-bait al-haram telah hilang menjadi sebuah bukit rendah yang merah.‘‖ Ibrahim berdiri di dataran tinggi menyeru manusia. jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu. terimalah (amal) dari kami. Aku yang akan menyampaikannya. demikianlah kami member balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. rukuk. Sungguh. Maha Mengetahui. Ibrahim menoleh. kami telah selesai membangun rumah-Mu‖. dan sujud‖. ia melihat biri-biri putih tua.‖ (QS Al-Shaffât [37]: 104-106). yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka. Ya Tuhan kami. . Sungguh. 17 ―Ayah. tutuplah mukaku. Engkaulah Yang Maha Penerima taubat. ―Perintahkan orang-orang untuk melaksanakan haji‖. Ya Tuhan kami. ―Ya Allah. Lalu keduanya menuju tempat rumah itu. carilah sebuah batu yang paling bagus untuk kujadikan tanda di sini‖. Sungguh. dan menyucikan mereka.‖ (QS Al-Baqarah [2]: 127-129) Ibrahim membuat tanda sebagai petunjuk bagi manusia untuk memulai dan mengakhiri tawaf. Ibrahim senang tiada tara. Engkaulah Yang Mahaperkasa. dipeluknya Ismail: ―Anakku. dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji).‖ ―Anakku. diwajibkan bagimu berhaji ke rumah tua. perkuatlah ikatannya. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. ―Kewajibanmu adalah menyeru. copotlah bajuku untuk mengkafaniku. utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri. engkau sebaik-baik penolong dalam menjalankan perintah Allah‖. hari ini kau diserahkan padaku‖.‖ Ibrahim menemui Ismail. engkau telah membenarkan mimpi itu. jika akan menyembelihku. (seraya berdoa). Ibrahim mengasah pisau yang akan memotong urat leher buah hatinya. ―Allah menyuruh kita menyucikan rumah-Nya untuk orang-orang tawaf. „Ya Tuhan kami. Katakanlah: ‗hai manusia. iktikaf. Ka‘bah. Air matanya berlinang membasahi janggutnya yang putih. dan terimalah taubat kami. dan bersiap-siap untuk membangunnya sambil berdoa: ―Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi baitullah bersama Ismail. Manusia berdatangan dari segala penjuru yang jauh. Allah telah menurunkan batu hitam (hajar aswad) dari langit pada Ibrahim. Mahabijaksana. Tiba-tiba ada suara memanggil: ―Wahai Ibrahim! Sungguh. Allah mewahyukan pada Ibrahim. sehingga kau tidak melihat wajahku—yang bisa menyebabkan kau melanggar perintah Allah. Maka kalian telah memenuhi kewajiban pada Tuhan. Engkaulah Yang Maha Mendengar. ―Bangunlah sebuah rumah untukku di sini. Ismail datang terlambat. Ismail berbaring dan menyerahkan segalanya pada Allah. Sungguh. Maha Penyayang.

dan selalu berdoa pada-Nya. Jadi beliau adalah putra dua orang yang disembelih. 4. 2.. Allah tidak akan melupakan hamba-hamba-Nya yang mengesakan-Nya. keturunan Ismail bertambah banyak. cucu Ismail—yang disembelih. Pelajaran Berharga: 1. 3. Tawakal pada Allah. hingga Allah mengutus pada mereka Muhammad Saw. Taat pada Allah. Tidak putus asa dari rahmat Allah. anak Abdullah—yang disembelih. . 18 Generasi terus berganti.

dua yang terakhir adalah Yusuf dan adiknya Bunyamin.‖ (QS Yusuf [12]: 5) 31. ia berpesan pada mereka agar memberi Yusuf makan dan minum. padahal kita adalah satu golongan (yang kuat). matahari.‖ (QS Yusuf [12]: 8) 32. Mereka datang menemui Ya‘kub: ―Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi. dan bulan. tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir. Allah tidak akan membiarkan mereka membunuh Yusuf. seperti halnya Ibrahim sebelumnya. Setan akan merayu mereka. tidak akan mampu serigala melewati kami‖.‖ (QS Yusuf [12]: 10). SERIGALA DAN TUJUH SAPI Ya‘kub mempunyai 12 orang anak. Ya‘kub merasa tenang dengan janji anak-anaknya. Ya‘kub sangat menyayangi keduanya yang masih kecil. Bagaimana seandainya mereka tahu tentang mimpi ini. menawannya. Ibunya meninggal saat keduanya masih kecil. Ya‘kub berkata: ―Aku takut kalian pergi untuk bermain-main sehingga meninggalkan Yusuf sendirian. Sungguh. dan serigala memangsanya. dan setelah itu kamu menjadi orang yang baik. Ya‘kub tahu bahwa saudara-saudara Yusuf membencinya. dan akan menjualnya. agar dia bersenang-senang dan bermain-main. Sungguh. bagaimana mungkin serigala memangsanya. mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu.‖ (QS Yusuf [12]: 9). Ia menasihati anaknya agar menyembunyikan mimpinya: ―Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara- saudaramu. Ya‘kub sebagai nabi yakin bahwa anak ini akan memperoleh kedudukan yang mulia. agar permusuhan mereka semakin bertambah. setan itu musuh yang jelas bagi manusia. Janji Allah pada Ya‘kub adalah bahwa akan keluar seorang nabi dari tulang belakangnya. Jika ia berada di dalam sumur. Akhirnya mereka sepakat untuk membuang Yusuf ke sumur. Saudara-saudara Yusuf berkumpul di tempat menggembala kambing mereka. dan menjualnya. jika kamu hendak berbuat. Setelah mereka menaruhnya di dalam sumur. beberapa pedagang lewat. 19 4. Yusuf bangun dari tidurnya ketakutan. ayah kita dalam kekeliruan yang nyata. Yusuf kecil melihat sebelas bintang. Yusuf masih kecil sehingga tidak akan mampu melindungi dirinya sendiri. Yang lain berkata: ―Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat agar perhatian ayah tertumpah kepadamu. dan menceritakannya pada ayahnya. Pada suatu hari Yusuf menemui ayahnya untuk menceritakan mimpi anehnya. . ―Janganlah kamu membunuh Yusuf. Namun Yusuf mengatakannya sehingga mereka tahu kisah mimpinya. dan akan terjadi sesuatu padanya.‖ (QS Yusuf [12]: 12). dan kami pasti menjaganya. Yang tertua berkata. salah seorang dari mereka berkata: ―Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) lebih dicintai ayah daripada kita. sujud padanya.‖ ―Jumlah kami sepuluh. maka ia akan ditemukan oleh orang-orang yang sedang lewat.

bahwa mereka akan melemparkannya ke dalam sumur.…. Laki-laki yang sedang menimba berteriak: ―Oh. dengan penjualan yang rendah di Mesir. Mereka melucuti baju Yusuf dan melemparkannya ke sumur. Ya‘kub berkata: ―Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu. Mereka telah menyembelih seekor kambing kecil. dan kesepakatan jahat yang telah mereka rencanakan. Sang istri merawat Yusuf. ini adalah seorang anak muda!” (QS Yusuf [12]: 19). Ia telah dianiaya dalam kebohongan yang telah mereka perbuat. dan mengunci seluruh pintu. sehingga ia tidak kehilangan masa kecilnya. dan Yusuf yang benar. Mereka menunjukkan baju Yusuf pada ayahnya. Laki-laki itu bermaksud mengambil air untuk rombongan pedagang. Namun ia mendapat seorang anak yang tampan.‖ (QS Yusuf [12]: 17) 33 Demi Allah Yusuf tidak dimakan oleh serigala.‖ . Lalu mereka kembali ke Ya‘kub seraya menangis: ―Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami pergi berlomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami. Pintu terbuka dan di depan pintu ada perdana menteri dan anak paman istrinya. namun Yusuf lari di depannya dan ia mengejarnya di belakang. Tidak ragu lagi bahwa ia akan mendapatkan keuntungan uang yang banyak. Yusuf yang mulia anak orang yang mulia ditawan untuk dijual. Ia dibeli oleh seorang perdana menteri Mesir. Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan. Ia meliburkan para pembantunya. sehingga ia mencintainya dan merindukannya. Ia akan menjualnya di Mesir. Mereka sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Yusuf. lalu dia dimakan serigala. maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). 20 Mereka membawa Yusuf di atas bahu mereka. Maka Yusuf bergantung pada tali. dan melumurkan darahnya ke baju Yusuf. Istrinya segera berdusta: ―Yusuf bermaksud jahat padaku. Setelah mereka tak terlihat lagi oleh Ya‘kub. Jika sobeknya di depan maka engkau yang benar. sepertinya serigala telah mengoyak baju Yusuf. memakannya. Ia tidak memiliki apa pun sekarang kecuali sabar atas ketentuan (qadhâ‟) Allah. namun jika sobeknya di belakang maka engkau dusta. dan menyaksikannya tumbuh dewasa di hadapan matanya. dan tampan. Yusuf mengatakan apa yang akan dilakukan mereka terhadapnya. sehingga baju belakangnya robek. ―Kita lihat baju Yusuf. Kesesatan mereka makin bertambah dan menginginkan membunuhnya. senangnya.‖ (QS Yusuf [12]: 18). mereka melemparkannya ke tanah. *** Si kecil Yusuf menangis di dalam sumur. pintar. Ia hendak berbuat jahat terhadap Yusuf. namun ia tidak menemukan satu pun sobekan. Tiba-tiba ia melihat timba kecil yang diikat tali turun ke sumur.‖ Anak pamannya berkata. Ia meminta istrinya untuk memelihara Yusuf kecil. dan keluar bersamanya. namun tidak meninggalkan bekas taring di bajunya.

dan memimpikan hal yang sama. Sebagian dari mereka ingin membunuhnya. Maka mereka menaruh racun pada makanan roti yang dibuatkan oleh tukang roti.‖ Saat Raja mendengar hal itu jiwanya merasa tenang. *** Pada masa itu Raja Mesir telah memerintah dalam waktu yang lama. dan cahaya Yusuf. namun si pemberi minum menolaknya. sehingga ia tetap dalam penjara selama sembilan tahun. semua orang menyukainya. hewan- hewan makan dan minum maka kalian memeras susunya dan meminumnya. Di dalam penjara keduanya bertemu Yusuf. dan burung mematuk kepalanya. Yusuf menafsirkan mimpi itu padanya: ―Kalian bercocok tanam selama tujuh tahun terus-menerus. Dalam tidurnya Raja bermimpi tujuh sapi gemuk keluar dari sungai Nil. Namun ia lupa pada pesan Yusuf. bahwa pemberi minum akan mendapatkan kembali pekerjaannya. ―Utuslah aku untuk menemuinya di penjara‖. ia dizalimi. mereka memotong jari-jari mereka sebagai ganti buah-buahan. Sedangkan pembuat roti akan disalib seperti mimpinya dan meninggal. ketampanan. maka mereka memasukkan Yusuf ke dalam penjara. Raja mengetahui rencana jahat ini. ―Tidak…tidak…Mimpi itu datang berulang kali‖. Ia menemui Yusuf di penjara. Ia juga melihat tujuh tangkai padi yang hijau dan tujuh tangkai padi yang kering. maka ia mengumpulkan setiap istri menteri. kalian bercocok tanam. Yusuf memiliki akhlak yang baik. ―Mimpi itu tak lebih sekedar pikiran dan kekhawatiran saja. dan akan bebas dari kehancuran. Ia pun bangun sambil berteriak. Ia menyediakan ruangan bagi mereka. 21 Semua menyaksikan kebenaran Yusuf. . Para suami takut istri-istri mereka tergoda Yusuf. Saat para wanita itu menyaksikan keindahan. Allah telah menyelamatkannya. Yusuf berpesan agar pemberi minum menceritakan kisahnya pada Raja.‖ katanya. pemuda yang menafsirkan mimpinya. di mana ada hujan. dan berusaha memasukkan racun pada minumannya. sehingga ia dikeluarkan dari penjara—yang dimasukinya karena sebuah kezaliman. Pada suatu malam keduanya bermimpi. Istri perdana menteri ingin menghentikan berita buruk tentangnya. buah-buahan. Maka pemberi minum itu ingat tentang Yusuf. Lalu ia tidur lagi. lalu tujuh tahun berikutnya adalah musim kemarau. Si pembuat roti bermimpi dirinya disalib di papan kayu. Yusuf menafsirkan mimpi keduanya. Kemudian datang satu tahun. dan menceritakan mimpi Raja padanya. dan meminta Yusuf untuk keluar. memberikan pada setiap wanita itu sebuah pisau. tidak ada hujan dan tanaman. dan menyuruh memenjarakan pembuat roti dan pemberi minum hingga ada keputusan tentang keduanya. Si pemberi minum bermimpi dirinya memberi minum Raja.‖ kata mereka. Raja bangun dari tidurnya dengan perasaan terkejut. ―Berikanlah pendapat tentang mimpiku. apa makna mimpi itu. ―Panggil Yusuf menghadapku‖. karena tidak pernah melakukan kejahatan atau berbuat dosa. sama seperti biasanya. Lalu datang tujuh sapi kurus memakan sapi-sapi gemuk itu.

Yusuf menunjukkan kasih sayang pada mereka seperti layaknya seorang teman.‖ Raja mengetahui bahwa Yusuf tak bersalah. engkau di samping kami memiliki tempat terpercaya. mereka menceritkan tentang saudaranya yang hilang. Mereka kembali pada Ya‘kub: ―Ayah. ―Aku tidak akan pernah memberi kalian makanan sampai engkau membawa saudara kalian padaku. hingga mereka kembali lagi padanya untuk kedua kalinya. karena aku orang yang cerdas dan mampu menjaga. maka ia mengeluarkannya dari penjara. maka pilihlah apa yang kau suka.‖ Maka Raja mengumpulkan para wanita. Yusuf menjadi perdana menteri setelah dipenjara dan mengalami perbudakan. telah jelas kebenaran. *** Yusuf memikirkan suatu cara untuk mengelabui saudara-saudaranya. Lalu mereka bersumpah atas nama Allah akan mengembalikan Bunyamin pada Ya‘kub—kecuali Allah menentukan hal lain. Ya‘kub. dan mendapati barang-barang bawaannya telah kembali pada mereka. dan aku yang zalim disebabkan oleh nafsu yang mendorongku berbuat jahat (al-nafs al- ammârah bi al-sû‟). Istri perdana menteri berkata. aku telah memercayakan Yusuf pada kalian sebelumnya. Yusuf bebas. Demi Allah. tanyakanlah padanya tentang keburukanku terhadap para wanita. ―Sekarang. Kelaparan telah menimpa saudara-saudara Yusuf. Yusuf. mereka menyangka bahwa ia telah meninggal. inilah bukti kejujuran kami‖. ―Ayah. ―Hari ini. 22 Saat utusan Raja menemui Yusuf di penjara ia berkata. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi di sana nanti. Mana mungkin. Bunyamin. untuk memulai hidup yang baru. sebagai persiapan untuk tahun-tahun kemarau seperti mimpinya.‖ kata Yusuf.‖ jawab Yusuf. Mereka tidak tahu bahwa mereka datang pada Yusuf. perdana menteri Mesir. ―Temuilah Raja. Yusuf telah dilemparkan ke sumur. Ia meminta para pengawalnya menyimpan takaran kerajaan—alat untuk mengukur sesuatu—di dalam barang bawaan Bunyamin. dan saudaranya yang kedua yang ada di Syam beserta ayahnya. ―Jadikanlah aku bendahara Mesir. Maka mereka datang ke Mesir. perdana menteri menolak memberikan makanan pada kami kecuali kami membawa saudara kami. Mereka membawa barang-barang untuk ditukarkan dengan makanan.‖ ―Bagaimana aku memercayakan Bunyamin pada kalian. Bunyamin pergi ke Mesir bersama saudara-saudaranya. Ia memerintahkan para tentaranya untuk mengembalikan barang-barang mereka tanpa sepengetahuan mereka. namun kalian menghilangkannya?‖ Mereka membuka tas-tas mereka.‖ kata Raja. Raja memberinya kedudukan perdana menteri. maka ia mengizinkan mereka membawa Bunyamin. ―Apa yang telah Yusuf lakukan pada kalian?‖ ―Kami tidak mengetahui keburukannya. *** Kelaparan dan kekeringan telah melanda seluruh negeri. sesungguhnya ia tidak bersalah‖. dan membawanya ke istananya. lalu mencarinya sehingga ditemukannya di dalam . khususnya Mesir dan Syam. karena Rajanya telah mengeluarkan perintah untuk menyimpan makanan dan biji-bijian.

‖ kata Yusuf. Orang yang sedang berbicara pada mereka itu adalah Yusuf. ―Pulanglah pada ayah kalian. Kemudian mereka memberitahukan hal tersebut pada Yusuf. Mereka hanya membawa sedikit barang.‖ Saudara Yusuf pulang menemui Ya‘kub. ―Apakah kalian ingat apa yang kalian lakukan pada Yusuf dan saudaranya di masa lalu. Sekarang mereka yakin kebenaran ucapan ayah mereka. Yang tertua berkata. Pergilah kalian membawa bajuku ini. Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik. ―Engkau adalah Yusuf‖. bawalah seluruh keluarga kalian ke Mesir‖. *** Saudara-saudara Yusuf kembali ke Mesir. Barangsiapa mengembalikannya baginya hadiah makanan yang baik. Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar. dan menemukannya. Ya‘kub mencium wangi baju Yusuf.‖ ―Kami adalah anak-anak seorang nabi. dan memberikan mereka makanan.‖ kata Yusuf. Mereka telah menghilangkan Yusuf atas kehendak mereka sendiri.‖ ―Kami tidak akan menahan kecuali orang yang ketahuan sebagai pencuri. ―Aku Yusuf dan ini saudaraku. carilah Yusuf. dan usapkanlah pada wajah ayahku hingga ia akan kembali bisa melihat. Pengawal memasukkan takaran kerajaan itu di dalam barang bawaan Bunyamin. Padahal mereka telah bersumpah atas nama Allah untuk mengembalikan anaknya. Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami. dan sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa). Saudara-saudara Yusuf berusaha membela Bunyamin di hadapannya: ―Ambillah salah satu di antara kami sebagai gantinya. Saat rombongan pulang dari Mesir. jika tidak percaya. ―Yusuf…Yusuf. sungguh Allah telah melebihkan engkau di atas kami. Mereka berdiskusi atas masalah ini. Barang-barang bawaan saudara-saudara Yusuf diperiksa terlebih dahulu. katakan bahwa anaknya telah mencuri. bagaimana mereka akan menemui Ya‘kub. Mereka berkata.‖ (QS Yusuf [12]: 90). karena ayahnya sudah sangat tua. saat kalian adalah orang-orang bodoh‖. 23 bawaannya. Aku merasakan kehadirannya‖. lalu barang Bunyamin. ―Semoga Allah memaafkan kalian.‖ (QS Yusuf [12]: 91). Ia ingat Yusuf kecil yang sebelumnya telah dihilangkan oleh saudara-saudaranya. aku dapat merasakannya‖. Ia merasa sangat sedih hingga matanya buta. ―Pergilah kalian. ―Lalu bawalah ia ke sini. Sungguh. tanyakanlah pada orang-orang yang pergi bersama kami. maka sungguh. tidak mungkin mencuri?‖ Para pengawal memeriksa setiap barang bawaan. Lalu seseorang berteriak. dan berkata pada anak-anaknya: ―Ini adalah wangi Yusuf. Saat menemui Yusuf mereka memohon agar mempercayai mereka. . Mengampuni dosaku dan dosa kalian. Engkau akan meninggal saat masih mengingat Yusuf‖. ―Ya‖. Saudara-saudaranya tidak bisa membujuk Yusuf. seperti benar-benar terjadi—Yusuf minta mereka menyimpan rahasia ini. ―Demi Allah. ―Telah hilang takaran kerajaan atau telah dicuri.

Yusuf berseru pada Allah: ―Tuhanku. dan ayahnya. Kebahagiaan setelah penderitaan itu selalu dekat.‖ (QS Yusuf [12]: 101) 40 Pelajaran Berharga: 1. 4. sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan. sebelas bintang. menyelamatkanku dari kejahatan. ibu. dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. Kemudian anak-anaknya mohon maaf pada Ya‘kub. memberi mereka nikmat. Rendah hati (tawadhu‟) pada Allah atas segala nikmat dan bersyukur pada- Nya. matahari. Semua keluarga Ya‘kub hidup di Mesir sejak saat itu. Perbuatan maksiat tidak akan bermanfaat bagi hamba. Tidak putus asa dari rahmat Allah. Memaafkan orang yang bersalah merupakan sifat para nabi dan orang-orang saleh. Yusuf segera membawa ibu dan ayahnya ke atas singgasana. (wahai Tuhan) Pencipta langit dan bumi. dan bulan sujud padaku. 5. Tiba-tiba semuanya sujud pada Yusuf. namun datanglah anaknya yang membawa baju Yusuf. maka penglihatannya kembali normal. 6. 2. Mereka semua bersiap-siap untuk perjalanan ke Mesir. dan menjadikan mereka para pewaris. ―Ayahku. dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh. Yusuf menyambut mereka. dan mengampuni saudara-saudaraku‖. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. . Allah akan menolong hamba-hamba-Nya yang mengesakan-Nya dari kehancuran. wafatkanlah aku dalam keadaan muslim. Dampak kebohongan itu sangat besar. Allah telah menunjukkannya. 3. 24 Mereka menyangka bahwa ia gila. Ya‘kub telah memaafkan mereka. mengusapkannya pada wajahnya. sebelas saudara. menjadikan mereka para pemimpin. inilah makna mimpiku saat aku masih kecil.

Yunus hanya sendirian. Satu hari berlalu dari waktu yang dijanjikan Yunus tentang turunnya kemarahan Allah pada kaumnya. sehingga Yunus putus asa terhadap keimanan kaumnya.s. . Namun kaumnya tidak juga mau beriman. Allah telah member mereka semua kenikmatan di atas. dan daging untuk dimakan orang-orang dewasa. tidak mendengar dan tidak mampu bicara. dan malah mengejeknya. Laki-laki saleh itu adalah Yunus bin Matta. dan kebaikan akhlaknya di tengah-tengah masyarakat. penduduk Ninawi menyadari hilangnya Yunus. dan menjanjikan mereka bahwa siksa akan turun tiga hari lagi. bintang. sungai-sungai yang mengalir di atasnya. Di wilayah ini terdapat banyak sekali nikmat Allah. Mereka kafir terhadap Allah. Sayang. patung adalah hasil rekaan tidak bermanfaat dan tidak mencelakakan. dan tidak kafir pada-Nya. Ia tidak menunggu wahyu Allah turun padanya. maka sembahlah Yang menciptakannya. tidak ada seorang pun penduduk Ninawi yang beriman. Penduduk Ninawi berjumlah 120. sehingga mereka menghasilkan susu dan daging. mereka tidak mempercayainya. Ia menyembah Allah dan tidak kafir pada-Nya. mereka mengejek Yunus a.S. Maka ia menasihati mereka agar takut pada siksa Allah dan pada kemarahan-Nya pada mereka. Demikian juga binatang ternak—sapi dan kambing—minum air sungai. air sungai terpancar di sekitarnya untuk diminum dan untuk bercocok tanam. menyembah patung. Kebun-kebun yang hijau berbuah lebat. Yunus menyeru penduduk Ninawi untuk hanya menyembah Allah. Jiwanya merasa sangat sedih. yaitu tanah yang subur menghasilkan buah-buahan. dan pada hari ketiga. 25 5. Pada masa lalu di Irak terdapat kota Mushol. Mereka mengenal kejujuran. Kekafirannya semakin bertambah. Allah mewahyukan pada Yunus untuk mengingatkan mereka dan menakuti mereka dengan siksa. dan wilayah yang paling besar adalah wilayah Nainawa. Allah memilih seorang laki-laki saleh dari mereka. Namun kaumnya tetap dalam pembangkangan dan kekafiran. namun tidak menemukannya. Kebaikan sangat banyak terdapat di Nainawa. Hari kedua lewat. dan perutnya kenyang dengan makanan yang cukup tersedia. kemuliaan. namun mengapa mereka tidak menyembahnya? Bintang hanyalah ciptaan Allah. Ia meninggalkan Ninawi dan kaumnya setelah merasa putus asa atas keimanan kaumnnya. Yunus melaksanakannya.000 laki-laki dan perempuan. Saat Yunus sering menakuti mereka dengan siksa. Yunus mengingatkan mereka tentang nikmat-nikmat Allah yang diberikan pada mereka. IKAN PAUS DAN YUNUS A. mengingatkan mereka pada kemarahan Allah. hewan-hewan yang menghasilkan susu untuk diminum anak-anak. dan tetap dalam pembangkangan dan kekufuran. meninggalkan ibadah pada bintang dan patung. maka mereka mencarinya. Akal mana yang menerima ibadah terhadap patung-patung yang tidak memberi manfaat dan tidak mampu mencelakai. kota besar yang terdiri dari banyak wilayah. tidak menyekutukan-Nya. penduduk Ninawi tidak pandai mensyukuri nikmat-nikmat Allah tersebut.

Mereka mengundi lagi untuk ketiga kalinya. Ikan paus besar datang melahap Yunus a. Ia menjatuhkan dirinya sendiri ke laut. Ibu-ibu menangis keras. saat hendak terjun ke laut. Ia pun bersujud pada Allah di dalam perut ikan paus. memohon pada Allah. Pimpinan perahu meminta diadakan undian. Yunus mengucapkan sahadat.s. maka ia tahu bahwa dirinya masih hidup. Yunus telah meninggalkan Ninawi. Di tengah laut ombak semakin meninggi datang silih berganti. Penduduk Ninawi telah benar-benar taubat. dalam undian ini. 26 Pada hari ketiga mereka melihat tanda siksa yang dijanjikan Yunus pada mereka. Perahu meluncur jauh meninggalkannya.s. Mereka mencoba mengundi lagi. Mereka juga memasukkan nama Yunus a. seharusnya ia tidak melakukan hal itu kecuali atas izin Allah. dan memohon agar mengembalikan Yunus yang saleh. Sepertinya isi perahu masih terasa berat. sesungguhnya tidak ada tuhan kecuali Allah. Mereka mulai membuka baju Yunus. . sepertinya mereka menangis saat melihat siksa. anak-anak menangis. namun bagaimana mungkin mereka tega melemparkan laki-laki saleh ini ke tengah laut. Semua yakin akan kematiannya. Semua merasa sedih atas hasil ini. dan kegelapan laut. dan menyatakan taubat. sehingga mereka harus melemparkan salah satu penumpang agar mereka semua tidak tenggelam. Namun ia telah meninggalkannya tanpa petunjuk dan perintah dari Allah. Ombak menghantam perahu. Yunus berdiri di pinggir pantai. ia putus asa terhadap keimanan kaumnya. maka Allah mengangkat siksa dari mereka. Mereka mohon ampun atas segala dosa yang telah mereka perbuat. Ia melihat sebuah perahu siap berlayar. Ia berada di dalam kegelapan perut ikan ini. Mereka semua beriman pada Allah. Keluarlah nama Yunus untuk kedua kalinya. ia menemui pemiliknya agar ia bisa berlayar bersama mereka.s. bahkan binatang-binatang—sapi dan kambing—merasa sedih. Namun di manakah gerangan Yunus sekarang. Mereka melayani Yunus. Ia menggerakan tangannya dan berhasil. Nama Yunus keluar pada undian pertama. namun sudah tidak ada barang lagi. Ia yakin tentang kematiannya. Mereka semua keluar rumah berharap Yunus bersama mereka berdoa kepada Allah agar mengangkat siksa. seorang nabi. Ini pasti siksa dan kemarahan Allah. Mereka melemparkan banyak barang-barang bawaan mereka karena perahu sangat berat. namun mereka tidak mau melemparkan nabi Allah ke laut. Dia berenang di dasar laut menunggu saat kematiannya. Yunus. Mereka tahu bahwa ia adalah nabi Allah. mereka ingin beriman padanya? Ia telah meninggalkan mereka dan negeri mereka. Hasilnya tetap pada Yunus a. Mereka menyebar ke setiap jalan sambil berteriak. laki-laki berteriak. Para penumpang melihat Yunus salat dan banyak menyebut nama Allah. yang telah meninggalkan mereka. Yunus menyangka dirinya telah mati. maka mereka sangat mencintainya sehingga tidak membebaninya dengan suatu pekerjaan. berupa mega hitam yang mengitari kepala-kepala mereka. Orang-orang sepakat membawanya.

Allah Swt. malaikat mendengar tasbih Yunus di dalam perut ikan paus. 2. sementara ia berenang dalam kegelapannya. Ia telah durhaka padaku. kami mendengar suara yang lemah di satu tempat yang langka‖. maka air matanya mengalir. Maka malaikat berkata pada Allah Swt. Allah telah menerima taubatnya. sangat menyayangi hamba-hamba-Nya. dan kegelapan malam.‖ kata Allah. Ia dalam keadaan telanjang tanpa sehelai benang pun. Allah mengabulkannya. ―Tidak ada tuhan kecuali Engkau. yang mengerjakan amal saleh siang dan malam. ―Itu suara Yunus. Pelajaran Berharga: 1. ―Ya‖. Yunus memanggil Tuhannya dalam kegelapan: kegelapan laut. Tidak putus asa terhadap rahmat Allah. Maha Suci Engkau. Ia menyadari bahwa ia telah membuat Tuhannya marah karena meninggalkan Ninawi tanpa perintah dari-Nya. seperti anak kecil tanpa pakaian. aku sujud padamu di tempat yang tidak pernah seorang pun sujud‖. kegelapan perut ikan paus. 27 ―Ya Allah. bahwa ia menyucikan Tuhannya dan mengingat-Nya. Ia mengucapkan kalimat ini terus-menerus: ―Lâ ilâha illa anta subhânaka innî kuntu minadz-dzâlimîn‖. maka Aku menahannya di dalam perut ikan paus di tengah lautan. Ikan paus berenang ―bersama‖ Yunus di laut. badannya lemah. Allah menyuruhnya kembali ke Ninawi. maka Allah menciptakan untuknya pohon labu air. ―Yunus…hamba yang saleh. Yunus memakan buah labu dan duduk berteduh di bawah pohon itu. Malaikat memohon pada Allah agar membebaskan Yunus.‖ kata Yunus. Ia bersyukur pada Allah karena telah menyelamatkannya dari kedukaan dan kesusahan yang telah dialaminya. walaupun kematian siap menjemputmu. Ia dalam keadaan sakit. Yunus mendengar batu kecil dan dua ikan paus kecil bertasbih pada Allah. Jika terjadi kemaksiatan maka harus segera bertaubat. 3.‖ malaikat heran. Allah menyuruh ikan paus itu agar mengeluarkan Yunus dari perutnya. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.: ―Tuhan kami. Ia kembali ke sana. maka 120. dan mengantarkannya di daratan. Di langit. Ikan paus itu meletakkan Yunus di daratan. Lalu ia berdoa pada Allah Swt. Ketika kesehatan dan kekuatannya sudah pulih.000 orang beriman padanya. . Tidak melakukan maksiat pada Allah Swt.

rumah- rumah. ia berharap pada Allah agar anaknya bukan laki-laki sehingga tidak dibunuh. DAN KUTU Ibrahim masuk Mesir ditemani oleh istrinya Sarah a. dan mendatangi mereka pada saat kelahiran. mereka juga menguasai bidang industri. Mereka percaya kebenaran kisah ini. dan memberikan bayi perempuan pada siapa yang dikehendaki-Nya. KATAK.s.‖ Firaun memutuskan untuk membunuh seluruh anak-anak dalam satu tahun. kekayaan dan tanah-tanah Mesir ada dalam kepemilikan Bani Israil—setelah mereka memiliki harta yang banyak. Di Mesir. Ia memerintahkan untuk menyembelih setiap bayi laki-laki yang lahir. BELALANG. penduduk Mesir berkata. maka ia membuat perintah baru. Allah menyampaikan kabar gembira pada Ibrahim. Saat jumlah laki-laki Bani Israil sedikit. ULAR. Ia memaksa mereka untuk membangun kota-kota. dan petinggi Mesir. ia menjadikan mereka pembantu bagi orang-orang Mesir. istrinya hamil pada tahun tidak ada penyembelihan. Ia. Disebutkan bahwa Raja Mesir memberi istrinya seorang budak perempuan. Namun Allah menetapkan apa yang ada dalam rahim sesuai kehendak-Nya. Maka mereka menyampaikan kisah itu pada Raja Mesir saat itu. Kisah ini pun diyakini kebenarannya oleh Firaun. menggali tanah-tanah. Saat ini Bani Israil merindukan kehadiran anak itu yang berasal dari keturunan Ibrahim. dan tanah-tanah milik Bani Israil. si pendosa lupa bahwa Allah mampu melakukan apa pun sesuai kehendaknya. Demikian kebijakan itu berlaku. . Ia memberikan bayi laki-laki pada siapa yang dikehendaki-Nya. Hajar—baca kisah Biri-biri Ismail a. dan membiarkan mereka dalam tahun berikutnya. Ia sendiri keturunan Israil. dan kami tidak akan menemukan orang yang akan membantu kami. Berapa banyak bayi laki-laki disembelih di samping ibunya?! *** Di rumah Imran—salah seorang yang saleh dari Bani Israil. dan ia sendiri adalah hamba Allah Swt. orang tua meninggal dunia. Pada tahun berikutnya istri Imran hamil lagi. ―Anak laki- laki disembelih. maka Bani Israil akan lenyap. yang akan membebaskan mereka dari Firaun dan tentara-tentaranya. Garis keturunan mereka sampai pada Ya‘kub. bahwa salah satu keturunannya akan mengalahkan Raja Firaun. Jika bayi itu laki-laki maka mereka menyembelihnya dengan pisau. Para dukun anak berkeliling menemui perempuan-perempuan Bani Israil untuk mengumpulkan nama-nama mereka yang sedang hamil. Firaun menetapkan untuk menguasai kekayaan. Apalagi. Dengan demikian. Firaun khawatir dengan nasib kerajaannya yang luas. Allah memberinya seorang anak laki-laki yang diberinya nama Harun. sehingga orang-orang Mesir akan menyebarkannya setelah kematiannya. Ibrahim meriwayatkan kisah ini. Mereka membicarakan kabar baik ini hingga sampai pada mata-mata hakim. Ia berharap pada Allah agar anak yang ada dalam kandungannya adalah laki-laki hingga tidak disembelih. sehingga mereka lebih kaya dari orang-orang Mesir. dan membiarkan bayi perempuan dari Bani Israil. dan menyerahkan pada mereka pekerjaan-pekerjaan sulit yang membutuhkan kesungguhan dan kepayahan yang berat. dan membiarkannya jika perempuan dalam satu tahun. menteri. 28 6. Ia mengembalikan keadaan mereka tidak memiliki apa pun seperti saat kedatangan pertama mereka ke Mesir. Firaun. Ya‘kub. Lebih dari itu. dan pada tahun berikutnya bayi-bayi itu tidak disembelih.s. sehingga ia membunuh anak yang akan menjadi penghancur kerajaannya. Bani Israil masuk ke Mesir bersama paman mereka.

Maka ia membawa sebuah peti dari kayu. Lalu ia menaruhnya di sungai Nil. mengambil peti itu.‖ Bila saja Allah tidak menetapkan iman padanya. ―Ia adalah pujaan hati bagiku dan bagimu. Saat ia melihat bayi kecil itu ia menyukainya. Seandainya mereka mendengar suaranya. Berita itu tersebar di setiap sudut istana bahwa bayi itu tidak mau disusui. Masalahnya adalah bayi ini tidak mau minum susu dari siapa pun. maka Firaun mengabulkannya. Saat tiba waktu kelahiran. lahirlah bayi itu. maka diumumkanlah tentang pembayaran bagi siapa saja yang bisa menyusui Musa. yang akan menangis saat lapar. saat ia telah merasa lega. sehingga para dukun bayi tidak melihat kehamilannya. Musa telah menjadi anak-anak. maka namanya Musa. taruhlah anak ini di sungai Nil. Kami akan mengembalikannya padamu. Saat mereka membuka peti itu mereka menemukan seorang bayi laki-laki tampan dan baunya wangi. Anakku telah kembali padaku‖. Ia meminta anak perempuannya—saudara Musa—untuk mengikuti peti itu agar tahu apa yang terjadi dengan saudaranya? Ia pun terus berjalan hingga sampai di istana. sehingga orang yang melihatnya akan mencintainya. maka mereka berteriak memanggil. Datanglah para pengawal. Jangan takut dan khawatir. Syî atau Sya adalah pohon. Jangan kau bunuh dia. atau terbangun dari tidurnya. Istri Firaun datang. para budak wanita melihat peti terbawa air mendekati serambi istana. Saudara bayi itu mendengar berita tersebut. dan jantungnya berhenti berdetak. dan memasukan bayinya di dalamnya setelah ia menyusuinya. *** Di istana Firaun. 29 Tidak ada tanda-tanda kehamilan pada istri Imran. dan menyerahkan urusannya pada Allah. karena bayi itu harus segera disusui dank arena kecintaannya pada Musa. atau bayi itu berbicara padanya. Asiyah belum punya anak laki-laki. Musa kembali lagi ke pelukan ibunya yang hampir hilang akalnya. saat-saat yang menyulitkan. Terjadilah apa yang ia takutkan: ia telah melahirkan seorang bayi laki- laki!! Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan? Para penyembelih sedang menantinya dengan membawa pisau-pisau mereka. Istrinya berusaha mencegahnya. dan menyerahkannya pada istrinya yang berkata: ―Kami memberinya nama Musa. maka ibunya . Ia tidak membunuh bayi itu. mereka juga akan menasihatinya?‖ Asiyah menitipkan Musa pada perempuan itu. Ia yakin bahwa ini datang dari Allah. kalau saja Allah tidak menguatkannya. Ibu Musa hampir gila saat kehilangan bayinya dalam waktu yang lama. Mû dalam bahasa orang-orang Mesir artinya air. mereka akan mendatanginya untuk menyembelihnya. haus. Ia berteriak: ―Alhamdulillah. sehingga ia hampir berteriak mengatakan. bukan dari setan. Semua orang bingung menghadapi masalah ini. Asiyah bint Mazahim. ―Aku menaruh anakku di Sungai Nil. dan menjaganya. Allah meletakkan kecintaan pada wajahnya. maka ia menemui istri Firaun. Kami menemukannya antara air dan pohon. Mudah- mudahan ia berguna bagi kita atau kita mengangkatnya sebagai anak‖. dan menjadikannya salah seorang utusan. dan menyangka bayi itu akan disembelih. ―Apakah aku boleh menunjukkan pada kalian ahli bait yang akan menyusui. Tiba-tiba ada suara datang dalam hatinya agar ia menyusuinya. Tidak ada seorang pun yang mampu menyembunyikan tangisan bayi. Ia tidak bisa berbicara pada bayinya. Ia menyusui bayi itu yang diberi nama oleh Asiyah dengan Musa. Sedangkan Firaun telah menyuruh para penyembelih untuk memotong leher bayi kecil tersebut. Ia sungguh bingung. merawat.

karena jika ia tertangkap oleh pengawal istana. Orang Yahudi itu melihat kemarahan di mata Musa. Ia mengenal para pembantu. Musa segera berlari kencang meninggalkan Mesir. yang minta pertolongannya kemarin. maka ampunilah dosaku‖.‖ (QS Al-Qashash [28]: 17). Musa tidak membunuh dan tidak menyakitinya. Musa menyaksikan mayat di hadapannya. orang yang nyata-nyata sesat. maka Musa segera menolong orang Yahudi. Perjalan ini sangat berat. ―Tuhanku. *** . Dilihatnya dua orang laki-laki sedang bertengkar. Firaun mengeluarkan ketetapan untuk membunuh Musa. Suatu hari Musa keluar istana. hingga ia sampai di depan sumur.‖ (QS Al-Qashash [28]: 20). Lalu Musa menghadap Allah. dan Imran menyembah Allah. tidak tahu arah tujuannya. ―Ini merupakan perbuatan setan. sesungguhnya aku termasuk orang- orang yang member nasihat kepadamu. Namun ia tawakal pada Allah. Namun jika kau tidak melakukannya. menceritakan apa yang telah terjadi. *** Musa hidup di lingkungan istana Firaun. namun seseorang yang menyayangi Musa mendengar apa yang akan terjadi pada Musa. Ia makan daun dan rumput.‖ (QS Al-Qashash [28]: 18). seperti engkau membunuh seseorang kemarin. dan mati. sehingga mereka menyayanginya. Musa merasa Allah telah mengampuninya. Ia adalah musuh yang menyesatkan dan nyata‖. dan mereka juga mengenalnya. maka aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa. ―Musa. Saat ia menjadi seorang pemuda. 30 menceritakan kisahnya. Tanpa sengaja Musa memukul orang Mesir itu. Ia memuji Allah karena Dia telah menyelamatkannya.‖ (QS Al-Qashash [28]: 22). Laki-laki yang sama. Musa berjalan di tengah gurun pasir. di mana banyak orang-orang berdiri di sana. Musa. Ia berkata. maka keluarlah (dari kota ini). ―Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar. Ia bergegas menemui Musa. Allah mengampuninya. kau adalah orang yang saleh‖. Harin. Ia sedang bertengkar dengan orang Mesir. ―Ya Tuhanku! Demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Tiba-tiba ia mendengar suara memanggilnya. ―Engkau sungguh. Ia berjalan selama tujuh hari tanpa makanan dan air. Bani Israil mengetahui kisah Musa. ia berada di Manfa—ibu kota Mesir pada saat itu. dan mohon keselamatan pada-Nya. Laki-laki Firaun dan laki-laki Bani Israil. Allah memberinya ilmu dan kekuatan fisik. seperti halnya kemarin. Firaun pasti akan mencari si pembunuh. sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu. ―Apakah kau mau membunuhku. Ia menemui Firaun. namun meninggalkannya. Orang Mesir itu akan membunuh orang Yahudi tersebut. Firaun pasti akan membunuhnya. kecuali menjadi orang kuat di bumi ini. Saat melihatnya Musa berkata. ―Musa…Musa tolonglah aku‖. Suara itu kembali memanggilnya. Ia takut terhadap tentara dan orang Mesir karena hari ini ia telah membunuh orang Mesir. Jika kau melakukannya kau tidak akan mendapat apa pun. aku menganiaya diriku sendiri. Musa masih berjalan di Manfa.

Musa kembali berteduh di bawah pohon. Musa mencoba mencari arah jalan namun tidak menemukannya. ―Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?‖ Keduanya menjawab. namun ia tetap bersyukur pada Allah Swt. Ia melihat api di samping gunung Thur. dan mengambil air untuk kedua perempuan itu. lalu mengangkat batu itu. ―Ya Tuhanku.‖ (QS Al-Qashash [28]: 23). maka Musa menceritakan kisahnya. Ia mendekati sumur. Salah seorang putrinya berkata. Ini merupakan malam yang gelap dan dingin saat Musa dan keluarganya sampai di sebelah kanan gunung Thur. ―Kamu tidak mengenal siapa Musa. Ia berkata. Musa sampai di rumahnya. dan bekerja pada ayahnya. 31 Musa telah sampai di Madyan. itu pilihanmu sendiri. jika kau menyempurnakannya sepuluh tahun. menggantikannya‖. Aku tidak bermaksud menyusahkanmu.‖ (QS Al-Qashash [28]: 25). dekat Syam. ―Tunjukkan padaku jalannya. Ia sama sekali tidak melihatku. sebuah kampong yang bukan wilayak kekuasaan Firaun. Lalu ia berusaha mencari api sebagai penerang atau penghangat keluarganya. Musa berjalan di depannya. Orang semacam ini tidak akan berkhianat‖. Sepuluh tahun berlalu begitu cepat. ―Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita). Musa melihatnya. Musa memilih menikah dengan yang paling kecil. Dia berkata. jika aku salah‖.sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya. Musa menentukan hari perjalanan. Ia berkata: ―Allah sebagai wakil apa yang telah kita ucapkan‖. ―Kami mengembala kambing. ―Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami). bertemu dengan seorang tua yang saleh. sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku. .‖ (QS Al-Qashash [28]: 26). Saat ini ia sangat lapar. ―Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu. Ia mengembalikan batu itu seperti semula. ayah kedua wanita tadi. Musa rindu pulang ke Mesir untuk melihat Ibu dan saudaranya.‖ ―Ia berjalan di depanku hingga sampai di sini. Keduanya kagum pada Musa. yang ada di depan mata hanya daun hijau. kecuali dua orang perempuan duduk di tempat yang jauh. Musa melihat para pengembala menutup sumur dengan batu besar. ―Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk member balasan atas (kebaikan)-mu member minum (ternak) kami. Kau akan mendapatiku termasuk orang-orang saleh‖. Ayahnya berkata. sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya). Orang tua saleh itu berkata. ―Musa.‖ (QS Al-Qashash [28]: 25). Tiba-tiba ia melihat salah seorang perempuan tadi berjalan menghampirinya malu-malu. aku akan menikahkanmu dengan salah seorang putriku ini. tidak akan mampu mengangkatnya kecuali sepuluh orang laki-laki. Musa bertanya.‖ (QS Al-Qashash [28]: 24). Ia melihatnya sebagai orang saleh. sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya. Di depan sumur itu—tempat penduduk Madyan mengambil air minum—orang- orang berkumpul untuk minum dan memberi minum kambing-kambing mereka. Sebagai syaratnya kau bekerja padaku selama depalan tahun.

Dengan mukjizatku kalian berdua dan pengikut-pengikutmu akan mengalahkannya.‖ *** Musa kembali ke Mesir. Musa sampai di bukit Thuwa. Kita akan bertarung pada hari yang telah kita sepakati‖. sehingga aku takut mereka akan membunuhku. jangan takut. Aku ini Allah.‖ (QS Tha Ha. ―Musa. Apakah kamu datang kepada kami agar kau mampu mengusir kami dari tanah kami dengan sihirmu? Aku akan mengumpulkan para penyihir. Tuhan seluruh alam!‖ (QS Al-Qashash [28]: 30). serta apa yang ada di antara keduanya. maka ia melemparkannya. [20]: 12).‖ (QS Al-Qashash [28]: 33) Allah berfirman. Tidak tuhan selainku‖. Ia tidak akan mampu mengalahkanmu. Sungguh. maka tangannya bercahaya.‖ (QS Tha Ha. Allah berkata pada Musa. tidak ada tuhan selain Aku. Musa melihat tongkatnya berubah menjadi ular besar. sehingga kau bisa menghangatkan diri dengannya. Tuhan kalian dan bapak-bapak moyangmu. Lalu ia menunjukkan tangannya. Ia berkata pada Musa. ―Ya Tuhanku. dan berubah menjadi ular besar. Aku adalah Allah. Tuhan timur dan barat. Keduanya pergi ke istana Firaun menghadapnya. serta apa yang ada di antara keduanya‖. maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). Aku tidak menakuti para utusanku‖. ―Dan Aku telah memilih engkau. Musa berkata. maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. ―Sungguh. jika kalian yakin. [20]: 14). namun Musa menjelaskan bahwa ia tidak sengaja melakukannya. ―Masukkanlah tanganmu ke dalam sakumu. Allah menyuruh Musa melemparkan tongkatnya. 32 ―Tunggulah di sini…aku menemukan api. Karena engkau berada di lembah yang suci. ―Tunjukanlah bukti jika kau benar seorang rasul. Tuhannya memanggil. . Firaun mengumpulkan orang-orang: ―Aku adalah tuhan kalian yang tinggi. ―Aku adalah utusan Tuhan alam ini‖. Pergilah bersamanya menemui Firaun.‖ Musa melihat tangannya putih seperti bulan. Firaun mengingatkan Musa tentang pembunuhan orang Mesir. Api itu menyala di sela-sela sebuah pohon di sebelah kanan bukit. Allah menyuruhnya memegang tongkat itu.‖ kata Musa pada keluarganya. ―Musa telah menjadi seorang penyihir. Allah memanggilnya. Ular itu berubah menjadi tongkat lagi. Mudah-mudahan aku bisa mendapatkan bara api. dan ia melepas sandalnya. ―Aku telah mengutus Harun. ―Dengan dua bukti ini pergilah menemui Firaun untuk kau ajak menyembah- Ku‖. ―Apa maksud kedatanganmu‖.‖ Musa melemparkan tongkatnya. Jiwanya terpanggil. maka tanganmu akan bercahaya tanpa kamu merasa sakit. Ia menggunakan tongkatnya untuk melihat api itu. ―Tuhan langit dan bumi. ―Siapakah Tuhan alam yang kau maksud‖. dan lari. Ia menemui Harun yang telah Allah utus untuknya. ―Lepaskan kedua sandalmu. sungguh aku telah membunuh seorang dari golongan mereka. sebelumnya ia melihat tongkatnya berubah menjadi ular. Ia takut.

airnya berubah menjadi darah. kami atau engkau?‖ ―Kalian duluan‖. Tukang sihir tidak akan menang‖. maka Allah berfirman. 33 ―Pada hari raya. Musa melihat Firaun berhenti di belakang rombongannya. Musa dan kaumnya yang beriman berhenti di tepi laut. Ini merupakan penangguhan yang diberikan Allah pada Firaun agar ia menjadi muslim atau membiarkan Musa dan Bani Israil meninggalkan Mesir. dan darah— semuanya menguasai mereka. Firaun dan tentaranya mengejar hingga sampai di laut. namun mereka tetap tidak mau beriman. katak. Posisinya sangat sulit. Lalu Allah mengirim kutu. namun mereka tidak mau beriman. Ular itu menelan tongkat dan tali para penyihir. Tuhan Musa dan Harun‖. lalu tangan dan kaki mereka dipotong. ―Siapa yang lebih dulu. Siapa yang datang pada Tuhannya dalam keadaan durhaka. Mereka telah membuat tipu daya penyihir. Benar bahwa racun ular itu mematikan. ―Kami beriman pada Tuhan alam. ia tidak hidup dan mati di dalamnya. Mereka keluar secara sembunyi-sembunyi dari Mesir. Firaun di belakang mereka. kami akan beriman‖.‖ kata para penyihir itu. Musa merasa takut. karena racun ular mematikan tubuh. Orang-orang berkumpul di pantai untuk melihat apa yang akan terjadi antara para penyihir Firaun dan Musa. Sedangkan katak menyerang mereka di dalam rumah mereka. namun orang kafir lebih banyak racunnya yang mematikan. bagi mereka derajat yang tinggi. sedangkan racun kafir membunuh ruh dan hati!! *** Allah menurunkan kemarau panjang di Mesir. dan laut di hadapan mereka. Firaun selalu berjanji pada Musaakan beriman dan membebaskan Bani Israil— dari kejahatannya. darah itu kembali menjadi air seperti semula. surga di sisi Allah. jika ia mau berdoa pada Tuhannya. Bani Israil berkata pada Musa. ―Firaun akan menangkap kita. ia melemparkan tongkatnya. Saat para penyihir itu melemparkan tongkat dan tali mereka. *** Allah mewahyukan Musa agar bersiap-siap untuk keluar dari Mesir bersama Bani Israil. hingga sampai di laut. Allah mengirim belalang yang memakan tanaman dan buah milik mereka. Dia akan mengampuni dosa mereka. ―Jika Allah telah menghilangkan kemarau ini. Saat ular itu mendekati Musa. Kutu membunuh mereka dan anak mereka. Lemparkan tongkatmu. ―Allah adalah baik dan kekal. Firaun marah dan menyuruh agar para penyihir itu diikat di pohon kurma. Allah menghilangkan kemarau. Siapa yang menemui-Nya dalam keadaan beriman dan berbuat amal saleh. merusak tanaman dan makanan mereka. baginya Neraka Jahanam. Ular telah menjadi sebab keislaman para penyihir itu.‖ . orang-orang berkhayal bahwa semua itu ular yang berjalan dan berlari. sehingga mereka meminta Musa berdoa pada Allah. Mereka pun bersujud. ―Jangan takut. Namun jika Bani Israil ingin meminumnya. Ketika orang-orang Mesir ingin minum dari sungai Nil.‖ kata Musa. Para penyihir berkata pada Musa. engkau lebih tinggi.

s. Seluruh makhluk taat pada Allah. termasuk ular. Firaun berteriak: ―Aku beriman. Musa bermaksud memukul laut dengan tongkatnya. . 2. walaupun kezalimannya berlangsung lama. Malu adalah sifat wanita mukminah. sedangkan kekuatan Allah tidak ada batasnya. Musa dan orang-orang mukmin selamat. Bani Israil menyebrangi laut. Setiap bagiannya seperti gunung yang tinggi. 34 ―Allah memerintahkanku untuk berhenti di sini. *** Pelajaran Berharga: 1. Aku termasuk orang-orang muslim‖. namun Allah mewahyukan agar membiarkan laut dalam keadaan terbelah. Allah tidak akan pernah membinasakanku‖. Firaun menyaksikan peristiwa tersebut. termasuk Musa a. Allah memerintahkan Musa untuk memukul laut dengan tongkatnya. Firaun mati. 5. 4. Sabar terhadap kepahitan di jalan Allah. Orang zalim pasti kalah. Tauhid merupakan dakwah para nabi. Laut terbelah. Namun sekarang iman itu tidak berguna. 3. maka Firaun dan para tentaranya tenggelam di dalam laut. Kekuatan manusia lemah dan terbatas. Allah meminta laut untuk kembali seperti sebelumnya. Firaun telah kafir padahal ia telah melihat beberapa bukti. 6. maka ia berjalan dengan kudanya hingga masuk ke dalam laut diikuti oleh para tentaranya dari belakang.

memukul laut dengan tongkatnya. yang lebih kuat dari ‗Amaliqah. selamanya. 35 7. jika mereka taat dan tawakal pada Allah. Lalu Bani Israil menyebrangi laut hingga sampai di tepi laut. Musa dan kaumnya—Bani Israil— berjalan di gurun pasir Sina yang luas. yaitu menyembelih bayi laki-laki dan membiarkan bayi perempuan. maka ia mengejar Bani Israil. Kami duduk di sini menunggu. Dua orang laki-laki dari mereka—semoga Allah memberikan nikmat pada keduanya—berkata: ―Masuklah ke Palestina. Sekarang kalian mau kafir. ―Kaumku masuklah ke tanah suci yang telah Allah wajibkan pada kalian. setiap bagian laut itu seperti gunung yang tinggi. sehingga Firaun dan tentaranya tenggelam. Firaun melihat pemandangan laut itu. Kemenangan telah ditetapkan untuk Bani Israil atas musuh-musuh mereka. maka kalian akan kembali tersesat‖. Allah mewahyukan Musa agar menyuruh Bani Israil memasuki tanah suci di Palestina. kalian akan menang. Kalian keluar dari Mesir karena beriman pada Allah. ―Musa. maka ia berdoa: ―Tuhan. Itulah tabiat mereka. Pergilah kau dan Tuhanmu. Harun.‖ Musa marah mendengar perkataan mereka seperti itu. Seorang lelaki Bani Israil mencoba keluar dengan berjalan kaki dalam waktu lama. ―Musa. Bani Israil lupa Allah menyelamatkan mereka dari Firaun. Kami tidak akan memasukinya hingga mereka keluar dari sana‖. Bani Israil tetap dalam kekafiran mereka. serta menyiksa mereka dengan siksa yang keras. kami akan menyembahnya seperti patung orang-orang itu‖. Kepada Allah kalian bertawakal. Siksa itu sangatlah pedih. MANNA. Namun laut itu kembali menyatu seperti semula. dan menyesatkan mereka di gurun Sina yang kering. namun saat tiba sore hari ia menemukan . kami tidak akan memasukinya selama mereka masih di sana. di sana ada kaum yang sangat kuat. tanpa air. Pisahkanlah kami berdua dengan orang-orang fasik ini‖. Apa sebab keluarnya kalian dari Mesir.s. Gurun Sina menjadi gurun tersesat. DAN ANAK SAPI SAMIRI Musa a.‖ Demikianlah. jika kalian orang-orang mukmin‖. Musa. Saat itu. selalu seperti itu. ―Kami lelah. Allah melarang Bani Israil masuk rumah suci dan Palestina selama 40 tahun. buatkanlah sebuah patung untuk kami. aku tidak memiliki siapa pun kecuali diriku dan saudaraku. ―Musa. Musa meminta Bani Israil untuk bersujud sebagai rasa syukur pada Allah. melewati kaum yang menyembah patung. Palestina didiami oleh kaum yang kuat. Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari Firaun dan kekejamannya. maka Bani Israil merasa takut. ‗Amaliqah. Kalian jangan kembali ke belakang. Firaun menyiksa kalian di sana?!‖ Musa meminta mereka bertaubat dan mohon ampun. Berperanglah kalian berdua. orang-orang Yahudi itu melupakan keutamaan yang Allah berikan pada mereka. Kami tidak mau sujud sekarang. SALWA. ―Kalian adalah kaum yang bodoh. Laut pun terbelah.

maka Musa berdoa pada Tuhannya agar member mereka minum. Musa berdoa. Yaitu banyak permintaan terhadap para nabi. yang dengan terangnya mereka berjalan di malam hari. bawang putih. mereka mengeluh kehausan pada Musa. Di dalamnya petunjuk bagi Bani Israil. orang-orang Yahudi tidak bekerja pada hari itu. membuat sesuatu yang dengannya mereka berteduh. Barangsiapa yang meminumnya akan kenyang. Allah menjadikan buat mereka tiang-tiang dari cahaya. Mereka menyimpannya pada hari itu untuk hari sabtu. Allah mewahyukan Musa: ―Pukullah batu itu dengan tongkatmu‖. yang merupakan hari ibadah mereka. berdoalah pada Allah agar mengeluarkan untuk kami biji-bijian dari tanah. sebagai makanan yang penuh berkah. Orang Israil berputar dalam satu lingkaran tanpa henti sepanjang hari. negeri gurun pasir. Namun mereka tidak memelihara nikmat-nikmat tersebut. Di sana terdapat apa yang kalian minta‖. tidak ada tumbuhan dan air di sana kecuali sedikit. bukannya mereka bekerja. maka Musa berdoa pada Allah. heran dengan sikap kaum yang telah Allah beri Manna dan Salwa. nabi Allah. Manna turun seperti salju. seperti kacang. Allah membuat pakaian yang selalu bersih. Mereka malu terhadap diri mereka sendiri. *** Allah mewahyukan Musa a. tanpa membawa pakaian. maka Allah memberikan mereka awan putih yang meneduhi mereka. Pakaian-pakaian itu membesar sesuai pemiliknya saat usianya bertambah. Musa. Jika salah seorang dari mereka menyimpannya. sebagai siksa atas kedurhakaan mereka. Saat Musa memukul batu itu dengan tongkatnya. Pertama. kacang adas. kami bosan dengan makanan ini—Manna dan salwa. namun mereka kembali untuk kedua kalinya mengeluh pada Musa panasnya sinar matahari. . maka Allah memberikan nikmat yang lebih besar. kecuali hari Jumat. dan hilanglah rasa haus mereka. Dalam beberapa malam. tidak mampu keluar darinya. yang tidak ada cahaya bulan. dan merasa kenyang. Sina. meminta sesuatu yang berbau busuk. Namun tabiat Bani Israil yang memisahkan mereka—dengan Manna dan Salwa. mentimun. Bani Israil kelaparan dan kehausan. Allah berfirman pada mereka: ―Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami berikan‖. Allah menurunkan Manna dan Salwa untuk mereka. Mereka makan. dan bawang. maka mereka mengeluh tentang baju-baju usang mereka pada nabi Allah. Pergilah ke Mesir. mereka mengeluh kelaparan. dan dalam satu daerah. Allah memberikan mereka nikmat yang besar. 36 dirinya di tempat yang sama saat pertama berjalan. Sedangkan Salwa adalah burung puyuh gemuk turun sudah terpanggang dari langit. dan kacang adas‖. Allah akan menurunkan syariat-Nya pada Musa dan mengajarkannya Taurat. Mereka pun minum hingga hilang rasa haus mereka. Mereka keluar dari Mesir. Di malam hari cahaya bulan merata. Siksa itu berlangsung selama 40 tahun di Gurun Tih (tersesat). ―Musa. sedangkan di tempat yang lain cahaya matahari merata. Kedua. ―Apakah kalian akan mengganti sesuatu yang baik dengan yang lebih rendah. maka keluarlah 12 mata air persis seperti jumlah golongan Bani Israil. kacang. bawang merah. maka Manna itu akan hancur.s. Musa. Musa berdoa. untuk pergi ke puncak gunung Thur. Manna adalah minuman manis terbuat dari madu yang jatuh dari pohon.

Di sana ia melihat sapi. Pelajaran Taurat meliputi: jangan mencuri. Demi Allah. jangan bersumpah palsu pada temanmu. dan mengira bahwa Harun telah menyembah sapi bersama mereka. Ia ingin segera menyampaikannya pada kaumnya. Berita apakah gerangan?! Sebelum meninggalkan Mesir. Ia mencekiknya. Di sana syariat Allah turun padanya. Ia merasa bau mulutnya telah berubah. anak ibuku. Maka Musa tinggal (mîqât) bersama Allah genap 40 malam. ―Inilah tuhan kalian dan tuhan Musa. Allah bertanya: ―Mengapa kau melakukannya‖. menaiki gunung Thur. anting. ―Tuhanku. Mereka menurutinya dan menyembahnya. Ia membakarnya dan membuat anak sapi jantan. aku telah menasihati mereka. Allah mengabarkan bahwa kaumnya menyembah patung sapi. Allah menyuruhnya puasa 10 hari lagi. Musa pergi menemui Tuhannya. Orang kafir ini mengumpulkan emas-emas itu. jangan memerhatikan terlalu lama rumah temanmu. dan berjanji akan mengembalikannya. sembahlah Allah.‖ Ia memanfaatkan ketiadaan Musa pada sepuluh hari terakhir. salah seorang dari mereka. hamba harta dan emas. tiada sekutu bagi-Nya. hingga kau kembali dengan perintah Allah dalam masalah ini‖. dan berpesan pada saudaranya Harun. jangan berzina. Musa bahagia menerima Taurat. orang-orang Yahudi minta orang-orang Mesir agar meminjami mereka emas dan perhiasan agar mereka bisa memakainya pada hari raya. dan mencegahnya. maka ia sangat sedih. ―Musa telah mati. Orang-orang Yahudi menyangka bahwa sapi ini adalah tuhan. Namun niat orang-orang Yahudi adalah mencuri perhiasan wanita yang terbuat dari emas itu. Samiri berkata pada mereka. seorang nabi dan wakil. Musa menjelaskan bahwa masa kepergiannya adalah 30 hari. Musa puasa selama 30 hari. Ia segera kembali. ―Musa. Karena Bani Israil bebal. agar Harun mengurus urusan-urusan mereka. bau mulut orang puasa bagiku lebih wangi dibanding bau minyak wangi‖. maka ia menggunakan siwak—sikat dari akar pohon—untuk membersihkan gigi-giginya. ―Mengapa kau biarkan mereka menyembah sapi? Apakah kau menyetujuinya?‖ ―Musa. Harun menghadirkan Samiri pada Musa. dengan dua lubang di perutnya. dan sebagainya. maka keluar suara seolah-olah suara sapi. . jangan mengharapkan istrinya dan hamba sahayanya. yaitu cincin. mencuri emas mereka dengan tipu daya setan. jangan membunuh. Aku menunggumu. Samiri. bau mulutku telah berubah‖. yaitu iri padanya. mengajari mereka apa yang belum mereka ketahui dari syariat Allah. gelang kaki. Allah memberinya lembaran-lembaran berisi Taurat dan pengajarannya. 37 Musa bersiap-siap untuk bertemu Allah. Sembahlah anak sapi ini‖. jangan lakukan ini padaku. Namun Allah menyampaikan berita yang membuatnya sedih. Jika udara masuk ke dalam perutnya. turutilah ayah dan ibumu sampai usiamu tua. Inilah tuhan kalian dan tuhannya. agar menjaga Bani Israil selama kepergiannya. kecuali Harun dan beberapa orang mukmin yang menolak sujud pada patung emas yang disembah Yahudi. Saat Musa hendak kembali pada kaumnya. Namun mereka tetap menyembahnya.

Mereka kembali ke rumah- rumah mereka bersama Musa a. Kami telah kembali dari maksiat‖. dan mengingkari janji merupakan sifat utama mereka. Engkau pelindung kami.. kulitmu akan terkelupas hingga kau akan berkata. ―Wahai kaumku. bukan membantah dan mengkufurinya. Sayangilah kami. . Kegelapan itu hilang. saat tanganmu menyentuh tubuhmu. ―Musa. berupa penyakit.s. Bani Israil mendengar perkataan Allah pada Musa. 2. ―Wahai Tuhanku. Lalu Musa naik bersama mereka ke gunung Thur. Pergilah. Saat kegelapan itu hilang. Namun mereka kembali pada kemaksiatan. Musa memerintahkan orang-orang yang menyembah sapi agar memasuki desa yang gelap. Allah menghidupkan dan mengampuni mereka. kalian telah berbuat aniaya terhadap diri kalian sendiri. hingga datang orang yang tidak menyembah sapi. Sungguh suatu kebodohan!! Allah membuka aib orang-orang itu. Engkau sebaik-baik orang yang mengampuni. tempat leburnya emas itu. Tuhanku.‘‖ Musa membakar sapi itu. Sedangkan tanda Allah menerima taubat mereka adalah datangnya kegelapan. cahaya ini meliputi gunung— seluruhnya bahkan lebih. Musa mengangkat tangannya berdoa pada Allah. Warna mulut mereka berubah kuning. Jangan hancurkan kami karena perbuatan orang-orang bodoh. dengan menjadikan sapi sebagai tuhan selain Allah. Bersyukur pada Allah atas segala nikmat. para wanita menangis. Bani Israil. hidupkanlah mereka. kami tidak akan beriman padamu hingga kami melihat Allah secara langsung‖. sehingga mereka terbebas dari pembunuhan. Lalu mereka meminum air laut. Kau bisa menghancurkan mereka saat mereka menyembah sapi. Musa menangis. Tulislah untuk kami kebaikan di dunia ini. Orang yang tidak menyembah sapi mulai membunuh para penyembah sapi hingga anak-anak menjeriti ayah-ayah mereka. 38 ―Allah marah padamu. hingga Allah mengampuni kalian‖. Tuhanku. Bani Israil menangis karena sedih terhadap sapi itu. yaitu orang-orang Yahudi merupakan kaum yang buruk yang menentang Allah dan rasulnya. maka Allah mengirimkan petir dari langit pada mereka. lalu kegelapan itu hilang. Siksa kalian adalah kalian akan membunuh diri kalian sendiri. ‗Jangan sentuh aku. akal mereka lemah. Saat Allah berbicara. Mereka semua mati. Allah mengabulkan doa Musa. Musa memilih 70 laki-laki. Mereka mohon ampun pada Allah atas penyembahan kaumnya terhadap sapi. dan tidak pernah meninggalkannya. Musa masuk ke dalam awan dari cahaya. dan menyayangi orang-orang yang mati. Pertanyaan mereka ini karena ragu terhadap Allah Swt. Lalu mengikat diri mereka. Allah mengampuni orang-orang yang tersisa. artinya taubat diterima. *** Allah menyuruh Musa memilih 70 laki-laki Bani Israil untuk pergi ke gunung Thur. jika Kau mau. dan melemparkannya ke laut. Kami bertaubat padamu. Mereka akan membunuh Bani Israil itu dengan pedang. Pelajaran Berharga: 1. Siksa Allah akan menimpamu. Samiri. dan menerima taubat mereka. maka ampunilah kami.

Allah tidak memerintah kecuali kebaikan. tiada sekutu baginya. . 4. selamanya. Hanya menyembah Allah. 39 3.

maka Musa minta pertolongan pada Allah. ―Kita temui nabi Allah. ―… Sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning.‖ ―Tanyakan pada Tuhanmu. Allah membuka aibnya dan menghinakannya. Karena sapi kuning itu banyak. ―Berdoalah pada Allah agar menjelaskan pada kami. dan hari kiamat itu benar. Allah berkata pada kalian. ―Aku berlindung pada Allah dari orang-orang yang bodoh‖. Tidak ada seorang pun yang bicara. Lalu ia kembali ke kaumnya. yang kuning tua warnanya. Seperti dibunuhnya seorang paman. ―Anak adikku telah membunuhku. lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya. Apakah kau mengejek kami‖. ―Kalian membunuh pamanku untuk mencurinya dan mewarisi hartanya. apa warna sapi itu‖. Musa menyuruh mereka untuk mengambil tulang sapi itu dan memukulkannya pada orang yang terbunuh itu.‖ Mereka menemui Musa dan menceritakan kisah orang yang terbunuh itu padanya. Anak saudara orang yang terbunuh datang. ―Lakukanlah apa yang diperintahkan pada kalian. ―…. Allah berkata bahwa. dalam menghidupkan orang mati. ―Aku minta kalian bersumpah atas nama Allah jika ada di antara kalian yang tahu sesuatu tentang orang yang terbunuh ini‖. Allah akan menyulitkan mereka. Musa a. Saat mereka telah menyembelih sapi itu. Mayat itu berdiri. agar ia mewarisi hartaku‖. Ia menjual sapi itu dengan emas 10 kali lipat berat sapi itu. Saat mereka mempersulit. kami bingung memilihnya‖. disebut dalam syara dengan qishâsh. menampar dan berkata. Mereka pergi dan mencari sapi itu tanpa henti. Musa berkata—setelah berdoa pada Allah. ―Sapi itu tidak tua dan tidak kecil. SAPI BANI ISRAIL Seorang laki-laki menjerit dan berteriak.‖ (QS Al- Baqarah [2]: 69).‖ Karena Musa tahu bahwa mereka banyak bertanya. Mereka tidak menemukan sapi dengan warna tersebut. ―Kalau begitu tanyakan pada Allah seperti apa bentuk sapi itu‖. . Allah memberinya balasan yang baik.‖ (QS Al-Baqarah [2]: 71). Allah berkata bahwa. Lalu orang itu mati untuk kedua kalinya. untuk menjelaskan pada kita kebenarannya. Tidak ada warisan bagi pembunuh.‖ Salah seorang dari mereka berkata. Mereka melakukannya. maka Musa berkata. yaitu dia yang berteriak dan menampar. hingga mereka menemukannya pada seorang anak yang baik pada kedua orangtuanya. ―Allah menyuruh kalian untuk menyembelih seekor sapi‖. pertengahan antara keduanya. Pembunuh itu pun diharamkan mendapat warisan. dan berdoa. Musa. ―Seekor sapi. 40 8. ―Engkau yang membunuh?‖ Yang lain berkata: ―Engkau dan kaummu yang membunuh‖. sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman. Mereka menemui Musa. dan Dia Mahakuasa terhadap segala sesuatu. dan tanpa belang. Musa berdoa pada Allah.s. sehat. Peristiwa itu sebagai bukti bagi Bani Israil tentang kekuasaan Allah Swt.

Banyak bertanya tidak selalu menunjukkan kecerdasan. 3. hingga ia mati dan ia benci pada mereka. Namun mereka terus menyakiti Musa a. Kekuasaan Allah membangkitkan orang-orang mati dari kubur mereka. dan taat pada Allah Swt. Tidak berlebihan pada diri dalam menjalankan syariat. .. Baik terhadap kedua orangtua. 2. balasannya kebaikan. 41 Mukjizat dan bukti-bukti kebenaran Allah dan rasul-Nya tidak menyadarkan Bani Israil. namun kadang menunjukkan kebodohan. 4. Pelajaran Berharga: 1.s.

―Wahai Tuhanku. Musa dan Yusya tertidur karena sangat kelelahan.‖ ―Wahai Tuhanku. Di tengah perjalanan. maka ikan itu dengan cepat kembali ke lautan dengan perasaan senang karena bisa hidup kembali. walaupun sampai ke ujung dunia. Musa dan Yusya bin Nun keluar untuk mencari seorang hamba saleh yang telah diberi banyak ilmu oleh Allah.S. lalu engkau pergi ke tempat itu.‖ Musa sangat merindukan pertemuan dengan hamba mukmin yang telah Allah ajari ilmu selain yang ia miliki. Oleh karena itu. dia lebih banyak ilmunya daripada kamu.‖ kata Yusya. Musa berkata kepada Yusya: ―Bawalah ke mari makanan kita (ikannya). bagaimana aku bisa sampai kepadanya?‖ ―Bawalah seekor ikan dalam sebuah wadah. ‗Allahlah yang lebih tahu. Sehingga. Ia mengira bahwa dirinya lupa meninggalkan ikan itu di pinggir batu besar tadi. Musa mengetahui bahwa ia akan menemukan hamba saleh itu di sana. Di pinggir sebuah batu karang yang besar. Musa adalah seorang nabi yang tidak menyukai kesengsaraan atau kelelahan dalam perjalanan kecuali karena tujuan mencari ilmu dan menginginkan untuk segera mencapainya.‖ Maka Allah menurunkan wahyu kepada Musa. menyuruh mereka untuk taat kepada Allah Swt. DAN KHIDIR A. Sekarang ikannya sudah hilang. Pada suatu hari.‘‖ Musa pun memohon ampun kepada Tuhannya lalu berkata. MUSA. Bagaimana kalau kita kembali ke pinggir batu tempat kita tidur. Lalu Musa memanggil pembantunya yang sudah menginjak remaja. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka berdiri dan berkata: ―Siapakah orang yang paling banyak ilmunya?‖ Musa menjawab. Sebagaimana yang diberitahukan oleh Allah Swt. mudah-mudahan ikan itu mAsih ada di sana. Musa dan Yusya merasa sangat lapar. keduanya sampai ke tempat bertemunya dua lautan. Musa dan Yusya bangun dari tidur dan keduanya melanjutkan pencarian hamba yang saleh tersebut. lalu siapakah orang yang lebih banyak ilmunya daripadaku?‖ Allah berfirman. Di sana ikan tersebut akan hilang dan itulah tandanya engkau akan bertemu dengan seorang hamba yang beriman. ―Sesungguhnya aku mempunyai seorang hamba yang tinggal di majma‟al bahrain (pertemuan dua laut). IKAN. kita sudah sangat letih karena perjalanan kita ini!‖ Lalu Yusya membuka wadah ikannya dan ternyata ikan itu sudah tidak ada. ikan yang mereka bawa keluar dari wadahnya. ―Sayalah orangnya. Pada waktu mereka tertidur. Dimulailah perjalanan ilmiah Musa dan pemuda itu untuk mencari hamba Allah tersebut. sesungguhnya tanda untuk itu adalah dengan hilangnya ikan. 42 9. Karena batu besar tersebut letaknya tidak jauh dari laut.. nabi Musa memberikan ceramah di hadapan Bani Israil. ―Aku lupa membawa ikan itu. yaitu Yusya bin Nun. . berarti ia akan segera bertemu dengan hamba itu dan menimba ilmu darinya. ―Mengapa engkau menganggap bahwa dirimu sebagai manusia yang paling banyak ilmunya? Mengapa tidak menyerahkannya kepada Allah dengan mengatakan. Ia menyuruhnya berburu seekor ikan untuk diletakkannya dalam sebuah wadah.

Apa maksud kedatanganmu ke sini?‖ ―Aku ingin mengikutimu hingga engkau mau mengajariku ilmu yang telah Allah ajarkan kepadamu‖. ―Wa‟alaika salam. Khidir berkata terhadap Musa: . untuk menemukan keajaiban Allah Swt. Khidir telah meminum mata air yang disebut Ainul Hayat. Maka tibalah saatnya perjalanan seorang hamba yang saleh dengan seorang nabi. Lalu Musa mengucapkan salam kepadanya: ―Assalalmu‟alaikum warahmatullâh wabarakâtuh‖. Khidir memanggil para penumpang yang berada di atasnya dan mereka pun ternyata mengenal Khidir. sesungguhnya aku memiliki ilmu yang tidak Allah ajarkan kepadamu dan engkau pun memiliki ilmu yang tidak Allah ajarkan kepadaku. Bagaimana mungkin engkau bisa sabar dengan ilmu yang belum engkau ketahui sedikit pun. Lalu keduanya meminum mata air Ainul Hayat. Lalu datanglah seekor burung kecil hinggap di tepi perahu. Asinnya air laut tidak membuat burung itu kaget. agar bisa melihat dan mendengar tanpa harus berbicara. setelah itu ia terbang jauh. wahai hamba yang saleh?‖ ―Aku Khidir. di bawah batu besar. *** Khidir a.s. Ia pun berdiri di sampingnya.‖ ―Jika engkau mengikutiku maka janganlah engkau menanyakan sesuatu apapun sebelum aku menjelaskannya‖. Adakah perjalanan yang lebih indah daripada perjalanan seorang nabi yang menjadi murid dari seorang hamba yang saleh? Jelaslah ini merupakan perjalanan yang menakjubkan!! *** Musa dan Khidir pergi hingga sampai ke pinggir lautan. yaitu mata air yang jika diminum oleh seseorang maka ia akan memiliki umur panjang. Khidir telah hidup sampai ia memeluk agama Islam bersama Rasulullah Saw. Tak lama kemudian. Para pemilik perahu sudah mengenal Khidir. Burung itu menjulurkan paruhnya ke laut dan meminum setetes air. ―Wahai Musa. mengajak para hamba untuk beribadah kepada-Nya. di sana. Siapakah engkau?‖ ―Musa. nabi dari Bani Israil. di ujung perahu. dan setelah itu ia wafat.‖ ―Insya Allah aku akan menjadi orang yang sabar dan tidak akan melanggar apa yang engkau perintahkan. Siapa namamu. adalah seorang hamba Allah yang saleh. Di pertemuan dua laut. Musa senantiasa menunggu apa yang akan ia ketahui dari hamba saleh itu. sebuah perahu lewat di hadapan mereka. Ia berkeliling negeri untuk melaksanakan perintah Allah. Khidir melakukan salat dengan berbaju merah. 43 Lalu kembalilah Musa dan Yusya ke tempat batu besar berada. sehingga mereka menerima dan mengajaknya naik tanpa harus membayar ongkos. Sesungguhnya engkau tidak akan bisa sabar terhadap apa yang engkau lihat. yang telah diajari oleh Allah sebuah ilmu yang tidak dimiliki oleh siapa pun. Khidir dan Musa menaiki perahu bersama mereka. sebelum Khidir menjelaskan dan menyebutkan rahasia-rahasia pengetahuan tersebut di akhir. Ini merupakan salah satu proses pembelajaran yang menjadikan para nabi sebagai murid dari sebagian hamba yang saleh. Inilah syarat yang diterima Musa untuk mengikuti perjalanan Khidir.

Lalu Khidir memandang Musa dengan berkata: ―Bukankah telah aku katakan kepadamu. Mereka berdua menemukan seorang anak yang sedang bermain dengan riang gembira. tiba- tiba Khidir mendekati sebuah papan perahu dan mencopotnya sehingga perahu itu berlubang. Di tengah-tengah ketakjubannya itu terajadilah hal yang tak disangka-sangka. Tiba-tiba Khidir memilih salah seorang anak yang paling ganteng di antara mereka. Ketika para pemilik perahu—mereka adalah orang-orang fakir miskin—sedang sibuk berburu. Rasa takjub Musa makin bertambah. sehingga Musa pun lupa apa yang dia janjikan kepada Khidir untuk tidak bertanya tentang sesuatu sebelum Khidir menjelaskan hakikat dari perkara-perkara yang ia lakukan dan Khidir juga memaklumi Musa. apakah untuk menenggelamkan penumpangnya? Sungguh engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar‖. Perjanjian yang telah ia putuskan adalah tidak bertanya dan tidak membantah. mengapa engkau mencopot papan perahu mereka dan membuat perahu itu berlubang. Ia membisikinya dan pergi bersama anak itu hingga ke tempat yang jauh dari pandangan manusia. Mereka bagaikan malaikat karena masih suci dari dosa dan belum mengetahui antara salah dan benar. Ia memegang kepala anak itu lalu membunuhnya. Di sinilah Musa berontak dan marah. Adam pun pernah lupa memakan buah khuldi yang diharamkan Allah dan ia menginginkan dengan segera atas sebuah keputusan Allah. Tahulah Musa bahwa ia sedang berada di depan seorang cendekiawan. Andaikan kita berada pada posisi sebagai Musa tentu kita akan melakukan hal sama. Tetapi Khidir tidak melakukan sesuatu kecuali karena perintah Allah. ilmumu dan ilmu seluruh manusia dibandingkan dengan ilmu Allah seperti paruh burung tersebut ketika barada di tengah lautan‖. ―Janganlah engkau menghukumku karena aku lupa dan jangan pula membebaniku dengan urusan yang tidak mampu aku lakukan‖. Musa melihat Khidir melakukan hal itu hingga ia pun berteriak dan bergejolak amarahnya. Khidir dan Musa turun dari perahu menuju sebuah desa. sesungguhnya engkau tidak akan bisa sabar bersamaku. Maka seluruh keturunan Adam mewarisi sifat ini. Balasan yang ia terima adalah diturunkan ke bumi. lalu ia berkata: ―Mereka adalah kaum yang telah membawa kita tanpa memungut ongkos. demikian pula penghormatannya kepada Khidir. *** Sifat lupa dan tidak sabar adalah aib manusia. Selanjutnya Khidir berangkat dengan ditemani Musa. Tetapi Khidir kelihatan tenang dan berkata kepada Musa: ―Bukankah aku telah mengatakan kepadamu sesungguhnya engkau tidak akan bisa sabar denganku‖. 44 ―Wahai Musa sesungguhnya perumpamaan ilmuku. Lalu ia pergi lagi setelah Khidir memaafkan kealfaannya yang pertama. Lalu Musa ingat tentang syarat itu. untuk mengajarkan kepadanya sebuah pelajaran baru dan menjelaskan rahasia keajaibannya.‖ Perkara-perkara yang sulit itu tidak bisa dipahami oleh Musa. ―Mengapa engkau membunuh jiwa yang masih suci.‖ . tanpa alasan yang benar (bukan karena dia telah membunuh orang lain)? Sungguh engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.

Sementara di belakang mereka terdapat seorang raja zalim yaitu Hudad bin Budar yang akan merampas setiap perahu untuk dimilikinya. Musa berkata: ―Kita telah meminta makanan dan jamuan dari penduduk desa ini. Musa tetap bersabar hingga ia bersama Khidir menemui sebuah tembok tua yang hampir roboh. Khidir pun berkata. Jika ia dibiarkan hidup.‖ Rasa lapar yang dirasakan Musa sudah begitu kuat. Ia tidak mengetahui tentang hal-hal yang gaib dan yang memperdayakan akal manusia. Allah akan mengganti dengan anak berikutnya yang lebih baik darinya. walaupun dalam beberapa hal ia merasa lelah mengikutinya. Tetapi ia menetapkan sebuah syarat dengan apa yang dikatakannya itu. hingga mereka sampai ke sebuah desa dalam keadaan sangat lapar. namun kecintaan Allah terhadap hamba-Nya melebihi kecintaan seorang ibu terhadap anaknya. yaitu anak yang akan menjadi seorang mukmin yang tidak akan menyusahkan kedua orang tuanya. Mereka pun mencari makanan dari penduduk desa itu. Jika ia melihat cacat dalam perahu. Tetapi Adam pun dulu pernah lupa. Dia mengira tidak akan lupa untuk kesekian kalinya. adalah milik dua orang anak yatim di Madinah. ―Jika aku bertanya kepadamu tentang hal yang lain.‖ Kematian yang mendadak mendatangkan kesedihan yang mendalam bagi kedua orang tuanya. Bapaknya adalah seorang mukmin. engkau bisa meminta upah atas pekerjaan ini‖. Sebenarnya Musa masih berharap untuk tetap menyertainya. Ia menunggu keajaiban-keajaiban lain dalam perjalanannya. bukan untuk menenggelamkan mereka. Apalagi Musa belum sempat makan sejak hilangnya ikan yang ia bawa. ia akan menjadi orang kafir.‖ ―Adapun perahu. Andaikan engkau mau. Engkau telah banyak memaafkanku‖. Lalu dia membantunya menegakkan dinding itu. Ketika keduanya selesai mendirikan kembali dinding itu. ia datang dan mendapati perahu telah terkoyak lalu ia pun meninggalkannya. Mengoyak perahu adalah sebagai sebab selamatnya para pemilik perahu itu. Ia masih berharap perjalanan itu bisa lebih lama lagi. engkau berhak untuk meninggalkanku. ia akan meninggalkannya dan tidak akan mengambilnya. Ia tidak mengetahui hikmah Allah dalam segala perbuatan. Sedangkan penduduk desa tersebut merupakan orang-orang kikir. ―Akan aku jelaskan takwil tentang apa yang ingin segera engkau ketahui. namun ia tetap diam sehingga tidak adanya perpisahan dalam perjalanannya menemani orang saleh tersebut. Lalu Khidir berkata lagi. mereka tidak mau menjamu keduanya. ―Mengenai tembok. itu adalah milik orang-orang miskin dan fakir yang bekerja di laut.‖ . maka wajarlah kalau keturunannya memiliki sifat pelupa. ―Inilah akhir dari perjalan kita. Khidir berkata pada Musa: ―Bantulah aku menegakkan dinding ini. Manusia sungguh berada dalam duka cita. ―Sedangkan Anak yang dibunuh—namanya Jaisur—kedua orang tuanya adalah orang mukmin.‖ Musa sepertinya menyesali apa yang ia katakan. *** Kemudian Musa dan Khidir melanjutkan perjalanannya yang asing dan penuh keajaiban.‖ ―Setelah kita semua turun dari perahu itu. Di bawah dinding itu terdapat kekayaan yang disimpan bapaknya untuk bekal kedua anaknya itu.‖ Musa merasa takjub. tapi mereka tidak mau menjamu kita. 45 Musa berkata penuh malu dengan apa yang telah ia lakukan.

Kebaikan yang sangat bernilai.‖ Khidir dan Musa berpisah. Musa kembali ke Bani Israil. ―Kita menyayangkan. 4. dan tembok yang dibangun kembali. dan ilmu-Nya tidak terbatas. Maha Mengetahui. Takdir Allah seluruhnya baik untuk manusia. 3. Setelah melakukan perjalanannya mencari ilmu baru tersebut. menegakkan kembali dinding itu sebelum benar-benar runtuh. anak yang dibunuh. karena Dia mencintai semua hamba-Nya. Inilah takwil tentang apa yang ingin segera engkau ketahui. Memuliakan ilmu dan ulama serta mau menanggung kesusahan dalam mencari ilmu. Setelah melewati masa yang lama. kita akan melihat keajaiban. andaikan Musa Sabar. maka Allah mengabulkan doanya dan menyuruhku untuk pergi ke sana. maka mereka akan mendapatkan harta simpanan itu. Rasulullah Saw. Perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa dalam mencapai apa yang diharapkan. 46 ―Bapak kedua anak itu telah berdoa kepada Allah agar kedua anaknya bisa mendapati hartanya itu. sebuah perahu yang dicopot papannya. Jika keduanya menginjak dewasa. Kita semua menyayangkan hal itu. 2. bersabda.‖ Pelajaran Berharga: 1. Allah Swt. .

wafat.s. Mereka tidak memiliki sifat penakut sebagaimana dimiliki oleh orang-orang sebelumnya. Beberapa generasi telah mati di padang tersebut dan diganti dengan generasi-generasi baru. *** Di tanah al-Amalik.s. Allah telah mengancam mereka dengan siksa. KELEDAI BUL’AM Selama empat puluh tahun. Bani Israil tersebut terdiri dari duabelas kabilah sesuai dengan jumlah putra Yaqub a. Bani Israil hidup di padang yang luas dan tersesat. ―Jika setelah itu. yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah.s. maka doa tersebut akan dikabulkan. tidak bersujud kepada berhala.‖ Jumlah pemuda yang terdiri dari duabelas orang tersebut ditetapkan berdasarkan jumlah kaum dan kabilah Bani Israil. Mereka tidak pernah bisa keluar dari sana. Mereka dipilih untuk menjadi pemimpin sekaligus panglima bagi kaumnya masing- masing. Dia adalah seorang laki-laki yang dicintai oleh kaumnya. Yusya bin Nun. menunaikan zakat dan beriman kepada Rasul. yang merupakan pelayannya.s. menghilangkan siksa dari mereka semua dan Allah menaklukkan bagi mereka Baitulmaqdis yang berada di tangan kaum kafir al-Amalik. termasuk Nabi Yusuf a. 47 10. Kaum al-Amalik mengetahui bahwa generasi baru dari kaum Musa telah muncul menjadi mujahid di jalan Allah. Mereka memilih mati di jalan Allah untuk mendapatkan surga. menyembah anak sapi jantan atau durhaka kepada Allah. mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Pemuda-pemuda tersebut merupakan tentara-tentara mukmin yang dipimpin oleh Yusya bin Nun untuk berangkat ke Baitulmaqdis. Ia hidup di gerejanya yang jauh dari kaumnya dari kekufuran mereka. Ia juga memilih di antara pemuda-pemuda Bani Israil yang mempunyai kekuatan badan dan kekuatan iman untuk dijadikan tentara yang siap berperang di jalan Allah. Dalam hati Bul‘am tidak terbersit untuk mengajak kaumnya beriman. Akan tetapi nabi Musa wafat sebelum menyempurnakan cita-citanya memerdekakan Baitulmaqdis. Musa berkata kepada mereka. jika mereka mengkhianati perjanjian itu. Ia menyuruh mereka untuk salat dan zakat serta jihad di jalan Allah. Sebelum Nabi Musa a. Dia memilih uzlah (memisahkan diri) daripada mengajak manusia untuk beriman kepada Allah Swt. ia berjanji bahwa dari generasi baru akan muncul. Musa mempercayakan semangat pendidikannya kepada seorang pemuda. Allah telah mewahyukan kepada Musa sebelum ia wafat untuk membuat perjanjian dengan mereka yang beriman. hiduplah Bul‘am bin Ba‘ura seorang pria saleh yang mengetahui ismu al-a‟zham (nama-nama Allah Yang Agung) yang jika dibaca dalam berdoa. Maka janji itu pun terbukti. Hal ini terjadi setelah wafatnya Nabi Musa a. diantara kamu ada yang kafir maka ia telah berpaling dari agama Allah. ia menyuruh mereka untuk berperang dan mereka pun mentaatinya sehingga Allah mengampuni dosa-dosa mereka. agar tetap mendirikan salat. tetapi dia memisahkan diri dari mereka di padang pasir yang berada di negerinya. Pemuda-pemuda yang mempunyai kelebihan itu berjumlah duabelas orang. . Ketika mereka mampu melaksanakan kewajiban ini.

Setiap hujan terhenti. Musa.‘ Akan tetapi berperanglah kalian semua di jalan Allah. tapi kita dapat menang atas musuh-musuh kita hanya dengan senjata iman kepada Allah. di mana mereka berada dalam satu kumpulan dan menetap di dalamnya. dan percaya atas pertolongan-Nya. Untuk itu. Oleh karena itu Allah menyuruhmu untuk membersihkannya dari kalangan al-Amalik yang menyembah berhala. ketika Allah menyelamatkanmu dari Fir‘aun. Ibrahim dan bapakmu. kita temui dia. Dan Dia telah menjadikan di antara kamu orang-orang yang merdeka (mempunyai hak kepemilikan).‖ Seorang tentara berkata. sungguh kami akan tetap di sini. Baitul Muqadas hanyalah . Janganlah kamu semua menjadi seperti orang-orang yang berkata kepada Musa: ‗Pergilah engkau dan Tuhanmu untuk berperang. Salah seorang di antara mereka berkata: ―Kita harus pergi menemui Bul‘am. *** Setelah Allah mengangkat siksa-Nya. ―Wahai Nabi Allah. Yusya berkhutbah di hadapan kaumnya: ―Wahai Bani Israil ingatlah nikmat yang telah Allah berikan kepadamu. Mereka baru bisa keluar dari padang yang luas dan menyesatkan setelah berada di dalamnya selama empat puluh tahun penuh. Untuk itu kita harus pergi kepadanya agar dia berdoa kepada Allah.‖ ―Ide yang bagus. Yakub. tentara Bani Israil senantiasa berada di padang pasir. menghadapi musuh- musuh-Nya hingga kamu bisa masuk ke tanah Muqaddas. Dia telah menaungimu dengan awan dan menurunkan kepadamu manna (sejenis madu) dan salŵ (sejenis burung puyuh). Andaikan kita maksiat kepada Allah. meminta agar dia berdoa kepada Allah untuk membinasakan mereka. niscaya kamu akan tetap berada di tangan Firaun yang zalim yang telah Allah tenggelamkan ke dalam lautan. Maka semuanya pergi untuk menemui Bul‘am di tempat peribadatannya. maka tetaplah pergi ke tanah Muqaddas. 48 Maka sadarlah mereka bahwa dalam memerangi Bani Israil mesti menggunakan tipudaya.‖ Yang lain berkata. tanpa bisa keluar.‖ ―Baitulmaqdis akan menjadi milik orang-orang mukmin saja. ―Baitulmaqdis akan menjadi milik kita selamanya. maka hujan pun turun.‖ kata sang gubernur. Mereka bahagia dan menyadari bahwa ini merupakan pertolongan dari Allah. mempermalukan istri-istrimu dan menghinakanmu dengan menjadi seorang hamba di tanah dan istananya. Jika kamu inkar kepada Allah dan maksiat kepada-Nya niscaya Allah akan melepaskannnya darimu dan kamu tidak akan bisa menjadi penduduk dan pemiliknya. Baitulmaqdis adalah milik setiap mukmin. Ketahuilah bahwa kita tidak bisa menang dengan alat-alat perang. Ia telah membunuh setiap anak laki-lakimu. Allah telah menyelamatkanmu dan memilihmu sebagai orang-orang yang beriman kepada-Nya. nikmat dan berkah terus- menerus turun kepadamu serta tidak ada kemarahan dan laknat di antara kamu. kenapa kita harus ke tanah Muqaddas? Kenapa kita tidak berperang di tempat yang lain?‖ ―Karena Muqaddas merupakan tanah kakekmu. Dia itu doanya mustajab. Suatu ketika. dan tidak juga dengan jumlah yang banyak. Diantaranya ada yang memiliki rumah dan pelayan serta Allah menurunkan rezeki kepadanya dari langit. Andaikan kamu semua tidak beriman kepada Allah berkat petunjuk nabi-Nya. Sekarang mereka sudah bisa keluar. maka kita akan menjadi orang-orang yang hina dan musuh akan membinasakan kita. kami selalu pergi menemuinya dan dia berdoa kepada Allah.

‖ Tetapi Bul‘am sudah buta dari tanda-tanda kekuasaan Allah termasuk keadaan keledai yang bisa berbicara.‖ ―Bagaimana mungkin? Pemimpin mereka adalah nabi. Ketika dia berdoa untuk Yusya dan Bani Israil lidahnya terbalik sehingga dia berdoa untuk kebinasaan kaum dan dirinya sendiri. Dia tidak akan . dan engkau akan berdoa demi kebinasaan kaumnya yang beriman? Ini tidak akan terjadi bagimu selamanya. ―Keperluan kami datang kepadamu adalah agar engkau berdoa untuk kehancuran tentara Bani Israil. Bul‘am memukulnya lagi dengan pukulan yang lebih keras. Ia tetap memukulnya dengan pukulan yang lebih keras. Bahkan. Apa yang mereka katakan telah menggugah hatinya. Lalu ia berdoa untuk mereka tetapi sekarang lidahnya tidak mau mentaatinya. namun tetap lidahnya berdoa untuk diri dan kaumnya. Lalu ia menunggangi keledainya menuju tempat berkumpulnya tentara Bani Israil untuk berdoa demi kebinasaan mereka. bahkan terdiam di tempat. gubernur al-Amalik dan para panglimanya telah sampai ke gereja Bul‘am dan Bul‘am pun menyambut mereka.‖ Keberanian telah menyelimuti seluruh jiwa tentara Bani Israil. Setan telah mengalahkannya. bahkan keledai itu malah tertidur di tanah. melainkan taat kepada-Nya. Apakah engkau akan pergi ke nabi Allah. sedangkan aku tidak memiliki kekuasaan untuk mendoakan kebinasaan mereka‖. Seorang nabi mempunyai urusan dengan Allah. Kami tidak akan memutuskan suatu perkara tanpa persetujuanmu. ―Hai Bul‘am. Tetapi tiba-tiba keledainya tidak mau berjalan. Ia melihat markas tentara Bani Israil dan Yusya bin Nun. dan setan pun telah membisiki hatinya. Kaum Bul‘am memandangnya dengan heran. kebenaran merupakan tujuan mereka dan mati syahid adalah cita-cita mereka. Bul‘am memandang mereka. 49 milik orang-orang beriman yang tidak durhaka terhadap apa yang Allah perintahkan dan tidak merubah Firman Allah. Ia juga telah berkhianat kepada kaumnya. Akhirnya ia sampai ke sebuah gunung yang disebut Husban. tetapi keledai itu hanya melangkah sedikit lalu kembali diam di tempat. Ia telah menjual akhirat dan membeli dunia dengan menyepakati apa yang mereka pinta. *** Di pihak lain. Maka tahulah ia bahwa Allah menjaga orang yang beriman. ―Jika engkau berdoa untuk mereka. yaitu surga dan nikmat-nikmat yang tidak akan hilang selama taat kepada Allah. iman merupakan ikrar sumpah mereka. mau pergi ke mana engkau? Sesungguhnya malaikat berada di depanku menolak dan mengembalikanku serta tidak mengijinkanku berjalan. Ia menjadi tamak terhadap kehidupan dunia dan lupa terhadap apa yang ia tunggu-tunggu dari Allah. Ia menjadi sesat dan menyesatkan. Mereka berkata. sehingga akhirnya mereka bisa memerdekakan tanah Muqaddas dari tangan orang-orang kafir penyembah berhala. Kami akan mendengar kata- katamu dan mengikuti pendapatmu. Mereka berjalan untuk menemui musush-musuh mereka dari kalangan al-Amalik. Ketika mencoba yang ketiga kalinya lidahnya terkulai ke atas dadanya. dan keledai itu tiba-tiba berucap. Ia menginginkan martabat yang tinggi di kalangan kaumnya. Engkau akan menjadi orang pertama di negeri kami‖. Kekuatan mereka membuat mereka tidak takut menghadapi jumlah musuh mereka yang banyak. Ia memukulnya dengan tongkat agar keledai itu bisa berdiri dan berjalan. nanti kami akan memberikan harta yang banyak dan engkau akan menjadi pemegang urusan kami. mengapa dia bisa melakukan seperti itu? Lalu ia mencoba untuk kedua kalinya. Benar-benar harta itu telah menghasudnya.

kota demi kota. Pengepungannya terhadap kota tersebut dilakukan selama enam bulan penuh. Jika engkau meninggalkannya. Tak lama kemudian. ia dapat mengalahkan kaum al-Amalik di kota ini. ia telah dilaknat oleh Allah ketika ia lebih memilih bumi dan dunia serta melupakan langit dan akhirat. Lalu Allah menurunkan tha‟un (sebuah penyakit yang mematikan) terhadap pelaku tersebut dan menular ke seluruh tentara Bani Israil. Ia berkata kepada kaumnya: ―Akhirat telah hilang dariku. Di dunia ia dilaknat sementara di akhirat diazab. yang tinggal hanyalah urusan dunia. Maka sejumlah besar tentara mati. . seorang mukmin datang membawa tombak dan masuk ke dalam kemah yang di dalamnya terdapat pasangan yang sedang berzina. Allah pun menghilangkan penyakit tha‘un tersebut dari Bani Israil. Setelah ia menyebrang sungai Ardan. Kaum al- Amalik menyadari bahwa jatuhnya Baitulmaqdis merupakan kehinaan yang sangat besar. sebagai balasan atas kekejian mereka. Lalu ia menikam keduanya dan membawa keduanya yang masih tertikam itu ke tengah-tengah lapangan sambil berkata: ―Ya Allah sesungguhnya aku telah membunuh orang yang maksiat terhadap-Mu dan melakukan kekejian. Jalan lain hanyalah berperang antara dua kaum tersebut.‖ Mereka berkata. 50 menolong orang yang durhaka untuk mengalahkan orang yang taat dan tidak juga orang menolong orang kafir untuk mengalahkan orang mukmin. engkau hanya bisa melakukannya dengan cara mempercantik para wanita dari kaummu dan mengirimkan mereka sebagai wanita penjual diri kepada tentara Yahudi Bani Israil. Maka di saat ada salah seorang dari Bani Israil melakukan kekejian. ia akan menjulurkan lidahnya dan menyalak. Aku telah inkar kepada Allah ketika aku berdoa untuk nabi dan kaumnya sehingga Allah mengambil keberkahan ismu al-a‟zham dariku. lewatlah seorang perempuan dari kalangan mereka kehadapan salah seorang tentara Bani Israil. Kota ini memiliki tembok pertahanan yang kokoh dan tinggi serta merupakan kota kaum al-Amalik yang paling banyak penduduknya. maka hilangkanlah penyakit tha‘un. Setelah penaklukannya. Maka doaku untuk mereka gagal sehingga aku tidak mendapatkan harta darimu. Namun setelah itu semua. atau jika engkau memukulnya ia pun akan menjulurkan lidahnya dan menyalak. Suatu saat. Sekarang mereka tinggal berhadapan dengan kaum al-Amalik. dia belum bisa sampai ke Baitulmaqdis. Jika engkau menginginkan agar Allah murka terhadap Yusa dan kaumnya. Yusya bin Nun menyiapkan tentaranya untuk membebaskan Baitulmaqdis dari orang-orang kafir. ‖Apa yang dapat kami lakukan?‖ ―Sesungguhnya Allah akan mengazab suatu kaum jika mereka buta terhadap hal yang keji dan melakukan dosa. dan mengalahkan para panglima al- Amalik. Tentara itu pun tergoda dan melakukan kekejian bersama perempuan tersebut.‖ Pendapat ini pun disepakati mereka. Dengan pertolongan Allah. lalu sampailah ia ke kota Arihan dan ia mengalahkan para penjaga di sana. *** Semua tipu daya kaum al-Amalik untuk mengalahkan Bani Israil gagal. Ia menjadi seperti anjing. Allah akan mengirimkan azabnya terhadap mereka. yang ada hanyalah tipu daya dan kemakaran. ia pun dapat menaklukkan negeri demi negeri. Adapun Bul‘am.

Ya Allah tahanlah sebentar matahari itu untukku. Yusya menyeru kaum dan tentaranya. Yusya berkata. Api putih pun turun dari langit dan melahapnya. Maka Yusya mengambilnya dan meletakannya bersama harta rampasan lainnya. Tidak ada suara yang melebihi kerasnya suara pedang. Peperangan memanas dan pertempuran menyala-nyala. kita akan tahu bahwa dialah pencurinya. namun pertempuran tetap berlangsung hingga matahari terbenam. Mereka membunuh raja al-Amalik dan gubernurnya serta mengumpulkan harta rampasan. Siang hari hanya tinggal separuhnya. Tidak ada yang beterbangan di udara selain debu dan kerikil.s. Yusya a. Suara takbir Bani Israil terdengar ke angkasa.‖ Maka Bani Israil menyerang musuh mereka dengan serangan yang keras sehingga dapat mengalahkan musuh-musuh mereka dengan kekalahan yang hina. kecuali dari salah satu pintu yaitu pintu langit. Untuk itu. Peperangan tersebut dimulai sejak pagi-pagi sekali dan berlanjut sepanjang hari dalam keadaan yang tidak menyenangkan seperti halnya yang dirasakan kaum al-Amalik. jika peperangan berakhir pada hari tersebut. ―Kamulah pencurinya. Bersamaan dengan ini Yusya dan tentaranya telah sampai ke Baitulmaqdis. ―Mari kita menuju pertolongan-Nya wahai tentara Allah.‖ Mereka pun mencari barang yang dicurinya dan menemukan emas sebesar kepala sapi. mereka tidak akan bisa melanjutkan peperangan melawan musuh mereka kecuali pada hari Ahad. Dengan demikian. Sebagaimana yang sudah berlalu bahwa harta rampasan itu dikumpulkan di sebuah tempat. Mereka memuji Allah atas hal itu. Yusya berkata pada Bani Israil. Kaum al-Amalik menyerang dan Bani Israil menekannya.‖ Mereka semua tidak mengakui bahwa di antara mereka ada yang mencuri sesuatu. Mereka dapat memulai pertempuran dengan semangat baru. jika tangan salah seorang di antara mereka menempel. ―Masing-masing pimpinan dari duabelas kabilah hendaklah berjabat tangan denganku. kemudian datang api putih dari langit yang melalapnya.‖ Allah mengabulkan doanya dan menahan matahari itu hingga tidak terbenam. akan tetapi api tersebut tidak kunjung turun. Nampaklah. kaum al-Amalik dapat menghimpun kembali kekuatan tentaranya yang sudah bercerai-berai. Yusya mengumpulkan harta rampasan di suatu tempat dan menunggu turunnya api itu bersama Bani Israil. Jika api itu tidak turun berarti Allah murka terhadap mereka. Bani Israil sebentar lagi akan mencapai kemenangan dari musuh-musuh mereka. Mereka tidak melakukan urusan yang lain. dan tiba-tiba tangan kedua orang di antara mereka menempel ke tangan Yusya. Pintu keluar dari masalah ini telah tertutup semuanya bagi Yusya. 51 Mereka lalu mengumpulkan tentaranya dan melakukan perjanjian untuk mempertahankan kota mereka. .‖ Mulailah para pemimpin yang duabelas itu berjabat tangan dengan Yusya. Terdengar pula rintihan orang-orang yang luka. Ia pun mengangkat pandangannya kepada Allah Swt. Yusya berkata lagi. ‖Sungguh diantara kalian terdapat para pencuri. Lalu ia berkata kepada matahari: ―Engkau adalah mahluk yang diperintah oleh Allah dan aku pun demikian. berfikir dan menyadari bahwa hari itu adalah hari Jum‘at. Sebab hari Sabtu bagi orang Yahudi merupakan hari libur dari segala pekerjaan dan hanya digunakan untuk beribadah. Dimulailah peperangan. sambil memandang matahari yang hampir terbenam.

52

Perjalanan Yusya sudah sampai ke arah Baitulmaqdis hingga mendekati tembok
pertahanannya.
Di atas tembok pertahanan Baitulmaqdis Allah menurunkan wahyu kepada
Yusya berupa sebuah perintah. Yusya menyampaikan perintah tersebut kepada
kaumnya, ―Sesungguhnya Allah menyuruhmu untuk masuk pintu Baitulmaqdis sambil
bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur atas kemenanganmu dan hendaklah kamu
mengatakan “hiththatun.””
―Apa itu hiththatun ya Yusya?‖ Kata salah seorang di antara mereka.
Maksudnya, ―Wahai Tuhan ampunilah dosa-dosa yang telah kami perbuat
dahulu.‖
―Semuanya? Tidak mungkin Allah akan mengampuni semua dosa-dosa kita.
‖Sessungguhnya nikmat Allah untukmu dan kaummu sangat banyak, maka
taatilah Allah dan mintalah ampunan kepadanya.‖
Orang-orang Yahudi tersebut kembali mengulang perilakunya seperti dahulu.
Mereka mangolok-olok perintah Allah dan berencana melakukan perkara yang lain.
Ketika mereka sampai ke pintu Baitulmaqdis mereka melihat pintu itu kecil,
tidak mungkin bisa masuk kecuali sambil sujud. Sebagian mereka berfikir untuk
mengejek dan mendurhakai perintah Allah itu.
Untuk mengganti sujud sebagi tanda syukur terhadap Tuhannya yang menolong
mereka dari musuh-musuh mereka dan taat kepada-Nya, tiba-tiba mereka memposisikan
pinggulnya untuk merangkak sebagai ganti dari sujud dengan dahi.
Sebagai pengganti dari kata hiththatun, sebagian mereka mengatakan hinthatun
yang artinya gandum. Tujuannya tiada lain untuk mengolok-olokkan perintah Allah.
Alangkah besarnya keinkaran seorang manusia yang baru saja melihat nikmat
Tuhannya turun lalu dia mendurhakai-Nya. Perbuatan maksiat tersebut memang hanya
sekedar ucapan dan sujud yang secara sepintas tidak merugikan mereka.
Namun Allah sangat murka terhadap mereka. Lalu Allah menurunkan tha‟un
yang kesekian kalinya terhadap mereka sebagi balasan atas kekufuran mereka, hingga
sejumlah besar dari kalangan mereka binasa. Mereka mati dalam keadaan maksiat dan
kufur.
Mereka tidak mendengar nasihat nabinya dan mereka tidak berdoa terhadap
Tuhannya. Nabi Yusya terdiam dengan penuh kesedihan dan penyesalan atas apa yang
dilakukan kaumnya. Rasa khawatir nabi atas kaumnya dan kesedihannya atas mereka
yang binasa seperti kekhawatiran dan kesedihannya atas anak-anaknya yang hilang.
Orang-orang mukmin pun menyesalkan atas binasanya para pemuda tersebut yang mati
dalam keadaan kafir terhadap Allah dan tidak memohon kepada Allah.
Sebagian dari mereka yang beriman memasuki Baitulmaqdis. Nabi Yusya tetap
menyertai mereka dan menetapkan hukum di kalangan mereka dengan syariat Allah,
dan kitab-Nya— yang pada masa itu adalah Taurat.
Yusya senantiasa menaggung rasa sakit dari mereka, keras kepala mereka dan
kekufuran mereka terhadap ayat-ayat Allah, dengan kesabaran dan penuh harap sampai
ia wafat ketika menginjak umur 127 tahun.
Sebelum wafat, ia telah melaknat Bani Israil dan mendoakan kejelekan untuk
mereka. Ia pun wafat dalam keadaan memendam benci terhadap kaumnya sebagaimana
bencinya Musa a.s.; karena mereka fasik, merubah firman Allah dan membunuh para
nabi tanpa alasan yang benar.
Maka Allah mengazab mereka dengan memberikan kehinaan dan kemiskinan
sampai hari kiamat.

53

Ketika Allah mengutus Muhammad Saw. dan menyuruhnya untuk
mendakwahkan Islam, mereka mengetahuinya, demikian juga anak-anak mereka.
Namun mereka tetap kafir dan berusaha untuk membunuhnya. Beliau pun terpaksa
mengalahkan dan mengusir mereka.
Pada masa Umar bin Khatab, Baitulmaqdis kembali berada di tangan orang
beriman walaupun kemudian direbut kembali oleh orang-orang yang berlaku maksiat
dari kalangan mukmin. Baitulmaqdis, senantiasa akan ada kelompok yang
memperjuangkannya. Mereka adalah tentara Islam termasuk pembaca diantaranya,
insya Allah.

Pelajaran Berharga:
1. Bersyukur pada Allah Swt. atas nikmat-Nya yang banyak
2. Takut hanya kepada Allah Swt.
3. Menjauhkan diri dari segala yang bathil dan merendahkan diri karena Allah
Azza wa Jalla.
4. Baitulmaqdis adalah amanah bagi setiap orang mukmin

54

11. SEMUT, BURUNG HUD HUD, DAN NABI SULAIMAN
Di dalam kerajaan Saba—yang terletak di bagian selatan Yaman—kesenangan
manusia menjadi sangat mahal. Mereka berada dalam ketakutan yang sangat besar.
Tidak ada seorang pun yang berani berbicara kecuali dengan berbisik. Ketenangan dan
keamanan sepertinya telah hilang dan tidak kembali lagi. Hal itu disebabkan karena raja
mereka adalah seorang manusia yang zalim. Hatinya seolah-olah terbuat dari karang dan
batu, keras tidak mengenal kasih sayang. Ia menempatkan bangsanya dalam kerendahan
dan kehinaan, sehingga ia suka dengan pertumpahan darah dan selalu bersenang-senang
di tengah-tengah suara kesakitan dan jeritan orang-orang yang lemah.
Di sebuah sudut negeri yang jauh, duduklah seorang wanita cantik yang bernama
Bilqis. Ia ikut merasakan kepahitan hidup yang muncul setelah terbunuhnya raja Saba
yang adil. Raja tersebut dibunuh oleh raja zalim yang kemudian menempati
kedudukannya pada singgasana kerajaan Saba yang agung. Bilqis teringat pada hari-hari
yang penuh keadilan dan kasih sayang yang telah lalu. Ia merasa sakit atas penderitaan
yang dialami oleh bangsa Saba yang sebelumnya merasa tenang, tidak pernah
mendapatkan aniaya dan siksaan dari rajanya.
Tiba-tiba dalam hatinya terlintas sebuah pemikiran. Lalu ia memutuskan untuk
melakukannya demi membebaskan negeri dari aniaya sang raja yang zalim dan
mengembalikan ketenangan ke negeri Saba dan bangsanya. Dengan segera ia
menghadap ke istana raja zalim itu, yang jika orang melihatnya akan merasa gemetar
hatinya, memalingkan matanya dan tidak akan bisa menguasai dirinya. Namun ketika
Bilqis datang, ia tersenyum kagum terhadap kecantikan Bilqis. Bilqis datang sambil
menyembunyikan suatu rencana dalam hatinya. Lalu ia menceritakannya dan kemudian
kembali pulang.
Kunjungannya terhadap raja itu terus berulang. Maka kecintaan sang raja
semakin bertambah, sehingga gambaran tubuhnya tidak bisa hilang dari ingatannya.
Setiap kali ia pergi, sang raja sangat merindukannya. Maka sang raja memutuskan untuk
menikahinya. Lalu ia meminta kesediaan Bilqis untuk menjadi istrinya dan seketika itu
juga Bilqis menyetujuinya.
Perayaan pun diselenggarakan di negeri Saba. Semuanya bersiap-siap untuk
memberangkatkan Bilqis yang cantik, seorang anak raja yang kekuasaannya berpindah
kepada raja mereka sekarang.
Tibalah waktu keberangkatan calon pengantin wanita ke rumah calon pengantin
pria. Bilqis datang dengan berpakaian pengantin. Ia tampak cantik melebihi indahnya
bunga. Ia bagaikan bagian dari rembulan. Raja pun menyambutnya dan mengumumkan
ke seluruh negeri Saba bahwa Bilqis telah menjadi istri raja.
Berbagai upacara dan perayaan telah berakhir. Para undangan telah kembali ke
tempatnya masing-masing dan istana telah dipenuhi dengan ketenangan yang
mengagungkan. Sang raja membawa istrinya ke kamar. Dengan segera, Bilqis
menghidangkan secangkir arak kepadanya. Ia pun meminumnya. Lalu ditambah lagi
dan dengan tak sabar ia kembali meminumnya, ditambah lagi dan terus ditambah hingga
akhirnya ia memasuki malam hari dalam keadaan sangat mabuk dan akalnya pun hilang.
Setelah itu, Bilqis perlahan mendekatinya untuk melakukan apa yang telah ia pikirkan
sebelumnya. Ketenangannya sudah hilang, seketika ia memotong leher raja zalim
tersebut. Kemudian ia memberikan isyarat kepada para pembantunya. Tatkala mereka
mendekat, diberikanlah kepala raja zalim itu kepada mereka, lalu mereka pergi
memberikan kabar gembira kepada penduduk Saba dengan kabar yang sangat

55

menyenangkan. Raja zalim telah terbunuh, maka Bilqis mengambil alih singgasana
kerajaan untuk mengembalikan keamanan, ketenangan, dan keadilan.
Diumumkanlah tentang kedudukan ratu Bilqis sebagai pemerintah negeri
tersebut dan yang menduduki singgasana agung yang telah ia hias menjadi sebuah
singgasana yang sangat indah dan mempesona.
***
Di tempat lain, Nabi Sulaiman sedang berdoa kepada Tuhannya, ―Wahai
Tuhanku ampunilah aku dan berilah aku kerajaan yang tidak patut dimiliki seorang pun
setelah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.‖
Allah mengabulkan doanya itu. Maka Dia memberi Sulaiman angin yang
mampu membawanya dari suatu tempat ke tempat lain dengan sekejap mata. Angin itu
selalu mentaatinya jika diperintah.
Ketika jin dan setan semuanya melayani Sulaiman, di antara mereka ada yang
menyelam kedalam lautan dan kembali membawa harta simpanan, yang lainnya
membangun istana dan tempat-tempat salat dan ada juga yang membangun sebuah
tempat yang dilengkapi dengan kuali besar untuk memasak makan bagi para tentara dan
orang-orang kafir.
Di samping itu, Allah mengajarkan kepada Sulaiman bahasa burung, hewan-
hewan dan binatang kecil. Ia dapat berbicara dengan mereka dan mereka pun dapat
berbicara dengannya. Ketika ia merasakan nikmat Allah tersebut ia mensyukuri-Nya,
tidak mendurhakai-Nya, dan mempersembahkan nikmat-nikmat tersebut dalam
kebaikan.
Keluarlah tentara Sulaiman dalam jumlah yang banyak, yang terdiri dari burung,
binatang liar, manusia dan jin serta udara, yang semuanya diperintahkan oleh Sulaiman.
Debu pun bertebaran ke atas langit, suara kaki terdengar keras dan Sulaiman berada di
bagian depan tentaranya yang besar itu. Di tengah-tengah suara gemuruh ini nabi
Sulaiman memberikan isyarat kepada tentaranya untuk diam dan berhenti. Nabi
Sulaiman mendengarkan suara yang pelan dari seekor semut kecil yang sedang berdiri
di permukaan lembah semut, memberikan perhatian kepada umatnya atas kedatangan
tentara tersebut. Ia berkata, ―Wahai semut-semut masuklah ke dalam sarangmu agar
kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya. Mereka tidak merasakannya.‖
Semut tersebut merasa khawatir terhadap saudara-saudaranya yang akan
terbunuh dan hancur terinjak kaki-kaki tentara Sulaiman yang banyak. Namun semut
tersebut telah mengetahui adilnya nabi Sulaiman. Sesungguhnya dia dan tentaranya
tidak akan membunuh semut atau yang lainnya kecuali jika mereka tidak merasakannya
atau tanpa sengaja.
Seketika itu, Sulaiman tersenyum gembira karena mendengar perkataan semut
yang menggambarkan jiwa tentara yang ikhlas dalam berbuat, memperingatkan
kaumnya dan memutuskan segala urusan kaumnya dengan adil dan penuh kasih sayang.
Kemudian ia bersyukur atas nikmat Allah tersebut dengan berdoa:
―Wahai tuhanku jadikanlah aku sebagai orang yang mensyukuri nikmat-Mu
yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku
mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke
dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.‖
Tentara itu terdiam sampai semut dan saudara-saudaranya masuk. Kemudian
Sulaiman menyuruh tentaranya untuk melanjutkan perjalanan.
Tentara Sulaiman merasakan kelelahan. Ia melihat sebidang tanah putih dan
indah seolah-olah merupakan tanah yang megah yang dipenuhi dengan sayuran. Ia

Namun mereka tidak menemukannya. aku telah mengetahui sesuatu yang tidak engkau ketahui.‖ jawab Hud Hud dalam keadaan meminta belas kasihan. Sulaiman mengarahkan tangannya ke arah kepala Hud Hud lalu bertanya: ―Kemana saja engkau pergi?‖ ―Tenanglah wahai nabi Allah. Hud Hud mengangkat kepalanya. 56 menginginkan untuk turun ke tanah tersebut dan menghentikan perjalanan tentaranya. Di tempat yang lain. Hud Hud tidak yakin bahwa manusia yang berakal dan berfikir mempersembahkan dirinya kepada selain Allah. Burung-burung itu pun memberitahukan berita itu kepada Sulaiman. menurunkan ekornya. Seorang ratu sedang duduk di atas singgasana. Namun lama- kelamaan ia merasa yakin tentang keadaan itu dan ia segera kembali untuk memberitahu Sulaiman tentang apa yang dilihatnya. Perasaan bersalahnya sama seperti seorang tentara yang bersalah ketika melanggar perintah panglimanya. begitu juga orang-orang yang ada di sekitarnya. dari kejauhan burung-burung itu melihat Hud Hud telah datang dengan mahkotanya yang tetap menghiasi kepalanya dan dengan paruhnya yang panjang yang sering digunakannya mengeluarkan ulat dan mencari air. Ia sangat berduka ketika teringat bahwa ia tidak meminta izin kepada Sulaiman dalam perjalan yang jauh tersebut. Secara samar-samar. dan merendahkan sayapnya di atas tanah sebagai tanda hormat. Lalu burung-burung itu menghampiri dan memberitahunya tentang apa yang terjadi pada Sulaiman.‖ *** Di tanah Allah yang luas dan di bawah langit-Nya. Hud Hud melanjutkan perkataanya: . Hud Hud menyerahkan kendali sayapnya kepada angin sehingga tidak disadari. ia dibawa oleh angin seolah sedang berenang di udara sebagaimana ikan-ikan berenang di air. Orang-orang sedang bersujud kepada selain Allah pencipta bumi dan langit. Ia pun mencari Hud Hud tersebut namun tidak menemukannya. Ceritanya sekarang adalah antara Hud Hud dan manusia. kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas. Sulaiman marah dan berkata. Ketika dalam kedaan seperti itu tiba-tiba ia melihat suatu keadaan yang mengagetkan. Di hadapan Sulaiman. Sementara burung Hud Hud yang menjadi penunjuk nabi Sulaiman dalam mencari air. ―Mengapa aku tidak melihat Hud Hud. tidak ada di tempat. ataukah memang dia tidak ada di sini?‖ Burung-burung yang lain mencari Hud Hud ke setiap tempat. Nabi Sulaiman merasa heran atas berita Hud Hud. Hud Hud sedang berputar- putar dengan kedua sayapnya. Kesedihan dan rasa takutnya itu hampir saja membunuhnya. burung-burung sedang mencari Hud Hud khawatir ia tertimpa hukuman atau dibunuh setelah ia keluar tanpa izin. ia sudah sampai ke negeri Saba. Pertama kalinya ia merapatkan kedua sayapnya dan menghimpunnya. lalu mengembangkannya kembali setelah itu ia memasukkan kepalanya ke dalam tubuhnya dan terakhir membalikkan kedua sayapnya seperti orang yang sedang melakukan atraksi dengan baik dan tidak takut jatuh dari ketinggian. Ia berkata. namun mereka juga tidak menemukannya. dan bukan seorang raja. aku baru datang dari negeri Saba membawa berita yang meyakinkan. jauh dari tentara Sulaiman yang ia tinggalkan sejak beberapa jam yang lalu ketika ia berada di udara. Ia terbang bersama mereka dengan penuh ketenangan dan disertai hati yang riang hingga sampai ke majlis nabi Sulaiman. ―Akan aku hukum ia dengan hukuman yang berat atau aku sembelih ia. Orang-orang menginginkan air karena mereka pun kehausan.

” (QS Al-Naml [27]: 24). 57 “Sungguh kudapati seorang perempuan yang memerintah mereka (kaumnya) dan ia dianugrahi segala sesutu serta memiliki singgasana yang besar. Ia menutup pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranajang untuk beristirahat dari kepayahan di siang hari. janganlah engkau berlaku sombong kepadaku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang muslim (yang berserah diri). Mereka tidak bersujud kepada Allah yang telah menciptakan matahari dan bulan. Ketika mereka sudah berkumpul lengkap. Bilqis berkata: “Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia. „Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. sebagaimana yang diperintahkan Sulaiman. Lalu burung- burung itu membiarkan Hud Hud pergi sendiri membawa surat Nabi Sulaiman kepada ratu Bilqis dan kaumnya yang menyembah matahari. Keberangkatannya berbarengan dengan nabi Sulaiman menulis surat untuk Bilqis ratu Saba. Lalu Hud Hud pergi menjadi petunjuk bagi orang-orang untuk mencari air.” (QS Al-Naml [27]: 29-31). Semuanya datang dengan berjalan cepat sambil saling bertanya tentang apa yang terjadi. bukan kepada Allah. Kemarahan Nabi Sulaiman pun hilang dan berkata: “Akan kami lihat apakah kamu benar atau termasuk yang berdusta. Semerbak harum minyak kesturi dari surat itu menusuk hidungnya. Bilqis sudah masuk ke kamar tidurnya. di mana ia mengatur segala urusan kerajaannya. tetapi langsung memanggil para menterinya. Ia melihat adanya perhatian pada diri mereka. Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman yang isinya. Sebelum buyar rasa herannya. langit dan bumi serta isinya. lalu perhatikan apa yang mereka bicarakan. ― Benarkah itu?‖ “Aku dapati dia dan kaumnya menyembah matahari. dan penelitian.” (QS Al-Naml [27]: 23). Burung itu masuk lewat salah satu lubang tempat masuknya sinar matahari ke dalam kamar tidur sang ratu. Nabi Sulaiman bertanya lagi. Ia menatap atap kamarnya sambil terus memikirkan tentang sebagian masalah negeri Saba.” (QS Al- Naml [27]: 27). ahli pengetahuan. Inilah yang membuat Hud Hud sedih melihat manusia bersujud kepada matahari dan menyembahnya. lalu jatuhkanlah kepada mereka. Hud Hud pergi ke Saba disertai oleh burung-burung yang lainnya. Bilqis bergumam: ‖Utusan raja itu seekor burung Hud Hud. Lalu ia mengawasinya untuk meyakinkan apa yang dilihatnya itu. lalu berkata: . Lalu ia memanggil Hud Hud dan meletakkan surat itu pada paruhnya sambil berkata: “Pergilah engkau dengan membawa suratku ini. Ia terdiam sejenak dan memandang wajah-wajah orang yang hadir. Ia melemparkan suratnya ke atas tempat tidur sang ratu. Hud Hud memperhatikannya dengan mencuri-curi pandang sambil menghela nafas dengan tenang dan menakjubkan. Ia melihat tulisan Sulaiman lalu membacanya. sungguh ia merupakan raja yang menakjubkan‖. serta para dewan permusyawaratan. bukan kepada Allah. para pembesar kerajaan yang terdiri dari ahli pikir. ratu Bilqis membuka surat itu. Ketika ia hanyut dalam pikirannya itu tiba-tiba ia melihat sebuah bayangan. Tiba-tiba ia melihat seekor burung Hud Hud telah menghampirinya. Ia tidak menunggu sampai subuh tiba. kemudian pergilah dari mereka.” (QS Al-Naml [27]: 28).

Kali ini ia datang membawa berita yang diperintahkan. Ketika utusan itu tiba. 58 ”Wahai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam perkaraku ini. dan barang-barang berharga serta mutiara. keajaiban lautan terlihat memenuhi tempat itu. ia tidak mengetahui bahwa Hud Hud berada di tempat yang dekat untuk menyaksikan kejadian-kejadian yang akan ia sampaikan secara keseluruhan kepada nabi Sulaiman.” (QS Al-Naml [27]: 34-35). ia pun berkata. dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu. dan demikian yang akan mereka perbuat. harta benda baru dan hadiah yang pantas untuk raja Sulaiman yang nampak dari suratnya bahwa ia mempunyai kekuatan. dan pembunuhan. Bilqis meminta dipanggilkan salah seorang pembesar yang paling mulia di kerajaan Saba. Nabi Sulaiman menyuruhya untuk berpaling dan menunggu kedatangan utusan dari ratu Saba beserta hadiahnya. Jika ia menerimanya maka mereka akan tahu bahwa Sulaiman hanyalah seorang raja dan jika ia menolaknya berarti ia adalah seorang nabi yang ingin mengislamkan mereka karena Allah Swt. Pembesar itu bersiap-siap untuk pergi menuju Sulaiman.” (QS Al-Naml [27]: 36). Di samping itu. Tapi manis muka Sulaiman dan senyumannya menjadikan ia kembai tenang. aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan membawa hadiah. tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Ada juga yang membawa barang- barang dengan suara-suaranya yang terdengar namun tidak dapat dilihat yang memegangnya. tetapi keputusan berada di tanganmu. Salah seorang di antara mereka menjawab. Pendapat untuk berperang tidak mengagumkan Bilqis. “Apakah kamu akan memberikan harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu. pertumpahan darah. tubuhnya mendadak gemetar dan takut. “Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang). Harumnya minyak kesturi telah memenuhi ruangan istana. Bahkan ia mendahului sang menteri pembesar terbang menuju nabi Sulaiman di Syam. Seketika itu juga ia menyadari bahwa hadiah yang ia bawa dari ratu Saba tidak ada harganya. Ia telah melakukan perjalanannya menuju Saba. . mereka tentu membinasakannya dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina. yaitu jin. untuk didengar Sulaiman. Kemudian ia menyuruhnya pergi ke tempat Sulaiman untuk menyerahkan hadiah kepadanya dan kembali dengan membawa balasan. Terlihat olehnya tentara dari jenis burung. kerugian. sebab di dalam perang akan terjadi kebinasaan. “Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukan suatu negeri. Ketika nabi Sulaiman melihatnya. Namun ia tetap mengeluarkannya untuk dipersembahkan kepada Sulaiman sekedar melaksanakan tugas dari ratunya. Ia telah mengumpulkan barang-barang berharga. Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majlisku. hewan. nabi Sulaiman mengizinkannya untuk masuk. Laki-laki itu melihat ke sekitarnya dengan penuh kekaguman. Dan pada saat masuk inilah. kemewahan dan kemajuan. Demikian juga bangunan-bangunan yang tinggi yang tak bisa dicapai oleh manusia semuanya terdapat di sini. pulang pergi sebanyak dua kali. maka pertimbangkanlah apa yang engkau perintahkan. Ini merupakan yang ke empat kalinya perjalan Hud Hud dalam waktu sehari semalam. Ia menyampaikan kejadian dan perbincangan antara Bilqis dan para menterinya.” (QS Al- Naml [27]: 32). dan binatang buas sedang bercakap-cakap.” (QS Al-Naml [27]: 33). Ia memberitahu nabi Sulaiman bahwa akan datang seorang laki-laki dari para pembesar Saba yang paling mulia dengan membawa hadiah. Sungguh.

ia mengumumkan keberangkatannya. Ia berkata: “…ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku. sesungguhnya kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak akan mampu melawannya. Lalu keluarlah ratu yang cantik. maka sesungguhnya ia bersyukur untuk kebaikan sendiri. Dari kejauhan. Ia menceritakan segala yang ia lihat dari kerajaan Sulaiman yang kaya raya lalu menyampaikan penolakan Sulaiman dan ancamannya dengan pengiriman tentara kepada ratu Bilqis. Nabi Sulaiman menunggunya untuk menanti kabar keimanannya beserta kaumnya terhadap Allah. 59 ‖Tuanku!‖ kata utusan Bilqis. Nabi Sulaiman berkata kepada orang-orang yang ada disekitarnya: ―Wahai para pembesar! Siapakah diantara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku dalam keadaan muslim (berserah diri).” (QS Al-Naml [27]: 39). Iprit dari golongan jin berkata: ”Aku yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu. Setelah segalanya siap. Namun ia khawatir dengan singgasananya sehingga ia mengunci pintu-pintunya dan menempatkan para penjaga yang keras lagi kuat. dan barangsiapa ingkar. “Kembalilah kepada mereka. Utusan itu membawa hadiahnya dan kembali ke negeri Saba dengan dipenuhi rasa takjub.” (QS Al-Naml [27]: 38). Al-Naml [27]: 41) . apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat- Nya). Seorang yang mempunyai ilmu dan iman berkata: ‖Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip. *** Adapun Hud Hud. maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia. Singgasana itu benar-benar indah. ia telah menyampaikan ciri-ciri singgasana Bilqis kepada Sulaiman yang pembuatannya telah dilakukan oleh para pekerja dan artsitek yang ahli. ini bukan seorang raja. sudah nampak ada orang yang bertugas melihat dan mendengar kabar kedatangan Bilqis yang cantik menuju kerajaan yang kaya raya. Sang ratu berkata: ―Demi Allah. Nabi Suliman berkata:‖ Benarkah? ‖ Ia berkata: ―Lihatlah di sebelah kanan. Ia berkata kepada orang disekitarnya: “Ubahlah untuknya singgasananya. Barangsiapa bersyukur.” (QS Al-Naml [27]: 40). Kita tidak akan bisa memeranginya dan mesti harus beriman kepadanya‖.” (QS Al-Naml [27]: 40). untuk diberitahukan kepada nabi Sulaiman. Ia pun bersiap-siap untuk pergi dari kerajaannya menuju kerajaan Sulaiman. kita akan melihat apakah ia (Bilqis) mengenal atau tidak mengenalnya lagi. yakut merah dan hijau dan mutiara. dan tiba-tiba singgasana itu sudah berada sebagaimana ciri-ciri yang dijelaskan oleh Hud Hud. Ia bersyukur lalu menundukkan kepalanya penuh dengan ketawadhuan. wahai Nabi!‖ Ia melihatnya. Bilqis dengan menggunakan tunggangan kerajaan yang pantas baginya untuk melakukan perjalanan yang paling menakjubkan selama hidupnya. dan sungguh aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya. Ia ingin mendatangkannya kehadapan nabi Sulaiman untuk menjadi bukti atas kenabiannya dan menjadi petunjuk atas adanya kekuasaan Allah.” (QS. dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba) secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina.” (QS Al-Naml [27]: 37). pada singgasana itu terdapat emas dan perak.

Iman kepada Allah satu-satu-Nya tidak ada sekutu bagi-Nya. ini adalah singgasanamu. sebagai pengganti dari maksiat kepada- Nya. Tatkala Bilqis melihat air yang mengalir di bawah istana. Selain Allah. menetapkan kenabian Sulaiman dan menengadahkan kepalanya ke langit.” (QS Al-Naml [27]: 44). Setelah itu. seraya berkata: “Ya Tuhanku. Mereka pun bangkit membangunnya. Lalu menundukkan pandangannya darinya. Singgasana tersebut mirip kepunyaannya. Keimanan pun sudah memasuki hatinya. kalau bukan dengan kekuasaan Allah? Bagaimana perjalanan yang jauh itu bisa dipersingkat menjadi sekejap mata dan singgasana yang berat dapat dibawa? Ini tiada lain merupakan bantuan angin yang telah ditundukkan Allah bagi Sulaiman. 6. Mengajak kepada agama Allah di setiap waktu seperti yang dilakukan oleh burung Hud Hud. Hari demi hari dan malam demi malam telah berlalu. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah. Pelajaran Berharga: 1. sungguh aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Maka seketika itu jiwanya semakin kuat dengan iman. Ia pun membalikkan pandangannya ke arah itu. Nabi Sulaiman berkata: “Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca. menundukkan angin. Di dalamnya. rahasia-rahasia dan hal-hal yang membuat ia heran. Hampir saja kesadarannya hilang dan hatinya sangat heran. Kemudian Nabi Sulaiman mengajaknya ke tempat dimana ia meletakkan singgasananya setelah ia merubah sebagian penampilannya. Sulaiman mengajaknya ke istana yang telah dibangun untuk diperlihatkan kepadanya. .‖ Kata Sulaiman. Lalu ia berkata: “Seperti inikah singgasanamu?” (QS Al-Naml [27]: 42). ia langsung mengangkat bajunya hingga kelihatan kedua betisnya. Maka akhirnya ia beriman kepada Allah. Mengerahkan segenap kesungguhan dan jiwa demi tegaknya agama Allah. Ia berada di dalam kerajaan Sulaiman selama berhari-hari. Bagaimana mungkin singgasana yang sangat kuat bisa dibawa oleh seorang nabi. 2. Allah Swt. ia tidak tahu bahwa air itu mengalir di bawah kaca. Sementara sang ratu melihat segala keajaiban yang belum ia lihat bandingannya. tapi bagaimana mungkin? Ia telah menutup pintu-pintunya? Ia berkata dengan sangat cerdik: ―Sepertinya ini singgasanaku!!‖ ―Benar. Maka bangunan itu selesai dalam waktu yang sangat singkat dan dengan bentuk yang sangat elok. 60 Sulaiman menyuruh tentaranya dari kalangan manusia dan jin untuk membangun istana yang tinggi—yang terbuat dari kaca—agar menjadi hal baru yang menakjubkan di dalam kerajaannya. semua makhluk tidak bisa memberi manfaat dan bahaya. sampailah tunggangan ratu Bilqis di kerajaan sulaiman dan ia pun melihatnya. Sulaiman menyambutnya dengan muka yang manis dan senyum yang menawan. Ia mengira kedua kakinya akan hanyut ke dalam air dan kotor kena tanah. jin burung dan binatang buas untuk nabi-Nya. Maka ketika masuk. ia melihat keajaiban-keajaiban. Tidak ada yang mengetahui hal-hal yang gaib kecuali Allah. 4. Mensyukuri nikmat karena Allah Swt. Ia cantik sebagaimana yang disebut- sebut oleh mereka. Tuhan seluruh alam. Mahakuasa terhadap segala sesuatu. manusia. 3. Maka Bilqis semakin bertambah takjub.” (QS Al-Naml [27]: 44). 5.

61 12. Tidak ada bekas-bekas kehidupan dan juga bangunan. bagaikan pengantin perempuan yang mereka bunuh di hari kepergiannya ke rumah pengantin pria. Rumah-rumah sudah tidak berguna. Ia heran dan bertanya- tanya bagaimana A llah Swt. Ini merupakan akibat dari kekufuran mereka terhadap Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Di dalamnya. Bani Israil yang telah mengundang azab dan kehancuran dengan dosa-dosanya. dan bagaimana mengembalikan kehidupan berikutnya pada tulang-belulang yang sudah lapuk. seolah-olah tidak ada kemewahan sebelumnya. karena telah membuat-Nya murka. Sehingga mereka ditimpa azab yang pedih. Negeri mereka. Namun orang-orang Yahudi tersebut malah membunuh dan mendustakannya. Sebelumnya. ia keluar untuk mencari rezeki. hatinya merasa sedih dan menangisi kaumnya. Padahal. Ketika ia melihat bukti keruntuhan dan kehancuran itu. orang-orang Yahudi banyak melakukan kerusakan di muka bumi. Yang ada hanyalah sisa-sisa keruntuhan dan kehancuran. Tangan-tangan jahat pun meluas sampai ke Baitulmaqdis. Uzair mengeluarkan tempat makanannya. Mereka menyembah berhala dan ingkar terhadap Allah. yang dijadikan tempat bagi ulat-ulat untuk meyantap makanan serta berjalan-jalan di atasnya. Nabi demi nabi datang silih berganti. Tulang-belulang lapuk yang berserakan dari sisa-sisa bangkai Bani Israil yang terbunuh adalah sebagai bukti nyata atas perbuatannya itu.s. ―Bagaimana Allah menghidupkan negeri ini setelah hancur?‖ Laki-laki itu melihat bukti kehancuran dan keruntuhan. Namun Allah Swt. mendengarnya. Tidak lama kemudian. Uzair tertidur dan tidak tahu bahwa tidurnya akan lama hingga seratus tahun atau satu abad. wafat. Orang yang melihatnya hanya bisa merasakan sedih atas kehancurannya. dan bangkai yang sudah menjadi tanah. Negeri itu menjadi negeri yang kosong dari penduduk. Ia hendak menyantap makanannya itu. Telah lama ia mengingatkan mereka dengan siksa akibat adanya kekufuran dan pembunuhan terhadap para nabi. Maka Allah mengutus seorang raja dari Persia yaitu Bukhtanashar yang berhasil membunuh seribu orang Bani Israil. sebelumnya negeri tersebut penuh dengan kehidupan dan kesenangan. Allah telah mengutus para nabi untuk mereka. Dan di antara mereka yang masih hidup dijadikannya sebagai pelayan dan hamba sahaya bagi dirinya dan bagi kaumnya. Di Baitulmaqdis—setelah mengalami kehancuran dan keruntuhan serta menjadi negeri mati—terdapat seorang hamba yang saleh yaitu Uzair. Atap-atap rumah berjatuhan menimpa dinding-dinding yang roboh dan perabot rumah serta perhiasan tampak berserakan. Mustahil kehidupan akan kembali di negeri seperti ini. . Baitulmaqdis pun hancur. telah dilaknat oleh Allah Swt. tidak terdengar lagi suara penduduk. Dengan menunggangi keledainya. KELEDAI NABI UZAIR Setelah nabi Musa a. Namun kehancuran Baitulmaqdis telah membuatnya khawatir. hancur berantakan dan para penduduk telah memindahkannya. sehingga Bukhtanashar dan tentaranya membinasakannya. Dia berkehendak untuk memperlihatkan bagaimana Dia menghidupkan yang telah mati. Ia adalah seorang mukmin yang hafal Taurat. Mereka menjadikan Baitulmaqdis sebagai tempat yang tidak berguna lagi. Ia bergumam. Tetapi mereka tidak mengikuti petunjuk dan nasihatnya. mengembalikan kehidupan di negeri tersebut setelah matinya segala macam kehidupan.

Tulang-belulangnya tersusun dan bersatu kembali dengan kehendak Allah sehingga Allah membalutnya dengan daging. Mereka lupa terhadap Taurat yang telah diturunkan kepada nabi Musa a. Kehidupan dan kesenangan di Baitulmaqdis kembali seperti semula. dengan tujuan agar tersusunnya tulang-belulang itu dapat dilihat oleh Uzair sehingga ia mengetahui jawaban dari pertanyaanya: “Bagaimana Allah menghidupkan negeri ini setelah hancur?” Kemudian tulang-belulang keledai itu tersusun. yaitu keimanan yang telah ditinggalkan Bani Israil.” jawabnya. Di depannya sudah berada seorang malaikat yang bertanya: “Berapa lama engkau tinggal di sini?” Adapun ketika Uzair mulai tidur. Lalu Allah meniupkan ruh kepadanya. bagaimana Kami menyusunnya kemudian kami membalutnya dengan daging.‖ Uzair merasa aneh dan heran. kecuali satu hal yang hilang dari hati dan tidak pernah kembali.s. Uzair pun kembali hidup. Ia tidak menemukannya. Allah meniupkan ruh ke dalam akal. Lalu malaikat memanggil tulang-belulang itu dan terkumpullah tulang-belulang itu. Bukhtanashar pun telah meninggal dan pemerintahan telah di pegang oleh orang-orang yang adil. Uzair sendiri tinggal tulang-belulang lapuk yang berserakan. maka keledai itu pun mengeluarkan suara. Makanan itu dijaga oleh Allah Swt. tidak berubah. Adapun makanannya. terpisah-pisah di setiap tempat. 62 *** Di Baitulmaqdis kehidupan telah kembali lagi setelah Allah menghilangkan azab-Nya terhadap mereka. Allah membalutnya dengan kulit dan bulu hingga menjadi seekor bangkai. ia berkata kepadanya: ―Lihatlah makananmu belum berubah. “Aku tinggal di sini hanya sehari atau setengah hari. Dan ia yakin bahwa dirinya telah mati selama seratus tahun yang kemudian Allah membangkitkannya. berarti sudah masuk waktu zuhur. Ketika malaikat melihat ia merasa heran dan aneh. kecuali tulang- belulang lapuk yang berserakan. Kemudian Allah memerintahkan tulang-belulang Uzair itu untuk bersatu kembali. hati dan mata Uzair agar bisa melihat proses penciptaan-Nya. Malaikat berkata lagi.” kata malaikat. Ia berkata: . “Lihatlah keledaimu. masih tetap seperti semula. mencari keledainya. dan makanan itu pun benar belum berubah. Keledai yang pernah ia tunggangi tinggal tulang-belulang yang lapuk seperti tulang- belulang yang ia lihat sebelum ia mati. Malaikat berkata lagi. Dan Allah membangkitkannya sore hari sebelum matahari terbenam. Kami bermaksud menjadikanmu sebagai tanda kekuasaan Kami (Allah) bagi manusia. Di sinilah segala keraguan Uzair hilang. Malaikat itu memanggilnya dengan kehendak Allah. Selama Uzair mati tak seorang pun yang menoleh dan membangunkannya. Ia mengetahui bahwa Tuhannya Mahakuasa terhadap segala sesuatu. Maka ia mengira bahwa ia tidur hanya beberapa jam atau sehari penuh. Maka tulang-belulang itu pun menyatu. Ia duduk bersila dengan stabil. merubah dan menulisnya kembali dengan tangan-tangan mereka yang merajut kebohongan dan kepalsuan terhadap Allah dan rasul-Nya. Ia semakin heran.” Uzair menoleh. ―Engkau telah tinggal seratus tahun.” Lalu Uzair melihat makanannya. Mereka mengganti. selama seratus tahun. Manusia tidak mungkin bisa tidur satu abad penuh!! Ini tiada lain karena kehendak Allah. “Lihatlah tulang-belulang keledai itu. sinar matahari dalam keadaan terik.

bukan lagi yang ia kenal dan bukan lagi mereka yang mengenalnya. Wanita itu baru yakin bahwa ia adalah Uzair. Maka umur anaknya sekarang seratus delapan belas tahun. Allah telah mematikanku selama seratus tahun. Namun anaknya yakin bahwa Uzair adalah yang sedang berdiri di depannya. Jika beliau mendoakan orang sakit maka Allah menyembuhkannya.‖ jawab si wanita itu sambil menangis. Sehingga umur anak lebih tua daripada bapaknya. dan kelihatan takjub. Namun ia tetap belum percaya terhadap apa yang ia dengar. Dan mereka pun berdiri. kemudian membangkitkannya kembali. Orang-orang sudah melupakannya. Uzair terus melanjutkan perjalanannya untuk menghabiskan sisa umurnya yang telah terhenti selama seratus tahun. Orang-orang yang ada. ia masih mengenalinya. Ia adalah pelayannya yang ditinggalkan ketika berumur duapuluh tahun. lalu Dia membangkitkanku lagi. Rumah-rumah telah berubah. Dan orang-orang yang hadir pun percaya bahwa Uzair adalah tanda kekuasaan Allah dalam membangkitkan orang yang sudah mati. Jika engkau Uzair pasti aku masih mengenalimu. Untuk itu. Memang tidak masuk akal jika dilihat dari segi umur anak-anaknya. dan Allah pun mengabulkannya sehingga wanita tua itu dapat melihatnya. Lalu Uzair bertanya: ―Apakah ini rumah Uzair?‖ ―Sejak seratus tahun yang lalu. ―Sejak seratus tahun yang lalu. . lebih kecil daripada mereka.‖ lanjut si wanita itu. Lalu Uzair memegang tangan pelayannya yang sudah tua itu dan pergi bersamanya menuju ke suatu majlis yang di dalamnya terdapat anak-anaknya. Mereka berjalan dengan tongkat sedangkan Uzair masih muda. berdoalah kepada Allah agar Dia mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat lagi.‖ Allah Mahakuasa untuk menghidupkan kembali yang mati dan mengembalikan kehidupan pada tulang-belulang yang sudah lapuk. Sebagaimana firman Allah: ―Agar Kami menjadikanmu sebagai tanda kekuasaan Kami.” (QS Al-Baqarah [2]: 259). Yang membuat takjub adalah bahwa seorang bapak berjalan di belakang anak-anaknya. *** Uzair menunggangi keledai. Uzair selalu dikabulkan doanya. lalu ia berkata: ―Ini adalah Uzair!!‖ Tapi mereka tidak percaya terhadap kata-kata wanita tua itu. Hal ini menjadi bukti atas kebenaran ucapan Uzair bahwa Allah telah mematikannya selama seratus tahun. Uzair berkata kepadanya. Wanita tua itu sangat mengenal Uzair dan masih mengingat paras wajahnya. aku belum pernah mendengar lagi orang yang menyebut Uzair. Tidak ada sesuatu pun yang tetap seperti semula. Ia mencari tahu tentang keadaan rumahnya hingga akhirnya ia menemukannya. 63 ―Aku mengetahui bahwa Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu. Sang pelayan tua menyeru mereka. Ketika sudah mendekati rumahnya. ―Aku adalah Uzair. ia melihat seorang nenek buta yang sudah berumur seratus duapuluh tahun.‖ Wanita itu pun membuka kerut keningnya. Mereka adalah para pembesar yang sudah tua. kami belum mendengar Uzair. kembali ke negerinya untuk melihat perubahan segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Maka. ketika ia melihatnya ternyata benar. Lalu Uzair berdoa kepada Allah agar mengembalikan penglihatannya. Uzair meninggalkan anaknya ketika berumur delapan belas tahun.

Setelah keduanya dijadikan sebagai tanda kekuasaan Allah dalam menghidupkan kembali orang mati dan membangkitkan mereka dari dalam kubur pada pase berikutnya. 2. jin dan semua yang hidup selain Allah akan mati. Mereka mengatakan: ―Uzair adalah anak Tuhan. Mahahidup lagi tidak akan mati. berfirman: “Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya. „Saya mengetahui bahwa allah Mahakuasa atas segala sesuatu.‟ Allah berfirman.” (QS Al-Baqarah [2]: 259). Iman kepada hari kiamat. „Aku tinggal di sini sehari atau setengah hari. 3. Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Kekuasaan Allah dalam mengembalikan makhluk dan kehidupan dari tulang- belulang yang sudah lapuk.‟ Maka ketika telah nyata baginya. „Berapa lama engkau tinggal di sini?‟ Dia (orang itu) menjawab. Allah Swt. Yang tidak beranak dan tidak diperanakan. kebangkitan dan tempat kembali. Dan (Allah) bertanya. . dia pun berkata. 64 Uzair pergi untuk menulis kembali Taurat yang benar setelah orang-orang merubahnya. orang Yahudi memaknainya lain. „Tidak! Engkau telah tinggal selama seratus tahun. Kali ini merupakan kematian terakhir yang akan dibangkitkan kembali di hari kiamat. Ia segera menulis ulang Taurat itu. Kemudian setelah itu ia meninggal dunia. Pelajaran Berharga: 1. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah. Allah Swt. Demikian juga keledainya. dia berkata: „Bagaimana Allah menghidupkan negeri ini setelah hancur?‟ Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun. Lihatlah tulang-belulang keledai itu. Sedangkan manusia. bagaimana Kami menyusunnya kembali. Ia mengeluarkan Taurat lama dari sebuah tempat dimana ia dan bapaknya memendamnya. kemudian Kami membalutnya dengan daging. tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang- belulang). Ia maha esa. Tidak ada sekutu baginya. Ia tidak mempunyai anak. kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali.

Ubannya sudah menyebar keseluruh rambut hingga kelihatan putih. Maka raja pun menyetujui usulan tadi. Jika sihir itu hilang. Ini terjadi sebelum datangnya Islam. Di Tempat tersebut. Karena Islam jelas mengharamkannya. Punggungnya sudah bungkuk dimakan lamanya zaman.‖ Kalimat tersebut bagaikan anak panah yang diarahkan pendeta kepada hati Abdullah. Kemudian ia menyuruh para pembantunya agar memilih seorang anak cerdas di daerah kekuasaannya. Lalu dimullailah pembelajaran sihir. Tetapi sekarang umurnya sudah hampir berakhir. Sesungguhnya manusia menyembahku karena bantuan sihirmu. wahai penyihir negriku? Aku tidak bisa melakukan tipu daya tanpa bantuanmu. Sehingga jika aku mati. bahkan akan menjadi orang terkaya setelah raja serta dapat tercapai segala yang diinginkan. dan seketika teringat bahwa dialah yang telah membantu raja—dengan kekuatan sihirnya—untuk mengatakan kepada manusia bahwa dia (raja) adalah tuhan mereka. Pada hari pertamanya. ŷ hayyu ŷ qayŷ m. 65 13. Aku akan mengajarkan sihirku agar ia bisa menggantikanku dan membantu menyuruh manusia menyembahmu. BINATANG ASHABUL UKHDUD Seorang penyihir tua berjalan dengan menggunakan tongkatnya. terpilihlah Abdullah bin Tamir seorang anak kota yang cerdas. Di dekat istana raja. sehingga si penyihir itu merasakan nafasnya kembali lega. ŷ kĥliqu al-sam ̂ŵti wa al ardhi (tidak ada Tuhan selain Allah. Gema suaranya ) Ashabul Ukhdud: Para pembuat parit . umurku sudah menjelang akhir. sihirku tidak akan mati dan manusia tetap menyembahmu. Baju-bajunya baru. nampak tanda-tanda usia tua. sang pendeta memisahkan diri dari orang lain dengan tujuan semata-mata demi ibadah kepada Allah. Abdullah pergi ke penyihir dengan rasa senang dan gembira karena mendapatkan sebuah anugrah. si penyihir sebentar lagi akan mati. Tulangnya menjadi lebih lemah daripada tulang anak kecil. sebaiknya engkau memilih seorang anak kecil. ia mendengar pendeta itu berdzikir menyebut Tuhannya dengan ucapan: “La il̂ha illa Allah. wahai Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dan ketika raja melihatnya. Si penyihir tua memasuki istana raja. untuk dijadikan penyihirnya yang baru. yang senantiasa merasa tenang ketika mendengannya. hartanya banyak dan ia akan menjadi seorang penyihir raja yang ditakuti manusia. Raja tidak menemukan jalan lain kecuali usulan tersebut. maka aibnya akan terbuka dan orang-orang akan mengetahui bahwa ia hanya sekedar manusia biasa seperti mereka. Benar. ia menatapkan kedua matanya. ia pun langsung berdiri menyambut dan membantunya duduk.‖ ―Wahai tuanku. Kesehatanku semakin hari semakin menurun. Ia juga akan menjadi seorang laki-laki terkenal di seluruh daerah kerajaan. Pada tubuhnya. Setiap hari. wahai Pencipta langit dan bumi). setiap kali Abdullah melewati sang pendeta. Sang raja lalu menatapnya sambil berkata: ―Apa yang bisa aku lakukan sepeninggalmu. Dan akhirnya. Tak sehelai pun rambutnya yang berwarana hitam. wahai Yang Mahahidup. Kelemahannya sebagai tanda bahwa kematian akan segera menghampirinya. Menurutku. *** Jalan dari rumah Abdullah ke tempat penyihir melewati tempat peribadatan seorang pendeta.‖ jawab si penyihir. sementara ia tidak bisa melakukan tipu daya tanpa dirinya.

Tiba-tiba dengan tak disadari lisannya terucap: ―Aku beriman kepada Yang Mahahidup dan Maha Berdiri Sendiri. Dan raja itu hanya manusia yang lemah. Doa itu terdengar bagaikan mutiara prosa. wahai Pencipta langit dan bumi). Sehingga perjalanannya pun hanya menuju sang penyihir.‖ kata Abdullah. Bahkan ia membutuhkan makanan jika lapar. wahai Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya).‖ Abdullah berkata: ―Allah…. Apa yang nampak hanyalah merupakan tipu daya besar bagi penduduk kerajaan. raja. Si penyihir kecil mengetahui adanya perkara yang besar antara penyihir. sang pendeta berpesan: ―Wahai Abdullah janganlah engkau beritahu orang lain tentang keberadaanku. ia telah menjadi dewasa dan kedewasaannya melebihi orang dewasa yang kafir terhadap Allah. wahai Yang terus- menerus mengurus makhluk-Nya. tiba-tiba terdengar lagi suara: Ŷ hayyu ŷ qayŷ m (wahai Yang Maha Hidup. Ia baru saja mendengar lagi suara pendeta di telinganya: “La il̂ha illa Allah.‖ jawab Abdullah. dan memerlukan obat jika sakit.‖ Pahamlah Abdullah.‖ Air mata Abdullah mengalir membasahi kedua pipinya. wahai Yang Mahahidup. kepalsuan. tidak bisa memberikan manfaat dan bahaya kepada seseorang. . Abdullah menangis. Maka ampunilah aku dan sayangilah diriku. Dia Tuhan Yang Mahaagung. 66 terdengar berulang-ulang di telinga Abdullah. Kata-katamu sungguh mengagumkanku. bagaimana aku menyembah Allah. Ia berkeinginan keras untuk masuk ke dalam gua. dan angan-angan semata. Lalu akan hilanglah keimanan di muka bumi. ŷ hayyu ŷ qayŷ m.Engkau adalah Tuhan. Aku dengar ucapanmu itu. dan sihirnya.Tuhan langit dan Tuhan bumi…. penciptamu.dan Engkau adalah Tuhan. Karena imannya.‖ ―Aku akan mengikuti perintah orang yang telah memberiku petunjuk tentang Allah yang Maha Esa. Sembunyikanlah imanmu dari orang-orang. Jika raja itu mengetahui keadaanmu yang sebenarnya. maka ia akan membunuhku dan juga mambunuhmu.‖ Orang tua itu terperanjat sambil berkata: ‖Siapa engkau anak muda?‖ ―Saya Abdullah bin Tamir. Apa yang dilakukannya hanya merupakan permainan. Tunjukanlah kepadaku. wahai Yang Mahahidup. ia belum pernah menemukan hal-hal yang berfaedah pada perilaku penyihir raja itu. bahwa ia tak lebih dari sekedar pelayan raja. tidak ada yang suci selain diri-Mu. Ketika Abdullah berada dalam perjalanan menuju si penyihir. penyihir raja yang kecil. tidak ada tuhan selain diri-Mu…. sehingga akhirnya ia masuk dan melihat ada orang tua yang sedang mengangkat tangannya sambil berdoa dengan mengucapkan: ―Tuhanku Yang Maha Hidup dan Yang terus-menerus mengurus makhluk- Nya…. ―Wahai anakku sesungguhnya Allah adalah penciptaku. air jika haus. Di sini. Selama Abdullah. si penyihir kecil dekat dengan penyihir raja. ‗Arasy-Mu di atas langit wahai Yang Maha Pengasih. tipu daya.‖ Maka Orang tua yang sekaligus pendeta itu mengajarkan kepadanya bagaimana menyembah dan mensucikan Tuhannya. ŷ kĥliqu al-sam̂ŵti wa al-ardhi (tidak ada Tuhan selain Allah. Namun ia tidak berani masuk ke tempat pendeta mukmin itu. Maha Tinggi Engkau.‖ ―Bagaimana engkau bisa masuk ke sini?‖ lanjut orang tua itu ―Aku mendengarmu menyeru Tuhanmu yang Mahahidup dan Yang terus- menerus mengurus makhluk-Nya. dan juga pencipta raja yang telah mengaku dirinya sebagai Tuhan selain Allah. Kemudian ia pergi.

Ia berusaha mencari tabib yang bisa mengembalikan penglihatannya agar dapat melihat normal seperti orang lain. Walaupun kekayaan yang dimiliki si buta terpaksa dikerahkan. ‗mengapa kamu terlambat?‘ katakan kepadanya: ‗aku ditahan keluargaku‘. maka si penyihir mempercayai apa yang Abdullah katakan dengan tidak bertanya lagi pada keluarganya. Demikian juga keluarganya tidak bisa bertanya kepada si penyihir. maka jauhkanlah binatang ini dari jalan. sang raja yang mengaku dirinya tuhan mempunyai saudara sepupu yang mengalami kebutaan sejak kecil. Sang pendeta memuji Abdullah sekaligus memperigatkannya: ―Wahai anakku. sungguh sekarang engkau lebih baik dariku. Dan jika keluargamu menanyakanmu. ia langsung menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya. Sementara imannya semakin bertambah (karena kejadian tersebut).‖ Lalu keduanya melakukan salat dalam waktu yang lama. jawablah: ‗Aku ditahan si penyihir. Orang-orang mengira bahwa ia mempunyai kekuasaan . dan binatang itu pun menjauh. Ia mengalami dua urusan yang tidak menyenangkan. Abdullah menemukan sebuah tongkat tergeletak di atas tanah. dan memohon kepada Allah. keluarganya pun memukulnya karena ia juga terlambat datang ke rumah. Abdullah banyak terlambat dalam aktivitasnya. Akibatnya. Sang pendeta menyarankan: ―Jika si penyihir menanyakan.‖ Tidak lama kemudian ia melemparkan tongkatnya. Suatu hari Abdullah berjalan menelusuri jalan yang biasa ia lalui. bahwa di negeri itu ada seorang tabib yang sering didatangi banyak orang dan setiap orang yang memiliki penyakit atau cacat dapat sembuh kembali. mendengarkan tasybih-tasybih dan senandungnya serta belajar darinya tentang cara menyenandungkannya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kebetulan. Tiba-tiba ia melihat adanya kemacetan di jalan itu. Ia merasa sedih dengan keadaannya yang seperti itu. Ternyata. maka si penyihir itu memukulnya karena ia terlambat. Namun para tabib tidak ada yang mampu mengembalikan penglihatannya. Dan jika kembali ke rumahnya. Dan ia tahu bahwa kabathilan akan segera terungkap di hadapan manusia walaupun mereka orang-orang kecil dan fakir seperti dirinya. Tapi ingat. Jika engkau diuji. Akhirnya Abdullah selamat dari amukan penyihir dan hukuman keluarganya. Di istana. namun harta itu pun tidak bisa membahagiakan dan mengembalikan penglihatannya. Abdulah melanjutkan perjalanannya menuju pendeta.‘‖ Karena jalan yang cukup jauh. Ia bergumam: ―Sekarang aku akan mengetahui mana yang lebih dicintai Allah. berdoa. Sesampainya di tempat pendeta. maka janganlah engkau menunjukannya kepadaku. Allah akan mengujimu. Ia segera mendekatinya. urusan pendeta atau urusan penyihir. sehingga tidak ada seorang pun yang bisa menyebrang atau lewat. Yang lebih diperhatikan oleh Abdullah dalam hidupnya—sejak beriman kepada Allah—adalah pergi ke gua tempat pendeta berada. 67 *** Abdullah tidak begitu mementingkan lagi urusan sihir yang ia pelajari. Jika ia datang ke penyihir. Datanglah seseorang membawa kabar gembira. di sana ada seekor binatang yang besar telah menghalangi jalan.‖ Lalu ia berdoa: ―Ya Allah jika urusan pendeta lebih Engkau cintai daripada urusan penyihir. Lalu ia menceritakan permasalahannya itu kepada pendeta. Ia tahu bahwa si penyihir yang mengajarinya adalah seorang pembohong.

Kita semua adalah hamba Allah.‖ Lalu Abdullah berdoa untuk si buta agar Allah menyembuhkannya.‖ ―Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) yang telah menjadikan ini semua. Si buta pun berteriak: ―Aku beriman kepada Allah…Tidak ada Tuhan selain Allah. Maka bangkitlah sang raja memanggil para pengawal.‖ Kemudian Abdullah. sang raja merasa takjub dengan keadaannya dan berkata: ―Selamat buat sepupu kami yang telah kembali melihat. Maka sepupu raja yang buta itu bergegas mempersiapkan hadiah dan hartanya. ―Allah adalah yang akan menyembuhkan penyakitmu jika aku berdoa kepada-Nya untuk kesembuhanmu. Kemudian mereka mohon izin masuk.‖ ―Siapakah Allah itu?‖ tanya si buta.‖ Maka ia pergi bersama pengawal tersebut dengan tanpa membutuhkan penuntun dalam perjalanannya. Hanya sekarang ia sudah lebih terkenal dari semua orang. ‖Apakah raja itu menyembuhkanmu? Ia adalah seorang hamba. Maka hadirlah ketiganya di hadapan sang raja yang zalim. Lalu mereka mendatangkan Abdullah dan juga menyiksanya hingga Abdullah pun mau menunjukkan pendetanya. si tabib kecil berpesan. Aku tidak butuh harta. nanti ia bisa membunuhku dan juga membunuhmu. Ia berkata: ―Tuan raja ingin bertemu denganmu. ternyata tabib itu adalah Abdullah bin Tamir si penyihir raja. Abdullah berkata: ―Aku tidak membutuhkan imbalan. atau kalian semua aku bunuh!‖ . ―Allah. lalu mereka menyiksanya hingga akhirnya mau menunjukkan Abdullah yang telah mengajarinya. Abdullah balik bertanya. dan engkau juga seorang hamba. raja langsung marah sambil membentak. bahkan dari raja sendiri. Ketika masuk menemui raja. Ia menjawab. 68 untuk menyembuhkan. Namun tiba-tiba mereka dikejutkan dengan hal yang tak disangka-sangka. Mereka melihat antrian panjang orang sakit sedang berdiri di hadapan pintu. aku beriman kepada Yang telah menyembuhkanku dan mengembalikan penglihatanku wahai raja‖. Yang aku butuhkan hanyalah engkau beriman kepada Allah satu-satu-Nya. Ia telah beriman kepada Allah setelah sebelumnya kufur. yang bisa melakukan hal-hal di luar kesanggupan tabib-tabib lainnya.‖ Mendengar jawaban seperti itu. Dan ia juga menyembunyikan keimanannya walaupun terhadap anak dan istrinya. Kemudian raja mengikat mereka dengan tali yang terbuat dari besi. Maka Allah menyembuhkannya dan penglihatannya kembali normal. ―Janganlah engkau memberitahu raja.‖ ―Raja itu? Bukankah ia Tuhan?‖ Tanya si buta lagi. seorang pengawal datang ke istana sepupu raja yang telah Allah kembalikan penglihatannya itu. saya hamba. apakah engkau memuji Allah di dalam kerajaanku dan istanaku? Apakah engkau beriman kepada Allah?‖ ―Ya. lalu berkata: ―Ingkarilah Allah. Lalu ia pergi untuk menghadap sang tabib yang pandai.‖ Keluarlah si buta dengan penglihatannya yang normal.‖ jawab sepupu raja dengan penuh keberanian. Si buta itu memperlihatkan harta dan hadiah kepadanya agar bisa mengembalikan penglihatannya. Suatu saat. ―Tuhan selain diriku disembah dalam kerajaanku?‖ ―Tetapi semua orang adalah hamba dalam kerajaan Allah wahai raja. Sampailah si buta ke rumah sang tabib bersama orang yang mengantarnya.

―Allah adalah Tuhanku. lalu ia pun dibelah tubuhnya dengan gergaji hingga menjadi dua bagian. kami akan bertindak kepadamu seperti yang kami lakukannya kepada sepupu kami. Ia mengajaknya beriman kepada Allah. Ia disertai dua orang pengawal raja yang akan melemparkannya dari atas gunung agar ia mati— setelah berbagai macam cara dan tipu daya untuk membunuhnya telah dilakukan.‖ ―Apa yang ingin engkau perintahkan?‖ tanya sang raja Ia menjawab. ―Ya Allah cukupkanlah bagiku siksaan dan kejahatan mereka dan jauhkanlah mereka dariku sesuai kehendak-Mu. Hampir saja mereka membunuhnya.‖ Dengan demikian Abdullah terancam hukuman mati. Tibalah giliran Abdullah. Lalu mereka membiarkannya di sana agar mati tenggelam.‖ Sampan itu pun berbalik dan Abdullah selamat dari amukan ombak. Aku tidak akan mempersekutukan- Nya dengan sesuatu apa pun. Di tengah- tengah ombak yang ganas. Berkumpullah penduduk kerajaan di sebuah dataran yang tinggi. Jika engkau melepaskan panah itu. Mereka meletakkan gergaji di atas kepalanya. Ambillah anak panah milikku dari wadahnya dan letakkan pada busurnya. lalu ia kembali lagi menemui sang raja dan berkata kepadanya: ―Sesungguhnya engkau tidak akan bisa membunuhku kecuali engkau melakukan apa yang aku perintahkan. Raja semakin bertambah marah. engkau akan seperti mereka. namun mereka pun tetap tidak berhasil. Namun aneh. ―Jadilah engkau orang kafir. tetap tidak bisa membunuhnya. ‖Kumpulkan orang-orang pada sebuah dataran tinggi. si anak kecil. Maka gunung pun berguncang dan para pengawal itu mati berjatuhan kecuali Abdullah. *** Raja terdiam heran melihat keadaan anak kecil ini. suara anak itu terdengar keras berdoa kepada Allah: ―Ya Allah cukupkanlah bagiku siksaan dan kejahatan mereka dan jauhkanlah mereka dariku sesuai kehendak-Mu. gergaji itu tidak bisa digerakkan sama sekali. Mereka melihat Abdullah terikat pada sebuah pohon. Lalu mereka mencoba menggunakan tombak. Sehingga akhirnya ia menyuruh tentaranya untuk meletakan anak kecil itu di atas perahu kecil dan membawanya ke tengah lautan.‖ Abdullah menjawab.‖ Raja pun menyetujui apa yang Abdullah katakan.‖ Pendeta itu tetap teguh pada keimanannya. Tiba-tiba raja memegang wadah anak panah Abdullah.‖ Maka tentara raja langsung membunuhnya dengan cara membelah tubuhnya dengan gergaji hingga menjadi dua bagian. Allah mengabulkan doa anak kecil tersebut. Raja berkata kepada pendeta. dia tetap hidup. lalu ucapkan: ‗Bismillahi Rabbil gulam‟ (Aku berlindung atas nama Tuhan anak ini). ―Aku tidak menyembah kecuali kepada Allah dan aku tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Kalau tidak. agar ia terbebas darinya. Jika tidak. ‖Ingkarilah Allah. Dengan suara yang nyaring raja mengucapkan: .‖ Inilah doa anak kecil tersebut ketika berada di puncak sebuah gunung. 69 Sepupu sang raja menjawab. panah dan pisau. lalu dikeluarkanlah anak panah dari wadah tersebut. engkau dapat membunuhku. Mereka mencoba menggunakan pedang. Orang-orang pun terdiam. Mereka berkata kepadanya. Abdullah kembali menemui raja untuk yang kesekian kalinya. lalu ikat aku pada batang pohon.

kecuali seorang wanita yang sedang menyusui anaknya. Akhirnya. Akhirnya. Yang Maha Terpuji. sang raja zalim memerintahkan untuk menggali parit besar. 4. Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang- orang mukmin. Dan tentara itu pun merebut anaknya sambil berkata: ―Apakah engkau akan tetap beriman kepada Allah? Jika engkau tidak melepaskan imanmu. Tinggallah raja dengan tentaranya. Kesabaran seorang mukmin terhadap takdir Tuhannya.‖ Raja melepaskan anak panah itu tepat mengenai hidung Abdullah dan Abdullah pun mati sebagai syahid. anaknya dilemparkan ke dalam parit. walaupun menyakitkan.‖ Lalu mereka berteriak. Semuanya dibakar di dalam parit. Dan allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. dan ia pun menyusul berikutnya.‖ Wanita itu pun menolak kekufurannya. Pelajaran Berharga: 1. maka mereka kan mendapat azab Jahannam dan mereka akan mendapat adzab (neraka) yang membakar.” (QS Al-Buruj [85]: 4-10). “Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman). Sungguh orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana. ―Kami beriman kepada Tuhan anak ini. Mereka tidak lagi menyembahnya seperti semula. Hatinya tidak merelakannya kecuali dengan iman. menunggu azab yang sangat pedih di hari kiamat. 2. tetapi bagi mereka surga di sisi Tuhannya. 70 “Bismillahi Rabbil gulam (Aku berlindung atas nama Tuhan anak ini). Walaupun manusia menyangkanya kalah. membunuh. Para penduduk kerajaan mulai menyadari bahwa raja mereka tidak mampu membunuh seorang anak kecil keculai setelah mengucapkan: “Bismillahi Rabbil gulam (Aku berlindung dengan nama Tuhan anak ini). Namun Allah menghendaki agar ia tidak menjadi orang kafir. Mewariskan kebaikan sebagi ganti dari kejahatan. Yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar. 5. Adalah bohong setiap orang yang mengaku tuhan selain Allah Swt. Raja merasa heran semua penduduknya telah menjadi penyembah Allah. namun dakwahnya tetap hidup. Ketika mereka duduk di sekitarnya. Mengerahkan jiwa dan jihad di jalan Allah. Raja menyuruh para tentara pengawalnya untuk membuat parit dan menyalakan api yang bersar di sepanjang parit tersebut. Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang- orang mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa.‖ Wanita tersebut memandang anaknya dan hampir saja mengucapkan kalimat kufur. Para tentara menyeru: ―Mau memilih kafir terhadap Allah atau dilemparkan ke dalam parit yang berapi?‖ Orang-orang mukmin itu tidak seorang pun yang tersisa. Demikian juga imannya. Orang-orang mukmin berada dalam kemenangan. maka kami akan membakar anakmu. menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat. Maka anaknya tiba-tiba bisa berbicara. Ia mengatakan: ―Wahai ibuku. Yang memiliki kerajaan langit dan bumi. . Mereka membawa orang-orang mukmin satu per satu. 3. bersabarlah sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran yang nyata.‖ Jasad Abdullah telah tiada.

Lalu ia umumkan tentang keinginannya agar orang Arab melaksanakan ibadah haji ke ―al-Qullis‖. ia pergi ke sana untuk kencing dan buang air besar. sudah terbiasa datang mengunjungi Ka‘bah. Ia lupa bahwa yang membuat hati mereka memuliakan Ka‘bah adalah Allah Swt.s. Orang Arab. Nabi Ibrahim a. Orang Arab yang meninggalkan Ka‘bah kebanyakan mudah dicekam kerinduan. mencintai dan mengagungkannya serta tidak ada seorang pun yang berani menyerang Mekah atau memerangi penduduknya. Maka. Mekah menjadi tempat yang aman dari rasa takut. Ia berusaha memalingkan orang Arab dari ibadah haji ke Baitullah. Ia sangat benci dengan adanya kecintaan orang Arab terhadap Ka‘bah al-Musyarrafah. yang telah diperintahkan olah Allah untuk membangun Ka‘bah dan mengajari manusia ibadah haji. yaitu gerejanya yang dianggapnya akan menarik perhatian orang Arab untuk meninggalkan Ka‘bah. demi menghormati kabilah Quraisy. untuk berthawaf. dari berbagai pelosok. Ka‘bah hanyalah sekedar bangunan. yaitu bangunan yang telah Allah muliakan. Sejak dibangun oleh Ibrahim dan Ismail. Demikianlah kondisi orang Arab sebelum Islam. yang melempari mereka dengan batu dan tanah liat yang dibakar. sehingga mereka menginginkan untuk segera kembali ke Mekah—yang tiada lain adalah Ummul Qura—yang Allah jadikan sebagai tanah haram pada hari penciptaan langit dan bumi. GAJAH ABRAHAH Allah berfirman: ―Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbodong-bondong. Abrahah memandang Ka‘bah hanya sekedar tumpukan batu-batu yang tersusun. Ka‘bah al-Musyarrafah. tidak pernah terjadi kelaparan— karena makanan datang dari berbagai tempat. Kabilah ini adalah kabilah yang telah Allah muliakan karena pengabdiannya terhadap Baitullah dan tanggung jawabnya atas penyelenggaraan ibadah haji bagi orang Arab dan yang datang dari luar Arab. dan semenjak Jibril memancarkan air zam-zam dari kedua telapak kaki Ismail a. perak dan patung-patung. Ka‘bah bukanlah sekedar kumpulan batu-batu yang tersusun. Ia membangun sebuah gereja besar yang dihiasi dengan emas.s. ia keluarkan harta yang sangat banyak. 71 14.s. dan melaksanakan rangkaian ibadah haji yang mereka warisi dari leluhur mereka. Allah menjadikannya sebagai tanah yang paling mulia di alam ini. tidak ada seorang Arab pun yang melakukan ibadah haji di al-Qullis. karena adanya Ka‘bah al-Musyarrafah. hiduplah Abrahah al-Habsyi. Abrahah mengira bahwa orang Arab akan terpedaya dengan emas dan perak dan tunduk terhadap bangunan al-Qullis tersebut. Maka. Semuanya melakukan ibadah haji di Ka‘bah Baitullah. pada musim haji.. Semuanya hidup dalam keadaan aman sentosa di sekitar Baitullah. Ia kafir terhadap Allah dan agama Ibrahim a. seperti halnya Dia muliakan sebagian manusia dan menjadikannya sebagai rasul dan nabi. Ka‘bah dipandang oleh orang Arab sebagai rumah Allah dan mesjid-Nya. Mereka mensucikan Ka‘bah. atas izin Allah—dan tidak pernah ada yang kehausan. Namun kebencian telah datang dari kedengkian Abrahah al-Habsyi. Di sebuah tempat yang tidak jauh dari Mekah. Sekarang. Lalu air kencing dan . Kecuali ada seorang Arab yang pergi ke al-Qullis tetapi bukan untuk ibadah haji. Untuk semua itu. sehingga mereka dijadikannya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). Ia adalah seorang raja Yaman yang beragama Nashrani.” (QS Al-f̂l [105]: 1– 5).

Mereka takut terhadap Abrahah dan mengkhianati segala macam perjanjian. Mereka tidak akan mengetahui tempat yang sedang mereka tempuh kecuali dengan bantuan seseorang yang disebut al-dal̂l (penunjuk jalan). yaitu pasukan gajah. Di Tha‘if. Jika ada orang yang berkendaraan melewati padang pasir tersebut tanpa disertai seorang penunjuk jalan. Dengan demikian. 72 kotorannya ia letakkan di dalamnya dengan maksud untuk menghinanya dan menghina orang yang membangunnya yakni Abrahah. Dengan belalainya. Dan dengan kakinya. Tetapi tak satu pun orang Arab yang mau menjadi penunjuk jalan bagi tentara yang akan menghancurkan Baitullah. tapi disebabkan oleh persenjataan Abrahah yang baru. ada pula orang yang semangatnya membara untuk melawan Abrahah dan tentaranya. ia segera mengumpulkan para . Kabilah ini sama dengan Quraisy di Mekah. maka ia akan tersesat. Di sinilah. yang tidak dikenal di kalangan orang Arab. Abrahah mengalahkannya dan menahah Nufail yang kemudian dijadikan penunjuk jalan bagi Abrahah hingga sampai ke Tha‘if. Abrahah menginginkan seorang penunjuk jalan. sedikit sekali orang- orang Arab yang mengenalinya. Maka. yakni Madinah yang tidak jauh lagi dari Mekah. dengan semangat jihadnya itu. Setelah itu ia kembali ke negerinya. hafal dan tidak lupa dengan jalan-jalan yang ada di padang pasir. Abrahah mengetahui apa yang terjadi dengan gerejanya itu. Dia adalah Nufail bin al-Khasy‘ami pemimpin kabilah Khasy‘am dan Nahis. mereka mengalami kekalahan. Lalu orang-orang melempari kuburannya tanpa rasa belas kasihan. Abrahah sampai ke tempat yang sangat dekat dengan Ka‘bah. kapasitas air di Jazirah Arab sedikit dan tak mencukupi untuk keperluan tersebut. Dalam perjalanannya itu. Lagi pula jumlah tumbuh- tumbuhannya sedikit. Gajah adalah hewan yang tidak bisa hidup di Jazirah Arab yang luas dengan padang pasir. Ia mengantar Abrahah dan pasukannya hingga sampai ke tempat yang lebih dekat dengan Ka‘bah. Sayang. Orang-orang yang melakukan perjalanan di padang pasir Jazirah Arab biasanya banyak yang tersesat. Dan kekalahan itu bukan disebabkan oleh kuatnya Abrahah atau banyaknya tentara Abrahah. keluarlah seorang lelaki Arab yang bernama Dzu Nafar untuk memimpin pasukannya bertempur melawan tentara Abrahah di padang pasir. Para tentara Abrahah dilengkapi dengan gajah-gajah yang besar dan gemuk. Ia bersumpah untuk menyerbu Ka‘bah dan menghancurkannya. Dzu Nafar pun ditahan Abrahah al- Habsyi dan dia dibiarkan hidup untuk menjadi penunjuk jalan bagi pasukan Abrahah di padang pasir Arab. banyak pahlawan dan kuda-kuda terbunuh. terdapat kabilah Tsaqif. mustahil gajah berada di Jazirah Arab. Lalu ia mempersiapkan tentaranya untuk kepentingan tersebut. Maka. *** Ketika Abdul Muthallib—pemimpin Quraisy dan sekaligus penguasa penduduk Mekah—mendengar kedatangan tentara Abrahah. Inilah yang dibutuhkan Abrahah dan tentaranya dalam melakukan perjalanannya untuk menghancurkan Baitullah. Demikianlah. Orang-orang Arab hanyalah menginginkan untuk berjihad melawan tentara Abrahah dan mencegah tindakannya. Mereka mengutus seorang penunjuk jalan yang bernama Abu Raghal. gajah-gajah itu dapat menggilas orang-orang yang sedang bertempur. Ia adalah binatang yang banyak membutuhkan air. yaitu al- Magmas. Allah menurunkan siksanya kepada mereka sehingga Abu Raghal pun tewas. Selain Dzu Nafar. tidak akan mencukupi untuk binatang nabati seperti gajah. Sementara. Namun nasibnya tidak jauh berbeda dengan Dzu Nafar. Sehingga tatkala pasukkan Dzu Nafar melihatnya. mereka langsung ketakutan dan melarikan diri. Dia adalah orang yang tahu persis.

Kecuali jika Engkau membiarkan mereka menghancurkannya. *** Setelah selesai berdoa. Akhirnya. Di antara unta-unta yang mereka ambil terdapat unta milik Abdul Muthallib— pemimpin kabilah. Namun anehnya sang gajah sama sekali tidak mau bergerak. tetapi gajah itu tetap tidak mau bergerak. hambamu adalah makhluk yang lemah. Mereka pun berangkat. Maka Abdul Muthallib memutuskan untuk turun menemui Abrahah. Sungguh salib Nashrani itu tak akan mampu mengalahkan agama Ibrahim dan tak akan bisa menghancurkan rumah-Mu. Mereka sepakat terhadap suatu ide bahwa mereka tidak akan kuat berperang melawan para penunggang gajah dan yakin bahwa Allah akan melindungi rumah-Nya (Ka‘bah). Abdul Muthallib naik ke puncak gunung disertai penduduk Mekah untuk menunggu terjadinya keputusan Allah berkaitan dengan masalah tersebut. maka jagalah rumah-Mu dari gangguan mereka. Abrahah memberikan isyarat kepada tentaranya untuk menghancurkan Ka‘bah. Bersamaan dengan itu. ―Allah tidak akan mencegahku untuk menghancurkan rumah itu. ―Aku hanyalah pemilik unta. Mereka mengambil unta dan kambing. Gajah tersebut malah tidur di tanah. kenapa engkau tidak membicarakannya?‖ Abdul Muthallib menjawab. Abdul Muthallib kembali memerintahkan kaum Quraisy untuk keluar menuju gunung bersama para wanita. unta. mereka pun sepakat untuk mengungsikan penduduk Mekah ke sebuah gunung di sekitar Mekah yang jauh dari peperangan. Lalu mereka mencoba . para pelatih mengambil cambuk dan memukulkannya dengan pukulan yang menyakitkan. Aku menginginkan untaku.‖ Kemudian ia mengembalikan unta kepada Abdul Muthallib. anak-anak. Tentara pelatih gajah pun datang untuk bersama-sama menggerakkannya. Maka para tentara mulai menggerakkan gajahnya untuk menuju Ka‘bah. tiba-tiba terdengar berita bahwa rumah mereka dijarah oleh tentara Abrahah. dan Khaza‘ah.‖ Abrahah berakata lagi. dan engkau membiarkan Ka‘bah—dia agamamu dan agama nenek moyangmu—aku datang ke sini untuk menghancurkannya. Rumah itu (ka‘bah) ada pemiliknya yang akan memelihara dan menjaganya. yaitu kabilah Kinanah. Kemudian Abdul Muthallib pergi menuju Ka‘bah. dan kambing. Terjadilah kesepakatan antara kabilah Quraisy dan kabilah-kabilah lainnya yang berada di tanah haram. Lalu Abrahah berkata kepadanya: ―Apa yang kau butuhkan? Apa yang kau cari dariku?‖ Abdul Muthallib menjawab. hanya mampu memelihara dan menjaga unta. Datanglah utusan itu dengan Abdul Muthallib menemui Abrahah. Ketika penduduk Mekah berada dalam pengungsian. Melihat gajah tetap diam. Maka ketika Abrahah melihatnya.‖ Abrahah mengakhiri perkataannya. ia langsung berdiri menghormatinya dan mempersilahkan duduk di dekatnya. Abdul Muthallib adalah seorang laki-laki yang berwibawa. Hudzail. ―Kenapa engkau membicarakan tentang unta. Pandangan matanya pun terlihat memuliakannya. Abrahah mengutus salah seorang panglimanya untuk mencari sang penguasa Mekah demi melakukan perundingan. Sambil memegang pintu Ka‘bah. beliau berdoa kepada Tuhan: Ya Allah. Orang yang melihatnya akan menyenangi dan menghormatinya. ‖Tentaramu telah mengambil untaku. Itu semua berada dalam kekuasaan-Mu. 73 pembesar Quraisy untuk memusyawarahkan masalah Abrahah dan tentaranya.

Tubuhnya berubah seperti anak burung yang baru dilahirkan. Gajah itu kembali diam dan tidur di tanah. Abrahah dan tentaranya pasti akan meresakan akibat (azab) dari perbuatannya yang berusaha menghancurkan Ka‘bah dan menentang Allah. namun gajah tetap membantah demi mentaati perintah Allah. Ia tak bisa dijadikan sebab bagi hancurnya Ka‘bah. Pada masing-masing paruh dan kedua kakinya terdapat batu yang berasal dari Sijj ̂l. Lalu mereka kembali ke rumahnya masing-masing. Dan Allah telah menetapkannya pada saat mereka berfikir untuk menghancurkan Ka‘bah. bahkan seluruh alam. Abrahah dan tentaranya tidak tahu bahwa gajah tetap taat pada perintah Allah walaupun ia hewan tak berakal dan tak berhati. Pelajaran Berharga: 1. Jika Abdul Muthalib sebagai manusia lemah telah menjaga untanya. belum berbulu dan belum bertulang. Abdullah. Sejengkal pun. Azab itu menunggu mereka untuk kemudian datang menimpa secara tiba-tiba. 74 memalingkannya ke arah Yaman. Orang-orang Arab menamai tahun ini sebagai tahun gajah. Segala macam cara telah mereka lakukan. maka Allah akan menjaga rumah-Nya. Allah telah menolak reka perdaya pasukan bergajah dan menyelamatkan serta memelihara rumah-Nya. Pulang kembali ke negerinya merupakan cara terburuk yang ia rasakan sepanjang hidupnya. Allah membiarkan ia hidup sejenak untuk merasakan pelajaran yang menyakitkan bagi dirinya dan bagi setiap orang yang mencoba menghancurkan Ka‘bah atau bermaksud jahat terhadapnya. Mereka pun berjatuhan terbanting dan tewas. Kemudian ia mati tanpa ada orang yang merasa belas kasihan kepadanya. Anak itu adalah Muhammad bin Abdillah Rasulullah Saw. Abdul Muthallib memberi kabar gembira tentang lahirnya seorang anak dari putranya. Kemudian batu-batu tersebut dilemparkan ke tubuh para tentara Abrahah. Ka‘bah adalah Baitullah yang dijaga oleh Allah dari orang-orang yang bermaksud melakukan tipu daya dan menghancurkannya. Itulah balasan yang setimpal. yang dilahirkan untuk menyebarkan ―cahaya‖ ke seluruh Jazirah Arab. Mereka mencoba menghadapkannya ke arah Syam. Jasadnya terpecah-pecah bagaikan dedaunan yang kering dan jatuh seperti telah dimakan ulat. ternyata gajah pun bangun dan berlari. Tiba-tiba datang burung-burung yang aneh menutupi langit. Allah menjadikan mereka sebagai pelajaran bagi umat terdahulu dan yang akan datang. demikian juga tentaranya. dan umatnya yang masuk Islam. kecuali hanya sedikit yang selamat termasuk Abrahah. Mereka mencoba lagi menghadapkan gajah ke arah Ka‘bah. Karena beberapa tahun kemudian. Akhirnya para pelatih membawa kapak dan memukulkannya. Anggota tubuhnya berjatuhan satu demi satu. Allah belum menghendaki ia mati agar bisa merasakan sakit dan azab yang Allah berikan akibat dari perbuatannya. . Mekah akan menjadi saksi atas diutusnya Rasulullah Saw. Mereka merasa kebingungan dengan kejadian tersebut. yaitu sebuah tanah yang terletak di neraka. gajah itu tetap tak mau bergerak. Beberapa bulan setelah kejadian itu. Darah dan nanah terus bercucuran hingga ia sampai ke Yaman. Mereka menghadapkannya lagi ke arah Ka‘bah dan Ketiga kalinya gajah terdiam serta tidur di tanah. Burung- burung itu datang dengan berbondong-bondong. Masing-masing batu seukuran dengan kacang kedelai. Gajah kembali berdiri dan lari. Allah memusnahkan mereka semua. Ketika semuanya kebingungan dengan keadaan gajah yang tertahan oleh perintah Allah.

Tentara Allah sangat besar dan banyak. 75 2. 3. diantaranya adalah burung kecil yang membawa batu kecil tetapi mampu membinasakan Abrahah dan tentaranya. dan bertasybih kepada-Nya walaupun tidak bisa berbicara. 4. . Semua yang ada di alam raya taat kepada Allah Swt. Permusuhan kaum salib terhadap orang-orang muslim dan terhadap agama Ibrahim berlangsung hingga sebelum kebangkitan Nabi Muhammad Saw.

” (QS al-Kahfi [18] : 15). kaum mereka berada dalam kesalahan. Dan pagi hari pun tiba. ada enam orang pemuda yang secara terpisah masing-masing memikirkan hal-hal yang dilakukan oleh keluarga dan kaumnya itu. Burung-burung beterbangan di angkasa luas dengan bentuknya yang indah. salah satu dari mereka mengajukan pendapat untuk menjauhi orang- orang kafir tersebut agar mereka tidak terjebak melakukan hal serupa. Dia mengatakan: . Pepohonan bergoyang dengan buahnya yang ranum. Suaranya bagaikan nyanyian yang sangat merdu. Namun. salah seorang di antara mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi. Manusia menciptakan tuhannya dari batu yang tidak bisa berbicara. semua yang ada bertasybih kepada Allah dan menyembah-Nya. mereka keluar menuju tempat peribadatannya menyembah berhala. Dan jika salah satunya pecah tak akan bisa memperbaiki dirinya sendiri. Mesti segala yang ada di alam ini memiliki Tuhan yang menciptakannya dan yang menciptakan manusia semua. Tampaklah bumi dengan hijaunya. Mengapa kaumnya bersujud kepada batu. Allah menyatukan hati dan jiwa mereka. yang telah menciptakan langit dan bumi dan menjadikan mereka sebagai manusia yang paling unggul pada zaman itu. Jelas. 76 15. tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran. Dia adalah yang berhak disembah dan Yang Mahasuci. Sinar mentari terpancar menerangi kegelapan alam. Di sini. menyembelih qurban dan menghidangkan makanan dan minuman untuknya.” (QS al-Kahfi [18] : 14). Penduduknya diberi akal sehingga menjadi penduduk yang beradab dan maju. Lalu ia menyembahnya dan bersujud kepadanya!! Sungguh ia bagaikan makhluk yang tak berakal dan tak berhati. Di antara pemuda yang enam itu tak ada yang menyembah berhala atau menyembelih qurban untuknya seperti yang dilakukan oleh penduduk negrinya. Yang lainnya menambahkan: “Mereka itu kaum kita yang telah menjadikan (tuhan-tuhan) untuk disembah selain Dia. Pada hari raya. Kota Ufsus adalah kota yang penuh dengan nikmat Allah dan kebaikan-Nya. Sungguh kalau kami berbuat demikian. Namun. Ketika mereka bersatu. Semua yang ada di alam raya bangun dari tidurnya yang lelap. Tidak ada Tuhan selain Dia. Mereka menyembah berhala—baik yang terbuat dari batu maupun dari kayu atau barang tambang—dan bersujud kepadanya. Sehingga mereka saling bertemu antara satu dengan yang lainnya dan mereka saling mengenal. setelah Allah menancapkan Iman di hatinya. kayu atau barang tambang yang mereka buat dengan sepengetahuan mereka dan dilihat oleh mata mereka sendiri? Berhala itu. Penduduk Ufsus ini bersujud terhadap berhala. ANJING ASHHABUL KAHFI Matahari terbit di ufuk timur. hati dan akal mereka buta dari ibadah kepada Sang Pemberi nikmat. jika dikencingi anjing tak akan bisa menolaknya. Bahkan. Sehingga mereka menjadi pemuda yang meriman kepada Tuhannya dan Allah menambahkan petunjuk kepada mereka. mereka tidak lagi beribadah di tempat penyembahan berhala. kami tidak menyeru Tuhan selain Dia. tak terkecuali Kota Ufsus. kecuali manusia. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada- ada kebohongan terhadap Allah. Siang datang menggantikan malam. tidak bisa memberi manfaat dan juga tidak bisa membahayakan. Ketika memasuki malam hari.

berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami. maka Allah akan mengurangi pahalanya setiap hari satu qirath.” (QS al-Kahfi [18] : 10). Malaikat tidak akan memasuki sebuah rumah jika di dalamnya terdapat anjing atau gambarnya. Dan jika diusir. hingga akhirnya bertemu dengan seorang penggembala yang diikuti oleh anjingnya. Dan Allah akan memberikan pertolongan yang mereka butuhkan untuk kehidupan mereka berupa makmanan yang bisa menghilngkan rasa lapar. Anjing tersebut sangat setia terhadap majikannya. Lalu mereka memasuki gua. para pemuda itu pun merasa lelah. mereka langsung terlempar ke tanah. orang yang takut kecurian. *** Allah menjadikan tidur sebagai istirahat bagi tubuh manusia setelah lelahnya mengarungi siang. Jika mulutnya menyentuh baju atau bejana. Gua tersebut adalah berupa sebuah lubang yang berada di bawah gunung. Dan menjadikan gua sebagai tempat untuk keimanan dan untuk orang-orang yang beriman. atau orang yang sedang berburu mencari anjing. Adapun di luar itu semua anjing tidak boleh dipelihara. telinga berhenti . kedua mata terpejam. Jika mereka melakukannya. mereka telah masuk ke dalam gua. Hal ini dikarenakan kesetiaan yang sangat mendalam dari anjing tersebut. niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu. yaitu seukuran gunung Uhud. Orang yang menghabiskan waktunya untuk memelihara anjing tanpa adanya alasan-alasan tersebut. Lalu mereka merebahkan tubuhnya untuk beristirahat dan akhirnya tertidur pulas. Dia mengusulkan agar mereka berenam mau berlindung di dalam gua. Salah seorang di antara pemuda yang tujuh itu memiliki uang yang berukirkan nama raja yang zalim dan gambarnya. gelap dan tidak mungkin bisa hidup seperti di dalam rumah besar dan mencapai kemajuan. Mereka berenam berangkat menuju gua yang mereka inginkan. menggonggong jika melihat orang musyrik Ufsus yang melewati mereka dan mengusir ular atau binatang buas yang akan membahayakan terhadap keamanan gua. Di dalamnya mereka berdoa: “Ya Tuhan kami. Anjing itu memilih untuk duduk di depan pintu gua agar bisa menjaga sahabat- sahabatnya. sementara anjing tetap di luar karena ia merupakan binatang yang najis. Ia pun menginginkan untuk bergabung bersama mereka. Di kala tidur. Jika anjing itu dipukul ia tetap kembali kepadanya.” (QS al-Kahfi [18] : 16). *** Mereka sepakat untuk memisahkan diri dari tempat orang-orang kafir. Lalu gua itu dia pilih. 77 “Apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah. maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu. Demikian juga anjingnya. Adapun para pemuda mukmin. ia malah mendekatinya. maka Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada mereka. maka harus dicuci sebanyak tujuh kali yang salah satunya menggunakan debu. Sesungguhnya hidup di rumah besar yang disertai kekufuran akan lebih sempit daripada hidup di dalam gua. Orang- orang menyebutnya sebagai contoh kesetiaan. Gua yang di penuhi keimanan akan lebih bercahaya dan lebih bersinar dari pada rumah besar atau istana. walaupun sempit. Karena perjalanan dari Ufsus sangat jauh. lisan terdiam. tetap ikut bersama mereka kemanapun mereka pergi. Tiba-tiba si penggembala itu beriman kepada Allah seperti mereka. Anjing hanya diperbolehkan bagi penggembala.

sehingga bagian badan tersebut dan bajunya tidak rusak. Tetapi hanya mereka saja yang dapat memanfaatkan panasnya sinar matahari dalam keadaan tidur. Sedangkan bagian dalamnya menghadap ke arah kiblat. Adapun anjing. Posisi duduk seperti ini disebut al-iq‟̂. Sebelumnya Allah telah menutup telinga mereka selama tiga abad. Ketika matahari terbit dan sinarnya menguat. Mereka terbangun dari tidurnya. Kehidupan tidak berjalan tetap dan demikian juga negara- negara. Dan panasnya sinar matahari tersebut tidak membahayakan mereka. dan para raja pun meninggal dunia diganti dengan raja-raja berikutnya. segala sesuatu yang ada di dunia mengalami perubahan. meninggalkan mereka sebentar dan masuk ke arah timur. Dan tidak ada yang merasa lapar maupun haus. apa sebutan bagi orang yang tidurnya lama sampai dengan tigaratus sembilan tahun!! Jangka waktu yang lama seperti ini telah Allah tetapkan untuk tidurnya ashhabul kahfi (para penghuni gua). Andaikan ada seseorang di antara kita melihat keadaan tersebut pasti akan merasa takut dan berpaling lari. Tidak ada seorang pun yang tidur hanya pada sebelah badan. maka dia biasanya dianggap sebagai nawŵmun (orang yang banyak tidur). Hal ini juga terjadi semata-mata karena kekuasaan Allah. tidur tapi tidak bangun. semuanya berubah. Makna dari ini semua adalah bahwa sinar matahari itu masuk ke dalam gua. tetap berada di depan pintu gua sambil menjulurkan kaki depannya dan duduk di atas kaki belakangnya. 78 mendengar dan tubuh terbentang untuk menjalani istirahat agar bisa melanjutkan aktifitas hidup di hari berikutnya. Sebab jika mata mereka terpejam selama tiga abad sembilan tahun pasti mata mereka akan rusak. Sebagaimana dimaklumi. Keadaan seperti ini sungguh menakutkan. Mahasuci Allah yang telah memberikan kekuasaan kepada mereka untuk menjadi seperti itu. namun seorang pun tiak ada yang mati. kekuasaan-kekuasaan jatuh diganti dengan yang lain. Ketika mereka bangun salah seorang di antara mereka bertanya: . yang dimaksud dengan arah kiblat di sini adalah tenggara. Posisi ini sangat baik dan mengandung kemaslahatan. Selama mereka tertidur dalam jangka waktu tersebut. ketika terbenam. banyak orang yang lahir. Dan ashabul kahfi itu hidup tapi tidak sadar. membunuh akar-akaran dan mikroba. Lalu. condong dari gua mereka ke arah kanan. Maka beriman terhadap hari kiamat merupakan suatu kebenaran dan wajib dimiliki. Lalu. Allah membuat mereka membolak-balikkan tubuhnya di atas tanah. Di sekitar gua terjadi keajaiban-keajaiban. Selama tiga abad banyak orang yang mati. Mereka senantiasa tertidur di dalam gua hingga datang ketentuan Allah setelah jangka waktu tersebut. Mereka tidur dengan kedua mata terbuka. Para pemuda itu tidur tanpa makan dan minum dalam jangka waktu yang lama. Ini adalah sunnatullâh pada makhluk-Nya. yaitu para pemuda mukmin dan anjingnya. *** Setelah melewati masa tigaratus sembilan tahun. merubah udara sehingga tidak membahayakan dan matahari yang tertuju pada mereka tidak mengakibatkan tubuh dan baju mereka terbakar. karena Allah menghilangkan penghalang dari telinga mereka. Pintu gua yang mereka huni terdapat di sebelah utara. Hal ini terjadi semata-mata karena ketentuan Allah. Artinya matahari terbit di sebelah barat dan keluar sedikit demi sedikit. Jika ada orang yang tidurnya lama. Kecuali ada satu hal yang tidak berubah yaitu pemuda kahfi dan anjingnya. Telinga adalah indra pertama yang berfungsi ketika seorang manusia tertidur. agar menjadi tanda dan petunjuk atas kekuasaan Allah dalam membangkitkan jasad-jasad yang telah mati.

Sesampainya di pintu gua mereka pun mohon izin untuk masuk. Pemuda yang ketiga mengatakan. Orang-orangnya pun sudah lain.“Kita tidur di sini sehari atau mungkin setengah hari. ―Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu tidur di sini. Orang-orang yang mendengarkan merasa takjub dan menyadari bahwa Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu.” Dalam pikirannya tidak terbayangkan bahwa dia telah tidur selama tigaratus sembilan tahun. ia tetap melanjutkan perjalanannya hingga menemui seorang penjual untuk membeli makanan dan memberikan uangnya. Lalu pemuda itu menceritakan kepada para sahabatnya tentang keberadaan raja dan penduduknya yang merasa kaget dengan kisah hidup mereka. mulai merasa lapar. Si penjual dapat melihat perubahan yang tersembunyi pada diri pemuda itu. si penjual itu bertanya: ―Hai pemuda. Rumah-rumah bukan yang dulu lagi. Namun tidur kali ini merupakan tidur yang tidak akan bangun lagi kecuali di hari kiamat. Para sahabat si pemuda tercengang ketika melihat kedatangan mereka. Berangkatlah sang raja dan tentaranya disertai oleh para penduduk Ufsus yang cukup banyak mengantar si pemuda mukmin menuju gua. Ia terdiam penuh dengan rasa heran dan tercengang. Dan Dia Yang Mahasuci berkuasa untuk mengembalikan makhluknya setelah mati dan di kubur.‖ Namun perut mereka yang tidak merasakan makanan selama selang waktu tersebut.20). Dengan cepat.‖ Si pemuda mukmin pun merasa seolah darahnya terhenti dan keringatnya keluar. Di sini terjadi hal yang tidak disangka-sangka. Ia telah tidur bersama sahabatnya selama tigaratus sembilan tahun. Sesungguhnya jika mereka mengetahui tempatmu. 79 ―Berapa lama kamu tidur?‖ Yang lainnya menjawab sambil menggisik-gisik matanya untuk menghilangkan rasa ngantuk. Walaupun demikian. dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun. ‖Ada kabar apa?‖ Si pemuda itu menceritakan kisahnya tentang gua dan tidur yang terus-menerus selama tigaratus sembilan tahun. Kemudian mereka membawa pemuda itu ke hadapan raja yang mukmin—setelah hancurnya raja yang sombong dan kejam dan masuknya cahaya keimanan ke dalam kerajaan. apakah anda mendapatkan harta simpanan? Ini adalah uang lama. Lalu salah seorangnya berkata: “Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini. telah lewat tigaratus sembilan tahun. niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu. Kemudian mereka kembali tidur.‖ (QS al-Kahfi [18]: 19 . Dalam genggaman tangannya terdapat uang perak dengan ukiran berbentuk gambar raja yang zalim dan kafir. Mereka pun semakin bertambah imannya. dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya. orang-orang berkerumun di sekelilingnya. dan bawalah sebagian makanan itu untukmu. dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik. Apakah bumi yang berputar sehingga ia pergi ke negri lain? Atau mereka berkelana dalam keadaan tidur? Orang-orang yang ada di sekelilingnya melihatnya dengan heran dan tercengang. Ketika melihat keadaan di luar ia merasa kaget. atau memaksamu kembali kepada agama mereka. . ternyata kota Ufsus yang dia lihat bukan Ufsus yang pernah ia kenal. Dan demikian juga jalan-jalan seolah sudah berubah. Keluarlah salah seorang di antara mereka untuk mencari makanan. Sang raja bertanya.

Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu. mau tidak mau. 3.‖ Tapi raja. merasa bahagia karena menemani mereka. 2. Ini. ―Kita tutup saja pintu gua ini agar tidak ada yang masuk mengganggu mereka. para menteri dan pembesar kaum itu memilih membangun masjid di atas mereka. dan kekuasaan-Nya membangkitkan manusia setelah mati merupakan hal yang benar. 80 Orang-orang berbeda pendapat mengenai sikap mereka terhadap ashabul kahfi. tidak ada sekutu bagi-Nya. mengapa manusia tidak menemani orang mukmin agar dengan menemaninya bisa memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat?! Pelajaran Berharga: 1. Allah dan Rasul-Nya telah melarang menjadikan kuburan sebagai masjid. . Sebagian mengatakan. merupakan kesalahan yang besar. Jika anjing saja bahagia karena menemani pelaku kebajikan. Tidak menjadikan kuburan sebagai masjid atau salat di dalam masjid yang disertai kuburan. Iman kepada Allah satu-satu-Nya. Pelajaran yang berharga dari kisah ini adalah bahwa seekor anjing yang mencintai suatu kaum.