You are on page 1of 23

Tuesday, March 25, 2014

Cara Menggunakan Alat Tes Darah Easy Touch GCU

Untuk periksa darah akan kekhawatiran penyakit keluarga seperti asam urat, diabetes, dan kolesterol
biasanya kita ke laboratorium atau ke sarana kesehatan untuk check up. Saat ini kita bisa
memeriksakan kesehatan sendiri dirumah dengan alat bernama easy touch. Jadi nggak usah capek
capek lagi keluar rumah buat periksa. Sangat mudah cara pakenya siapapun bisa asal punya alatnya
saja. Berikut tahap cara pake alat test darah easy touch :

1. Masukan baterai & nyalakan alat.
2. Set jam, tanggal & tahun pada alat.
3. Ambil chip warna kuning masukan ke dalam alat untuk cek alat.
4. Apabila pada layar muncul “ERROR” artinya alat rusak.
5. Apabila pada layar muncul “OK” artinya alat siap dipakai.
6. Setiap botol strip pada gula darah, asam urat & kolestrol terdapat chip test.
7. Gunakan chip asam urat untuk test asam urat & chip kolestrol untuk test kolestrol,
Chip gula untuk test Gula.
8. Pada layar akan muncul angka/kode sesuai pada botol strip.
9. Setelah itu akan muncul gambar tetes darah & kedip-kedip.
10. Masukan jarum pada lancing/alat tembak berbentuk pen & atur kedalaman jarum
sesuai nomor.
11. Gunakan tisu alkohol untuk membersihkan ujung jari anda.
12. Tembakkan jarum pada ujung jari & tekan supaya darah keluar.
13. Darah disentuh pada tepi samping strip & bukan ditetes diatas tengah strip alat test
darah EasyTouch.
14. Sentuh pada bagian garis yang ada tanda panah.
15. Darah akan langsung meresap sampai ujung strip & bunyi beep.
16. Tunggu sebentar, hasil akan keluar beberapa detik pada layar.
17. Cabut jarumnya dari lancing juga stripnya & buang.
18. Chip di simpan ke botol lagi.
19. Tutup rapat botol strip apabila tidak dipakai.
20. Perhatikan masa expired / kadaluarsa pada setiap strip .

Petunjukibu.blogspot.com. 2014. Powered by Blogger.

http://petunjukibu.blogspot.co.id/2014/03/cara-menggunakan-alat-tes-darah-easy.html

http://hacker1945.blogspot.co.id/2013/07/standar-operasional-prosedur.html

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMERIKSAAN HB
MENURUT SAHLI
01.02.00 Kesehatan No comments

A.PENGERTIAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN

Mengukur kadar hemoglobin berdasarkan warna yang terjadi akibat perubahan Hb yang menjadi asam hematin
oleh adanya HCL 0,1 N

B.TUJUAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN

Pemeriksaan hemoglobin dilakukan untuk mendeteksi adanya anemiadan penyakit ginjal. Peningkatan
hemoglobin dapat menunjukan indikasi adanya dehidrasi, penyakit paru-paru obstruksi menahun, gagal jantung
kongestif dan lain-lain

C.BAHAN PEMERIKSAAN

Darah kapiler atau darah vena dan darah tepi.

D.PRINSIP PEMERIKSAAN

Mengukur kadar HB berdasarkan warna yang terjadi akibat perubahan Hb yang menjadi asam hematin oleh
adanya HCl 0,1N

E.ALAT DAN BAHAN

1.Haemometer set terdiri dari :

a.Tabung pengukur

Batang pengaduk f.Menyiapkan bengkok 7.Hapus darah yang melekat pada ujung pipet dengan menggunakan kapas kering 14.b.Dengan pipet Hb menghisap darah sampai angka 20 cm.Memakai handscoon steril 8.Bengkok F.Botol tempat HCl dan aquadest g.Menghapus darah yang pertama kali keluar dengan kapas kering 12.Mencuci tangan 5.Menusukan jarum pada ujung jari sebelah tepi sampai darah keluar 11.Pipet Hb dengan pipa karetnya d.PROSEDUR KERJA 1.Perlak kecil dan pengalas 3. jangan sammpai ada gelembung udara yang sampai ikut terhisap 13.Memberitahu pasien dan menjelaskan tujuan dan langkah prosedur pemeriksaan 3.Jarum/Lancet 5.Menuangkan darah tersebut ke dalam tabung pengencer yang sudah berisi HCl 15.Sikat pembersih 2.Pipet HCl e.Membawa alat-alat ke dekat pasien 4.Kapas kering 7.2 tabung standar warna c.Handscoon steril 6.Menyiapkan jari klien dan mengumpulkan darah ke bagian jari tangan dengan cara memijat 9.Menghapus hamakan ujung jari yang akan diambil darahnya dengan alkohol 10.Masukan larutan HCl 0.Memasang perlak dan pengalas dibawah tangan pasien yang akan diambil darahnya 6.1 N dengan posisi tegak lurus dan hindarkan darah mengenai dinding tabung .1N dengan pipet HCl kedalam tabung pengencer sampai pada angka 2 2.Kapas alkohol 70% 4.0.

Mencuci tangan Nilai normal : Pria : 14. Informasi harga dan pembelian Rapid Test HIV klik disini Rapid test hiv merk UJI HIV Cara Menggunakan Rapid Test Hiv Merk UJI Pengumpulan dan persiapan sampel  Uji HIV dapat digunakan untuk sampel serum. plasma atau darah secara kualitatif. merapikan alat-alat 21.Pada saat warna tersebut sama. . Berikut ini adalah penjelasan cara menggunakan rapid test hiv merk UJI HIV. UJI HIV merupakan alat uji cepat yang bekerja berdasarkan prinsip immunoassay kromatografik untuk mendeteksi antibodi virus HIV yang terdapat dalam serum. June 11th 2015.16 g/dl Wanita : 12. atau darah.14 g/dl http://www. pada setiap kali penambahan warna dari larutan asam hematin yang terjadi.Melepaskan handscoon 22.Sisa darah yang mungkin masih melekat di dalam lumen pipet Hb di bilas dengan jalan meniup dan menyedotnya.bukupedia.Mengambil perlak dan pengalas.16.html Cara Menggunakan Rapid Test Hiv Thursday. HIV merupakan agen penyebab penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).net/2016/03/langkah-langkah-cara-menggunakan-mikroskop-dengan-baik- dan-benar. Pemeriksaan hiv menggunakan rapid test adalah cara paling mudah dan paling murah untuk mengetahui apakah seseorang terkena virus HIV. 17. plasma.Tambahkan aquadest sedikit demi sedikit. bandingkan dengan warna dari larutan standar 19.Tunggu sampai 1 menit 18. maka penambahan aquadest dihentikan dan kadar Hb dibaca skala itu dengan satuan pembacaan gr % 20.

Masukan 2-4 tetes (20-40 uL) serum atau plasma dengan menggunakan pipet yang tersedia ke dalam lubang “S”. Tempatkan alat Uji HIV pada permukaan yang bersih dan datar. sampel serum. Tunggu selama 15 menit dan baca hasilnya. Catatan : Kemunculan garis uji yang lemah dapat disebabkan oleh titer antibodi anti HIV 1/2 yang rendah dalam sampel. atau darah dan/atau sampel kontrol harus dibawa ke suhu ruang (15-30oC).  Pengujian harus segera dilakukan setelah sampel dikumpulkan. Atau masukkan 2 tetes (20 uL) sampel darah ke dala lubang sampel (S) lalu tambahkan 2 tetes buffer. Kaji ulang prosedur yang telah dilakukan dan ulangi pengujian dengan menggunakan . Petunjuk cara menggunakan rapid test hiv merk UJI Sebelum melakukan pengujian. 2. plasma. Untuk jangka waktu penyimpanan yang lama. Segera pisahkan serum atau plasma dari darah untuk mencegah terjadinya hemolisis. 4.  Sampel yang akan diuji harus dibawa ke suhu ruang. larutan buffer. Jangan membekukan dan mencairkan sampel secara berulang. Keluarkan alat Uji HIV dari sachet dan segera gunakan. 3. Sampel yang beku harus benar-benar dicairkan terlebih dahulu dan dicampur dengan baik sebelum digunakan untuk pengujian. Simpan sampel pada suhu 2-8oC untuk penyimpanan hingga 3 hari. Jangan mengumpulkan sampel dalam suhu ruanng untuk penyimpanan jangka panjang. sampel harus disimpan pada suhu -20oC. Hanya sampel yang tidak mengalami hemolisis yang dapat digunakan. Interpretasi Hasil  POSITIF : Dua garis berwarna merah – ungu muncul.  Jika sampel diperoleh melalui pengiriman maka sampel tersebut harus dikemas dengan standar pengiriman untuk agen etiologi sesuai peraturan yang berlaku. Hasil terbaik diperoleh jika pengujian dilakukan tidak lebi dari satu jam sejak sachet dibuka. 5. Jangan membaca hasil setelah 30 menit. alat Uji HIV. Tidak ada garis yang muncul di daerah uji (T). 1. Satu garis pada daerah kontrol (C) dan garis yang lain pada daerah uji (T)  NEGATIF : Satu garis berwarna merah – ungu muncul di daerah kontrol (C).  TIDAK VALID : Garis kontrol tidak muncul. Volume sampel yang tidak cukup atau prosedur yang salah merupakan alasan yang palling banyak ditemui yang menyebabkan kontrol tidak muncul. Jangan membaca hasil setelah 30 menit.

atau bisa menghubungi SMS / WhatsApp : 0822 144 623 86 / 081 12 2345 05. Sebagaimana alat diagnosis lain. Hasilnya menunjukan bahwa terdapat keselarasan hasil sebesar 100% antara UJI HIV dan teknis ELISA untuk HIV-1/2 yang disetujui oleh FDA. Karakteristik Metode Perbandingan : Dilakukan evaluasi klinis untuk membandingkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan UJI HIV terhadap terhadap teknik ELISA untuk HIV 1/2 yang dianjurkan oleh FDA. Incoming Search Terms:  alat tes hiv  cara kerja pemeriksaan hiv  Cara menggunakan rapid test hiv  prosedur pemeriksaan hiv  pemeriksaan hiv rapid test  prinsip pemeriksaan hiv metode rapid test . Batasan 1. 2. serta spesifitas 100%. hasil UJI HIV juga harus dinilai bersamaan dengan informasi klinis lain yang diperoleh dari dokter. alat Uji HIV tidak dapat memberikan hasil kuantitatif ataupun mengukur peningkatan level antibodi anti-HIV 1/2 yang terdapat dalam sampel. atau darah. Uji HIV hanya mendeteksi infeksi berdasarkan adanya anibodi HIV salam sampel 3. alat uji yang baru. Alat tes HIV bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. 4. Referensi Metode ELISA HIV-1/2 HIV-1 Positif HIV-2 Postif Negatif Positif 25 12 0 Metode Negatif 0 0 54 Sensitivitas dan spesifitas Uji HIV Uji HIV memiliki sensitivitas 100% untuk sampel HIV-1 dan -2. segera hubungi distributor kami. Catatan : Intensitas warna pada garis uji (T) akan bervariasi berdasarkan pada konsentrasi antibodi anti-HIV 1/2 yang terdapat dalam sampel. Uji HIV digunakan untuk deteksi antibodi terhadap HIV dalam serum. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 94 sampel : 54 sampel negatif. 5. Uji HIV hanya untuk penggunaan in vitro. Jika masalah yang sama masih tetap terjadi. plasma. Untuk memastikan diagnosis adanya infeksi diperlukan pemeriksaan konfirmatori dalam alat Rapid Test berikutnya atau pemeriksaan lain sesuai protokol Departemen Kesehatan. Jika hasil UJI HIV negatif namun gejala klinis tetap berlanjut maka diperlukan penentuan langkah selanjutnya oleh dokter atau petugas kesehatan yang kompeten. 239B (depan RSHS). 25 sampel positif HIV-1 dan 12 sampel positif HIV-2. BBM : 7F8B61CD / 52B65C54. Pasir kaliki no.

 pemeriksaan hiv metode rapid test  cara menggunakan alat tes hiv  alat untuk uji hiv onestep  rapid test hiv adalah .

. cara menggunakan mikroskop binokuler.net/2016/03/langkah-langkah-cara-menggunakan-mikroskop-dengan-baik- dan-benar. 2) Perhatikan lensa okuler yang tertera perbesaran 10×. kemudian praktikkan! 1) Letakkan mikroskop di atas meja datar dengan bagian lengan tepat berada di hadapanmu. Cara Menggunakan Mikroskop Kalian harus menggunakan mikroskop dengan cara yang benar. Lensa okuler ini dapat diganti sesuai perbesaran yang diinginkan.http://www. Hal ini berarti objek akan diperbesar 10 kali dari ukuran objek sesungguhnya oleh lensa okuler. cara menggunakan mikroskop dengan benar.bukupedia. Ikutilah langkah-langkah berikut. berarti bayangan benda diperbesar 10 × 10 = 100×. cara menggunakan mikroskop cahaya. 3) Perhatikan lensa objektif! Amati lensa dan perbesarannya! Gunakan perbesaran lemah (perbesaran 10×) pada lensa okuler maupun lensa objektif untuk pengamatan awal! Dengan demikian. pada kesempatan ini kalian akan mengetahui bagaimana langkah-langkah menggunakan mikroskop atau cara menggunakan mikroskop yang baik. 23 MARCH 2016 BIOLOGI FISIKA IPA KIMIA Langkah-langkah Cara Menggunakan Mikroskop Dengan Baik dan Benar Setelah mengetahui bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya.html Home » Biologi » Fisika » IPA » Kimia » Langkah-langkah Cara Menggunakan Mikroskop Dengan Baik dan Benar WEDNESDAY.

ada juga jenis mikroskop yang dilengkapi lampu.5 cm)! .4) Aturlah diafragma agar lensa okuler mendapatkan cahaya yang cukup terang! 5) Aturlah cermin yang berada di bawah meja preparat! Kesesuaian cahaya dapat kita ketahui melalui diafragma. Pengaturan cahaya dilakukan dengan memutar alat pengatur lampu. 6) Letakkan gelas preparat yang akan diamati di atas meja preparat! Aturlah agar objek yang diamati berada tepat di tengah lubang meja preparat! Jepit gelas preparat dengan penjepit objek! 7) Putarlah tombol pengatur fokus untuk menurunkan tabung mikroskop sehingga lensa objektif hampir menyentuh preparat (berjarak ± 0. Namun.

8) Putarlah tombol pengatur fokus sambil melihat preparat dengan lensa okuler! Tujuannya untuk menaikkan atau menurunkan tabung mikroskop perlahan-lahan hingga preparat terlihat jelas. Apakah kalian telah paham cara menggunakan mikroskop? Setelah selesai digunakan. Kemudian. Posisikan meja preparat dalam kedudukan terendah dan di tengah. putarlah lensa objektif dalam posisi O. masukkan mikroskop di kotak mikroskop yang terbuat dari kayu atau ditutup dengan penutup khusus. Miringkan cermin. . Preparat dapat digeser-geser dengan mengubah posisi meja preparat bila letaknya belum tepat. 9) Putarlah revolver untuk mengganti lensa objektif perbesaran lemah dengan perbesaran kuat! Hal ini dilakukan jika ingin melihat bagian tertentu pada preparat dengan jelas. posisikan mikroskop dalam keadaan istirahat.

Bilas dengan air mengalir. trombosit dan parasit yang ada di dalam darah. Keringkan sisa air dengan menyimpan slide berdiri vertikal pada rak khusus. Tunggu selama 15 menit. Genangi sediaan apus darah tipis dan tetes tebal dengan larutan giemsa yang diencerkan aquadest dengan perbandingan 1:4 (1 bagian giemsa dengan 4 bagian air) 5.co. Pewarnaan giemsa digunakan untuk membedakan inti sel dan morfologi sitoplasma dari sel darah merah.id/2012/08/teknik-pewarnaan-giemsa. Pewarnaan ini digunakan untuk pemeriksaan sitogenetik dan untuk diagnosis histopatologis parasit malaria dan parasit lainnya. 3. 4. Pewarnaan giemsa adalah teknik pewarnaan yang paling bagus digunakan untuk identifikasi parasit yang ada di dalam darah (blood-borne parasite). Gunakan APD lengkap terutama sarung tangan/gloves. . 2012 Teknik Pewarnaan Giemsa Pewarnaan Giemsa (Giemsa Stain) adalah teknik pewarnaan untuk pemeriksaan mikroskopis yang namanya diambil dari seorang peneliti malaria yaitu Gustav Giemsa.blogspot. 6. Fiksasi sediaan apus darah tipis dengan mencelupkannya kedalam larutan metanol.html Friday. 2. sel darah putih. 7. Prinsip dari pewarnaan giemsa adalah presipitasi hitam yang terbentuk dari penambahan larutan metilen biru dan eosin yang dilarutkan di dalam metanol. August 3. Prosedur Pewarnaan (sediaan darah apus tipis dan tetes tebal): 1. http://mltunite. Tunggu sampai larutan metanol yang tertinggal menguap.

 Hati-hati pada saat membilas sediaan tetes tebal karena bagian tersebut tidak difiksasi dan tidak menempel dengan kuat ke slide kaca. Posted by Cabogun .Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pewarnaan giemsa:  Perhatikan agar metanol tidak mengenai sediaan tetes tebal karena akan membuat bagian tersebut terfiksasi dan hasil pewarnaan tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan.

Bila zat warna yang telah terpenetrasi tidak dapat dilarutkan dengan alkohol asam. Bakteri genus Mycobacterium dan beberapa spesies nocardia pada dinding selnya mengandung banyak zat lipid (lemak) sehingga bersifat permeable dengan pewarnaan biasa. tetapi dapat pula diambil dari lokasi lain seperti cairan otak (Liquor Cerebro Spinalis).blogspot. Carbol fuchsin 0. maka bakteri tersebut disebut tahan asam sedangkan sebaliknya disebut tidak tahan asam.html MEDIBLOCK Capturing with Letters Praktikum Mikrobiologi #2: Pewarnaan Ziehl Neelsen Pewarnaan Ziehl Neelsen. Ose 7. Pewarnaan ini merupakan prosedur untuk membedakan bakteri menjadi 2 kelompok tahan asam dan tidak tahan asam. Bahan pemeriksaan TB biasanya berupa sputum yang diambil dari pasien tersangka KP (Koch pulmonum). Air 6. Prinsip Pewarnaan Bakteri tahan asam (BTA) akan memberikan warna merah. Alat dan Bahan: 1.co.http://mediblock. dll. termasuk pewarnaan tahan asam. Lampu bunsen/spiritus . Pewarnaan tahan asam dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosa tuberculosis. leprae) dan Actinomyces. Methylen-blue 0. sedangkan yang tidak tahan asam akan berwarna biru.id/2012/10/pratktikum-mikrobiologi-1-pewarnaan. ulkus. Biasanya dipakai untuk mewarnai golongan Mycobacterium (M. Alkohol asam 3% (Alkohol + konsentrasi HCl 3%) 4. Cara Pewarnaan Ziehl Neelsen A. tuberculosis dan M. getah lambung. Bakteri tersebut bersifat tahan asam (+) terhadap pewarnaan tahan asam.3% 3. Object glass 2.3% 5. urine.

Ambil 1 ose sputum yang kental (hijau kuning) letakkan diatas objek gelas. Bersihkan objek gelas. Biarkan dingin selama 5 menit. beri label 2. Cara Pewarnaan ZN: 1. Sterilkan ose. Cara Membuat Sediaan: 1. Panaskan selama 3-5 menit. Sediaan dituangi Carbol Fuchsin sampai penuh 2. Dekolorisasi dengan alkohol asam 10-30 detik. C. sediaan siap untuk diwarnai. Tuangi dengan methylen blue selama 20-30 detik. Setelah kering fiksasi denga melewatkkan diatas nyala api sebanyak 3 x. 4. cuci dengan air . cuci dengan air 5. 5. jangan sampai mendidih 3. cuci dengan air 4. ratakan. Sediaan biarkan kering pada suhu kamar.B. dinginkan 3.

etambutol. lebih sering Ogawa.Tambahan: Cara pemeriksaan BTA dari sputum dengan oil imersi 1. 2. disebut ++ atau (2+) Ditemukan >10 BTA dlam 1 lp. Periksa dengan cara mengeser dan membentuk zig zag dari atas kebawah kemudian ulangi dengan berlawanan arah.  Tes sensitivitas dengan obat rifampisin. pira zinamida. ditulis jumlah kuman yang ditemukan Ditemukan 10-99 BTA dalam 100 lp. streptomisin. Pembacaan BTA sputum menggunakan skala IUATLD (International Union Against Tuberculosis and Lung Diseases) Tidak ditemukan BTA dalam 100 lp. isoniazida. disebut + atau (1+) Ditemukan 1-10 BTA dalam 1 lp. Teteskan oil imersi pada sediaan sputum lihat pada pembesaran lensa objektif 100x carilah BTA yang berbentuk batang warna merah. tuberculosis dengan media Lowenstein-Jenses atau Ogawa. disebut +++ atau (3+) Pembiakan M. dll. tuberculosis  Inkubasi 6-8 minggu  Pembiakan M.  Bisa juga dilakukan tes biokimiawi . disebut negatif Ditemukan 1-9 BTA dalam 100 lp.

21 Oktober 2012 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook . tuberkulosis Diposkan oleh Fitri Nurrahmi on Minggu. koloni M.

serta ekonomis. Penelitian terbaru telah mengembangkan metode diagnostik yang dapat diperbandingkan dengan metode yang lazim (konvensional). dan sesuai biaya (cost-effective). yang kemungkinan disebabkan oleh pemakaian obat antimalaria secara tidak tepat (irasional). yang dihasilkan pada tahap seksual dan aseksual parasit. Perubahan gambaran morfologi parasit malaria. mudah dilakukan. Praktimum ini bertujuan untuk melakukan deteksi kualitatif cepat histidine-rich protein . pLDH adalah enzim glikolitik di Plasmodium sp . sensitif. http://chimul93. Kepentingan untuk mendapatkan diagnosis yang cepat pada penderita yang diduga menderita malaria merupakan tantangan untuk mendapatkan uji/metode laboratorik yang tepat. HRP- 2 banyak dihasilkan oleh Plasmodium falciparum . membuat masalah semakin sulit terpecahkan bila hanya mengandalkan teknik diagnosis mikroskopis. tepat. sensitif. ahli laboratorik. serta peklinik mengembangkan alat uji diagnostik cepat (Rapid Diagnostic Test/RDTs) yang mudah dilakukan. serta variasi galur (strain ). serta berpindah-pindah dari daerah endemis. Pendahuluan Malaria masih merupakan masalah penyakit endemik di wilayah Indonesia Timur khususnya Nusa Tenggara Barat. sehingga merupakan sasaran (target) antigen utama dalam membuat uji diagnostik cepat malaria. Salah satu masalah yang dihadapi adalah kesulitan mendiagnosis secara cepat dan tepat. cepat. migrasi penduduk yang cepat.id/2015/08/laporan-praktikum-tes-rdt-pada-infeksi. Peranan endemisitas malaria. Berdasarkan hal diatas maka akan dilakukan praktikum pemeriksaan Rapid Diagnostic Test pada malaria. WHO bersama para ilmuwan.blogspot. HRP-2 adalah protein larut air yang dihasilkan pada tahap aseksual dan gametosit Plasmodium falciparum dan dikeluartekankan (diekspresikan) di membran sel eritrosit. Berdasarkan hasil evaluasi Program Pemantapan Mutu Eksternal Laboratorium Kesehatan pada pemeriksaan mikroskopis malaria.html Laporan Praktikum Tes RDT Pada Infeksi Malaria I. dan Plasmodium aldolase. Ada beberapa antigen malaria yang dapat digunakan sebagai sasaran (target) pemeriksaan ini. menimbulkan kendala dalam memeriksa parasit malaria secara mikroskopis yang selama ini merupakan standar emas (gold standard) pemeriksaan laboratoris malaria. pLDH. Ditambah lagi rendahnya mutu mikroskop dan pereaksi ( reagen ) serta kurang terlatihnya tenaga pemeriksa. hanya 79% peteknik laboratorium yang dapat membaca preparat dengan benar. Sebagian besar RDTs malaria menggunakan asas imunokromatografi yang menggunakan antibodi monoklonal yaitu HRP-2 (Histidine Rich Protein ) untuk Plasmodium falciparum dan pLDH ( parasite Lactate Dehydrogenase) untuk mengetahui Plasmodium vivax sebagai indikator infeksi. dari 19 laboratorium di NTB yang mengevaluasi menggunakan preparat positif malaria. yaitu: HRP- 2.co. yang dilakukan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Mataram. secara tidak langsung mempengaruhi masalah diagnostik laboratorik maupun terapi malaria.

Siklus Hidup Parasit Malaria Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan parasit plasmodium yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Plasmodium vivax. III. penyebab malaria tropika yang sering menyebabkan malaria yang berat (malaria serebral dengan kematian).falciparum. penyebab penyakit malaria adalah parasit malaria. P. c. Transmisi malaria dimulai ketika nyamuk anopheles betina menggigit manusia yang sudah terinfeksi parasit malaria.malariae) dalam darah manusia sebagai alat bantu dalam diagnosis infeksi malaria. yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles dengan gambaran penyakit berupa demam yang sering periodik. 2) Plasmodium vivax. yaitu : 1) Plasmodium falciparum. Plasmodium falciparum. Tujuan Untuk melakukan deteksi kualitatif cepat histidine-rich protein 2 (HRP2) malaria (P. dan Plasmodium Malaria. P. gamet itu .falciparum) dan lactate dehydrogenase (pLDH) (P. penyebab malaria quartana 4) Plasmodium ovale. Plasmodium ovale.falciparum. 3) Plasmodium malariae. Diharapkan hasil praktikum ini dapat berguna dan memberikan sumbangan serta masukan bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan. II. menyebabkan malaria ovale tetapi jenis ini jarang dijumpai. Sampai saat ini di Indonesia dikenal 4 jenis spesies plasmodium penyebab malaria pada manusia. suatu protozoa dari genus Plasmodium. Nyamuk mencerna darah yang mengandung gamet jantan dan betina dari parasit malaria. 2 (HRP2) malaria (P. P. hati dan ginjal b. Di dalam perut nyamuk. Tinjauan Pustaka a.ovale dan P.malariae) dalam darah manusia sebagai alat bantu dalam diagnosis infeksi malaria. Etiologi Malaria Menurut Departemen Kesehatan tahun 2005. yaitu. pembesaran limpa dan berbagai kumpulan gejala oleh karena pengaruhnya pada beberapa organ misalnya otak. P. anemia. Ada 4 spesies plasmodium yang menyebabkan penyakit di manusia. penyebab malaria tertiana.vivax.vivax. Definisi Malaria Malaria adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium.falciparum) dan lactate dehydrogenase (pLDH) (P.ovale dan P.

Sporozoit menginvasi sel parenkim hati dan menjadi tropozoit hati.malariae keluhan prodromal tidak jelas bahkan gejala dapat mendadak. diare ringan dan kadang-kadang merasa dingin di punggung. Gejala didahului oleh keluhan prodromal berupa. sprozoit yang berada di kelenjar liur nyamuk akan masuk ke dalam peredaran darah. dan stadium matur pada 24 jam kedua. parasit tersebut berkembang dari stadium tropozoit sampai skizon yang mengandung banyak merozoit. Pada malaria tertiana (P. vivax dan P. Jika nyamuk lain menggigit manusia dan mencerna gametosit. mual. Pada waktu nyamuk Anopheles infektif menghisap darah manusia. anemia sekunder dan splenomegali.Siklus ini disebut siklus eritrositer. Zigot menembus dinding lambung nyamuk dan berkembang menjadi ookist. Tahap infeksi darah ini adalah penyebab gejala dan tanda malaria. Siklus ini disebut siklus ekso eritrositer. Demam periodik berkaitan dengan saat pecahnya schizon matang ( sporolasi ). Gejala malaria Gejala klinis penyakit malaria sangat khas dengan adanya serangan demam yang intermiten. bergabung menjadi sel yang disebut zigot. nyeri pada tulang atau otot. Keluhan ini sering terjadi pada P. Di dalam sel darah merah. ano reksia. Ookist kemudian membelah dan menghasilkan ribuan sel yang disebut sporozoit. sedangkan malaria kuartana (P.vivax dan P. yaitu stadium cincin pada 24 jam pertama. Parasit dalam eritrosit secara garis besar mengalami 2 stadium. sakit kepala. sedangkan P. Kemudian berkembang menjadi skizon hati yang terdiri dari merozoit hati. Hipnozoit tersebut dapat tinggal di dalam sel hati selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. ovale. tetapi ada yang menjadi bentuk dorman yang disebut hipnozoit. pematangan schizon tiap 48 jam maka periodisitas demamnya setiap hari ke-3. Pada P. Skizon hati akan pecah dan melepaskan merozoit ke aliran darah. yaitu: . malaise. maka siklus hidup parasit malaria dimulai kembali. Ovale ). dimana sel darah merah dengan cepat diinfeksi. Selanjutnya eritrosit yang terinfeksi pecah melepaskan merozoit yang akan menginfeksi sel darah merah lainnya. sebagian tropozoit hati tidak langsung berkembang menjadi skizon.falciparum dan P. Setelah beberapa siklus skizogoni darah.ovale. Sporozoit meninggalkan dinding lambung dan bermigrasi ke kelenjar saliva nyamuk. sebagian merozoit akan menginfeksi sel darah merah dan membentuk stadium seksual (gamet jantan dan betina).Vivaxdan P. Gejala klasik malaria biasanya terdiri atas 3 (tiga) stadium yang berurutan. Permukaan parasit pada stadium cincin akan menampilkan Ring-erythrocyte surface antigen (RESA) yang menghilang setelah parasit masuk stadium matur Permukaan membran parasit stadium matur akan mengalami penonjolan yang membentuk knob dengan Histidin rich protein 1 (HRP1) sebagai komponen utamanya. Malariae ) pematangannya tiap 72 jam dan peri odisitas demamnya tiap 4 hari. d.

e.falciparum dapat menimbulkan malaria berat yang menurut WHO didefinisikan sebagai infeksi P. Stadium dingin ( Cold stage) Penderita akan merasakan dingin menggigil yang amat sangat. yang paling berat adalah anemia karena P.falciparum. kulit panas dan kering. Limpa merupakan organ penting dala m pertahanan tubuh terhadap infeksi malaria. Pada infeksi P. Pembesaran terjadi akibat timbunan pigmen eritrosit parasit dan ja ringan ikat bertambah . Ada 2 cara diagnostik yang diperlukan untuk menentukan seseorang itu positif malaria atau tidak yaitu pemeriksaan darah tepi (tipis/tebal) dengan mikroskop dan deteksi antigen. vivax . falcifarum. Diagnosis Malaria Diagnostik malaria sebagaimana penyakit pada umumnya didasarkan pada gejala klinis. pucat. 3. kesadaran delirium sa mpai terjadi kejang (anak). Stadium berkeringat ( Sweating stage) Pada stadium ini penderita berkeringat banyak sekali. karena dalam kenyataannya gejala sangat bervariasi antar manusia dan antar Plasmodium. falciparum dan non falciparum terutama P.falciprum stadium aseksual dengan satu atau lebih komplikasi. Hal ini berlangsung 2-4 jam. Teknik yang di gunakan untuk deteksi antigen adalah immunokromatografi dengan kertas dipstick yang dikenal dengan Rapid Diagnostic Test (RDT). Alat ini dapat mendeteksi antigen dari P. Splenomegali adalah pembesaran limpa yang merupakan gejala khas malaria kronik . Anemia merupakan gejala yang sering dijumpai pada infeksi malaria. Interpretasi yang didapat dari hasil pemeriksaan darah tepi adalah jenis dan kepadatan parasit. dan lebih sering dijumpai pada penderita daerah endemik terutama pada anak-anak dan ibu hamil. Meskipun sangat sederhana pemeriksaan darah tepi dengan mikroskop merupakan gold standard dan menjadi pemeriksaan terpenting yang tidak boleh dilupakan. dapat terjadi syok (tekanan darah turun). Periode ini berlangsung antara 15 menit sampai 1 jam diikuti dengan meningkatnya temperatur. dapat sampai 2 jam atau lebih. sianosis. 2. Periode ini lebih lama dari fase dingin. kadang muntah. nyeri dan hipere mis. Deteksi antigen digunakan apabila tidak tersedia mikroskop untuk memeriksa preparat darah tepi atau pada daerah yang sulit dijangkau dan keadaan darurat yang perlu diagnosis segera. Anemia di sebabkan oleh penghancuran eritrosit yang berlebihan. Stadium demam (Hot stage ) Muka penderita terlihat merah. kulit kering. Meskipun demikian. Derajat anemia tergantung pada sp esies penyebab. . eritrosit normal tidak dapat hidup lama ( reduced survival time ) dan gangguan pembentukan eritrosit karena de presi eritropoesis dalam sumsum tulang. pada dasarnya gejala tersebut tidak da pat dijadikan rujukan mutlak. Hampir semua kematian akibat penyakit malaria disebabkan oleh P. pemeriksaan laboratorium darah dan uji imunoserologis. penemuan fisik. nadi cepat dan lemah.1. Limpa akan teraba setelah 3 hari dari serangan infeksi akut dimana akan terjadi bengkak. nadi cepat dan panas badan tetap tinggi dapat sampai 40°C atau lebih.

IV. buka tutup botol Assay Buffer dengan memutar tutupnya. 3. bersihkan tetesan darah pertama dengan tissue bersih. Hasil Hasil uji cepat deteksi HRP2 dan plasmodium LDH malaria atau tes Rapid Diagnostic Test. masukkan seluruh darah (5 µl) ke lubang sampel. 5. yaitu negatif malaria pada Nn. Tissue V. Alat dan Bahan Bahan : . Ismul Bahiyih. bersihkan daerah yang akan ditusuk menggunakan alcohol pad 2. tambahkan 3 tetes assay buffer (atau 60 µl) ke lubang buffer 8. ambil sampel darah (5 µl) menggunakan pipet yang disediakan atau pipet mikro. 7. CareStartTM Malaria HRP2/pLDH (Pf/PAN) Combo berisikan : o Alat Uji ( Alat uji disegel di dalam wadah aluminium dengan pengering) o Petunjuk penggunaan o Assay Buffer (Borax buffered SDS dan larutan saporanin) o Pilihan : pipet sampel/lanset/alcohol pad . 4. tekan ujung jari dan tusuk menggunakan venipuntur atau lanset yang disediakan. . Karena terdapat hanya satu garis di area “C” berarti menandakan hasil negatif malaria. 6. Darah kapiler . Cara Kerja 1. baca hasilnya dalam 20 menit VI.

vivax. diperlukan uji klinis lain jika hasil yang diperoleh meragukan dengan melakukan tes apusan darah tebal dan tipis karena hal ini merupakan gold standar dalam mendiagnosis malaria. Purwanto AP. VIII. Pembahasan Rapid Diagnostic Test adalah suatu tes yang dapat mendeteksi antigen malaria pada sejumlah kecil darah. biasanya 5–15 µl menggunakan prinsip imunokromatografi dengan antibodi monoklonal untuk mendeteksi antigen parasit dan biasanya dalam bentuk tes strip.falciparum.ovale dan P. malariae. DAFTAR PUSTAKA 1.vivax. Pada setiap tes yang telah dilakukan warna pada garis kontrol harus muncul. Ismul Bahiyih negatif malaria. ovale. Jika ada dua garis (satu garis di area “C” dan satu lagi di area “1”) berarti hasilnya positif untuk P. P. ada kemungkinan hasil yang salah walaupun jarang sekali. apabila warna pada garis kontrol tidak muncul menandakan bahwa tes tersebut invalid dan tes harus diulangi menggunakan alat uji baru.malariae) dalam darah manusia merupakan cara yang sederhana dan cepat dalam diagnosis infeksi malaria. atau P. Jika ada dua garis (satu garis di area “C” dan satu lagi di area “2”) berarti hasilnya positif untuk P. falciparum. Jika ada tiga garis (garis di area “C”. falciparum. falciparum dan lainnya (P. P. Ima Arum L. Karenanya. Interpretasi hasil dari RDT dapat dilihat dari muncul atau tidaknya warna pada tes strip tersebut. VII. Uji Diagnostik Plasmodium Malaria Menggunakan Metode Imuunokromatografi Diperbandingkan Dengan Pemeriksaan Mikroskopik (Diagnostic Test of Plasmodium Malaria by Immunochromatographic Method Compared to . P. setelah 15 menit didapatkan hanya ada satu garis di area “C” berarti hasilnya negatif. ovale.falciparum) dan lactate dehydrogenase (pLDH) (P. P. P. di area “1” dan “2”) berarti hasilnya positif untuk infeksi campuran P. malariae) Dan pada praktikum kali ini. dkk. Sehingga pada praktikum ini Nn. vivax. dan P. Kesimpulan Kesimpulan dari praktikum ini yaitu melakukan deteksi kualitatif cepat histidine-rich protein 2 (HRP2) malaria (P. Meskipun tes ini sangat bisa diandalkan dalam deteksi HRP2 dan/atau pLDH.

Malaria. 2009 .academia. Program Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mahardika Cirebon 2013.ac. [Diunduh darihttps://www.pdf] pada tanggal 28 Juli 2015 4.pdf] pada tanggal 26 Juli 2015 2. [Diunduh darihttp://repository. Patologi Klinik Universitas Diponegoro. Novita Liza. [Diunduh darihttp://www.journal.id/bitstream/123456789/28107/4/Chapter%20II.unair. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Perbedaan Interpretasi Hasil Rapid Diagnostik Test Dengan Pemeriksaan Mikroskopis Malaria Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintubi Provinsi Papua Barat Tahun 2013. Anonymous.ac. Semarang. Diagnosis Dan Penatalaksanaan Malaria.usu.id/filerPDF/IJCPML-12-3-04. Microscopic Examination).edu/5148622/PERBEDAAN_INTERPRETASI_HASIL_RAPID_DIAGNOSTIC_T EST_DENGAN_PEMERIKSAAN_MIKROSKOPIS_MALARIA_DI_WILAYAH_KERJA_DINAS_KESEHATAN_K ABUPATEN_TELUK_BINTUNI_PAPUA_BARAT_TAHUN_2013] pada tanggal 29 Juli 2015 3. Setiabudi Asep.