You are on page 1of 29

LAPORAN PENGALAMAN BELAJAR I (PBL I

)

COMMUNITY DIAGNOSIS MASALAH KESEHATAN

DI DESA KUTAWARINGIN KECAMATAN SELAJAMBE

KABUPATEN KUNINGAN

TAHUN 2018

Oleh:

EVA TRIANA ULPAH CMR0150009

GINNY KENCANA PUTRI CMR0150014

IRFANI FEBRIYANI CMR0150017

SINDI DARMAWAN CMR0150031

WIDYA DWI WIGUNA CMR0150034

WINA KHOERUN NISA CMR0150036

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN

KUNINGAN

2018

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan karunia-Nya

akhirnya kami dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Pengalaman Belajar Lapangan

(PBL I) mengenai Community Diagnosis Masalah Kesehatan di Desa Kutawaringin

Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan Tahun 2018.

Kegiatan PBL I ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Semester 5 Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan. Dalam kesempatan

ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan

bimbingan serta turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan PBL I, terutama kepada :

1. Ibu Prof. Dr. Hj. Dewi Laelatul Badriah M.Kes, AIFO selaku Ketua Yayasan

Pendidikan Bakti Husada (YPBHK) beserta segenap jajarannya.

2. Bapak Abdal Rohim S.Kp., M. H selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan

Kuningan (STIKKU).

3. Ibu Icca Stella Amalia SKM., MPH selaku Ketua Prodi S1 Prodi Kesehatan

Masyarakat STIKes Kuningan.

4. Bapak Cecep Heriana SKM,. MPH selaku Dosen Pembimbing Akademik.

5. Ibu Siti Ismaya Amd. Keb selaku Pembimbing Lapangan.

6. Bapak Udin Rukadi selaku Kepala Desa beserta seluruh Perangkat Desa Kutawaringin

Kecamatan Selajambe

7. Bapak Kepala Dusun Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe.

8. Seluruh Ketua RT dan Ketua RW Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe.

9. Bapak dan Ibu Iwan selaku tuan rumah selama kami tinggal di Desa Kutawaringin.

10. Seluruh masyarakat Desa Kutawaringin yang menerima kami dengan baik.

11. Orangtua dan keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan moril maupun

material serta doa.

Semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan semua pihak yang berkepentingan. kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan. Teman – teman dan semua pihak yang tidak dapat sebutkan satu persatu. Maret 2018 Penyusun . Kuningan. 12. Dalam Laporan PBL I ini. Untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan.

Status kesehatan akan tercapai secara optimal. perilaku. Ruang lingkup kesehatan lingkungan tersebut antara lain mencakup: perumahan. Mengingat pentingnya aspek kesehatan dalam kehidupan maka diperlukan sistem pendataan kesehatan untuk mengetahui gambaran kesehatan masyarakat di suatu daerah. 2007).1 Latar Belakang Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks. penyediaan air bersih. BAB I PENDAHULUAN 1. dan sebagainya. Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal pula. Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan. pembuangan air kotor (air limbah). 2011). maka status kesehatan akan tergeser dibawah optimal (Notoadmojo. pelayanan kesehatan dan hereditas (keturunan). Menurut Hendrik L. Adapun yang dimaksud dengan usaha kesehatan lingkungan adalah suatu usaha untuk memperbaiki atau mengoptimumkan lingkungan hidup manusia untuk terwujudnya kesehatan yang optimum bagi manusia yang hidup di dalamnya (Chandra. Blum ada 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat yaitu lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai bahan perencanaan kesehatan yang akan dibuat sesuai dengan kondisi . yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan sendiri. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masyarakat. tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya. Salah satu faktor berada dalam keadaan yang terganggu (tidak optimal). baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat. rumah hewan ternak. apabila keempat faktor tersebut secara bersama-sama mempunyai kondisi yang optimal. tapi harus dilihat dari segi- segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah ‘sehat-sakit’ atau kesehatan tersebut. pembuangan sampah. pembuangan kotoran manusia (tinja).

Yang dimaksud dengan pengelolaan sampah meliputi pengumpulan. baik yang dapat diamati langsung atau secara tidak langsung. Kebiasaan merokok . karena dari sampah tersebut akan hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit dan juga binatang serangga sebagai pemindah/penyebar penyakit. perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat selanjutnya adalah faktor perilaku. Sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat adalah faktor lingkungan. sampai dengan pemusnahan atau pengolahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup (Alamsyah et al. salah satunya adalah masalah sampah. pengangkutan. Menurut Notoadmojo (2011). dan masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah di sungai sebanyak 443 keluarga (74.kesehatan yang ada di masyarakat dan salah satu sistem pendataan yang dilakukan adalah dengan cara melaksanakan Pengalaman Belajar Lapangan I (PBL I). 2013). Perilaku merupakan respon terhadap stimulus. tetapi juga untuk keindahan lingkungan. Oleh sebab itu.7%). PBL I merupakan suatu kegiatan analisis data kesehatan dasar yang dilakukan secara menyeluruh kepada masyarakat di suatu daerah. Pengelolaan sampah yang baik bukan untuk kepentingan kesehatan saja. sampah harus dikelola dengan baik sampai sekecil mungkin agar tidak mengganggu atau mengancam kesehatan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan hasil Survei Masalah Kesehatan yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat.2%). Salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan perilaku kesehatan yang terdapat di Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe adalah perilaku merokok yang banyak dilakukan oleh kelompok laki-laki.. Masalah pembuangan sampah yang terdapat di Desa Kutawaringin yaitu masih banyaknya masyarakat yang tidak mempunyai tempat sampah sebanyak 589 keluarga (98.

Kecamatan Selajambe. sebanyak 28 orang yang merokok kadang-kadang (4. Masalah yang terdapat di Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe yang berhubungan dengan faktor genetik yaitu terdapat beberapa penduduk desa yang memiliki riwayat penyakit degenaratif seperti hipertensi.1 Tujuan Umum Mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat melalui data primer dan data sekunder. dan lain sebagainya. diabetes milletus. rheumatoid arthritis.8%). menentukan prioritas masalah. dan .tersebut masih banyak dilakukan walaupun sebagian besar dari mereka sudah mengetahui dampak negatif dari merokok.7%). Kabupaten Kuningan. mahasiswa dapat menetapkan masalah kesehatan lingkungan menggunakan konsep H.2 Tujuan 1.L. Adapun faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat berikutnya adalah faktor genetik (keturunan). membuat akar penyebab masalah. baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif.3%). Faktor genetik merupakan faktor bawaan yang terdapat pada keluarga.2.7%). Jumlah Data Rumah Tangga berdasarkan perilaku merokok di Desa Kutawaringin yaitu sebanyak 426 orang yang merokok setiap hari (71. jantung. sebanyak 3 orang yang tidak merokok namun sebelumnya pernah merokok kadang-kadang (0. Setelah mengidentifikasi masalah tersebut. Melalui Pengalaman Belajar Lapangan I ini. gastritis. sebanyak 4 orang yang tidak namun sebelumnya pernah merokok setiap hari (0. dan sebanyak 136 orang yang tidak pernah merokok sama sekali (22. Blum sebagai pendekatan untuk mengidentifikasikan masalah kesehatan yang terjadi di Desa Kutawaringin. asma. Kemudian langkah berikutnya adalah memilih satu dari beberapa alternatif penyelesaian masalah kesehatan di Desa Kutawaringin yang telah ditentukan. 1.5%). maka ditentukan prioritas dari masalah kesehatan yang telah ditemukan.

Kabupaten Kuningan. Kecamatan Selajambe. Kecamatan Selajambe. Kecamatan Selajambe.2. 5. Kecamatan Selajambe. Kecamatan Selajambe. Kabupaten Kuningan.2 Tujuan Khusus 1. Menggambarkan ketersediaan pelayanan kesehatan yang ada di Desa Kutawaringin. Kecamatan Selajambe. 4. 6. 8. 1. 7. Menentukan dan menetapkan prioritas masalah yang telah diidentifikasi di Desa Kutawaringin. 2. Kecamatan Selajambe. Kabupaten Kuningan. Kecamatan Selajambe. Kabupaten Kuningan. 3. Menggambarkan keadaan sosial budaya masyarakat di Desa Kutawaringin. Kabupaten Kuningan. Kabupaten Kuningan. Menggambarkan keadaan geografis Desa Kutawaringin. Kecamatan Selajambe. 9. Menggambarkan perilaku kesehatan masyarakat di Desa Kutawaringin. serta menentukan solusi alternatif penyelesaian masalah. Menggambarkan keadaan lingkungan masyarakat di Desa Kutawaringin. Menggambarkan keadaan ekonomi masyarakat di Desa Kutawaringin. Kabupaten Kuningan. 10. Kabupaten Kuningan. Kabupaten Kuningan. Kecamatan Selajambe. Kabupaten Kuningan.mengidentifikasikan penyebab masalah. . Memberikan solusi alternatif pemecahan masalah terkait masalah di Desa Kutawaringin. Menganalisis penyebab masalah kesehatan di Desa Kutawaringin. Menggambarkan keadaan demografis Desa Kutawaringin.

b. e. Bagi Prodi Kesehatan Masyarakat a. Dapat menentukan prioritas masalah kesehatan di masyarakat. masyarakat dapat lebih menyadari akan pentingnya kesehatan di lingkungan sekitar. Dari informasi tersebut. Bagi Masyarakat Desa Kutawaringin a. Dapat melatih softskill pada saat survei dan bersosialisasi dengan masyarakat di Desa Kutawaringin. c. 2. Bagi Mahasiswa peserta PBL a. Dapat memperluas pengetahuan tentang kondisi demografi. Mengenalkan Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan kepada masyarakat di Desa Kutawaringin. Dapat mempertajam kemampuan identifikasi masalah-masalah kesehatan yang muncul di masyarakat. Kabupaten Kuningan. 4. 3. Mendapatkan pengalaman dalam melakukan diagnosis masalah kesehatan di Desa Kutawaringin. sehingga Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan dapat . Bagi Desa Kutawaringin Sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam meningkatkan masalah kesehatan yang ada di Desa Kutawaringin. sosial ekonomi. dan budaya masyarakat. Kabupaten Kuningan sehingga diharapkan adanya perubahan perilaku bagi masyarakat. b.1. Mendapatkan informasi mengenai masalah kesehatan masyarakat yang ada di Desa Kutawaringin. Kecamatan Selajambe. Mendapatkan informasi tentang daerah yang mengalami masalah gizi dan masalah kesehatan lainnya. geografi. d. Kabupaten Kuningan Jawa Barat. b. Kecamatan Selajambe.3 Manfaat 1. Kecamatan Selajambe.

Kabupaten Kuningan. 5. . Kabupaten Kuningan. Kecamatan Selajambe. Bagi Puskesmas Selajambe a. Kabupaten Kuningan. memberikan suatu kegiatan preventif dan promotif kepada masyarakat tentang kesehatan masyarakat yang terjadi di Desa Kutawaringin. Jawa Barat. Jawa Barat. b. Jawa Barat. Dapat membantu arahan pengambilan kebijakan guna pengembangan kesehatan di lingkungan Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe. Memperoleh gambaran informasi kesehatan di Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe.

banyak curah hujan yaitu 1500 mm/th. sedangkan batas wilayah sebelah selatan berbatasan dengan Desa Ciberung. batas wilayah sebelah timur berbatasan dengan Desa Ciberung dan Bagawat. Luas wilayah Desa Kutawaringin 714.Gambaran Umum Desa Kutawaringin 2. BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN 2. Secara administrasi Desa Kutawaringin mempunyai batas wilayah sebagai berikut: Tabel 3.1. dapat diketahui bahwa batas wilayah sebelah utara Desa Kutawaringin berbatasan dengan Desa Pinara Kecamatan Ciniru.1 Batas Wilayah Desa Kutawaringin Batas Desa Kecamatan Sebelah Utara Pinara Ciniru Sebelah Selatan Ciberung Selajambe Sebelah Timur Ciberung dan Bagawat Selajambe Sebelah Barat Bangun Jaya Subang (Sumber : Data Profil Desa Kutawaringin 2017) Berdasarkan data pada tabel 3.105 Ha. dan suhu udara rata – rata yaitu 23 – 27oC. Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Kuningan.1 Kondisi Geografis Lokasi Desa Kutawaringin terletak di Kecamatan Selajambe.1. Kondisi geografis Desa Kutawaringin memiliki Ketinggian tanah dari permukaan air laut yaitu 250 – 300 mdpl. dan batas wilayah sebelah barat Desa Kutawaringin berbatasan dengan Desa Bangun Jaya Kecamatan Subang.1 terkait dengan batas wilayah Desa Kutawaringin. .

dan Dusun Kujangsari terdapat 6 RT dan 1 RW. Jumlah Penduduk Desa Kutawaringin Tabel 3. A.274 jiwa.7% 3. Tidak.17 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Perilaku Merokok di Desa Kutawaringin No. Ya. Jumlah penduduk Desa Kutawaringin pada tahun 2017 adalah 2. Setiap Hari 426 71. Kadang-Kadang 28 4.1. Perilaku Merokok Frekuensi Persentase 1.3% 2.674 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki 1. Namun Sebelumnya 4 0.2 Jumlah Penduduk Laki – Laki dan Perempuan Jumlah Penduduk Frekuensi Persentase Laki – Laki 1400 52% Perempuan 1274 48% Jumlah 2674 100% (Sumber : Data Profil Desa Kutawaringin 2017) Desa Kutawaringin mempunyai 738 Kepala Keluarga (KK). Dusun Karangtengah dan Dusun Kujangsari.3 Data Kesehatan di Desa Kutawaringin a. Namun Sebelumnya 3 0.7% Pernah Meroko Setiap Hari 4. 2. Perilaku Masyarakat 1.2.1. Perilaku Merokok Tabel 3. Ya.5% Pernah Merokok Kadang .400 jiwa dan jumlah penduduk perempuan 1. Tidak.2.Keadaan Demografi Desa Kutawaringin Desa Kutawaringin terdapat tiga Dusun yaitu Dusun Kutamanggu. Pada Dusun Kutamanggu terdapat 8 RT dan 2 RW. yang semuanya berjumlah 5 RW dan 21 RT. pada Dusun Karangtengah terdapat 7 RT dan 2 RW.

Bersama 390 65.4% 153 25.8% Jumlah 597 100% ( Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3. Jumlah Merokok Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase 1.3%).17 menunjukan bahwa mayoritas masyarakat di Desa Kutawaringin perokok aktif karena memiliki karakteristik perilaku merokok yang dilakukan setiap hari yaitu sebanyak 426 orang (71. Tidak Mengkonsumsi Alkohol 597 100% . 2.3% 207 34.6% 597 3.18 menunjukan bahwa mayoritas masyarakat di Desa Kutawaringin yang merokok mempunyai kebiasaan merokok di luar gedung yaitu sebesar 444 orang (72. Luar Gedung 444 74. Tidak Pernah Sama Sekali 136 22. Mengkonsumsi Alkohol 0 0 2.8% 597 Gedung 2.19 Distrinbusi Karakteristik Responden Berdasarkan Perilaku Mengkonsumsi Minuman Alkohol di Desa Kutawaringin No. Konsumsi Alkohol Frekuensi Persentase 1.2%).18 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Tempat Merokok di Desa Kutawaringin Tempat Merokok Tidak Merokok No. Minuman Beralkohol Tabel 3.2% 166 27.7% 597 ART Lain ( Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3. Dalam 431 72. Kadang 5. Tabel 3.

TPSS 6 1% 591 99% 597 2. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi kesehatan mengenai langkah- langkah melakukan SADARI dan masyarakat mengganggap pemeriksaan payudara sendiri tidak terlalu penting.2% 3. Pemeriksaan SADARI Frekuensi Persentase 1.5% 2. 4. Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Tabel 3.21 Distrinbusi Karakteristik Responden Berdasarkan Perilaku Membuang Sampah di Desa Kutawaringin Pembuangan Ya Tidak No. Tidak Melakukan SADARI 569 95. Perilaku Membuang Sampah Tabel 3.3% Total 597 100% ( Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3.20 menunjukan bahwa mayotitas masyarakat di Desa Kutawaringin tidak memiliki kebiasaan melakukan SADARI yaitu sebanyak 569 (95. Kolam 6 1% 591 99% 597 .3%). 0 (Responden Laki-Laki) 15 2.19 menunjukan bahwa seluruh masyarakat di Desa Kutawaringin tidak memiliki perilaku mengkonsumsi alkohol.20 Distrinbusi Karakteristik Responden Berdasarkan Perilaku Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Desa Kutawaringin No. Jumlah Sampah Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase 1. Melakukan SADARI 13 2. 3. Total 597 100% ( Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3. Dalam tabel yang bernilai 0 adalah responden laki-laki jadi tidak ditanyakan mengenai Pemeriksaan Payudara Sendiri.

Aktiitas Fisik Berat Tabel 3. dan buruh harian. Hal ini dikarenakan belum tersedianya TPS/TPA di lingkungan tersebut sehingga. Sawah 6 1% 591 99% 597 ( Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3.2%).8 % 597 4. Lainnya: a. 5. Kebun 60 10% 537 90% 597 c. Tidak Melakukan Aktivitas 248 42% Fisik Berat Total 597 100% (Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3. masyarakat di Desa Kutawaringin memilih membuang sampah ke sungai/ danau dan masyarakat mengganggap membuang sampah ke sungai/danau karena dekat dan mudah membuangnya. Hal ini dikarenakan masyarakat di Desa Kutawaringin mayoritas memiliki pekerjaan sebagai petani. 3. Bakar 114 19% 483 81 % 597 b.3% 595 99. Kubur 2 0.2% 154 25. Aktivitas Fisik a. Aktivitas Fisik Frekuensi Persentase 1.22 menunjukan bahwa mayoritas masyarakat di Desa Kutawaringin memiliki kebiasaan melakukan aktivitas fisik berat. Sungai/ Danau 443 74. .21 menunjukan bahwa mayoritas masyarakat di Desa Kutawaringin memiliki perilaku membuang sampah ke sungai/ danau yaitu sebesar 443 orang (74.7 % 597 d.22 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Kebiasaan Melakukan Aktivitas Fisik Berat di Desa Kutawaringin No. yaitu sebanyak 344 orang (58%). Melakukan Aktivitas Fisik Berat 344 58% 2.

9%). dan sebagainya. Status Kepemilikan Frekuensi Persentase 1.1% Total 597 100% ( Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3. . Melakukan Aktivitas Fisik Sedang 531 88.24 menunjukan bahwa mayoritas masyarakat di Desa Kutawaringin tidak memiliki tempat sampah yaitu sebanyak 589 keluarga (98.9% 2. yaitu sebanyak 531 orang (88. Hal ini dikarenakan masyarakat di Desa Kutawaringin melakukan kegiatan seperti beres beres rumah. Hal ini disebabkan masyarakat di Desa Kutawaringin memiliki perilaku buang sampah ke sungai.24 Distribusi Karakteristik Kepemilikan Tempat Sampah di Desa Kutawaringin No.3% 2. b. Aktifitas Fisik Sedang Tabel 3. mencuci.23 menunjukan bahwa mayotitas masyarakat di Desa Kutawaringin memiliki kebiasaan melakukan aktivitas fisik ringan. Aktivitas Fisik Frekuensi Persentase 1. Tidak Memiliki Tempat Sampah 589 98. Memiliki Tempat Sampah 8 1.7% Total 597 100% ( Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3.7%).23 Distrinbusi Karakteristik Responden Berdasarkan Kebiasaan Melakukan Aktivitas Fisik Sedang di Desa Kutawaringin No. Tidak Melakukan Akvifitas Fisik Sedang 66 11. Keadaan Lingkungan 1. Kepemilikan Tempat Sampah Tabel 3. b.

25 Distribusi Jenis Sumber Air di Desa Kutawaringin Menggunakan Tidak Menggunakan No. Tidak Memiliki Asuransi 146 24.7% 103 17. Kepemilikan Asuransi Kesehatan Tabel 3. Mata Air 494 82. . Hal ini dikarenakan adanya program di tiap dusun yang menyediakan kebutuhan air yang disalurkan ke tiap rumah menggunakan selang.26 Distribusi Kepemilikan Asuransi Kesehatan di Desa Kutawaringin No. 2. Kepemilikan Asuransi Frekuensi Persentase Kesehatan 1.25 menunjukan bahwa mayoritas masyarakat di Desa Kutawaringin menggunakan mata air sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari yaitu sebanyak 494 Keluarga (82. c.5%). Sumber Air Tabel 3.26 menunjukan bahwa mayoritas masyarakat di Desa Kutawaringin sudah memiliki asuransi kesehatan yaitu sebanyak 451 orang (75.5% Kesehatan Jumlah 597 100% ````(Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3.4% 597 2. Pelayanan Kesehatan 1.2% 597 Sungai/Danau/ Irigasi (Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3. Sumber Air Jumlah Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase 1.5% 2.7%).8% 586 98. Air 11 1.6% 456 76. Sumur 141 23. Memiliki Asuransi Kesehatan 451 75.3% 597 3.

3% 597 4. sebagian besar masyarakat kurang mampu.27 Distrinbusi Jenis Asuransi Kesehatan di Desa Kutawaringin Memiliki Tidak Memiliki No. Riwayat Penyakit Hipertensi Tabel 3.7% 581 97. Kartu Indonesia Sehat 337 56. Memiliki Penyakit Hipertensi 87 14.28 Distribusi Penyakit Hipertensi di Desa Kutawaringin No. Data Genetik 1. masih terdapat 146 orang yang belum memiliki asuransi kesehatan.4% .4% 597 2. BPJS Kesehatan PBI 75 12. Status Penyakit Hipertensi Frekuensi Persentase 1.7% 575 96. Jaminan Kesehatan 6 1% 591 99% 597 Daerah 6. Jenis Asuransi Kesehatan Jumlah Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase 1.8% 580 97.6% 597 ( Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3. Tidak Memiliki Penyakit Hipertensi 510 85.3% 597 Swasta 5.2% 597 PBI 3. BPJS Kesehatan Non . d.6% 522 87.27 menunjukan bahwa mayoritas masyarakat di Desa Kutawaringin memiliki asuransi kesehatan berjenis Kartu Indonesia Sehat yaitu sebanyak 337 (56.4% 260 43. hal ini dikarenakan tidak meratanya pembagian asuransi kesehatan di Desa Kutawaringin. Tetapi. 17 2. Asuransi Kesehatan 16 2. Hal ini dikarenakan masyarakat di Desa Kutawaringin bila dilihat dari segi ekonomi. BPJS Kesehatan Mandiri 22 3.6% 2. Tabel 3.4%).

3% 10. Asam Urat 7 1. Asma 6 1% 7. Bronkhitis 2 0. Kolesterol 2 0.8% 3. Magh Kronis 2 0. stress.2% 6. Ada beberapa faktor penyeb terjadinya penyakit hipertensi. Pneumonia 1 0.2% .3% 11. Prostat 1 0. kebiasaan merokok. Kelenjar Getah Bening 1 0. Jantung 3 0. Diabetes Mellitus 10 1.5% 9. TBC 5 0.28 menunjukan bahwa sebagian masyarakat di Desa Kutawaringin memiliki riwayat penyakit hipertensi yaitu sebanyak 87 orang (14.3% 13. Stroke 1 0. diantaranya yaitu faKtor keturunan. 2.2% 16.3% 12. Penyakit Usus 1 0.7% 5.6%).7% 4. Anemia 10 1. kelebihan berat badan.29 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Data Riwayat Penyakit di Desa Kutawaringin No.2% 17. dan kadar garam yang tinggi dalam makanan.2% 15. Nama Penyakit Frekuensi Persentase 1. Mata Rabun 2 0.2% 14. Data Riwayat Penyakit Tabel 3. Total 597 100% ( Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3. Rematik 6 1% 8. Hipertensi 87 14.6% 2.

6%.2% 20. Kista 1 0. Herpes 1 0.1. karena penyakit ini tidak hanya berdampak bagi penderitanya namun memiliki dampak bagi orang lain. Hal ini juga perlu mendapat perhatian. Selain itu terdapat pula masyarakat yang memiliki riwayat penyakit menular seperti penyakit Tuberkulosis (TBC) yaitu sebanyak 5 orang (0. Masalah Kesehatan Total U S G Prioritas 1. diabetes milletus. 1. Growth). Karena penyakit ini bisa menular kapan saja dan dimana saja sehingga penderita perlu mendapatkan pengobatan agar tidak menular kepada masyarakat lainnya. dan anemia yaitu dengan persentase 14. Seriousnes. Growth) untuk Penentuan Prioritas Masalah Kesehatan Kriteria Urutan No. Merokok 4 4 4 12 II .4 Memprioritaskan Masalah Metode yang kami gunakan untuk menentukan prioritas masalah kesehatan di Desa Kutawaringin adalah metode USG (Urgency.29 menunjukan bahwa distrinbusi karakteristik responden berdasarkan data riwayat penyakit di Desa Kutawaringin.7%.8%).2% ( Sumber : Data Primer Desa Kutawaringin 2018) Berdasarkan data pada tabel 3.7%. Seriousnes. Mati Rasa 1 0. Sampah 5 5 5 15 I 2. dan 1. 2. yaitu sebagian besar masyarakat mempunyai riwayat penyakit tidak menular seperti penyakit hipertensi.30 Matriks USG (Urgency.2% 19. Tabel 3. 18. Adapun hasil penentuan prioritas masalah kesehatan menggunakan metode USG adalah sebagai berikut.

penyakit organ reproduksi dan sebagainya. yaitu masalah sampah. penyakit ISPA. dan dapat menjadi pencetus terjadinya kekembuhan penyakit ISPA bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit ISPA serta dapat menyebabkan ketergantungan merokok dan akan sulit untuk dihentikan. Hipertensi 4 4 3 11 III Ket : 5 = Sangat besar 4 = Besar 3 = Sedang 2 = Kecil 1 = Sangat Kecil Berdasarkan matriks USG pada tabel 3. dan sebagainya. penyakit . Masalah sampah diberi nilai/skor 5 pada kriteria Urgency (U) Karena apabila masalah sampah ini tidak segera diatasi. Pada kriteria Growth (G) juga diberi nilai/skor 4 karena apabila berkembangnya penyakit seperti jantung dan stroke. 3. Pada kriteria Seriousnes (S) diberi nilai/skor 4 karena masalah rokok jika dibiarkan dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke. mengganggu kenyamanan. Pada kriteria Growth (G) juga diberi nilai/skor 5 karena apabila berkembangnya penyakit seperti penyakit kulit dan DBD tidak segera ditangani dapat terjadi penularan yang dapat berdampak fatal pada kematian. dan hipertensi. penyakit kanker. demam berdarah (DBD). terdapat 3 (tiga) masalah kesehatan terbesar di Desa Kutawaringin. maka akan berdampak buruk bagi kesehatan yaitu dapat menyebabkan pencemaran udara dari asap yang dikeluarkan rokok. dan dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk dan lalat serta dapat menimbulkan banjir pada musim penghujan. penyakit kanker. maka akan berdampak buruk yaitu dapat menyebabkan pencemaran lingkungan seperti menimbulkan bau yang tidak sedap. merokok. Untuk masalah merokok diberi nilai/skor 4 pada kriteria Urgency (U) Karena apabila masalah merokok ini tidak segera diatasi. mengganggu kenyamanan. Pada kriteria Seriousnes (S) diberi nilai/skor 5 karena masalah sampah jika dibiarkan dapat menyebabkan berkembangnya penyakit seperti penyakit kulit.30 diatas.

Rendahnya Kesadaran 4 4 4 12 II Masyarakat dalam Mengelola Sampah 3. gangguan pada ginjal. ISPA.31 Matriks USG (Urgency. Seriousnes. Seriousnes.5 Mengidentifikasi Penyebab Masalah Kesehatan Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab masalah kesehatan di masyarakat adalah metode USG (Urgency. Pada kriteria Growth (G) juga diberi nilai/skor 3 karena apabila berkembangnya penyakit seperti stroke. penyakit jantung. Growth) untuk Penentuan Penyebab Masalah Sampah Penyebab Masalah Kriteria Urutan No. Total Sampah U S G Prioritas 1. Pada kriteria Seriousnes (S) diberi nilai/skor 4 karena masalah hipertensi jika dibiarkan dapat menyebabkan stroke.1. dan sebagainya. dan penyakit organ reproduksi tidak segera ditangani yang dapat berdampak fatal pada kematian. maka akan berdampak buruk penderita hipertensi yaitu dapat menjadi mudah merasa marah. Growth). dan sebagainya tidak segera ditangani dapat terjadi komplikasi penyakit yang dapat berdampak fatal pada kematian. penyakit jantung. Belum Tersedianya 5 5 5 15 I TPS/TPA 2. 2. penyakit pembuluh darah arteri. menyebabkan kelelahan. penyakit retinopati hipersensitif. penyakit pembuluh darah arteri. Adapun hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: Tabel 3. Kurangnya SDM 4 4 3 11 III Kesehatan . gangguan pada ginjal. Untuk masalah hipertensi diberi nilai/skor 4 pada kriteria Urgency (U) Karena apabila masalah hipertensi ini tidak segera diatasi. sakit kepala dan pusing. penyakit retinopati hipersensitif.

rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dan kurangnya SDM Kesehatan. Penyebab masalah sampah yang pertama yaitu belum tersedianya TPS/TPA diberi nilai/skor 5 pada setiap kriteria karena pembangunan TPS/TPA sebagai sarana pembuangan sampah di Desa Kutawaringin perlu segera dilakukan mengingat hasil analisis data primer yang menunjukan bahwa masalah sampah tertinggi di Desa Kutawaringin dan agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.31 diatas terdapat tiga penyebab masalah sampah.Ket : 5 = Sangat besar 4 = Besar 3 = Sedang 2 = Kecil 1 = Sangat Kecil Berdasarkan matriks USG pada tabel 3. Penyebab masalah sampah yang kedua yaitu rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah diberi nilai/skor 4 pada setiap kriteria karena hal tersebut perlu diatasi agar masyarakat menyadari akan pentingnya pengelolaan sampah agar tidak terjadi pencemaran lingkungan yang akan berdampak buruk pada kesehatan lingkungan maupun kesehatan masyarakat itu sendiri. Sedangkan untuk kriteria Growth (G) diberi nilai/skor 3 . Penyebab masalah sampah berikutnya yaitu kurangnya SDM Kesehatan diberi nilai/skor 4 pada kriteria Urgensi (U) dan Seriousnes (S) karena dengan kurangnya SDM Kesehatan dapat memicu terhambatnya proses penyuluhan atau pemberian informasi kepada sehingga hal tersebut perlu untuk diatasi agar masyarakat menjadi tahu akan pentingnya pengelolaan sampah. Rendahnya kesadaran masyarakat tersebut dapat memicu tingginya masalah sampah di Desa Kutawaringin sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah untuk meminimalisir masalah sampah yang ada di Desa Kutawaringin. diantaranya belum tersedianya TPS/TPA.

Berdasarkan curah pendapat tersebut diperoleh hasil bahwa 3 masalah kesehatan yang dipilih oleh masyarakat Desa Kutawaringin untuk setiap dusun yaitu masalah sampah. . Dalam kegiatan MMD tersebut disampaikan bahwa terdapat lima (5) masalah kesehatan di Desa kutawaringin yaitu prilaku merokok.1. Agar hal tesebut tidak terjadi maka perlu adanya peningkatan SDM Kesehatan. merokok. Setelah diperoleh 3 masalah kesehatan tersebut. sampah. 2. Kepala Dusun. Ketua RT/ RW. dan hipertensi. Berdasarkan hasil diskusi perangkat desa dan masyarakat Desa Kutawaringin diperoleh kesepakatan bahwa sampah merupakan prioritas masalah kesehatan di Desa Kutawaringin. penyakit TBC dan ketidakmerataan asuransi kesehatan. selanjutnya adalah penentuan prioritas masalah di Desa Kutawaringin. penyakit hipertensi. masalah kesehatan tersebut didiskusikan bersama perangkat desa dan masyarakat Desa Kutawaringin yang hadir untuk mencurahkan masalahnya dan memilih 3 dari 5 masalah kesehatan yang ada untuk selanjutnya dilakukan penentuan prioritas masalah yang diwakili oleh tiap kepala dusun masing masing. Kader Posyandu. dan Bidan desa untuk mendiskusikan bersama masyarakat mengenai penentuan prioritas masalah kesehatan di Desa Kutawaringin. karena kurangnya SDM Kesehatan berpengaruh besar terhadap proses penyuluhan pemberian informasi kepada masyarakat terkait pengoelolaan sampah.5 Melaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Kegiatan MMD dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2018 pukul 09.00 WIB s/d selsai di Balai Desa Kutawaringin yang dihadiri oleh Perangkat Desa. Selanjutnya.

Seriousnes. 4. meningkatkan sarana Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). . Berdasarkan data sekunder yaitu profil Desa Kutawaringin tahun 2017 mayoritas masyarakat Desa Kutawaringin bermata pencaharian sebagai petani.2 Saran Untuk menanggulangi masalah sampah di Desa Kutawaringin. sampah. kami memiliki saran sebagai berikut: 1. dan riwayat penyakit hipertensi. Berdasarkan data sekunder yaitu profil Desa Kutawaringin tahun 2017 berada di Kecamatan Selajambe dengan luas 714.1 Kesimpulan Berdasarkan tahapan Community Diagnosis dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. dan Dusun Kujangsari dengan jumlah 738 KK dan penduduk 2674 jiwa. Berdasarkan hasil Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) diperoleh kesepakatan bahwa sampah merupakan prioritas masalah kesehatan di Desa Kutawaringin. BAB III PENUTUP 1. Membangun TPS sebagai sarana pembuangan sampah di setiap RT karena jarak antar RT di Desa Kutawaringin cukup jauh. Growth) diperoleh prioritas masalah kesehatan di Desa Kutawaringin yaitu masalah sampah. saran alternatif solusi untuk penyelesaian masalah tersebut dengan meningkatkan pendidikan kesehatan. Berdasarkan prioritas masalah. pelatihan pemanfaatan sampah. Dengan menggunakan metode USG (Urgency. 1. 5. 3.105 Ha dan terdiri dari 3 dusun yaitu Dusun Kutamanggu. Berdasarkan hasil analisis data primer diperoleh tiga masalah kesehatan yaitu perilaku merokok. Dusun Karangtengah. 2..

. 5. 3. Membuat kebijakan terkait pengadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di setiap rumah. Meningkatkan peran kader kesehatan yang ada di Desa Kutawaringin dengan bekerjasama dengan Puskesmas setempat untuk membantu SDM kesehatan dalam memberikan informasi terkait pengelolaan sampah di Desa Kutawaringin. Meningkatkan keterlibatan key person (Bidan. Kepala Desa. Adapun pemanfaatan sampah tersebut dapat dilakukan dengan cara memilah dan memilih sampah untuk kemudian diolah menjadi barang yang bermanfaat bagi kehidupan sehari hari. Terkait dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dapat dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat.2. 4. seperti mendaur ulang barang bekas menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual agar dapat menambah income bagi masyarakat Desa Kutawaringin. seperti menggali lubang sebagai tempat pembuangan akhir sampah kemudian sampah tersebut dapat dibakar maupun ditimbun dalam tanah. dan Kader) dalam mengembangkan program pengembangan desa terutama dalam bidang kesehatan.

Kecamatan Selajambe. Kabupaten Kuningan. Jawa Barat . LAMPIRAN Peta Desa Kutawaringin.

Surat Undangan Musyawarah Masyakat Desa (MMD) .

Daftar Hadir Kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) .