You are on page 1of 2

Sistem pengendalian manajemen yang baik didukung oleh departemen-departemen yang

menunjang jalannya kegiatan operasional perusahaan. Keberhasilan departemen dapat diraih
apabila ada pertanggungjawaban dari manajer departemen terhadap pemegang saham.
Pemegang saham dapat mengukur kinerja departemen melalui pusat pertanggungjawaban
(responcibility center) yang ada dalam perusahaan. Pusat pertanggungjawaban terdiri atas
pusat biaya (cost center), pusat pendapatan (revenue center), pusat laba (profit center) dan
pusat investasi (investment center). Pertanggungjawaban manajer terhadap pemegang saham
dapat dilihat dari penerapan struktur organisasi yang menggambarkan pendelegasian tugas
dan timbal balik berupa pertanggungjawaban.

Berdasarkan Annual Report PT, Semen Tonasa tahun 2012 - 2016, dapat diketahui hal
sebagai berikut:

1. Pendapatan PT. Semen Tonasa mengalami peningkatan dari tahun 2012 sampai tahun
2014. Namun pada tahun 2015 mengalami sedikit penurunan dan kemudian pada tahun
2016 meningkat mencapai lima triliun rupiah. Hal ini berarti kinerja pusat pendapatan
cukup baik berdasarkan peningkatan pendapatan yang diperoleh perusahaan. Pendapatan
PT. Semen Tonasa dibagi menjadi dua segmen yaitu pendapatan terak dan pendapatan
semen. Realisasi pendapatan terak tahun 2016 sebesar 116,25% dari target. Sedangkan
penjualan semen terealisasi 93,93% dari target tahun 2016 namun menurun 0,90% dari
tahun 2015. Namun secara keseluruhan, pendapatan PT. Semen Tonasa melebihi dari
target yang ditetapkan sehingga dapat dikatakan kinerja pusat pendapatan berjalan baik.
2. Biaya PT. Semen Tonasa mengalami peningkatan seiring meningkatnya pendapatan yang
berdampak pada peningkatan volume produksi. Namun peningkatan biaya PT. Semen
Tonasa sebesar 6% dari tahun 2015 ke tahun 2016 tidak membawa dampak pada besarnya
laba yang diperoleh perusahaan. Hal ini disebabkan karena peningkatan biaya lebih kecil
daripada peningkatan pendapatan sehingga pengendalian biaya berjalan cukup baik.
3. Kinerja pusat investasi diukur dari rasio Return on Investment ( ROI) untuk melihat
pengembalian atas investasi yang dijalankan PT. Semen Tonasa. Pada tahun 2012, ROI
PT. Semen Tonasa sebesar 8,8% dan pada tahun 2016 sebesar 6,9%. Hal ini berarti bahwa
terdapat penurunan return atas investasi perusahaan sebesar 1,9%. Oleh karena itu,
investasi yang dilakukan perusahaan mengalami penurunan return yang menunjukkan
kinerja pusat investasi tidak maksimal.
4. Marjin laba tahun berjalan PT. Semen Tonasa pada tahun 2012 sebesar 17,1%, namun
mengalami penurunan sampai tahun 2016 sebesar 11,3%. Hal ini disebabkan karena
semakin banyaknya pesaing, sehingga penjualan pada tahun 2016 tidak meningkat secara
signifikan. Selain itu, dapat disebabkan oleh investasi yang tidak memberikan return yang
besar bagi perusahaan, sehingga laba yang diperoleh perusahaan mengalami penurunan
sebesar 5,8%.

Hasil ini menunjukkan bahwa PT. Semen Tonasa telah menerapkan sistem akuntansi
pertanggungjawaban, walaupun terdapat kekurangan dalam penerapannya seperti
melemahnya ROI pada pusat investasi dan tidak diterapkannya penilaian kinerja yang
dapat diukur secara matematis. Oleh karena itu, PT. Semen Tonasa sebaiknya melakukan
pertimbangan dan dapat memprediksi hasil keputusan investasi yang dilakukan sehingga

. Semen Tonasa dapat memberlakukan sistem Carrot and Stick yaitu memberikan reward atas pencapaian kinerja dan memberikan punishment atas kinerja yang menurun. PT. Namun.memberikan return yang tinggi terhadap perusahaan. PT. Semen Tonasa harus memberlakukan sistem penilaian kerja yang dapat diukur secara matematis. Selain itu.