You are on page 1of 3

Laporan Struktur : Perencanaan Perkerasan Kaku BAB – II

Lokasi : DATA PENDUKUNG
Kalimantan Timur

BAB II
DATA PENDUKUNG

2.1 Vehicle Damage Factor (VDF)
Faktor pengerusakan kendaraan terhadap permukaan perkerasan
(vehicle damage factor) diambil dari Standar Bina Marga.
Nilai Vehicle Damage Factor dapat dilihat pada Label 2.1.
Tabel 2.1. Vehicle Damage Factor berdasar

No Jenis Kendaraan Nilai vdf
1 MP (2 ton) 0.0014
2 Pick Up, Micro Truk (5ton) 0.0371
3 Bus (8 ton) 0.2362
4 Truk 2 as (9 ton) 0.1314
5 Truk 2 as (16 ton) 2.5958
6 Truk 3 as (20 ton) 2.5958
7 Truk Gandeng (30 ton) 2.8777
8 Truk Semi-Trailer (25 ton) 3.8602

Pada proyek Rencana Teknik Akhir Jalan ------ tidak melaksanakan
survai penimbangan secara bergerak (Weight in Motion /WIM
Survey) sehingga untuk keperluan perhitungan tebal perkerasan
menggunakan nilai vehicle damage factor dm survai yang ada.
Dari beberapa survai yang ada, seperti dapat dilihat pada lampiran,
Konsultan merekomendasikan nilai vehicle damage factor yang
digunakan sebagai dasar perhitungan tebal perkerasan seperti pada
Label 2.1.

2.2 Geoteknik
Data geoteknik yang diperlukan adalah Nilai CBR.
Timbunan/fill, borrow material berasal dari quarry di sekitar lokasi
Tergantung dari kondisi tanah/batuannya, permukaan tanah galian
dapat langsung dijadikan sebagai subgrade. Nilai CBR permukaan

II - 1
Laporan Struktur : Perencanaan Perkerasan Kaku BAB – II
Lokasi : DATA PENDUKUNG
Kalimantan Timur

gallon yang berupa batuan diambil dari NAVFAC Manual DM 7
(1971), dimana untuk batuan keras diidentikkan dengan GW (well-
graded clean gravels, gravel-sand mixture) yang dipadatkan.
Sedangkan batuan lunak diidentikkan dengan SM (silty sand, poorly
graded sand-silt mix) yang dipadatkan.
Tabel 2.2. Nilai CBR Tanah Dasar (Subgrade)

NO CBR(%)

1 3.65
2 4.76
3 7.3
4 10.39
5 10.62
6 13.49
7 19.24
8 20.57
9 26.1
10 27.42

Jika kondisi permukaan tanah galian tidak cukup balk maka
diperlukan penggantian tanah tersebut dengan material yang baik.

2.3 Traffic Forecast dan Desain ESAL
Data lalu-lintas yang digunakan untuk perencanaan tebal
perkerasan diambil dari hasil survey lalu-lintas primer dan kajian
lalu-lintas yang dilaksanakan Maret 2013.

Tabel 2.3. Jumlah Kendaraan berdasar skenario 2013
No Jenis Kendaraan

II - 2
Laporan Struktur : Perencanaan Perkerasan Kaku BAB – II
Lokasi : DATA PENDUKUNG
Kalimantan Timur

Jumlah
kendaraan/h
ari
1 MP (2 ton) 617
2 Pick Up, Micro Truk (5ton) 320
3 Bus (8 ton) 123
4 Truk 2 as (9 ton) 790
5 Truk 2 as (16 ton) 59
6 Truk 3 as (20 ton) 136
7 Truk Gandeng (30 ton) 7
8 Truk Semi-Trailer (25 ton) 13

Berdasarkan data tersebut maka skenario yang terjadi diperkirakan
bahwa tahun 2033. Sehingga sebagai dasar perhitungan tebal
perkerasan.
Jumlah kendaraan pada tahun 2033 berdasarkan skenario adalah
sebagai berikut :
Tabel 2.4. Jumlah Kendaraan berdasar skenario 2033
Jumlah kendaraan/hari
No Jenis Kendaraan
Awal Akhir
1 MP (2 ton) 617 46526
2 Pick Up, Micro Truk (5ton) 320 24130
3 Bus (8 ton) 123 13914
4 Truk 2 as (9 ton) 790 59572
5 Truk 2 as (16 ton) 59 16020
6 Truk 3 as (20 ton) 136 24101
7 Truk Gandeng (30 ton) 7 1848
8 Truk Semi-Trailer (25 ton) 13 3430

Jumlah kendaraan yang akan dipergunakan sebagai dasar
perencanaan adalah memakai jumlah kendaraan pada tahun 2033.
Berdasarkan hal tersebut didapatkanlah nilai tingkat pertumbuhan
lalu lintas. Untuk lebih detail mengenai jumlah kendaraan dapat
dilihat pada Lampiran dari laporan ini

II - 3