You are on page 1of 12

Pengertian Sediaan suspensi

Menurut buku referensi

Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi
dalam fase cair. Suspensi Oral : sediaaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi
dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai, dan ditujukan untuk penggunaan
oral (Depkes RI,1995).

USP XXVII, 2004, hal 2587
Suspensi topikal : sediaan cair yang mengandung partikel-partikel padat yang terdispersi dalam
suatu pembawa cair yang dimaksudkan untuk pemakaian pada kulit.
Suspensi otic : sediaan cair yang mengandung partikel-partikel mikro dengan maksud
ditanamkan di luar telinga.

suspensi dapat didefinisikan sebagai preparat yang mengandung partikel obat yang terbagi
secara halus (dikenal sebagai suspensoid) disebarkan secara merata dalam pembawa dimana
obat menunjukkan kelarutan yang sangat minimum. beberapa suspensi diperdagangan tersedia
dalam bentuk siap pakai, telah disebarkan dalam cairan pembawa dengan atau tanpa penstabil
dan bahan tambahan farmasetik lainnya (Anonim, 2013). selain itu, pembuatan suspensi ini
didasarkan pada pasien yang sukar menerima tablet atau kapsul, terutama bagu anak-anak dan
lansia, dapat menutupi rasa obat yang tidak enak atau pahit yang sering kita jumpai pada
bentuk sediaan tablet dan dalam bentuk sediaan suspensi lebih mudah diabsorpsi daripada
tablet/kapsul dikarenakan luas permukaan kontak antara zat aktif dan saluran cerna meningkat.

oleh karena itu, dibuatlah suspensi. pembuatan suspensi didasarkan pada pengembangan
sediaan caira yang lebih banyak diminati oleh masyarakat luas. tetapi dalam pembuatan
suspensi juga memerlukan ketelitian dalam proses pembuatan sehingga kestabilannya dapat
terjaga (Anif, 1999). \
Persyaratan sediaan suspensi
a. Menurut FI edisi III adalah :

1. Zat terdispersi harus halus dan tidak boleh mengendap

2. Jika dikocok harus segera terdispersi kembali

3. Dapat mengandung zat dan bahan menjamin stabilitas suspensi

4. Kekentalan suspensi tidak bolah terlalu tinggi agar mudah dikocok atau sedia dituang

5. Karakteristik suspensi harus sedemikian rupa sehingga ukuran partikel dari suspensi tetap
agak konstan untuk jangka penyimpanan yang lama.

Suspensi merupakan sediaan yang aman. Kelebihan dan kelemahan sediaan suspensi a. Suspensi harus dikocok sebelum digunakan.b. Sediaan suspensi harus dikocok terlebih dahulu untuk memperoleh dosis yang diinginkan (Anonim. Ketepatan dosis lebih rendah dari pada bentuk sediaan larutan pada saat penyimpanan kemungkinan terjadi perubahan sistem dispersi (caking. flokulasi-deflokulasi) terutama jika terjadi fluktuasi/perubahan suhu. Suspensi yang dinyatakan untuk digunakan untuk cara tertentu harus mengandung anti mikroba. Kelebihan sediaan suspensi Suspensi merupakan sediaan yang menjamin stabilitas kimia dan memungkinkan terapi dengan cairan. Untuk pasien dengan kondisi khusus. Kelemahan sediaan suspensi Suspensi memiliki kestabilan yang rendah. Aliran yang terlalu kental menyebabkan sediaan sukar di tuang. mudah di berikan untuk anak-anak. juga mudah diatur penyesuain dosisnya untuk anak-anak dan dapat menutupi rasa pahit. Menurut FI edisi IV adalah : Suspensi tidak boleh di injeksikan secara intravena dan intratekal. 2013). . b. Jika terbentuk caking akan sulit terdispersi kembali sehingga homogenitasnya turun. bentuk cair lebih disukai dari pada bentuk padat Suspensi pemberiannya lebih mudah serta lebih mudah memberikan dosis yang relatif lebih besar.

yaitu : . kemudian baru diencerkan. Setelah larut dalam pelarut organik larutan zat ini kemudian di encerkan dengan latrutan pensuspensi dalam air sehingga akan terjadi endapan halus tersuspensi dalam air seningga akan terjadi endapan halus tersuspensi dengan bahan pensuspensi. jika sudut kontak +. Metode dispersi Metode ini dilakukan dengan cara menambagkan serbuk bahan obat ke dalam mucilago yang telah terbentuk. 2006). Penggolongan Suspending Agent Bahan pensuspensi atau suspending agent dapat dikelompokkan menjadi dua. Pengertian Suspending Agent Suspensi agent adalah bahan tambahan yang berfungsi mendispersikan partikel tidak larut dalam pembawa dan meningkatkan viskositas sehingga kecepatan sedimentasi diperlambat. 2006). b. atau kontaminan pada serbuk. Mekanisme kerja suspending agent adalah untuk memperbesar kekentalan (viskositas). hal tersebut karena adanya udaram lemak. Suspending agent berfungsi mendispersikan partikel tidak larut kedalam pembawa dan meningkatkan viskositas sehingga kecepatan pengendapan bisa diperkecil. serbuk akan mengambang diatas cairan. untuk menurunkan tegangan permukaan antara partikel zat padat dengan cairan tersebut perlu ditambahkan zat pembasah atau wetting agent (Syamsuni. tatapi kekentalan yang berlebihan akan mempersulit rekonstitusi dengan pengocokan.900. serbuk yang sangat halus mudah termasuki udara sehingga sukar dibasahi. serbuk yang demikian disebut memiliki sifat hidrofob. Cairan organik tersebut adalah etanol. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang terjadi kesukaran pada saat mendispersikan serbuk ke dalam pembawa. Metode Presitipasi Zat yang hendak didispersikan dilarutkan dulu dalam pelarut organik yang hendak dicampur dengan air. propilen glikol dan polietilen glikol (Syamsuni. mudah dan sukarnya serbuk dibasahi tergantung pada besarnya sudut kontak antara zat terdispesi dengan medium.Cara Pembuatan Suspensi Secara Umum a.

Bahan pensuspensi dari alam Bahan pensuspensi alam dari jenis gom sering disebut gom/hidrokoloid. bersifat asam. Gom dapat larut atau mengembang atau mengikat air sehingga campuran tersebut membentuk mucilago atau lendir.9. jadi perlu penambahan bahan pengawet untuk suspensi tersebut. jadi mudah dirusak oleh bakteri. dapat larut dalam air. Satu botol ditambah dengan asam dan dipanaskan. tidak larut dalam alkohol.9 akan menyebabkan penurunan viskositas yang nyata. Tragacanth Merupakan eksudat dari tanaman astragalus gumnifera. Dengan terbentuknya mucilago maka viskositas cairan tersebut bertambah dan akan menambah stabilitas suspensi. Dengan penambahan suatu zat yang menyebabkan pH tersebut menjadi diluar 5 .a. 2. yang banyak dipakai oleh industri makanan. 3. kemudian keduanya disimpan ditempat yang sama. pH dan proses fermentasi bakteri. Gom ini mudah dirusak oleh bakteri sehingga dalam suspensi harus ditambahkan zat pengawet (preservative). Setelah beberapa hari diamati ternyata botol yang ditambah dengan asam dan dipanaskan mengalami penurunan viskositas yang lebih cepat dibanding dengan botol tanpa pemanasan. Hal ini dapat dibuktikan dengan suatu percobaan : Simpan 2 botol yang berisi mucilago sejenis. Acasia ( pulvis gummi arabici) Didapat sebagai eksudat tanaman akasia sp. Mucilago gom arab dengan kadar 35 % kekentalannya kira-kira sama dengan gliserin. Tragacanth sangat kambat mengalami . Termasuk galongan gom adalah : 1. Caragen merupakan derivat dari saccharida. dapat larut dalam air tidak larut dalam alkohol. Ekstrak dari chondrus disebut caragen. bersifat alkali. Viskositas optimum dari mucilagonya antara pH 5 . Chondrus Diperoleh dari tanaman chondrus crispus atau gigartine mamilosa. Kekentalan mucilago sangat dipengaruhi oleh panas.

misalnya methosol 1500. Algin merupakan senyawa organik yang mudah mengalami fermentasi bakteri sehingga suspensi dengan algin memerlukan bahan pengawet. tylose). Dalam perdagangan terdapat dalam bentuk garamnya yakni Natrium Alginat. Dibelakang dari nama tersebut biasanya terdapat angka/nomor. sehingga penambahan bahantersebut kedalam suspensi adalah dengan menaburkannya pada campuran suspensi. sehingga banyak dipakai dalam produksi makanan. Peristiwa ini disebut tiksotrofi.tidakberacun dan tidak . Sifat ketiga tanah liat tersebut tidak larut dalam air. tetapi bukan sebagai emulgator 4. Golongan bukan gom Suspending agent dari alam bukan gom adalah tanah Iiat.2%. 2. hectorite dan veegum. Kadar yang dipakai sebagai suspending agent umumnya 1. Golongan organik polimer Yang paling terkenal dalam kelompok ini adalah Carbophol 934 (nama dagangsuatu pabrik) Merupakan serbuk putih bereaksi asam. Semakin besar angkanya berarti kemampuannya semakin tinggi. Bahan pensuspensi sintetis 1. Apabila tanah liat dimasukkan ke dalam air mereka akan mengembang dan mudah bergerak jika dilakukan penggojokan. Kebaikan bahan suspensi dari tanah liat adalah tidak dipengaruhi oleh suhu/panas danfermentasi dari bakteri.hidrasi. Karena peristiwa tersebut. untuk mempercepdt hidrasi biasanya dilakukan pemanasan. Mucilago tragacanth Iebih kental dari mucilago dari gom arab. Algin Diperoleh dari beberapa species ganggang laut. Derivat selulosa Termasuk dalam golongan ini adalah metil selulosa (methosol. bukan golongan karbohidrat. Golongan ini tidak diabsorbsi oleh usus halus dan tidak beracun. karena bahan-bahan tersebut merupakan senyawa anorganik. Tanah liat yang sering dipergunakan untuk tujuan menambah stabilitas suspensi ada 3 macam yaitu bentonite. Angka ini menunjukkan kemampuan menambah viskositas da cairan yang dipergunakan untuk melarutkannya. Dalam farmasi selain untuk bahan pensuspensi juga digunakan sebagai laksansia dan bahan penghancur/disintregator dalam pembuatan tablet. b. hidroksi metil selulosa. Mucilago tragacanth balk sebagai stabilisator suspensi saja. sedikit larut dalam air. karboksi metil selulosa (CMC). kekentalan cairan akan bertambah sehingga stabilitas dari suspensi menjadi lebih baik.

Adanya adsorpsi gas pada permukaan zat padat.Pertumbuhan kristal : Larutan air suatu suspensi sebenarnya merupakan larutan jenuh. Pembasahan serbuk Untuk menurunkan tegangan permukaan. Untuk memperoleh viskositas yang baik diperlukan kadar ± 1%. Hal ini dapat diatasi dengan penambahan humektan. maka perbedaan antara fase terdispersi dan fase pendispersi harus kecil. 4. Humektan ialah zat yang digunakan untuk membasahi zat padat. Perbedaan densitas. BJ medium meningkat. 3. 479-491) 1. yang dimaksud dengan stabilitas suspensi ialah ke stabilan zat pensuspensi dan zat yang terdispersi dalam suatu sediaan suspensi. Memperbesar viskositas dengan menambah suspending agent. tetapi dapat dipakai sebagai pegangan supaya suspensi stabil.mengiritasi kulit. 2. Hal tersebut akan mengakibatkan penurunan viskositas dari larutannya. Contoh : gliserin. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Suspensi (Lachman Practice. dapat dihaluskan dengan blender / koloid. Carbophol sangat peka terhadap panas dan elektrolit. Stokes) Untuk sediaan farmasi tidak mutlak berlaku. serta sedikit pemakaiannya. tidak cepat mengendap. Ini dapat dihalangi dengan penambahan surfaktan. propilenglikol. Kecepatan sedimentasi (Hk. b. Floatasi (terapung) disebabkan oleh : a. misal : span dan tween. Bila terjadi perubahan suhu dapat terjadi pertumbuhan kristal. Mekanisme humektan : mengganti lapisan udara yang ada di permukaan partikel sehingga zat mudah terbasahi. Partikel padat hanya sebagian terbasahi dan tetap pada permukaan c. Diameter partikel diperkecil. dapat menggunakan sorbitol atau sukrosa. namun dalam sediaan suspensi zat pensuspensi dan zat terdispersi . dipakai wetting agent atau surfaktan. Adanya polimorfisme dapat mempercepat pertumbuhan kristal Definisi Stabilitas Suspensi Stabilitas adalah keadaan dimana suatu benda atau keadaan tidak berubah. Sehingga bahantersebut banyak digunakan sebagai bahan pensuspensi.

Artinya semakin besar ukuran partikel semakin kecil luas penampangnya. Ukuran partikel erat hubungannya dengan luas penampang partikel tersebut serta daya tekan keatas dari cairan suspensi itu. Sifat/muatan partikel . Dengan demikian dengan menambah viskositas cairan gerakan turundari partikel yang dikandungnya akan diperlambat.tidak selamanya stabil. 2. 4. makin kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun (kecil). Ukuran partikel. maka partikel tersebut akan susah melakukan gerakan yang bebas karena sering terjadi benturan antara partikel tersebut. Benturan itu akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat tersebut. Faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi Beberapa faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi ialah : 1. sehingga untuk memperlambat gerakan tersebut dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel. Kecepatan aliran dari cairan tersebut akan mempengaruhi pula gerakan turunnya parkikel yang terdapat didalamnya. Jumlah partikel (konsentrasi) Apabila didalam suatu ruangan berisi partikel dalam jumlah besar. Kekentalan (viscositas) Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan tersebut. Hubungan antara ukuran partikel merupakan perbandingan terbalik dengan luas penampangnya. makin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat. stabilitas sediaan suspensi adalah cara memperlambat penimbunan partikel serta menjaga homogenitas partikel agar khasiat yang diinginkan dapat merata ke seluruh sediaan suspensi tersebut. oleh karena itu makin besar konsentrasi partikel. Tetapi perlu diingat bahwa kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang. 3. (dalam volume yang sama) akan semakin memperlambat gerakan partikel untuk mengendap. Sedangkan antara luas penampang dengan daya tekan keatas merupakan hubungan linier.

Yang dapat diubah atau disesuaikan adalah ukuran partikel dan viskositas.Dalam suatu suspensi kemungkinan besar terdiri dari beberapa macam campuran bahan yang sifatnya tidak selalu sama. Dengan demikian ada kemungkinan terjadi interaksi antar bahan tersebut yang menghasilkan bahan yang sukar larut dalam cairan tersebut. Sifat bahan tersebut merupakan sifat alam. umumnya bersifat mudah berkembang dalam air (hidrokoloid). Penilaian Stabilitas Suspensi 1. artinya tidak dapat diubah lagi karena konsentrasi merupakan jumlah obat yang tertulis dalam resep dan sifat partikel merupakan sifat alam. Sedangkan viskositas fase eksternal dapat dinaikkan dengan penambahan zat pengental yang dapat larut kedalam cairan tersebut. colloid mill dan mortir. Ukuran partikel dapat diperkecil : dengan menggunakan pertolongan mixer. Kalau dililiat dari faktor-faktor tersebut diatas faktor konsentrasi dan sifat dari partikel merupakan faktor yang tetap. Bila partikel mengendap mereka akan mudah tersuspensi kembali dengan pengocokan yang ringan. Partikel yang mengendap ada kemungkinan dapat saling melekat oleh suatu kekuatan untuk membentuk agregat dan selanjutnya membentuk compacted cake dan peristiwa ini disebut caking. homogeniser. Volume sedimentasi . Stabilitas fisik suspensi farmasi didefinisikan sebagai kondisi suspensi dimana partikel tidak mengalami agregasi dan tetap terdistribusi merata. maka kita tidak dapat mempengaruhinya. Bahan-bahan pengental ini sering disebut sebagai suspending agent (bahan pensuspensi).

lalu dinaikkan sampai mencair kembali (> titik beku) Dengan cara ini dapat dilihat pertumbuhan kristal dan dapat menunjukkan kemungkinan keadaan berikutnya setelah disimpan lama pada . Metode reologi Metode ini dapat digunakan untuk membantu menentukan perilaku pengendapan dan pengaturan pembawa dan sifat yang menonjol mengenai susunan partikel dengan tujuan untuk perbandingan.Salah satu syarat dari suatu suspensi adalah endapan yang terjadi harus mudah terdispersi dengan pengocokan yang ringan sehingga perlu dilakukan pengukuran volume sedimentasi. Volume sedimentasi adalah suatu rasio dari volume sedimentasi akhir (Vu) terhadap volume mula-mula dari suspense (V0) sebelum mengendap. Perubahan ukuran partikel Digunakan cara Freeze . Derajat flokulasi Adalah suatu rasio volume sedimen akhir dari suspense flokulasi (Vu) terhadap volume sedimen akhir suspense deflokulasi (Voc) 3. 4.thaw cycling yaitu temperatur diturunkan sampai titik beku. Metode reologi menggunakan viskometer Brookfield. Volume sedimentasi dapat mempunyai harga dari < 1 sampai > 1 2.

surfaktan atau polimer.temperatur kamar. 2. Penggunaan prinsip-prinsip flokulasi untuk membentuk flok. maka ditambah structured vehicle. yaitu larutan hidrokoloid seperti tilose. tetapi dengan penggojokan ringan mudah disuspensikan kembali. Produk akhir yang diperoleh ialah suspensi flokulasi dalam structured vehicle. bentonit. Untuk partikel yang bermuatan positif digunakan zat pemflokulasi yang bermuatan negatif dan sebaliknya. surfaktan atau polimer. Contohnya suspensi bismuthi subnitras yang bermuatan positif digunakan zat pemflokkulasi yang bermuatan negatif yaitu kalium fosfat monobase. Partikel diberi zat pembasah dan dispersi medium 2. Formulasi Suspensi Pembuat suspensi stabil secara fisis ada 2 kategori : 1. antara lain penambahan bahan pengawet. Yang pokok yaitu menjaga tidak akan terjadi perubahan ukuran partikel. karena bahan ini sangat mudah dirusak oleh bakteri.benzoat (1:500). Pembuatan suspense system flokulasi ialah: 1. Apabila dikehendaki agar flok yang terjadi tidak cepat mengendap. Diperoleh suspensi flokulasi sebagai produk akhir. Bahan Pengawet Penambahan bahan lain dapat pula dilakukan untuk menambah stabilitas suspensi. nipagin ± 1%. Penggunaan "structured vehicle" atau sering disebut juga suspending agent untuk menjaga partikel deflokulasi dalam suspensi structured vehicle. benzoat (1:1250). . Bahan ini sangat diperlukan terutama untuk suspensi yang menggunakan hidrokoloid alam. propil p. distribusi ukuran dan sifat kristal (Syamsuni. etil p. 2006). Sebagai bahan pengawet dapat digunakan butil p. Bahan pemflokulasi yang digunakan dapat berupa larutan elektrolit. 4. 2006). 5. 3. nipasol. Suspensi sulfamerazin yang bermuatan negatif digunakan zat pemflokulasi yang bermuatan positif yaitu AICl3 (Aluminium trichlorida). dan lain-lain. Lalu ditambah zat pemflokulasi. benzoat (1 : 4000). biasanya berupa larutan elektrolit. gom. (Syamsuni. meskipun terjadi cepat pengendapan.

fenil. Suspensi perlu dikocok setiap kali sebelum digunakan untuk menjamin' distribusi zat padat yang merata dalam pembawa sehingga dosis yang diberikan setiap kali tepat dan seragam. panas yang berlebihan dan cahaya. Disamping itu banyak pula digunakan . Pada etiket harus juga tertera "Kocok Dahulu" .garam komplek dari mercuri untuk pengawet. tidak toksik dan tidak iritasi. karena memerlukan jumlah yang kecil. Misalnya fenil mercuri nitrat. Kebanyakan suspensi harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan terlindung dari pembekuan. mercuri chlorida fenil mercuri asetat. Pengemasan dan Penandaan Sediaan Semua suspensi harus dikemas dalam wadah mulut lebar yang mempunyai ruang udara diatas cairan sehingga dapat dikocok dan mudah dituang.