You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Media sosial merupakan bentuk dari perkembangan teknologi yang berbasis

internet. Kini media sosial menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa terpisahkan

lagi dari kehidupan masyarakat. Media sosial merupakan media yang dapat diakses

oleh setiap kalangan. Hadirnya media sosial yang dapat diakses melalui telepon

seluler membuat kegiatan komunikasi dan interaksi bagi penggunanya akan terjalin

lebih mudah, karena komunikasi dan interaksi secara online dapat terjalin lebih luas,

tanpa dibatasi jarak dan waktu. (Sanjaya, 2016). Selain untuk berkomunikasi dan

interaksi, saat ini media sosial juga menjadi salah satu tempat untuk membagikan hal

pribadi, perasaan, dan kegiatan sehari-sehari dalam bentuk foto, video, maupun

dengan membuat status-status yang dapat mendatangkan komentar dari pengguna

lainnya (Elza, 2015). Tak lebih media sosial juga dapat memungkinkan setiap

pengguna untuk berkomunikasi secara interaktif mengenai hal-hal yang berorientasi

seksual secara online yang mengakibatkan adanya cybersex. bahwa pengguna yang

melakukan cybersex sudah pernah bertemu dengan pasangan online mereka untuk

melakukan kencan atau seks di dunia nyata. Dari hasil pengamatan, rata-rata anak

muda yang sering melakukan aktivitas virtual atau seks baik didalam interaksi online

maupun dalam pertemuan secara langsung (Saputro, 2015).

2017). salah satu faktornya adalah pengaruh pornografi di media online (termasuk media sosial) yang sangat mempengaruhi kalangan anak muda untuk berperilaku seksual. Perkembangan internet sendiri memberi kemudahan bagi penggunanya untuk mengakses media online (media sosial) yang tiada batas. serta seks bebas juga perilaku yang terlarang oleh Agama. Seks bebas merupakan salah satu bentuk dari perilaku sosial yang menyimpang. sehingga hal-hal yang mungkin tidak dapat dilakukan dalam dunia nyata menjadi sangat mungkin untuk didapatkan. karena perilaku seks bebas merupakan bentuk yang tidak sesuai dengan norma-norma dan Undang-Undang yang ada di Indonesia. dan menjadi suatu masalah yang melanda anak muda di Indonesia. Tak heran apabila diantara mereka seringkali mengambil keputusan yang beresiko tanpa tidak memikirkan dampak yang terjadi. Dari setiap kalangan anak muda. 2006). Hadirnya media sosial membuat anak muda mudah mengakses atau melihat konten-konten pornografi. Namun saat ini seks bebas mengalami peningkatan. berbeda dengan Negara Barat yang menganggap seks bebas adalah hal yang wajar untuk dilakukan (Arsanti. salah satunya adalah hal seksualitas. yang mengakibatkan adanya dampak seks bebas. termasuk hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau seks yang tidak layak untuk dikonsumsi oleh anak muda (Aryani. pasti memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar dalam segala hal. Perilaku seks bebas adalah hal yang negatif untuk dilakukan di Negara Indonesia yang menganut budaya ke-Timuran yang santun. .

id). Berdasarkan hasil observasi pra-penelitian pada media sosial Whisper. Hal tersebut memiliki sisi negatif. karena pencarian pasangan seks secara online akan berakibat negatif untuk diri sendiri. namun saat ini media sosial di kalangan anak muda digunakan untuk membagikan hal-hal yang berbau seksualitas. banyak pengguna yang membagikan atau membuat status tentang seksualitas.id). seperti salah satu berita WartaKota yang memberitakan salah satu mahasiswi di Jakarta yang disetubuhi dengan laki-laki yang baru dikenal melalui aplikasi Tinder. salah satunya melalui media sosial anonim pada Whisper. video. bahkan ada juga yang mencari pasangan seks secara online. penculikan. atau status yang dibuat. UU ITE (Undang-Undang Informasi Transaksi . Meski tujuan utama dari media sosial Whisper sebagai tempat untuk berkeluh kesah melalui status-status yang dibuat. Media sosial saat ini digunakan untuk membagikan hal-hal pribadi dalam bentuk foto. karena mengenai pornografi dalam media sosial masuk ke dalam pasal-pasal di dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. kini media sosial Whisper menjadi tempat untuk melampiaskan nafsu dan kebutuhan seksual para pengguna (kriminologi. pemerasan. banyak orang yang menyalahgunakan media sosial masuk ke dalam ranah hukum akibat tidak menggunakan etika dalam menggunakan media sosial. Banyak dari hasil riset yang memberitakan dampak negatif dari pencarian pasangan online melalui media sosial akan mengakibatkan adanya pemerkosaan. Dan kebebasan membuat status mengenai hal seksualitas (pornografi) juga memiliki dampak yang buruk. serta penipuan (upstation.

dan email (aitinesia. and meet new people. Whisper merupakan aplikasi anonim yang cukup popular.com). dan kontrol privasi. Salah satu kelebihan dari media sosial Whisper dengan media sosial lainnya yaitu pengguna tidak perlu melakukan registrasi (log in).944 rating.Elektronik) Pasal 27 ayat (1).44 Tahun 2008 tentang Pornografi (hukumonline. menjadikan pengguna lebih bebas untuk mengekspresikan dirinya dan . dan tidak menggunakan infomasi pribadi apapun seperti nomer telepon. yang berarti media sosial Whisper banyak diminati oleh masyarakat. Walaupun jumlah pasti pengguna Whisper di Indonesia belum diketahui. Kemunculan media sosial anonim seperti Whisper memberikan pengguna untuk memberi ruang bagi setiap individu untuk mengekspresikan dirinya tanpa harus diketahui identitas aslinya.com). sehingga juga digunakan untuk tempat untuk mengungkapkan perasaan atau emosi yang ada dipikirannya melalui status-status yang dibuat. Selain itu sebagian anak muda di Indonesia juga mengenal Whisper sebagai media sosial yang mengutamakan anonimitas. express yourself. Dengan adanya fitur anonim yang mengutamakan anonimitas. media sosial ini cukup popular di Indonesia.2 dari 5 bintang dengan jumlah sebanyak 2. serta Undang-Undang No. peneliti memperoleh data dari dari platform distribusi aplikasi Play Store bahwa pengguna media sosial Whisper sudah mencapai 30 juta pengguna di dunia yang menggunakan Whisper. Serta mendapatkan rating mencapai 4. Media sosial Whisper juga memiliki tagline yaitu share secret. dan mendapatkan fitur teratas untuk berbagi secara anonim.

(2015) pengguna Whisper banyak yang membuat status yang mengarah kepada hal-hal yang negatif (pornografi). Hal di atas berhubungan dengan adanya self disclosure pada media sosial. self disclosure yang terjadi menjadikan seseorang lebih nyaman dan terbuka dalam mengenai beberapa hal dimulai dari ungkapan sehari-hari. (2015) juga mengungapkan bahwa self disclosure yang dilakukan pada media sosial. Denzile et al. Terlebih dengan adanya fitur anonim. Karena Whisper merupakan media sosial yang mengutamakan anonimitas. seperti menggumbar nafsu akan kebutuhan seksnya (pornografi) tanpa harus merasa khawatir identitas aslinya diketahui (Wang.akan mendorong konten dan perilaku yang negatif. 2014). ketika seseorang terkadang tidak mampu untuk mengeskpresikan dirinya dalam kehidupan nyata. Self disclosure menurut Devito (2011) merupakan jenis komunikasi dimana kita dapat mengungkapkan informasi tentang diri kita sendiri yang biasanya disembunyikan dari orang lain. Ningsih. sehingga mempengaruhi perilaku pengguna Whisper lebih agresif dan cenderung melepaskan keraguan untuk mengungkapkan informasi pribadi yang seharusnya tidak diunggah di Whisper. Berdasarkan hasil dari observasi pra penelitian yang mengamati timeline pada aplikasi Whisper banyak ditemukan status-status yang dibuat pengguna Whisper untuk mengungkapkan dirinya yang mengarah pada kebutuhan tentang kebutuhan . Gang et al. Hal tersebut juga sesuai dengan pernyataan Correa. dan seseorang lebih merasa bebas untuk mengekspresikan dirinya pada dunia maya. serta ungkapan yang lebih intim.

namun jika menggeser ke arah kiri (nope) yang berarti tidak menyukai berarti mereka tidak match. Jika sama-sama menyukai (match) para pengguna tinder dapat berlanjut ke ruang obrolan atau chat. sehingga kemungkinan akan terjadi interaksi langsung atau tatap muka. akan tetapi pengguna Tinder jika ingin mencari teman seks juga tidak malu untuk langsung menanyakan . sehingga berlanjut kepada pertemuan yang hanya sekedar untuk melakukan hubungan seks dan cuddling. dari kedua informan laki-laki yang berdomisil di Jakarta mengakui pernah membuat status mengenai kebutuhan seksnya. Dari hasil penelitian terdahulu Pamela Sakina (2018) yang meneliti media sosial Tinder yang digunakan sebagai tempat untuk mencari teman kencan.aktivitas seksual. jika menggeser ke arah kanan (like) yang berarti menyukai. Namun media sosial Tinder juga dapat digunakan sebagai tempat unuk mencari teman seks. dan dari kedua informan juga mengakui bahwa mereka pernah melakukan hubungan seks atau cuddling dengan beberapa perempuan yang ditemukan dari aplikasi Whisper. dan ia juga menggunakan Whisper untuk mencari teman atau pasangan seks yang akan memenuhi kebutuhan biologisnya. Dalam memilih teman kencan pada tinder. yang mengakibatkan adanya interaksi antar pengguna. pengguna dengan secara sengaja membuat status tentang kebutuhan seks yang kemudian mendatangkan komentar melalui fitur reply atau chat dari pengguna Whisper lain. Bahwa dari hasil wawancara pra penelitian yang penulis peroleh. Pengguna yang memiliki tujuan untuk mencari teman seks lebih menutup diri hingga cenderung berbohong mengenai identitas. pengguna tinder bisa menggeser tombol like yang sama (match).

kepada teman (match) untuk tujuan dari menggunakan tinder untuk berhubungan seks tanpa basa-basi. seks bebas juga merupakan hal yang terlarang oleh agama serta menimbulkan adanya ancaaman moralitas bangsa dimana remaja merupakan calon generasi penerus bangsa untuk masa depan. lebih memudahkan pengguna untuk menemukan pasangan seks. karena seks bebas merupakan perilaku yang menyimpang selain berdampak pada kesehatan produksi. Dari hasil observasi dan wawancara pra penelitian. Sejalan dengan pernyaaan dari Syarifuddin (2015) salah satu kenakalan anak muda yaitu adalah melakukan seks bebas. karena sesama pengguna tidak harus saling menyukai (match) untuk mencari pasangan seks. namun hanya mengungkapkan (self disclosure) dengan membuat status-status yang secara terang- terangan tanpa basi-basi menggunakan Whisper untuk tujuan mencari pasangan seks atau memenuhi kebutuhan aktivitas seksnya yang kemudian menimbulkan adanya komentar oleh pengguna Whisper lain melalui fitur reply atau chat yang juga ingin melakukan hal tersebut. Namun pada media sosial Whisper. Media sosial whisper merupakan media yang bertentangan dengan norma kesusilaan dan sosial. peneliti berasumsi bahwa media sosial Whisper memiliki dampak seks bebas bagi pengguna whisper. Permasalahan seks bebas merupakan permasalahan yang serius. seks bebas merupakan perilaku yang sosial yang menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakat. karena hal-hal yang mengenai . yang memiliki fitur anonim.

. maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana penggunaan media sosial anonim Whisper dalam pencarian pasangan seks? 1. Hal ini juga bertentangan pada website Whisper. Hal tersebut yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana “Fenomena Pencarian Pasangan Seks pada Media Sosial Anonim Whisper”. dan seksualitas.2 Rumusan Masalah Berawal dari latar belakang yang diuraikan sebelumnya. Namun hasil pada observasi dan wawancara pra peneliti masih banyak pengguna yang menggunggah status tentang kebutuhan aktivitas seksual.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah.sh1 yang sudah menjelaskan bahwa media sosial whisper tidak diperbolehkan untuk mengunggah hal-hal yang bersifat negatif yang melanggar hukum.sh adalah official website aplikasi whisper. 1.seksualitas menjadi hal yang tabu dan buruk untuk dipublikasikan diruang publik. seperti pornografi. dan juga digunakan sebagai tempat untuk pencarian pasangan seks. peneliti memiliki tujuan peneliti yang ingin dicapai adalah Untuk melihat dan mengetahui fenomena pencarian pasangan seks pada media sosial anonim Whisper ? 1 Whisper.

4. 1. karena sebelumnya belum ada penelitian yang meneliti tentang ini sebelumnya. Serta dapat dijadikan bahan referensi bagi peneliti lain yang ingin meneliti tentang hal ini.1 Manfaat Akademis 1. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan mengubah persepsi masyarakat di Indonesia bahwa seksualitas merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan di ruang publik. Dan perilaku seks bebas merupakan hal yang menyimpang untuk dilakukan.4 Manfaat Penelitian Dari penelitian ini. Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1. serta perbuatan yang terlarang oleh agama dan berdampak pada kesehatan reproduksi. Memberikan informasi dalam studi komunikasi yang meneliti tentang penggunaan media sosial yang digunakan sebagai tempat pencarian pasangan seks. diharapkan dapat memberi manfaat baik bagi akademis maupun non akademis.1. .4. 2.2 Manfaat Praktis 1.