You are on page 1of 5

Nama : Shyntia Rica Rinvilda Manik

NIM : D 1101 14 1018
Mata Kuliah : Ventilasi Tambang

1. Sebutkan dan jelaskan alat pendeteksi gas metana atau gas beracun dari zaman dahulu
(konvensional) hingga sekarang!
Pemenuhan kebutuhan udara harus sesuai dengan kebutuhan manusia dan juga
sistem yang tedapat didalam tambang bawah tanah. Diperlukan suatu sistem
dan peralatan ventilasi yang tepat dan efektif yang sesuai dengan kebutuhan volume
udara dan juga pemantauan kualitas udara yang kontinyu untuk memenuhi kebutuhan
udara bersih tersebut. Komposisi udara normal terdiri dari 21% oksigen (O2), 78,09%
nitrogen (N2), 0,03% karbondioksida (CO2) dan 0,93% argon (Ar), komposisi tersebut
merupakan komposisi udara bersih. Tetapi didalam tambang bawah tanah komposisi
ini dapat berubah karena adanya kontaminasi dari gas-gas beracun yang terdapat di
bawah tanah ataupun akibat dari aktifitas penambangan.
a. Awalnya burung kenari umum digunakan sebagai penanda adanya gas beracun
di lokasi penambangan khususnya di inggris. Hasil percobaan laboratorium
terhadap hewan seperti kelinci, ayam, anjing, kucing, tikus, burung pipit,
burung kenari dan merpati, membuktikan ternyata burung kenari termasuk
hewan peliharaan yang sensitif terhadap gas. Karbon monoksida, gas metan
atau karbondioksida yang sering muncul dari dalam terowongan tambang
batubara dapat membunuh burung kenari dengan cepat dari pada membuuh
manusia. Tanda-tanda gas beracun ‘bocor’ terlihat dari burung kenari yang
biasanya asyik bernyanyi menemani pekerja tambang bekerja, kemudian tiba-
tiba perilakunya berubah drastis seperti macet bunyi bahkan tidak bisa diam
dalam sangkar. Bila kandungan gas beracun sudah menyebar di atas ambang
batas terkadang ditemukan burung kenari sudah mati lemas dalam sangkarnya.
Burung kenari yang bertindak sebagai sistem peringatan dini tersebut jika
telah mati maka semua pekerja tambang harus segera secepatnya melarikan
diri keluar dari lokasi tambang untuk mencari udara segar. Praktek
pemanfaatan burung kenari sebagai alat detektor gas beracun di Amerika dan
Inggris kini telah dihentikan di akhir abad 20. Tetapi konsep ‘Canary in a Coal

ii. Keberadaan gas-gas dalam tambang bawah tanah baik yang beracun maupun yang mudah terbakar berkaitan dengan keselamatan tambang sehingga kadar gas-gas tersebut harus selalu dikontrol agar tidak membahayakan. Alat pendeteksi yang digunakan pada masa kini antara lain: a) Handheld gas detektor. digunakan untuk mendeteksi gas metan konsentrasi maksimum sampai 10% sehingga apabila kadar metannya melebihi 10% parameter tidak akan menunjukkan angka apapun. H2S. iii. CO2 Liquid Abs. Stain Tube. digunakan untuk mengukur konsentrasi gas CO2. H2 dan O2 dengan komponen sebagi berikut: 1) Sensor H2S. O2 Sda + Liquid Obs. Bagian-bagian alat : 1) Tabung penghisap 2) Katub pembaca ukuran 3) Tombol cahaya . H2S Electrochemical Sensor Stain Tube iv. b. atau indikasi yang menunjukkan tingkat keamanan peringatan dini datangnya bahaya yang dilakukan pekerja tambang. Mine’. O2 dan CH4 4in1 Digital BX615 Jenis alat lain yaitu: i. H2 Electrochemical Sensor Stain Tube b) Gas detektor (CH4). Stain Tube/Oxytec. CO2 dan O2 2) Tombol power 3) Tombol display 4) Tombol pengatur ke nilai standar O2 di udara bebas Alat Pengukur Gas CO.

jika konsentrasi mencapai 20 ppm atau lebih maka lampu dan sirine akan menyala dan berbunyi. Alat ini merupakan alat keselamatan terhadap pengaruh H2S yang canggih pada saat ini. Alat ini memberikan peringatan akan adanya bahaya yang timbul sehingga alat ini dapat memberikan keselamatan bagi pekerja pengeboran sehingga mereka akan mudah terproteksi setiap saat selama mereka bekerja. maka hanya lampu yang menyala yang dapat dilihat. Alat ini dapat memberikan peringatan baik dengan suara maupun cahaya. 4) Tombol penyetel 5) Tabung filter yang berisi sodalime dan CaCl2 6) Pipa pengambil sampel gas Jenis alat tersebut antara lain : CH4 Flame Safety Lamp/Oxidation Catalyc c) Alat pendeteksi gas H2S antara lain adalah Sistem Pemantauan Tetap (Fixed Monitori System). Beberapa sensor atau monitor dapat ditempatkan di beberapa lokasi yang potensial mengandung gas H2S. Pada saat yang bersamaan alat ini mengirim isyarat peringatan kepada lampu peringatan dan sirine yang dipasang di berbagai tempat dan membunyikan tanda bahaya bahwa terdapat gas H2S di sekitar sensor. Alat . Apabila konsentrasi H2S mencapai 10 ppm. Selain alat tersebut juga ada alat Pemantauan Elektronika Pribadi (Personal Electronic Monitor).

Stain Tube g) Nox Electrochemical Sensor Stain Tube h) SO2 Electrochemical Sensor Stain Tube . f) CO Liquid Abs. bagian-bagiannnya antara lain : 1) Tabung penghisap 2) Katub pembaca ukuran 3) Tombol cahaya 4) Tombol penyetel 5) Tabung filter gas yang berisi CaCl2 6) Pipa pengambilan e) Sistem monitoring di dalam tambang bawah tanah dibagi berdasarkan fungsinya yaitu sensor yang mengumpulkan berbagai macam informasi. serta alat pengolah informasi dan penunjuk yang melakukan analisis. pengolahan dan perekaman (penyimpanan) informasi yang telah dikumpulkan. ini biasanya dipegang dengan tangan atau dipakai dengan ikat pinggang dan secara tetap mengukur konsentrasi gas H2S pada kepala sensor. peralatan kontrol yang mengoperasikan mesin menurut sinyal kontrol. terminal penerima sinyal yang mengumpulkan dan merubah informasi yang dikirim. rangkaian transmisi yang mengirim informasi ke tempat jauh di luar tambang bawah tanah. d) Gas detektor (CO2). Alat ini akan membunyikan alarm yang dapat didengar pada tingkat H2S yang ditentukan sebelumnya.

demam. Tetapi jumlah nya tidak banyak dan hanya sebagian dari batubara saja yang mengandung silika. pelembutan. Debu batubara merupakan salah satu partikel padat yang terbentuk karena proses pembakaran batu bara. i) Radon Radiation Detector 2. b) Debu batubara adalah material batubara yang terbentuk bubuk (powder). Silika antara lain terkandung di batu granit. Apakah debu batu bara mengandung silika? Silika terkandung pada tambang batubara. dan cyanosis (kulit yang berwarna kebiruan). yang berasal dari hancuran batubara ketika terjadi pemrosesannya (breaking. Dalam jangka lama. transporting. kayu. Debu batubara yang dapat meledak adalah apabila debu itu terambangkan di udara sekitarnya. sebagian batubara dan bijih logam. peledakan dan lain-lain dari bahan-bahan baik organik maupun anorganik misalnya batu. blending. seorang yang terpapar debu silika dapat menderita silicosis. Unsur utamanya terdiri dari karbon. 3. hidrogen dan oksigen. . terbentuk dari endapan organik yang berasal dari sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Silika dan unsur ikutan lain juga menjadi senyawa racun yang kemudian merusak jaringan paru-paru. Batu bara merupakan salah satu bahan bakar fosil yang terbentuk oleh batuan sedimen yang dapat terbakar. pengepakan yang cepat. penghancuran. and weathering). arang batu. bijih logam. a) Debu yang dapat mengancam kesehatan adalah yang mengandung silika. Silicosis terjadi karena partikel silika yang terhirup tidak dapat dikeluarkan lagi dari paru-paru. Silicosis merupakan penyakit yang ditandai dengan napas pendek. Bahan galian tambang yang mengandung debu silika dan debu batubara! Debu adalah partikel-partikel yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan alami atau mekanis seperti pengolahan. butir-butir zat-zat dan sebagainya. batu pasir. Adanya benda asing membuat jaringan paru-paru membengkak.