You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki potensi wilayah pantai yang sangat
besar. Bagi masyarakat Indonesia pantai sudah tidak asing karena sebagian besar penduduk
bermukim di daerah pesisir. Adanya karakter pantai yang khas seperti semilir angin yang
bertiup, deburan ombak, pemandangan matahari terbenam (sunset), pasang surut dan
berbagai organisme seperti cangkang kerang-kerangan yang terdampar serta tepian pantai
yang berpasir putih menjadi daya tarik pantai

Pantai merupakan wilayah yang sangat kompleks sebagai hasil dari interaksi antara
faktor fisik, kimiawi dan biologis. Daerah pantai merupakan wilayah pertemuan antara
ekosistem daratan dan lautan sehingga memiliki karakteristik yang spesifik. Konsep
keterpaduan dalam pengelolaan kawasan pesisir sangat diperlukan agar kondisi lingkungan di
daerah tersebut dapat terjaga sepanjang masa. Salah satu konsep penting yang perlu
diperhatikan adalah mengelola alam sesuai dengan kemampuan alam melakukan perbaikan
dirinya sendiri.

Di Indonesia sendiri 60% penduduknya hidup di wilayah pesisir, peningkatan jumlah
penduduk yang hidup di wilayah pesisir memberikan dampak tekanan terhadap sumber daya
alam pesisir seperti degradasi pesisir, pembuangan limbah ke laut, erosi pantai (abrasi), akresi
pantai (penambahan pantai) dan sebagainya. Dalam melakukan berbagai aktivitas untuk
meningkatkan taraf hidupnya, manusia melakukan perubahan-perubahan terhadap ekosistem
dan sumber daya alam sehingga berpengaruh terhadap lingkungan di wilayah pesisir
khususnya garis pantai.

Penurunan keseimbangan pantai, akibat pemanfaatan potensi di daerah pesisir, dapat
dihindari dengan penerapan teknologi bangunan pengaman pantai. Perencanaan bangunan
pengaman pantai harus mempertimbangkan kemampuan pantai mempertahankan
keseimbangannya. Maka perlu dilakukan evaluasi kinerja bangunan pengaman pantai yang
telah ada ditinjau dari aspek lingkungan, konstruksi, dan efektifitasnya dalam menjaga
keseimbangan pantainya.

3 Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami bangunan pelindung pantai groin .1. 1.2 Rumusan masalah Rumusan masalah pada makalah ini adalah penjelasan mengenai bangunan pelindung pantai groin.

turap. karena perubahan garis pantai yang terjadi tidak terlalu besar (Triatmodjo.1999). BAB II PEMBAHASAN 2. Umumnya konstruksi groin berupa konstruksi rubble mound atau tumpukan batu baik berupa batu alam maupun batu buatan. akibatnya daerah di hilir groin mengalami deficit sedimen sehingga pantai mengalami erosi. Gambar : Groin . Bangunan ini juga bisa digunakan untk menahan masuknya transport sedimen sepanjang pantai ke pelabuhan atau muara sungai.caisson beton.1 Pengertian groin Groin adalah bangunan pelindung pantai yang biasanya dibuat tegak lurus garis pantai dan berfungsi untuk menahan transpor sedimen sepanjang pantai sehingga bisa mengurangi/menghentikan erosi yang terjadi. namun ada beberapa groin yang terbuat dari kayu. Biasanya perlindungan pantai dilakukan dengan membuat suatu seri bangunan yang terdiri dari beberapa groin yang ditempatkan dengan jarak tertentu. Groin yang ditempatkan di pantai akan menahan gerak sedimen tersebut sehingga sedimen mengendap di sisi sebelah hulu ( terhadap arah transport sedimen sepanjang pantai ). Perlindungan pantai dengan menggunakan satu groin tidaklah efektif. tiang yang dipancang sejajar. Di sebelah hilir groin angkutan sedimen masih tetap terjadi sementara suplai dari sebelah hulu terhalang oleh bangunan.Biasanya perlindungan pantai dilakukandenganmenggunakan suatu seri bangunan yang terdiri atas beberapa groin yang di tempatkan pada jarak tertentu. perlindungan pantai dengan menggunakan satu buah groin tidak efektif.

Gambar : Tipe Groin L Gambar : Tipe Groin T . tiang yang dipancang berjajar.2 Tipe tipe groin Groin dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu tipe lurus. Menurut kontruksinya groin dapat berupa tumpukan batu. turap.2. Di dalam perencanaan groin masih dimungkinkan terjadinya suplai pasir melintasi groin ke daerah hilir. caisson beton. tipe T dan tipe L. atau tumpukan buis beton yang didalamnya diisi beton. Pasir dapat melintasi groin dengan melewati sisi atasnya (overpassing) atau melewati ujungnya (endpassing).

c) Bahan lapis lindung harus cukup kasar sehingga mampu menahan gaya – gaya yang disebabkangelombang . 1982) : a) Bahan lapis lindung harus tahan terhadap keadaan lingkungan (tidak mudah rusak karenabahan kimia.4 Bahan Lapis Lindung Rubble Mound Groin Bahan lapis lindung yang dipakai untuk rubblemound groind harus memenuhi persyaratan sebagai berikut (Yuwono.2. Prosentase longshore transport yang melewati groin tergantung pada ukuran groin. Apabila arah datang gelombang normal terhadap garis pantai maka longshore transport akan sama dengan nol. Bagaimanapun ada sedikit prinsip dasar yang dapat diterapkan dalam perencanaan groin.3 Sistem Kerja Groin Interaksi antara proses – proses pantai dengan groin atau sistem groin adalah rumit. Arah tersebut tergantung dari sudut datang gelombang. antara lain : 1. Groin hanya dapat digunakan untuk menghentikan longshore transport dan tidak menghentikan onshore – off shore transport. Longshore drift yang terjadi pada fillet atas dicegah agar tidak mencapai fillet bawah dimana keseimbangan pasir lemah (tidak terlalu baik). Arah yang didorong oleh gelombang kearah groin kadang – kadang berbalik ke laut dalam bentuk arus balik (rip current) sepanjang sisigroin. baik batu alam maupun buatan harus mempunyai berat jenis yang cukup besar (>2. 6. Akumulasi groin terhadap long shore drift memodifikasi profil pantai yang kemudian berusaha menata kembali bentuk alami pantainya. 5. Dengan cara ini groin dapat menambah jumlah sedimen yang bergerak ke laut. semakin kecil ukuran batu yangdiperlukan sehingga mempermudah pekerjaan. 3. tahan terhadap gaya dinamik yangberasal dari gelombang pecah. Semakin besar berat jenis bahan yang dipakai. Pembentukan pantai di dekat groin tergantung dari besar dan arah longshore transport. 2. 2. Jadi cara groin mengurangi longshore transport adalah dengan membiarkan garis pantai berorientasi normal terhadap arah datang gelombang sehingga longshore transport sama dengan nol. 4.6).water level dan kondisi gelombang. ukuran fillet. dan sebagainya) b) Batu.

1982). mampu beroperasidengan baik dalam periode yang cukup lama. Keuntungan bangunan pelindung tipe rubble mound ini adalah pada kemampuannya untuk menahan serangan gelombang yang cukup besar. 2. Sedangkan lapisan terluar didesain agar tahan terhadap hempasan gelombang yang mengenai struktur groin. Selain itu jugamerupakan fungsi sudut datang gelombang. selain itu dari segi artistik akan mengganggu keindahan pantai. tiap-tiap lapisan harus didesain sedemikian agar lapisan yang terdiri atas materialyang lebih halus tidak mudah berpindah atau berubah susunannya. Jarak antar groin didefenisikan sebagai fungsi dari panjang groin untuk spasi. kalau perlu pemilihan jenis bahan yangada pada lokasi pekerjaan sehingga diperoleh jenis konstruksi yang murah Konstruksi groin yang dibangun umumny amerupakan konstruksi rubble mound groin. selisih pasang – surut. . Sebagai suatu aturan umum desain groin. Rubblemound groin terbuat dari beberapa lapisan batuan yang ditata miring.5 Tata Letak Groin Perencanaan tata letak groin meliputi penentuan jarak antara groin serta penempatan groin pada lokasi. Jarak groin yang terlalu dekat akan memberikan system yang mahal. material dan kelandaian pasir. Jarak antar groin pada pantai berpasir secara spesifik adalah 2 sampai 3 kalipanjang groin (Erlich and Kulhawy. masih dapat dibangun dengan kondisi tanah yang kurang baik sekalipun. Sedangkan jarak yang terlalu jauh akan menghasilkan suatu sistem groin yang tidak efektif dan erosi akan tetap berlanjut. sehingga fungsi groin untuk menangkapsedimen tidak tercapai. d) Bahan lapis lindung yang dipakai harus relatif murah. Selain itu apabila terjadi penurunan konstruksi perbaikannya mudah dilakukan.

Breakwater Breakwater atau dalam hal ini pemecah gelombang lepas pantai adalah bangunan yang dibuat sejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai. Pemasangan groin menginterupsi aliran arus pantai sehingga pasir terperangkap padaupcurrent side sedangkan pada downcurrent side terjadi erosi. beton (pipa beton). Berikut adalah contoh bangunan-bangunan pelindung pantai : a. sehingga terjadi endapan dibelakang bangunan. Groin Groin adalah struktur pengaman pantai yang dibangun menjorok relatif tegak lurus terhadap arah pantai.BANGUNAN PANTAI BANGUNAN PELINDUNG PANTAI Bangunan pantai digunakan untuk melindungi pantai terhadap kerusakan karena serangan gelombang dan arus. Pemecah gelombang dibangun sebagai salah satu bentuk perlindungan pantai terhadap erosi dengan menghancurkan energi gelombang sebelum sampai ke pantai. Bahan konstruksinya umumnya kayu. Groin di Washington State c. Biasanya perlindungan pantai dilakukan dengan membuat suatu seri bangunan yang terdiri dari beberapa groin yang ditempatkan dengan jarak tertentu. baja. Hal ini dimaksudkan agar perubahan garis pantai tidak terlalu signifikan. Penggunaan Groin dengan mneggunakan satu buah groin tidaklah efektif. . dan batu. karena pergerakan arus pantai yang berlanjut.

Dengan lapisan terluar dari material dengan ukuran butiran sangat besar. Perlindungan oleh pemecahan gelombang lepas pantai terjadi karena berkurangnya energi gelombang yang sampai di perairan di belakang bangunan.dolos dan core-lock. Karena pemecah gelombang ini dibuat terpisah ke arah lepas pantai. diantaranya tetrapot. Breakwater menurut bentuknya terdiri dari 2 jenis yaitu rubble mound breakwater (breakwater sisi miring). dan breakwater sisi tegak. Break water Breakwater sisi miring Pada breakwater sisi miring pemecah gelombang lepas pantai bisa dibuat dari beberapa lapisan material yang di tumpuk dan di bentuk sedemikian rupa (pada umumnya apabila dilihat potongan melintangnya membentuk trapesium) sehingga terlihat seperti sebuah gundukan besar batu. Bangunan ini berfungsi untuk melindungi pantai yang terletak dibelakangnya dari serangan gelombang yang dapat mengakibatkan erosi pada pantai. . tetapi masih di dalam zona gelombang pecah (breaking zone).Endapan ini dapat menghalangi transport sedimen sepanjang pantai.quadripot. Maka bagian sisi luar pemecah gelombang memberikan perlindungan dengan meredam energi gelombang sehingga gelombang dan arus di belakangnya dapat dikurangi. Bentuk dari batuan breakwater ini bermacam-macam.

. blockwwork breakwater. maka lapisan tersebut harus dikeruk terlebih dahulu kemudian dibuat pondasi dari tumpukan batu untuk menyebarkan beban pada luasan yang lebih besar. dan piled breakwater.Breakwater sisi tegak Breakwater ini berbentuk vertikal. Jenis-jenis breakwater sisi tegak diantaranya rock fill foundation breakwater. . Apabila seabed mempunyai lapisan atas berupa lumpur atau pasir halus. Breakwater ini dibangun di atas seabed yang tahan terhadap erosi.

2 Saran Kita sebagai Warga Negara yang baik hendaknya ikut beperan dalam proses pengamanan pantai tersebut. yaitu dengan ikut melestarikan ekosistem laut beserta isinya. 3. .1 Kesimpulan Untuk Menanggulangi erosi pantai. langkah pertama yang harus dilakakukan adalah mencari penyebab terjadinya erosi.Salah satu jenis bangunan yang dapat dibuat untuk mengatasi erosi dan gelombang pada pantai antara lain dengan membangun susunan groin pada pesisir pantai. Dengan mengetahui penyebabnya. selanjutnya kita dapat menentukan cara penanggulangannya yang biasanya dapat berupa bangunan-bangunan pelindung pantai ataupun dengan menambah suplai sedimen. BAB III PENUTUP 3. serta tidak melakukan penambangan pasir atau perusakan karang. melakukan pembangunan sesuai peraturan yang berlaku agar tidak melewati garis pantai.