You are on page 1of 14

0

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN
PERAWAT DALAM TINDAKAN RESUSITASI NEONATUS
DI RSUD Dr. MOEWARDI

ARTIKEL ILMIAH

Oleh:
AGUSTIN KUSUMA WARDANI
NIM. ST 151044

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
STIKES KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2017

3%) mempunyai keterampilan tindakan resusitasi neonatus kategori baik. 14 responden (34. Keterampilan perawat tindakan resusitasi neonatus dapat diperoleh dari taingkat pengethun yang baik. termasuk dalam tindakan resusitasi neonatus secara terampil.670) nilai koefisien korelasi cukup kuat. Moewardi Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif.M E-mail : akusuma508@gmail. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. artinya semakin baik pengetahuan tentang resusitasi neonatus. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pengetahuan perawat tentang resusitasi neonatus dan checklist untuk menilai keterampilan perawat dalam melakukan tindakan resusitasi neonatus sesuai SOP RSUD Dr Moewardi.19%) mempunyai pengetahuan kategori cukup. Jumlah sampel 41 perawat dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. semakin terampil dalam melakukan resusitasi neonatus.9%) mempunyai pengetahuan kategori baik. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelatif. dengan pendekatan pendekatan cross sectional.001) sehingga ada hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan perawat dalam tindakan resusitasi neoanatus di RSUD Dr Moewardi. Dengan signifikansi( p= 0. 28 responden (68. 13 responden (31. Perawat diharapkan terus meningkatkan pengetahuan tentang resusitasi neonatus untuk semakin terampil dalm tindakan resusitasi neonatus Kata kunci: pengetahuan. 3)Innez Karunia.com 1) Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta 2. neonatus . 2)Yeti Nurhayati.3) Dosen Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta Abstrak Perawat dalam melakukan asuhan keperawatan kepada pasien harus mengacu pada SOP yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. 1 PROGRAM SARJANA KEPERAWTAN STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA 2017 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN PERAWAT DALAM TINDAKAN RESUSITASI NEONATUS DI RSUD Dr.7%) cukup terampil. MOEWARDI 1) Agustin Kusuma Wardani. Hasil penelitian menunjukkan 27 responden (65. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan keterampilan perawat dalam tindakan resusitasi neonatus di RSUD Dr. Keterampilan tindakan resusitasi. Hasil analisis uji statistic Rank Spearman diperoleh nilai( rho = 0. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang NICU dan HCU Neonatus RSUD Dr. Moewardi sebanyak 41 perawat.

3).3 % ) had good skill of resuscitating neonates. The Skill of nurses in resuscitating neonates can be obtained from good knowledge.Moewardi hospital. The kind of research was quantitative research. 28 respondents ( 68.9%) with good knowledge. with cross sectional approach. 13 respondents ( 31.MOEWARDI HOSPITAL 1) Agustin kusuma Wardani.670 with significance p = 0.001.The purpose of this research is to know correlation knowledge with skill of nurse in resuscitatingof neonates in dr. Skill Resuscitating.3) lecture of Study Program of Nursing STIKES Kusuma Husada Surakarta ABSTRACT A Nurse when carring to patients had to refer to Standard Operating Procedure (SOP) by hospital. included to resuscitating for neonates with good skillful manner. The result of researh showed 27 respondents (65.7 % ) with fair skillful.Innez Karunia M 1)Student in Nursing Study STIKES Kusuma Husada Surakarta 2). Neonates Referencce : 17 (2005-2016) PENDAHULUAN . 2)Yeti Nurhayat.The analysis statistic test rank spearman obtained value rho page = 0. Research instruments used questionnaire and checklist. Method used descriptive correlative. Takking sample used total of sampling. Moewardi hospital counted 41 nurses. Nurses expected to increase awareness of resuscitation neonates to further skill in resuscitating neonates Keyword: Knowledge. 14 respondents ( 34.19 % ) with fair knowledge. An analysis of data use correlation spearman rank test. 2 Referensi : 17 (2005-2016) STUDY PROGRAM OF NURSING STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA 2017 CORRELATION KNOWLEDGE WITH SKILL OF NURSE IN RESUSCITATING OF NEONATES IN Dr.The population research was all implementing nurses at NICU ward at Dr.

Indonesia tergolong kegawatan pernapasan. Angka tindakan resusitasi yang efektif. 2008). jantung dan organ-organ vital lainnya Data RSUD Dr. mengalami kegawatan pernapasan. sedangkan 2009).6 kali lebih tinggi dari keperawatan pada neonatus yang Malaysia. AHA 2010 menyatakan resusitasi Januari hingga Mei 2016 sebanyak 44 jantung paru (RJP) merupakan bantuan kasus. dan Hasil Survei Demografi dan konsep dasar resusitasi dan konsep Kependudukan Indonesia (SDKI) angka tindakan resusitasi yang meliputi kematian neonatal masih tinggi yakni tindakan pengelolaan jalan napas 19/1000 kelahiran hidup. meningkat menjadi 90 kasus. .8 kali dari Thailand. (circulation). 3 Data World Bank 2011. (airway). Moewardi melalui sebuah tindakan yang meliputi jumlah neonatus yang meninggal tahun pemijatan jantung dan menjamin 2014 sebanyak 80 kasus dan tahun 2015 ventilasi yang adekuat (Kristiyanasari. atau setelah kelahiran. pemberian nafas buatan Resusitasi merupakan sebuah (breathing) dan tidakan pemijatan dada upaya menyediakan oksigen ke otak. dan 1. oleh karena itu BHD memberikan asupan oksigen dan untuk diperlukan kualitas dari perawat sirkulasi darah ke sistem tubuh terutama untuk meningkatkan pengetahuan dan organ yang sangat vital dan sensitif keterampilan dalam melakukan terhadap kekurangan oksigen seperti resusitasi neonatus yang pada akhirnya otak dan jantung (Prawirohardjo. Kematian Bayi (AKB) di negara Pengetahuan ini mencakup konsep anggota ASEAN. penanganan resusitasi neonatus dapat Oman (2008) menyatakan menekan angka kematian. neonatus yang mengalami kegawatan Indonesia berada pada peringkat ke 70 pernapasan sangat penting dalam dari 192 negara di dunia yang angka pembentukan perilaku untuk melakukan kematian bayinya tinggi. Penyebab kematian pada hidup dasar (BHD) sangat bermanfaat neonatus paling besar adalah asfiksia bagi penyelamatan kehidupan yaitu terjadi ketika bayi tidak cukup mengingat dengan pemberian sirkulasi menerima oksigen sebelumnya. konsep asuhan tinggi yaitu 4. selama dan napas buatan secara sederhana. pengetahuan perawat tentang kegawatan Hasil studi pendahuluan yang napas dan tindakan resusitasi pada dilaksanakan peneliti di RSUD Dr.

dan perawat dari bangsal Instrumen penelitian yang digunakan lain berpindah tugas di ruang NICU dan dalam penelitian ini menggunakan : HCU Neonatus. tinggi serta dokumentasi asuhan keperawatan. perawat pelaksana di sampel dalam penelitian adalah 41 ruang NICU dan HCU Neonatus pada perawat pelaksana. keterampilan tindakan resusiatasi jumlah rata-rata jam perawatan yang di neonatus sesuai SOP resusiatasi butuhkan untuk memberikan pelayanan neonatus RSUD Dr. Tujuan Penelitian untuk menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dengan keterampilan perawat dalam tindakan HASIL PENELITIAN resusitasi neonatus di RSUD Dr. Teknik sampel yang suatu saat dapat berpindah tugas di digunakan adalah total sampling. Moewardi.12 4. Analisis langsung pada pasien melebihi dari Bivariat yang digunakan adalah uji kemampuan seseorang. kesehatan untuk tindakan resusitasi Moewardi sebanyak 41 perawat neonatus sudah lengkap. tuntutan pekerjaan kepercayaan 95%. Karakteristik responden Moewardi.22 (tahun) . bangsal lain. dengan pendekatan cross diperoleh informasi dari kepala ruang sectional . Jumlah kerja yang tinggi. Metode Rata- Min Maks SD rata yang digunakakan adalah deskriptif Umur 26 42 33. Populasi penelitian ini adalah NICU dan HCU Neonatus yang seluruh perawat pelaksana di ruang menyatakan bahwa dari segi fasilitas NICU dan HCU Neonatus RSUD Dr. namun yang pelaksana di ruang NICU dan HCU menjadi kendala utama adalah beban Neonatua RSUD Dr Moewardi. Menurut Munandar kuisoner pengetahuan tentang resusitasi (2008) beban kerja perawat adalah neoantus dan lembar checklist kondisi pasien yang selalu berubah. Umur responden METODE PENELITIAN Tabel 1 Distribusi Karakteristik Responden Jenis penelitian yang digunakan Berdasarkan Umur adalah penelitian kuantitatif. keinginan untuk Rank Spearman dengan taraf berprestasi kerja. 4 Moewardi pada bulan Mei 2016 korelatif.

7 28 68.12±4.22 keterampilan dalam tindakan resusitasi tahun.670. 5 resusitasi neonatus dalam kategori baik Tabel 1 menunjukkan rata-rata Sebanyak 68. Hubungan antara pengetahuan Perempuan 41 100.8 Baik 2 7.3 Penge Cukup Total Ners Terampil Masa kerja Tahuan Terampil <5 tahun 7 17. DIII Keperawatan sebesar 75.3% responden mempunyai umur responden adalah 33.6 S1 keperawatan 7 17.1 n % n % n % 6-10 tahun 20 48.7 Cukup 11 78.05) sehingga ada hubungan antara Tabel 2 menunjukkan semua pengetahuan dengan keterampilan responden adalah perempuan (100%) dalam tindakan resusitasi neonatus pada mayoritas responden berpendidikan Penelitian di RSUD Dr.1 Kurang 0 0 Keterampilan Berdasarkan Tabel 3 hasil uji dalam tindakan resusitasi neonatus tindakan resusitasi neonatus dilakukan Terampil 28 68.7 Kurang terampil 0 0 Spearman diketahui nilai p =0.8%.4 pengetahuan dalam Total 13 31.001 (p<0.3 41 100 tindakan resusitasi . Umur termuda adalah 26 tahun neonatus dalam kategori baik dan tertua 42tahun.6 3 21. artinya semakin baik 65. Distribusi Karakteristik Responden Hubungan antara Pengetahuan Berdasarkan Jenis Kelamin dengan Keterampilan dalam Tindakan Resusitasi Neonatus Jenis kelamin Jumlah % Tabel 3.4 14 100 > 15 tahun 1 2.9% responden mempunyai pengetahuan responden tentang pengetahuan tentang dalam tindakan resusitasi neonatus. sebanyak adalah positif. semakin terampil .670 Baik 27 65.6 27 100 11-15 tahun 13 31. nilai koefisien 6-10 tahun sebesar 48.4 25 92.0 dengan keterampilan dalam tindakan Pendidikan resusitasi neonatus DIII keperawatan 31 75.3 pengujuan menggunakan uji Rank Cukup terampil 13 31.6%. neonatus R 0. masa Berdasakan nilai koefisien korelasi kerja responden paling banyak antara diketahui nilai r = 0. Tabel 2.1 Keterampilan S1 keperawatan + 3 7.9 P 0.001 Cukup 14 34. Moewardi.

Menurut termasuk dalam kelompok dewasa awal. menjadi lebih mengetahui bahwa PEMBAHASAN resusitasi neonatus akan dapat Umur Berdasarkan hasil penelitian meminimalkan risiko kematian pada mengenai umur responden diketahui neonatus. responden pengetahuan. yang menjelaskan rata-rata umur Penelitian Wardani (2014) menunjukkan perawat di ruang NICU RSUP Prof Dr 20 sampel penelitian perawat di RSUD R.670 artinya korelasi antara neonatus. ini yang semuanya adalah perempuan menjelaskan bahwa semakin meningkat . umur seseorang maka diharapkan akan Sebaliknya semakin kurang dapat menerima informasi yang pengetahuan tentang resusitasi dianggap baik untuk meningkatkan neonatus. juga sejalan jenis kelamin responden diketahui dengan penelitian Lumatauw (2014) semuanya adalah perempuan.D Kandou Manado adalah 33 tahun Dr. artinya dewasa awal dapat mempengaruhi keterampilan responden dalam pengetahuan dan keterampilan melakukan resusitasi neonatus cukup melakukan resusitasi neonatus. Nilai koefisien sebesar dalam melakukan tindakan resusitasi 0. penanganan asfiksia berat pada bayi Menurut Sularyo (2007) baru baru lahir. dimana kuat dipengaruhi oleh faktor semakin bertambah umur. perempuan lebih menyayangi dan lebih Depkes RI (2009) menjelaskan sabar dalam hal keperawatan termasuk bahwa umur antara 26-35 tahun dalam perawatan neonatus. 6 dalam melakukan resusitasi neonatus. Iskak Tulungagung dalam dalam penelitian mengenai hubungan penanganan bayi baru lahir dengan pengetahuan dan sikap perawat dengan asfiksia semuanya adalah perempuan. peneliti bahwa perawat dalam penelitian Mubarak & Chayatin (2009). Jenis Kelamin rata-rata 33 tahun. semakin kurang terampil pengetahuan dan mempunyai dalam melakukan resusitasi neonatus keterampilan yang baik termasuk responden. Hasil penelitian Menurut peneliti bahwa pengetahuan dengan keterampilan responden yang masuk dalam umur dalam kategori cukup kuat. responden dengan Hasil penelitian berdasarkan rata-rata umur 33 tahun.

Nursalam (2008) perawat dengan adanya saling menukar pengalaman pendidikan DIII adalah perawat keterampilan maupun ilmu pengetahuan vokasional dengan memiliki tingkah terkini akan membuat perawat semakin laku dan kemampuan profesional . Menurut peneliti pengalaman dibawah supervisi. profesional dalam melakukan tugasnya mampu melaksanakan asuhan termasuk dalam perawatan kepada keperawatan dasar secara mandiri pasien. mampu mengelola kerja berkaitan umur responden praktik keperawatan berdasarkan berkaitan bekerja di rumah sakit. seorang ibu akan lebih peka dalam Pengalaman Kerja perawatan terhadap neonatus.6% responden sakit antara 6-10 tahun. Menurut peneliti responden semakin bertambah umur maka semakin masih banyak berpendidikan DIII banyak pengalaman dan lebih terampil keperawatan adalah untuk melanjutkan dalam melakukan tindakan resusitasi tingkat pendidikan ke jenjang S1 neonatus yang sesuai dengan SOP keperawatan dan profesi ners. dapat mencegah tertularnya berbagai diperlukan waktu tertentu. perawat harus mendapatkan ijin dari Pengetahuan tentang resusitasi rumah sakit terlebih dahulu sehingga neonatus . 7 adalah adalah faktor kasih sayang tidak mengganggu pelayanan kesehatan seorang ibu. sehingga faktor naluri di rumah sakit secara keseluruhan. kebutuhan dasar manusia.8% responden telah Tingkat pendidikan Berdasarkan hasil penelitian mempunyai pengalaman kerja di rumah diketahui 75. Liliweri (2007) menyatakan melaksakan kewaspadaan universal. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 48. Penelitian Ulfa berpendidikan DIII Keperawatan. (2015) menyebutkan perawat yang Tingkat pendidikan DIII keperawatan bekerja di rumah sakit PKU pada responden juga sama dari hasil Muhammadiyah Yogyakarta Unit II penelitian Sahara (2012) menyebutkan berkaitan dengan kepatuhan perawat 72% responden penelitian di RS Palang dalam melaksanakan standar prosedur Merah Indonesia di Bogor operasional pemasangan kateter antara berpendidikan DIII kesehatan dalam 6-10 tahun. artinya penyakit.

Keterampilan responden banyak mempunyai pengetahuan dalam melakukan resusitasi neonatus kategori baik adalah faktor lingkungan berdasarkan SOP yang telah ditetapkan kerja. menerima pengetahuan.9 % responden mempunyai Di lain pihak perawat yang menerima pengetahuan yang baik tentang resusitasi informasi pengetahuan lebih cepat neonatus sesuai SOP rumah sakit. diketahui 65. hal ini Penelitian Asfuriyah (2014) pemberian informasi juga dapat mengemukakan perawat yang telah dilakukan pada saat melakukan resusitasi mengikuti pelatihan kegawatan nafas neonatus secara bersama-sama.3% responden sudah penelitian di RSU Islam Kendal. 8 Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan tentang resusitasi neonatus. kedalam bentuk tindakan. dan tindakan resusitasi pada neonatus Keterampilan tentang resusitasi mempunyai pengetahuan yang lebih neonatus tinggi dari pada perawat yang belum Berdasarkan hasil penelitian pernah mengikuti pelatihan dalam diketahui 68. Responden dengan resusitasi neonatus dibawah standar berbekal pendidikan formal diharapkan yang diharapkan dari rumah sakit. resusitasi neonatus Pengetahuan responden juga dapat Menurut Justine (2006) diperoleh dari pelatihan yang diadakan Keterampilan adalah kemampuan dari rumah sakit sehingga pengetahuan seseorang menerapkan pengetahuan menjadi lebih baik. Keterampilan Peneliti berpendapat bahwa seseorang dipengaruhi oleh pendidikan pengetahuan responden yang sudah dan latihan. Malekzadeh (2015) mengenukakan pengetahuan dapat menjelaskan lebih dari 60% perawat diperoleh dari tingkat pendidikan dan masih mempunyai keterampilan dalam pengalaman. tentang keperawatan resusitasi neonatus Diperlukan pelatihan secara dapat semakin baik pada saat berkesinambungan untuk untuk pengetahuan yang dimiliki dipraktikan meningkatkan keterampilan dalam dalam tindakan resusitasi neonatus. Lingkungan kerja yang kondusif rumah sakit. terampil dalam melakukan resusitasi Wawan dan Dewi (2010) neonatus. Keterampilan responden dimana perawat yang sudah senior tidak dalam melakukan resusitasi nenonatus segan untuk memberikan informasi .

05. Penelitian dilakukan pada saat melakukan resusitasi Hermawan (2011). Neonatus Menurut peneliti pengetahuan Berdasarkan hasil uji statistic responden yang sudah banyak diketahui ada hubungan antara mempenyai pengetahuan kategori baik pengetahuan keterampilan resusitasi adalah faktor lingkungan kerja. artinya penempatan kerja di Muhammadiyah Delanggu Klaten. Hasil analisis Lingkungan kerja yang kondusif dimana uji statistic ini menunjukkan bahwa perawat yang sudah senior tidak segan pengetahuan responden merupakan untuk memberikan informasi faktor yang cukup penting untuk pengetahuan tentang resusitasi neonatus. Kandou Manado Menurut Muttaqin & Sari (2010) Pengetahuan perawat adalah segala hal . akan semakin menerima pengetahuan. meningkatkan keterampilan dalam Di lain pihak perawat yang menerima resusitasi neonatus.D. hal ini terampil dalam melalukan dalam pemberian informasi juga dapat resusitasi neonatus. 9 juga dapat dipengaruhi faktor Hubungan antara Pengetahuan pengalaman kerja selain faktor Dengan Keterampilan Resusitasi pengetahuan. sehingga dengan keahlian yang berbeda dengan penelitian ini dimana dimiliki perawat akan lebih mudah tidak ada hubungan pengetahuan dan mengasah keterampilan dalam tindakan sikap perawat dengan penanganan keperawatan termasuk ahli dan terampil asfiksia berat pada bayi baru lahir di dalam melakukan resusitasi neonatus. hubungan antara pengetahuan perawat Respoden yang sudah banyak tentang kegawatan nafas dengan sikap mempunyai keterampilan resusitasi penanganan kegawatan nafas pada natus adalah bahwa perawat di RSUD neonatus yang mengalami kegawatan Dr. Ruang NICU RSUP Prof. Moewardi yang bekerja berdasarkan nafas dalam penelitan di di Ruang keahlian yang dimiliki oleh setiap Perawatan Intensif PKU perawat. Dr. Semakin baik informasi pengetahuan lebih cepat pengetahuan responden. neonatus dengan p< 0. ruang perawatan juga didasarkan atas Hasil penelitian Lumatauw (2014) keahlian. menjelaskan ada neonatus secara bersama-sama. R.

Keberhasilan dalam tindakan semakin lama secara tidak langsung resusitasi neonatus didasarkan atas dapat mempengaruhi keterampilan pengetahuan dan ketampimpilan yang responden dalam melakukan resusitasi baik dan berdasarkan SOP resusitasi neonatus. Pengalaman kerja yang neonatus. 10 yang diketahui oleh perawat baik itu belum cukup untuk mendapatkan ilmu yang didapatkan melalui keterampilan dengan baik. dan ketermpilan yang mencegah risiko kematian neonatus. dimana tahun. diperlukan pendidikan formal maupun non formal kurun waktu untuk belajar dan berlatih yang diharapkan dapat berperan optimal untuk menjadi lebih terampil. pengetahuan yang cukup juga Kesimpulan berpengaruh pada tingkat keterampilan 1. Rata-rata umur responden adalah 33 dalam resusitasi neonatus. Responden penelitian lebih banyak baik. Berdasarkan data dari tabel 4. semua responden adalah terdapat responden yang masuk kategori perempuan. baik. stimulus untuk mencegah resiko kematian pada lingkungan. 2.9%). Menurut peneliti RUSD Dr. Responden dengan pengetahuan Menurut Bastable (2008) ada beberapa yang baik akan membantu mempercepat faktor lain yang dapat mempengaruhi dalam tindakan resusitasi neonatus yang keterampilan seseorang yaitu berlansung cepat dalam hitungan menit diantaranya status kesehatan. sebanyak 75. mempengaruhi terampilan dalam sehingga tenaga kesehatan yang bekerja melakukan resusitasi neonatus. dalam mendukungkinerjanya.6% cukup terampil maupun masuk kategori berpendidikan DIII keperawatan dan terampil.8% mempunyai masa kerja 6-10 pengetahuan cukup baik namun sudah tahun. mencerminkan bahwa yang memiliki pengetahuan dalam pengetahuan yang baik saja masih ketegori baik (65. .7 neonatus yang telah ditetapkan rumah menunjukkan responden dengan sakit. termasuk Moewardi adalah rumah sakit rujukan pengetahuan responden yang baik akan dari rumah sakit dari rumah sakit lain. Bagi responden dengan 48. Dengan juga harus siap dalam melakukan pengetahuan yang baik dan terampilan pelayanan kesehatan dengan dasar yang baik akan sangat membantu dalam pengetahuan.

Bagi peneliti lain senantiasa meningkatkan a. Melakukan penelitian lanjut dan keterampilan yang lebih baik.05). 11 3. Rumah sakit hendaknya 4. meningkatkan keterampilan 4.600-0. sehingga dapat terampil (68. Bagi institusi pendidikan Hasil penelitian dapat RSUD Dr.nilai r=0. Moewardi p=0. seperti pengetahuan tentang lingkungan kerja atau beban perkembangan serta perubahan kerja perawat.001 menambah pustaka bagi institusi (p<0. Bagi Rumah Sakit neonatus.670 (nilai pendidikan bahwa peningkatan koefisien korelasi cukup kuat antara pengetahuan bagi mahasiswa dan 0. Perawat untuk tetap lebih Asfuriyah S (2014). Melakukan penelitian tentang kemampuan para perawat melalui pengetahuan dengan pelatihan keterampilan resusitasi keterampilan perawat dalam neonatus secara rutin baik diadakan melaksanakan resusitasi di rumah sakit sendiri maupun neonatus dengan lingkup yang mengirim perawat untuk mengikuti lebih luas untuk memperoleh pelatihan di pusat pelatihan. gambaran yang lebih luas dan sehingga mendapat pengetahuan tergeneralisasi. Perbedaan patuh melaksanakan asuhan pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas dan keperawatan yang sesuai tindakan resusitasi pada . b. Bagi Perawat tentang faktor-faktor lain yang a. Ada hubungan tingkat pengetahuan dalam tindakan resusitasi dengan keterampilan perawat dalam neonatus tindakan resusitasi neonatus di 3. Saran pelatihan keterampilan resusitasi 1. 2. Responden penelitian lebih banyak dengan SOP resusitasi yang memiliki keterampilan neonatus yang telah resusitasi neonatus dalam ketegori ditetapkan. Diharapkan perawat untuk belum dianalisa dalam tetap meningkatkan penelitian ini. prosedur dalam melakukan DAFTAR PUSTAKA resusitasi neonatus b.800).3%).

maternal dan neonatal. Dasar-Dasar Prawirohardjo. S. J. Konsep dan Delanggu Klaten. Malekzadeh J. (2008).. Edisi 1. Susan Rae Ross. K. niversitas Medika.. 2007. operasional pemasangan kateter Iran di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Mubarak. Part 1. internal dan eksternal terhadap School of Nursing and kepatuhan perawat dalam Midwifery. Unit II. Ilmu kesehatan masyarakat teori Program studi Manajemen dan aplikasi. Jakarta: http://webcache. 2014 Muttaqin.com/search? client=firefox- Hermawan.mult Kegawatan napas dengan sikap iply. W. (2010). Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono. Prosiding konferensi darurat.com/journal/item/20+penger penanganan gawat nafas pada tian+keterampilan&ct=clnk neonatus dirRuang perawatan Intensif PKU Muhammadiyah Nursalam. Chayatin. Buku acuan Komunikasi Kesehatan .I. (2008). A.google- Penerbit buku kedokteran EGC usercontent. The healthy Oman. Mashhad University melaksanakan standar prosedur of Medical Sciences. Care-CDC Panduan belajar emergency. Jakarta: EGC Liliweri. Brian J. 3(3): 418-423 Ulfa M. newborn. 2015.. Skripsi. Jurnal kesehatan. nasional pelayanan kesehatan Yogyakarta : Pustaka Pelajar. (2009). (2007). (2008).. (2015) Pengaruh faktor Department of Midwifery. Keperawatan gawat kendal. Lawn. Jakarta : Salemba Rumah Sakit. B. Koziol. (2008). Scheetz. Sebagai Pendidik. Hubungan a&channel=s&hl=id&q=cache: pengetahuan Perawat tentang 4gSt9qGzmJkJ:http://aksay. S.S. Muhammadiyah Yogyakarta . Soetjiningsih dkk. Mashhad. H. (2007).. J. Journal Midwifery Reprod Health. Clinical Examination (OSCE) Jakarta: Sagung Seto. Jakarta: Salemba Medika. 12 neonatus di rumah sakit islam Musliha. Perawat Keterampilan. Pengertian Bastable. Nursing and Midwifery Students Buku Ajar I Tumbuh Kembang Using Objective Structured Anak dan Remaja. (2011). N. 2009. (2015) Evaluating Neonatal Resuscitation Skills of Sularyo T. Me Carthy. tidak penerapan metodologi dipublikasikan STIKES Surya penelitian ilmu Global Yogyakarta keperawatan. Health Initiative. Yogyakarta : Nuha nasional ii ppni jawa tengah Medikal.

Yogyakarta : Keperawatan STIKES Hang Nuha Medika. Teori Bayi Baru Lahir Dengan dan pengukuran pengetahuan . Iskak sikap dan Tulungagung. M. A dan Dewi. 13 Wardani. (2014) Hubungan Tuah Surabaya Vol. Asfiksia di RSUD dr. M. 10 No.K. (2010).1 / Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Maret 2016 Perawat Dalam Penanganan Wawan. Jurnal perilaku manusia. .