You are on page 1of 7

NOKEN

Sejarah Noken

Noken Papua adalah hasil daya cipta, rasa dan karsa yang dimiliki manusia

berbudaya dan beradat. Walaupun Noken berbentuk seperti halnya tas yang berfungsi

sebagai tempat untuk menyimpan berbagai macam benda dan peralatan, namun

masyarakat Papua sendiri tidak menyebut noken sebagai tas. Bagi masyarakat Papua,

Noken memiliki perbedaan yang sangat signifikan dengan tas yang diproduksi pabrik,

baik secara bahan, jenis, model maupun bentuk Noken. Untuk itu, masyarakat Papua

 memiliki pengertian sendiri mengenai Noken. Noken bisa diartikan sebagai :Noken
adalah tempat (wadah) yang dirajut dan dianyam dari pohon atau daun yang kadang
diwarnai dan diberi berbagai hiasan termasuk pewarna demi memenuhi kepuasan batin
perajin dan terutama penggemar Noken;
 Noken adalah kerajinan tangan yang berasal dari hampir semua suku bangsa di Papua
yang diwariskan sebagai unsur budaya takbenda yang menjamin keiangsungan hidup
untuk mengisij menyimpan, dan membawa barang demi menanggapi kebutuhan sehari-
hari;
 Noken adalah tempat untuk mengisi dan menyimpan semua barang di dalam tempat
rajutan dan anyaman tangan yang dimanfaatkan pengguna secara umum;
 Noken adalah tempat untuk menyimpan barang pribadi. Dengan melihat isi noken,
maka orang lain sudah mengetahui siapa pemilik noken tersebut;
 Noken adalah kerajinan tangan masyarakat adat tanah Papua yang sudah bernorma,
beradat, berbudaya dan beretika dari masa leluhur hingga sekarang.

Kehidupan masyarakat Papua tidak terlepas dart Noken, kemanapun masyarakat Papua
pergi, Noken selalu diikutsertakan seperti dalam kehidupan berumah tangga, ke kebun maupun
ke laut. Noken memiliki beberapa sebutan yang sesuai dengan dimana daerah Noken itu
berkembang, contohnya di Hugula Nokendisebut dengan Su ; Dani disebut dengan Jum; Yali
disebut Sum; Biak disebut dengan Inoken/lnokenson ; Mee disebut dengan Agia ; Asmat

bahkan Noken juga dapat dipakai sebagai tutup kepala atau badan. Fungsi sehari-hari noken tersebut adalah untuk membawa hasil kebun. buku dan lain sebagainya. Noken dimaknai juga scbagai "rumah berjalan" berisi . kebiasaan tolong menolong (Pekei. salah satu bentuk noken yang dibuat dari anyaman tali. kayu. Sejarah yang panjang atas Noken mendorong tumbuhnya hubungan antara noken dan pandangan hidup orang Papua seperti sikap kemandirian orang Papua. Wawancara. uang.wikipedia. makanan.org) Keberadaan Noken di tanah Papua sudah ada sejak bertahun-tahun lamanya. hasil laut. ada 250-an suku di Papua yang mengenal dan mengenakan Noken dalam kehidupan sehari- hari. Gambar 1. Keberadaan Noken pun menjadi sebuah kebudayaan yang dikerjakan secara turun temurun. bayi. Noken dari anyaman tali (Sumber : id. belanjaan. Irarutu disebut Dump dan lain sebagainyaa Berikut akan ditampilkan pada Gambar 1. Berbagai informasi menyebutkan bahwa sejak dahulu Noken juga digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari. hewan kecil. sehingga tidak diketahui secara jelas bagaimana Noken berkembang di Papua. ibid).disebut dengan Ese . sirih.

maka pada tanggal 4 Desember 2012 telah diputuskan Noken sebagai warisan budaya Dunia tak Berbenda oleh UNESCO di Prancis oleh Arley Gill sebagai Ketua Komite. hingga tinggal seratnya. hal ini dikarenakan pada berbagai suku di Papua Noken menunjukkan status sosial pemakainya. Bahan baku tersebut diproses secara konvensional untuk menjadi benang yang kemudian digunakan untuk merajut. kehidupan yang baik. suku Dani/Hugula). Disamping itu. untuk membuat bahan baku dilakukan dengan cara yang berbeda-beda antara satu suku dengan suku lainnya. lalu batang kayu tersebut dipukuli hingga tinggal seratnya.). Ada yang membuat bahan baku dengan memotong beberapa jenis pohon khusus. kecil dan besar yang kadang-kadang dipanasi di atas api hingga layu. yang bertujuan untuk melindungi dan menggali kebudayaan tersebut. Tetapi. dan perdamaian. Mikael.segala kebutuhan (Tekege. misalnya kepala suku . Membuat Noken dimulai dengan mengenal bahan baku yang terdiri dari :  Bahan serat pohon. Proses Pembuatan Noken umumnya dibuat oleh wanita atau mama-mama Papua yang rata-rata sudah berusia lanjut. ada juga suku (misalnya suku Dani/Hugula di Wamena) yang menguliti batang kayu kecil.  Bahan kulit kayu. Nokcn dianggap sebagai simbol kesuburan perempuan. . yang disebut dengan "Mama Noken".  Bahan rumput rawa. Serat kayu yang didapat kemudian dikeringkan menjadi bahan serat yang dipintal dengan telapak tangan di atas paha pegrajin hingga menjadi benang kuat. lendir kulit pohon keluar. Namun ada juga perajin yang menguliti batang pohon lalu kulitnya saja yang direndam.  Bahan daun pandan.kadang-kadang memakai noken dengan pola dan hiasan khusus. Noken begitu bermakna dalam warisan budaya. namun ada pula Noken yang dikerjakan oleh kaum laki-laki yaitu di daerah Suku Mee dan dinamakan Meuwodide ("bapak-bapak Papua di daerah suku Mee). Serat tersebut kadang-kadang diwarnai dengan warna alami (contoh. hal ini terlihat orang terkemuka dalam masyayarakat. yang mana kulit pohon lepas dari batangnya. lalu direndam dalam air selamabeberapa hari.

kampung. Selain proses merajut. daun dari rawa. Noken memang menjadi sebuah barang penting yang digunakan untukberbagai aktivitas. dan untuk noken yang berukuran kecil biasa dipergunakan oleh siswa-siswa pelajar asli putra-putri daerah Papua untuk dipergunakan sebagai tempat buku dan keperluan belajar di bangku sekolah maupun di kampus. serat atau kulit kayu. daun sagu muda. dan lain-lain. Perkembangan Noken Saat ini (Pemakaian dan Pemasaran) Noken memiliki ukuran yang bervariasi. hitam dan coklat. daun pandan. Noken tidak lagi banyak digunakan dalam keseharian. selanjutnya bahan- bahan tersebut kemudian dianyam dengan berbagai pola yang menarik yang juga mempunyai makna. antara lain. bahkan ada yang berukuran besar yang biasa dipakai oleh mama-mama yang bekerja sebagai petani dan mampu mengangkat bahan hasil bumi yang cukup berat dengan menggunakan noken ini. Hal ini sangat berkaitan dengan kemajuan teknologi yang menggusur kebudayaan budaya suatu daerah dengan teknologi baru yang memiliki fungsi yang sama. Kesulitan mendapatkan serat kayu yang merupakan bahan baku utama pembuatan Noken juga menjadi salah satu faktor yang mengancam keberadaan Noken. namun di kota Noken sudah mulai ditinggalkan. Bahan yang dipakai. Saat ini. ada juga suku-suku yang membuat noken dengan proses menganyam. .Di daerah Paniai ditemukan noken khusus yang diberi hiasan khusus terbuat dari serat tangkai anggrek berwarna kuning. di kampung. dan uniknya lagi ini digunakan dengan memakai jidat atau bagian depan kepala mereka dengan mengalungkannya ke arah belakang punggung mereka (lihat pada Gambar 2). Dan selebihnya lagi biasanya Noken ini oleh pendatang yang biasa berkunjung ke Papua sebagai bahan ole-ole yang dibawa ke daerah masing-masing sebagai hiasan atau ole-ole bagi sanak keluarga mereka dikarenakan noken tersebut terlihat unik dipandang mata. Keberadaan tas-tas produksi modern yang memiliki fungsi yang hampir sama membuat Noken kini kehilangan peminat dari masyarakat Papua sendiri.Benang itu kemudian dirajut dengan tangan membuat tas jala dengan berbagai pola dan ukuran.

Gambar 2. faktor transmisi budaya menjadi penyebab yang mengancam keberadaan Noken di Papua. terutama oleh generasi muda. dan pemasaran tas-tas gaya modern di hampir semua pasar di Papua dan Papua Barat juga mengakibatkan warisan budaya lama. laju pembangunan dan modernisasi di Provinsi Papua dan Papua Barat serta pengaruh media modern seperti televisi.wikipedia. Pembuatan Noken hanya dilakukan oleh orang tua ditambah lagi dengan kesibukan anak-anak untuk belajar di sekolah juga merupakan faktor yang membuat mereka tidak sempat belajar membuat noken dari orang tuanya hingga dapat melanjutkan tradisi noken.org) Selain itu. video. mulai kurang diminati oleh sebagian masyarakat Papua. internet. . Selain itu. termasuk noken. Noken Tali yang besar mampu memuat banyak belanjaan (Sumber : id. video game dan sebagainya.

000. Pemasaran Noken di Jalanan Kota Jayapura (Sumber : http://tabloidjubi.s.com) . membeli.000. dan juga memanfaatkan Noken. Noken menjadi salah satu dari 7 kebudayaan Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia.000. 4. bisa mencapai 3 minggu.per buah tergantung jenis dan ukurannya. Upaya pelestarian dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan melakukan berbagai hal yang dapat mendukung pelestarian Noken. dalam membuat Noken cukup rumit karena tidak menggunakan mesin. Variasi warna pada Noken dibuat dari pewarna alami. Harga Noken tersedia dari yang paling murah Rp. untuk Noken dengan ukuran besar. Pada Gambar 3 akan ditunjukkan pemasaran noken yang belum terkelola dengan baik sehingga dijual pada pinggiran jalan. 50. yang mana bahan baku misalnya dari kayu tersebut diolah. Faktor yang telah disebutkan di atas inilah yang pada akhirnya membuat Noken menjadi Warisan Budaya Indonesia yang harus dilindungi. dikeringkan dan kemudian dipintal menjadi benang. galeri Noken.. Walaupun demikian. Proses pembuatannya bisa mencapai 1-2 minggu.. misalnya dengan membuat pameran. Gambar 3.d yang paling mahal Rp.

id/berita/2017/10/noken-raja-ampat-dan- wamena-tak-sama-apa-bedanya-2 (akses 19 Februari 2018).Daftar Acuan : 1.id/ditwdb/.wikipediacorg/wiki/Noken (akses 19 Februari 2018).2015/_12/. 2. 3.17/noken/ (akses 19 Februari 2018) 4.co. https://kebudayaan.kemdikbud. http://nationalgeographic.id/ditwdb/2018/02/12/apa-itu-noken- cermin-noken-papua/ (akses 19 Februari 2018) .go.kemdikbud. https://kebudayaan.go. https://id.