You are on page 1of 16

Materi Diskusi Bahasa Indonesia

KALIMAT DAN KALIMAT EFEKTIF

Kelompok 2
Anak Agung Ayu Krisna Utami Dewi (1506105044)
Ni Luh Putu Purnama Dewi (1506105097)
Meita Puspita Sari (1506105116)
Ida Ayu Made Sadnyawati (1506105117)
Ida Ayu Gede Mas Patni Astuti (1506105135)

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN REGULER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018

di dalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma (. Pendahuluan Kalimat merupakan unsur terpenting dalam sebuah wacana.2 Ruang Lingkup (1) Pengertian Kalimat (2) Struktur Kalimat (3) Syarat Kalimat (4) Kalimat Benar (5) Kalimat Efektif 1 . dan tanda seru sepadan dengan intonasi akhir. 1. Spasi yang mengikuti tanda titik. dalam wujud lisan atau tulisan. Kalimat yang tersusun rapi dan rasional akan membuat sebuah wacana lebih mudah dipahami. I. Dalam wujud tulisan berhuruf Latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.1 Tujuan (1) Memahami pengertian kalimat (2) Memahami struktur kalimat (3) Memahami syarat kalimat (4) Memahami kalimat benar (5) Memahami kalimat efektif 1. tanda pisah (-). atau tanda seru (!). Tanda titik. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. tanda tanya (?). dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya. tanda tanya.). yang mengungkapkan pikiran yang utuh. sedangkan tanda baca lain sepadan dengan jeda. titik dua (:). tanda tanya. sementara itu. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut.). dan spasi. disela jeda. dan tanda seru melambangkan kesenyapan.

Misalnya. dan diakhiri dengan nada selesai. Dalam bentuk tulisan kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. kalimat biasanya minimal terdiri atas predikat dalam suatu pernyataan. Kebakuan kalimat ditandai oleh adanya penerapan kaidah atau norma kalimat bahasa Indonesia baku. Berikut ini adalah contoh berbagai variasi kalimat walaupun jumlah kata pembentuknya tidak selalu sama. Dari sudut kelengkapan pikiran. selain ditentukan pula oleh situasi pembicaraan. Batasan pengertian kalimat tersebut kiranya cukup sebagai pegangan untuk memahami sebuah kalimat dalam bahasa Indonesia.1 Pengertian Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang dapat mengungkapkan pikiran yang utuh. (a) Para tamu telah datang. (b) Dompet saya hilang. Pembahasan 2. Dengan bekal kemampuan tersebut. kalimat ditandai dengan alunan titinada. (c) Dia penyanyi. Di dalam penulisan laporan (tulisan ragam ilmiah) penulis dituntut untuk memiliki kemampuan dalam penyusunan kalimat dan kalimat efektif. disela jeda. atau tanda tanya. (d) Baca! 2 . tanda seru. Dalam hal ini penulis hendaknya memiliki wawasan bahasa Indonesia yang memadai agar ia dapat menghasilkan kalimat yang gramatikal. Keefektifan kalimat ditandai oleh ketepatan kalimat untuk mewakili gagasan penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepat dalam pikiran pembaca. Dalam bentuk lisan. Pikiran yang utuh itu dapat diekspresikan dalam bentuk lisan atau tulisan. penulis akan dengan cepat bisa melakukan penggantian atau variasi kalimat untuk menghindari pembaca dalam menikmati karya tulis tersebut. Persoalannya adalah penulis sering tidak memperhatikan kalimat yang dibuatnya sehingga kalimatnya itu tidak memenuhi kaidah pembuatan kalimat yang benar. II. baik dalam komunikasi lisan maupun tulis di samping dapat pula mengenali kalimat-kalimat yang dihasilkan orang lain sehingga mampu memperbaikinya jika ternyata salah. kalimat yang semula ditulis panjang-panjang dan berjenis kalimat majemuk bertingkat atau campuran bisa divariasi dengan kalimat pendek-pendek dan berjenis kalimat tunggal. keras -lembutnya suara.

Umumnya. Selain itu. 2. 1) Anak itu belajar 2) Orang itu menulis surat Pada contoh (1) terdapat verba belajar dan pada kalimat (2) terdapat verba menulis. (3) Anak yang belajar itu → (3a) Yang belajar itu // anak Permutasi unsur pernyataan (3) menjadi (3a) di atas memperlihatkan perubahan makna dasar pernyataan tersebut. Setiap kalimat dalam realisasinya sekurang-kurangnya memiliki predikat. Perhatikan contoh berikut ini. Untuk mengetahui kedua verba tersebut sebagai predikat perlu dilakukan tes permutasian (perubahan urutan) unsur-unsur kalimatnya. intonasi pernyataan (3) juga belum lengkap dan harus dilengkapi untuk menjadi sebuah kalimat seperti pernyataan (4) berikut ini. pernyataan (1 dan 2) di atas merupakan kalimat. Untuk menentukan predikat sebuah kalimat dapat dilakukan pemeriksaan terhadap verba dalam untaian kata bersangkutan. Contoh itu merupakan kalimat karena mengungkapkan pikiran yang lengkap.2 Syarat Kalimat dan Alat Pengetesnya Persyaratan pokok yang perlu diperhatikan dalam penentuan sebuah pernyataan berupa kalimat atau bukan adalah (a) adanya unsur predikat dan (b) permutasi unsur kalimat. Perubahan makna seperti itu menandakan bahwa pernyataan tersebut bukanlah kalimat. sedangkan pernyataan (kelompok kata ) yang tidak memiliki predikat disebut frasa. (1a) Belajar // anak itu (2a) Menulis surat // orang itu Perubahan urutan unsur-unsur kalimat yang disertai dengan perubahan intonasi dalam contoh (1a dan 2a) ternyata tidak mengubah infomasi dasar kalimat (1 dan 2) di atas. urutan kata berikut ini bukanlah kalimat. (4) Anak yang belajar itu menanggis. kalimat bahasa Indonesia berpredikat verba. Pernyataan (a) sampai dengan (d) di atas merupakan contoh kalimat bahasa Indonesia meskipun ada yang hanya terdiri atas satu kata (kalimat d). Untuk itu. Keduanya dapat dijadikan alat untuk mengetes sebuah pernyataan. 3 . Namun.

langsung berada di belakang predikat. kata adalah/ialah/merupakan adalah predikat dalam kalimat nominal. (3) Megawati tidak melupakan tugas rumah tangganya. dapat menjadi subjek kalimat pasif. Kemudian. penentuan subjek dapat dilakukan dengan mencari jawaban atas pertanyaan apa dan siapa yang dinyatakan dalam suatu kalimat. objek merupakan unsur kalimat yang dapat diperlawankan dengan unsur subjek. dan 4 . dan keterangan. Tiap-tiap unsur tersebut memiliki ciri-ciri tersendiri yang membedakannya antara unsur yang satu dengan unsur yang lainnya. yaitu subjek. (2) Sugguh mengagumkan hamparan bunga anggrek di Bedugul. c. Keduduka predikat dalam kalimat merupakan unsur utama di samping subjek. yaitu kalimat yang paling sedikit mempunyai tiga unsur utama (subjek. predikat. (2) Anak-anak sedang belajar di kelas. dapat diingkarkan. b. dan d. pelengkap. jawaban atas pertanyaan mengapa atau bagaimana. d.3 Unsur-unsur Kalimat Seperti tersebut di atas. b. kalimat terdiri atas unsur-unsur kalimat. c. Contoh: (1) Komang Susilawati menjahit baju. c. tidak didahului oleh preposisi/kata depan. b. dan e. disertai kata itu. Unsur objek ditemukan dalam kalimat yang berpredikat verba aktif transitif. merupakan unsur kalimat yang diperlawankan dengan subjek. predikat. Ciri unsur subjek adalah a. merupakan unsur utama di samping subjek kalimat. Unsur kalimat yang lain adalah pedikat. objek. mempunyai keterangan pewatas yang. Ciri umum unsur predikat: a. Dalam hal ini ciri unsur objek adalah a. dan objek). merupakan unsur inti/pokok dalam kalimat di samping predikat. Contoh: (1) Ibu memasak sayur di dapur.2.

yakni terletak pada oposisi kalimat pasif. waktu. kepada. dan c. meskipun. tidak terikat posisi. menempati posisi belakang predikat. oleh. Contoh: (1) Dengan computer pesawat itu dapat dipantau dari bumi. (2) Ibu memasak di dapur 5 . dan tujuan. merupakan unsur kalimat yang membarikan informasi lebih lanjut tentang sesuatu yang dinyatakan dalam kalimat. Keterangan yang berupa klausa (anak kalimat) ditandai dengan kata penghubung. dan c. (2) Gede Krisna membawakan ibunya baju baru. Infomasi tersebut misalnya tentang tempat.d. seperti ketika. Jika terdapat objek dan pelengakap di belakang predikat kalimat aktif. sedangkan objek dapat menjadi subjek kalimat pasif. Selanjutnya ciri unsur pelengkap: a. Lebih lanjut ciri keterangan: a. b. Contoh: (1) Komang Rai memberi saya buku. terhadap. dan sehingga. dan untuk. dapat didahului preposisi. b. Keterangan dapat berupa frasa dan dapat pula berupa anak kalimat (klausa). tidak bisa menjadi subjek kalimat pasif. Unsur yang bersifat memberikan informasi tambahan lebih lanjut tentang sesuatu pada kalimat adalah unsur keterangan. Pelengkap tidak bisa menjadi subjek kalimat pasif. cara sebab. dalam. karena. bukan unsur utama. Perbedaannya. ke. Kesamaan itu adalah (a) bersifat wajib pada verba yang memperlakukannya dan (b) menempati posisi di belakang predikat. tentang. objeklah yang potensial menjadi subjek kalimat pasifnya. supaya. pada. seperti di. dari. Contoh: (1) Gus Dur meraih hadiah Nobel Perdamaian. (2) Politikus memperebutkan kursi jabatan (3) Dia melahirkan gagasan yang baru. Pelengkap merupakan unsur kalimat yang memiliki banyak kesamaan dengan objek. tidak didahului preposisi. sedangkan pelengkap tidak bisa menjadi subjek. jika. Keterangan yang berupa frasa ditandai oleh preposisi.

Gagasan itu sering pula disebut gagasan utama kalimat atau topic kalimat. menuntut = P. yakni ada apa. Berikut ini adalah contohnya. Gagasan utama kalimat melebur ke dalam unsur-unsur yang secara tradisional disebut subjek dan predikat. Kalimat berkesatuan majemuk dapat berwujud dalam relasi koordinatif (setara) dan subordinatif (bertingkat). Kami sudah mengajukan proposal itu. tewas = P) 2. Pel. Sementara itu. Sofian menuntut Kapolda Jawa Barat. struktur kalimat tunggal bahasa Indonesia adalah sebagai berikut. atau K bila diperlukan. atau beberapa. 1.4 Jenis Kalimat Penulis naskah laporan menyampaikan gagasan atau pikirannya melalui perantaraan kalimat. Kalimat yang memiliki lebih dari satu gatra S dan P disebut kalimat berkesatuan majemuk. Jika kalimat itu hanya memiliki satu gatra S dan P. 2. (Sofian = S. kalimat tersebut disebut berkesatuan tunggal. Kesatuan Majemuk Setara S1 + P1 ± O / Pel / Ket + Kt Hubung + S2 + P2 ± O / Pel / Ket S + P ± O / Pel / Ket 3. Kapolda Jawa Barat = O) Untuk itu. 6 . (3) Sekarang manusia telah antipasti terhadap makhluk hidup. Dengan demikian. (Istri Sofian = S. tetapi mereka menolaknya. Kesatuan Tunggal S + P ± O / Pel / Ket Konfigurasi di atas menandakan bahwa gatra S dan P merupakan bagian inti yang mengandung gagasan utama kalimat. Kesatuan yang bersifat subordinatif terjadi jika suku kalimat yang satu terikat pada suku kalimat lain dengan sarana kata hubung dan suku yang terikat tersebut berlaku sebagai salah satu gatra pada suku yang mengikat. sedangkan predikat merupakan gatra yang menjelaskan. kalimat berfungsi sebagai sarana pembawa gagasan yang ingin disampaikan oleh penulis naskah. bangun kalimat juga dimugkinkan diisi oleh lebih dari satu S atau P. Istri Sofian tewas. Gagasan utama tersebut dapat dilengkapi dengan O. bagaimana. Kridalaksana (1999:129) membatasi subjek sebagai gatra yang menandai apa yang dinyatakan oleh pembicara.

misalnya. Selain jenis kalimat di atas. Orang yang berbadan kekar itu telah meninggal. kalimat juga bisa dibedakan atas bentuknya. kalimat tanya. dan kalimat perintah. 6. Majalah Jepang Shunkan Shinso telah membuktikan bahwa gadis usia 12-13 tahun pun banyak yang sudah melakukan hal itu. kalimat perintah atau imperatif merupakan kalimat yang mengandung perintah atau pemohonan (permintaan) kepada lawan bicara. Apakah Indonesia mampu bangkit kembali dengan cepat? Akhirnya. misalnya. Penonton segera dibawa ke ruang tunggu ketika terdengar bunyi ledakan. Kalimat berita atau deklaratif adalah kalimat yang berisi pemberitahuan atau pernyataan sehingga lawan bicara menjadi tahu tentang sesuatu yang diberitakan. Kalimat Tanya atau interogatif merupakan kalimat yang dipakai untuk meminta informasi dari lawan bicara. yaitu kalimat berita. 5. Kesatuan Majemuk Bertingkat S1 + P1 + O Kt Hubung + S2 + P2 Atau S1 + P1 Kt Hubung + P2 S1 + P1 + Ket AtauKet K Kt Hubung + P2 4. misalnya. Argumen adalah suatu proses pernalaran. Perhatikanlah contoh berikut ini! 7 .

Laporan Anda saya sudah terima. penelitian harus dilanjutkan.Laporan Anda sudah saya terima.Dosen sedang berceramah di kelas. Pemakaian fungsi gramatikal. . secara ajek. S-P-(O)-(Pel)-(K). Pemakaian partikel –kah dan –pun. a.Apakah laporan itu sudah disusun? Apa laporan itu sudah disusun? 8 . Mahasiswa itu tidak pernah (P?) kemari . Pemakaian awalan me.Mahasiswa itu tidak pernah datang kemari. (S?) Itu belum dibicarakan c.5 Kalimat Baku Kebakuan kalimat bahasa Indonesai ditandai oleh hal-hal berikut ini (Kridalaksana. sudah sebagai aspek. secara jelas (eksplisit) dan ajek (konsisten) Ragam Baku Ragam Tidak Baku . Pemakaian pola frasa verbal yang berpola Aspek+agen+verbal. jika ada. Dalam hal ini.Data itu belum saya analisis Data itu saya belum analisis. dan analisis sebagai kalimat verbal.Mahasiswa melaporkan hasil penelitiannya. . Ragam Baku Ragam Tidak Baku . penelitian harus Kendati masyarakatnya dilanjutkan. .Kendatipun masyarakatnya tertutup. secara ajek. Mahasiswa lapor hasil penelitiannya. Ragam Baku Ragam Tidak Baku .dan ber.Hal itu belum dibicarakan. belum sebagai aspek.. dan terima sebagai kalimat verbal. jika ada. saya sebagai agen. secara jelas dan ajek. 1978:150-152). saya sebagai agen. Ragam Baku Ragam Tidak Baku .2. Dalam hal ini. Dosen sedang ceramah di kelas. jika ada. d. tertutup. b.

Skripsinya Tirta masih dipinjam.Sekolah dan kantor guru sedang diperbaiki.e. Desa tempat saya ber-KKN sangat terisolasi Kurang Efektif . Efektif . Ridwan dkk. Untuk itu. . kalimat harus mengandung subjek dan predikat yang menunjukkan kelengkapan informasi kalimat tersebut. Tidak digunakan struktur kalimat yang bersifat kedaerahan. 2. . (2) Kepaduan Setiap kalimat harus disusun dengan koherensi atau kepaduan yang baik dan kompak antarunsurnya. Sekolah dan kantoran guru sedang diperbaiki. dan Semi (1990) dalam Sukartha dkk (2018) menyatakan bahwa kalimat efektif dalah kalimat yang dapat menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulisnya. (1) Kesatuan Gagasan Setiap kalimat harus menunjukan adanya kesatuan gagasan yang ditandai oleh adanya suatu ide tunggal. Pada tahun ini merupakan tahun trakhir kuliahnya. . Dalam batasan penutur/penulis dan kawan tutur/pembaca menjadi inti batasannyaa. Kepaduan dibatasi sebagai hubungan timbal-balik yang jelas 9 . Ragam Baku Ragam Tidak Baku .Skripsi Tirta masih dipinjam. Arifin (1987).6 Kalimat Efektif Pakar bahasa seperti Keraf (1989).jika unsure subjek atau predikat tidak. Pukul 15. Kalimat berikut ini kurang efektif. Selanjutnya. Keraf (1980: 34-38) dalam Sukartha dkk (2018) menyatakan bahwa ada enam ciri utama kalimat efektif dalam bahasa Indonesia.00 kurang lagi 10 menit.Pukul 15. (1993). Tahun ini merupakan tahun terakhir kuliahnya. Desa di mana saya ber-KKN sangat terisolas. Kesatuan gagasan itu diwakili oleh subjek dan predikat di dalam kalimat. . hal ini berarti pula tidak lengkapnya informasi yang penting dalam kalimat tersebut.00 kurang 10 menit.

Meskipun kalimat tersebut memiliki gagasan utama. Jika salah satu gagasan itu ditempatkan dalam sturktur kata benda. 10 . Demikian juga kata kerja disejajarkan dengan kata kerja yang lain. yaitu kata benda. daya rekat (“lem”) yang menempalkan setiap unsur pembentuk kalimat tersebut menjadi berkurang. Tahun ini Unud sebagai penyelenggara pelatihan mahasiswa. . Penghapusan pangkalan asing dan penarikan pasukan asing di kawasan ASEAN mendapat perhatian PBB. kalimat tersebut menjadi tidak kompak. Pemerintah sedang memperhatikan daripada kotanya. pembaca dapat menangkap dan merasakan ide-ide yang dikemukakan oleh pengarang buku itu. sedangkan tahun depan diselenggarakan oleh PTS. Berikut ini adalah contohnya. Penghapusan pangkalan asing dan ditariknya pasukan asing di kawasan Asean mendapat perhatian PBB. Setelah selesai melakukan kegiatannya. . jika terdapat pemakian kata atau kelompok kata yang tidak tepat di dalamnya. afiks verba aktif dengan afiks verba aktif. diantara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. kta atau kelompok kata yang lain yang memiliki gagasan sejajar juga ditempatkan dalam fungsi dan struktur yang sama. dan seterusnya. . Tahun ini Unud sebagai penyelenggara pelatihan mahasiswa. Efektif . Pemerintah sedang memperhatikan kebersih an kotanya. Pembaca setekah selesai melakukan dan merasakan ide-ide kegiatannya. Kurang Efektif . Efektif . dapat menangkap yang dikemukakan oleh pengarang buku itu. Berikut ini adalah contohnya. Kurang Efektif . sedangkan tahun depan PTS sebagai Penyelenggaranya. Dengan demikian. (3) Kesejajaran atau Paralelisme Paralelisme berarti menempatkan gagasan yang sama penting dan sama fungsinya ke dalam suatu struktur atau konstruksi gramatikal yang sama. .

dan dimensi budaya. atau pemakaian partikel penegas (seperti –lah.(4) Penekanan Inti pikiran yang terkandung didalam setiap kalimat harus dibedakan dengan sebuah kata yang dipentingkan. Pembangunan dilihat sebagai proses yang rumit dan mempunyai banyak dimensi. tidak hanya dimensi ekonomi. dan struktur kalimat 11 . . Efektif . yaitu kata yang dipentingkan diletakan pada awal kalimat. urutan pikiran yang logis. Kehematan dapat dilakukan dalam pemakian kata. Contohnya sebagai berikut. frasa (kelompok kata). pengulangan (repetisi) kata yang berfungsi sebagai tumpuan inti pikiran kalimat. panjang-pendek kalimat. . . Mahasiswa itu segera mengubah rancangan penelitian setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya. (6) Variasi Variasi merupakan upaya untuk penganekaragaman bentuk bahasa agar tetap terpelihara minat dan perhatian pembaca/kawan tutur. tetapi juga dimensi politik. Kurang Efektif . Anak tetangga saya sudah diwisuda tahun lalu. atau bentuk lainnya yang dianggap tidak diperlukan. Kata yang dipentingkan harus mendapat tekanan atau harus lebih ditonjolkan dari unsure-unsur yang lain. Caranya adalah dengan pengubahan posisi kata di dalam kalimat. -kah). Berikut ini adalah contohnya. Pesta Kesenian Bali X diresimkan oleh Wakil Presiden. Wakil Presiden meresmikan Pesta Kesenian Bali X. dimensi sosial. Mahasiswa itu segera mengubah rancangan penelitiannya setelah mereka berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya. . misalnya dengan mengadakan variasi sinonim kata (pilihan kata). Dalam hal ini diusahakan tidak menggunakan kata yang berlebihan. (5) Kehematan Setiap kalimat yang digunakan dalam penulisan laporan hendaknya memperhatikan kehematan (ekonomi kata). Atau . Anaknya dari tetangga saya sudah diwisuda tahun lalu.

(1) Kalimat Bersubjek Ganda . Seseorang yang berada di dalam kerumunan masa maka ia akan berprilaku dan berbudaya seperti perilaku masa. membuktikan pernyataan tersebut. juga terjadi didaerah Nitikan dan Karangkajen Yogyakarta merupakan sikap anarki yang mengiringi “ritual” kampanye menjelang pemilu. Bervariasi . Keruntuhan perbankan yang dialami lebih dari dua tahun ini. (2) Kalimat Berpredikat Ganda . Contohmya adalah sebagai berikut. 2. lingkungan hidup. pada konvoi kampanye PPP di kota Yogyakarta selalu diwarnai oleh kelompok-kelompok eksklusif dengan ciri-ciri khusus. Seorang pakar walet menyetujui bahwa alasan penggunaan sarang walet imitasi lebih menekankan pada aspek keamanan. Sebagaian orang beranggapan bahwa pemblokiran jalan raya di daerah Kotagede. Dengan variasi diharapkan dapat terwujud kesegaran pemakaian bahasa. Tidak Bervariasi . dan pasar bebas. tegaknya hukum. (aktif-pasif). (3) Kalimat dengan Kata Penghubung dan Kata Depan Tidak Tepat . Kampanye nilai-nilai universal. 12 . demokrasi. Setiap orang yang berada di dalam konvoi kampanye tingkah lakunya tidak bisa lepas dari bayangan/citra kampanye yang dipahaminya.7 Masalah Pemakaian Kalimat Bahasa Indonesia Seorang penulis yang memiliki kemampuan dalam mengenali kalimat dan ciri-ciri kalimat efektif akan mampu melihat dan menjelaskan letak kesalahan penulis kalimat. Berikut ini disajikan beberapa contoh lain kalimat yang kurang efektif. (4) Kalimat Tidak Padu . . oleh karena itu menjadi sebuah misi dari Negara-negara maju (baca: Barat). seperti hak asasi manusia. . Setelah itu. tentu ia mampu dengan cepat memperbaiki kalimat yang kurang tepat yang telah dibuatnya. Seorang pakar walet menyetujui bahwa alasan penggunaan sarang walet imitasi lebih ditekankan pada aspek keamanan. Selain kelompok Darwis.

(6) Kalimat Tidak Hemat . Paling tidak tanda-tanda itu sudah terlihat. Renon. Denpasar. Pada umumnya hak ulayat suku bangsa-suku bangsa di Indonesia tidak mempunyai persoalan karena hak tersebut diakui baik seacara intern maupun dari pihak luar masyarakat yang bersangkutan. UUD 1945. . Jika semula ditemukan di Jawa dan Sumatra. maka dalam pandangan para pendiri bangsa. Saya sudah dikatakan oleh teman-teman sistem kamar kecil di Indonesia. Walaupun diganggu faktor-faktor yang menyangkut masalah keamanan dan gaya pemerintah. (7) Kalimat Tidak Bernalar . Di sampinh Pancasila. (5) Kalimat Tidak Sejajar . yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan pilihan ideal bagi kelangsungan hidup bangsa. 13 . terutama dalam upaya pemulihan ekonomi. . Salah satu tempat yang menarik untuk dilihat adalah di Monumen Perjuangan Rakyat Bali. . bentuk Negara proklamasi kemerdekaan. kini petani menemukannya di Sulawesi.

Penutup Penulis laporan yang baik dituntut agar menguasai jenis kalimat dan cara membentuk kalimat efektif. Kemudian. Pembentukan kalimat efektif mensyaratkan penguasaan terhadap tata bahasa Indonesia. 14 . kreativitas dalam penggunaan kata. III. Penguasaan atas tata bahasa Indonesia akan menghindarkan penulis dari ketidakcermatan dalam menilai kelengkapan gagasan di dalam kalimat dan kepaduan antarunsur pembentuk kalimat. daya nalar yang baik akan memungkinkan penulis dalam pembuatan kalimat yang masuk akal. Kreativitas dalam penggunaan kata akan mempermudah penulis dalam pembuatan variasi kalimat dan penghematan kata. dan daya nalar yang baik.

I Nengah. Bahasa Indonesia Akademik Untuk Perguruan Tinggi. 15 . Daftar Pustaka Sukartha. dkk. Denpasar: Udayana University Press. 2018.