You are on page 1of 48

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN

MODUL 08
AKTIVITAS BIOKIMIA MIKROORGANISME

Nama Praktikan/NIM : M. Nasrullah Ahmad /15715001
Saffanah Gumilangsari/15715003
Mariah Bening / 15715020
Kelompok : 03

Tanggal Praktikum : Senin, 31 Oktober 2016

PJ Modul : Saniar Rabithoh W.

Asisten yang Bertugas : Ratrisa Priska K.
Astiaranti
Hurriyah M.
Roidah Zihni A.
Mirra Hasna Nurdini
Saniar Rabithoh W.

Analis : Didit Trihartomo

PROGRAM STUDI REKAYASA INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016

MODUL 08 - PERCOBAAN 19

I. JUDUL : Aktivitas Enzim Intraseluler : Uji Fermentasi dan Oksidasi
II. TUJUAN
1. Menentukan mikroorganisme yang dapat mendegradasi dan memfermentasi
karbohidrat dengan menghasilkan asam atau gas
2. Menentukan mikroorganisme yang mampu menghasilkan enzim untuk reaksi
biooksidasi

III. PRINSIP DASAR

Bakteri memperoleh energi melalui dua jalur metabolik (bioksidasi) yaitu respirasi dan
fermentasi. Pada respirasi aerob, molekul organik didegradasi secara sempurna menjadi
karbondioksida dan air dengan oksigen sebagai akseptor electron. Kemampuan bakteri untuk
menggunakan oksigen bebas bergantung pada sistem enzim sitokrom. Sedangkan pada
organisme fermentatif, juga digunakan senyawa organik tanpa sistem sitokrom. Organisme ini
menghasilkan karbondioksida dan air selain produk sampingan seperti alkohol, asam dan
aldehida. Pada organisme ini, oksigen bukan merupakan akseptor elektron dan reaksi terjadi
tanpa kehadiran oksigen. Senyawa organik bertindak baik sebagai akseptor maupun donor
elektron. Kedua reaksi bioksidasi ini dapat terjadi pada bakteri anaerob fakultatif kecuali bakteri
asam laktat dimana fermentasi terjadi sama sekali tanpa oksigen. Beberapa reaksi bioksidasi
misalnya fermentasi karbohidrat, produksi katalase, oksidase dan reduksi nitrat.

IV. TEORI DASAR

4.1 Medium Karbohidrat

a. Glukosa
Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat
terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan.
Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi.
Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan.
kebanyakan karbohidrat dalam makanan diserap ke dalam aliran darah sebagai
glukosa, dan gula lain diubahmenjadi glukosa di hati. Glukosa adalah prekursor

untuk sintesis semuakarbohidrat lain di tubuh, termasuk glikogen untuk
penyimpanan; ribosa dandeoksiribosa dalam asam nukleat; galaktosa dalam laktosa
susu, dalam glikolipid, dan sebagai kombinasi dengan protein dalam glikoprotein dan
proteoglikan (Murray, Granner, dan Rodwell, 2006).
b. Sukrosa
Sukrosa, atau sering disebut gula, merupakan disakarida dengan rumus kimia
C12H22O11 (ß-D-fructofuranosyl-α-D-glucopyranoside). Secara komersial sukrosa
umumnya diperoleh dari tebu (Saccharum officinarum) yang merupakan tanaman
daerah tropis dan beet (beta vulgaris) yang merupakan tanaman subtropis. Sukrosa
merupakan senyawa nonionik dalam bentuk bebas dan mempunyai sifat pengemulsi
(emusifying), pembusaan (foaming), deterjensi (detergency) dan pelarutan
(solubizing) yang sangat baik. (Debbi, 2006)
c. Laktosa
Laktosa (gula susu) adalah disakarida yang dapat ditemukan pada susu dari
beberapa jenis mamalia dan produk susu (Linko, 1982). Laktosa terbentuk dari
kondensasi dua monosakarida, yakitu galaktosa dan glukosa, yang membentuk ikatan
kovalen a b-1-4 glycosidic. Nama sistem dari laktosa adalah b-D-galactopyranosyl-(1-
4)-D-glucose. Glukosa pembentuknya dapat berbentuk a-pyranose form or the b-
pyranose form. Sedangkan untuk galaktosa hanya memiliki bentuk b-pyranose. Jadi
laktosa hanya memiliki 2 variasi. A-lactose dan b-lactose. Konsentrasi laktosa dalam
beberapa jenis mamalia antara 4-9%. Susu dari manusia memiliki konsentrasi laktosa
tertinggi yaitu 9%. Sapi sekitar 5 % laktosa dan ditemukan kadar yang sama pada
susu kerbau atau domba (Silanikove et al. 2010).
d. Mannitol
Manitol adalah polialkohol nonmetabolik C-6 dengan berat molekul 182, dan
merupakan agen diuretik tertua serta paling banyak digunakan sebagai osmotik.
Selain menjadi agen hiperosmotik, manitol juga telah terbukti sebagai scavenger
efektif radikal hidroksil bebas dalam berbagai sistem biologis termasuk ekstraselular
(Better dkk, 1997).

4.2 Fermentasi Karbohidrat

Ada beberapa cara uji fermentasi karbohidrat. Kemampuan memfermentasikan berbagai
karbohidrat dan produk fermentasi yang dihasilkan merupakan ciri yang sangat berguna dalam
identifikasi mikroorganisme. Hasil akhir fermentasi karbohidrat ditentukan oleh sifat mikroba,
media biakan yang digunakan serta faktor lingkungan, antara lain suhu dan pH. Media
fermentasi harus mengandung senyawa yang dapat dioksidasikan dan difermentasikan oleh
mikroorganisme. Untuk menentukan adanya fermentasi karbohidrat, di laboratorium digunakan
media kaldu karbohidrat dan media MR-VP (Methyl Red-Voges Proskauer). Kaldu karbohidrat
yang digunakan mengandung 0,5-1% karbohidrat. Karbohidrat yang sering dipakai adalah
glukosa, sukrosa, laktosa, manitol dan maltosa. Selain karbohidrat ke dalam media ditambahkan
juga ekstrak daging dan pepton sebagai sumber nitrogen, vitamin dan mineral.

Bakteri yang ditumbuhkan dalam media biakan cair karbohidrat, akan mengalami
fermentasi dan menghasilkan asam. Asam yang dihasilkan akan menurunkan pH media biakan.
Untuk mendeteksi ada tidaknya penurunan pH maka digunakan indikator. Indikator yang sering
digunakan ialah merah fenol, brom kresol ungu atau brom timol biru. Bila terjadi penurunan pH
maka akan terjadi perubahan warna menjadi warna kuning. Pada pH diatas 7 merah fenol
berwarna merah dan brom kresol ungu berwarna ungu sedangkan brom timol biru berwarna biru.

Kaldu karbohidrat selain digunakan untuk uji pembentukan asam juga digunakan untuk
uji pembentukan gas. Pembentukan gas dapat ditentukan dengan menggunakan tabung
Smith atau tabung Durham. Tabung Smith digunakan bila jumlah dan macam gas yang
dihasilkan harus ditentukan, sedangkan tabung Durham digunakan bila hanya ingin mengetahui
ada tidaknya gas yang terbentuk tanpa harus mengetahui jumlah gas yang terbentuk dan jenis gas
yang terbentuk. Bila terbentuk gas, maka gas akan masuk ke dalam tabung Durham dan
mendesak cairan dalam tabung Durham. Gas yang terbentuk terlihat sebagai gelembung udara
yang terperangkap dalam tabung Durham. Setelah diinkubasi diamati perubahan warna dan
pembentukan gas dalam tabung Durham. Hal ini dapat menjadi tanda senyawa apa yang
difermentasikan dan dapat menjadi dasar acuan dalam identifikasi bakteri (Lay, 1994).

Berdasarkan hasil fermentasi karbohidrat bakteri dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok
yaitu:

asam format serta gas CO2 dan H2. Pada proses ini. 4. Enzim nitrat reduktase mengkatalisasi transfer elektron dari sitokrom b sehingga nitrat tereduksi menjadi nitrit seperti reaksi berikut : NO3. serta gas CO2. bakteri menggunakan senyawa anorganik seperti nitrat atau sulfat sebagai akseptor elektron terminal. etil alkohol. asam asetat dan CO2. 5. dengan hasil uji berupa warna media berubah menjadi warna kuning atau lebih kuning dari warna tabung kontrol dan tidak terbentuk gas pada tabung Durham. asam format. Bakteri coli-aerogeneses tifoid yang mampu menghasilkan 2.3 Reduksi Nitrat Reduksi nitrat pada mikroorganisme fakultatif anaerob terjadi pada kondisi tanpa oksigen atau kondisi anaerob.3 butana diol. dengan hasil uji berupa warna media berubah menjadi warna kuning atau lebih kuning dari warna tabung kontrol dan terbentuk gas pada tabung Durham.+ 2e . 4. 1. namun pada uji VP memberikan hasil uji positif dan uji MR memberikan hasil uji yang bervariasi (tergantung genus dan spesies bakteri). dengan hasil uji berupa warna media berubah menjadi warna kuning atau lebih kuning dari warna tabung kontrol dan terbentuk gas pada tabung Durham. asam asetat. butil alkohol yang mampu menghasilkan aseton. etil alkohol serta gas CO2 dan H2. Bakteri asam propionat yang mampu menghasilkan asam propionat. namun pada uji MR memberikan hasil uji positif dan uji VP memberikan hasil uji yang bervariasi (tergantung genus dan spesies bakteri) (Pelczar et al. 2. asam butirat. dengan hasil uji berupa warna media tidak berubah dan terbentuk gas dalam tabung Durham (Lay..+ 2H+ nitrat reduktase NO2. Bakteri asam laktat (BAL) heterofermentatif yang mampu menghasilkan asam laktat.+ H2O . isopropil alkohol. 1994). 3. asam asetat. Bakteri aseton. butil alkohol. 1998). dengan hasil uji berupa warna media berubah menjadi warna kuning atau lebih kuning dari warna tabung kontrol dan terbentuk gas pada tabung Durham. Bakteri asam laktat (BAL) homofermentatif yang hanya mampu menghasilkan asam laktat. asam suksinat.

Bahan . yang menyebabkan bertambahnya jaringan kolagen dan dalam keadaan tertentu dapat menghambat sintesa protein ( Zakhari. Perubahan ini dapat menimbulkan perubahan metabolisme lemak dan karbohidrat. ALAT DAN BAHAN a. Bila warna medium tetap tidak berubah. Pipet Tetes b. Sedangkan hasil negatif.Kemampuan bakteri untuk mereduksi nitrat dapat ditentukan dengan menganalisa kehadiran nitrit. bila positif atau terdapat nitrit. Melalui enzim katalase yang terdapat dalam peroksisom (peroxysome) hidrogen yang dihasilkan dari metabolism alkohol dapat mengubah keadaan redoks. Alat 1. Kultur yang ditumbuhkan pada medium kaldu nitrat yang mengandung potassium nitrat (KNO3) sebagai sumber nitrat. Mekanisme enzim katalase sebagai antioksidan melalui proses katalitik terjadi bila enzim katalase menggunakan molekul H2O2 sebagai substrat atau donor elektron dan molekul H2O2 yang lain sebagai oksidan atau akseptor elektron. dan pada pemakaian alkohol yang lama dapat mengecil. Kehadiran nitrit ditentukan oleh dua reagen yaitu Reagen A berupa sulfanilic acid diikuti reagen B yaitu alphanaphthylamine. Untuk membedakan kedua kemungkinan tersebut ditambahkan bubuk zinc atau seng pada pengujian yang memberikan hasil negatif. yang menandakan nitrat belum tereduksi (hasil negatif).Jarum Inokulasi. menunjukkan nitrat sudah tereduksi melewati nitrit menjadi amoniak atau gas nitrogen ( hasil positif ) 4.4 Reaksi Katalase Enzim katalase mampu mengkatalasis reaksi penguraian hidrogen peroksida (H2O2) melalui dua mekanisme kerja yaitu katalitik dan peroksidatik. 2.Pembakar Bunsen. Seng akan bereaksi mereduksi nitrat dan menyebabkan terbentuknya warna merah. Penambahan kedua reagen ini akan menyebabkan medium berubah warna menjadi merah. 3. dapat berarti nitrat tidak tereduksi atau nitrat sudah lebih jauh direduksi oleh organisme menjadi amoniak bahkan gas nitrogen. 2006) V.

2. Agar nutrisi miring dalam tabung 8. Reagen B (alphanaphthylamine) dan bubuk zinc. 5. Kaldu Nitrat 4. Kaldu laktosa. Kultur bakteri Escherichia coli. Reagen A (sulfanilic acid). dan Bacillus substilis dalam cawan petri steril 6. Pseudomonas aerugiosa. kaldu glukosa. bakteri A dan bakteri B. Nama Bakteri : Escherichia coli Kontrol Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : Kaldu Glukosa Suhu : 37oC Keterangan : Warna menjadi kuning & Terdapat banyak gelembung Sumber : Kelompok 1 . DATA DAN PENGAMATAN A1. Cawan petri steril VI. Biakan murni Staphylococcus aureus.1. Sarcina lutea. Reagen 3% hydrogen peroksida 7. Uji Fermentasi dan Oksidasi a. kaldu sukrosa dan kaldu mannitol dalam tabung 3.

Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : Kaldu Sukrosa Suhu : 37oC Keterangan : Warna menjadi kuning & Terdapat sedikit gelembung Sumber : Kelompok 1 Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : Kaldu Laktosa Suhu : 37oC Keterangan : Warna menjadi kuning & Terdapat gelembung Sumber : Kelompok 1 Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : Kaldu Mannitol Suhu : 37oC Keterangan : Warna menjadi kuning & Terdapat sedikit gelembung Sumber : Kelompok 1 b. Nama Bakteri : Pseudomonas aerugiosa .

Kontrol Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Pseudomonas aerugiosa Media : Kaldu Glukosa Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 10 Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Pseudomonas aerugiosa Media : Kaldu Sukrosa Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 10 Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Pseudomonas aerugiosa Media : Kaldu Laktosa Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 10 .

Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Pseudomonas aerugiosa Media : Kaldu Mannitol Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 10 c. Nama Bakteri : Bakteri A Kontrol Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : Kaldu Glukosa Suhu : 37oC Keterangan : Warna menjadi kuning. Tidak ada gelembung Sumber : Kelompok 3 . Tidak ada gelembung Sumber : Kelompok 3 Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : Kaldu Sukrosa Suhu : 37oC Keterangan : Warna menjadi kuning.

Nama Bakteri : Bakteri B Kontrol Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : Kaldu Glukosa Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 4 . Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : Kaldu Laktosa Suhu : 37oC Keterangan : Warna tetap Tidak ada gelembung Sumber : Kelompok 3 Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : Kaldu Mannitol Suhu : 37oC Keterangan : Warna tetap Tidak ada gelembung Sumber : Kelompok 3 d.

Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : Kaldu Sukrosa Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 4 Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : Kaldu Laktosa Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 4 Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : Kaldu Mannitol Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 4 .

Uji Nitrat Konrol Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : Kaldu Nitrat Suhu : 37oC Keterangan : +Reangen A&B -> Merah Sumber : Kelompok 1 Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Pseudomonas aerugiosa Media : Kaldu Nitrat Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 10 Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : Kaldu Nitrat Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 3 . A2.

Katalase Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Staphylococcus aureus & Sarcina sp. Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : Kaldu Nitrat Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 4 A3. Media : Agar Nutrisi Suhu : 37oC Keterangan : Staphylococcus->Muncul gelembung Sarcina -> Tidak ada gekembung Sumber : Kelompok 1&2 \ .

karena perpanjangan waktu inkubasi dapat . Inokulasi dilakukan dengan hati-hati.1 Analisis Cara Kerja a. Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Bacillus sp. Sedangkan empat tabung tersisa yang masing-masing berisi kaldu laktosa. Fermentasi Karbohidrat Setiap bakteri diinokulasi pada setiap jenis medium pada dua belas tabung. jangan sampai tabung terguncang atau terkocok karena dapat menyebabkan terbentuknya gas yang akan terperangkap pada tabung Durham dan menyebabkan pengamatan tidak sesuai. kaldu glukosa dan kaldu manitol menjadi kontrol percobaan. Media : Agar Nutrisi Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 8 Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A & B Media : Agar Nutrisi Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 9 & 10 VII. Percobaan ini harus diamati dalam jangka waktu paling lama 48 jam. Semua tabung diinkubasi selama 24-48 jam pada suhu 370C. Diperlukan adanya kontrol untuk membandingkan sebelum dan sesudah bakteri melakukan reaksi terhadp lingkungannya. ANALISIS 7.

Pengamatan dilakukan dengan menambahkan reagen A dan reagen B. b. Namun. Secara aseptik tiap medium diinokulasi dengan dua jenis kultur bakteri. Agar harus dalam keadaan membeku untuk siap diinokulasi. Digunakan 4 medium untuk membandingkan kemampuan dalam melakukan fermentasi. dan yang kemampuannya rendah kemungkinan hanya akan dapat memfermentasi monosakarida. Sehingga pada pengamatannya nanti akan ditemukan keempat medium ada yang negatif dan positif untuk bakteri yang sama. Bakteri yang melakukan reduksi nitrat berarti sedang melakukan denitrifikasi pada metabolismenya. Oleh karena itu jika hasilnya negatif dari reagen A dan B ditambah lagi bubuk zinc yang akan bereaksi mereduksi nitrat dan menyebabkan terbentuknya warna merah. menunjukkan nitrat sudah tereduksi melewati nitrit menjadi amoniak atau gas nitrogen ( hasil positif ). yang menandakan nitrat belum tereduksi (hasil negatif). Keaksi Katalase Medium dicairkan dan dituang ke dalam cawan dan dibiarkan membeku. Penambahan kedua reagen ditujukan untuk menunjukkan keberadaan nitrit yang merupakan hasil reduksi nitrat. Dilakukan 2 bakteri pada satu cawan petri untuk memudahkan perbandingan antara yang memiliki enzim katalase dan yang tidak juga menggunakan cawan . Dimana laktosa dan mannitol terdiri dari polimer sedang sukrosa dan glukosa adalah monomer. Tabung kemudian diinubasi untuk bakteri dapat melakukan reaksi terhadap lingkungannya. c. Reagen A dan B yang dapat memberikan warna merah saat bereaksi dengan nitrit diidentiikasi sebagai alfa-naftilamin dan asam sulfanilat. Kemampuan fermentasi yang lebih tinggi akan dapat memfermentasi keempat medium. Bila warna medium tetap tidak berubah. hasil dari reagen A dan B tersebut bisa juga menunjukkan bahwa nitrat sudah lebih jauh direduksi oleh organisme menjadi amoniak bahkan gas nitrogen. Penggunaan reagen A dan B akan menghasilkan warna merah jika positif. Reduksi Nitrat Setiap bakteri diinokulasi pada medium kaldu nitrat dan tabung terakhir disisakan sebagai medium kontrol sebagai pembanding sebelum dan sesudah bakteri bereaksi.menyembunyikan hasil produksi asam dengan dihasilkannya kondisi basa dari aksi enzim lainnya pada substrat selain karbohidrat pada medium.

mannitol. 7. berbeda dengan Escherichia coli.Dari pengamatan juga dapat disimpulkan bakteri A adalah Bakteri asam laktat (BAL) homofermentatif yang hanya mampu menghasilkan asam laktat. Dari hasil pengamantan juga Escherichia coli digolongkan sebagai Bakteri asam laktat (BAL) heterofermentatif yang mampu menghasilkan asam laktat. Hal ini juga menunjukkan kemampuan Escherichia coli untuk memfermentasi karbohidrat sangat baik karena tidak hanya bisa memfermentasi monomer seperti glukosa dan sukrosa. Untuk menentukan ada tidaknya enzim katalase. maka h2O2 sebagai substrat diteteskan. tetapi juga polimer seperti pada mannitol dan laktosa. sedangkan mannitol dan laktosanya tetap ungu. tidak sampai dapat memfermentasi polimer.petri yang digunakan lebih sedikit. sukrosa. etil alkohol. Fermentasi Karobohidrat Pada pengamatan Escherichia coli. Adanya gelembung menandakan bahwa ada enzim katalase yang dapar merubah H2O2 menjadi H2O dan O2. Yang menunjukkan hasil positif dengan perubahan warna hanya pada sukrosa dan glukosa. Namun. Namun kemampuan tersebut hanya bisa memecah monomer atau monosakaridanya saja. Semuanya menunjukkan hasil yang positif dimana warna kaldu kontrol adalah ungu dan setelah direaksikan dengan Escherichia coli berubah warna menjadi kuning dan dikeempat tabung durham juga terdapat gelembung gas yang menunjukkan produk dari fermentasinya adalah asam dan gas. Selain itu untuk gelembung gas tidak dapat teramati pada keempat tabung dan menandakan produk dari fermentasinya hanya berupa asam. serta gas CO2. dan laktosa. H2O2 juga diteteskan ada area yang tidak ditumbuhi koloni ntuk mengecek ada tidaknya gelembung untuk hasil yang lebih meyakinkan. dengan hasil . di keempat media glukosa. Media diinkubasi selama 24-28 jam dengan suhu 37 oC yang merupakan suhu optimum untuk bakteri mesofil.2 Analisis Hasil a. Hasil positif juga ditunjukkan dari hasil pngamatan bakteri A. dengan hasil uji berupa warna media berubah menjadi warna kuning atau lebih kuning dari warna tabung kontrol dan terbentuk gas pada tabung Durham. Hal ini menunjukkan kemampuan bakteri A untuk melakukan fermentasi.

7. reaksi katalase Pada pengamatan reaksi katalase yang dapat menghasilkan gelembung yaitu bakteri A. berbeda dengan Escherichia coli. reduksi nitrat Pada pengamatan Escherichia coli dan Pseudomonas aerugiosa. Sehingga didapatkan bahwa bakteri A dapat mereduksi nitrat dan pada saat diamati nitrat sudah menjadi amoniak atau gas nitrogen. Yang menunjukkan hasil positif dengan penambahan reagen A dan B.. Dari pengamatan tersebut menunjukkan yang dapat merubah hidrogen peroksida adalah bakteri A. dan Staphylococcus aureus. Hal itu ditunjukkan dengan samanya kondisi media kontrol dan kondisi setelah hasil yaitu berwarna ungu dan tidak ada gelembung udara. Pada pengamatan Pseudomonas aerugiosa dan bakteri B didapatkan hasil yang negatif untuk keempat tabung.3 Analisis Kesalahan Kesalahan yang umum terjadi adalah kesalaan pada inokulasi dan pembuatan agar di cawan petri. di media nitrat menunjukkan hasil yang positif dimana warna kaldu kontrol adalah kuning dan setelah direaksikan dengan Escherichia coli dan Pseudomonas aerugiosa berubah warna menjadi merah begitu diteteskan reagen A dan reagen B. Begitu . uji berupa warna media berubah menjadi warna kuning atau lebih kuning dari warna tabung kontrol dan tidak terbentuk gas pada tabung Durham dan diduga sebagai bakteri Lactobacillus.. b. dan Staphylococcus aureus. c. Sedangkan pada bakteri B dan Sarcina tidak didapatkan gelembung yang merupakan gelembung O2. Bacillus sp. bakteri A dinyatakan positif karena pada saat bubuk zinc ditaburkan warna tidak menjadi merah dan cenderung sama dengan kontrol. Namun. Hal ini menunjukkan kemampuan Escherichia coli dan Pseudomonas aerugiosa untuk mereduksi nitrat menjadi nitrit. Bacillus sp. Hasil positif juga ditunjukkan dari hasil pngamatan bakteri A dan B. Inokulasi yang tidak benar dapat membuat koloni mati karena terlalu panas.

VIII. O. Pseudomonas aerugiosa. jika terdapat gelembung di bagian yang tidak ditumbuhi koloni mikroba.. Diakses tanggal 9 november 2016 Lay. Pada reaksi katalase.. Linko.M. bakteri A. . IX. dan untuk reaksi katalase. 1982. Y...Analisa Mikroba di Laboratorium. 51 : 886–894. J. P.Jakarta : PT. dan Staphylococcus aureus. Extrusion Cooking and Bioconversions. Mikroorganisme yang dapat mendegradasi dan memfermentasi karbohidrat adalah Escherichia coli dengan produk asam dan gas.Raja Grafindo Persada Linko. Bacillus sp.1994. Winaver. maka bisa jadi itu adala udara dari lingkungan. bakteri A. bakteri B. 2. Selain itu untuk penggunaan tabug durham juga bisa terjadi kesalahan karena tabung yang terkocok sehingga menyebabkan adanya gelembung udara dalam tabung dan hal itu akan membingungkan pengamatan. Kajian Pengaruh Konsentrasi Sukrosa dan Asam Sitrat terhadap Mutu Sabun Transparan. Mannitol therapy revisited (1940–1997). 1997. Namun hal itu akan menyebabkan ambiguitas pada gelembung yang berada di area yang ditumbuhi koloni.W. KESIMPULAN 1.B. selain menghasilkan streak yang tidak sempurna. Escherichia coli. Mikroorganisme yang mampu menghasilkan enzim untuk reaksi biooksidasi adalah untuk reduksi nitrat. Knochel.juga dengan pembuatan agar di cawan petri. https://core. Kidney International.Edisi I.ac. J.Y. Debbi. juga bisa didapatkan mikroba mati saat baru mencapai agar yang terlalu panas. dan bukan merupakan hasi reaksi katalase.pdf. J..S.uk/download/pdf/32339873.. 2006. and Olkku. DAFTAR PUSTAKA Better.P. I. Rubinstein. dan bakteri A dengan produk berupa asam. Sehingga pengamatan menjadi diragukan.

. Extrusion Cooking Technology. Granner. Jakarta : UI Press Silanikove. Overview: How Is Alkohol Metabolized By The Body? National Institute On Alcohol Abuse And Alcoholism (NIAAA) 5635.. 30: 30 Zakhari Samir. Res. Prosser. Merin. safety and production aspects. D.). G.. In : Ronald Jowitt (edt. Elsevier Applied Science Publishers. N. & Rodwell. V. 2006. M. London. W. K. G. 2010. Small Rum. and C. Biokimia harper (27 ed. Dasar-Dasar Mikrobiologi. 1988.Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Fisher Lane.J. R. . 2009 Pelczar..). U. Leitner.MSC 9304 Bethesda. Page 68. K. Murray.. Recent advances in exploiting goat’s milk: quality.

Identifikasi bakteri dapat diketahui dengan menanamkan sampel bakteri dalam media seperti media gula-gula dan penanaman . III. Menentukan hasil uji TSI dari beberapa bakteri pada percobaan. metil merah. permukaan. PRINSIP DASAR Enterobacteriaceae merupakan kelompok bakteri yang dapat ditemukan pada jalur intestinal manusia dan mamalia. Menentukan hasil uji IMViC dari beberapa bakteri pada percobaan. Uji IMViC terdiri dari uji indol. susunan. Uji reaksi metil merah dilakukan untuk membedakan bakteri Eschericia coli dengan bakteri Enterobacter aerogenes. sehingga mikroba ini dapat digunakan sebagai indikator keamanan pangan. Sifat-sifat suatu koloni tersebut ialah sifat-sifat yang ada sangkut pautnya dengan bentuk. Uji sitrat dilakukan untuk mendeteksi kemampuan organisme dalam menggunakan sitrat sebagai sumber karbon untuk menghasilkan energi. Indol adalah senyawa yang menjadi ciri khas dari bakteri intestinal. JUDUL : Aktivitas Enzim Intraseluler : Uji IMViC dan TSI II.PERCOBAAN 20 I. Dengan menanamkan bakteri pada medium. maka akan diketahui sifat-sifat suatu koloni bakteri. Persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh mikroba yang akan digunakan sebagai indikator keamanan pangan adalah memiliki kebutuhan nutrisi atau kecepatan pertumbuhan atau laju kematian yang hampir sama dengan patogen (Dwidjoseputro. Uji Vogus-Proskauer dilakukan untuk mendeteksi kemampuan mikroorganisme untuk menghasilkan senyawa bukan asam. Uji Indol dilakukan untuk mengidentifikasi suatu bakteri dapat memproduksi indol atau tidak. pengkilatan. MODUL 08 . Untuk mengidentifikasi kelompok bakteri tersebut dilakukan Uji IMViC dan Uji TSI. TUJUAN 1. Voges-Proskaver dan penggunaan sitrat. Uji TSI digunakan untuk III. TEORI DASAR Mikroba yang dapat digunakan sebagai indikator keamanan pangan atau sanitasi harus dapat dideteksi dengan mudah dan cepat serta dapat dibedakan dari mikroba lainnya. 1994) Bakteri dapat diidentifikasi dengan mengetahui reaksi biokimia dari bakteri tersebut. dan sebagainya. Selain itu keberadaannya pada bahan pangan harus berkorelasi dengan keberadaan patogen. 2.

Uji Indol Beberapa bakteri dapat menghasilkan indole dari asam amino triptofan menggunakan typtophanase enzim. Klebsiella pneumoniae: Negatif Gambar 1 Reaksi Pada Uji Indol (Sumber : http://microbeonline. bereaksi indole dengan aldehida dalam reagen untuk memberikan warna merah. 2006) Contoh: Escherichia coli: Positif. alkohol isoamil dan con. dan Citrate (BPOM RI. Escherichia coli membentuk banyak asam dan adalah positif terhadap metil merah. jika metil merah ditambahkan pada medium biakan yang mengandung glukosa yang di dalamnya organisme telah tumbuh selama 18 sampai 24 jam. Metil merah adalah suatu indicator yang akan menunjukan warna merah bila pH ada di bawah 4. Metil merah Metil Merah adalah indikator asam-basa yang berubah menjadi merah dalam medium yang sedikit asam. yang mengandung amino tryptophan asam dan diinkubasi semalam di 37oC. . reagen Ehrlich lebih sensitif di mendeteksi produksi indol di anerobes dan non-fermentor. (Rao. Voges Proskauer. warna merah menunjukkan bahwa asam organik telah terbentuk sebagai akibat fermentasi glukosa. HCl. Jadi. 2006) Prosedur: Bakteri yang diuji diinokulasi dalam air pepton. Uji IMVIC ini merupakan singkatan dari uji Indol. reagen Kovac terdiri dari para-dimetil aminobenzaldehyde. dalam IMVIC. (Rao.com/indole-test-principle-procedure-results/) A2. Lapisan alkohol berkonsentrasi merah warna sebagai cincin di bagian atas. Pembentukan merah atau pink cincin berwarna di atas diambil sebagai positif. Setelah inkubasi beberapa tetes reagen Kovac ini ditambahkan. A1. 2008). Metil Red. Produksi indole yang terdeteksi menggunakan reagen Ehrlich atau reagen Kovac ini.

yang digunakan sebagai satu-satunya sumber nitrogen. sedangkan warna kuning menunjukan hasil negative.4. reagen sekunder ditambahkan. A3. yang memecah sitrat untuk oksaloasetat dan asetat.3-butanadiol. VP mendeteksi kemampuan organisme untuk mengubah produk asam untuk asetoin dan 2.2014) Gambar 3 Reaksi Pada reaksi Vogus-Proskaver (Sumber : http://vlab. Sitrat Tes ini mendeteksi kemampuan organisme untuk memanfaatkan sitrat sebagai satu- satunya sumber karbon dan energi. alpha -naphthol. diikuti oleh pottasium hidroksida (KOH) hasil tes positif ditunjukkan oleh kompleks warna merah. Medium juga mengandung garam amonium anorganik.edu/?sub=3&brch=76&sim=215&cnt=1) A. Vogus-Proskaver Tes ini digunakan untuk mengetahui kemampuan suatu organisme untuk menghasilkan dan mempertahankan asam stabil dan produk dari fermentasi glukosa. 2010).. untuk mengatasi dinetralkan oleh sistem dan untuk menentukan kemampuan beberapa organisme untuk menghasilkan produk akhir netral dari fermentasi glukosa.4% dalam alcohol 96%) kedalamnya untuk dapat mengetahui reaksi warna (Sahdan.Hasil test positif ditandai dengan terbentuknya warna merah. Oksaloasetat .amrita. organisme yang mampu useing jalur VP menghasilkan jumlah yang lebih kecil dari asam selama fermentasi glukosa dan karena itu tidak menghasilkan perubahan warna ketika metil indicator merah ditambahkan. Pada uji ini sebelumnya ditambahkan reagen MR (0. Bakteri diinokulasi pada medium yang mengandung natrium sitrat dan indikator pH biru bromotimol. Pemanfaatan sitrat melibatkan citritase enzim. (Tille.

Lalu bila bakteri mampu untuk mendesulfurasi asam amino maka media akan berubah warna menjadi hitam. NaCl. dan indikator Bromtymol blue. (Rao. (Cappucino. (Sumber : http://microbeonline. perbedaan tersebut didasarkan atas perbedaan dalam fermentasi karbohidrat dan produksi hidrogen sulfida oleh beberapa kelompok bakteri intestinal. Uji TSI Uji TSIA (Triple Sugar Iron Agar) digunakan untuk membedakan kelompok atau genus Enterobacter. Hal ini menyebabkan perubahan warna medium dari hijau ke biru. Sifat metabolisme bakteri dalam uji biokimia biasanya dilihat dari interaksi metabolit-metabolit yang dihasilkan dengan reagen . merupakan medium padat yang terdiri dari mono ammonium fosfat. Hasil positif apabila bakteri mampu memfermentasikan sukrosa dan laktosa yaitu lereng (slant) pada media akan berwarna kuning dalam suasana asam. 2001). Gambar 1 Reaksi Pada Sitrat. dan sukrosa. agar-agar. Na citrate. Produksi Na2CO3 serta NH3 dari pemanfaatan natrium sitrat dan ammonium garam masing-masing menghasilkan pH basa. Bila rekasi negative. maka akan tetap berwarna hijau kebiruaan (Hartini. 2011). dan media akan terangkat atau pecah bila terbentuk gas. Endapan ini terbentuk karena bakteri mampu mendesulfurasi asam amino dan methion yang akan menghasilkan H2S.com/indole-test-principle-procedure-results/) B. Uji TSIA untuk mengetahui kemampuan baktri dalam memfermentasikan glukosa. serta melihat adanya gas yang terbentuk. dan untuk mengetahui kemampuan bakteri untuk mendesulfurasi asam amino sehingga media berubah warna menjadi hitam. bila bereaksi positif maka akan berubah menjadi berwarna biru terang. air . dan H2S akan bereaksi dengan Fe+ yang terdapat pada media dan menghasilkan endapan hitam. lebih lanjut dipecah menjadi piruvat dan CO2. 2006) Dengan manggunakan medium sitrat menurut Simmon. Pada uji ini medium yang tadinya berwarna hijau kebiruan. laktisa.

Reagen alfanaftol . Bacillus cereus . Proteus vulgaris.Pembakar Bunsen. Biakan murni Escherichia coli. ALAT DAN BAHAN a. 11. Proteus vulgaris. bakteri A dan bakteri B. 2. . Kaldu tryptophan 1% + glukosa 1% dalam tabung 4. bakteri A dan bakteri B.reagen kimia. Proteus vulgaris. Selain itu dilihat kemampuannya menggunakan senyawa tertentu sebagai sumber karbon dan energi. 2. V. 3. 6. Kultur bakteri Escherichia coli. Pipet Tetes b. 2004) IV.Jarum Inokulasi. DATA DAN PENGAMATAN . Biakan murni Escherichia coli. bakteri A dan bakteri B. larutan KOH dan keratin 10. Kaldu tryptophan 1% dalam tabung 3. Medium kaldu MR-VP dalam tabung 7. bakteri A dan bakteri B. Agar miring Simmons sitrat dalam tabung reaksi.(Waluyo. Bahan 1. Alat 1. Larutan Kovac segar 5. Biakan murni Escherichia coli. Reagen Metil Merah 8. Agar miring TSI 12. 9.

Uji Produksi Indol Kontrol Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : tryptophan 1% Suhu : 37oC Keterangan : Muncul cincin merah -> (+) Sumber : Kelompok 9 Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : tryptophan 1% + glukosa 1% Suhu : 37oC Keterangan : Muncul cincin merah -> (+) Sumber : Kelompok 9 Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Bacillus cereus Media : tryptophan 1% Suhu : 37oC Keterangan : Terbentuk cincin coklat Sumber : Kelompok 10 . A1.

Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Bacillus cereus Media : tryptophan 1% + glukosa 1% Suhu : 37oC Keterangan : Terbentuk cincin coklat Sumber : Kelompok 10 Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : tryptophan 1% Suhu : 37oC Keterangan : Terbentuk cincin coklat Sumber : Kelompok 3 Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : tryptophan 1% + glukosa 1% Suhu : 37oC Keterangan : Terbentuk cincin coklat Sumber : Kelompok 3 .

Reaksi Metil Merah Kontrol Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : kaldu MR-VP Suhu : 37oC Keterangan : Tidak Terbentuk cincin merah -> (-) Sumber : Kelompok 9 . Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : tryptophan 1% Suhu : 37oC Keterangan : Terbentuk cincin coklat Sumber : Kelompok 4 Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : tryptophan 1% + glukosa 1% Suhu : 37oC Keterangan : Terbentuk cincin coklat Sumber : Kelompok 4 A2.

Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Proteus vulgaris. Media : kaldu MR-VP Suhu : 37oC Keterangan : Tidak Terbentuk cincin merah -> (-) Sumber : Kelompok 10 Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : kaldu MR-VP Suhu : 37oC Keterangan : Terbentuk layer orange Sumber : Kelompok 3 Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : kaldu MR-VP Suhu : 37oC Keterangan : Tidak Terbentuk cincin merah -> (-) Sumber : Kelompok 8 .

Reaksi Vogus Proskaver Kontrol Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : kaldu MR-VP Suhu : 37oC Keterangan : Tidak Terbentuk cincin merah Sumber : Kelompok 9 Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Proteus vulgaris Media : kaldu MR-VP Suhu : 37oC Keterangan : Tidak terbentuk cincin merah -> (-) Sumber : Kelompok 10 Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : kaldu MR-VP Suhu : 37oC Keterangan : Tidak Terbentuk cincin merah -> (-) Sumber : Kelompok 3 .A3.

Tanggal Pengamatan: 1-11- 2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : kaldu MR-VP Suhu : 37oC Keterangan : Tidak Terbentuk cincin merah -> (-) Sumber : Kelompok 8 A4. Penggunaan Sitrat Kontrol Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : Agar miring Simmons sitrat Suhu : 37oC Keterangan : Warna berubah menjadi warna biru & Tidak pecah Sumber : Kelompok 1 .

Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Proteus vulgaris Media : Agar miring Simmons sitrat Suhu : 37oC Keterangan : Warna tetap hijau & agar tidak pecah Sumber : Kelompok 6 Tanggal Pengamatan: 3-11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : Agar miring Simmons sitrat Suhu : 37oC Keterangan : Warna berubah menjadi warna biru & Tidak pecah Sumber : Kelompok 3 Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : Agar miring Simmons sitrat Suhu : 37oC Keterangan : Warna tetap hijau & agar tidak pecah Sumber : Kelompok 8 .

B. Uji TSI Kontrol Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Pseudomonas aeruginosa Media : Agar miring TSI Suhu : 37oC Keterangan : tidak ada perubahan warna Sumber : Kelompok 1 Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : Agar miring TSI Suhu : 37oC Keterangan : warna berubah seluruhnya menjadi kuning Sumber : Kelompok 7 Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Proteus vulgaris Media : Agar miring TSI Suhu : 37oC Keterangan : terdapat sedikit perubahan warna orange pada bagian bawah agar miring begitu pula pada bagian stab Sumber : Kelompok 3 .

karena pada umumnya bakteri memiliki temperatur optimum pada suhu tersebut. ANALISIS Media yang digunakan pada percobaan ini berbeda beda tergantung uji yang dilakukan. inkubasi dilakukan selama 24-48 jam pada suhu 37oC dengan tujuan agar bakteri tumbuh optimum. inokulasi dilakukan secara aseptik dengan tujuan memperkecil kemungkinan kontaminasi yang terjadi. A1. dan amonia. asam piruvat. E. Tryptophan adalah asam amino esensial yang teroksidasi oleh beberapa bakteri yang mengakibatkan pembentukan indol. coli membentuk cincin berwarna merah pada . Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : Agar miring TSI Suhu : 37oC Keterangan : Pada bagian tengah terdapat perubahan warna menjadi orange Sumber : Kelompok 9 Tanggal Pengamatan: 1-11-2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : Agar miring TSI Suhu : 37oC Keterangan : warna menjadi menggelap Sumber : Kelompok 10 VI. Pada saat percobaan. Uji indol Uji Indol menggunakan media Tryptophan 1%. Pada media ini.

Hal ini berbeda dengan literature bahwa bakteri Escherichia coli tersebut memfermentasikan glukosa sehingga dapat menghasilkan asam. adanya glukosa akan mengganggu produksi indol yang dilakukan oleh E.permukaan medium setelah ditetesi Kovac. A2. asam asetat dan asam format. Hal ini menunjukan perbedaan dengan literature bahwa Proteus vulgaris seharusnya menunjukan hasil yang positif dikarenakan proteus memfermentasikan glukosa sehingga dapat menghasilkan asam. Bacillus cereus menunjukan hasil yang negative sesuai dengan literature. Artinya.0 atau kurang. Terbentuknya asam campuran pada media akan menurunkan pH sampai 5. terjadi perubahan warna menjadi merah setelah ditambahkan metil merah. Pada percobaan yang sama dengan medium yang ditambahkan glukosa 1% dilakukan terhadap E. Dikarenakan reaksi yang dihasilkan asalah asam merah pada pH sekitar 4 indikator metil akan menunjukkan terbentuknya cincin merah yang mengindikasikan hasil yang positif. Asam yang dihasilkan bermacam-macam sehingga seperti campuran asam. Menurut literatur. Perbedaan hasil ini dapat diakibatkan beberapa hal. bakteri ini mengahasilkan asam campuran (metilen glikon) dari proses fermentasi glukosa yang terkandung dalam medium MR-VP. atau bakteri tidak diinokulasi secara semburna sehingga biakan tidak tumbuh pada media MR-VP. terlalu lamanya masa inkubasi. oleh . hal ini menandakan bahwa ketiga bakteri tersebut positif menghasilkan indol. Sedangkan pada bakteri Bacillus sp. Uji Metil merah Pada Uji metil merah didapatkan bahwa tidak menghasilkan cicin merah.coli dapat menghasilkan indol.coli. diantaranya asam laktat.coli dan hal ini tidak sesuai dengan hasil pengamatan yang diperoleh dari percobaan ini karena pada percobaan media ini terbentuk cincin berwarna merah. bakteri A dan Bakteri B tidak menghasilkan cincin berwarna merah sehingga kedua bakteri tersebut negatif menghasilkan indol. Uji MR dengan hasil positif. Pada percobaan ini bakteri Proteus vulgaris tidak menghasilkan cicin merah. Glukosa ditambahkan bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kerja enzim. Hasil percobaan ini sesuai dengan literatur bahwa E.. diantaranya adalah reagen yang kurang ditambahkan pada media.

Perbedaan hasil dengan literature dapat diakibatkan oleh konsentrasi dan jumlah reagen yang kurang banyak atau dapat diakibatkan oleh biakan bakteri yang tidak tumbuh dengan baik dan terjadi suatu hal saat inkubasi dilakukan. Pada uji penggunaan sitrat dalam medium Simmons bakteri Escherichia coli memberikan dampak perubahan warna medium dari yang semula berwarna hijau menjadi berwarna biru. Uji Vogus-Proskaver Pada Reaksi Vogus-Proskaver bakteri Escherichia coli . Tetapi menurut literature Escherichia coli tidak mereduksi sitrat. Perbedaan hasil percobaan dengan literatur ini .4. Untuk uji ini digunakan medium sitrat koser (SCA) yang merupakan medium sintetik dengan Na sitrat sebagai satu-satunya sumber karbon. Pada percobaan ini bakteri A dan bakteri B tidak menghasilkan cicin merah yang menunjukan bahwa bakteri tersebut tidak memfermentasikan glukosa sehingga dapat menghasilkan asam. A3. NH4 + sebagai sumber N dan indikator BTB (Brom Timol Blue) yang merupakan indikator pH. Hal ini menandakan bahwa bakteri Escherichia coli tersebut dapat mereduksi sitrat dan menghasilkan sodium karbonat. bakteri A. bakteri B setelah inkubasi selama 24 jam didapatkan bahwa tidak menghasilkan cicin merah. menggunakan sitrat sebagai satu- satunya sumber karbon dan energi.karena itu bila indikator metil ditambahkan pada biakan tersebut dengan pH serendah itu maka indikator tersebut menjadi merah. A. Proteus vulgaris . Kemampuan ini didasarkan adanya enzim sitrat permease yang membantu transport sitrat di dalam sel. Uji Sitrat Uji sitrat merupakan salah satu pengujian dari kelompok tes IMViC. Hasil ini sesuai dengan literature bahwa bakteri Escherichia coli dan Proteus vulgaris tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk senyawa bukan asam seperti asetimetilkarbinol sebagai hasil akhir dari fermentasi glukosa atau asam organik lainnya. Hal ini menandakan bahwa bakteri ini peragi asam campuran. Pengujian ini digunakan untuk melihat kemampuan mikroorganisme.

Pada uji penggunaan sitrat dalam medium Simmons bakteri Proteus dan bakteri B tidak terjadi perubahan warna pada medium setelah dilakukan pengamatan sebanyak 2 kali yaitu setelah 24 dan 72 jam.dapat disebabkan oleh beberapa hal. Kemampuan ini didasarkan adanya enzim sitrat permease yang membantu transport sitrat di dalam sel. Indikator yang digunakan untuk mengetahui bakteri di dalam media bereaksi positif adalah fenol merah. sehingga menyebabkan peningkatan pH dan mengubah warna medium dari hijau menjadi biru. Hal ini menandakan bahwa bakteri tersebut tidak dapat mereduksi sitrat sesuai dengan literarur. Kehadiran sodium karbonat inilah yang akan membuat indikator bromtimol biru yang merupakan komponen medium mengubah medium dari warna hijau menjadi biru keunguan. Dimana pada medium ini ada 3 jenis karbohidrat. Pada uji penggunaan sitrat dalam medium Simmons bakteri A memberikan dampak perubahan warna medium dari yang semula berwarna hijau menjadi berwarna biru pada pengamatan setelah 72 jam. maka asam akan dihilangkan dari medium biakan. Dalam percobaan ini dilakukan dengan dua metode inokulasi..Sitrat bereaksi dengan bantuan enzim sitrase dan menghasilkan asam oksaloasetat dan asetat. yaitu laktosa dan sukrosa 1% dan glukosa 1%. terkait kontaminasi yang terjadi pada medium atau beberapa hal yang mempengarusi saat isolasi. Selama reaksi ini. Hal ini menandakan bahwa bakteri A tersebut dapat mereduksi sitrat dan menghasilkan sodium karbonat. medium akan berubah menjadi basa karena karbondioksida yang dihasilkan dengan sodium dan air akan membentuk sodium karbonat yang basa. digunakannya kedua metode ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam transfer bakteri . Hal ini menandakan bahwa bakteri tersebut tidak dapat mereduksi sitrat. B. Uji TSI Pada percobaan ini digunakan medium Triple Sugar Iron. yaitu stab dan streak.. Pada uji penggunaan sitrat dalam medium Simmons bakteri B tidak terjadi perubahan warna pada medium setelah dilakukan pengamatan sebanyak 2 kali yaitu setelah 24 dan 72 jam. Bakteri tersebut dapat menggunakan sitrat. Produk ini secara enzimatik dikonversi menjadi asam piruvat dan karbondioksida.

yang dilakukan dan cara stab menunjukan beberapa bakteri yang menghasilkan gas dengan tanda media yang distab menjadi retak. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa bakteri A terlihat media mengalami perubahan warna pada bagian bawah media sedangkan pada bagian miring atas tidak terdapat perubahan warna yang menandakan hanya terjadi fermentasi glukosa. maka berfungsi sebagai substrat untuk fermentasi lanjutan yang menghasilkan reaksi asam baik pada permukaan maupun ujung agar. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa Bakteri Escherichia col terlihat media mengalami perubahan warna menjadi kuning seluruhnya. pada reaksi indole bakteri yang menunjukan hasil positif adalah Escherichia coli. Untuk uji sitrat yang menghasilkan hasil yang positif adalah bakteri A dan . Hal ini dapat terjadi dikarenakan media yang dipakai tidak steril. KESIMPULAN Menurut hasil percobaan. Proteus vulgaris. Pada bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bakteri B setelah inkubasi selama 24 jam tidak terdapat perubahan pada warna dan area stab pada media. Bakteri tersebut lebih memilih untuk mendegradasi glukosa terlebih dahulu. Bakteri A dan Bakteri B menunjukan hasil yang negative. Pepton yang ada di medium juga menghasilkan kondisi basa. Karena kedua substrat ini tersedia dalam konsentrasi yang cukup banyak. Tetapi hal ini menunjukan perbedaan dengan literature dikarenakan bakteri ini tidak memfermentasi karbohidrat tetapi terjadinya perubahan warna menandakan terjadinya fermentasi glukosa. sejumlah kecil asam yang dihasilkan pada permukaan agar miring segera dioksidasi. Pada uji metil merah dan uji Vogus-Proskaver bakteri Escherichia coli. Hal tersebut menandakan bahwa fermentasi laktosa atau sukrosa terjadi. VII. Pada hasil pengamatan didapatkan bahwa media yang dibiaki bakteri Proteus vulgaris yang telah diinkubasi selama 24 jam mengalami perubahan warna pada bagian bawah media sedangkan pada bagian miring atas tidak terdapat perubahan warna. bakteri A dan bakteri B menunjukan hasil yang negative. jarum inokulasi tidak steril ataupun hal hal yang diakibatkan saat inkubasi. Karena substrat ini hadir dalam konsentrasi yang minimal. Hal tersebut menunjukan bahwa tidak terjadi fermentasi karbohidrat sama sekali. Sedangkan untuk bakteri Bacillus sp.

Sahdan.Studi Keamanan Mikrobiologi Makanan jajanan Di Kantin Falesa IPB. Hasil yang ditunjukan pada uji TSI bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bakteri B menunjukan hasil yang negative. Analisis Mikroba di Laboratorium.Bailey & Scott's Diagnostic Microbiology. Dwidjoseputro. Mikrobiologi Umum.IMViC Reactions. InfoPOM Badan Pengawas Obat dan Makanan. Jakarta: Raja Grafindo. 2001.2nd Edition. Rao. L. 2011.2006. N. Patricia. Jakarta: Badan POM RI. Escherichia coli. J. Makassar: Tidak diterbitkan. and Sherman. 2. Nona . Sridhar. Davangere: Departement of microbiology JJMMC. untuk bakteri Escherichia col menunjukan hasil positif dengan perubahan warna pada seluruh bagian agar. New York : The Benjamin 42 Cummings Publishing Company. Cappucino. DAFTAR PUSTAKA BPOM RI. Maret 2008. ISSN 1829-933. Universitas Muhamadiyah Malang: Malang .2014. Microbiology: A Laboratory Manual. 2008. Analisis Bakteri Coliform Pada Jajanan Anak Sekolah SD Inpres Bontomanai Makassar . Vol. 1994. 2004. 9. Hartini.G. sedangkan yang menghasilkan hasil negative adalah bakteri B dan Proteus vulgaris..Missouri:ELSEVIER. Waluyo.2010. sedangkan bakteri dan bakteri A Proteus vulgaris menunjukan perubahan warna pada ujung agar yang menunjukan hasil yang positif. Bogor. P. Tille. No. B. IX.

2002:185) Banyak protein yang memiliki asam amino yang mengandung sulfur seperti . 1995). pH akan naik dan menyebabkan indikator fenol merah yang ditambahkan pada medium akan berubah dari kuning menjadi merah kejinggan sampai pink tua ataupun merah cherry jika kultur bakteri positif dapat melakukan hidrolisis urea. Reaksi kehadiran urease diketahui pada medium kaldu urea yang berisi indikator pH fenol merah. penyusunan senyawa-senyawa tersebut ke dalam sel-sel dan interaksi kimia yang terjadi. H2S hanya dihasilkan oleh bakteri tertentu seperti Proteus vulgaris. H2S dari asam amino disintesis dengan enzim sistein desulfurase. Jika tidak terbentuk warna-warna tersebut berarti hasil negatif dan menunjukkan bahwa kultur tidak dapat menghidrolisis urea. sel menyerap energi dari makanan atau nutrisinya. Menentukan bakteri yang dapat menghidrolisis urea b. Untuk dapat mempertahankan hidup. dan air. PRINSIP DASAR Urease adalah enzim yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi bakteri Proteus vulgaris. IV. Dalam metabolisme. TEORI DASAR Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang senyawa-senyawa yang ada di dalam sistem hidup. JUDUL : Aktivitas Biokimia Lain II. CO 2. sel-sel mengalami metabolisme (reaksi pada sel). energi ini digunakan untuk membentuk biomolekul penyusun sel(Lehninger. Gas H2S adalah hasil dari aktivitas bakteri terhadap asam amino. TUJUAN a. Aktivitas urea dideteksi pada bakteri yang tumbuh dan berkembang pada medium yang mengandung urea dan digunakan indikator pH dan fenol merah. Menentukan bakteri yang menghasilkan gas H2S III. ammonia akan terkumpul pada medium dan membentuk alkalin. Beberapa bakteru mampu memproduksi enzim yang disebut dengan urease yang akan “menyerang” ikatan nitrogen dan karbon pada senyawa amida seperti urea dan pada akhirnya akan menghasilkan ammonia.PERCOBAAN 21 I. Ketika urea terhidrolisis. (Harley and Prescott. MODUL 08 . Produksi gas H2S adalah langkah awal proses deaminasi. Sel-sel pada makhluk hidup tersusun dari biomolekul.

Bila tidak terdapat garis hitam maka hasil negatif dan tidak terbentuk H 2 S. Ketika protein tersebut dihirolisis oleh bakteri. asam amino akan terlepas dan digunakan sebagai nutrisi. bakteri A dan bakteri B. Jika kultur bakteri yang memiliki enzim sistein desulfurase dapat bergerak. bakteri A dan bakteri B. 2. sulfat. Kaldu urea dalam tabung. Kaldu Nitrat 4. Agar tegak medium H2S VI. Sistein dengan kehadiran enzim sistein desulfurase akan kehilangan atom sulfurnya dari adanya penambahan hidrogen dari air untuk membentuk gas H 2 S. DATA DAN PENGAMATAN A. Garis hitam yang terbentuk pada tabung reaksi menunjukkan hasil positif H 2 S. Pseudomonas aerugiosa. 2002:149) V. Pipet Tetes b. Kultur bakteri Escherichia coli. Gas H 2 S juga akan diproduksi dari reduksi dari senyawa sulfur inoranik seperti thiosulfat (S 2 O 3 ). 5. 2. (Harley and Prescott. (Harley and Prescott. Uji Urease . dan sulfit. Bahan 1.Pembakar Bunsen.Jarum Inokulasi. 2002:147) Digunakan medium SIM yang mengandung pepton dan sodium thiosulfat sebagai substrat dan Fe(NH 4 )SO 4 sebagai indikator H 2 S.sistein. maka keseluruhan tabung reaksi akan berubah menjadi hitam. 3. ALAT DAN BAHAN a. Alat 1. Ketika H 2 S bergabung dengan besi ammonium sulfat akan terbentuk besi sulfida berwarna hitam dan tidak larut. Kultur bakteri Escherichia coli. Proteus vulgaris. 3.

Kontrol Hasil Pengamatan Keterangan Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : Kaldu urea Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 4 Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Pseudomonas aeruginosa Media : Kaldu urea Suhu : 37oC Keterangan : Tidak terjadi perubahan warna Sumber : Kelompok 3 Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : Kaldu urea Suhu : 37oC Keterangan : Sumber : Kelompok 10 .

Produksi H2S Kontrol Hasil Pengamatan Keterangan . Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : Kaldu urea Suhu : 37oC Keterangan : Terdapat perubahan warna menjadi ungu Sumber : Kelompok 1 C.

Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Escherichia coli Media : Agar Tegak H2S Suhu : 37oC Keterangan : terbentuk warna hitam pada bagian stab Sumber : Kelompok 3 Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Proteus vulgaris Media : Agar Tegak H2S Suhu : 37oC Keterangan : Tidak terdapat perubahan Sumber : Kelompok 10 .

Reagen fenol merah digunakan untuk mengetahui pH yang terbentuk akibat dari hidrolisis urea yang menghasilkan ammonia yang mengubah pH lingkungan menjadi basa. . ANALISIS A.Uji Urease Pada percobaan untuk mengetahui bakteri memiliki enzim urease atau tidak digunakan medium urea sebagai sumber urea yang nantinya akan dihidrolisis oleh bakteri yang diinokulasikan pada bakteri tersebut. Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Bakteri A Media : Agar Tegak H2S Suhu : 37oC Keterangan : Tidak terdapat warna hitam Sumber : Kelompok 1 Tanggal Pengamatan: 1- 11-2016 Nama Bakteri : Bakteri B Media : Agar Tegak H2S Suhu : 37oC Keterangan :tidak terdapat perubahan Sumber : Kelompok 8 VII.

Gas H2S akan diproduksi dari reduksi dari senyawa sulfur inoranik seperti thiosulfat (S2O3 ). bakteri A. Hal tersebut menandakan bahwa bakteri Escherichia coli menghasilkan gas H2S yang kemudian berikatan dengan Fe membentuk FeS sehingga medium berwarna hitam. dan bakteri B tidak menunjukan perubahan pada media SIM. Hal tersebut terjadi karena ammonia yg dihasilkan oleh hidrolisis urea. Apabila hasil positif maka akan terbentuk warna hitam di sekitar daerah yang sudah ditusuk oleh kultur bakteri dan berhasil negatif bila tidak terdapat warna hitam sama sekali. Dari hasil pengamatan bakteri Escherichia coli yang telah di inkubasi selama 24 jam pada media SIM terlihat perubahan warna menjadi hitam. Perubahan warna terjadi karena adanya perubahan pH menjadi basa. Dari hasil pengamatan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan bakteri A di inkubasi selama 24 jam tidak terjadi perubahan warna pada media urea. Bakteri tersebut tidak menghasilkan H2S maka tidak terjadi reaksi yang berikatan dengan ammonium sulfat pada media. bakteri diinokulasi dengan cara stab pada media agar H2S. Sehingga bakteri yang dapat menghidrolisis urea dapat menggunakan nirogen sebagi salah satu sumber energinya. Sedangkan bakteri yang tidak dapat menghidrolisis urea berarti menggunakan sumber lain sebagai pemenuh kebutuhan nitrongennya. Setelah inkubasi selama 24 jam bakteri Proteus vulgaris. . Peran utama enzim urease adalah memecah urea agar nitrogen yang ada pada urea dapat digunakan sebagai penyedia energi internal dan eksternal bagi organisme. dan sulfit. Uji H2S Pada percobaan ini. Dari hasil pengamatan bakteri Escherichia coli dan bakteri B di inkubasi selama 24 jam terjadi perubahan warna pada media urea dari warna kuning menjadi warna pink. Warna hitam tersebut merupakan hasil dari ikatan antara H2S dengan besi ammonium sulfat (terkandung pada medium) yang membentuk besi sulfida. sulfat. Sistein dengan kehadiran enzim sistein desulfurase akan kehilangan atom sulfurnya dari adanya penambahan hidrogen dari air untuk membentuk gas H2S. B. Tidak terjadi warna karena ammonia tidak dihasilkan pada hidrolisis urea.

20 dan 21 dan literature http://microrao. Perubahan warna terjadi karena adanya perubahan pH menjadi basa. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya perubahan warna pada media urea dari warna kuning menjadi warna pink. .htm menunjukan hasil 98. 1997. C.Laboratory Exercises in Microbiology . Hal tersebut menandakan bahwa bakteri Escherichia coli menghasilkan gas H2S yang kemudian berikatan dengan Fe membentuk FeS sehingga medium berwarna hitam IX. DAFTAR PUSTAKA Lehninger. KESIMPULAN Bakteri yang mampu menghidrolisis urea adalah Escherichia coli dan bakteri B. Analisis Bakteri A dan Bakteri B Tabel 3 Hasil Percobaan 19. H2S Urea Indol Sitrat Merah Proskaver A (+) (+) (-) (-) (-) (-) (-) (+) (-) (-) B (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (+) Bakteri A berdasarkan hasil percobaan 19.com/entero_ident. A.78% Morganella morganii. Jilid I.61% adalah Serratia marcescens. Bakteri yang menghasilkan gas H2S adalah Escherichia coli. karena bakteri tersebut menghasilkan ammonia yang dihasilkan pada saat hidrolisis urea. VIII. Sedangkan Bakteri B berdasarkan literature yang sama menunjukan hasil 87.Jakarta: Erlangga Harley and Prescott. Dasar-Dasar Biokimia.L.2002. New York: Mc Graw Hill.20 dan 21 dengan Bakteri A dan Bakteri B Aktivitas Fermentasi Karbohidrat Uji IMViC Biokimia Lain Bakteri Reaksi Reaksi Uji Penggunaan Glukosa Sukrosa Laktosa Mannitol Metil Vogus.