You are on page 1of 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami pajatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas semua
limpahan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul Proses Permesinan Pada Logam ini meskipun dengan sangat sederhana.

Harapan saya semoga makalah yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai
salah satu rujukan maupun pedoman bagi para pembaca, menambah wawasan serta
pengalaman, sehingga nantinya saya dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini
menjadi lebih baik lagi.

Sebagai penulis, saya mengakui bahwasanya masih banyak kekurangan yang
terkandung di dalamnya. Oleh sebab itu, dengan penuh kerendahan hati saya berharap
kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran demi lebih memperbaiki
makalah ini. Terima Kasih.

Koto Gasib, April 2018

Penulis

i

.....................................................................2 Saran ............................................................................ 8 Bab III Penutup ........................................ 2 2.....................2 Proses Sekrap (Planning............................ 9 3................................ i Daftar Isi ............................................................................6 Proses Kikir (Filling) .................................... 5 2...1 Proses Bubut (Turning) .........................................................................................................................................................................7 Proses Gergaji atau parut (Sawing........................ 2 2...................... 9 ii .................................. 1 Bab II Pembahasan .. 8 2.. Broaching) ................................................1 Kesimpulan .. 9 3.......................................................................................5 Proses Bor (Boring) .......................................................................................................8 Abrasive Machining Process ............................................................................................ 5 2......................................................4 Proses Gurdi (Drilling) .......................................................... Shaping) .................................. ii BAB I Pendahuluan ..................................................................................................................................... 3 2.................. 6 2.......................3 Proses Freis (Milling)...... DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................................ 7 2.............................................................

seperti proses penuangan (Casting) dan proses pembentukan (Metal Forging). Proses Gergaji atau parut (Sawing. Shaping) 3. benda kerja yang di gunakan berasal dari proses sebelumnya. Sehingga berdasarkan proses gerak potong dan gerak makannya. Umumnya. Abrasive Machining Process Proses permesinan akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi di bidang manufaktur karena benda – benda (produk) yang dihasilkan juga beragam 1 . Proses permesinan ini berdasarkan bentuk alat potong dapat di bagi menjadi 2 tipe. gerakan pahat pada proses permesinan terdapat 2 tipe yaitu : gerak makan (feeding movement) dan gerak potong (cutting movements). yaitu :  Bermata potong tunggal (single point cutting tools)  Bermata potong jamak (multiple points cuttings tools) Secara umum. Proses Sekrap (Planning. Proses Bubut (Turning) 2. BAB I PENDAHULUAN Proses permesinan (Machining process) merupakan proses pembentukan suatu produk dengan pemotongan dan menggunakan mesin perkakas. Proses Freis (Milling) 4. proses permesinan dapat di bagi menjadi beberapa tipe. Proses Bor (Boring) 6. Proses Gurdi (Drilling) 5. antara lain : 1. Proses Kikir (Filling) 7. Broaching) 8.

2 . BAB II PEMBAHASAN 2. Keunggulan tersebut dapat dicapai karena pahat dibuat dengan memperhatikan berbagai segi yaitu: a. putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada bagian yang membawa pahat. Prinsip kerja mesin bubut yaitu: poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung. b. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Kekerasan: kekerasan yang cukup tinggi melebihi kekerasan benda kerja tidak saja pada temperatur ruang melainkan juga pada temperatur tinggi pada saat proses pembentukan geram berlangsung. putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir.1 – Mesin Bubut dan bagian-bagiannya Untuk menjamin kelangsungan proses ini maka jelas diperlukan material pahat yang lebih unggul daripada material benda kerja.1 Turning Process Mesin Bubut adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Gambar 2. Oleh klem berulir. Keuletan: Keuletan yang cukup besar untuk menahan beban kejut yang terjadi sewaktu pemesinan dengan interupsi maupun sewaktu memotong benda kerja yang mengandung partikel/bagian yang keras (hard spot). Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan.

c. d. Ada beberapa jenis pahat pada mesin bubut. 2. serta penurunan gaya pemotongan. Pahat alur segitiga (kanan – kiri) 6. Pahat pinggul/champer kanan 11. sehingga langkah balik merupakan langkah terbuang (waktu terbuang). Pahat pinggul kiri 3. Proses menyekrap menggunakan tool yang lebih keras dari benda kerja. Pahat ulir segitiga 5.2 Shaping & Planning Process Pada proses permesinan ini hanya dapat memotong menurut garis lurus dengan jenis/tipe pemotongan yang sama dan selalu memotong hanya dalam satu arah. Pahat sisi/permukaan kanan 10. Daya larut elemen/komponen material pahat yang rendah: dibutuhkan demi untuk memperkecil laju keausan akibat mekanisme difusi. e. Sifat adhesi yang rendah: Untuk mengurangi afinitas benda kerja terhadap pahat mengurangi laju keausan. Pahat alur 7. Pahat ulir segitiga kanan 8. Pahat sisi/ permukaan kanan (lebih besar) 9. Pahat sisi kiri 4. 3 .2 beberapa jenis pahat yang digunakan dalam proses bubut. yaitu : 1. Pahat alur lebar 2. Paha sisi kanan Gambar 2. Ketahanan beban kejut thermal: diperlukan bila terjadi perubahan temperature yang cukup besar yang cukup besar secara besar secara berkala/periodik.

Planer dapat digunakan untuk menghasilkan permukaan datar horizontal dan vertikal. Planer Planer adalah mesin yang digunakan untuk memproduksi benda yang besar dan berat.3 Mesin Shaper a. Gerak potong pada mesin shaper dilakukan oleh pahat yang melekat pada ram. planer kurang efisien daripada proses machning dasar lainnya.4 Mesin Planner 4 . Namun.a. Gambar 2. Akibatnya planing dan planer sebagian besar telah digantikan oleh mesin milling atau mesin mesin yang dapat melakukan kedua- duanya (Planing dan Miling). seperti milling. Shaper Shaper adalah mesin yang digunakan untuk memproduksi benda yang memilki dimensi relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan planer. sedangkan gerak makan dilakukan oleh benda kerja (meja). Gambar 2.

Benda kerja diletakkan di meja kerja kemudian. untuk melakukan gerak memakan sampai dihasilkan benda kerja yang diinginkan. Mesin ini dapat melakukan pekerjaan seperti memotong. Pengeboran selalu melibatkan pembesaran lubang yang ada.3. Yang mungkin telah dibuat ataupun hasil dari inti dalam casting. Gambar 2.5 Mesin Milling Prinsip kerja dari proses milling adalah pemotongan benda kerja dengan menggunakan pahat bermata majemuk yang dapat menghasilkan sejumlah geram. prinsip dasar yang digunakan adalah terlepasnya logam (geram) oleh gerakan pahat yang berputar. Gerakan memotong dan memahat dilakukan oleh pahat. Milling Process Pada proses Freis. benda kerja didekatkan ke pahat potong dengan pompa berulir. 2. Setelah itu. sehingga dikelompokkan sebagai pahat bermata potong banyak.4 Drilling Process (Bor) Pada mesin bor. pahat potong yang digunakan berupa twist drill yang terdiri dari dua atau lebih pahat potong tunggal. 5 .2. dipasang pahat potong dan disetel kedalaman potongnya. membuat roda gigi. menghaluskan permukaan. dan lain-lain.

Antara lain bentuk flat. Jika ditinjau dari bentuknya. potongan. square. Gambar 2. triangular.6 Filing Proses Proses yang dilakukan dengan menggunakan gigi-gigi kikir. half round dan eliptical. round. ada beberapa tipe yang sering kita jumpai.7 Jenis jenis mata kikir 6 . bentuk dan gigi pemotong. Kikir terbuat dari baja tempa yang mengandung karbon tinggi dan meliputi bagian panjang. Sedangkan dilihat dari bentuk permukaannya terdiri dari kikir kasar dan kikir halus.6 Mesin Bor 2. Dibawah adalah jenis mata kikir: Gambar 2.

Jenis-jenis gergaji ada 2 yaitu Gergaji Tangan dan Gergaji Mesin. yang disebut bros.8 Vertical Broaching Machine 7 . untuk menghilangkan material. sehingga benda kerjanya ketika akan dipasang dapat sesuai dengan ukuran yang kita inginkan. Gambar 2.7 Sawing & Broaching Process Fungsi dari proses gergaji atau sawing process sendiri adalah sebagai alat bantu (bukan untuk geometri). Ada dua jenis utama broaching: linier dan putar. Gambar 2. Alat ini bukanlah alat yang asing dan dapat kita jumpai disekitar kita.2.7 Sawing Machine Sedangkan Broaching Process atau Parut adalah proses permesinan yang menggunakan alat bergigi.

8 . Partikel-partikel ini harus diikat dengan material-material lainnya agar dapat menjadi mata potong yang tunggal dan kuat. Proses ini menggunakan partikel-partikel abrasive sebagai mata potongnya.2.  Untuk beberapa proses. dapat menghasilkan dimensi yang sangat presisi.8 Abrasive Machining Process Proses abrasif adalah proses yang digunakan untuk melepas/memotong bagian benda kerja dengan cara menggesekkan bahan yang keras. dari logam yang lunak sampai baja dan material non logam yang keras seperti keramik dan silikon. dibandingkan dengan proses pemesinan yang lain adalah :  Dapat digunakan untuk semua jenis material. Keunggulan Proses Abrasif.  Beberapa proses ini dapat digunakan untuk menghasilkan permukaan yang sangat halus.

BAB III PENUTUP 3. Pembentukan material dapat disesuaikan dengan proses-proses pemesinan yang ada. Tujuan proses manufaktur adalah untuk menghasilkan komponen-komponen yang menggunakan material tertentu dengan mempertimbangkan bentuk. ukuran dan strukturnya. Proses ini sangat berhubungan erat dengan dunia permesinan. tentunya dengan pemahaman serta pendalaman teknik yang harus kita tingkatkan pula.1 Kesimpulan Proses pemesinan merupakan hal dasar pada proses manufaktur yang harus kita ketahui. 3. Dari beberapa proses yang telah saya sampaikan tentunya merupakan hal penting yang dapat memudahkan pekerjaan kita dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam dunia kerja. 9 . Manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau teknik. Kemudahan ini adalah hasil dari perkembangan teknologi yang semakin hari semakin meningkat. Dimana bidang permesinan memegang peranan penting dalam kemajuan teknologi di dunia.2 Saran Proses Manufaktur adalah suatu cara atau proses yang di terapkan untuk merubah bentuk suatu benda.

TUGAS MPMKE PROSES PERMESINAN PADA LOGAM DISUSUN OLEH KELAS X TSM SMK NEGERI 1 KOTO GASIB TAHUN PELAJARAN 2017/2018 10 .