You are on page 1of 7

NOMOR

: :
REVISI :
BERLAKU TGL :

STANDAR OPERASIONAL PROSEDURE ( SOP )
PENANGANAN KPC (KEJADIAN POTENSIAL CIDERA)
Ditetapkan Kepala
Puskesmas TIRTAYASA

Betti Hariyanti, SKM

NIP. 19630734 198312 2002

PEMERINTAH KABUPATEN SERANG

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS TIRTAYASA
PENANGANAN KNC

(Kejadian Nyaris Cidera)
No. Dokumen :

Tgl. Terbit : 20 April 2017
SOP
No. Revisi :

Halaman : 1/3

PUSKESMAS Betti Hariyanti, SKM
Ttd Ka Puskesmas
TIRTAYASA NIP. 19630734 198312 2002

1. Pengertian : Kondisi Potensial Cedera adalah:selanjutnya
disingkat KPC adalah kondisi yang sangat
berpotensi untuk menimbulkan cedera, tetapi
belum terjadi insiden pada pasien di Puskesmas
TIRTAYASA
2. Tujuan : Mencegah terjadinya cedera pada Pasien

3. Kebijakan : a. SK Kepala Puskesmas TIRTAYASA Nomor
537/KAPUS/SK/IV/2016 tentang
penanganan KTD,KPC dan KNC
b. Pelaksana memonitor secara teratur, rinci
dan akurat, untuk meningkatkan efsiensi dan
peningkatan mutu pelayanan.
4. Referensi : a. SK Kepala Puskesmas TIRTAYASA Nomor
537/KAPUS/SK/IV/2016 tentang
penanganan KTD,KPC dan KNC
b. Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia tentang Keselamatan Pasien
Rumah Sakit, 2011
c. Buku Panduan Nasional Keselamatan
Pasien Rumah sakit, Depkes R.I. 2006
5. Langkah-langkah : a. Persiapan
1. Setiap petugas pelayanan puskesmas yang
menangani pasien melaporkan kepada
penanggung jawab mutu, setiap Kondisi
Potensial Cedera yang bias membahayakan
pasien.
2. Penanggung jawab manajemen mutu
bersama-sama dengan petugas melakukan
pendataan setiap kondisi di masing-masing
unit pelayanan pemeriksaan awal terkait
keadaan potensi beresiko yang ada.
3. Petugas mengetahui kasus Kejadian
Potensial Cedera (KPC).
4. Petugas Melaporkan kasus kejadian
Potensial Cedera (KPC) ke tim mutu.
5. Tim Mutu Melaporkan kasus kejadian
potensial cedera (KPC) ke kepala
puskesmas.
b. Pelaksanaan
1. Kepala Puskesmas mengadakan pertemuan
Rapat Tinjauan Mutu (RTM) dengan
penanggung jawab tim mutu bersama unit
terkait.
2. Kepala puskesmas dan penanggung jawab
manajemen mutu puskesmas bersama unit
terkait membuat RTL untuk tempat kejadian
KTD.
3. Kepala puskesmas dan penanggung jawab
manajemen mutu puskesmas bersama unit
terkait melakukan evaluasi untuk tempat
kejadian KPC.
6. Bagan alir :
Penanggung jawab
petugas pelayanan manajemen mutu bersama-
puskesmas yang menangani sama dengan petugas
pasien melaporkan kepada melakukan pendataan setiap
penanggung jawab mutu, kondisi di masing-masing
setiap Kondisi Potensial unit pelayanan pemeriksaan
Cedera yang bias awal terkait keadaan potensi
membahayakan pasien. beresiko yang ada.

Petugas mengetahui
kasus Kejadian Potensial
Cedera (KPC).

Tim Mutu Melaporkan Petugas Melaporkan
kasus kejadian potensial kasus kejadian Potensial
cedera (KPC) ke kepala Cedera (KPC) ke tim
puskesmas. mutu.
Kepala Puskesmas Kepala puskesmas dan
mengadakan pertemuan penanggung jawab
Rapat Tinjauan Mutu (RTM) manajemen mutu
dengan penanggung jawab puskesmas bersama unit
tim mutu bersama unit terkait membuat RTL untuk
terkait. tempat kejadian KTD.

Kepala puskesmas dan
penanggung jawab manajemen
mutu puskesmas bersama unit
terkait melakukan evaluasi
untuk tempat kejadian KTD.

7. Hal hal yang perlu : Tangapnya petugas masing-masing poli dalam
diperhatikan melaporkan KPC
8. Unit Terkait : Seluruh unit-unit pelayanan dan tindakan
kesehatan
9. DokumenTerkait Adanya pelaporan dari setiap unit terkait

10. Rekaman Historis perubahan
No Yang diubah Isi Perubahan Tgl Mulai diberlakukan
NOMOR: :
REVISI :
BERLAKU TGL :

DAFTAR TILIK
PENANGANAN KPC (KEJADIAN POTENSIAL CIDERA)
Ditetapkan Kepala
Puskesmas TIRTAYASA

Betti Hariyanti, SKM

NIP. 19630734 198312 2002

PEMERINTAH KABUPATEN SERANG

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS TIRTAYASA
No Tidak
Langkah Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
1 Apakah petugas pelayanan puskesmas yang
menangani pasien melaporkan kepada
penanggung jawab mutu, setiap Kondisi
Potensial Cedera yang bias membahayakan
pasien?

2 Apakah Penanggung jawab manajemen mutu
bersama-sama dengan petugas melakukan
pendataan setiap kondisi di masing-masing
unit pelayanan pemeriksaan awal terkait
keadaan potensi beresiko yang ada?
3 Apakah Petugas mengetahui kasus Kejadian Potensial
Cedera (KPC)?

4 Apakah Petugas Melaporkan kasus kejadian Potensial
Cedera (KPC) ke tim mutu?
5 Apakah Tim Mutu Melaporkan kasus kejadian potensial
cedera (KPC) ke kepala puskesmas?
6 Apakah Kepala Puskesmas mengadakan pertemuan
Rapat Tinjauan Mutu (RTM) dengan
penanggung jawab tim mutu bersama unit
terkait?

7 Apakah Kepala puskesmas dan penanggung jawab
manajemen mutu puskesmas bersama unit
terkait membuat RTL untuk tempat kejadian
KTD?

8 Apakah Kepala puskesmas dan penanggung jawab
manajemen mutu puskesmas bersama unit
terkait melakukan evaluasi untuk tempat
kejadian KTD?

CR: ……………%.

TIRTAYASA, ………………………

Pelaksana / Auditor

………………...