You are on page 1of 14

1.

Pengaruh Aspek Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem nilai sekaligus kebulatan ajaran yang memberikan
motivasi. Ideologi juga mengandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan
oleh suatu bangsa. Keampuhan suatu ideologi tergantung pada rangkaian nilai yang
dikandungnya, yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi dan kehidupan
manusia. Secara teoritis, suatu ideologi bersumber dari suatu falsafah dan merupakan
pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.

a. Ideologi Dunia
1. Liberalisme
Aliran pikiran seseorang, atau individualistik. Aliran pikiran ini
mengajarkan bahwa negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang
disusun atas kontrak semua individu dalam masyarakat itu (kontrak sosial).
Menurut aliran pikiran ini, kepentingan harkat dan martabat individu dijunjung
tinggi sehingga masyarakat tiada lebih dari jumlah para anggotanya saja tanpa
nilai ikatan tersendiri. Hak dan kebebasan seseorang hanya dibatasi oleh hak yang
sama yang dimiliki oleh orang lain, bukan oleh kepentingan masyarakat
seluruhnya. Paham liberalisme selalu mengaitkan aliran pikirannya dengan hak
asasi manusia yang menyebabkan paham tersebut memiliki daya tarik yang kuat
di kalangan masyarakat tertentu. (Alira pikiran seseorang/individualistik diajarkan
oleh Thomas Hobbes, John Locke, Jean Jaques Rousseau, Herbert Spencer, dan
Harold J. Laski.)

2. Komunisme
Aliran pikiran golongan (class theory) yang diajarkan oleh Karl Marx,
Engels, dan Lenin pada mulanya merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan
sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri.
Aliran pikiran ini beranggapan bahwa negara adalah susunan golongan (kelas)
untuk menindas kelas lain. Golongan ekonomi kuat menindas ekonomi lemah.
Sesuai dengan aliran pikiran yang melandasi komunisme, dalam upaya merebut
atau mempertahankan kekuasaan komunisme akan :
1) Menciptakan situasi konflik untuk mengadu golongan-golongan tertentu serta
menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
2) Ajaran komunis bersifat atheis, tidak percaya akan adanya Tuhan Yang Maha
Esa.
3) Masyakarat komunis bercorak internasional.
4) Masyarakat komunis yang dicita-citakan adalah masyarkat tanpa kelas.

3. Paham Agama
Ideologi bersumber dari falsafah agama yang termuat dalam kita suci
agama. Negara membina kehidupan keagamaan umat. Negara bersifat spiritual
religius. Dalam bentuk lain, negara melaksanakan hukum agama dalam
kehidupannya. Negara berdasarkan agama.
b. Ideologi Pancasila
Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali dari nilai-nilai dasar budaya bangsa
Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh berkembang di Indonesia (Ir.
Soekarno 1 Juni 1945). Sila-sila pancasila ialah :
a. Ketuhanan Yang Maha Esa.
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
c. Persatuan Indonesia
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung nilai spiritual, memberikan kesempatan
yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia.
Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab mengandung nilai kesamaan derajat
maupun kewajiban dan hak, cinta mencintai, hormat menghormati, keberanian membela
kebenaran dan keadilan, toleransi, dan gotong royong.
Sila Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik mengandung
nlai persatuan bangsa da kesatuan wilayah yang merupakan faktor pengikat yang
menjamin keutuhan nasional atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan menunjukan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat
yang diwujudkan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar.
Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengandung nilai keadilan,
keseimbangan antara hak dan kewajiban, penghargaan terhadap hak orang, gotong
royong dalam suasana kekeluargaan, ringan tangan, dan kerja keras untuk bersama-sama
mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

c. Ketahanan pada Aspek Ideologi
1. Konsepsi tentang Ketahanan Ideologi
Ideologi mengandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan
oleh suatu bangsa. Keampuhan suatu ideologi tergantung pada rangkaian nilai
yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi kehidupan manusia baik
sebagai individu maupun aggota masyarakat.
Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi
bangsa Indonesia. Ketahanan ini mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan
nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan
serta gangguan dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak
langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan
negara Republik Indonesia.

2. Pembinaan Ketahanan Ideologi
Upaya memperkuat Ketahana Ideologi memerlukan langkah pembinaan berikut :
a) Pengalaman Pancasila secara obyektif dan subyektif terus dikembangkan serta
ditingkatkan.
b) Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus direlevansikan dan
diaktualisasikan nilai instrumentalnya.
c) Sesantri Bhinneka Tunggal Ika dn konsep Wawasan Nusantara yang
bersumber dari Pancasila harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam
masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk selalu menjaga persatuan
bangsa dan kesatuan wilayah serta moralitas yang loyal dan bangga terhadap
bangsa dan negara.
d) Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik
Indonesia harus dihayati dan diamalkan secara nyata oleh seiap
penyelenggara negara, lembaga kenegaraan, lembaga kemasyarakatan, serta
setiap warga negara Indonesia agar kelestarian dan keampuhannya terjaga dan
tujuan nasional serta cita-cita bangsa Indonesia terwujud.
e) Pembangunan, sebagai pengalaman Pncasila, harus menunjukkan
keseimbangan antara fisik material dengan material spiritual untuk
menghindari tumbuhnya materialismedan sekularisme.
f) Pengadilan Moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik.

2. Pengaruh Aspek Politik
a. Politik Secara Umum
Politik berasal dari kata politics yang mengandung makna kekuasaan
(pemerintahan) dan atau policy yang berarti kebijaksanaan. Di Indonesia, kita tidak
memisahkan politics dari policy.
b. Politik di Indonesia
1. Politik Dalam Negeri
Politik dalam negeri adalah kehidupan politk dan kenegaraan berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945 yang mampu dan menyerap aspirasi dan dapat
mendorong partisipasi masyarakat dalam satu sistem. Unsur -unsunya terdiri dari
struktur politik, proses politik, udaya politik, komunikasi politik, dan partisipasi
politik.
2. Politik Luar Negeri
Politik luar negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan
nasional dalam pergaulan antarbangsa. Politik luar negeri Indonesia yang
berlandaskan pada Pembukaan UUD 1945 melaksanakan ketertiban dunia
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial, serta anti
penjajahan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
a. Sebagai Bagian Integral dari Strategi Nasional
Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional dalam kehidupan
antar bangsa. Dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntunan moral
dan etika, politik luar negeri Indonesia ditujukan pada kepentingan nasional
terutama pada pembangunan nasional. Dengan demikian, politik luar negeri
merupakan bagian integral dari sebuah strategi nasional dan secara
keseluruhan merupakan salah satu sarana pencapaian tujuan nasional.
b. Garis Politik Luar Negeri
Politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas, dalam pengertian
bahwa indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang tidak sesuai
dengan kepribadian bangsa. Aktif, dalam pengertian peran Indonesia dalam
percaturan internasional tidak bersifat reaktif dan Indonesia tidak menjadi
obyek percaturan internasional.
c. Ketahanan pada Aspek Politik
a. Ketahanan pada Aspek Politik Dalam Negeri
1) Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum.
2) Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat.
3) Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasikan aspirasi yang hidup
dalam masyarakat dan tetap berada dalam lingkup Pancasila, UUD 1945, dan
Wawasan Nusantara.
4) Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat.

b. Ketahanan pada Aspek Politik Luar Negeri
1) Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama internasional
di berbagai bidang atas dasar sikap saling menguntungkan, meningkatkan citra
positif Indonesia di luar negeri, dan memantapkan persatuan bangsa serta
keutuhan NKRI.
2) Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam rangka
meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar negara berkembang serta
antara negara berkembang dan negara maju sesuai kemampuan demi
kepentingan nasional.
3) Citra Positif Indonesia terus ditingkatkan dan diperluas antara lain melalui
promosi, peningkatan diplomasi, lobi internasional, pertukaran pemuda,
pelajar, dan mahasiswa, serta kegiatan olahraga.
4) Perkembangan, perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan
seksama agar terjadinya dampak negatif yang dapat mempengaruhi stabilitas
nasional dan menghambat kelancaran pembangunan dan pecapaian tujuan
nasional dapat diperkirakan secara dini.
5) Langkah bersama negara berkembang dengan negara industri maju untuk
memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidak adilan perlu ditingkatkan.
6) Perjuangan mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertban dunia berdasarkan
kemerdekaan, pedamaian abadi, dan keadilan sosial melalui penggalangan,
pemupukan solidaritas, ksamaan sikap, serta kerjasama internasional dalam
berbagai forum regional dan global.
7) Peningkattan kualias sumber daya manusia perlu dilaksanakan dengan
pembenahan sistem pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan calon diplomat
secara menyeluruh agar mereka dapat menjawab tantangan tugas yang mereka
hadapi.
8) Perjuangan bangsa Indonesia ang menyangkut kepentingan nasional, seperti
melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain
dan melindungi hak-hak warga negara Republik Indonesia di luar negeri perlu
ditingkatkan.

3. Pengaruh Aspek Ekonomi
a. Perekonomian Secara Umum
Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan
pemenuhan kebutuhan masyarakat, yang meliputi produksi, distribusi serta konsumsi
barang dan jasa, dan dengan usaha-usaha untuk meningkatkan traaf hidup
masyarakat.
Sistem perekonomian yang dianut oleh suatu negara akan memberi corak pada
kehidupan perekonomian negara tersebut. Sistem perekonomian liberal, dengan
orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruh-pengaruh yang
datang dari luar. Di lain pihak, sistem perekonomian sosialis dengan perencanan srta
pengendalian secara penuh oleh pemerintah kurang peka terhadap pengaruh dari luar.
Kin, tidak ada lagi sistem perekonomian liberal murni atau sistem perekonomian
sosial murni.
b. Perekonomian Indonesia
Sistem perekonomian bangsa Indonesia mengacu pada pasal 33 UUD 1945, yang
menyebutkan bahwa sistem perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama
berdasarkan asas kekeluargaan. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara
dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bumi dan kekayaan
alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-
besarnya untuk kemakmuran rakyat. Secara makro, sistem perekonomian indonesia
dapat diebut sebagai sistem perekonomian kerakyatan. Bumi, air, dan kekayaan alam
yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-
sebesarnya kemakmuran rakyat.
c. Ketahanan pada Aspek Ekonomi
Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian
bangsa. Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian
bangsa yang mampu memelihara statbilitas ekonomi yang sehat dan dinamis,
menciptakan kemandirian ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi, dan
mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. Pencapaian tingkat ketahanan
ekonomi yang diinginkan memerlukan pembinaan berbagai hal, yaitu antara lain :
1. Sistem ekonomi Indonsia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan
kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui ekonomi
kerakyatan serta untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan
kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
2. Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan :
a. Sistem free fight liberalismyang hanya menguntungkan pelaku ekonomi kuat
an tidak memungkinkan berkembangnya ekonomi kerakyatan.
b. Sistem etatisme, dalam arti negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat
dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit
ekonomi di luar sektor negara.
c. Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli
yang merugikan masyarakata dan bertentangan dengan cita-cita keadilan
sosial.
3. Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntugkan.
4. Pembangunan ekonomi.
5. Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil-hasilnya.
6. Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat dan dinamis.

4. Pengaruh Aspek Sosial Budaya
a. Struktur Sosial di Indonesia
Dalam masyarakat, manusia hidup secara berkelompok sesuai fungsi, peran dan
profesinya untuk memudahkannya menjalankan tugasnya. Dengan kata lain,
kehidupan masyarakat terstruktur berdasarkan peran dan fungsi masing-masing
anggota masyarakat. Pembangunan nasional di Indonesia selama ini menghasilkan
struktur sosial masyarakat yang cukup beragam. Sejalan dengan modernisasi dan
tuntutan perkembangan teknologi, fragmentasi kelompok dalam masyarakat semakin
berkembang. Di lain pihak, semakin lebarnya struktur sosial secara horizontal juga
akan menimbulkan keanekaragaman aspirasi yang semakin sulit doakonomdasikan
bersama.

b. Kondisi Budaya di Indonesia
1. Kebudayaan Daerah
Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan sub etnis yang masing-
masing memiliki kebudayaannya sendiri. Karena suku-suku bangsa tersebut
mendiami daerah-daerah tertentu, kebudayaannya kemudian sering disebut
kebudayaan daerah. Dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan daerah sebagai suatu
sistem nilai yang menuntun sikap, perilaku dan gaya hidup merupakan identitas dan
menjadi kebanggaan dari suku bangsa yang bersangkutan. Dalam setiap kebudayaan
daerah terdapat nilai-nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing,
yang sering disebut sebagai local genius. Local geniusinilah pangkal segala
kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing.

2. Kebudayaan Nasional
Kebudayaan bangsa Indonesia (kebudayaan nasional) merupakan hasil dari
interaksi budaya-budaya suku bangsa (budaya daerah) yang kemudian diterima
sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Kebudayaan nasional juga merupakan hasil
interaksi dari nilai-nilai budaya yang telah ada dengan budaya luar (asing), yang
kemudian juga diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Secara umum,
gambaran identitas bangsa Indonesia berdasarkan tuntunan Pancasila adalah manusia
dan masyarakat yang memiliki sifat-sifat dasar berikut :
a) Bersifat religius
b) Bersifat kekeluargaan
c) Bersifat serba selaras
d) Bersifa kerakyatan

3. Integrasi Nasional
Komunikasi dan interaksi suku-suku bangsa yang mendiami bumi Nusantara ini
pada tahun 1928 telah menghasilkan aspirasi bersama untuk hidup bersama sebagai
suatu bangsa di satu tanah air. Aspirasi ini terwujud secara sah dan diakui oleh
bangsa-bangsa lain di dunia melalui Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustuts
1945.

4. Kebudayaan dan Alam Lingkungan
Pemanfaatan alam belum dibarengi dengan budaya untuk melestarikan alam demi
kepentingan masa depan. Kebiasaan untuk membuka hutan tanpa pemikiran untuk
penghijauan dan menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah manusia
merupakan budaya yang tidak ramah terhadap lingkungan. Demi kepentingan masa
depan, budaya melestarikan alam harus ditumbuhkan. Bangsa Indonesia harus
disadarkan bahwa mereka adalah bagian dari alam dan mereka tidak boleh
memanfaatkan alam tanpa batas. Apabila alam lingkungan rusak, manusia Indonesia
pun akan rusak.

5. Ketahanan pada Aspek Sosial Budaya
Ketahanan di bidang sosial budaya atau ketahanan sosial budaya diartikan sebagai
kondisi dinamis budaya bangsa Indonesia yang berisi keuletan, ketangguhan, dan
kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan dari luar maupun
dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan
kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Rupublik Indonesia.
Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kehidupan sosial budaya bangsa
yang mampu membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan
masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
rukun bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang
serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing
yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

5. Pengaruh Aspek Pertahanan dan Keamanan

a. Pokok-pokok Pengetahuan Pertahanan dan Keamanan

Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruhrakyat Indonesia
dalam mempertahankan dan mengamankan Negara demi kelangsungan hidup bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan dan keamanan Negara Republik Indonesia
dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan, dan menggerakkan seluruh potensinasional,
termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan
terkoordinasi. Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan secaranasional merupakan salah satu
fungsi utama pemerintah dan Negara Republik Indonesia dengan TNI danPolri sebagai intinya.
Tujuannya adalah untuk menciptakan keamanan bangsa dan Negara dalam rangka mewujudkan
Ketahanan Nasional Indonesia.

Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamika kehidupan
pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang mengandungkeuletan, ketangguhan, dan
kemampuan dalam mengembangkan menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan
yang datangdari luar maupun dari dalam, yang secara langsung maupun tidak langsung
membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa
yang dilandasi oleh kesadaran bela Negara seluruh rakyat. Kondisi ini mengandung kemampuan
bangsa dalam memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan Negara, mengamankan
pembangunan dan hasil-hasilnya, serta mempertahankan kedaulatan Negara dan menangkal
segala bentuk ancaman.

Analog dengan pengertian ketahanan nasional, ketahanan pertahanan dan keamanan
padahakikatnya adalah keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiapsiagaan serta
upaya bela Negara. Ini merupakan perjuangan rakyat semesta, di mana seluruh potensi dan
kekuatan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, militer dan kepolisian disusun dan dikerahan
secara terpimpin, terintegrasi dan terkoordinasi untuk menjamin
penyelenggaraansistemkeamanannasionalsertakelangsunganhidupbangsadan Negara berdasarkan
Panasila dan UUD 1945, yang ditandai sebagai berikut:

1. Pandangan Bangsa Indonesia tentang Perang dan Damai. Bangsa Indonesia cinta damai
dan ingin bersahabat dengan semua bangsa di dunia serta tidak menghendaki terjadinya
sengketa bersenjata atau perang. Bangsa Indonesia berhasrat untuk selalu mengutamakan
cara-cara damai dalam setiap penyelesaian pertikaian nasional maupun internasional.
Walaupun cinta damai, namun bangsa Indonesia lebih cinta kemerdekaan dan
kedaulatannya. Bagi bangsa Indonesia, perang adalah jalan terakhir yang terpaksa harus
ditempuh untuk mempertahankan ideology dan dasar Negara Pancasila, kemerdekaan,
dan kedaulatan Negara Republik Indoneia serta keutuhan bangsa.
2. Penyelenggaraan Pertahanan dan Keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dilandasi oleh landasan idiil Pancasila, landasan Konstitusional UUD 1945, dan landasan
visional Wawasan Nusantara, bangsa Indonesia berhak dan wajib mempertahankan
kemerdekaan dan kedaulatan Negara, keutuhan bangsa dan wilayah, terpeliharanya
keamanan nasional, dan tercapainya tujuan nasional.
3. Pertahanan genappotensi dan kekuatan nasional. Setiap warga Negara berhak dan wajib
ikut serta dalam usaha pembelaan Negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran
dan tanggung jawab, dan kerelaan berjuang serta berkorban bagi bangsa dan Negara
tanpa kenal menyerah. Upaya pertahanan dan keamanan Negara yang melibatkan
segenap potensi dan kekuatan nasional tersebut dirumuska ndalam doktrin yang selama
ini disebut Doktrin Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia.
4. Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia diseleggarakan dengan Siskamnas
(Sishankamrata). Hal inibersifat total, kerakyatan, dankewilayahan. Pendayagunaan
potensinasional dalam pertahanan dan keamanan Negara dilakukan secara optimal
danterkoordinasi untuk mewujudkan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan
Negara yang menyeimbangkan dan menyerasikan kepentingan kesejahteraan dengan
keamanan.
5. Segenap kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan rakyat semesta
diorganisasikan dalam satu wadah tunggal yang dinamakanTentara Nasional Indonesia
(TNI) danKepolisianRepublik Indonesia (polri). Pembangunan AngkatanPerangRepublik
Indonesia (APRI) yang memiliki jati diri sebagai tentara rakyat, tentar apejuang, dan
tentara nasional tetap mengabdi kepada kepentingan bangsa dan Negara kesatuan
Repubik Indonesia.
5. Pengaruh Aspek Pertahanan dan Keamanan

a. Pokok-pokok Pengetahuan Pertahanan dan Keamanan

Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia
dalam mempertahankan dan mengamankan Negara demi kelangsungan hidup bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan dan keamanan Negara Republik Indonesia
dilaksanakan denga nmenyusun, mengerahkan, dan menggerakkan seluru hpotensi nasional,
termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan
terkoordinasi. Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu
fungsi utam apemerintah dan Negara Republik Indonesia dengan TNI danPolri sebagai intinya.
Tujuannya adalah untuk menciptakan keamanan bangsa dan Negara dalam rangka mewujudkan
Ketahanan Nasional Indonesia.

Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan
pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang mengandung keuletan, ketangguhan, dan
kemampuan dalam mengembangkan menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan
yang datang dari luar maupun dari dalam, yang secara langsung maupun tidak langsung
membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermindalam kondisi daya tangkal bangsa
yang dilandasi oleh kesadaran bela Negara seluruhrakyat. Kondisi ini mengandung kemampuan
bangsa dalam memelihara stabilita spertahanan dan keamanan Negara, mengamankan
pembangunan dan hasil-hasilnya, serta mempertahankan kedaulatan Negara dan menangkal
segala bentuka ncaman.
Analog dengan pengertian ketahanan nasional, ketahanan pertahanan dan keamanan
padaha kikatnya adalah keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiapsiagaan
serta upaya bela Negara. Ini merupakan perjuangan rakyat semesta, di mana seluruh potensi dan
kekuatan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, militer dan kepolisian disusun dan dikerahan
secara terpimpin, terintegrasi dan terkoordinasi untuk menjamin penyelenggaraan sistem
keamanan nasional sertakelangsungan hidup bangsa dan Negara berdasarkan Panasila dan UUD
1945, yang ditandai sebagai berikut:

1. Pandangan Bangsa Indonesia tentang Perang dan Damai. Bangsa Indonesia cinta damai
dan ingin bersahabat dengan semua bangsa di dunia serta tidak menghendaki terjadinya
sengketa bersenjata atau perang. Bangsa Indonesia berhasrat untuk selalu mengutamakan
cara-cara damai dalam setiap penyelesaian pertikaian nasional maupunin ternasional.
Walaupun cinta damai, namun bangsa Indonesia lebih cinta kemerdekaan dan
kedaulatannya. Bagibangsa Indonesia, perang adalah jalan terakhir yang terpaksa harus
ditempuh untuk mempertahankan ideology dan dasar Negara Pancasila, kemerdekaan,
dan kedaulatan Negara Republik Indonesia serta keutuhan bangsa.
2. Penyelenggaraan Pertahanan dan Keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dilandasi oleh landasan idiil Pancasila, landasan Konstitusional UUD 1945, dan landasan
visional Wawasan Nusantara, bangsa Indonesia berhak dan wajib mempertahanka
nkemerdekaan dan kedaulatan Negara, keutuhan bangsa dan wilayah, terpeliharanya
keamanan nasional, dan tercapainya tujuan nasional.
3. Pertahanan dan Keamanan Negara merupakan Upaya Nasional Terpadu. Hal ini
melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional. Setiap warga Negara berhak dan
wajib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara yang dilaksanakan dengan penuh
kesadaran dan tanggung jawab, dan kerelaan berjuang serta berkorban bagi bangsa dan
Negara tanpa kenal menyerah. Upaya pertahanan dan keamanan Negara yang melibatkan
segenap potensi dan kekuatan nasional tersebut dirumuskan dalam doktrin yang selama
ini disebut Doktrin Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia.
4. Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia diseleggarakan dengan Siskamnas
(Sishankamrata). Hal inibersifat total, kerakyatan, dankewilayahan. Pendayagunaan
potensinasional dalam pertahanan dan keamanan Negara dilakukan secara optimal dan
terkoordinasi untuk mewujudkan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan
Negara yang menyeimbangkan dan menyerasikan kepentingan kesejahteraan dengan
keamanan.
5. Segenap kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan rakyat semesta
diorganisasikan dalam satu wadah tunggal yang dinamakan Tentara Nasional Indonesia
(TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (polri). Pembangunan Angkatan Perang
Republik Indonesia (APRI) yang memiliki jati diri sebagai tentara rakyat, tentara
pejuang, dan tentara nasional tetap mengabdi kepada kepentingan bangsa dan Negara
kesatuan Repubik Indonesia.

B, Postur kekuatan keamanan dan kekuatan
Postur Kekuatan Hankam. Postur kekuatan hankam mencakup stuktur kekuatan, tingkat
kmampuan, dan gelar kekuatan. Terdapat empat pendekatan yang di gunakan untuk membangun
postur ke politik membangun postur kekuatan hankam yaitu pendekatan ancaman,
misi,kewilayahan,dan politik. Dalam kontek ini perlu ada pembagian tugas dan fungsi yang jelas
antara masalah pertahanan dan masalah keamanan. Pertahan di fokuskan untuk menghadapi
ancaman dari luar negri dan menjadi tanggung jawab TNI. Keamanan di fokuskan untuk
menghadapi ancaman dari dalam negri dan menjadi tanggung jawab POLRI. TNI dapat di
libatkan untuk ikut menangani masalah keamanan apabila di minta atau PORLI sudah tidak
mampu lagi karena eskalasi ancaman yang meningkat ke keadaan darurat.

Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan mengamankan kedaulatan negara merupakan suatu
kehormatan demi martabat bangsa dan negara. Maka dari itu pertahanan dan ketahanan harus
dilaksanakan dengan melaksanakan kemampuan sendiri.

Gejolak Dalam Negri di dalam era globalisasi saat ini dan di masa yang akan mendatang, tidak
tertutup kemungkinan munculnya campur tagan asing dengan alasan menegakan nilai- nilai
HAM, Demikrasi, penegakan hukum, dan lingkungan hidup di balik kepentingan naional.

Geopolitik ke arah Geokonomi. Kondisi ini mengimpliksikan semakin canggihnya upaya
diplomasi guna mencapai tujuan politik dan ekonomi. Pergeseran ini seola-olah tidak akan
menimbulkan ancaman yang serius dari luar negri. Namun bila di kaji secara mendalam,
pergeseran tersebut jusru dapat menimbulkan ancaman yang sangat membahayakan integritas
bangasa dan negara kesatuan RI.

Perkembangan lingkungan Strategis. Perkembangan ini mengisyaratkan bahwa pergeseran
geopolitik ke arah Geokonomi membawa perubahan besar dalam penerapan kebijaksanaan dan
strategi negara negara di dunia dalam mewujudkan kepentingan nasionalnya masing-masing.
Penerapan cara-cara baru meninngkatkan eskalasi konflik regional dan konflik dalam negri yang
mendorong keterlibatan negara super power.

Mewujudkan Postur Kekuatan Hankam. Postur perwujudan kekkuatan hankam. Perwujudan
postur kekuatan Hankam yang memiliki daya bendung dan daya tangkal yang tinggi dalam
menghadapi kemungkinan ancaman dari luar membutuhkan anggaran yang sangat besar.

C. Ketahanan pada Aspek Pertahanan dan Keamanan

1. Pertahanan dan keamanan harus dapat mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela
negara, yang berisi ketangguhan, kemampuan dan kekuatan melalui penyelenggaraan.
2. Bangsa Indonesia cinta damai, akan lebih tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan ,
Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan mengamankan kedaulatan negara mrupakan
suatu kehormatan demi martabat bangsa dan negara.
3. Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan dimanfaatkan untuk
menjamin perdamaian dan stabilitasi keamanan demi kesinambugan pembangunan
nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara.
4. Potensi nasional dan hasil hasil pembangunan yang telah di capai harus di lindungi dari
segala ancaman dan gangguan agar dapat di manfaatkan untuk meningkatkan
kesejahteraan lahir dan batin segenap lapisan masyarakat indonesia.
5. Perlengkapan dan peralatan untuk mendukung pembangunan kekuatan dan kemampuan
pertahanan dan keamanan sedapat mungkin di hasilkan oleh industri dalam negeri.
D. Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia

Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan Ketahanan Nasional yang mencakup aspek
odeologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Untuk mewujudkan
keberhasilan Ketahanan Nasional setiap warga negara Indonesia perlu :

1. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk Perjuangan Non Fisik yang di sertai
keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menerah dan mampu mengembangkan kekuatan
nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan, hambatan dan gangguan yang
datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan
hidup bangsa dan negara serta pencapaian tujuan nasional.
2. Sadar dan perduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek idiologi, politik,
ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara
Indonesia dapat mengemilinir pengaruh tersebut.

MAKALAH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
DI SUSUN OLEH

1. LUTHFI DWI AMARULLAH
2. ANISA PRIHARTINI
3. MUSTIKHA UTAMI HIDAYAT
4. PRASTARI WIDIA PUTRI R.
5. RAMA ANDIKA
6. RUSLAN

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
II A KARYAWAN
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA CIANJUR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-
Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang pendidikan
kewarga negaraan
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang pendidikan kewarga negaraan untuk
masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Cianjur, 28 Maret 2018

Penyusun