You are on page 1of 7

☺TAHARAH☺

A.PENGERTIAN,HAKIKAT DAN FUNGSI TAHARAH

Thaharah menurut bahasa berarti bersih, suci terbebas dari kotoran. Seperti tersebut dalam

surat Al – Baqorah ayat 222 :

‫يحب المتطهّرين‬
ّ ‫يحب الت ّّوابين و‬
ّ ‫إنّ هللا‬

Yang artinya : “ Sesungguhnya Allah menyukai orang – orang yang bertaubat dan orang – orang yang
mensucikan diri “

Menurut syara’ adalah mengangkat,menghilangkan atau membersihkan diri, pakaian, tempat, dan
benda-benda lain dari najis dan hadas menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat islam.

Orang-orang yang suci adalah orang yang membersihkan dirinya dari segala najis, hadas,
dan kotoran. Secara garis besar, bersuci ada dua macam, yaitu bersuci dari najis dan hadas.

Jika dilihat dari sifat dan pembagiannya, thaharah (bersuci) dapat dibedakan menjadi dua bagian,
yaitu bersuci lahiriah dan batinia.

a. Bersuci Lahiriah

Beberapa contoh thaharah / bersuci yang bersifat lahiriah adalah membersihkan badan,
tempat tinggal, dan lingkungan darisegala bentuk kotoran atau najis. Bersuci lahiriah meliputi
kegiatan bersuci dari najis dan bersuci dari hadas.

1) Bersuci dari najis adalah berusaha untuk membersihkan segala bentuk kotoran yang
melekat pada badan atau tempat yang didiami. Cara membersihkannya disesuaikan dengan
bentuk atau jenis kotoran yang akan dihilangkan, seperti dibasuh sampai hlang rasa, bau, dan
warna.

2) Bersuci dari hadas adlah menghilangkan atau membersihkan hadas dengan cara
berwudu atau mandi. Cara membersihkannya disesuaikan dengan jenis hadas yang akan di
mersihkan.

b. Bersuci batiniah

Thaharah batiniah adalah membersihkan jiwa dari kotoran batin berupa dosa dan
perbuatan maksiat, seprti syirik, takabur, dan ria. Cara membersihkan sifat atau perbuatan tercela
ini adalah dengan bertobat kepada Allah SWT tidak mengulangi perbuatan tercela tersebut, serta
menggantinya dengan perbuatan terpuji.

Menjaga kebersihan lingkungan tempat umum Menjaga dan memelihara kebersihan di tempat umum dalam ajaran Islam memiliki nilai lebih besar daripada memelihara kebersihan di lingkungan tempat tinggal sendiri. Adapun yang perlu kita perhatikan dalam menjaga kebersihan adalah : 1. 3. dan nyaman menggambarkan ciri pola hidup orang yang ber-iman kepada Allah. Dengan demikian. dan sebagainya. adik. Najis Mughallazhah Najis mughallazhah adalah najis berat. mushalla. rapi. maka sudah dianggap cukup tanpa harus mencampurnya dengan debu. Campuran debu bisa diletakkan dalam basuhan yang mana saja. . baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan masyarakat. tapi yang utama pada saat basuhan pertama. Apabila yang digunakan adalah air keruh dengan debu. ibu. Menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah Kita mengetahui bahwa tempat ibadah – masjid. najis mutawassithah (sedang). kakak. FUNGSI THAHARAH DALAM KEHIDUPAN Allah telah menjadikan thaharah (kebersihan) sebagai cabang dari keimanan. dan orang yang merawatnya akan mendapatkan pahala di sisi Allah. yang termasuk dalam najis ini adalah anjing. dan tidak terganggu dengan pemandangan yang kotor atau bau di sekelilingnya.KAIFIAT (CARA-CARA) DAN SARANA TAHARAH najis terbagi menjadi tiga macam: najis mughallazhah (berat). kerapian. Oleh karena itu. babi. Umat Islam akan mendapatkan kekhusyuan dalam beribadah kalau temaptnya terawat dengan baik. Oleh karena itu. karena tempat umum dimanfaatkan oleh orang banyak. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantaiasa hidup bersih. kebersihan lingkungan tempat tinggal yang bersih. semisal air banjir. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal Di antaranya adalah kebersihan lingkungan tempat tinggal kita bersama-sama ayah. atau langgar – adalah tempat yang suci. agar kita sehat dan betah tinggal di rumah. dan keindahan rumah harus dijaga dengan baik. 2. dan najis mukhaffafah (ringan). maka kebersihan. Adapun cara lain bisa menggunakan lumpur atau pasir yang mengandung debu.B. dan binatang yang lahir dari keduanya Cara mensucikan najis mughallazhah adalah disamak dengan membasuhnya dengan air sebanyak tujuh kali dan salah satu basuhannya dicampur dengan debu yang suci. C. Oleh karena itu. 1. Islam mengajarkan untuk merawatnya supaya orang yang melakukan ibadah mendapatkan ketenang-an.

air sumber. C. bisa menyucikan dan tidak makruh digunakan.bau. air laut. Maka dari itu. Najis hikmiah yaitu yang kita yakini adanya tetapi tidak nyata zatnya.rasa. seperti minum. Tujuh macam sumber diatas hukumnya suci. seumpama melakukan wudhu’ dan airnya kurang dua kullah .SARANA TAHARAH Ditinjau dari segi kegunaan sebagai sarana bersuci (thaharah). Najis ‘ainiyah yaitu yang masih ada zat. dan warnanya. memasak dan lain sebagainya.Cara mensucikan najis mukhaffafah cukup dengan memercikkan air pada tempat yang terkena najis. Air ini hanya digunakan untuk kebutuhan selain bersuci. jika darah kijang menjadi minyak misik. b. 3. Adapun kencing bayi perempuan tidak masuk dalam katagori mukhaffafah. Najis ini ada dua bagian: a. Takhallul adalah perubahan khamer (arak) menjadi cuka.seperti kencing yang sifatnya sudah lama hilang sehingga sifatnya telah hilang. yaitu air yang sudah digunakan untuk menghilangan hadas atau najis.rasa. Sedangkan Dabghu adalah penyamakan kulit bangkai. Air suci yang bisa menyucikan Yang bisa masuk dalam kategori ini adalah tujuh macam air yang keluar dari perut bumi atau yang turun dari langit (air hujan. air sumur.rasa. Penyamakan dengan cara menghilangkan bagian-bagian selain kulit yang menyebabkan busuk (seperti sisa daging dan lain sebagainya) dengan menggunakan benda yang terasa sepat atau kelat. Selain air dan debu sebetulnya masih ada dua peroses pensucian najis yang disebutkan oleh ulama’. air dibagi menjadi empat macam: 1. dan lain sebagainya.cara mensucikannya cukup dengan mengalirkan air diatasnya. yaitu takhallul dan dabghu. 2.warna. Air musta’mal. dan air embun). Najis Mutawassithah Najis mutawassithah adalah najis tingkat sedang. melainkan mutawassitha. Air suci dan tidak dapat mensucikan 1.bau. 2. air sungai. seperti kulit delima. Yang masuk dalam katagori najis mukahaffafah hanyalah kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa selain air susu ibu dan umur belum mencapai dua tahun. Najis Mukhaffafah Najis mukhaffafah adalah najis yang ringan. air es atau salju.dan baunya cara mensucikannya hendaklah menhilangkan zat.dan warnanya. asalkan tidak termasuk dalam tiga kategori air yang akan di terangkan berikutnya.

maka air tersebut menjadi najis apabila terjadi perubahan pada salah satu sifatnya (bau. maka diharapkan menggunakan ciduk. dan air semangka. Begitu juga makruh. Bila tidak terjadi perubahan sama sekali maka tetap suci.HUBUNGAN TAHARAH DENGAN KEBERSIHAN.membersihkan badan dari hadas ‘’orang yang selalu menjaga wuduk akan dijada allah dari mara bahaya’’ 2. Hal itu untuk menjaga kemurnian air. tidak mengambil air secara langsung. 3. Air buah-buahan atau tubuh-tumbuhan semacam air kelapa.danbeliau juga bersabda agama islam dibangun atar dasar kebersihan. dan warna). 2. seperti besi dan sejenisnya. Air yang bernajis Yang dimaksud di sini adalah air yang terkena najis karena dua kemungkinan: 1). baik terjadi perubahan sifat atau tidak. Jika airnya sedikit. Contohnya. Jika perubahannya hanya sedikit maka masih bisa menyucikan. Hukum makruh tersebut tidak berlaku jika airnya sudah dingin. kemudian tekena najis. D. 3. maka air tersebut menjadi najis. 2). Jika airnya banyak (mencapai dua qullah) lalu terkena najis. sehingga menyebabkan terjadinya perubahan mencolok pada sifat air. Tidak termasuk dalm kategori ini. rasa. menggunakan air yang terlalu panas dan yang terlau dingin. yaitu air yang panas terkena sinar matahari dan wadahnya terbuat dari bahan yang dicetak dengan menggunakan api. 4. Air suci dan dapat mensucikan namun makruh digunakan Air ini makruh digunakan karena ada efek negatif.membersihkan anggota tubuh . air teh atau air yang tecampur oleh sabun sampai terjadi perubahan mencolok sehingga ada perubahan nama dari air saja menjadi air teh.KESEHATAN DAN KEINDAHAN LINGKUNGAN hubungan dengan kebersihan rasulloah asw bersabda wudu adalah setengan dari iman. Air mutlak yang bercampur dengan benda suci yang larut. 1. wadah yang terbuat dari emas dan perak.

Tidak berhadas besar 4.ria.kemudian dia membasuh wajahnya maka akan keluar dari wajahnya bersama air itu tetesan air terakhir bersama segala yang kesalahan yang ia lakukan dengan pandangan matanya. 3.S al-a’raf 5 Dan janganlah kamu membuat kerusakan dmuka bumi sesudah allah memperbaikinya E. Memakai air mutlak 5.pemarah.tapi hiasilah dengan zikir dan asma allah semata2 hanya ingat kepada allah. 4.dengki.apabila iya membasuh kedua tangannya bersama tetesan air terakhir keluar segala kesalahan yang diperbuat oleh kedua tangannya.membersihkan hati dari segala ahlak yang tercela seperti uzub. HUBUNGAN THAHARAH DENGAN KEINDAHAN LINGKUNGAN Tugas menjaga lingkungan adalah amanah allah mewajibakan kepada hambanya menjaga lingkungan dan allah berfirman Q.berminyak serta berdebu dan penuh dengan kotoran.WUDUK.dengan tujuan supaya bersifat dengan ihlas wara’tawaduk.WUDUK syarat wuduk 1. Tidak ada yang menghalangi air wuduk . Apabila hamba seorang muslim atau mukmin berwuduk.membersihkanruh yang ada dalam hati dari kesibukan yang hina. Sudah balig 3.dan apabila iya membasuh kedua kakinya hingga tetesan air terakhir maka keluarlah bersamanya segala kesalahan yang dilakukan kedua kakinya dan akan diampuni sampai keluar dalam keadaan bersih dari dosa.MANDI. HUBUNGAN TAHARAH DENGA KESEHATAN Fakultas kedokteran di iskandariah mesir mengatakan bahwa tudung bagian dalam yang tidak dibasuh air pada umum berwarna pucat. Islam 2.sedangkan orang yang disiplin shalat dan berwuduk tidak didapatkan kumpulan bakteri maupun mikroba.TAYAMMUM A.

Keluar benda pejal. 3. Menyapu air ke seluruh kepala atau separuh kepala 6. Tertib – Membasuh anggota wuduk mengikut turutan. 7. 5. . 9. 2. 4. Dahulukan anggota kanan. Hilang ingatan disebabkan gila. 3. Menyentuh kemaluan atau dubur dengan tapak tangan atau perut anak jari. atau pengsan. Tidur baring dan tidur mengiring.RUKUN WUDUK 1. Mencelah jari-jari tangan dan kaki. Membasuh muka – Bahagian wajib dibasuh ialah dari sempadan tempat tumbuh rambut sehingga ke bawah dagu dan dari anak telingga kanan hingga ke anak telinga kiri. cecair atau angin dari dubur atau qubul.. Memasukkan air ke hidung. Bersugi atau berkumur-kumur.. mabuk. Niat – Berniat mengangkat wuduk atau hadas kecil ketika air sampai ke muka 2. SUNNAH WUDUK 1. Membasuh tangan – Membasuh kedua belah tangan sampai ke siku termasuk celah-celah jari dan kuku. 8. 3. .‫واب كنتم جنبا فاطهرا‬ . luar dan dalam. B.S al-maidah:6 . 4. . MEMBATAL WUDUK 1. 4.MANDI mandiberarti menuangkan air keseluruh tubuh sesuai dengan firman allah dalam Q. Membasuh ke dua belah telinga. Menyelati janggut yang tebal. Membasuh kaki – Membasuh kedua belah kaki hingga ke buku lali. Menyapu kepala – Menyapu air ke atas sebahagian kepala. Bersentuh kulit berlainan jantina yang bukan muhrim tanpa berlapik. 5. Baca Bismillah 2. 5. 6. Melebihkan kawasan basuh kaki hingga ke atas buku lali.

Tidak ada air 5.Rukun Tayammum 1 .Niat 2 – Tasmiah (Membaca Basmalah) 3 – Menepuk Debu Tanah Yang Suci 4 – Menyapu Muka Kedua-dua Belah Tangan Hingga Ke Pergelangan dan siku B. Berhalangan menggunakan air seperti sakit yang menyebabkan terkena air menyebabkan tambah parah 4. 3 – murtad. Menyiram air keseluruh tubuh secara merata 3. Sudah berusaha mencari air tetapi tidak ditemukan 3. . Niat 2. Menggunakan tanah C.Perkara-Perkara Yang Membatalkan Tayammum 1 – Semua perkara yang menyebabkan wudhu’ terbatal kerana tayammum ialah pengganti wudhu’.TAYAMMUM A. 2 – Kewujudan air atau melihat air sebelum salat kecuali karna sakit.Syarat tayammum 1. 2) Setelah haid bagi perempuan 3) Selesai melahirkan (nifas) 4) Meninggalnya seseorang Rukun mandi 1. Telah masuk waktu shalat 2. Membersihkan kotoran ag masih melekat C.dan apabila dia mimpi namun tidak disertai mani maka tidak wajib mandi.“Dan jika kamu junub maka mandilah” Perkara yang mewajibkan mandi : 1) Keluar mani yang disertai syahwat baik ketika sedang tidur maupun terjaga.