You are on page 1of 2

Nama :Ahmad Abdurrohman

NRP :1016040015

Kelas :PL-4A

Kandungan pasir dalam grit chamber perlu dilakukan pengujian berkala untuk mengetahui
efisiensi dari grit removal. Sistem yang sudah dibuat perlu dilakukan pengecekan secara berkala
dengan test pengujian pasir menggunakan metode perbandingan untuk mengoptimalkan
kemampuan alat. Dalam pengujian ini ada 3 hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah
metode pengujian. Metode yang dipilih adalah yang mampu untuk menghindari hasil pengujian
yang salah sampai 40% lebih. Metode pengujian menggunakan 2 tipe alat sempling. Menggunakan
CSS : Cross Channel Sampling dan VIS :Vertical Integrated Sampling. Kedua metode tersebut
sangat penting untuk mengupulkan sampel berupa grit/pasir. CSS: Cross Channel Sampling
memiliki probe yang dapat menjangkau sudut –sudut sempit dalam pengambilan sampel di
beberapa titik berbeda dalam suatu kolam. Jalur inletnya berbentuk kotak dengan ujungnya yang
meruncing. Dengan begitu CSS: Cross Channel Sampling dapat secara efektif menjangkau area
spesifik dalam kolam pengambilan sampel dengan sedikit atau bahkan tidak ada hambatan. Probe
akan diletakan berlawanan dengan laju aliran yang membawa pasir dan padatan lain. Sehingga
probe dapat mengumpulkan pasir dan padatan yang terbawa laju aliran baik yang tersuspensi
maupun pada dasar saluran. Caranya dengan mengganti posisi probe jika dalam pengambilan
sampel tesuspensi maka titik pengambilannya dilakukan dengan meletakan probe disetengah
kedalaman saluran atau bisa sedikit lebih keatas. Berikutnya adalah VIS:Vertical Integrated
Sampling. Sebuah pipa PVC di berikan satu buah slot ditengahnya untuk tempat masuknya pasir
atau padatan. VIS: Vertical Integrated Sampling dilakukan dengan meletakannya pada saluran
dengan posisi vertikal. VIS: Vertical Integrated Sampling akan menangkap pasir dan padatan
melayang yang terbawa oleh laju aliran sehinggan pengumpulan sempel akan terhambat pada alat.
Namun kekurangan dari metode ini adalah untuk pasir dan padatan yang ada didasar saluran tidak
dapat terperangkap dalam alat sehingga data yang dihasilkan tidak representatif.
Yang kedua adalah bagiamana sebuah instalasi kecil mampu menurunkan efisiensi penurunan
penghapusan grit. Kesalahan paling berat menentukan secara tepat rekomendasi peralatan kontruksi
untuk manufaktur bagi pengolahan grit. Terkadang penambahan atau pengurangan pada
rekomendasi peralatan konstruksi dalam bidan manufaktur dapat membuat kerugian besar pada
efisiensi penghapusan pasir dan padatan walaupun itu bersifat kecil. Dalam perkembanganya untuk
meningkatkan efisiensi penghapusan pasir dan padatan pengembangan desain sangat diperlukan
guna memperoleh hasil yang optimum. Pada tahun 2010 di Atlantic Treatment Plant Expansion

Karena efisiensinya akan sangat berbeda tergantung dari perkembangan zaman. Yang ketiga adalah kriteria kinerja . sebelum melakukan pengujian atau test pada sistem penghapusan pasir dan padatan perlu untuk mengetahui umur dari sistem yang telah dibuat. Yang artinya 360 Degree Pista W/V – Force Baffle lebih efisien dibanding 270 Degree Pista tahun 1988.dapat menemukan desain yang dapat mengoptimalkan penghapusan pasir dan padatan dengan dimensi yang sesuai. dan 150 mikron dapat tereduksi 65%. ukuran 210 mikron dapat tereduksi 85%. Pada 360 Degree Pista W/V –Force Baffle dapat mereduksi lebih baik. Untuk ukuran 300 mikron dapat tereduksi 95%. Pada 270 degree pista tahun 1988 untuk perbandingan penghapusan pasir dan padatan. Akan sangat berbed efisiensinya jika dibandingkan 360 degree Pista Grit Chamber W/V – Force baffle dengan 270 Degree Pista pada tahun 1988. Dan mengetahuin spesifikasi dari efisiensi penghapusan pasir dan padatan yang standar. . pada ukuran pasir dan padatan 105 mikron atau lebih dapat tereduksi 95%.