You are on page 1of 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Farmakologi molekuler adalah ilmu yang mempelajari mengenai transduksi signal
dan mekanisme aksi obat pada berbagai target aksi obat, meliputi kanal ion, enzim, dan
reseptor.Reseptor pada tingkat molekuler, ikatan obat-reseptor pada membran plasma dan
sel, sistem enzim sebagai target aksimolekul obat, perubahan-perubahan biokimia karena
aksi obat, keragaman reseptor obat dan ekspresi gen yang berperan dalam m e ka n i s m e
r e s i s t e n s i o b a t . S e h i n g ga m e m b e r i ka n p e n j e l a s a n b a ga i m a n a a k s i
o b a t sampai level molekuler, sehingga banyak membantu dalam menjelaaskan bagaimana
mekanisme aksi obat. Farmakologi molekuler menjadi penting karena interaksi obat dengan
targetnya bersifat kompleks, melibatkan sistem seluler yang dinamis. Terjadi pada tingkat
molekuler dan melibatkan serangkaian proses biokimiawi di dalam sel untuk menimbulkan
efek. Ilmu tersebut sudah berkembang pesat di Eropa pada abad ke-19, dengan pioner
seorang ilmuwan jerman bernama “Paul Ehrlich” (1854-1915). Dia menyatakan obat tidak
akan berkerja jika tidak berikatan degan target aksinya dalam tubuh. Sejak itu perkembangan
farmakologi molekuler sangat pesat sekali. Pada penemuan saat itu sangat fenomenal antara
lain: Thomas Renton Elliot (1877-1961)dan Sir Hendri Dale (1875-1968) menjelaskan tentang
konsep transmisi senyawakimia pada sel saraf yang melibatkan neurotransmitter, suatu
senyawa yang memediasi transfer informasi dari satu sel saraf menuju sel saraf lainnya.
Perkembangan penelitian farmakologi molekuler selanjutnya meliputi kloning gen pengkode
beberapa reseptor, kanal ion, protein regulator, enzim metabolisme. Dari penelitian tersebut
dapat diketahui mekanisme nasib obat dan atau aksi obat dalam tubuh secara molekuler.
Mekanisme kerja obat lainnya adalah berikatan dengan reseptor karena sebagian besar obat
berikatan dengan suatu reseptor. Suatu reseptor dapat berinteraksi dengan suatu ligan, antara
lain: hormone-hormon endogen dan neurotransmitter, atau agen-agen pengatur lainnya. Pada
umumnya obat atau ligan dapat bertindak sebagai agonis atau
antagonis. Agonis merupakan analog hormone endogen dan neurotransmitter, artinya agonis
menimbulkan suatu efek biologis, meskipun efek yang ditimbulkannya bias bersifat
menstimulasi atau menghambat.
Agonis yang berbeda mengaktifkan reseptor dengan tingkat efektivitas yang
berbeda pula. Agonis yang menyebabkan atau menstabilkan proses konformasi yang kurang
produktif disebut agonis parsial. Sebaliknya, obat-obatan antagonis adalah agen-agen yang
menghambat efek-efek yang diperantarai oleh reseptor setelah dipicu oleh hormone,
neurotransmitter, atau obat-obat agonis melalui persaingan untuk mendapatkan reseptor.

1

dan peran fisiologis suatu target. semakin banyak yang diketahui tentang struktur. enzim. Adapun uraian dari prinsip kerja obat dapat digolongkan sebagai berikut: Kerja obat secara spesifik yaitu Obat yang bekerja spesifk artinya memiliki lokasi target kerja obat untuk menimbulkan aksi farmakologi tertentu. bukan di tempat berikatannya suatu agonis aslinya (lokasiortosterik) Penemuan obat era modern diawali dengan adanya suatu penyakit dan identifikasi target pengobatan yang bisa dinilai secara kuantitatif untuk menilai pengembangan senyawa. Apa definisi dan contoh obat dari mekanisme kerja obat spesifik dan non spesifik? 2.Obat-obat antagonis adalah penghambat kompetitif bagi agonis dalam mendapatkan reseptor. yang akhirnya menimbulkan perbaikan atau hilangnya suatu kondisi penyakit. Mengetahui mekanisme kerja inhibitor kompetitif pada mekanisme kerja obat spesifik 4. prinsip kerja obat digolongkan menjadi dua. Jelasnya. agen-agen antagonis ditemukan memiliki aktivitas intrinsic negative. semakin besar peluang dihasilkannya produk akhir yang sukses dalam proses penemuan obat tersebut. keberhasilan suatu terapi merupakan hasil langsung dari efektivitas obat melawan targetnya. oksidasi. antara lain : pada reseptor. kanal ion. Namun. Kekhususan target obat sangat penting untuk mengurangi toksisitas. yaitu kerja obat spesifik dan kerja tidak spesifik. fungsi. B. Beberapa target kerjaobatpada tingkat molekuler. Rumusan masalah 1. Apa saja jenis-jenis dari mekanisme kerja obat spesifik dan non spesifik? 3. Mengetahui definisi serta contoh obat dari mekanisme kerja obat spesifik dan non spesifik 2. reduks iatau kelasi. atau bertindak bertolak-belakang dengan agonis dan menurunkan aktivitas reseptor “basal” (tidak tergantung agonis atau constitutive). baru-baru ini. Tujuan 1. dan molekul kecil dan Kerja obat non-spesisik yang berdasarkan sifat kimia adalah berdasarkan asam basa. meskipun kekhususan mutlak (satu obat-satu target) sangat sulit dicapai dan bahkan lebih sulit untuk dibuktikan. Bagaimana dan apa saja inhibitor kompetitif pada mekanisme kerja obat spesifik? 4. Cara garis besar. Pada akhirnya.Sebagian antagonis menjadi perantara efek melalui interaksi dengan lokasi alosterik lain. Mengetahui kerja substrat palsu pada mekanisme kerja obat spesifik 2 . Bagaimana kerja substrat palsu pada mekanisme kerja obat spesifik? C. Mengetahui jenis jenis mekanisme kerja obat spesifik dan non spesifik 3.

kanal ion. massa fisis. senyawa protein plasma. diuretik osmotik. radioaktivitas. senyawa yang digunakan 3 . Mekanisme Kerja Obat Non-spesifik Kerja obat non-spesifik yang berdasarkan sifat fisika adalah aksi yang berdasarkan osmolaritas. radioopasitas atau muatan listrik. JENIS-JENIS MEKANISME KERJA OBAT SPESIFIK DAN NON SPESIFIK 1. Obat yang termasuk dalam golongan ini menimbulkan efek karena sifat osmotiknya. Kerja obat non- spesisik yang berdasarkan sifat fisika adalah aksi yang berdasarkan osmolaritas. reduksi atau kelasi. Aksi obat non-spesifik biasanya melibatkandosis yang besar dalam menimbulkan efek atau respon. Beberapa target kerjaobatpada tingkat molekuler. massa fisis. Obat purgatif salin. oksidasi. antara lain : pada reseptor. enzim. radioaktivitas.DEFINISI Mekanisme kerja obat non spesifik adalah mekanisme kerja obat yang didasarkan sifat fisika kimiawi yang sederhana. dan molekul pembawa. Sedangkan yang berdasarkan sifat kimia adalah berdasarkan asam basa. Mekanisme Kerja obat spesifik adalah Obat yang bekerja spesifik yang artinya memiliki lokasi target kerja obat untukmenimbulkan aksi farmakologi tertentu atau Mekanisme Kerja Obat Yang Diperantarai Reseptor. E. adsorpsi. BAB II PEMBAHASAN D. radioopasitas atau muatan listrik.  Kerja Obat Berdasarkan Sifat Osmolaritas Senyawa yang tidak melintasi membran fisiologi yang permeabel terhadap air cenderung untuk tinggal dalam air hingga kondisi ekuilibrium osmotik tercapai. adsorpsi.Definisi Dan Jenis-Jenis Mekanisme kerja obat A. Pertimbangan utama obat yang beraksi berdasarkan mekanisme fisika kimiawi non-spesifik adalah bahwa obat tersebut tidak menunjukkan efek yang lain pada dosis dimana obat tersebut menghasilkan suatu aksi fisika kimiawi dalam miliu fisiologi yang sesuai. MEKANISME KERJA OBAT NON SPESIFIK DAN MEKANISME KERJA OBAT SPESIFIK TERHADAP ENZIM 1.

Contoh senyawa adalah gentian b. Misal : alkohol dan fenol. Kerja obat non-spesisik yang berdasarkan sifat kimia adalah berdasarkan asam basa. antiseptik dan desinfektan. Contohnya laktulosa akan mengadsorpsi air jika diberikan secara peroral sehingga volumenya mengembang sehingga memacu peristaltik dan purgasi hal ini dimanfaatkan sebagai pencahar  Aksi Obat Berdasarkan Sifat Adsorber Suatu material yang partikelnya mempunyai area permukaan adsorpsi yang luas dapat digunakan untuk pengobatan diarea. Astringen dan senyawa hemostatik tertentu juga beraksi mengendapkan dan denaturasi protein sel.  Aksi Obat Pengendapan Protein Beberapa desinfektan misalnya fenol beraksi dengan mendenaturasi protein mikroorganisme. reduksi atau kelasi. oksidasi. yang digunakan sebagai senyawa pembersih kulit. misalnya Kaolin dan karbon aktif dapat mengadsorpsi racun sehingga dapat digunakan sebagai anti diare  Aksi Obat Berdasarkan Rasanya Senyawa yang mempunyai rasa pahit dapat menginduksi keluarnya asam klorida ke lambung sehingga akan merangsang nafsu makan. Mekanisme kerjanya dengan mengendapkan protein digunakan sebagai desinfektan yg membunuh kuman atau bakteri  Aksi Obat Berdasarkan Barier Fisik Demulsen mengandung gum musilago atau material minyak yang digunakan untuk melapisi membran mukosa yang mengalami inflamasi sehingga dapat menurunkan iritasi. 4 .  Surfaktan Kelompok utama obat-obat surfaktan meliputi sabun. Contohnya : Manitol (pemanis) menyebabkan diuresis osmosis sehingga dapat melancarkan air seni.untuk menurunkan tekanan intraokuler dalam glaukoma. Misalnya beberapa obat yang digunakan untuk penyakit iritasi kerongkongan.  Aksi Obat Berdasarkan Massa Fisis Aksi obat ini menimbulkan efek karena perubahan massa fisis dari obat tersebut.

sehingga toksisitas menurun. senyawa yang mengibahpHurintubular yang digunakan untuk mengubah kecepatan ekskresi dari obat tertentu yang mudah terionisasi.  Senyawa pengkelat Beberapa obat aksinya berdasarkan pembentukan kelat adalah EDTA dapat membentuk kompleks kelat dengan logam-logam. Contoh senyawa ini adalah 131 I pada pengobatan hipertireodisme (radioaktivitas) dan barium sulfat yang dikenal sebagai bubur barium untuk diagnosa gangguan pada saluran pencernaan (radioopasitas). akotinin dan pikrotoksin berdasarkan reaksi oksidasi. sehingga logam-logam tersebut dapat dikeluarkan dari tubuh. Obat yang beraksi dengan menetralisasi kelebihan keasaman atau kebasaan tersebut tergolongan dalam kelompok ini. Beberapa penyakit timbul diakibatkan karena kelebihan keasamaan atau kebasaan di organ tertentu. Akan tetapi pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada beberapa sel.  Senyawa Pengoksidasi Dan Pereduksi Beberapa desinfektan bereaksi sebagai senyawa pengoksidasi. Contohnya : Larutan kalium permanganat konsentrasi rendah digunakan dalam keracunan morfin. protamin dan senyawa polibasa lainnya yang mengantagonis aksi heparin dengan menutupi sifat asamnya. Contoh lain dari obat golongan ini adalah resin yang mengikat anion (kolistiramin) dan kation (polistirensulfonat) dalam traktus intestinal. Beberapa aksi obat yang berdasarkan perubahan potensial redok dalam eritrosit adalah pengobatan methaemoglobin dengan metilenblue dan keracunan karbon monooksida dengan sodium nitrit. Antasida digunakan untuk pengobatan ulser lambung beraksi berdasarkan aktivitas netralisasi asam lambung oleh kemampuan basanya. untuk membantu aksatif. Surfaktan juga digunakan untuk pengobatan flatulen. 5 .Aktivitas antimikroba disebabkan oleh gangguan membran plasma dari mikroorganisme tersebut.  Aksi Obat Berdasarkan Aktivitas Asam Dan Basa Aktivitas asam dan basa dapat digunakan dalam pengobatan suatu penyakit.  Obat Radioaktivitas Dan Radioopasitas Sifat spesifik dari senyawa tersebut (emisi ionisasi radiasi dan absorpsi x-ray) berdasarkan struktur nuklear dari konstituen atom. strychnin.

jika bagian ini diduduki obat maka si reseptor dapat memberi sinyal yang memacu terjadinya efek.  Molekul pembawa Molekul pembawa diperlukan jika ada obat yang poar. akibat kanal natrium di blok (ditutup) maka akan terjadi penurunan eksitabilitas sel dan akan berefek sebagai antikejang. kanal ion Cl . sehingga obat bisa berinteraksi dengan enzim. obat yang polar akan susah menembus membran sehingga obat ini perlu suatu pembawa agar dia bisa menembus membran. Substrat palsu Obat tu bisa menjadi substrat palsu bagi enzim.  Reseptor Reseptor adalah suatu makromolekul seluler yang secara spesifik dan langsung berikatan dengan aonis/ligan untuk memicu signaling kimia antara dan dalam sel sehingga dapat menimbulkan efek. 2. K+. HMG-CoA reduktase inhibitor dan COX Inhibitor. 2. jadi kerja si enzim di hambat dengan obat ini. 6 .akan termodulasi/ terpacu untuk membuka. Contohnya ACE Inhibitor. Ca2+. Inhibitor Kompetitif Obat ini kerjanya menghambat kerja enzim secara kompetitif. Jadi reseptor punya bagian tertentu yang dapat diduduki oleh obat. Jadi obat membohongi enzim. dengan adanya obat tersebut. Pembuka Kanal Obat ini memacu pembukaan kanal ion. Barbiturat dan benzodiazepin digunakan sebagai obat penenang. Jadi fenitoin dapat digunakan sebagai obat anti kejang (antiepilepsi). pengeblok kanal Obat ini mengeblok kanal secara fisik. Contohnya fenitoin mengeblok kanal natrium. jika kanal ion ini terbuka akan menurunkan eksitabilitas sel dan menimbulkan efek sedatif (ngantuk). Xantin oksidase inhibitor. CL-. Contohnya hemikolinium yang dapat menghambat pembawa kolin pada ujung saraf otonom. Obat yang bekerja pada kanal ion dibagi menjadi 2: 1. Protein pembawa ini mempunyai sisi aktif yang spesifik. Contohnya Fluoro urasil dapat mengganti urasil sebagai intermediet pada biosintesis purin sehingga dapat menghambat sintesis DNA dan pembelahan sel kanker pun terhenti ( Fluoro urasil = obat antikanker)  Kanal ion Kanal ion yaitu suatu saluran yang menjadi tempat keluar masuknya ion melalui membran dan kanal ini bersifat selektif terhadap ion tertentu misalnya Na +. MEKANISME KERJA OBAT SPESIFIK  Enzim Obat yang bekerja pada enzim dibagi menjadi 3 berdasar mekanisme aksinya yaitu: 1. Contohnya barbiturat dan benzodiazepin.2. dan enzim mengira kalau obat ini adalah substratnya.

maka pembentukan angiotensin II dapat dicegah sehingga tekanan darah tidak naik. Aldosteron berfungsi untuk meningkatakan retensi natrium dan air sehingga konsentrasi darah akan meningkat yang kemudian meningkatkan tekanan darah. dengan adanya ACE Inhibitor. sehingga vasokonstriksi dan pembentukan aldosterone dapat dihambat. ACE (Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor) Inhibitor merupakan sebuah senyawa obat yang menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II.Renin kemudian akan bersirkulasi di dalam darah dan mengubah angiotensinogen menjadi angiotensin I. MEKANISME KERJA OBAT SPESIFIK TERHADAP ENZIM F. Angiotensin II inilah selanjutnya akan menstimulasi korteks adrenal untuk mensekresikan aldosteron. maka sistem saraf simpatetik akan mulai mengaktifkan sistem ini. Angiotensin I yang melewati paru-paru akan diubah oleh Angiotensin Converting Enzyme (ACE) yang berada di permukanan endotel kapiler paru menjadi angiotensin II. Angiotensin. apabila tekanan darah di dalam tubuh turun. Aldosteron). Dimulai dengan disekresikannya suatu hormon enzimatik yaitu renin oleh sel juxtaglomerular yang terdapat di glomerulus. Aldosteron akan berikatan dengan reseptor yang ada pada sel sehingga memebentuk tambahan channel untuk ion 7 .Angiotensin II merupakan zat yang dapat mengakibatkan vasokonstriksi dan mengaktifkan sekresi aldosteron. Secara normal.dan C. 7Namun.2. Farmakodinamik Salah satu pengaturan tekanan darah di dalam tubuh dikontrol oleh sistem RAA (Renin. INHIBITOR KOMPETITIF  ACE Inhibitor Angiotensin Converting Enzyme Inhibitors (ACE-Inhibitors) atau Penghambat Enzim Konversi Angiotensin adalah golongan obat yang bekerja dengan cara menghambat kerja enzim konversi angiotensin (ACE) secara kompetitif.domain) yang masing-masing memiliki sisi aktif berupa atom Zink. Angiotensinogen merupakan protein plasma yang disintesis oleh hati. ACE ini merupakan metallopeptidaseyang terdiri dari dua homolog catalytic domain yaitu (N.

sehingga tidak terjadi vasokonstriksi dan sekresi aldosteron. akan mencegah angiotensin I berikatan dengan sisi aktif tersebut sehingga tidak terbentuk angiotensin II. Contoh Obat Captopril. benazepril. Kontraindikasi terhadap hipersensitivitas tinggi terhadap ACE Inhibitor dan kehamilan. Selain itu. Terhambatnya metabolism bradykinin inilah yang menyebabkan terjadinya vasodilatasi. dan dan menghambat vascular hypertrophy. Tidak adanya angiotensin II mengakibatkan tidak berjalannya sistem RAA. Efek Samping Batuk kering. quinapril. 8 . dan hiperkalemia. Peningkatan bradykinin dipercaya bertanggung jawab sebagai penyebab batuk kering yang merupakan efek samping dari ACE Inhibitor. lisinopril. ACE Inhibitor ini berperan sebagai inhibitor kompetitif dengan ACE. fosinopril. diabetes mellitus. enalapril.Na+. hipotensi. gagal jantung. Bradykinin merupakan vasodilator yang menyebabkan vasodilatasi. ACE inhibitor juga menghambat metabolisme bradykinin oleh ACE. angioderma. post-myocardial infraction. Kerja ACE Inhibitor adalah menghambat kerja ACE sehingga Angiotensin II tidak terbentuk. mengurangi volume darah (diuretik dan natriuretik). dan moexipril. ACE Inhibitor bisa digunakan sebagai obat hipertensi. Adanya ACE Inhibitor yang berikatan dengan atom Zink pada sisi aktif ACE. Ramipril. trandolapril. sehingga konsntrasi bertambah yang kemudian menyebabkan tekanan darah naik. menghambat aktivitas saraf simpatetik. palpitasi. akibatnya Na+ akan masuk ke dalam sel dan ke darah. Indikasi dan kontraindikasi ACE Inhibitor menyebabkan vasodilatasi arteri dan vena. perindopril. angiotensin II akan berikatan dengan reseptor AT 1 yang berada di otot halus yang berpasangan dengan protein Gq dan IP3 melalui jalur transduksi sinyal sehingga menyebabkan vasokonstriksi arteri dan vena. Selain menyebabkan tidak terbentuknya angiotensin II.

dan gagal jantung kronis.  HMG-CoA reduktase inhibitor 9 . mempunyai durasi kerja yang panjang sehingga cukup diberikan 1 x sehari. disilah antioksidan berfungsi menjaga kesehatan manusia. 6-MP menimbulkan efek yang tinggi untuk leukemia. Enzim xantinoksidase tersebut akan menghidrolisasi allopurinol menjadi aloxantin (oksipurinol). Kerusakan sel karena disebabkan radikal oksigen telah terjadi pada beberapa penyakit. Mekanismenya adalah pada awalnya bertindak sebagai substrat kemudian sebagai inhibitor xantinoksidase. dengan atom N dan C pada posisi 7 dan 8 saling bertukar. Sintesis urat dari hipoxantin dan xantin segera menurun setelah pemberian allopurinol. beberapa diantaranya diuji pada Sloan-KetteringInstitu untuk percobaan antikanker. Allopurinol bekerja dengan cara menghambat enzim xantinoksidase. Selama stress metabolik xantin dehidrogenase berubah secara reversible dan irreversible menjadi bentuk enzim xantinoksidase dan peningkatan pembentukan AMP yang harus di eliminasi secara terus menerus dari sel. digunakan secara luas untuk mengatasi penyakit pirai (asam urat). Penumpukan AMP ini menyebabkan hipoxanthine menumpuk pada intra dan esktra seluler yang menyebabkan aktivitas enzim xantinoksidase semakin tinggi. Peranan xantinoksidase sebagai penghasil radikal oksigen sangat besar selama stress karena efek xantinoksidase memperkecil hambatan kerusakan jaringan. penyakit inflamasi. juga pada oksidasi xantin menjadi asam urat. Saat di identifikasi membuktikan bahwa 6-MP dimetabolisme oleh XantinOksidase. Telah dilaporkan juga bahwa aktivasi neutrofil disebabkan oleh perubahan xantin dehidrogenase menjadi xantin oksidase pada sel endotel. Itu sebabnya konsentrasi hipoxantin dan xantin serum meningkat. Mereka juga menemukan aktivitas antibakteri untuk multiple komponen. Xantin oksidase inhibitor Xantinoksidase adalah enzim yang dapat mengkatalisis oksidasi hypoxanthine menjadi ksantin. dan penyumbatan dapat terjadi karena akumulasi dan adhesi neutrofil pada dinding endotel dan jaringan yang lain dan dalam waktu yang lama dapat menimbulkan iskemia dan nekrosis sel. sedangkan kadar asam urat menurun. Meningkatnya jumlah penelitian selama dekade terakhir juga menyarankan bahwa XO (XanthineOksidase) memainkan peran penting dalam berbagai jenis iskemik dan tipe jaringan lainnya dan kerusakan pembuluh darah. Contoh : Allopurinol merupakan suatu analog hipoxantin.

digunakan untuk menurunkan kolesterol serum sebagai alat untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. dalam mengendalikan kadar gula darah. Enzim ini merupakan target dari obat penurun kolesterol yang tersedia secara luas yang dikenal secara kolektif sebagai statin. tumbuhan dan manusia. yang dikenal secara kolektif sebagai inhibitor HMG-CoA reductase (atau "statin"). NADPH-dependent. HMG-CoA reductase berlabuh di membran retikulum endoplasma. HMGCR yang disingkat secara resmi) adalah enzim pengendali laju (NADH- dependent.34) dari Jalur mevalonate.1. pitavastatin (Livalo). yang memperlambat pembentukan kolesterol oleh setiap sel di tubuh. Obat yang menghambat reduktase HMG-CoA. yang pada gilirannya meningkatkan katabolisme LDL plasma dan menurunkan konsentrasi kolesterol plasma. -inflamasi obat-steroid 10 . dengan lokasi aktif yang terletak di domain terminal karboksil panjang di sitosol. penentu penting aterosklerosis. Dengan demikian. jalur metabolisme yang menghasilkan kolesterol dan isoprenoid lainnya. Bukti yang lebih baru menunjukkannya mengandung delapan domain transmembran. gen HMG-CoA reductase terletak pada lengan panjang kromosom kelima. dan sekarang tersedia sebagai lovastatin generik). namun penurunan aktivitas enzim disebabkan oleh protein kinase AMP. yang merespon peningkatan konsentrasi AMP. Biasanya di sel mamalia enzim ini ditekan oleh kolesterol yang berasal dari internalisasi dan degradasi low density lipoprotein (LDL) melalui reseptor LDL serta spesies kolesterol teroksidasi. dan telah lama dianggap memiliki tujuh domain transmembran. Fungsi dasar insulin dan glukagon adalah mempertahankan homeostasis glukosa. Pada manusia. atorvastatin (Lipitor). salah satu sumber jamur dari mana statin ditemukan. dan simvastatin (Zocor).  COX Inhibitor Siklooksigenase (COX) merupakan enzim yang bertanggung jawab untuk pembentukan mediator biologis penting yang disebut prostanoids . HMG-CoA reduktase aktif saat glukosa darah tinggi. Obat-obatan ini meliputi rosuvastatin (CRESTOR). pravastatin (Pravachol). Vytorin adalah obat yang menggabungkan penggunaan simvastatin dan ezetimibe.1. secara tidak langsung mempengaruhi aktivitas HMG-CoA reduktase.HMG-CoA reductase (3-hydroxy-3-methyl-glutaryl-coenzyme A reduktase. biasanya sekitar 53%. Yang paling aktif adalah monacolin K.88. dari usus. lovastatin (Mevacor). fluvastatin (Lescol). dan juga pada leptin. EC 1. Penghambat kompetitif dari reduktase menginduksi ekspresi reseptor LDL di hati.1. prostasiklin dan tromboksan . Ekstrak nasi ragi merah.1. termasuk prostaglandin . bersamaan dengan ezetimibe mengurangi penyerapan kolesterol. mengandung beberapa molekul penurun kolesterol alami yang dikenal sebagai monacolins. Enzim terkait yang memiliki fungsi yang sama juga terdapat pada hewan. Farmakologi penghambatan COX dapat memberikan bantuan dari gejala inflamasi dan nyeri . EC 1. atau lovastatin (sebelumnya dijual dengan nama dagang Mevacor.

sitokin. Enzim COX-1 adalah enzim yang terlibat dalam produksi prostaglandingastroprotective untuk mendorong aliran darah di gastrik dan menghasilkan bikarbonat. sel vascular endotelial. Penghambatan yang dihasilkan dari prostaglandin dan tromboksansintesis memiliki efek peradangan berkurang. antipiretik (penurun panas). dan antiinflamasi (anti radang). Istilah “non steroid” digunakan untuk membedakan jenis obat-obatan ini dengan steroid. Obat antiinflamasi (anti radang) non steroid. interleukin. sel-sel kanker tidak dapat bertahan hidup. Penghambat COX utama adalah obat-inflamasi non-steroid anti (NSAIDs). dengan mengganggu lingkaran cyclooxygenase. Sebaliknya enzim COX-2 tidak selalu ada di dalam jaringan. COX-1 berada secara terus menerus di mukosa gastrik. tetapi akan cepat muncul bila dirangsang oleh mediator inflamasi. cedera/luka setempat. platelets.anti rokok . renal collecting tubules. Mekanisme kerja NSAID didasarkan atas penghambatan isoenzim COX-1 (cyclooxygenase-1) dan COX-2 (cyclooxygenase-2). serta antipiretik. interferon dan tumor necrosing factor. dengan memotong suplai darah yang diperlukan oleh menghambat COX. Nama “sintase prostaglandin (PHS)” dan “prostaglandin sintetase endoperoxide (PES)” masih digunakan untuk merujuk kepada COX. Efek ini sering merugikan kebanyakan NSAID adalah iritasi pada mukosa lambung sebagai prostaglandin biasanya memiliki peran protektif pada saluran pencernaan. Prostaglandin merupakan molekul pembawa pesan pada proses inflamasi (radang). Klasik COX inhibitor tidak selektif dan menghambat semua jenis COX. sehingga prostaglandin hasil dari COX-1 juga berpartisipasi dalam hemostasis dan aliran darah di ginjal. analgesik antitrombotik dan efek. Beberapa NSAID juga asam yang dapat menyebabkan kerusakan tambahan untuk saluran pencernaan. atau yang lebih dikenal dengan sebutan NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) adalah suatu golongan obat yang memiliki khasiat analgesik (pereda nyeri). NSAID bukan tergolong obat-obatan jenis narkotika. yang juga memiliki khasiat serupa. Siklooksigenase (COX-2) menjaga pembuluh darah agar terbuka dan mengalir di daerah-daerah dimana ada kerusakan jaringan atau pembengkakan yang sering terjadi pertumbuhan kanker sekitar tertentu. seperti aspirin dan ibuprofen . Blokade COX-1 (terjadi dengan NSAID nonspesifik) tidak diharapkan karena mengakibatkan tukak lambung dan meningkatnya risiko pendarahan karena adanya 11 . mengerahkan efek mereka melalui penghambatan COX. Prinsip mekanisme NSAID sebagai analgetik adalah blokade sintesa prostaglandin melalui hambatan cyclooxcigenase (Enzim COX-1 dan COX-2). Sekali lagi. Enzim cyclooxygenase ini berperan dalam memacu pembentukan prostaglandin dan tromboksan dari arachidonic acid.

Walaupun paradigma COX-2 memiliki keunggulan. NSAID nonspesifik menembus bagian enzim yang aktif pada kedua enzim COX-1 dan COX-2 dan menghalangi masuknya substrat asam arakhidonat. COX-2 memiliki sifat konstitutif di ginjal. Mekanisme analgesik COX-2 inhibitor tidak dapat dianggap sepele. dan tidak mempengaruhi COX-1. dan jika dilepaskan oleh mukosa lambung bersifat sitoprotektif. Perlindungan lambung oleh COX-1 dan gastropati melalui hambatan COX-1 tidak sesederhana itu. COX-2 di indus oleh adanya luka di lambung dan terlihat dipinggir tukak pada manusia. hanya mempunyai efek antiinflamasi dan analgesik Ada 3 jenis obat golongan NSAID: 1) COX-1 selective inhibitor. COX-1 di trombosit. maka berfungsi sebagai anti trombogenik. dimana saat prostasiklin dilepaskan oleh endotel vaskular. mengaktivasi produksi prostasiklin. dan ditribusi intrarenal dan regulasi pengaturan kadar garam dianggap bahwa COX-2 membantu pengaturan hemodinamika ginjal pada beberapa situasi. Golongan obat NSAID yang punya kecenderungan menghambat aktivitas COX-2.hambatan agregasi platelet. yang dapat menginduksi produksi tromboksan A2. bahkan pada kondisi noninflamatori Perbandingan COX-1 dan COX-2 COX-1 memiliki fungsi fisiologis. contohnya aspirin dan parasetamol. contohnya celecoxib. Hambatan dari COX-2 spesifik dinilai sesuai dengan kebutuhan karena tidak memiliki sifat di atas. Aktivitas COX-2 menguntungkan fungsi ginjal. 2) COX-2 selective inhibitor. Konsentrasinya stabil. COX-1 berfungsi dalam menginduksi sintesis prostaglandin yang berperan dalam mengatur aktivitas sel normal. atau nama patennya celebrex. menyebabkan agregasi trombosit yang mencegah terjadinya perdarahan yang semestinya tidak terjadi. Aktivitas COX-2 di mukosa lambung akan membantu pada beberapa situasi. dan COX-2 inhibitor menghambat penyembuhan tukak pada manusia dan binatang . 3) Non-selective COX inhibitor. Sebaliknya COX-2 inhibitor lebih poten menghalangi COX-2. contohnya asam mefenamat. Yaitu obat golongan NSAID yang cenderung menghambat aktivitas COX-1. ada beberapa isu dan observasi tentang enzim. sebab COX-2 inhibitor mengurangi rasa nyeri. dan hanya sedikit meningkat sebagai respon terhadap stimulasi hormon atau 12 . Obat NSAID golongan ini menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2.enzim COX dan NSAID yang harus dicermati dan dapat menyebabkan implikasi keamanan COX-2 inhibitor. NSAID nonspesifik dan COX-2 inhibitor memperlihatkan perbedaan mekanisme.

akan mempunyai efek sebagai anti inflamasi dengan efek samping lebih rendah pada lambung dan ginjal. yang berarti memiliki rasio aktivitas COX-2/ COX-1 lebih rendah. maka semakin besar pula efek samping gastrointestinalnya. Dari penelitian epidemiologi yang membandingkan rasio COX-2/ COX-1. Aspirin memiliki selektivitas sangat tinggi terhadap COX-1 daripada COX-2. NA dibentuk dari dopamin oleh enzim dopamin b-hidroksilase. Piroksikam dan indometasin memiliki toksisitas tertinggi terhadap saluran gastrointestinal. Penghambat COX-1 dan COX-2 Masing-masing NSAID menunjukkan potensi yang berbeda-beda dalam menghambat COX-1 dibandingkan COX-2. 2. Fluorourasil mengganti urasil sebagai intermediet pada biosintesis purine. sedikit atau bahkan tidak ditemukan COX-2 pada sel istirahat. dapat berinteraksi dengan timifilat sintetase namun tidak mngahasilkan DTMP. sehingga efek terhadap gastrointestinal relatif lebih tinggi. Timidilat tersebut digunakan dalam proses sintesis purine atau sintesis DNA sel. Dalam sistem syaraf simpatik . SUBSTRAT PALSU 1. Dalam tubuh fluorourasil diubah menjadi fluorodeoksiuridin monofosfat ( FDUMP). akan tetapi bisa meningkat drastis setelah terpajan oleh bakteri lipopolisakarida. terdapat korelasi setara antara efek samping gastrointestinal dengan rasio COX-2/ COX-1. Metildopa suatu obat antihipertensi golongan central blockers.Peningkatan tekanan darah salah satunya dipacu oleh aktivitas syaraf simpatik pada organ kardiovaskuler dengan melibatkan noradrenalin ( NA). Pada proses normal . faktor pertumbuhan. Induksi COX-2 menghasilkan PGF2 yang menyebabkan terjadinya kontraksi uterus pada akhir kehamilan sebagai awal terjadinya persalinan. Kedua obat ini memiliki potensi hambat COX-1 yang lebih tinggi daripada menghambat COX-2. Normalnya. sitokin atau faktor pertumbuhan. Hal inilah yang menjelaskan adanya variasi dalam timbulnya efek samping NSAID pada dosis sebagai anti inflamasi. Hal ini mengakibatkan penghambatan sintesis DNA dan pada akhirnya pembelahan sel terhenti. Semakin besar rasio COX-2/ COX-1. meskipun COX-2 dapat ditemukan juga di otak dan ginjal. urasil dalam 2-deoksiuridilat ( DUMP) diubah menjadi 2-deoksitimidilat ( DTMP) melalui enzim timidilat sintetase. Obat yang potensinya rendah dalam menghambat COX-1. Dopamin 13 . Obat antikanker fluorourasil merupakan suatu contoh obat yang beraksi sebagai substrat palsu. G. senyawa ini kan mengalami transformasi kimia untuk membentuk produk abnormal yang mengganti jalur metabolisme yang normal. Pada pemberian fluorourasil.

Aktifitas pada reseptor a2 adrenergik menyebabkan penghambatan pelepasan noradrenalin dari sistem syaraf simpatik.sendiri dibentuk dari dopa oleh enzim dopa dekarboksiloase. Metil- noradrenalin merupakan agonis a2 adrenergik. Pada pemberian metildopa. 14 . senyawa tersebut dapat berinteraksi dengan enzim tersebut sehingga tidak terbentuk noradrenalin namun membentuk metil-noradrenalin.

yaitu : oksidoreduktase.2. yaitu sebagai biokatalisator dan modulator. produk/hasil reaksi. Untuk dapat bekerja pada suatu zat atau substrat harus ada hubungan atau kontak antara enzim dengan substrat (kompleks enzim-substrat). 3. . Hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat. Pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim. . Kesimpulan Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. hidrolase. Enzim digolongkan menurut tipe reaksi yang diikutinya dan mekanisme reaksi. arginase dan lain-lain.Pro-drug. misalnya urease. dan ligase. liase. Hampir semua enzim merupakan protein. disebut produk.pada enzim dibagi menjadi 3 berdasarkan mekanisme aksinya :1. Koenzim adalah kofaktor berupa molekul organik kecil yang mentranspor gugus kimia atau elektron dari satu enzim ke enzim lainnya.Substrat Palsu. sedangkan masing-masing enzim diberi nama menurut substratnya. . isomerase.Inhibitor kompetitif. dan inhibitor. konsentrasi substrat. pH. tranferase. Secara umum enzim berfungsi sebagai katalis dan memiliki peranan penting dalam reaksi metabolisme. dan enzim mengubah molekul tersebut menjadi molekul-molekul yang berbeda. suhu. aktivator. Enzim dapat digolongkan berdasarkan tempat bekerjanya dan cara bekerjanya Obat yang bekerja. molekul awal reaksi disebut sebagai substrat. BAB III PENUTUP H. 15 . Penggolongan enzim berdasarkan atas reaksi kimia dimana enzim memegang peranan. yaitu konsentrasi enzim. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim.

farmakologi molekuler. At a Glance Farmakologi Medis Edisi Kelima. Farmakologi dan Terapi edisi 5. Edisi Kelima. M. Jakarta : Penerbit Erlangga.J. Kenakin. Gunawan. 2009. Penerbit Erlangga. Jakarta. M. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 16 . 2006. Molecular pharmacology: a short course. 2010. Gan Sulistia. Neal. Daftar Pustaka Biomed.2013. Jakarta.egcbukukedokteran:jakarta. Terry. 1997.Inc. Farmakologi Medis. BlackwellScience. Neal.I.G. B. Edisi X.J. Salemba Medika.. 2006.syamsuddin. Katzung.