You are on page 1of 27

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK WIJAYAKUSUMA

NOMOR : 039/ PER.DIR / RSKIA.WK / /XII / 2016
Tentang
PEDOMAN PELAYANAN INSTALASI RAWAT JALAN

DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK WIJAYAKUSUMA

Menimbang : a. bahwa untuk mendukung terwujudnya pelayanan Rumah
Sakit Khusus Ibu dan Anak Wijayakusuma yang sesuai
standar, maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan
Instalasi Rawat jalan.
b. bahwa agar pelayanan Instalasi Rawat jalan dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya pedoman
pelayanan Instalasi Rawat jalan di Rumah Sakit Khusus
Ibu dan Anak Wijayakusuma;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam a dan b, perlu ditetapkan dengan
Peraturan Direktur Rumah Sakit di Rumah Sakit Khusus
Ibu dan Anak Wijayakusuma.

Mengingat : 1. Undang–undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan.
2. Undang–undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit.
3. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor :
1333/MENKES/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan
Rumah Sakit.
4. Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 Tahun 2008
Tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Tentang Izin Dan
Penyelenggaraan Praktik Perawat.
6. Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor
1464/MENKES/PER/X/2010 Tentang Izin Dan
Penyelenggaraan Praktik Bidan.

MEMUTUSKAN

Kesatu : PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS IBU
DAN ANAK WIJAYAKUSUMA TENTANG PEDOMAN

PELAYANAN INSTALASI RAWAT JALAN.

Kedua : Pedoman pelayanan Instalasi Rawat Jalan dimaksud
Diktum Kesatu sebagaimana terlampir dalam Lampiran
Peraturan ini.

Ketiga : Pedoman pelayanan Instalasi Rawat jalan dimaksud
Diktum Kedua digunakan sebagai acuan dalam
penyelenggaraan pelayanan Instalasi Rawat Jalan.

Keempat : Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Kebumen
Pada tanggal : 28 Desember 2016

Direktur Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Wijayakusuma dr. Primadiati Nickyta Sari .

.

Tujuan 1. kebersihan toilet maupun dari sumber daya manusia yang bertugas ditempat pelayanan kesehatan tersebut harus profesional. LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK WIJAYAKUSUMA NOMOR : 039/PER. B. yang diharapkan pasien maupun keluarga pasien adalah sebagai tempat pemberi informasi yang jelas sebelum pasien mendapatkan tindakan / pelayanan berikutnya bahkan sampai memerlukan rawat inap. Dalam pertumbuhan dan perkembangannya serta tuntutan masyarakat akan pemenuhan kesehatan yang prima maka instalasi rawat jalan sampai tahun ini menambah pelayanan diantaranya Poli Anak. kenyamanan ruang tunggu. Pelayanan kesehatan di instalasi rawat jalan dapat berjalan dengan baik berdasarkan SPO sehingga keselamatan pasien dapat dimaksimalkan. puskesmas. 2.DIR/RSKIA. Terwujudnya penyelanggaraan pelayanan kesehatan di instalasi rawat jalan dengan mutu tinggi serta mengutamakan keselamatan pasien. klinik swasta maupun dokter praktek sesungguhnya tidak hanya memberikan pelayanan medis profesional namun juga memberikan pelayanan umum kepada masyarakat. Poli kebidanan. Selain itu instalasi rawat jalan sebagai salah satu tempat pelayanan yang pertama. Pelayanan kesehatan seperti rumah sakit. Selain mendapatkan pelayanan kesehatan sebaik- baiknya. Poli umum. Ruang Lingkup Pelayanan . instlasi rawat jalan berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan dan berusaha memenuhi segala aspek mutu kesehatan. 4. harapan pasien adalah mendapatkan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya dan dengan waktu sesingkat-singkatnya. C. antrian yang tidak terlalu lama. Menciptakan instalasi rawat jalan dengan pelayanan yang nyaman dan lingkungan yang aman. Sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan Instalasi Rawat jalan. pasien dan keluarga juga mengharapkan kenyamanan dan keamanan baik dari segi petugas yang cekatan. 3.WK/XII/2016 TENTANG PEDOMAN PELAYANAN INSTALASI RAWAT JALAN BAB I PENDAHULUAN A. Poli Kandungan. Latar Belakang Pada saat pasien berkunjung ke sebuah pelayanan kesehatan. Sebagai bagian dari rumah sakit. serta tidak menutup kemungkinan pelayanan ini akan terus bertambah.

1. 4. konsultasi kandungan / alat kontrasepsi. . 6. Poli Gizi dimana didalamnya mencakup pelayanan konseling gizi. Penyimpanan dan penggunaan KIUP. Poli Umum dimana didalamnya mencakup pelayanan pemeriksaan dan penentuan diagnosa dan yang memeriksa adalah dokter umum. Ruang lingkup pelayanan klinik umum : Memberikan pelayanan dengan lingkup yang terbatas yaitu pasien dengan diagnosa yang ringan dan di periksa oleh dokter umum. 3. Penyedia informasi jumlah kunjunagan pasien rawat jalan. E. Instalasi laboratorium dimana didalamnya mencakup pelayanan penjunjang medik yang bertujuan untuk memperkuat diagnosa seatu penyakit sehingga dapat ditangani secara cepat oleh dokter. KIB. Pelayanan Penunjang medik : 1.A. Pemberi dan pencatat nomor rekam medis sesuai dengan kebijakan penomoran yang ditetapkan.Obgyn. Registrasi dan Petugas rekam medis : 1. Yang akan melayani adalah dokter spesialis radiologi (Sp. Administrasi : 1. Undang–undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Poli Obgyn dimana didalamnya mencakup pelayanan pemeriksaan kehamilan. d. D. 2. 2. Menerima pendaftaran dari bagian registrasi untuk didata dan membagi pendistribusian ke poli pelayanan yang di tuju. 2. 3. sebagai data dasar pasien. Menerima pembayaran baik pembayaran pendaftaran. 4. Poli Anak dimana didalamnya mencakup pelayanan pemeriksaan. c. Penyedia dokumen rekam medis baru untuk pasien baru.yang akan di layani oleh instalasi Gizi. Penyedia dokumen rekam medis lama untuk pasien lama melalui bagian filing. penentuan diagnosa. Poli Farmasi dimana didalamnya mencakup pengobatan yang berlebihan dibanding yang diindikasikan secara medis b. KIUP dan buku register pendaftaran pasien rawat jalan.dokter yang melayani adalah dokter Sp. Pencatatan identitas pasien dalam formulir rekam medis rawat jalan. pembayaran biaya tindakan dsb. 2. yang melayani adalah dokter Sp. 3. tindakan pemasangan dan lepas alat kontrasepsi iud.penentuan diagnosa serta pelayanan imunisasi.Rad). Instalasi Radiologi dimana didalamnya mencakup pelayanan menunjang medik yang memberikan layanan pemeriksaan radiologi dengan hasil pemeriksaan berupa foto/ gambar untuk membantu dokter yang merawat pasien dalam penegakan diagnosis. 5. Ruang lingkup pelayanan klinik spesialistik : Memberikan pelayanan kepada pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut dengan dilayani oleh dokter spesialis. 7. Batasan Operasional a. Mendata jumlah pasien untuk tiap tiap dokter. Penditribusian dokumen rekam medis untuk pelayanan rawat jalan. Pelayanan Poliklinik : 1. 2. Landasan Hukum 1. 5.

Undang–Undang Republik Indonesia No 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Kepala Instalasi rawat jalan Adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam perencanaan dan penyelenggaran pelayanan yang pertama kali diterima pasien atau keluarganya sehingga baik buruknya mutu pelayanan akan dinilai di sini. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 4. BAB II STANDAR KETENAGAAN A. 2. 6.02/MENKES/148/I/2010 Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Perawat. Mutu . 5.129 / MenKes / SK / II / 2008 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit. Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 1464/MENKES/PER/X/2010 Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Bidan. 3.02. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. Kualifikasi Tenaga Instalasi Rawat Jalan 1.

g. Kondisi fisik : sehat jasmani dan rohani . Berkepribadian dan berakhlak baik.pelayanan meliputi kecepatan. kelengkapan. Memiliki sertifikat pelatihan teknis dan manajemen kesehatan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan. Memiliki integritas. 3. Berkepribadian dan berakhlak baik. dedikasi. Berkepribadian dan berakhlak baik. c. Memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik. e. motivasi yang tinggi terhadap institusi dan pekerjaannya. motivasi yang tinggi terhadap institusi dan pekerjaannya. Sertifikat Kompetensi Ahli. kenyamanan ruang tunggu dan lain-lain. Kondisi fisik : sehat jasmani dan rohani d. b. efisien serta profesional. b. f. ketepatan. kejelasan informasi. Kondisi fisik : sehat jasmani dan rohani d. g. Sertifikat Kompetensi Ahli. Pendidikan D3 Keperawatan. loyalitas. c. Pendidikan SMK dan sederajat. pedoman pokok dan kebijakan lain terkait tugasnya di pemeliharaan sarana rumah sakit. Koordinator Rekam medis rawat jalan. Institusi pendidikan bekerjasama dengan Departemen Kesehatan RI. f. Pendidikan D3 Rekam medis. Persyaratan jabatan : a. dedikasi dan hubungan intern dan antar personal yang baik. Staf Pelaksanaan Adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan rawat jalan yang efektif. Memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik. c. h. efisien serta profesional. Diutamakan memiliki pengetahuan dan pengelaman dibidangnya minimal 1 (satu) tahun. Diutamakan memiliki pengetahuan dan pengelaman dibidangnya minimal 1 (dua) tahun. e. e. f. 4. Memiliki integritas. Persyaratan jabatan : a. c. loyalitas. Persyaratan jabatan : a. Adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan dan penyediaan rekam medis pasien rawat jalan yang efektif. Memahami peraturan. g. Memiliki tanggung jawab. yang dilaksanakan oleh Organisasi profesi Patologi Klinik. Persyaratan jabatan : a. Kondisi fisik : sehat jasmani dan rohani d. dedikasi. Sertifikat Kompetensi Ahli. Minimal D3 atau sederajat. Memiliki motivasi kerja dan loyalitas yang tinggi terhadap instansi. Register pendaftaran Adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan. Memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik. Dokter b. b. 2.

b. e. Kepala instalasi rawat jalan a. f. Kondisi fisik : sehat jasmani dan rohani d. g. Berkepribadian dan berakhlak baik. motivasi yang tinggi terhadap institusi dan pekerjaannya. Memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik. Melakukan pencatatan pengcodingan diagnose pasien. c. Melakukan pencatatan dan pelaporan pasien rawat jalan. g. dedikasi. Sertifikat Kompetensi Ahli. e. Memiliki integritas. Mendokumentasikan hasil anamnesa pasien pada rekam medis rawat jalan. Pengaturan Jaga . motivasi yang tinggi terhadap institusi dan pekerjaannya. B. Registrasi atau pendaftaran a. c. 5. Bertanggung jawab kepada direktur rumah sakit atas kelancaran pelaksanaan dan pengembangan pelayanan Rawat jalan. Distribusi Ketenagaan Jumlah staf Instalasi Rawat Jalan di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Wijayakusuma mempunyai tugas masing. dedikasi. d. tinggi badan dan keluhan yang diderita. Menangani sistem pendataan pasien rawat jalan di unit rawat jalan. Diutamakan memiliki pengetahuan dan pengelaman dibidangnya minimal 1 (satu) tahun.masing sebagai berikut : 1. Bertanggung jawab kepada direktur rumah sakit atas pemasukan dan pengeluaran keuangan Instalasi Rawat jalan. b. Administrasi. b. Administrasi Adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan administrasi rawat jalan. a. c. staf Pelaksanaan a. Menangani sistem pencatatan dan pembayaran seluruh biaya terkait dengan pasien rawat jalan di unit rawat jalan. Memiliki integritas. Diutamakan memiliki pengetahuan dan pengelaman dibidangnya minimal 1 (satu) tahun. Memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik. b. Pelayanan rawat jalan rumah sakit dan pelayanan pendidikan. Melakukan kegiatan anamnesa setiap pasien yang terdaftar di poli spesialis anak antara lain berat badan. b. e. d. Melakukan penomoran dan filling dokumen rekam medis pasien. Persyaratan jabatan : a. Menangani sistem pencatatan pendataan pasien rawat jalan di unit rawat jalan. b. Berkepribadian dan berakhlak baik. f. loyalitas. pelatihan di instalasi rawat jalan. Pelaksana Rekam medis a. Pendidikan minimal D3 ekonomi. Melakukan pencatatan dan pelaporan mengenai keluar masuknya uang di unit rawat jalan C. d. loyalitas. c.

d 21.00 WIB Minggu Pukul 14.d 14. M.00 Administrasi Minggu Pagi WIB  1 perawat  1 petugas Rekam Medis  1 Kasir atau Pukul 04.d 07.00 s.00 Senin s.00 s. Poliklinik spesialis anak Hari Waktu Nama Dokter Senin s. Poliklinik kebidanan Hari Waktu Nama Dokter .00 s.00  1 petugas Rekam Medis Senin s.00 s. H.00 s.d 14.a) Shift kerja di Instalasi Rawat jalan terbagi menjadi 3 (tiga) shift yaitu : Hari Waktu  1 Petugas Pendaftaran Pukul 07.00 WIB Sesuai Jadwal Pukul 07.d sabtu  1 Kasir atau WIB Administrasi  1 perawat Senin s.Si.d 11. Sugijanto.A WIB 2.d 10.00 dr.00 WIB Senin s.Sugijanto.00 WIB 3..00  1 Kasir atau Administrasi minggu WIB  1 perawat  1 Kasir atau Pukul 07..d 21.d Kamis dan Pukul 07.00 s. H.d sabtu dan Pukul 21.d Jumat dr.d 11.d 21. Poliklinik umum Hari Waktu Nama Dokter Pukul 07.00 s.00 s. H.30 Jum’at dr.Sp. Wahyu A.d 20 00 Senin s.00 s.00 Administrasi atau Rekam Minggu Sore WIB Medis  1 perawat b) Waktu Pendaftaran 1.A Sabtu WIB Pukul 07.d sabtu WIB  1 Kasir atau Administrasi  1 perawat  1 Petugas Pendaftaran  1 petugas Rekam Medis Pukul 04.d Sabtu Pukul 14.00 s.d 21.00 s.Sp.A WIB Pukul 16.d 11. Sp.00 s.

00 s.d 16. Lesi Sp. SpOG 4.00 WIB Senin dan Rabu Sesuai Jadwal Pukul 17.00 s. Instalasi Gawat Darurat (IGD) Pasien rawat jalan melalui IGD buka 24 jam.00 dr. Pukul 08.d 16.d 12. Kamis dan Sabtu Pukul 14.00 s. Suroso.00 s. .Rad (USG) 5.00 WIB Kamis Pukul 14. Layanan Radiologi dan USG Hari Waktu Nama Dokter Senin-Sabtu Pukul 07. 00 WIB Petugas Rontgen (RADIOLOGI) Selasa.00 s.d 21. 00 WIB dr.d 19.

Poli Obgyn  Meja kerja  Kursi dokter  Kursi pasien  Tempat tidur periksa pasien  Mesin USG  Meja peralatan medis  Stetoscop  Alat tulis v. BAB III STANDAR FASILITAS A.spidol warna.  Meja komputer dan registrasi. Standar fasilitas Kelengkapan alat dalam instalasi rawat jalan Rumah sakit khusus ibu dan anak wijayakusuma terdiri dari : i.lem ) ii.Meja anamnesa  Meja kerja  Kursi  Tensimeter suhu badan  Timbangan dan alat ukur tinggi badan  Alat Tulis iii.staples.Klinik dokter umum  Meja kerja  Kursi dokter  Kursi pasien  Tempat tidur periksa pasien  Meja peralatan medis  Tensimeter suhu badan  Stetoskop  Senter  Tongue spatel  Alat tulis iv. Area Lingkup Kerja terlampir B. Registrasi.Poli Spesialis anak  Meja kerja  Kursi dokter  Kursi pasien  Tempat tidur periksa pasien  Meja peralatan medis .  komputer  Kursi  Telepon  Alat tulis ( balpoint.

nat lantai bersih 7. tidak bernoda. anyir b. tidak buram. tidak ada sarang laba – laba. tidak berkarat h. tidak ada sampah f. mengkilat (sesuai aslinya) g. Kaca Bersih. tidak basah. tidak kusam e. tidak berdebu 3. Kran Tidak berkarat. tidak ada bercak air di sekelilingnya. Plafond Bebas dari kotor. tidak ada noda. tidak kusam. tidak berdebu 5. Kaca Cermin Bening.  Stetoskop  Alat tulis  Tensimeter suhu badan  Tongue spatel  Lemari administrasi C. frame kaca bersih 4. tidak bernoda. Furniture Bersih. terang. tidak basah. tidak bau . Keset Tidak berdebu. bening. tidak bau d. Meja komputer dan pendaftaran Bersih. tidak bernoda. Lantai Bersih. tidak ada sarang laba – laba. tidak ada noda. tidak bernoda. tidak berdebu. tidak bau. 2. kering. tidak berdebu. jelas. tidak berdebu. pesing. tidak ada sampah. Pintu/Handle Bersih. tidak basah c. Ruang Tidak berbau. Saklar & Stop Kontak Bersih. Lantai Bersih. Kloset Mengalir lancar. Toilet a. tidak bernoda. tidak berdebu dan rapi. tidak ada sarang laba – laba 6. tidak bernoda. Standar Kebersihan 1. tidak bernoda. Urinoir Bersih. tidak basah. tidak ada noda. tidak ada sampah. bila diusap tidak membekas. tidak ada kotoran. tidak bau. tidak bernoda.

. tidak banjir. bila diusap tidak membekas b. Pelaksanaan pelayanan rawat jalan (poli klinik) dimulai jam 08. 2. 3. Pelayanan rawat jalan dilakukan oleh dokter spesialis dan dokter umum. 4. 6. Pelayanan gizi dilakukan oleh ahli gizi. tidak ada sampah. Halaman Bersih. 8. tidak ada bercak 9. Instalasi rawat jalan bertanggung jawab terhadap perencanaan dan penyenggaraan serta pelaksanaan rawat jalan di rumah sakit. tidak bernoda.30 WIB. yang diharapkan pasien maupun keluarga pasien adalah sebagai tempat pemberi informasi yang jelas sebelum pasien mendapatkan tindakan / pelayanan berikutnya bahkan sampai memerlukan rawat inap. Railing Tidak berdebu. Setiap petugas instalasi rawat jalan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Wijayakusuma melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan kompetensi masing-masing. Tangga a. tidak bernoda. 5. Instalasi rawat jalan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Wijayakusuma adalah instalasi rawat jalan sebagai salah satu tempat pelayanan yang pertama. Handle Tidak berdebu. tidak kotor tanah BAB IV KEBIJAKAN PELAYANAN 1.

Setiap pelaksanaan instalasi rawat jalan di rumah sakit Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Wijayakusuma harus dilengkapi dengan: a. 11. maka segera melakukan pembayaran di bagian administrasi atau kasir kemudian surat pengantar diantarkan ke poli atau instalasi penunjang medik yang dituju (laboratorium dan radiologi). Sistem komunikasi baik internal maupun eksternal. pencatatan dan pelaporan program pelaksanaan instalasi rawat jalan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Wijayakusuma. 12.7. Evaluasi. Manual operasional yang jelas e. 10. Setiap pekerja harus melakukan pemeriksaan kesehatannya secara berkala. 9. sedangkan pasien yang memerlukan pemeriksaan darah secara lengkap dan perlu ke radiologi. Setelah pasien menyelesaikan tahap pemeriksaan dokter selanjutnya pasien menunggu didepan administrasi dan menuju farmasi untuk pengambilan obat. b.Staf instalasi rawat jalan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Wijayakusuma harus dikelola oleh tenaga yang memiliki pengetahuan dan pelatihan komunikasi efektif yang memadai. 8.setelah terregister pasien siap ke pelayanan anamnesa yang terdiri dari timbang badan. ukur suhu tubuh. Sertifikasi d. Setelah menerima list dari bagian rekam medik. Penyediaan alat pemadam api / kebakaran. Pedoman dan standar prosedur pelayanan Rawat jalan. petugas registrasi akan memasukan data rawat jalan untuk ke pelayanan dokter yang di tuju. tensimeter selanjutnya pasien siap untuk diperiksa dokter sesuai antrian. c.setelah semua hasil laboratorium dan radiologi jadi baru pasien siap di periksa dokter. BAB V TATALAKSANA PELAYANAN A. b) Lingkup pelayanan pasien BPJS . Setiap lingkungan kerja di dalam rawat jalan harus dilakukan pemantauan atau monitoring kualitas lingkungan kerja secara berkala. Lingkup Pelayanan a) Lingkup pelayanan pasien umum. Pelaksanaan Instalasi rawat jalan rumah sakit harus sesuai dengan prosedur dan metode instalasi.

lain D Jalan Persyaratan administrasi pasien umum 1.setelah terregister pasien siap ke pelayanan anamnesa yang terdiri dari timbang badan. ukur suhu tubuh. maka segera melakukan Registrasi ulang di bagian administrasi atau kasir kemudian surat pengantar diantarkan ke poli atau instalasi penunjang medik yang dituju (laboratorium atau radiologi). Alur Pelayanan Pendaftaran Gawat Darurat Konsultasi Pemeriksaaan dokter Pemeriksaan penunjang Laboratorium Rawat Rawat Rontgen IG Inap Lain . sedangkan pasien BPJS yang memerlukan pemeriksaan darah secara lengkap dan perlu ke radiologi.setelah semua hasil laboratorium dan radiologi jadi baru pasien siap melakukan konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter. Membayar pendaftaran . B. Setelah pasien menyelesaikan tahap pemeriksaan dokter selanjutnya pasien BPJS mendapatkan Copy Resep dan bukti pelayanan rawat jalan BPJS serta surat kontrol kemudian pasien diarahkan untuk menuju farmasi untuk mengambilan obat. Kartu berobat 2. Setelah persyaratan pasien BPJS Lengkap (surat rujukan untuk pertama kali menggunakan BPJS. Kemudian petugas registrasi akan memasukan data rekam medis rawat jalan pasien . Kartu keluarga dan Fotocopy KTP Salah satu orang tua yang diserta masing2 satu lembar). Fotocopy Kartu BPJS. tensimeter selanjutnya pasien siap untuk diperiksa dokter sesuai antrian.

1 Bagan Alur pasien rawat jalan . Apoti k Persyaratan administrasi pasien BPJS 1. Membawa Rujukan dari Faskes tingkat pertama. 4. Fotocopy KTP salah satu orang tua dan Fotocopy KK masing-masing 1 V. Membawa persyaratan yang terdiri dari : Fotocopy Kartu BPJS. Membawa Kartu BPJS Pulan terkait g 3. Kartu berobat 2.

mengurus pembelian peralatan. 1 2. Tensimeter suhu badan 1 4. Meja kerja 1 2. BAB VI LOGISTIK Keperluan logistik di Instalasi Rawat Jalan bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pendukung. Alat tulis 2 set lengkap b. Meja komputer atau meja registrasi. Alat tulis 1 set lengkap . Ketersediaan Logistik rawat jalan : a. Registrasi No Persediaan barang Jumlah barang 1. pengadaan barang dan peralatan di rumah sakit. Telepon 1 4. alat ukur tinggi badan bayi 1 8. Timbangan berat badan bayi 1 6. Timbangan berat badan dewasa 1 5. Meja anamnesa No Persediaan barang Jumlah barang 1. Computer 1 3. mengurus inventaris barang yang keluar dan masuk. alat ukur tinggi badan dewasa 1 7. Kursi 1 3. Kursi 3 5.

Alat tulis 2 bulp oin dan pensil d. Mesin USG 1 10. Alat tulis 2 bulpoin dan pensil . Tongue spatel 1 10. Tempat tidur periksa pasien 1 5. Klinik obgyn (kebidanan/kandungan) No Persediaan barang Jumlah barang 1. Klinik dokter umum No Persediaan barang Jumlah barang 1. c. Meja kerja 1 2. Tensimeter suhu badan 1 7. Senter 1 9. Meja peralatan medis 1 6. Tensimeter suhu badan 1 7. Tempat tidur periksa pasien 1 5. Meja peralatan medis 1 6. Kursi pasien 2 4. Stetoskop 1 8. Kursi dokter 1 3. Meja kerja 1 2. Senter 1 9. Kursi pasien 2 4. Stetoskop 1 8. Kursi dokter 1 3.

Klinik Spesialis Anak No Persediaan barang Jumlah barang 1. Tensimeter suhu badan 1 7. Kursi pasien 2 4. Lemari administrasi 1 11. Tongue spatel 1 10. Alat tulis 2 bulpoin dan pensil . Meja peralatan medis 1 6. Senter 1 9. Tempat tidur periksa pasien 1 5. e. Meja kerja 1 2. Stetoskop 1 8. Kursi dokter 1 3.

Ny. Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat 3. dalam hal ini target yang harus terpenuhi adalah 100 %.yang dimaksud tidak tepat apabila salah ketik. inhalasi ). Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit 2. kegiatan ini dilakukan melalui monitoring indikator mutu pelayanan tiap unit kerja terutama yang terkait dengan pelaksanaan patient safety. tepat waktu dan tepat dokumentasi. identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien. Tujuan 1.An ) salah jenis kelamin dan salah alamat. Tatalaksana Keselamatan Pasien Keselamatan pasien merupakan salah satu kegiatan rumah sakit yang dilakukan melalui assasmen risiko.  Terpasang gelang identitas bagi pasien yang akan rawat inap. Kejadian tidak diharapkan C. tindakan preventif. dalam hal ini target yang harus terpenuhi adalah 100 % Label identitas tidak tepat apabila tidak terpasang. Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan. target yang harus terpenuhi 100 %. Menurunnya Kejadian Tidak Diharapkan ( KTD ) di rumah sakit 4. salah penulisan gelar ( Tn. kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko. rektal.  Bagi perawat atau petugas kesehatan yang memerlukan konsul dengan dokter via telpon harus menggunakan metode SBAR. tepat dosis. tepat obat. tepat cara/rute (oral. Pengertian Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman.  Ketepatan penyampaian hasil penunjang harus 100 %. tindakan korektif. Didalam instalasi rawat jalan ada beberapa standar yang harus dilaksanakan dalam keselamatan pasien :  Ketepatan identitas. pelaporan dan analisis insiden. BAB VII KESELAMATAN PASIEN A. B.Sdr.  Ketepatan pemberian obat yang meliputi tepat identitas/pasien. salah memasukkan diberkas pasien / list pasien lain. salah penulisan nama. 5. . topikal. parental. Di rumah sakit Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Wijayakusuma. salah pasang.

Monitoring indikator mutu pelayanan Kegiatan ini merupakan kegiatan assesmen risiko. Indikator mutu pelayanan rumah sakit dan unit kerja secara rinci dijelaskan pada Pedoman Mutu Pelayanan Mutu. kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko Tindakan Korektif dilakukan terhadap laporan yang diputuskan dalam pertemuan tertutup oleh kepala bidang melalui inspeksi dan verifikasi. ditentukan periode pengambilan data dan analisisnya. Indikator tersebut merupakam milik unit kerja. Tindakan Preventif Tindakan Preventif sebenarnya adalah sistem yang diharapkan dapat mencegah terjadinya cidera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan. . 3. Indikator mutu pelayanan yang menyangkut patient safety secara rinci dapat dilihat pada format indikator mutu pelayanan pada pedoman mutu pelayanan.1. Tindakan preventif dilakukan melalui pencegahan kejadian tidak diinginkan. Tindakan Korektif Tindakan Korektif adalah pelaporan dan analisis insiden. 2. Bila terjadi penyimpangan atau terjadi kejadian yang tidak diinginkan pimpinan unit melaporkan pada pertemuan manajemen seperti diatur pada tindakan preventif. Hasil inspeksi harus menunjukan telah dilakukannya tindakan koreksi.

Pengertian Keselamatan kerja (safety) adalah segala upaya atau tindakan yang harus diterapkan dalam rangka menghindari kecelakaan yang terjadi akibat kesalahan kerja petugas atau kelalaian / kesengajaan. Memberi pertolongan pada kecelakaan 6. syarat. Mencegah. . Tujuan Menurut Undang – undang Keselamatan Kerja Tahun 1970. penutup kepala. B. perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan disekitar tempat kerja tersebut.  Aturan untuk tidak melakukan recuping jarum suntik setelah dipakai ke pasien. kaos tangan. BAB VIII KESELAMATAN KERJA Keselamatan kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjanya. pelindung kaki dan sebagainya. Memberi perlindungan pada pekerja C.  Setiap petugas medis menganggap bahwa setiap pasien dapat menularkan penyakit sehingga unsur keselamatan kerja dapat terus dilaksanakan.  Tersedianya tempat pembuangan sampah yang dibedakan infeksius dan non infeksius serta terdapatnya tempat khusus untuk pembuangan jarum ataupun spuit bekas.  Tersedianya APD yang memenuhi standart serta dapat menggunakanya dengan benar baik itu masker. . Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya 5. mengurangi dan memadamkan kebakaran 3. Keselamatan Kerja Mengacu pada pengertian tersebut maka diharapkan setiap petugas medis maupun non medis dapat menerapkan sistem keselamatan kerja diantaranya . skoret/apron. kacamata.syarat keselamatan kerja meliputi aspek pekerjaan yang berbahaya. Mencegah dan mengurangi bahaya ledakan 4. Mencegah dan mengurangi kecelakaan 2. dengan tujuan : 1. A.

Menjaga Keselamatan kerja petugas. Memaksimalkan sumber daya yang ada untuk melakukan kecepatan dan ketepatan dan perbaikan sehingga suatu pelayanan khusus pelayanan rawat jalan berfungsi dengan baik dan maksimal. Tertib administrasi . Selain pengendalian di sisi perbaikan . 3. baik itu kecepatan. Meningkatkan kualitas pekerjaan tanpa mengesampingkan efisiensi biaya kerja yang dikeluarkan. 4. maupun ketepatan. tidak kalah pentingnya adalah mengevaluasi suatu tindakan atau kesalahan guna perbaikan hal ini yang menjadi ukuran adalah optimalnya fungsi suatu pelayanan hingga menciptakan suatu pelayanan yang paripurna. BAB IX PENGENDALIAN MUTU Sistem pengendalian intern yang berlaku di rumah sakit merupakan faktor yang menentukan dapat diukur dari tingkat keberhasilan petugas dalam menyelesaikan suatu kasus. Tujuan dari pengendalian intern adalah: 1. 2.

tetapi sebuah pelayanan yang mengedepankan akan kasih dan mengutamakan keselamatan pasien dengan cara meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan ataupun pelatihan – pelatihan. . BAB IX PENUTUP Pada prinsipnya pelayanan instalasi rawat jalan adalah bagian pelayanan dari Rumah Sakit Khusus ibu dan anak wijayakusuma yang tidak hanya memberikan pelayanan berdasarkan pemenuhan target finansial saja. Semoga dengan adanya buku pedoman pelayanan ini pelayanan di Instalasi Rawat Jalan dapat berjalan dengan baik serta semakin dipercaya oleh masyarakat.

Lampiran .