You are on page 1of 8

Laporan Modul 1 MG 2213

Crushing (Peremukan)
Laboratorioun Pengolahan Bahan Galian Ignatius Waluya Setiawan / Kelompok 1 / Senin, 12
Program Studi Teknik Metalurgi
Februari 2018
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
Asisten: Faqih Ahmad Jamil (12514059)

Abstrak – Praktikum Modul I – Tujuan dari crushing (peremukan) adalah untuk mengetahui mekanisme peremukan serta
prinsip kerja alat. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui variabel operasi yang terdapat dalam peremukan serta
mengetahui P80 untuk jawcrusher, roll crusher dengan r : 1.25 dan 1.75 cm dan Reducting Ratio alat remuk terhadap roll
crusher pada r =1.25 cm dan 1.75 cm . Pada percobaan peremukan ini akan dilakukan peremukan feed yang berupa
bongkahan hingga mennjadi berbentuk kerikil. Pertama bongkahan ditimbang massa awalnya, lalu mengambil data dari jaw
crusher dan roll crusher dengan cara mengukur width, gape, CSS, OSS, lalu menghitung max feed size, dan luas chute
masuk.menghidupkan jaw crusher dan memasukkan bongkahan, lalu mengayak dengan ukuran 2,3,8,14,20 mesh, setelah itu
mengatur jarak antar roll pada roll crusher hingga sesuai kebutuhan. Lalu memasukkan hasiil dari jaw crusher ke roll
crusher, lalu mengayak kembali haris peremukan roll crusher dengan ayakan 2,3,8,14,20 mesh.

crusher terbagi dalam dua macam yaitu Blake
A. Tinjauan Pustaka Jaw Crusher, dengan poros di atas dan Dodge Jaw
Kominusi atau pengecilan ukuran merupakan tahap Crusher, dengan poros di bawah.
Perbandingan Dodge dengan Blake Jaw Crusher,
awal dalam proses PBG yang bertujuan untuk :
yaitu :
1. Membebaskan / meliberasi mineral berharga dari a) Ukuran produk pada Blake Jaw lebih
material pengotornya. heterogen dibandingkan dengan Dodge
2. Menghasilkan ukuran dan bentuk partikel yang Jaw yang relatif seragam.
sesuai dengan kebutuhan pada proses berikutnya. b) Pada Blake Jaw porosnya di atas
3. Memperluas permukaan partikel agar dapat sehingga gaya yang terbesar mengenai
mempercepat kontak dengan zat lain, misalnya partikel yang terkecil, sedangkan pada
Dodge Jaw porosnya di bawah sehingga
reagen flotasi.
gaya yang terbesar mengenai partikel
yang terbesar sehingga gaya mekanis
Yang dimaksud dengan proses meliberasi bijih adalah dari Dodge Jaw lebih besar
proses melepaskan bijih tersebut dari ikatannya yang dibandingkan dengan Blake Jaw.
merupakan gangue mineral dengan menggunakan alat c) Kapasitas Dodge Jaw jauh lebih kecil
crusher atau grinding mill. Kominusi itu sendiri terdiri dari Blake Jaw pada ukuran yang sama.
dari 2 proses, yaitu crushing (peremukan) dan d) Pada Dodge Jaw sering terjadi
penyumbatan.
grinding (penghalusan / penggerusan). Kominusi
terbagi dalam 3 tahap, yaitu primary crushing,
Istilah-istilah pada Jaw Crusher, antara lain :
secondary crushing dan fine crushing.
Crushing (peremukan) adalah proses reduksi ukuran a) Setting Block, bagian dari jaw crusher
dari bahan galian / bijih yang langsung dari tambang untuk mengatur agar lubang ukuran
(ROM = run of mine) dan berukuran besar (diameter sesuai dengan yang dikehendaki. Bila
sekitar 100 cm) menjadi ukuran 20-25 cm bahkan bisa setting block dimajukan, maka jarak
sampai ukuran 2,5 cm. antara fixed jaw dengan swing jaw
Peralatan yang digunakan antara lain adalah : menjadi lebih pendek atau lebih dekat,
dan sebaliknya.
1. Jaw crusher
b) Toggle, bagian dari jaw crusher yang
2. Gyratory crusher berfungsi untuk mengubah gerakan naik
3. Cone crusher turun menjadi maju mundur.
4. Roll crusher c) Pitman, berfungsi untuk merubah
5. Impact crusher gerakan berputar dari maju mundur
6. Rotary breaker menjadi gerakan naik turun.
7. Hammer mill d) Swing Jaw, bagian dari jaw crusher yang
dapat bergerak akibat gerakan atau
 Primary Crushing dorongan toggle.
Merupakan tahap peremukan yang pertama, di mana e) Fixed Jaw, bagian dari jaw crusher yang
umpan berupa bongkah-bongkah besar yang tidak bergerak/diam.
berukuran ± 84 x 60 inch dan produk berukuran 4 f) Mouth, bagian mulut jaw crusher yang
inch. Beberapa alat untuk primary crushing antara berfungsi sebagai lubang penerimaan
lain: umpan.
 Jaw Crusher g) Throat, bagian paling bawah yang
Alat ini mempunyai dua jaw, yang satu dapat berfungsi sebagai lubang pengeluaran.
digerakkan (swing jaw) dan yang lainnya tidak h) Gate, adalah jarak mendatar pada mouth.
bergerak (fixed jaw). Berdasarkan porosnya jaw i) Set, adalah jarak mendatar pada throat.

crusher yaitu lebar lubang bukaan. a) Straight head and concave b) Curved head and concave Gaya-gaya yang ada pada jaw crusher. yaitu pada Gambar Gyratory Crusher waktu swing jaw bergerak ke belakang sehingga ada material-material yang tidak mengalami 2. Resultan gaya akhir adalah rata dan yang kedua melengkung. sudut yang dibentuk bentuk cone yang tajam dengan puncak dalam dengan garis singgung yang dibuat keadaan menggantung sehingga menghasilkan melalui titik singgung antara jaw dengan gerakan berputar yang dapat menghancurkan batuan. Berbeda dengan jaw crusher yang proses penghancurannya tidak continue. yaitu yang pertama dari kemiringan atau sudutnya. Jadi besarnya gape selalu crusher adalah berubah-ubah menurut besarnya umpan. j) Closed Setting. adalah jarak antara fixed b) Parallel Pinch Crusher jaw dengan swing jaw pada saat swing jaw ekstrim ke belakang. jaw crusher pemasukannya tidak kontinyu sedangkan gyratory kontinyu b) Gyratory alatnya lebih besar dan bagian- bagiannya tidak mudah dilepas c) Kapasitas gyratory lebih besar dari jaw crusher. Arah-arah gaya tergantung hanya pada permukaannya. Perbedaan utama jenis ini dari suspended spindel. c) Kandungan air. ukuran umpan. variasi dari b) permukaan concave dan crushing head throw. tetapi pada gyratory crusher gaya geseknya lebih besar walaupun ada gaya tekannya. atas maka material itu hanya meloncat-loncat ka atas saja. karena pemasukan umpan dapat kontinyu dan penghancurannya merata d) Pemecahan pada jaw lebih banyak tekanan. Gerakan open setting dengan close setting. gaya gravitasi dan gaya Kedua jenis head dan concave ini perbedaanya yang menahan (reaksi). Gerakan dari gyratory crusher ini berputar dan bergoyang sehingga proses penghancuran berjalan terus menerus tanpa selang waktu. adalah gaya tekan (aksi). seting. Reduction Ratio terhadap umpan akan mempengaruhi gesekan (RR). Kapasitas gyratory crusher lebih besar dibanding arahnya harus ke bawah. yang berarti material itu dengan jaw crusher pada ukuran umpan yang dapat dihancurkan. selisih jarak pelemparan antara terletak pada gerakan crushing head-nya. gaya gesek. produk yang dihasilkan relatif kecil. Perbedaan antara gyratory dan jaw crusher adalah: a) Pemasukan umpan. putaran dan gape. adalah jarak antara fixed jaw dengan swing jaw pada saat swing Macam-macam gyratory crusher : jaw ekstrim ke depan. yang diukur pada bagian mouth dimana umpan yang dimasukkan bersinggungan Bentuk-bentuk head dan concave pada gyratory dengan mouth. Kapasitas gyratory crusher tergantung pada : a) sifat alamiah material yang dihancurkan. kecepatan. Gambar Jaw Crusher  Gyratory Crusher Crusher jenis ini mempunyai kapasitas yang lebih besar jika dibandingkan dengan jaw crusher. umpan sepanjang daerah permukaan crushing n) Gape adalah jarak mendatar pada mouth head. dimana umpan berukuran lebih . keliatan dan kerapuhan. a) Suspended Spindel Gyratory Crusher k) Open Setting. Tapi jika gaya itu arahnya ke sama. (concave dan head). dan kapasitas yang dipengaruhi oleh jumlah antara material dengan bagian pemecah umpan per jam dan berat jenis umpan. crushing head pada parallel pinch menghasilkan m) Angle of Nip. Merupakan tahap penghancuran kelanjutan dari primary crushing. l) Throw. Pada gyratory kalau berputarnya cepat. Secondary Crushing penggerusan. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi jaw seperti kekerasan.

7 cm ↓ . Roll yang berputar hanya satu saja. tapi karena adnya material yang masuk dan Total 2615 pengaruh silinder lainnya maka silinder ini ikut berputar juga. CSS: 1.85 10 -0. Putaran masing-masing silinder tersebut 2. Total 900 Hancurnya material dalam roll crushing dibedakan menjadi : 3. Roll Crusher dengan jarak antar roll = 1. b) Free Crushing Yaitu material yang masuk langsung dihancurkan +12.62 kg Amati cara kerjanya Width : 15. Pada hammer mill proses -12.85 30 dengan sendirinya bila ada material yang sangat keras. sehingga tidak dapat dihancurkan dan -0. Jaw Crusher ↓ Berat Bijih Awal : 2. Data Percobaan Jalankan Jaw Crusher dalam keadaan kosong 1.5 +6. Pengolahan Data 1.7 cm Gyratory Crusher.5 300 sangat besar.36 120 Alat ini dilengkapi dengan pegas sehingga kemungkinan porosnya patah sangat kecil sekali.7 +2.Hammer Mill.18 100 Roll crusher terdiri dari dua silinder baja dan masing.25 cm berlawanan arah sehingga material yang ada diatas roll akan terjepit dan hancur. sedangkan pada secondary crushing lainnya -6. kecil dari 6 inch produk berukuran 0.36 +1. sehingga kemungkinan patah pada poros +12.7 +2. Alat ini merupakan satu-satunya alat yang berbeda cara penghancurannya dibandingkan alat +12.18 +0. -12. dan OSS : 3 cm Roll Crusher.75 cm a) Choke Crushing Penghancuran material tidak hanya dilakukan oleh permukaan roll tetapi juga oleh sesama Ukuran (mm) Berat (g) material.36 +1.7 100 kecepatan pemberian umpan (feed rate) dan macam reduksi yang diinginkan. Roll Crusher dengan jarak antar roll = 1.85 90 Silinder ini hanya satu saja yang berputar dan lainnya diam. yaitu : a) Rigid Roll Ukuran (mm) Berat (g) Alat ini pada porosnya tidak dilengkapi dengan pegas. Jaw Crusher Gambar Roll Crusher Batuan bongkah besar ↓ Menimbang berat batu bongkahan ↓ B.5 inch. -0.3 cm alat untuk secondary crushing antara lain Jaw Crusher.5 700 oleh roll. Beberapa Gape : 14.18 +0.5 +6.85 75 masing dihubungkan pada poros sendiri-sendiri. Hammer mill dipakai dalam secondary crusher untuk memperkecil produk dari primary crushing dengan Ukuran (mm) Berat (g) ukuran umpan yang diperbolehkan adalah kurang dari satu inch.36 30 -2.18 40 Dengan adanya pegas maka roll dapat mundur -1.18 +0.7 350 penghancuran menggunakan shearing stress. -1.5 +6. -2. Kecepatan crushing tergantung pada -12.5 1800 secondary crushing lainnya.18 20 -1. Cone Crusher.7 +2.36 200 menggunakan compressive stress.36 +1. Bentuk dari roll crusher ada dua macam.85 40 material itu akan jatuh. tapi ada juga yang keduanya berputar.85 40 Total 900 C.7 370 b) Spring Roll -6. -6. Langkah Kerja a. -2.

16634799 Ukuran Ayak (mm) -12.85 100 0 Jalankan Jaw Crusher dalam keadaan kosong ↓ c.22222222 Buat grafik distribusi -2.6576 Opening widt x Gape = 15.77777778 22.3 = 224.25 cm Tertampung Berat Lolos ↓ Kumuatif % Kumulatif % Masukkan umpan +12.5 +6.5 68.18 92. Perhitungan dan hasil perhitungan roll = 1.44 cm2 20 Berat Linear (Roll Ukuran (mm) Crusher Tertampung Berat Lolos 0 Kumuatif % Kumulatif % 0 5 10 15 r=1.4416826 -0.69024857 6.8 x 14.309751434 roll = 1.18 +0. 8#.2086 Berat Lolos Kumulatif % Buat grafik distribusi 20 R² = 0.5 77. 3#.36 +1.36 89. Kurva distibrusi Roll Crusher dengan jarak antar 3.88888889 11.25 cm) +12. 20# Kumuatif % Kumulatif % ↓ +12.9681 Roll Crusher Maximum feed size = 80% x gape = 0.2378x + 30 ↓ 3.75 cm -1.86615679 10.36 +1.66666667 Timbang per fraksi ayakan -12.13384321 f.75 cm ↓ d.75 cm Amati cara kerjanya ↓ Berat Ukuran (mm) Atur jarak roll sebesar 1.444444444 ↓ -0.5 +6.36 92.55555556 ↓ -6.0.85 100 0 yaitu 1. 14# dan 20# -2.51 cm2 60 R² = 0.7 x 14.18 94.555555556 ↓ -1.777777778 b. Roll Crusher dengan jarak antar roll = 1.7 88.85 95.19% y = 5. 3#.5 cm ↓ Amati hasil peremukan Berat Ukuran (mm) ↓ Tertampung Berat Lolos Ayak dengan seri 2#.9881 Jaw Crusher 10 2.3 = r=1. 8# dan 14#.5583174 3.22222222 ↓ -12.55555556 4. 20# dan 2# ↓ 40 Timbang per fraksi ayakan y = 2.5 +6. Kurva distibrusi Jaw Crusher Ayak dengan seri 3#. Roll Crusher Hasil peremukan Jaw Crusher -1.22222222 7. Kurva distibrusi Roll Crusher dengan jarak anar -2.22222222 7.18 +0.78202677 -6. Persen berat: 0 Crusher) berat mineral per fraksi 0 5 10 15 Persen berat = × 100% berat mineral keseluruhan Ukuran Ayak (mm) b.777777778 ↓ Ayak dengan seri 2#.21797323 17. Roll Crusher dengan jarak antar roll = 1. 14#.85 100 0 .7 +2. Rumus-rumus Dasar Linear (Jaw a.5 33. Reduction Ratio: ukuran feed RR = ukuran produk e.7 82.085x .25 cm 40 11. 8#.55555556 4.11111111 Amati hasil peremukan -6.18 +0.7 74.44444444 25.36 +1. Jaw Crusher 80 Berat Lolos Kumulatif % Berat yang hilang : 5/2620=0.83365201 31.18 93.7 +2.25 cm a.33333333 66.85 95.77777778 12. Masukkan umpan b.36 87.85 96.444444444 Ulangi percobaan dengan jarak roll yang berbeda -0.7 +2.44444444 5.

75 cmempunyai P80 sebesar 53. kita dapat melihat ukuran yang Pengayakan pada pengolahan mineral digunakan untuk meloloskan 80 % hasil adalah 34.75 cm P80 Jaw Reduction Rattio adalah perbandingan dari ukuran umpan RR 80 = P80 Roll Crusher yang masuk terhadap umpan yang keluar crusher.4331x + ukuran-ukuran partikel yang sejenis dengan cara 3.25 cm. dengan masa yang masuk.40821 mm untuk roll crusher dengan r = 1.2086 pengolahanselanjutnya. kita dapat melihat bahwa jarak roll pada makin kecil ukuran ayakan. P80 untuk Jaw Crusher 𝑦 = 2.86 mm 0.2378𝑥 + 3.4607 Roll Crusher melewatkan pada lubang-lubang dengan ukuran tertentu 15 R² = 0. remukan. Mencegah terjadinya over crushing atau over grinding. RR80 untuk Roll Crusher dengan r = 1.16 untuk r = 1.40821 sama yaitu hasil peremukan dari Jaw crusher namun menggunakan ukuran hasil yang berbeda karena D.6425 53. Mencegah oversize masuk ke proses 80 = 2. 15. Meningkatkan kapasitas unit operasi lainnya.31558 𝑚𝑚 2. partikel yang lolos juga roll crusher mempengaruhi ukuran hasil peremukan. Menentukan efisiensi berbagai peralatan h. 80 − 3.25 dengan besar mouth dari alat pengolahan mineral.085𝑥 − 0.2378𝑥 + 3. Nilai 34. g.085𝑥 − 0.86187 kondisi dan distribusi ukuran suatu mineral.2086 5.16 15. terdapat partikel mineral yang ukurannya tidak sesuai.085 i. Mencegah undersize masuk ke dalam mesin crusher.75 cm ukuran dapat kita ketahui bahwa makin besar ukuran . . Hal ini dapat kita lihat dari mengecilnya kekerasan mineral.25 cm dengan P 80 sebesar 15. masing ayakan.86187 𝑚𝑚 5. RR80 untuk Roll Crusher dengan r = 1.4607 karena adanya material yang sudah rusak tetapi tidak dapat 80 = 1.4331𝑥 + 3. menjadi lebih sedikit.31558 mm untuk Jaw menahan partikel yang memiliki ukuran yang tidak sesuai crusher. Mencari penyebab dan uuran mineral berharga yang 80 + 0.9727 r=1.75 cm Choking adalah proses penggerusan mineral kembali 𝑦 = 1. 1. untuk skala lab biasanya disebut dengan sieving. 25 Screening adalah proses yang untuk mengelompokkan Berat Lolos Kumulatif % 20 y = 1. Dari grafik antara % berat kumulatif lolos dan 0. ayakan maka akan meloloskan lebih banyak partikel dan Dari data diatas.75 cm. 3. akan makin halus. Bila cm.40821 𝑚𝑚 dari mesin crushing dala keadaan sudah teremuk. Roll crusher dengan r=1.75 cm) seragam agar sesuai dengan spesifikasi pasar.6576 7. P80 digunakan 34. Screening berfungsi untuk 5 Linear (Roll 0 Crusher 1. Faktor yang mempengaruhi Makin kecil jarak roll roll crusher.6425 untuk r = 1. Ukuran Ayak (mm) 2. Menghitung derajat liberasi 80 = 5.86187 mm untuk roll crusher dengan r = 1. P80 untuk Roll Crusher dengan r = 1.4607 teremuk oleh mesin crushing sehingga tidak dapat keluar 80 − 3.2378 6. bentuk partikel serta ukuran hasil nilai ukuran yang meloloskan 80 % hasil untuk masing.25 cm 𝑦 = 5.31558 sebagai nilai referensi untuk menentukan karakteristik.2086 4. P80 untuk Roll Crusher dengan r = 1. maka partikel yang lebih hilangnya massa diakibatkan adanya massa yang tertingga besar akan kembali diremukkan oleh roll sehingga ukuran dalam jaw crusher sehingga massa yang diukur tidak sama hasil menjadi lebih kecil.4331 j. RR 80 = = 2. Sedangkan untuk nilai RR80 untuk masing-masing jarak maka alat pengolahan tidak dapat bekerja dengan roll pada roll crusher adalah 2.31558 RR80 berbeda karena menggunakan ukuran umpan yang RR 80 = = 0. 53.6576 hilang bersama tailing 𝑥 = = 15.6576 8. maksimal.4607 𝑥 = = 53. maka hasil peremukan besarnya reduction ratio adalah ukuran dari umpan. Menghasilkan produk akhir yang berukuran relatif 0 5 10 15 r=1. Analisa Hasil Percobaan menggunakan jarak roll pada roll crusher yang berbeda.4331𝑥 + 3. k.40821 mm yang lebih besar diabndingkan Dalam praktikum kali ini terjadi berat hilang sebesar roll ukuran r=1. 𝑥 = = 34.25 cm P80 Jaw P80 adalah ukuran dimana 80% dari keseluruhan lot dapat RR 80 = P80 Roll Crusher lolos melewati ukuran ayakan tersebut. Dari hasil perhitungan.75 cm 10 pada skala pabrik.19% saat proses crushing pada jaw crusher kemungkinan Dengan mengecilnya jarak roll.

Faktor yang mempengaruhi besarnya reduction ratio Sedangkan untuk nilai RR80 untuk masing-masing jarak adalah ukuran dari umpan.40821 mm untuk roll crusher dengan r = ayakan yang meloloskan 80% hasil peremukan.25 cm. Kesimpulan meloloskan umpan dengan ukuran ayakan terbesar Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan untuk meloloskan hasil peremukan. Perbedaan dari keempat tipe http://nurmansyah-putra. 259-262.html putarnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju partikel Angle of nip adalah sudut yang dibentuk antara dua melewati permukaan adalah densitas bulk. bentuk roll pada roll crusher adalah 2.blogspot. Selain itu. USA: mineral dimana penghancuran mineral hanya John Wiley & Sons. Gaya ini dapat diberikan baik secara cepat maupun secara lambat. dilakukan dengan bantuan jaw saja.pdf permukaan roll dan juga oleh sesame material.86187 mm untuk roll crusher dengan r = ayakan yang meloloskan 80% umpan dengan ukuran 1. Arrested crushing adalah proses penghancuran Introduction to Mineral Processing. http://en. mouth.com/files/Technology/ 4. Mekanisme remuknya material terbagi menjadi tiga macam. dan ayakan yang meloloskan sejumlah hasil peremukan. Limiting Reduction Ratio adalah perbandingan ukuran ayakan terbesar yang dapat dilakukan untuk F.outokumputechnology.16 untuk r = 1.wikipedia. width. persentase area yang terbuka. Hal. cleavage. Peremukkan mineral membutuhkan energi yang cukup besar yang melebihi kekuatan dari partikel. http://www. Choke crushing adalah proses penghancuran material Documents/Physical%20Separation/Technical%20Papers/ dimana penghancuran material dilakukan oleh HINDSETIMPROVEGRAVITY. kecepatan spiral. bahwa untuk percobaan ini nilai P80 34. dan Dodge. Cara untuk meremukkan partikel bergantung pada kondisi alamiah partikel dan gaya yang diberikan kepada partikel tersebut.org/wiki/Hydrocyclone Contoh: Roll Crusher. Daftar Pustaka Eccentric. Sedangkan pada roll crusher. 1. Overhead G. Gape adalah jarak mendatar pada mulut jaw crusher membuat sebagian partikel mencapai titik remuk. partikel mineral juga dapat menjadi pelaku gaya geser seperti saat dua partikel mineral saling bergesekan satu sama lain. 1982. & David J. Abrasion terjadi jika energi yang diberikan tidak cukup besar untuk meremukan partikel secara signifikan sehingga terjadi tekanan yang terlokalisasi dan hanya sedikit area yang remuk dan hasilnya berupa partikel halus yang merata.com/2009/05/humprey- tersebut adalah dalam hal ukuran. 5. dan dapat mempengaruhi remukkan secara alamiah.6425 untuk r = 1. ukuran lubang. Reduction Ratio adalah perbandingan ukuran ayakan 7. yaitu Blake. 53. kelembapan sudut yang dibentuk dari tangen pada permukaan roll permukaan. dan yang diukur pada bagian mulut jaw crusher dimana hanya menghasilkan sedikit partikel dengan ukuran umpan yang dimasukkan bersinggungan dengan yang mendekati ukuran aslinya. power. ketebalan. Overhead Pivot. agar lubang ukuran sesuai dengan yang dikehendaki.25 cm. Cleavage terjadi . Errol G. 2. Jawaban Pertanyaan jika energi yang diberikan cukup sama untuk 1. setting. kekerasan mineral. permukaan dari jaw plate pada jaw crusher. Gaya yang diberikan dapat berupa gaya tekan (kompresi) yang menyebabkan remuknya partikel.75 cm 3. kondisi ini terbentuk partikel dengan jumlah besar Setting adalah bagian dari jaw crusher yang mengatur dan memiliki ukuran yang bermacam-macam. 0. angle of nip. Kelly. bentuk lubang. 15. partikel serta ukuran hasil remukan. permukaan ayak. Bagian mulut jaw crusher yang energi yang diberikan lebih besar daripada yang berfungsi sebagai tempat penerimaan umpan biasa dibutuhkan untuk meremukkan partikel mineral. dan karakteristik dan aplikasinya.75 cm. frekuensi dan pada titik kontak dengan partikel yang akan diremuk sudut inklinasi. Jaw Crusher memiliki empat tipe berdasarkan desainnya.31558 mm untuk Reduction Ratio 80% adalah perbandingan ukuran Jaw crusher. yaitu abrasion. Contoh: Jaw Crusher. angle of nip adalah bentuk partikel. Pada disebut mouth. Shatter terjadi jika mulut jaw crusher.E. Spottiswood. dan shatter. Ukuran dari semua alat crusher dinyatakan oleh yang meloloskan sejumlah umpan dengan ukuran besarnya nilai gape. 6.

H. Lampiran .

Jaw Crusher Hasil Grinding Roll Crusher Penimbangan Berat hasil ayakan Pengayakan Pengaturan jari jari antar roll .