You are on page 1of 10

HUBUNGAN HORMON REPRODUKSI

DENGAN PROSES GAMETOGENESIS

MAKALAH

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Teknologi Informasi dalam Kebidanan
yang dibina oleh Bapak Nuruddin Santoso, ST., MT

Oleh
Devina Nindi Aulia
NIM 1302100074

POLTEKKES KEMENKES MALANG
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN MALANG
April 2014

Oleh karena itu pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada : 1. 13 April 2014 Penulis Devina N A . KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna maka kami mengharapkan kritik dan saran agar lebih baik lagi. Penyelesaian Makalah ini tak lepas dari bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan kepada rekan – rekan mahasiswa yang turut membantu dalam penyusunan Makalah ini. atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tema “ Hubungan Hormon Reproduksi dengan Proses Gametogenesis “ sebagai salah satu tugas mata kuliah Biologi Dasar dan Perkembangan. Semoga Makalah ini dapat memberikan manfaat dan berguna di masa yang akan datang dan dapat memberikan pengetahuan kepada kita semua. Bapak Nuruddin Santoso selaku Dosen Pengajar mata kuliah Teknologi Informasi dalam Kebidanan 2. Malang.

.. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........... 5 Gametogenesis .......................................................................................................................... 5 Oogenesis ................................................................ 3 BAB I .......................................................................................................................................................................................................... 4 Tujuan ......... 4 Latar Belakang ...................................................................................................................................... 10 ............................................................................................................................................................................................................ 6 BAB III .... 9 Saran-saran .............. 4 PENDAHULUAN ............ 5 BAHASAN ...................................................................................................... 2 DAFTAR ISI ..................................................................................................................... 9 Simpulan ................... 9 DAFTAR RUJUKAN ................................................................................................................................................................................................................. 4 Rumusan Masalah ........... 4 BAB II ................................................................................................... 9 PENUTUP ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 5 Spermatogenesis ............................................................................................................................

Rumusan Masalah 1. Mampu menjelaskan tentang kontrol hormon terhadap sistem reproduksi 3. Oleh karena itu. Setidaknya pada wanitaharus ada uterus atau rahim. perubahan-perubahan besar pada saluran reproduksi merupakan syarat awal bagi keberhasilan melestarikan jenisnya atau dalam arti lain menghasilkan anak. dimana di dalamnya embrio berkembang. Selain itu juga harus ada ovarium atau indung telur yang akan menghasilkan sel telur (ovum). Dengan kemampuan inilah makhluk hidup dapat mempertahankan jenisnya. diperlukan pula serangkaian hormon rumit yang mengatur perubahan-perubahan periodik pada struktur-struktur di dalam saluran reproduksi baik pria maupun wanita. Hormon-hormon apa saja yang mempengaruhi gametogenesis dan fungsi reproduksi Tujuan 1. Sama halnya dengan pria juga perlu adanya perubahan-perubahan besar pada saluran reproduksinya. Mampu memjelaskan tentang kelenjar endokrin dan sistem hormonal . BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kemampuan reproduksi tidak hanya terjadi pada manusia. Mampu menjelaskan hormon yang berhubungan dengan gametogenesis dan fungsi reproduksi 2. melainkan semua jenis makhluk hidup. Apa itu gametogenesis 2. Pada manusia. termasuk hewan dan tumbuhan.

contohnya pembelahan sel kelamin atau gamet sebagai agen utama dalam proses reproduksi manusia. Sel gamet terdiri dari gamet jantan (spermatozoa) yang dihasilkan di testis dan gamet betina (ovum) yang dihasilkan di ovarium. Gametogenesis ada dua yaitu spermatogenesis dan oogenesis.Mitosis yaitu pembelahan sel dari induk menjadi 2 anakan tetapi tidak terjadi reduksi kromosom contoh apabila ada sel tubuh kita yang rusak maka akan terjadi proses penggantian dengan sel baru melalui proses pembelahan mitosis. Gametogenesis terdiri 4 tahap : perbanyakan. Pengertian Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel spermatozoa (tunggal : spermatozoon) yang terjadi di organ kelamin (gonad) jantan yaitu testis tepatnya di tubulus seminiferus. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel germinal yang disebut . Terdapat dua jenis proses pembelahan sel yaitu mitosis dan meiosis. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel. BAB II BAHASAN Gametogenesis Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet atau sel kelamin. pematangan dan perubahan bentuk. Pada pembelahan mitosis menghasilkan sel baru yang jumlah kromosomnya sama persis dengan sel induk yang bersifat diploid (2n) yaitu 23 pasang/ 46 kromosom. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan dalam epididimis. Sel spermatozoa. sedangkan pada meiosis jumlah kromosom pada sel baru hanya bersifat haploid (n) yaitu 23 kromosom. sedangkan pembelahan meiosis yaitu pembelahan sel dari induk menjadi 2 anakan dengan adanya reduksi kromosom. Spermatogenesis 1. disingkat sperma yang bersifat haploid (n) dibentuk di dalam testis melewati sebuah proses kompleks. pertumbuhan.

2. Pembelahan miosis tersebut berhenti hingga bayi perempuan dilahirkan. c. oosit melanjutkan pembelahan miosis I. Oogenesis 1. Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapis luar sel-sel epitel tubulus seminiferus. diantaranya: a. Pada masa pubertas. Hormon pertumbuhan. Pembentukan sel telur pada manusia dimulai sejak di dalam kandungan. d. semua oogonia yang bersifat diploid telah selesai dibentuk dan siap memasuki tahap pembelahan. Oogenesis dimulai dengan pembentukan bakal sel-sel telur yang disebut oogonia (tunggal: oogonium). Spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma. androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. LH merangsang sel leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. yaitu di dalam ovari fetus perempuan. hasil pembelahan tersebut berupa dua sel haploid. spermatogonia (jamak). Kelenjer hipofisis menghasilkan hormon peransang folikel (Folicle Stimulating Hormon/FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormon/LH).Pada perkembangan fetus selanjutnya. ovariumnya mampu menghasilkan sekitar 2 juta oosit primer mengalami kematian setiap hari sampai masa pubertas. Pengertian Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur (ovum) di dalam ovarium. tetapi hanya sampai fase profase. Memasuki masa pubertas. satu . Semula oogonia membelah secara mitosis menghasilkan oosit primer. FSH merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai spermatogenesis. b. Pada akhir bulan ketiga usia fetus. secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis. semua oosit primer membelah secara miosis. Hormon .Hormon Yang Berperan Dalam proses Spermatogenesis Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada oogenesis hanya menghasilkan satu ovum. oosit sekunder dan badan kutub primer akan mengalami pembelahan miosis II. LH merangsang korpus luteum untuk menghasilkan hormon progesteron dan meransang ovulasi. Sedangkan peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat menstimulasi (positif feedback. sedangkan ketiga badan kutub mengalami degenerasi (hancur). diantaranya: Pada wanita usia reproduksi terjadi siklus menstruasi oleh aktifnya aksis hipothalamus-hipofisis-ovarium.Hormon Yang Berperan Dalam proses Oogenesis Proses pembentukan oogenesis dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon. Hormon prolaktin merangsang produksi susu. Ootid mengalami perkembangan lebih lanjut menjadi ovum matang. Tingginya kadar FSH dan LH akan menghambat sekresi hormon GnRH oleh hipothalamus. memacu perkembangan folikel. progesteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. pada fase folikuler) maupun . yaitu satu sel berukuran normal disebut ootid dan satu lagi berukuran lebih kecil disebut badan polar sekunder. FSH dan LH menyebabkan serangkaian proses di ovarium sehingga terjadi sekresi hormon estrogen dan progesteron. 2. Hipothalamus menghasilkan hormon GnRH (gonadotropin releasing hormone) yang menstimulasi hipofisis mensekresi hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (lutinuezing hormone). oosit sekunder akan membelah menjadi dua sel. Mekanisme umpan balik positif dan negatif aksis hipothalamus hipofisis ovarium. Pada masa pubertas. Badan kutub tersebut bergabung dengan dua badan kutub sekunder lainnya yang berasal dari pembelahan badan kutub primer sehingga diperoleh tiga badan kutub sekunder. Hormon . Pada saat itu. sel yang besar disebut oosit sekunder dan satu sel berukuran lebih kecil disebut badan kutub primer. Pada tahap selanjutnya.FSH merangsang ovulasi dan meransang folikel untuk membentuk estrogen.

pada saat fase luteal) sekresi FSH dan LH di hipofisis atau GnRH di hipothalamus. .menghambat (inhibitory/negatif feedback.

adanya hormon menimbulkan efek tertentu sesuai dengan fungsinya masing- masing. dan somatotropin. Saran-saran 1) Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya 2) Kritik dan saran akan diterima karena akan bermanfaat bagi penulis untuk kedepannya. Pada siklus reproduksi terdapat hormon FSH. Hormon LH. . b) Pada Ovarium terdapat hormon estrogen dan hormone progeteron. Hormon-hormon yang mempengaruhi gametogenesis dan fungsi reproduksi antara lain : a) Pada Hipofisis terdapat hormon gonadotropin yang terdiri atas FSH (Folikel Stimulating hormone) dan LH (Liuteizing Hormon). Hormon estrogen. BAB III PENUTUP Simpulan Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang dialirkan ke dalam peredaran dan mempengaruhi organ tertentu (organ target). dan Hormon Progesteron. estrogen. progesterone. c) Pada Plasenta terdapat hormon gonadotropin korion.

id/alan/2011/03/20/hormon-yang-berhubungan- dengan-gametogenesis-dan-fungsi-reproduksi/  http://id.uin-malang.wikipedia.org/wiki/Hormon_pelutein  http://humanhormone.html . DAFTAR RUJUKAN  http://blog.blogspot.wikipedia.blogspot.ac.com/2011/11/hormon-gametogenesis-pria-n- wanita.org/wiki/Estrogen  http://id.com/p/kelenjar-plasenta.org/wiki/Hormon_perangsang_folikel  http://id.html  http://nayliesfileauthor.wikipedia.