BAHAN DIELEKTRIK

RESUM
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Fisika Zat Padat

Oleh :
1. Wulandari

(050210192112)

2. Anjar Puji Lestari

(050210102306)

3. Novia Octa Dwi W

(060210102029)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2010

1

MEDAN ELEKTROSTATIKA DALAM BAHAN
( DIELEKTRIK )
1.1 Pendahuluan
Dalam konteks kita, bahan dipandang sebagai kumpulan muatan positif
dan negatif yang berasal dan komponen-komponen pembentuk atom, yaitu inti
atom dan elektron. Andai kata muatan didalam bahan bebas bergerak ke setiap
bagian bahan, maka bahan tersebut disebut sebagai bahan konduktor. Biasanya
yang bebas bergerak didalam konduktor adalah elektron-elektron, jadi ada
sebagian elektron dalam konduktor yang tidak terkait dengan inti tetentu.
Konduktor (ideal) dapat memberikan muatan (bebas) dalam jumlah yang
terbatas.Satu atau dua elektron per atom tidak berasosiasi dengan inti tertentu.
Sebaliknya bila semua elektron terkait pada suatu inti, sehingga tidak dapat
bergerak jauh dari inti tersebut, maka bahan itu disebut isolator atau dilektrik.
Dielektrik : Semua muatan terikat pada atom atau molekul, hanya bergerak
sedikit dalam molekul. Pergeseran di dalam skala mikroskopik.
Didalam dielektrik muatan tidak dapat bergerak. Adanya bahan didalam
medan listrik akan mempengaruhi medan tersebut, dan sebaliknya medan juga
akan mempengaruhi susunan muatan didalam bahan. Muatan-muatan yang berada
didalam konduktor yang diletakkan di dalam medan listrik akan menyusun diri
sedemikian rupa sehingga timbul medan yang meniadakan medan luar. Itu
sebabnya medan listrik didalam konduktor selalu sama dengan nol. Untuk
dielektrik situasinya lebih rumit. Karena muatan tidak dapat berpindah, peniadaan
total medan listrik didalam bahan tidak terjadi, yang terjadi hanya sekedar
pelemahan medan saja. Apakah yang terjadi bila suatu atom netral diletakkan di
dalam suatu daerah yang ada medan listriknya (atom netral dalam pengaruh E )?.
Jawabannya tidak terjadi apa-apa karena netral atau atom tak terpengaruh apapun
oleh medan, disebabkan atom netral. Sesungguhnya didalam atom terdapat inti
bermuatan positif, dan sejumlah elektron mengelilingi inti. Kedua macam muatan
tersebut, akan dipegaruhi oleh medan listrik E , sehingga pusat muatan elektron

2

dan inti akan saling terpisah, bergeser kedudukannya. Dalam keadaan ini,atom

disebut terpolarisasi, dengan mempunyai momen dipol hetil disebut P yang
searah dengan medan E . Dapat dihubungkan bahwa P = α E , dimana α disebut
polarisabilitas atom. Atom netral mulanya tidak mempunyai momen dipol,
kemudian karena ada pengaruh medan luar, maka terjadi momen dipol terimbas.
1.2

Dipol Induksi dan Polarisasi
Tanpa adanya medan luar, ada kemungkinan muatan negatif terdistribusi

merata disekitar muatan positif didalam molekul bahan, sehingga pusat muatan
negatif dan positif akan berimpit. Dalam hal ini molekul tersebut tidak
mempunyai momen dipol, seperti dapat terlihat dari persamaan momen dipol
untuk dua buah muatan titik yang berlawanan. Dengan adanya medan listrik dari
luar, muatan positif akan “terdorong” dalam arah medan, sehingga terjadi
pemisahan pusat muatan seperti pada gambar (1.1)

Gambar 1.1 Polarisasi bahan akibat medan listrik luar E
Sekarang momen dipolnya tidak lagi nol, dikatakan molekul tersebut
terpolarisasi dan mendapatkan momen dipol induksi. Bila kemampuan menarik
elektron atom-atom pembentuk molekul jauh berbeda dan bentuk molekulnya
tidak simetrik, ada kemungkinan molekul tersebut sudah mempunyai momen
dipol walaupun tidak ada medan luar. Molekul demikian disebut molekul polar,
dan momen dipolnya disebut momen dipol permanen. Misal molekul polar air

3

(H20), sebelum ada medan, arah dipol permanen ini tersebar secara acak, sehingga
efek totalnya dalam skala makro masih sama dengan nol. Dengan adanya medan
luar, masing-masing dipol akan mengalami…….yang cendrung mengarahkannya
kearah medan.
Contoh: 1
Model atom ini dianggap seperti sebuah bola dengan jari-jari a yang pada pusat
inti bermuatan listrik positif dan dikelilingi oleh muatan negatif.
polarisabilitas atomik ( α ) pada atom tersebut.

Hitung

Penyelesaian : Atom yang dimodelkan seperti bola , dimana disekitar permukaan

bola yang bemuatan negatif dikenakan medan listrik E , sehingga mengakibatkan
terjadi pergeseran muatan inti sejauh d. Dengan menggunakan persamaan Gauss.
qc

∫ ∫Eds = ε

dengan qc = pergeseran muatan akitan adanya medan luar

sejauh d, yang disebut dengan momen diole listrik p = q.d , sehingga persaman
o

di atas menjadi
q

∫ ∫Eds = ε

o

E.(4πa 2 ) =

, dimana

q = p/r

qd / r
εo


 
p = q d = (4πa 3 ) E
 
α = 4π εo a 3 = 3ε o v
p = αE ,
Soal
1.

Sebuah atom Hidrogen (sesuai dengan aton Bohr jari-jarinya ½ Angstrom)
diletakkan diantara dua plat metal yang jaraknya 1 mm dan dihubungan
dengan tegangan baterai 500 volt. Secara kasar menurut anda apakah akan
terjadi pemisahan inti atom yang jari-jarinya terpisah sejauh d ? berapa
teganan yang diperlukan agar terjadi ionisasi pada atom hidrogen tersebut.

2.

Muatan q berada terpisah sejauh r dari sebuah atom netral yang
polarisabilitasnya α . Hitung gaya interaksi antara keduanya.

4

Molekul Polar :
Dalam atom netral : tidak memiliki momen diple. Momen dipole P muncul
karena induksi oleh medan listrik E dari luar.
Beberapa molekul memiliki dipole permanen contoh : Molekul air (H20).

Gambar 1.2
Apakah yang terjadi jika melekul air diletakan dalam medan listrik E yang serba
sama (uniform) Ada gaya :
F+ = q E
F− = − q E ,
Yang berlawanan arah, tetapi tidak saling meniadakan. Timbul momen
gaya (TORSI) = N

5

Gambar 1.3
Teori :

(


 
 
N = ( r+ x F+ ) + r− x F−

)

 S 
  S 

  x q E  +  −  x − q E 
2
  2 

=  


N = qSx E
, karena P = q S

( )

(

)

1.1
1.2

Jadi Momen dipole dalam medan listrik E yang uniform :
 
N
=
P
xE.
Torsi :

1.3

Jika medan listrik E tidak uniform ?
F+ ≠ − F− : Tidak balance ( tidak saling seimbang)
Gaya neto (Resultan gaya) :
F = F+ + F− = q ( E + − E − )

( )

= q dE

1.4

d E : Perbedaan medan listrik E pada ujung (+) dan ujung (-).

S << 1
Ambil kenyataan bahwa suatu dipole
(sangat rendah), maka ;
dE x = ( ∇E x ).S, dengan demikian berlaku pula untuk komponen E dan E .
y
z
Sehingga secara serentak jika dipole cukup pendek dapat dituliskan :
d E x = ( ∇E x ) . S
d E y = ( ∇E y ).S
d E z = ( ∇E z ) . S
Jadi, resultan gaya

F = q S.∇ E

( )

( )

1.5

F = P.∇ E

6

Dalam melekul, secara umum, keadaannya lebih kompleks P tidak selalu sejajar
dengan E .

→ Polarisabilitas atom merupakan besaran tersor.
P=αE
Px = α xx E x + α xy E y + α xz E z
Py = α yx E x + α yy E y + α yz E z
Pz = α zx E x + α zy Yy + α zz E z

1.6

1.3 Elektrostatika Makroskopik
Jika kita tinjau kembali persamaan dibawah ini :

∇.E =

ρ'
Σ0

∇x E =0

Semua fenomena elektrostatik

Medan mikroskopik E diturunkan dari rapat muatan mikoskopik ρ :
Idealisasi :
 Persoalan beberapa muatan titik dengan syarat batas terdefinisi secara
matematis.
 Persoalan distribusi muatan dengan syarat batas yang keduanya terdefinisi
secara matematis.
Dalam kebanyakan situasi Fisis :
Persoalan-pesoalan tidak dapat ispesifikasi secara lengkap dalam bentuk muatan
individual.
ρ' tidak mungkin dapat dispesifikasi secara eksak.
Setiap persoalan : melibatkan medan-medan didalam bahan (medium).
-

Dalam Skala makroskopik : terkandung muatan dalam orde 1023.

7

-

Muatan-muatan tersebut bergerak (bergetar) kerena agitasi termal.

Apakah elektrostatik masih relevan dalam situasi tersebut ?
Untuk persoalan makroskopik yang mengandung banyak atom atau melekul.
Solusi untuk medan listrik :
E (r ) =

1
ρdτ
∫ 2 rˆ
4πΣ 0 r

1.7

Tidak lagi cocok !!
Mengapa ?
1) Karena melibatkan rapat muatan ρ yang posisi-posisi muatannya (sangat
banyak) harus dispesifikasikan secra tepat (eksak).
2) Berfluktuasi secara liar : jika titik observasi sedikit berubah (dalam skala
atomik)
Dalam elektrostatik makroskopik, kita tidak menginginkan informasi detail
melainkan rata-ratanya. Rata-rata medan listrik dalam daerah orde 10-6 cm3 (10-2
cm dalam dimensi linier). Karena volume atomik dalam orde 10-24 cm3, dalam
skala makroskopik terkandung atom dalam orde 1018 atau lebih. Perata-rataan

()

()

akan menghilangkan efek fluktuasi mikroskopik.Perata-rataan E r dan ρ r dalam
suatu volume ∆V yang secara makros kopik kecil, tetapi cukup besar secara
mikroskopis (mengandung banyak atom atau melekul). Variabel

∈ berkisar

meliputi volume ∆V.
Definisi besaran-besaran makroskopik.
E= Σ
p = N P mol :
ρ = N e mol :
D = Σ 0 E + P.
E ≡ Σ =−∇ ∫

1
4πΣ 0

 ρ P.rˆ 
 + 2  dt
r r 

1.8

ρ : Rapat muatan rata-rata.

8

P : Momen dipole persatuan volume (Polarisasi)

Jika bahan →

ρ =0→ E = −∇ ∫

∴ V=∫
Jadi

1 P.dt rˆ
4πΣ 0 r 2

1 P.dt rˆ
4πΣ 0 r 2

1.9

1.10

1.4 Polarisasi
Terdapat sekeping bahan dielektrik yang sudah terpolarisasi, diketahui
polarisasinya (P). Vektor polarisasi P adalah momen dipole tiap satuan volum,
maka untuk suatu elemen bervolume dV momen dipolenya adalah
d p = P( r ) dτ

1.11

Polarisasi :
P( r ) =

dp

1.12

Bahan dielektrik dalam medan listrik E

Apakah medan yang dihasilkan oleh bahan semacam ini ?
Bila ada satu dipole, maka potensial yang ditimbulkannya :

1 p. rˆ
V=
4πΣ 0 r 2

1.13


Dimana : r = jarak dipole ke titik yang dicari potensialnya.
Karena p = P dτ , dengan dτ sebagai elemen volume, maka potensial total yang
dihasilkan :

9

000102ffffff00040000002e01180005000000310201000000050000000b0200000000050000000c028002400512000000
002010100050000000102ffffff00040000002e01180005000000310201000000050000000b0200000000050000000c028
Potensial oleh muatanPotensial
permukaan
oleh muatan Volume

V=

1
4πΣ 0

Vol

P. rˆ

r2

1.14

 1  rˆ
∇  = 2 ;
Adanya hubungan dari kalkulus :  r  r
dimana diferensiasinya terhadap
koordinat sumbu, memberikan bentuk :
V=

1
4πΣ 0

1

∫ P.∇  r dτ

Vol

Dengan melakukan integrasi dan menggunakan aturan perkalian, maka diperoleh :
V=

( )


1 
1
1 
 ∫ ∇. P  dτ − ∫ ∇.P dτ 
4πΣ 0 vol  r 
Vol r

1.15

Dengan menggunakan teorema divergensi Gaus, maka kita dapat merubahnya
menjadi :
V=

( )

1
1
1
1
P.d A −
∇.P dt


4πΣ 0 
r 
Σ 0 Vol r

 4π
  
1.16

Suku pertama merupakan potensial disebabkan oleh muatan permukaan yang
terikat.
ˆ
→ σ b = P. n , dimana nˆ = Vektor satuan normal.
Suku kedua merupakan potensial karena rapat muatan (volume) yang terikat
→ ρb = − ∇.P
Rumus potensial didalam bahan dielektrik terpolarisasi dinyatakan sebagai :
V=

σ
ρ

1
4πΣ 0

 σb

ρ
 ∫ d A + ∫ b dt 
 r

Vol r
S

1.18

b

b

Melalui pencarian V diatas, kita dapat menentukan medan kerena muatan

10

000005000000ffffffff000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000040000

terikat. Dapat dikatakan bahwa

σ dan ρ
b

b

menyatakan pengumpulan muatanyang

terjadi didalam dielektrika terpolarisasi.
Jadi potensial (begitu juga medan) yang ditimbulkan oleh bahan
terpolarisasi adalah sama dengan potensial yang dihasilkan oleh suatu
rapat muatan volume ρ = − ∇.P ditambah rapat muatan permukaan
σ b = P. nˆ

Muatan terikat : merupakan akumulasi muatan sejati yang sangat sempurna.

Muatan bersih pada ujung-ujung disebut muatan terikat.
Muatan tersebut tidak bisa dihilangkan.
Contoh

 
1. Sebuah bola jejarinya R membawa polarisasi P = kr , dengan k = konstanta

dan r adalah vektor dari pusat bola. a). Hitung muatan terikat σ b dan ρb .
b). Hitung medan listrik di dalam dan di luar bola.
Solusi : Bayangkan sebuah bola yang jari-jarinya R yang muatannya terkutub
dengan P = kr.

Ingat potensial yang ditimbulkan oleh sebuah bola yang

V=

( )

1
1
1
1
P.d A −
∇.P dt


4πΣ 0 
r 
Σ 0 Vol r

 4π
  

muatannya terpolarisasi adalah :
Jadi muatan terikatnya :

11



1 ∂
1
ρb = −∇ P = − 2 ( r 2 P ) = − 2 3kr 2 = −3k
r ∂r
r
medan listrik pada r< R :

 q
∫Eda = ε o

4
ρ ( πr 3 )
E (4πr 2 ) = 3
εo

E=


1
kr
ρr.rˆo = −
3ε o
εo

Medan listrik pada r>R :
4
σ b A + ρ bV = kr (4πR 2 ) + ( −3k )( πR 3 ) = 0
3
Qt0tal =
2. Hitung medan listrik yang dihasilkan oleh polarisasi seragam oleh sebuah bola
yang jari-jarinya R ( Lihat buku Griffid)
3. Sebuah silinder panjang jari-jarinya R membawa muatan terpolarisasi seragam

P terutama pada pusat silinder. Hitung medan listrik di dalam silinder .
Tunjukkan

bahwa

medan

listrik

di

luar

silinder

diberikan

oleh

 R2


E=
2( P.rˆ ) rˆ − P
3
2ε o r

[

Solusi :

]

Sekarang bayangkan sebuah silinder yan membwa muatan

terpolarisasi seragam P. berapa medan listrik yang ditimbulkan oleh silinder
E (2πrl ) =
tersebut. Dengan menerapkan persamaan Gauss

1
ρ (πr 2l )
εo

di

dalam silinder
E=

ρ
ρ 
r.rˆo =
r
2ε o
2ε o untuk silinder dengan muatan terpolarisasi ada dua jenis

medan listrik yaitu oleh muatan listrik positif dan medan oleh muatan listrik
E=
negatif, sehingga:

ρ
−ρ
ρ
r+ +
r− =
(r+ − r− )
2ε o
2ε o
2ε o

Jika anda tidak bisa menghayal perhatikan momen dipole ini :

12

+q

r+

s

r-

-q

ρ
P
E=
s=
2ε o
2ε o

s = r+ - r-, sehingga

karena

P = p / V = q.l / V = ρVl / V = ρ .l
ingat momen dipole dari muatan negatif ke positif
1
E (2πrl ) = ρ (πR 2l )
εo
di luar silinder :
E=
Medan oleh dua muatan :

ρR 2 rˆ
E=
2ε o r

ρR 2 rˆ+ − ρR 2 rˆ+ ρR 2 rˆ+ rˆ−
+
=
( − )
2ε o r−
2ε o r−
2ε o r− r−

1.5. Hukum Gaus dalam Dielektrik
Polarisasi : Akumulasi
ρb = − ∇.P : didalam dielektrik muatan terikat .
σ b = P. nˆ

: Pada permukaan dielektrik.

Medan yang ditimbulkan oleh polarisasi medium adalah medan oleh muatanmuatan terikat tersebut.
Medan total → Medan yang ditimbulkan oleh muatan-muatan terikat dan muatan
lainnya (muatan bebas)
Muatan bebas : sembarang muatan yang bukan hasil polarisasi.
Misal : - elektron-elektron dalam kunduktor
-

ion-ion dalam dielektrik.

Jadi didalam dielektrik → Rapat muatan total
→ ρ = ρ b + ρf

1.19

13

Hukum Gauss :
∇.E =

ρ
Σ0

Σ 0 ∇.E = ρ = ρb + ρf
Σ 0 .∇.E = − ∇.P + ρf

1.20

Medan total E :
Σ 0 .∇.E + ∇.P = ρf

(

1.21

)

∇. Σ 0 E + P = ρf → Karena MedanPergeseran klasik D = Σ 0 .E + P
Maka :
∇.D = ρf

1.22

Medan ini sering disebut sebagai medan perpindahan listrik atau cukup
medan perpindahan. Dengan mengintegrasika kedua ruasnya terhadap ruang, kita
dapatkan bentuk integral dari persamaan (1.22), yaitu hukum Gauss untuk medan
D.

∫ D.d A = Q

f

s

= ∫ dv ρ f
V

Hukum Gauss untuk medan perpindahan

1.23

Qf = muatan total bebas didalam volum dibatasi oleh permukaan tertutup S.
Kesimpulan :
Dalam persoalan elektrostatik makroskopik yang menyangkut dielektrik :
∇.E =
Persamaan Mikroskopik :

ρ
Σ0

∇x E = 0
∇.D = ρf

Digantikan oleh :

∇x E = 0

Solusi untuk medan listrik, dalam skala mikroskopik dapat dirumuskan dalam
bentuk :

14

 ρ P.rˆ 
1
∇ ∫  + 2  dt.
4πΣ 0  r r 

E=

1.24

Contoh
1. Sebuah kawat panjang membawa rapat muatan garis λ yang seragam,
disekitar kawat dikelilingi oleh ebonit yang jari-jarinya adalah R. Hitung
pergeseran listriknya.
Solusi :

∫ ∫DdA = Q

f

D(2πrl ) = λl

D=

λ
2πr

2. Sebuah bola berongga jari-jari bagian dalam a dan jari-jari bagian luar b yang
 k
P = rˆ
r , dengan k konstanta dan r adalah jarak
diisi oleh udara terpolarisasi
dari pusat bola. Hitung muatan terikatnya dan medan listrik pada tiga daerah
tersebut.

1 ∂
k
k
ρb = −∇ .P = − 2 (r 2 ) = − 2
r ∂r
r
r

Solusi:



k
k
σ b = P..nˆ = P.rˆ = rˆ.rˆ =
r
b pada r = b


k
k
σ b = − P..nˆ = − P.rˆ = − rˆ.rˆ = −
r
a pada r = a
Dengan menerapkan hukum Gauss :
E=

Qc

4π εo r 2

For r < a and r > b Q c = 0, so E = 0
For

a<r<b

r
k
−k
2
Qc = (− )(4πa ) + ∫ ( 2 )4πr 2 dr = −4πka − 4πk (r − a ) = −4πkr
a
a r

15

E=−

k

ε or

1.4 Dielektrik Linier
Kita sudah melihat akibat adanya polarisa p didalam bahan dielektrik, tetapi
belum mengenal sebab terjadinya polarisasi tersebut. Secara kualitatif dapat
diungkapkan bahwa p tergantung pada resultan medan listrik E yang ada
didalam dielektrik. Dalam kebanyakan bahan, jika E tidak terlalu besar, polarisasi
yang terjadi pada bahan sebanding dengan medan listrik.
P = Σ0 X e E

1.25

dimana : X e = Suseptibilitas meptium, suatu tetapan tidak berdimensi (tanpa
satuan).
Bahan yang mengikuti hubungan seperti diatas, disebut dielektrik linier.
Bahan-bahan yang memenuhi hubungan dalam persamaan (4.25) diatas dapat
dituliskan :
D =ε0 E + P
=ε0 E + ε0 X e E
= ε 0 (1 + X e ) E
D =ε E
dimana :

1.26

ε = ε 0 (1 + X e ) → permitivitas bahan (volum)

sedang : K = 1 + Xe → Konstanta dielektrik

K=

ε
→ε = ε o.
ε0

Dalam volum : Tidak ada bahan yang dapat dipolarisasi Xe = 0 → Σ = Σ 0

Sudah ditunjukan pada umumnya D dan P merupakan mean yang tak rotasional,

16

hal ini berarti bahwa ∇x D ataupun ∇x P tidak sama dengan nol
→ ∫ D. dl ≠ 0 , dan ∫ P.dl ≠ 0
e

e

Contoh
1. Ruang diantara plat kapasitor paralel terisi dua slab dengan material dielektrik
linier. Setiap slab mempunyai kedalaman atau tebal s total jarak antara slab
adalah 2s Slab pertama mempunyai konstanta 2 dan slab ke dua mempunyai
konstanta 1,5. Rapat muatan bebas diatas palt adalah + σ dan bagian bawah
adalah - σ . Hitung
a). hitung Pergeseran listrik D pada setiap slab.
b). hitung Medan listrik pada setiap slab.
c). Hitung polarisasi P pada setiap slab
d). hitung potensial diantara slab
Solusi : a).

∫ ∫DdA = Q

f

= σA

Jadi

D =σ

 σ
 σ
E
=

 E=
ε2
ε
1 in slab 1,
b). D = εE ,
in slab 2, ε = ε o k
3
ε2 = εo
ε
=
2
ε
o dan
2 , maka dari itu
so, 1
E1 =

σ
2ε o

dan



P
=
ε
X
E
o
l
c).
, so

E2 =


3ε o


D
X
P = εo X l
= ( l )σ
ε ok
k


 σ
1
P = (1 − )σ
P1 =
k , Maka
2

d).

V = E1.s + E2 .s =

Xl = k −1

 σ
P2 =
3
dan

7
σ .s
6ε o

1.5 Energi di dalam Sistim Dielektrik
-

Untuk mengisi kapasitor hingga berpotensial V diperlukan kerja :

17

W=

1
CV 2 ( dalam Volum )
2

Untuk kapasitor berisi dielektrik, maka C = Cok

Dari persamaan

W=

1
1
CV 2
C o kV 2
2
= 2
W=

ε
E∫ 2 dτ


2

W=

1
∫ ∫ D∫ .Edτ
2

W=

1

Atau dalam bentuk integral

2
∫ ∫ D∫ dτ

Jika kapasitor diisi dielektrik :
→ Kapasitansinya akan meningkat (terhadap Volum) dengan faktor K.
C = KCvolum → C = KCa

1.27

Energi yang tersimpan juga akan menngkat dengan faktor K.
Adapun energi yang tersimpan pada setiap sistim elektrostatik di ruang hampa,
sebagai berikut

Σ
W = 0 ∫ KE 2 dτ
2

( dalam Volum )

1.28

Bila kapasitas diisi dengan dielektrik linier, maka

Σ
W = 0 ∫ KE 2 dτ
2
1
= ∫ D.E dτ
2

1.29

Contoh

18

1. Bola metal dengan jejari a mengandung muatan Q. Bola tersebut dibungkus
sampai jejari b oleh bahan dielektrik linier dengan permitivitas Σ .
Tentukan : a). Potensial dipusat (relatip terhadap ~)
b). Muatan-muatan terikat pada dielektrik.
Jawab :
Hukum Gauss ::

∫ D.d A = Q

f

s

→ D=

Q rˆ
→ untuk r > a
4πΣ 0 r 2

Didalam metal (r , a)

εE=D
E=

Jadi :

Q

4πΣr 2

untuk a < r < b

Q

4πΣr 2

untuk a > b

D
Σ

Potensial dipusat :
0

V = ∫ E .dl
~

b
a
0
 Q 
 Q 

= − ∫ 
dr

dr



2 
∫b  4πΣr 2  ∫a ( 0) dr
~  4πΣ 0 r 

=

Q 1
1 1 

+ − 
4π  Σ 0 b Σ a Σ b 

b). Didalam dielektrik
P = Σ0 X 0 E =

Σ0 X0 Q

4πΣr 2

19

ρb = − ∇.P =
=−

1 ∂ 2
1
r Pr +
∂ ( Sin θ P0 )
2
r ∂r
r Sin θ∂θ

(

)

1 ∂  Σ0 Xe Q 

=0
r 2 ∂r  4πΣ 
Σ0 Xe Q
4πΣb 2

dipermukaan luar

− Σ0 Xe Q
4πΣa 2

dipermukaan dalam

2. Suatu keping dielektrik linear dimasukkan sebagian kedalam kapasitor keping
(lihat gambar) : a. Hitung energi kapasitor tersebut
b. hitung pula besarnya gaya yang diperlukan untuk memeasukkan
dielektrik tersebut.

Jawab : Ukuran keping lebar a dan panjang w, panjang dielektrik yang telah
dimasukkan adalah s, sedangkan tebal dielektrik adalah d, maka

C = εo

A
A
+ εo Xl
d
d

C = εo

a.w
a.s
+ εo Xl
d
d

W=

1  a.w
a.s 
+ ε oX
ε o

2
d
d  V2

F =−

l

(

)

dW 1 d CV 2
1
dC
=
= V2
dS 2 dS
2
dS

dC ε o X la. dS ε o X l a.
=
=
dS
d .dS
d

20

1
a
F = εo Xl V 2
2
d
3. Sebuah kapasitor keping diberi muatan dengan beda potensial 12 volt,
kapasitansunya 6 pF. Hitung :
a. Muatan kapasitor
b. Luas keping kapasitor
c. Energi yang tersimpan dalam kapasitor
d. Bagaimana jika kapsitor tersebut diisi dielektrik dengan k = 2, cari
besarnya muatan, luas keping kapasitor, energi yang tersimpan dan
muatan terikatnya).
e. Bagaimana jika kapasitor diisi setengah dari luas kapasitor tersebut.
Jawab :

a.

b.

Co =

Q
V

Co = ε o

Q = 12.6.10 −12 C = 7,2.10 −11 C
A
d

A = 0,0136m 2

c.

W = 0,5.6.10 −12 (12) 2 = 4,32.10-10 Joule.

d.

Dengan cara yang sama, hanya saja C = Cok.

21

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful