You are on page 1of 2

Nama : Robert Steven Syahputra

NIM : 171201129
Kelas : Hut 2D
Analisis Finansial

Analisis finansial digunakan untuk membantu mengevaluasi keuntungan dari proyek–


proyek alternatif. Biasanya, permintaaan untuk pendanaan modal jauh melebihi jumlah modal
yang tersedia. Karenanya proyek harus didanani dan yang mana seyogyanya ditolak. Metode-
metode net present value (NPV dan internal Rate Of return (IRR) adalah dua teknik yang paling
umum digunakan dalam menganalisis keutungan finansial dari proyek modal yang diusulkan
(Giatman, 2006).
Analisis finansial digunakan untuk membantu mengevaluasi keuntungan dari proyek-
proyek alternatif. Tujuan umumnya yaitu berkepentingan dalam menetukan dan meningkatkan
kekayaan perusahaan. Suatu perusahaan harus menetapkan harga untuk pertama kali ketika
perusahaan tersebut mengembangkan atau memperoleh suatu produk baru, ketika perusahaan
memperkenalkan produk regulernya ke saluran distribusi atau daerah baru, dan ketika perusahaan
akan mengikuti lelang atau suatu kontrak kerja baru (Mulyadi, 2000).
Ada beberapa langkah dalam menetapkan harga diantaranya :
· Memilih tujuan penetapan harga
· Menentukan permintaan
· Menganalisis biaya, harga dan penawaran pesaing
· Memilih metode penetapan harga
· Memilih harga akhir
(Koher,1997).
Metode Net Present Value (NPV) adalah metode seleksi yang memperhitungkan nilai
waktu, yang didasarkan pada konsep mediskonto seluruh aliran kas senilai sekarang. Kemudian
menghitung angka netto maka akan diketahui selisihnya dengan memakai dasar yang sama, yaitu
harga pasar saat ini. Aliran kas yang akan dikas meliputi keseluruhan, yaitu biaya pertama operasi,
produksi, pemeliharaan, dan lain-lain pengeluaran. Mengkaji NPV memberikan petunjuk sebagai
berikut:
 NPV = positif, berarti usulan proyek dapat diterima, semkain tinggi NPV maka semakin
baik
 NPV = negatif berarti usulan proyek ditolak
 NPV = 0 berarti netral (Heizer, 2005).

Kelebihan metode NPV ini yaitu:


o Memasukkan faktor nilai waktu dan uang
o Mempertimbangkan semua aliran kas proyek
o Mengukur besaran absolut dan bukan relatif, sehingga mudah mengikuti kontributnya
o terhadap usaha meningkatkan kekayaan perusahaan atau pemegang saham (Soeharto,
1996).
Net Present Value (NPV) merupakan selisih antara Present
Value dari benefit dan PresentValue dari biaya. Dalam evaluasi suatu proyek tertentu tanda “go”
dinyatakan nilai NPV = 0. Jika NPV = 0 berarti proyek tersebut mengembalikan persis sebesar
modal awal yang ditanamkan oleh investor. Jika NPV < 0 proyek ditolak artinya ada penggunaan
lain yang lebih menguntungkan sumber-sumber yang diperlukan proyek (Heizer, 2005).
Metode IRR menentukan tingkat potongan yang menghasilkan suatu NPV dari lairan
konstan yang setara dengan investasi awal. IRR merupakan itngkat discount atau bunga yang akan
menyamakan present value cash inflow dengan jumlah semisal invesment dari proyek yang sedang
dinilai. IRR merupakan teknik yang paling banyak digunakan tetapi perhitungannya lebih sulit
dibandingkan dengan teknik NPV (Mulyadi, 2000).
Metode penyusunan dengan Straight Line (L) merupakan metode yang mengasumsikan
bahwa berkurangnya nilai suatu aset berlangsung seacra linier terhadap umur ekonomis dari aset
tersebut (Heizer, 2005).
Metode Sum of Years Digit (SOYD) dirancang untuk membebankan depresiasi lebih
besar pada tahun awal, dan semakin kecil untuk tahun-tahun berikutnya.. Bila dibandingkan
dengan metode garis lurus, pembebasan depresiasi dengan mettode SOYD akan lebh cepat. Hal
ini dimasudkan untuk menyiasati pembayaran pajak yang ditanggung oleh perusahaan (Sularso,
1999).
Analisa Break Even Point (BEP) digunakan oleh perusahaan-perusahaan dengan tujuan
untuk :
 Mengevaluasi tujuan laba dari perusahaan secara keseluruhan
 Menyajikan data biaya dan laba kepada top management, yang diperlukan untuk
mengambil keputusan dan merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan
 Mengganti sistem laporan yang tebal-tebal dengan suatu grafik yang mudah dibaca dan
dimengerti.
 (Koher,1997).
Sedangkan menurut juga menyatakan tentang “berbagai kegunaan analisa BEP”, sebagai
berikut:
 Sebagai alat untuk merencanakan laba
 Sebagai alat untuk perencanaan budget
 Sebagai penentu harga jual produk
 Sebagai dasar menentukan harga jual produk
 Sebagai dasar rencana pengembangan
 Sebagai dasar pengambilan keputusan
(Koher,1997).
Dari beberapa uraian tersebut tentang Break Even Point (BEP), maka dapat disimpulkan
bahwa analisa Break Even Point (BEP) adalah suatu teknik atau konsep untuk mempelajari dan
menganalisa hubungan antara biaya tetap dan biaya variabel atau menjumlah minimum out put
yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian (Koher, 1997).