You are on page 1of 10

Jurnal Geodesi Undip Oktober 2015

ANALISIS GEOMETRI JARING PADA PENGUKURAN GPS
UNTUK PENGADAAN TITIK KONTROL ORDE-2

Fuad Hari Aditya, Bambang Darmo Yuwono, Bandi Sasmito*)
Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Sudarto SH, Tembalang Semarang Telp.(024) 76480785, 76480788
E-mail : geodesi@undip.ac.id

ABSTRAK

Penelitian ini mengenai pengaruh geometri jaring dalam pengukuran GPS untuk pengadaan titik kontrol
orde-2. Titik-titik lokasi pengamatan tersebar di berbagai lokasi di Kota Semarang.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pengamatan menggunakan GPS dual-frekuansi pada 7
titik kontrol. Pengolahan data menggunakan Software Geogenius dan Adjust serta GAMIT sebagai pembanding
koordinat titik pengamatan . Faktor geometri jaringan ditentukan oleh beberapa parameter, yaitu konfigurasi
jaringan-jaringan, jumlah baseline dalam satu loop, konektivitas titik (jumlah baseline yang terikat satu titik).
Dari hasil uji ketelitian desain 1 dan 4 didapatkan perbandingan ketelitian parameter posisi horizontal
sebesar Fx = 0.01142<1.3469<3.49, Fy = 0.11442<2.6037<3.49 dan keduanya masuk selang kepercayaan 95%
sehingga tidak memiliki perbedaan ketelitian. Pada uji ketelitian desain 1 dan 7 didapatkan perbandingan ketelitian
posisi horizontal sebesar Fx = 0.01157<0.5238<3.01, Fy = 0.11574<1.4599<3.01 dan keduanya masuk selang
kepercayaan 95% sehingga tidak memiliki perbedaan ketelitian. Akan tetapi pada uji ketelitian desain 4 dan 7
didapatkan perbandingan ketelitian posisi horizontal sebesar Fx = 0.39841<0.3889<2.15, Fy =
0.5607>0.139841<2.15 dan keduanya tidak masuk selang kepercayaan 95% sehingga memiliki perbedaan
ketelitian. Dan untuk uji statistik parameter posisi vertikal desain 1, 4 dan 7 didapatkan nilai sebesar
0.01142<1.1540<3.49, 0.01142<1.1540<3.49 dan 0.01142<0.4686<3.49 sehingga ketiganya masuk dalam selang
kepercayaan 95% dan tidak memiliki perbedaan ketelitian posisi vertikal.
Kata Kunci : GPS, Desain Konfigurasi Jaringan, Uji Ketelitian

ABSTRACT
This research related the influence of geometry of GPS measurements in the networks for theprocurement
of control points of orde-2. Location of observation points are spread out in various locations in Semarang.
The research method was used with observations using dual-frequency GPS at 7 control points. Data
processing using Software Geogenius and Adjust and as a comparison coordinates of the observation point it using
GAMIT. Network geometry faktor was determined by several parametersnamely the configuration of networks,
number of baseline within one loop, connectivity point (total amount of baseline that tied one point).
The analysis was carried out based on a test of accuracy based on the design of the network. From the
results of the test of precision design 1 and 4 was obtained by a comparison parameters of the horizontal position
accuracy around Fx = 0.01142 < 1.3469 < 3.49, Fy = 0.11442 < 2.6037 < 3.49 and both enter 95% confidence
interval so that it didn’t have the difference in accuracy. On the design of precision test 1 and 7 was obtained by
comparison parameters of the horizontal position accuracy Fx = 0.5238 < 0.01157 < 3.01, Fy = 1.4599 < 0.11574
< 3.01 and both are accepted 95% confidence interval so that it didn’t have the difference in accuracy. But in a test
of precision design 3 and 7 was obtained by a comparison parameters of the horizontal position accuracy Fx =
0.39841 < 0.3889 < 2.15, FY = 0.139841 > 0.5607 < 2.15 and both didn’t accepted to 95% confidence interval so
that differences in accuracy. For the statistical test parameters of design vertical position 1, 4 and 7 obtained the
value of 0.01142 < 0.01142 3.49, 1.1540 << 1.1540 < 0.01142 < 0.4686 and 3.49 < 3.49 therefore all of geometry
designs were accepted in the 95% confidence interval and didn’t have the difference in accuracy of position vertical.
Keyword: GPS, Network Configuration Designs, Test Accuracy

*) Penulis, Panaggung Jawab

Volume 4 , Nomor 2 , Tahun 2015,(ISSN : 2337 – 845X) 267

KOP8 pengamatan ke objek/benda angkasa. maka penelitian ini akan dibatasi pada hal- dapat dilakukan secara terestris maupun ekstra. SMK3 ( alamiah (seperti bulan. dimana 4. buatan manusia seperti satelit. baik yang (Stasiun Poncol). Metode penentuan posisi secar terestris 1. CTRM (Citarum). Selain itu kualitas dari koordinat titik-titik dalam suatu jaringan yang diperoleh dengan 1.3 Batasan Masalah Untuk menjelaskan permasalahan yang akan I. dalam hal ini parameter dari geometri 2. PRPP 1. Maksud dari penelitian ini adalah survei GPS secara umum akan tergantung pada mengetahui pengaruh geometri jaringan kualitas jaring atau geometri jaringan yang terhadap ketelititan data yang digunakan digunakan. SP05 (Simpang Lima).Yani jaringan yang akan ditinjau pengaruhnya terhadap 3. kontrol vertikal. 6. sudut azimuth. Seberapa besarkah ketelitian data hasil hingga menghasilkan data. Faktor geometri dengan sebaran titik sebagai berikut : jaringan sendiri akan ditentukan oleh beberapa 1.(ISSN : 2337 – 845X) 268 . Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk sebelum kegiatan pengukuran dilakukan.Citarum 2. Nomor 2 . Penelitian mengacu pada geometri jaringan kerangka kontrol ini tidak terlepas dari jaring geodesi.1 pengadaan titik kontrol orde 2 ? 3. 8. yang dilakukan pengukuran geodesi. Jurnal Geodesi Undip Oktober 2015 I. Konektivitas titik ( jumlah baseline yang 7. PRPP.4 Maksud dan Tujuan Penelitian GPS sangat berpengaruh terhadap kegiatan Adapun tujuan Penelitian yang ingin dicapai pengukuran dilapangan. penentuan posisi dilakukan dengan pengukuran atau K371 (Bandara Ahmad Yani). misalnya waktu dan biaya dalam penelitian ini.1 Latar Belakang dibahas dan agar tidak terlalu jauh dari kajian Penentuan posisi titik di permukaan bumi masalah. 2007) geometri jaring dalam pengukuran GPS. Sedangkan metode ekstra-terestris. Tahun 2015. Bagaimana pengaruh perbedaan geometri Untuk diagram alir penelitian yang jaring pada data yang dihasilkan ? menunjukkan alur pelaksanaan penelitian dari awal 2. Tugu Muda. H. dapat dilihat pada gambar pengukuran GPS yang digunakan untuk II. Simpang Lima terikat ke suatu titik ).2 Perumusan Masalah II. SMK 3 Semarang 3. Jumlah baseline dalam satu loop. 5. adalah: yang diperlukan. Dalam perkembangan N259 (Tugu Muda) survei ekstra-terestrial.Z. wilayah di Kota Semarang yaitu TTG47. dimana untuk melakukan pengukuran 3. Desain geometri jaringan ini berguna untuk pengadaan titik kontrol orde 2. Geometri jaring manakah yang sesuai untuk pekerjaan survei pengadaan titik kontrol orde-2 ? Volume 4 . TTG47 parameter. Metodologi Penelitian Rumusan masalah dalam penelitian tugas akhir ini adalah sebagai berikut: II. Daerah penelitian adalah beberapa titik dilakukan berdasarkan pengukuran dan pengamatan kontrol horizontal yang tersebar di berbagai di bumi. (Kuang. Pendahuluan I. bintang dan squar) maupun SMK 3 Semarang). Dalam tugas akhir ini akan dibahas mengenai I.5 Lokasi Penelitian pengaruh geometri jaringan terhadap ketelitian untuk Lokasi penelitian berada di Kota Semarang pengadaan titik kontrol orde 2.Stasiun Poncol data yang dihasilkan adalah : 4. selain itu mengetahui desain geometri jaring yang desain geometri jaringan yang berkualitas juga dapat paling baik dari beberapa bentuk desain mengeliminasi kesalahan (Abidin. hal berikut: terestris. baik titik kontrol horizontal maupun titik Frekuensi secara statik. dan lain sebagainya format RINEX. untuk merencanakan tingkat ketelitian yang diperoleh 2. 1996). Bandara A. I. dengan spesifikasi jumlah baseline dalam Jaring geodesi juga dapat didefinisikan sebagai satu loop dan konektivitas titik ( jumlah bentuk geometri yang terdiri dari tiga atau lebih titik baseline yang terikat ke suatu titik ). penggunaan survei GPS sering 2. Konfigurasi jaringan.1 Pelaksanaan 1. Pembuatan desain jaring geodesi pada survei I. Pengumpulan data titik kontrol horisontal digunakan untuk menentukan titik-titik kontrol dengan melakukan pengukuran GPS Dual geodesi. Data yang digunakan dalam tugas akhir ini pengukuran ini terdiri dari pengukuran jarak adalah data hasil pengukuran GPS dengan horizontal.

.. Uji Statistik Dari hasil perhitungan dipilih 3 desain jaring yang mewakili nilai faktor kekuatan jaring lemah Report hasil (desain 1). sedang (desain 4) dan kuat (desain 7)............... Tahun 2015.... H..... Kekuatan geometri jaringan GPS akan sangat bergantung pada karakteristik yang diadopsi dari parameter-parameter tersebut...2 Desain 1 desain geometri jaring sebanyak 7 buah yang kemudian dihitung nilai faktor kekuatan jaringnya.3 Desain 4 dihitung sebagai berikut .1.... Jurnal Geodesi Undip Oktober 2015 Mulai dimana: n = jumlah pengamatan Pengumpulan Data u = jumlah parameter Geometri Jaring Persamaan diatas menggambarkan tingkat ketelitian titik-titik dalam jaringan.2) Volume 4 ... Nomor 2 ..Z.... (2...... Simpangan baku dan Simpangan baku dan Simpangan baku dan Ellips kesalahan Ellips kesalahan Ellips kesalahan desain 1 desain 2 desain 3 Analisis Hasil dan Kesimpulan Selesai Gambar II.............. beberapa bentuk konfigurasi jaringan dapat dibuat tergantung pada karakteristik parameter geometri jaringan yang digunakan.. Ya Semakin kecil bilangan faktor kekuatan jaringan tersebut diatas.. Dengan mengasumsikan Desain 1 Desain 2 Desain 3 faktor variansi aposteriori sama dengan satu serta ketelitian vektor baseline dan koordinat yang homogen dan independen dalam jaringan dapat Proses Baseline diformulasikan sebagai berikut : Baseline SoF = [ Tracee (ATA)-1] / u ...........2 Penyusunan Geometri Jaring Pada penelitian ini diawali dengan penyusunan Gambar II....(2... maka akan semakin baik pula Perataan Jaring konfigurasi jaringan dan sebaliknya (Abidin... Untuk jumlah titik dalam jaringan yang sama... (2....3) dimana : Kondisi baseline Tidak Pengecekan SoF = faktor kekuatan jaringan (Baik/Buruk) dan perbaikan Reject sinyal Satelit u = jumlah parameter.. Ada bebrrapa parameter dan karakteristik yang dapat digunakan untuk menentukan konfigurasi jaringan yang paling baik.1) Dimana σ2 adalah faktor variansi aposteori yang Gambar II....(ISSN : 2337 – 845X) 269 ........... (ATPLA)-1 ......... 2002).. Diagram Alir Penelitian II.... Salah satunya didasarkan pada persamaan Cx = σ20 ..

086"E 27. dalam mm. Gambar II. parameter ellips kesalahan absolut dan relatif dapat dilihat pada Tabel III.1....366"E 29.006 Kelas suatu jaring titik kontrol horizontal MUDA ditentukan berdasarkan panjang sumbu-panjang Rata-Rata ± 0.3 Tabel III. Tahun 2015..959 ± 0. Hasil Dan Pembahasan III.000 ± 0.01 ± 0. dalam km....689"E 28...00829 ± 0..007 Hasil dari pengolahan data pengamatan GPS LIMA harus memenuhi syarat ataupun kriteria yang 6 SMK3 6°59'41.. Jurnal Geodesi Undip Oktober 2015 Dalam hal ini panjang maksimum dari sumbu- panjang ellips kesalahan relatif 95% yang digunakan untuk menentukan kelas jaringan adalah :(SNI.012 ± 0..261 ± 0.4 Desain 7 Kelas C (ppm) Aplikasi Tipikal 3A 0. Adjust dan GAMIT untuk validasi 4 PRPP 6°59'20. KOP8 (Stasiun Poncol).2 berikut...(ISSN : 2337 – 845X) 270 .950"S 110°24'54....2) .004 ± 0..006 ± 0.813"E 30..465"S 110°25'49.008 ± 0.4) dengan pengertian : r = panjang maksimum dari sumbu-panjang yang diperbolehkan.1 dan gambar III.01 Jaring tetap (kontinu) GPS 2A 0.1 Hasil Perhitungan Desain 1 Hasil perhitungan desain jaring 1 diperoleh dari hasil pengolahan data pengukuran dengan konektivitas 2 dan jumlah baseline 7.311"S 110°22'36... Citarum.643 ± 0.1 Survei geodetik berskala nasional II.743 ± 0. pengambilan data B 10 Survei geodetik berskala local dilakukan dengan pengamatan GPS statik di beberapa C 30 Survei geodetik untuk perapatan lokasi yaitu di K371 (Bandara).......978 ± 0..007 dilakukan adalah dengan metode post-processing 2 CITARUM 6°57'43..011 ± 0.005 ± 0...3 Pengambilan Data A 1 Survei geodetik berskala regional Dalam penelitian ini.764"S 110°25'22.2 dan III. SP05 (Simpang Lima) dan D 50 Survei pemetaan N259 (Tugu Muda).. c = faktor empirik yang menggambarkan tingkat presisi survei. Nomor 2 . kategorisasi kelas jaring titik kontrol horizontal yang diusulkan diberikan pada Tabel II.978"S 110°23'28.(2.37 0 0 0 orde-2 yaitu : 8 TUGU 6°58'4..366"E 31.013 ditetapkan untuk pengadaan titik kontrol horizontal 7 TTG47 7°01'25. SIMPANG 5 6°58'18. Berdasarkan nilai faktor c tersebut. PRPP...006 ± 0. Volume 4 ...249"E 30..018 koordinatnya.006 ± 0.. 1 Kelas (pengukuran) jaring titik kontrol horizontal (SNI. 2002).00629 ± 0.. d = jarak antar titik . Tabel II..004 ± 0. SMK3..005 ± 0.005 ± 0.684"S 110°26'31.014 ± 0. 1 Hasil perhitungan posisi dan simpangan baku titik desain 1 Koordinat Simpangan Baku (meter) No Nama Titik Tinggi Lintang Bujur σy σx σHz (m) II. Hasil perhitungan posisi desain jaring 1 dapat dilihat pada tabel III. r = c ( d + 0.883"E 132....011 hasil pengamatan GPS serta menggunakan software 3 PONCOL 6°58'23.291"E 28.. 2002).311"S 110°22'36.009 ± 0.009 ± 0.01043 (semi-major axis) dari setiap ellips kesalahan relatif (antar titik) dengan tingkat kepercayaan (confidence level) 95% yang dihitung berdasarkan statistik yang diberikan oleh hasil hitung perataan jaringan kuadrat terkecil terkendala minimal (minimal constrained). Berikut adalah gambaran lokasi penelitian III.134"S 110°25'13.4 Pengolahan Data GPS Pada penelitian ini pengolahan data yang 1 BANDARA 6°58'4..011 Geogenius.

4.230 30.006 ± 0.0608 10.650"E 27.480 26.004 ± 0.4927 a = Sumbu panjang ellips kesalahan b = Sumbu pendek ellips kesalahan Tabel III.003 Diterima desain 4 5 CITARUM SMK3 67.0155 a = Sumbu panjang ellips kesalahan 2 PRPP 6°57'43.116 ± 0. dan gambar III.9072 8.307"S 110°22'36.9743"S 110°23'28.000 67.477 1.37221"E 29.296"E 28.5673"S 110°24'34. 2 Hasil perhitungan tabel parameter ellips MUDA Rata-Rata ± 0.45 1.883"E 132. Jurnal Geodesi Undip Oktober 2015 Berikut adalah hasil gambaran grafik tabel III. 5 Hasil perhitungan ellips kesalahan absolut 4 PONCOL CITARUM 6.092"E 28.257 SIMPANG 4 6°59'20.2206 0.006 7 TTG47 7°01'25.584 Ditolak No Nama Titik Lintang Bujur (m) a (cm) b (cm) 7 SIMPANG LIMA TTG47 6.030 24.684"S 110°26'31.004 ± 0. 3 Hasil perbandingan nilai parameter ellips kesalahan relatif dan nilai maksimal sumbu panjang yang ditentukan pada orde-2 Baseline r = c* (d +0.617 LIMA 5 CITARUM 6°58'18.2242 6 SMK3 6°59'41.477 ± 0.134"S 110°25'13.9072 7.65024"E 27. kesalahan absolut dan relatf dapat dilihat pada tabel III.643 9.959 13.005 ± 0.946"S 110°24'54.720"S 110°25'22. 1 Grafik simpangan baku desain 1 TUGU 8 6°59'01.006 Tabel III.0241 b = Sumbu pendek ellips kesalahan r = Nilai maksimal sumbu panjang pada orde-2 4 TUGU MUDA 6°59'01.3070"S 110°22'36.0071 kesalahan absolut desain 1 Koordinat Tinggi Ellips Error No Nama Titik Berikut adalah hasil gambaran grafik simpangan Lintang Bujur (m) a (cm) b (cm) baku dari semua titik pada desain jaring 4.2853 1.779 1.77440"E 29.779 ± 0.006 ± 0.7749 1.006 LIMA 6 SMK3 6°59'41.0057 ±0.465"S 110°25'49.2) No a (mm) b (mm) Keterangan Gambar III.774"E 29.2 parameter ellips simpangan baku dari semua titik pada desain jaring 1.585 10.052 3 PONCOL 6°58'23. 1 BANDARA 6°58'4.030 2.09263"E 28.007 ± 0.950"S 110°24'54.567"S 110°24'34.000 70.005 ± 0.000 113.9072 7.21012"E 30.1316"S 110°25'13. Tahun 2015.640"S 110°26'31.6454 2 PRPP 6°57'43.679 Ditolak Berikut ini merupakan hasil perhitungan 2 BANDARA PRPP 268.6454 RATA-RATA 11.4846 dengan konektivitas 4 dan jumlah baseline 11.8481 10.8724 1.007 2 CITARUM 6°58'18.494 Ditolak Koordinat Tinggi Ellips Error 6 SMK3 SIMPANG LIMA 295.030 2.16 7 TTG47 7°01'25. 3 PRPP PONCOL 6.422"S 110°25'49.859 ± 0.005 ± 0.28011"E 31.2371 perhitungan posisi desain jaring 4 dapat dilihat pada a = sumbu panjang ellips kesalahan Volume 4 .6 Tabel III.5226 5 PONCOL 6°58'23.88929"E 132.280"E 31.081 1.4636 Hasil perhitungan desain jaring 4 yang LIMA diperoleh dari hasil pengolahan data pengukuran 8 SMK3 6°59'41.261 12.086"E 27.2 Hasil Perhitungan Desain 4 SIMPANG 7 6°59'20.006 ± 0.005 ± 0.489 0 0 0 Gambar III.242 1.004 ± 0.9567 9.689"E 28 9.450 ± 0.4967 1.249"E 30. 4 Hasil perhitungan posisi dan simpangan baku titik desain 4 Koordinat Simpangan Baku (meter) No Nama Titik Tinggi Lintang Bujur σy (m) σx (m) σHz (m) (m) 1 BANDARA 6°58'45.120 32.(ISSN : 2337 – 845X) 271 .37 9.005 ± 0.008 SIMPANG 5 6°59'20.311"S 110°22'36.5445 1.4221"S 110°25'49.372"E 29.210"E 30.630 96. Nomor 2 .978 13.3031 1.470 2.057 Diterima Tabel III.9463"S 110°24'54.813"E 30.914 Ditolak parameter ellips kesalahan absolut desain jaring 4.009 3 PONCOL 6°58'23. 2 Grafik simpangan baku desain 4 (mm) From To 1 TTG BANDARA 193.859 1.1896 III.8592 1.306 Diterima 1 BANDARA 6°58'45.006 ± 0.7204"S 110°25'22.116 1.764"S 110°25'22.081 ± 0.974"S 110°23'28.0047 ± 0.680 40.005 ± 0. Hasil RATA-RATA 1.291"E 28.29691"E 28.680 12.9598 6 CITARUM 6°58'18.366"E 29.242 ± 0.680 31.432 10.743 12.5 dan III.008 4 PRPP 6°57'43.978"S 110°23'28.6407"S 110°26'31.

Nomor 2 .315 1. dimana untuk orde 2 SIMPANG nilai faktor empirik yang menggambarkan tingkat 5 6°57'43.695"E 28.567"S 110°24'34.059 1.682 1.975"S 110°23'28.534 Diterima parameter ellips kesalahan abasolut desain jaring 7.567"S 110°24'34.006 ± 0.761"S 110°25'22.8692 III.637 33.297"E 29.005 ± 0.0566 .014 ± 0.45 ± 0.99 Diterima 5 CITARUM SMKE 142.625 84.896 0.759 Diterima 9 TTG47 TUGU MUDA 132.975"S 110°23'28.297"E 27.005 ± 0.280"E 31.652 30.8816 absolut dan relatif dapat dilihat pada tabel III.621 115.728 40.777 38.308"S 110°22'36.118 33.004 ± 0.3 1. 6 Hasil perbandingan nilai parameter ellips kesalahan relatif dan nilai maksimal sumbu panjang yang ditentukan pada orde-2 Baseline r = c*(d+0.958 Koordinat Simpangan Baku (meter) No Nama Titik a = sumbu panjang ellips kesalahan Tinggi Lintang Bujur σy σx σH (m) b = sumbu pendek ellips kesalahan 1 BANDARA 6°58'45.006 ± 0..682 ± 0. 8 Hasil perhitungan ellips kesalahan absolut desain 4 a = sumbu panjang ellips kesalahan b = sumbu pendek ellips kesalahan Koordinat Tinggi Ellips Error No Nama Titik Lintang Bujur (m) a (cm) b (cm) r = Nilai maksimal sumbu panjang pada orde-2 1 BANDARA 6°58'45.3 parameter ellips kesalahan 5 CITARUM 6°58'18.297"E 31.28 ± 0.011 parameter ellips kesalahan relatif desain jaring 7 yang 3 PONCOL 6°58'23.946"S 110°24'54.018 sumbu panjang pada orde-2.584 Ditolak 7 SIMPANG LIMA TTG47 50.057 Diterima 4 PONCOL CITARUM 67.169 127.8374 Hasil perhitungan desain jaring 7 diperoleh TUGU dari hasil pengolahan data pengukuran dengan 3 MUDA 6°59'01. Tahun 2015.1621 konektivitas 5 dan jumlah baseline 15.007 LIMA presisi survei adalah 10.006 MUDA Rata-Rata ± 0.681"S 110°26'31.915 0 0 0 TUGU 8 6°59'01.266 134.008 0.315 ± 0.688 70.819"E 31.01 ± 0.372"E 30.679 Diterima 3 PRPP PONCOL 213.819"E 31. Hasil 4 PONCOL 6°58'23.02) No a (mm) b (mm) Keterangan From To mm 1 TTG BANDARA 192. 6 SMK3 6°59'41.013 7 TTG47 7°01'25.372"E 30.494 Diterima 6 SMK3 SIMPANG LIMA 189.0083 ± 0.28 1.011 ± 0.011 dibandingkan terhadap ketentuan nilai maksimal 4 PRPP 6°57'43.1309 simpangan baku titik desain 7 RATA-RATA 1.477 77.137 50.104 0. Tabel III.7962 perhitungan posisi desain 7 dapat dilihat pada tabel III.135 82. Jurnal Geodesi Undip Oktober 2015 b = sumbu pendek ellips kesalahan Berikut adalah hasil gambaran grafik simpangan baku dari semua titik pada desain jaring 7.506 1.681"S 110°26'31.0063 ± 0.092"E 28.318 Diterima Gambar III.131"S 110°25'13.4334 1.007 Berikut ini merupakan hasil perhitungan 2 CITARUM 6°58'18.281 Diterima Tabel III.076 31.462"S 110°25'49.308"S 110°22'36.0104 Volume 4 .975"S 110°23'28.267 1. 11 TUGU MUDA PRPP 134.1971 0.279 Diterima Berikut ini merupakan hasil perhitungan 10 TUGU MUDA BANDARA 210.006 ± 0.506 ± 0.889"E 131.946"S 110°24'54.4159 1.005 ± 0.521 31.059 ± 0.008 ± 0.0945 0.004 ± 0.492 26. 7 Hasil perhitungan posisi dan 7 SMK3 6°59'41.45 1.3318 47.(ISSN : 2337 – 845X) 272 .902 80.092"E 28. Berikut ini merupakan hasil perhitungan parameter ellips kesalahan relatif desain jaring 4 yang di bandingkan terhadap ketentuan nilai maksimal sumbu panjang pada orde-2.462"S 110°25'49.914 Diterima 2 BANDARA PRPP 192. 3 Grafik simpangan baku desain 7 8 TTG47 PRPP 49.280"E 31.9 LIMA Tabel III.3 Hasil Perhitungan Desain 7 2 PRPP 6°57'43.009 ± 0.009 ± 0.846 ± 0.255"E 31.342 115.297 117.695"E 28.7 dan gambar III.8 dan SIMPANG 6 6°59'20.369 12.0283 III.

768 Diterima besarnya nilai ellips kesalahan absolut dari ketiga a = sumbu panjang ellips kesalahan desain.05658 4 PONCOL CITARUM 50.4.897 Diterima 3 PONCOL 13.978 52.604 52.8481 1.Tingkat ketelitian posisi titik-titik horizontal berdasarkan harga sumbu panjang dari ellips III.138 Diterima Desain 1 Desain 2 Desain 3 2 BANDARA PRPP 122. Ketelitian posisi titik horizontal yang ditunjukkan karena terganggunya data sinyal dari satelit ke pada desain 1 mempunyai harga yang paling jelek receiver. 9 Hasil perbandingan nilai parameter ellips (a) dari ellips kesalahan absolut yang dimiliki oleh kesalahan relatif dan nilai maksimal sumbu panjang masing-masing titik pada Tabel III.873 73.181 Diterima 6 SIMPANG LIMA 12.10404 6 SMK3 SIMPANG LIMA 50.812 Diterima 7 TUGU MUDA Tidak ada 1. Pemotongan sinyal pada Berdasarkan tabel III.466 709.5.1 Analisis Ketelitian Posisi Horizontal kesalahan absolut pada jaring GPS sangat Berikut ini analisa besarnya ketelitian tergantung pada tingkat konektivitas dan jumlah horizontal yang diwakili oleh harga sumbu panjang baseline.5850 1. dibandingkan dengan kedua desain yang lainnya (desain 4 dan 7).604 319.49666 1. III.272 310.022 72.28529 1.941 Diterima 4 CITARUM 13.573 Diterima 2 PRPP 12.26701 8 TTG47 PRPP 118.781 25. b = sumbu pendek ellips kesalahan r = nilai maksimal sumbu panjang pada orde-2 III.(ISSN : 2337 – 845X) 273 .95675 1.Ketelitian rata-rata posisi titik horizontal yang Analisis ketelitian yang dilakukan terbagi ditunjukkan pada desain 1 adalah ± 11.551 63. sehingga dari 4 receiver yang aktif. vertikal serta nilai perbandingan toleransi maksimal Berdasarkan analisis diatas dapat ellips kesalahan relatif untuk pengadaan titik kontrol disimpulkan sebagai berikut : orde-2. 10 Harga sumbu panjang ellips kesalahan absolut Baseline r = C*(D+0. .781 58.692 266. ellips kesalahan absolut dan analisis posisi vertikal .09449 3 PRPP PONCOL 118.386 37. Sinyal yang terputus-putus kemungkinan disebabkan . Nomor 2 .566 73.77489 1.Ketelitian rata-rata posisi titik horizontal yang berdasarkan nilai simpangan baku rata-rata posisi ditunjukkan pada desain 7 adalah ± 1.662 150. Tahun 2015.0821 477.789 Diterima 12 TUGU MUDA PONCOL 100.592 Diterima 10 TUGU MUDA BANDARA 118. dengan demikian pengaruh bias atmosfer di lokasi pengamatan dapat diasumsikan seragam. Proses pengolahan baseline diawali Gambar III.49 cm. menjadi tiga bagian yaitu : analisis ketelitian posisi .439 214.835 304.693 385. hanya ada 3 baseline yang digunakan.604 62. 4 Grafik perbandingan sumbu panjang dengan perbaikan kontinyuitas sinyal dengan ellips kesalahan absolut melakukan pemotongan sinyal satelit yang terputus- putus saat pengamatan.4 Analisis III.95 cm.386 76.22057 1.10 yang ditentukan pada orde-2 Tabel III.2) No a (mm) b (mm) Keterangan Harga sumbu panjang ellips kesalahan mm From To No Nama Titik (cm) 1 TTG BANDARA 107.9072 1.30311 1.4 dapat dianalisis hal-hal menghilangkan pengaruh noise yang terjadi pada berikut : sinyal yang terekam dari masing-masing sinyal satelit.5 Analisis Hasil .274 81.775 403.1 Analisis Data Hasil Pengolahan Baseline yang diolah ini adalah baseline pendek <10 km sehinggan kondisi atmosfer di lokasi pengamatan dapat dianggap sama.0898 0.41593 7 SIMPANG LIMA TTG47 101.613 772.49214 1.343 Diterima Rata-rata 11.595 Diterima Berikut ini merupakan grafik perbandingan 13 SIMPANG LIMA PONCOL 98.Ketelitian rata-rata posisi titik horizontal yang horizontal yang diwakili harga sumbu panjang dari ditunjukkan pada desain 4 adalah ± 1. Volume 4 .239 125.15768 11 TUGU MUDA PRPP 85.0608 1.841 Diterima 5 SMK3 9.11 dan grafik yang beberapa data pengamatan dilakukan untuk ditunjukkan pada gambar III.87236 1.00803 5 CITARUM SMK3 101.4323 1. Data baseline yang diolah adalah data baseline bebas (non trivial).9072 1.15 cm.43343 9 TTG47 TUGU MUDA 0. Jurnal Geodesi Undip Oktober 2015 Tabel III.681 332.85920 1.786 Diterima 1 BANDARA 9.

Nomor 2 . Jurnal Geodesi Undip Oktober 2015 .12 dan grafik yang 1 Desain 1 ± 0.(ISSN : 2337 – 845X) 274 . Jaring GPS yang mempunyai konektivitas 5 dan jumlah baseline 15 mempunyai ketelitian rata-rata 2 CITARUM 0.006 Berdasarkan hasil pengolahan data yang Rata-rata 0. Ketelitian posisi vertikal yang ditunjukkan pada desain 7 mempunyai harga yang paling jelek Volume 4 .0057 ± 0. 0.0104 a.009 0.12 Tabel III. Jaring GPS yang terdiri dari baseline sebanyak 7 dibandingkan dengan kedua desain lainnya (desain dan konektivitas 2 mempunyai ketelitian rata-rata 1 dan 4).15 cm.006 0.1 mm ± 1. 5 0. dan konektivitas 5 mempunyai ketelitian rata-rata d.007 0.5.007 h.006 0.006 0.007 0.0060 ± 0.4 dan 7 nilai simpangan baku dari desain jaring 1.008 0. jumlah baseline f.011 i. dan III. 12 Perbandingan simpangan baku rata-rata desain 1. dapat dianalisis hal-hal 2 Desain 4 ± 0. Ketelitian rata-rata posisi vertikal dari model ± 1. sedangkan pada desain 1 dan 4 Berikut ini adalah analisis pengaruh relatif sama. c.01043 ditunjukkan pada tabel III.0062 ± 0. Rekapitulasi besarnya disimpulkan sebagai berikut : simpangan baku rata-rata posisi vertikal untuk e.5. b.00767 0.007 LIMA 6 SMK3 0. Peningkatan jumlah baseline diatas 11 4 PRPP 0. 5 Grafik simpangan baku posisi vertikal Nama Simpangan Baku Rata-Rata (m) dari ketiga desain No Titik σx σy σh Berdasarkan tabel 4.5. Jaring GPS yang terdiri dari baseline sebanyak 11 ditunjukkan pada desain 1 dan 4 masing-masing dan konektivitas 4 mempunyai ketelitian rata-rata berkisar sekitar ± 7.009 0.3 Analisis Toleransi Orde-2 8 TUGU MUDA .0076 ditunjukkan pada gambar 4.0047 ± 0.6 mm dan ± 7. Sumbu panjang ellips kesalahan desain 1.0071 terkait sebagai berikut : 3 Desain 7 ± 0.4 dan 7.006 0. 4 dan 7 yang dibandingkan terhadap sumbu panjang yang dapat dilihat pada gambar III. ± 11.10.011 ± 1 cm 3 PONCOL 0. Ketelitian rata-rata posisi vertikal yang . III. yaitu : uji variansi parameter posisi horizontal dan uji variansi parameter vertikal dengan mengunakan table F berdasarkan nilai simpangan baku rata-rata yang dimiliki oleh masing- masing jaring.3.008 0. Jaring GPS yang mempunyai konektivitas 4 dan No Nama jumlah baseline 11 mempunyai ketelitian rata- Desain 1 Desain 4 Desain 7 rata ± 7.00714 0.9 dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : Berikut ini merupakan grafik perbandingan . konektivitas jaring dan jumlah baseline terhadap Berdasarkan analisis diatas dapat ketelitian posisi vertikal.009 0. Jaring GPS yang mempunyai konektivitas 2 dan Tabel III.009 0.006 0.0051 ± 0.2 Analisis Ketelitian Vertikal pada desain 7. Tahun 2015.6.49 cm. III. 11 Perbandingan simpangan baku posisi jumlah baseline 7 mempunyai ketelitian rata-rata vertikal ± 7.6 mm Simpangan Baku Vertikal (meter) g. Gambar III.6 Analisis Uji Statistik Analisis uji statistik yang dilakukan terbagi menjadi dua bagian.018 menunjukkan penurunan nilai ketelitian vertikal SIMPANG yang sangat signifikan.95 cm. Jaring GPS yang terdiri dari baseline sebanyak 15 ditunjukkan pada desain 7 berkisar sekitar ± 1 cm.5 cenderung meningkat ekstrim III. hitungan seperti yang ditunjukkan oleh grafik pada gambar III. Tingkat ketelitan vertikal titik pada jaring GPS masing-masing hitungan ditampilkan pada Tabel tidak bergantung pada konektivitas titik dan III.1 mm 1 BANDARA 0.013 III. Nilai simpangan baku dari semua desain jaring bisa dilihat pada Tabel III.5 maksimal yang diperbolehkan dalam pengadaan titik kontrol orde-2 masih masuk dalam toleransi. Ketelitian rata-rata posisi vertikal yang .0082 ± 0.

r1.4599<3.01 Hipotesa diterima Ketelitian parameter posisi horizontal yang telah Fx 0. Volume 4 . 4 dan 7 = 0.1540<3.49 Hipotesa diterima 0.r1.r1. 0.00629 dan r = 24 signifikan.5607<2.05.6037 semua desain jaring yang dapat dilihat pada Tabel F1-σ.00767 dan r = 3 = 1/F0.11442 horizontal F1-σ.0076 dan r = 3 Kesimpulan : Ketelitian parameter posisi horizontal Desain 4 : σx = 0.95.00829 σy = 0.3889 seperti pada hasil hitungan berikut : Fy = (0.24 Desain 1 : σh = 0.05.00767)2/(0.49 Hipotesis diterima Fx 0.r1.r2 hipotesis diterima Fx 2 = (0.00714)2 = 3.05.05.r1.6037<3.3469<3. III.5607<2.49 Hipotesis diterima Kesimpulan : Ketelitian parameter posisi horizontal Geometri Jaring 4 dan 7 yang telah diperoleh dari desain geometri jaring 1 dan Desain 4 : σx = 0.39841 diterima F1-σ.12 III.24 yang telah diperoleh dari desain geometri jaring 1 dan = 3.r1. 13 Hasil Uji variansi parameter posisi = 0.00629 dan r = 24 Taraf uji : σ =0.139841<0.00471)2 hasil uji variansi parameter posisi horizontal dari = 2. = 1.r2 = F0.006 σy = 0.24 H0 : σ2x(1) ≤ σ2 x(2) = 1/F0.24 Ha : σ2x(1) > σ2x (2) hipotesis ditolak.05.3889 Hipotesa tidak diterima 3 Desain 4 dan 7 diperoleh dari desain geometri jaring 1 dan 7 secara Fy 0.r1.12.5607 Penyusunan hipotesis : F1-σ.0076)2/(0.01 Hipotesa diterima 2 Desain 1 dan 7 Kesimpulan : Fy 0. Jurnal Geodesi Undip Oktober 2015 III.05.05 H0 : σ2x(1) ≤ σ2 x(2) F1-a.r2 < σx1 / σx1 <Fσ.00714 dan r = 12 = 0.2 Uji Variansi Parameter Posisi Vertikal Akan ditinjau perbedaan variansi parameter Geometri Jaring 1 dan 7 posisi vertikal yang diperoleh dari desain 1.12.5238<3.r2 < σx1 / σx1 <Fσ.00471 dan r = 12 yang telah diperoleh dari desain geometri jaring 4 dan Taraf uji : σ = 0.1157<0.01 Hipotesis diterima = 0.0076 dan r = 3 seperti pada hasil hitungan berikut : Desain 7 : σx = 0.6.1 Uji Variansi Parameter Posisi Horizontal Taraf uji : σ = 0.006) /(0.3. Nomor 2 .12 0.12 Tabel III.r2 = F0.00829) 2 Ha : σ2x(1) > σ2x (2) hipotesis ditolak.r2 = F0.r2 = F0.11574 Taraf uji : σ = 0.r2 = F0.01 = 1.1157<0.5238 berada di luar selang diatas Fy = (0.05 7 secara statistika mempunyai perbedaan yang Fx = (0.24 F1-a.39841<0.3.3.95.r1.r2 = F0. karena = 2.6.00517 σy = 0.49 Hipotesa diterima 1 Desain 1 dan 4 0.05.00629)2 = 1.3889<2.4599 Geometri Jaring 1 dan 4 F1-σ.00829 σy = 0.r1.1142<1.00517)2 signifikan.05 F1-σ.1142<1.0076)2/(0.1157<1.3469 Berikut ini merupakan hasil rekapitulasi dari Fy = (0.05.r2 = F0.15 Hipotesis tidak diterima Desain Jaring 1 dan 4 0.15 berada di luar selang diatas Jadi 0.3.24 Desain 4 : σh = 0.6037<3.39841>0.4599<3.00629)2 Pemilihan taraf uji : σ = 0.11442 Kesimpulan : Ketelitian parameter posisi horizontal F1-σ.1142<2.00471 dan r = 12 2 secara statistika tidak mempunyai perbedaan yang Desain 7 : σx = 0.(ISSN : 2337 – 845X) 275 .00517 σy = 0.5238<3.1157<1.139841<0. karena = 0.r1.r1.00471)2/(0.01 7 secara statistika tidak mempunyai perbedaan yang Jadi signifikan.49 Jadi Fx 0.13 = 1/F0.12.12 No Uji Variansi Komponen Keterangan = 3.00517)2/(0.3.15 Hipotesis diterima Desain 1 : σx = 0.01 Hipotesis diterima = 1/F0.1142<2.00829)2 posisi horizontal yang diperoleh dari desain 1.3.11442<1.3.49 Hipotesis diterima Fy 0. Tahun 2015.05 Akan ditinjau perbedaan variansi parameter Fx = (0.r2 = F0.006)2/(0.r2 hipotesis = 0.15 Hipotesa diterima statistika tidak mempunyai perbedaan yang signifikan.95.05 = 0.3.95.12.006 σy = 0.3469<3. 4 dan 7 Desain 1 : σx = 0.r1.12 0.24 Fh = (0.1540 Jadi F1-σ.

15 Hipotesa diterima Badan Standar Nasional.00714)2/(0.3.5408<3.3. Nomor 2 . Pengecekan alat yang akan digunakan 7 secara statistika tidak mempunyai perbedaan yang sangat penting dilakukan sehingga dalam signifikan.12. H. = 0. Geodetic Network Analysis survei GPS . Jones dan J Kahar. Nilai kekuatan jaring yang kecil juga Volume 4 .Z.01 Hipotesis diterima faktor kekuatan jaring dan nilai ketelitian Kesimpulan : Ketelitian parameter posisi horizontal posisi horizontal yang paling baik serta nilai yang telah diperoleh dari desain geometri jaring 1 dan sumbu panjang yang masih dibawah 7 secara statistika tidak mempunyai perbedaan yang ketentuan nilai maksimal sumbu panjang signifikan.r1.Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. H.2007.Shanlong. Pada pengolahan data pengamatan GPS Desain 7 : σh = 0.05 ketelitian posisi horizontal yang diwakili Fh = (0. Kesimpulan Bogor Berdasarkan hasil analisis dari data penelitian Kuang. yang telah diperoleh dari desain geometri jaring 4 dan 4.r1. Pradnya Paramita: Jakarta 2 Desain 1 dan 7 0. 1996. Tahun 2015.49 Hipotesa diterima Abidin. = 1/F0.4686<2. A.24 maupun absolut. Geometri Jaring 4 dan 7 Desain 4 : σh = 0.00767 dan r = 3 2.00767)2/(0. yang ditentuakan dalam SNI Kerangka Horizontal.1 mm dan ± 1 cm.05 disarankan menggunakan desain geometri Fh = (0.01043 dan r = 24 untuk desain 1. Taraf uji : σ = 0.Survei dengan GPS.1540<3.4686 kekuatan jaring mendekati nol dan nilai F1-σ.05.4686<2.6 mm.3.Z.95 cm.05.15 3.r2 = F0.r2 = F0. Jurnal Geodesi Undip Oktober 2015 akan menghasilkan nilai ellips kesalahan Geometri Jaring 1 dan 7 absolut yang kecil juga.2 Saran Desain 7 : σh = 0.95. Sesuaikan pula lama pengamatan dengan desain jaring yang dapat dilihat pada Tabel III.3984<0. Hasil analisis menujukkan bahwa desain F1-σ.24 sebesar ± 7. Pradnya Paramita: Jakarta 3 Desain 4 dan 7 0.r2 = F0.01 pengadaan titik kontrol orde-2 adalah desain Jadi geometri jaring 7 karena memiliki nilai 0. Ann Arbor Press. ± 7.49 cm dan 1. Inc : 1.01 Hipotesa diterima Abidin. = 2.11574 3.15 cm F1-σ.11574<0.3984<0.24 ellips kesalahan yang kecil. Sebaiknya menyertakan bobot dalam = 0.05.11574<0. dapat disimpulkan bahwa : and Optimal Design Concepts and Applications.r1.01043 dan r = 24 1.01043)2 nilai sumbu panjang ellips kesalahan titik = 0. Menggunakan software yang dapat Jadi langsung menghasilkan nilai ellips 0. Dalam pengukuran titik kontrol orde-2. BIG: IV. 1. 14 Hasil uji variansi parameter posisi vertikal DAFTAR PUSTAKA No Uji Variansi Hasil Keterangan 1 Desain 1 dan 4 0.12.00714 dan r = 12 V.15 Hipotesis diterima kesalahan tanpa harus menghitung secara Kesimpulan : Ketelitian parameter posisi horizontal manual.05.11442<1.r1.95. Desain 1 : σh = 0.24 serta nilai ketelitian posisi vertikal titik = 1/F0. proses pengamatan dapat berjalan dengan Berikut ini merupakan hasil rekapitulasi dari lancar hasil uji variansi parameter posisi vertikal dari semua 5.01043)2 jaring yang memiliki nilai faktor = 0.5408<3. 2002. 2002.(ISSN : 2337 – 845X) 276 .4 dan 7 dihasilkan nilai Taraf uji : σ = 0.24 geometri jaring yang sesuai untuk survei = 3.3.14 keperluan penelitian yang dilakukan Tabel III. Standar Nasional Indonesia Jaring Kontrol Horizontal.5408 sebesar 11.24 2. Dari hasil analisis pengolahan data Michigan dihasilkan bahwa dalam satu desain jaring semakin banyak loop dan juga baseline dalam satu desain jaring akan menghasilkan nilai kekuatan jaring yang semakin kecil juga.r2 = F0.39841 perhitungan ellips kesalahan relatif F1-σ.