You are on page 1of 6

BAB III

TINJAUAN KASUS

3.1 PENGKAJIAN DATA

Klien dengan inisial Tn.R Umur 38 tahun, Masuk Rumah sakit
Dr.Marzoeki Mahdi Bogor dengan alasan, Klien marah-marah, menganggu
orang lain, mengambil barang di kios, merasa dirinya prabumi siliwangi
dan imam mahdi, bicara sendiri, susah tidur, keluyuran, makan sedikit,
mengumpulkan barang dari jalan. Klien sebelumnya pernah dirawat
dirumah sakit jiwa Lembang, rumah sakit Cihideng, terakhir dirawat di
Rumah Sakit Nurul Ilahi 2 minggu yang lalu. Klien sudah mengalami
gangguan jiwa sejak tahun 2000, Faktor pencetus terjadinya Gangguan
jiwa berulang dikarenakan minum obat tidak teratur, cerai dengan istri 2
minggu yang lalu, ibu klien menderita gangguan jiwa. Klien juga pernah
mencoba untuk bunuh diri menggunakan golok kurang lebih 2 tahun yang
lalu, klien menjadi korban pelaku kekerasan pada usia 34 tahun, klien
pernah jatuh dari motor kurang lebih 8 tahun yang lalu.
Pada saat pengkajian, Klien Menceritakan bahwa ia memiliki masa
lalu yang tidak menyenangkan. Klien mengatakan dia bercerai dengan
istrinya karena istrinya selingkuh dengan temannya sendiri, klien juga
mengatakan usaha yang sudah dirintis oleh ayahnya dikelola oleh saudara
sepupunya kemudian bangkrut.
Saat pengkajian, klien mengatakan melihat harimau dibelakang
kamarnya saat siang hari, dan melihat ular besar diruang makan Kresna
diatas jendela sambil menunjukkan objek halusinasinya, mendengar
bisikan seorang laki-laki untuk membalas dendam kepada teman yang
menjadi selingkuhan istirnya. Klien menceritakan dengan antusias dan
klien menunjukkan tempat halusinasinya, setelah ditanyakan tentang
sesuatu klien selalu bernyanyi dengan tatapan mata yang penuh curiga.
Ketika didalam ruangan klien nampan mondar mandir dan berbicara
sendiri.

44

Saat pengkajian. klien juga suka berbagi dengan teman-temannya. Pada saat pengkajian. 45 . Saat interaksi. Klien mengatakan dia merupakan anak laki- laki satu-satunya dalam keluarga. Saat menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan klien tampak mengepalkan tangannya dan tampak gelisah dengan intonasi suara dengan penekanan. klien juga mengatakan pernah berkelahi dengan seseorang yang memukul pamannya saat usia 17 tahun. aktif dalam kegiatan kelompok. mengatakan dirinya titisan Soekarno sambil tampak bernyanyi lagu kebangsaan. Klien aktif berkomunikasi dengan teman-temannya maupun dengan para perawat. klien mengatakan pernah dipukul oleh ayahnya saat usia 9 tahun karena Tn. Klien mengatakan dirinya imam mahdi dan berbicara tentang keagamaan sambil memperagarakan berdakwah klien suka berganti-ganti topik pembicaraan. klien banyak bicara namun dengan topik yang berbeda-beda disetiap pembicaraannya. klien juga mengatakan bahwa emosinya tidak stabil kadang ia tiba-tiba merasa marah dan kesal. R tidak sholat tetapi main kelereng. klien tampak kooperatif dan kontak mata baik dengan perawat tetapi tatapan mata penuh curiga . namun selalu ia tahan dengan beristighfar dan berzikir dan kadang-kadang mengguyur kepalanya dengan air agar dingin. klien juga mengatakan dirinya prabu siliwangi. Di rumah klien tinggal sendiri namun masih satu lingkungan dengan kakaknya. Saat diajak berinteraksi Klien selalu merespon bahkan terkadang klien memulai untuk membuka pembicaraan. Klien dikenal sebagai seorang yang mudah akrab dengan siapa saja dan tidak memilih- milih teman. Klien beranggapan bahwa dirinya adalah anak yang berguna karena bisa membantu keluarganya dalam mencari nafkah dengan bekerja serabutan. klien nampak antusias dan bersemangat.

hanya menjauhi objek tersebut. dan melihat ular besar diruang makan Kresna diatas jendela sambil menunjukkannya.klien mengatakan melihat harimau dibelakang pendengaran kamarnya saat siang hari. .Klien mendengar bisikan seorang laki-laki untuk membalas dendam kepada teman yang menjadi selingkuhan istrinya.Klien mengatakan pernah dipukul oleh ayahnya saat usia 9 tahun karena Tn.Klien mengatakan dirinya prabu siliwangi dan imam mahdi.Saat menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan klien tampak mengepalkan tangannya .Tatapan mata klien penuh curiga.2 ANALISA DATA No DATA MASALAH 1.Klien suka berjalan mondar-mandir.Intonasi suara dengan penekanan 3 Data Subyektif : Waham Kebesaran . .Tampak gelisah . R tidak sholat tetapi main kelereng . . 2 Data Subyektif : Resiko Perilaku kekerasan . Data Subyektif : Halusinasi penglihatan dan .Klien menceritakan dengan antusias . 46 . Data Obyektif : .Klien nampak berbicara sendiri.3.Klien mengatakan bahwa kadang ia merasa kesal dan marah namun tahan dengan beristighfar dan berzikir. . .Klien selalu bernyanyi setelah ditanya sesuatu. Data Obyektif : . mengatakan dirinya titisan Soekarno.Klien tampak menunjukkan tempat halusinasi .klien juga mengatakan pernah berkelahi dengan seseorang yang memukul pamannya saat usia 17 tahun. .Setelah melihat objek itu klien mengatakan tidak melakukan apa-apa.

Klien tampak bernyanyi lagu kebangsaan.Klien suka berganti-ganti topik pembicaraan . Data Obyektif : . 4 Data Subyektif : Resiko bunuh diri - Data Obyektif : .Dari data rekam medik didapatkan Klien juga pernah mencoba untuk bunuh diri menggunakan golok kurang lebih 2 tahun yang lalu. orang lain dan lingkungan Resiko perilaku kekerasan Waham kebesaran Halusinasi penglihatan danpenglihatan Mekanisme koping tidak efektif 47 . Pohon Masalah Resiko mencederai diri sendiri.Klien berbicara tentang keagamaan .Klien memperagarakan berdakwah .

Halusinasi penglihatan dan pendengaran 2. Waham Kebesaran 4.Diagnosa Keperawatan 1. Resiko perilaku kekerasan 3. Resiko bunuh diri 48 .

49 .